Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 12681

Rombak Total Manajemen RSUD Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan akan menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kepri tentang dugaan transaksi fiktif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Hal pertama yang akan dilakukan yakni merombak secara menyeluruh struktur manajemen rumah sakit.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, sejumlah pejabat seperti Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) RSUD Embung Fatimah dipastikan akan diganti.

Begitu juga dengan jabatan bendahara, bendahara pembantu, serta petugas dan pengelola di bagian pengadaan obat dan farmasi. Semua akan diganti. Apalagi menurut temuan BPK, dugaan penyimpangan dan pengadaan fiktif di RSUD banyak dilakukan bendahara dan bendahara pembantu.

“Termasuk Kabid hingga Kasi akan diganti,” kata Amsakar, Rabu (20/12).

Namun perombakan total itu masih harus menunggu pelantikan direktur utama definitif RSUD Embung Fatimah yang rencananya akan digelar pekan ini.

Amsakar juga menyinggung konsekuensi hukum yang harus dihadapi oleh pihak-pihak yang dinyatakan bersalah. Sebab tidak menutup kemungkinan temuan BPK ini akan bergulir ke meja hijau.

“Dia yang berbuat, dia yang tanggung, tak bisa orang lain,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho. Menurut dia, manajemen RSUD Embung Fatimah sudah sangat bobrok dan perlu pembenahan segera. Selain mengganti pejabat-pejabat lama, perlu dilakukan perbaikan sistem dan manajemen di rumah sakit pelat merah itu.

“Untuk obat, barang habis pakai (BHP) dan alat kesehatan itu masuk aset daerah harus dibuat dengan sistem online,” kata Udin, Rabu (20/12).

Dengan sistem online ini DPRD mewakili masyarakat bisa mengetahuinya. Sehingga mereka bisa melakukan pengawasan termasuk terkait jadwal pemeliharaan, perbaikan, dan kalibrasi alat-alat kesehatan.

Politikus PDI Perjuangan ini menilai, buruknya manajemen RSUD Embung Fatimah tak terlepas dari lemahnya sikap dan pengawasan kepala daerah. “Kalau dari dulu wali kota mau tegas, pasti kondisinya tidak seperti saat ini,” sambung Udin.

Udin mengatakan, temuan BPK itu sebenarnya merupakan pembenaran dan jawaban dari keluhan masyarakat selama ini. Menurut dia, kondisi amburadul di RSUD tersebut sudah berlangsung sejak lama.

“Makanya saya nggak terkejut. Memang demikian kondisi yang terjadi di RSUD,” kata Udin.

Pasien mengantre di Poli RSUD Embung Fatimah, Batuaji F. Dalil Harahap/Batam Pos

Namun sayangnya, kondisi ini seakan dibiarkan berlarut-larut. Mulai dari kondisi dan pengelolaaan keuangan yang amburadul, data dan stok barang habis pakai (BHP) dan obat yang tidak singkron, sistem pasien BPJS Kesehatantanpa administrasi, dan lain sebagainya.

“Inilah yang menyebabkan adanya indikasi penyimpangan di RSUD,” sebut Udin.

Menurut Udin, kondisi ini tidak akan terjadi jika rumah sakit menerapkan sistem online. Bahkan, kata dia, Komisi IV sebagai mitra kerja RSUD sudah jauh-jauh hari mengingatkan agar pengelolaan rumah sakit pemerintah itu dilakukan dengan sistem online.

“Kalau saya minta dari dulu semuanya di-online-kan. Semisal sistem klaim BPJS yang seharusnya bisa lebih mudah diakses bila terdaftar di online. Begitu juga dengan pengadaan obat dan BHP. Hasilnya apa? tak pernah diterapkan,” sesalnya.

Dengan amburadulnya manajemen ini, Udin menilai RSUD Embung Fatimah tak layak menyandang predikat Tipe B. Bahkan buruknya pelayanan di rumah sakit tersebut membuat RSUD Embung Fatimah tidak pantas masuk Tipe C sekalipun.

Bahkan Udin meragukan kondisi ini akan berubah hanya dengan mengandalkan direktur baru yang akan dilantik pekan ini. Sebab menurut dia, persoalan di RSUD Embung Fatimah sudah sangat kompleks.

“Dalam tanda kutip, terlalu berat beban yang harus ditanggung direktur baru,” ungkapnya.

Udin juga mempertanyakan laporan RSUD Embung Fatimah yang selalu mengaku rugi setiap tahunnya. Sebab selain selalu ramai pasien, rumah sakit tersebut selalu mendapat alokasi anggaran dari APBD, setiap tahunnya. Padahal, sekelas klinik saja yang sama-sama bekerja sama dengan BPJS bisa untung. Padahal mereka harus membayar tenaga medis, biaya operasional klinik, gaji karyawan, dan lain sebagainya.

“Tapi RSUD bertahun-tahun selalu mengaku rugi,” kata dia.

Sementara anggota Komisi IV Riky Indrakari menyarankan agar Wali Kota Batam segera membentuk tim investigasi yang dikomandoi pejabat Inspektorat terkait tindak lanjut persoalan tata kelola keuangan hasil temuan atau LHP BPK dan juga audit BPKP Provinsi Kepri.

“Audit investigasi ini sebagai amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 234/PMK.01/2015,” kata Riky, kemarin.

Selanjutnya, wali kota membentuk tim investigasi assessment terkait kebutuhan mendesak akan kekosongan obat-obatan, jasa medis, dan kelengkapan fungsi alkes. Lalu, mempercepat proses administrasi belanja APBD 2018 yang sudah disahkan pada akhir November 2017 lalu. Serta meminta proses wawancara dan presentasi makalah tulisan kandidat Direktur RSUD dilakukan secara terbuka untuk umum atau memanfaatkan media TV dan RRI.

“Agar masyarakat dapat melihat dan mendengar langsung kemampuan para kandidat dalam penyampaian ide, gagasan, komunikasi, leadership, dan lainnya,” jelas Riky. (cr13/rng)

Imigrasi Batam Gelar Operasi Timpora

0

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam bersama dengan TNI, Polri, Kantor Pelabuhan Batam, Bea Cukai, BIN (Badan Intelijen Negara) melakukan operasi Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing), Rabu (20/12) di perairan Batam. Dengan menggunakan KRI (Kapal Republik Indonesia) Lepu 861, Timpora memeriksa kapal-kapal yang membawa penumpang masuk ke Batam.

Ada sebanyak empat kapal yang diperiksa oleh Timpora, tiga kapal penumpang dan satunya kapal yang sedang lego jangkar di perairan Batam.

“Operasi ini dalam rangka Natal dan Tahun Baru. Dan untuk mengantisipasi hal-hal negatif yang dibawa dari luar negeri,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto, Rabu (20/12).

Ia mengatakan Natal dan Tahun Baru, arus lalu lintas penumpang meningkat dari Malaysia dan Singapura ke Indonesia. Para wisatawan banyak memanfaatkan libur panjang, dengan jalan-jalan ke Batam.

“Kami mencari penumpang yang mencoba masuk secara ilegal atau barang-barang ilegal yang coba diselundupkan,” ujar Lucky.

Operasi ini, kata Lucky hanya awal saja. Ke depannya akan dilaksanakan terus secara berkelanjutan.

“Pengawasan orang asing ini sudah diamanatkan oleh undang-undang. Operasi ini sifatnya preventif,” ucapnya.

Ia mengatakan tahun ini saja, pihaknya sudah mendeportasi sebanyak 130 orang asing yang bermasalah. Dan lima orang yang diproses hingga persidangan.

Walau dalam operasi ini tidak menemukan hal-hal yang melanggar aturan.

“Setidaknya dengan operasi ini kita memberitahu ke pihak asing, Timpora Batam mengawasi orang asing yang masuk ke Batam,” ujar Lucky.

Sementara itu Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar (Danguskamlaarmabar) Laksamana Pertama Bambang Irwanto mengatakan isu orang asing sangat menjadi perhatian pihaknya.

“Ilegal migran, people smugling. Jadi perhatian kami, oleh sebab itu kami sangat mendukung langkah dari Imigrasi Batam,” ujarnya.

Sinergi yang dijalin oleh Imigrasi Batam, kata Irwanto sudah sangat baik. Ia mengatakan permasalahan orang asing, memang seharusnya diselesaikan secara bersama.

“TNI dukung penuh, makanya kami sediakan KRI Lepu untuk melaksanakan operasi ini,’ ucapnya. (ska)

Canda Berujung Pemecatan

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Gara-gara candaan yang dinilai tiak pantas seorang pengantar pizaa dipecat!

Adalah seorang ibu di Virginia, AS, yang melaporkan aksi pengantar pizza itu.

Si ibu menganggap guyonan si bocah pengantar pizza keterlaluan dan tidak pantas.

Ceritanya, pekan lalu dua anak lelaki si ibu memesan pizza secara online. Di bagian bawah pesanan, ada kolom tambahan special request. ’’Anakku mengisi kolom itu dengan joke. Guyonan,’’ kata si ibu kepada Fox News. Nah, si pengantar pizza memenuhi permintaan spesial itu. Dia menuliskan joke di dalam kotak pizza.

Tampaknya, oleh si ibu, guyonan tersebut dianggap terlalu vulgar dan tidak pantas dibaca dua anaknya yang masih ABG. Dia komplain ke counter pizza yang melayani pesanannya dan si cowok dipecat. Dua pekan sebelum Natal. Tidak heran jika si ibu malah dihujat warganet ketika curhat di media sosial. Ngomong-ngomong, guyonan apa yang ditulis cowok pengantar pizza itu di kotak?

Begini. Apa persamaan antara pengantar pizza dan dokter kandungan? Jawabnya, silakan Google saja, ya… (adn/c15/na)

Panglima TNI Batalkan Anulir Mutasi 16 Perwira Tinggi TNI

0
Panglima TNI.
foto: HENDRA EKA / jawapos

batampos.co.id – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membatalkan keputusan mutasi belasan perwira tinggi (pati) TNI yang ditetapkan panglima sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadi menyatakan pengisian jabatan di tubuh TNI tidak boleh berdasarkan faktor suka dan tidak suka (like and dislike).

Dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017 yang terbit 4 Desember 2017, Jenderal Gatot memutasi 85 pati. Namun, dalam keputusan terbaru, Marsekal Hadi membatalkan mutasi 16 orang di antaranya, termasuk Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Dalam surat keputusan yang diteken Jenderal Gatot, Edy dimutasi menjadi pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun. Selain Edy, mutasi Mayjen TNI Sudirman dari posisi Asops Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menjadi Pangkostrad pun turut dibatalkan oleh Hadi.

Selain itu, kursi Pangdam II/Sriwijaya dan belasan pati lain yang dimutasi Gatot juga diubah oleh Hadi. Ketika ditanyai tentang hal itu, Hadi menyampaikan bahwa mutasi pati di bawah institusi yang dia pimpin berdasar kriteria penilaian sumber daya manusia (SDM). Yakni profesionalitas dan merit system. Yang semuanya ditentukan melalui pertimbangan matang.

Termasuk di antaranya proses Pra Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Prawanjakti) TNI dan Dewan Jabatan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI. “Dalam mengemban amanah sebagai panglima TNI, saya telah melaksanakan evaluasi secara berkesinambungan terhadap SDM untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan tantangan tugas ke depan,” ungkap Hadi, Rabu (20/12).

Keterangan itu diterima Jawa Pos melalui keterangan resmi dari Mabes TNI usai Hadi hadir dalam agenda penyematan Wing Penerbang Kehormatan TNI AU kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, KSAD Jenderal TNI Mulyono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Rabu (20/12). Hadi pun menegaskan, mutasi jabatan pati TNI sesuai dengan aturan, ketentuan, dan prosedur yang berlaku.

Selain itu, sambung Hadi, beberapa alasan lain juga turut menjadi pertimbangannya sebelum mengambil langkah mutasi pati di jajaran TNI.

“Dasar untuk penilaian SDM adalah profesionalitas dan merit system,” kata dia tegas.

“Berdasarkan petunjuk administrasi (jukmin) bahwa pembinaan karir seorang prajurit TNI itu sudah baku. Tidak ada istilah di dalam pembinaan karir itu like and dislike,” tambahnya.

Sebelumnya, keputusan Gatot Nurmantyo yang melakukan mutasi besar-besaran di tubuh TNI menjelang akhir masa jabatannya dikritik beberapa pihak. Sebab, dinilai bagian dari manuver politik. Namun, Gatot menyatakan jika keputusan mutasi itu sudah diambil sebelum mendapat kabar bahwa Presiden Jokowi akan segera menggantinya.

Pengamat Militer dari ISESS Khairul Fahmi menyebut, baik keputusan Gatot Nurmantyo melakukan mutasi di akhir masa jabatannya, maupun langkah Hadi Tjahjanto membatalkan sebagian keputusan Gatot adalah hal yang sah dilakukan.

“TNI sudah sangat paham doktrin Perintah Terakhir,” ujarnya.

Menurut Khairul, satu hal yang layak dicermati dari putusan Hadi adalah ditempatkannya kembali Edy Rahmayadi di posisi Pangkostrad. Sebab, Edy sudah jelas-jelas menyatakan akan maju dalam Pilkada Sumatera Utara. Langkah mengembalikan Edy sebagai Pangkostrad bisa mengganggu komunikasi politik yang sudah dijalin Edy dengan partai-partai pengusungnya.

“Jadi, Panglima harus hati-hati, karena ini menyerempet politik,” katanya. (syn/jpgroup)

Perusahaan Properti Ambil Bagian Batam Pos Great Sale 2017

0

batampos.co.id – Program Batam Pos Great Sale 2017 mampu menarik minat para pelaku usaha di Kota Batam. Rabu (20/12), salah satu perusahaan properti terkemuka memastikan diri untuk ambil bagian.

“Hari ini (kemarin, red.) sudah deal dengan salah satu perusahaan properti. Insya Allah beberapa hari iklannya sudah terbit di Batam Pos,” kata Manajer Iklan Batam Pos, Agus Triono, Rabu (20/12).

Dia menambahkan, beberapa perusahaan properti juga sudah menjalin komunikasi dengan perusahaan media terbesar dan terpopuler di Kepri ini. Mereka juga siap meramaikan Batam Pos Great Sale.

Alasannya sederhana. Lewat program Batam Pos Great Sale, koran dengan tagline Pertama-Terbesar-Terpercaya ini memberlakukan harga iklan yang sangat miring. Istilahnya crazy price.

“Selain harga yang murah meriah, mitra iklan juga akan mendapatkan keuntungan lain. Jika memasang iklan dengan nilai tertentu yang sudah ditetapkan, akan ada bonus iklan dan berita secara gratis,” kata Tri.

Batam Pos Great Sale berlaku pada periode tertentu. Yakni mulai 20 hingga 31 Desember 2017. Selama itu pula pemasang iklan akan memperoleh crazy price dan bonus-bonus lainnya. “Pokoknya benar-benar dimanjakan,” kata Tri lagi.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat langsung datang ke kantor Batam Pos di Graha Pena lantai 2, Batam Center. Bisa juga menghubungi account executive (AE) Batam Pos atau menghubungi nomor 0778 460-000.

Tri mengatakan, Batam Pos Great Sale merupakan salah satu wujud ungkapan terima kasih Batam Pos kepada para pelaku usaha yang telah beriklan di Batam Pos.

“Boleh dibilang, cuci gudang,” candanya.

Sebagai informasi, menurut survei Nielsen Media Research, Batam Pos merupakan media nomor 1 se-Sumatera dan nomor 5 se-Indonesia untuk kategori perolehan iklan tertinggi. Ini membuktikan bahwa koran yang anda baca hari ini paling dipercaya oleh pemasang iklan sebagai media promosi.

Masih menurut Nielsen, Batam Pos yang berada di bawah bendera Jawa Pos Group juga dinobatkan sebagai koran terpopuler dan paling banyak dibaca di Batam. Mengalahkan media sejenis yang sama-sama beredar di Batan. Per harinya, pembaca Batam Pos mencapai 223 ribu orang. Julukan sebagai market leader newspaper pun melekat hingga saat ini. (gun)

Embrio Berusia 24 tahun Dilahirkan Sebulan Lalu

0
Keluarga Gibson bersama Emma. (CNN)

batampos.co.id – Berasal dari embrio yang dibekukan pada 14 Oktober 1992, Emma Wren Gibson lahir.

Artinya, embrio Emma berusia 25 tahun sebelum akhirnya dia terlahir sebagai bayi.

Bukan hanya itu, perempuan yang melahirkan Emma, Tina Gibson, berusia 26 tahun. Itu membuat Emma sejatinya hanya berbeda setahun dengan Tina yang menjadi ibunya. Lahir bulan lalu di Tennessee, AS, Emma memecahkan rekor dunia sebagai bayi dari embrio beku terlama di dunia.

Diceritakan Dr. Jeffrey Keenan, direktur medis Pusat Sumbangan Embrio Nasional, Emma terlahir pada 25 November 2017. Orang tua Emma, Tina dan Benjamin Gibson dari Tennessee timur, pun merasa terkejut saat diberi tahu usia embrio yang dicairkan pada tanggal 13 Maret oleh Carol Sommerfelt, direktur laboratorium embriologi di Pusat Donor Embrio Nasional itu.

“Usianya 25 tahun. Embrio ini dan saya bisa menjadi teman terbaik kalau dia terlahir 25 tahun yang lalu,” kata Tina Gibson kepada CNN.

Sommerfelt mengatakan kelahiran Emma cukup menarik mengingat berapa lama embrio itu telah membeku.

”Embrio beku tertua yang diketahui berhasil melahirkan adalah berusia 20 tahun,” katanya.

Kisah Emma dimulai jauh sebelum Gibson mengadopsi embrio (dan empat saudara kandung Emma dari donor telur yang sama). Embrio Emma berasal dari pasangan yang melakukan pembuahan in vitro (IVF) atau pembuahan di luar tubuh.

Dalam pembuahaan itu, biasanya dihasilkan beberapa embrio. Sebagian embrio digunakan untuk program bayi tabung pasangan tersebut. Bila ada sisa embrio, bisa dibekukan dan digunakan bila pasangan itu ingin memiliki anak lagi.

Namun jika tidak, embrio itu bisa disumbangkan untuk penelitian, dicairkan dan dibiarkan mati, atau seperti kasus Emma, diadopsi oleh pasangan yang tidak memiliki anak.

Dan embrio Emma, setelah melalui pemeriksaan medis mendalam, cocok dengan pasangan Tina dan Benjamin.

”Suami saya menderita cystic fibrosis, itu salah satu jenis ketidaksuburan yang sering terjadi,” kata Tina.

Namun itu tidak menjadi masalah. Kehidupan pernikahan mereka tetap indah.

”Kami telah memutuskan untuk mengadopsi anak suatu saat nanti,” katanya.

Dan, proses adopsi itu mulai dilaksanakan. Bersama keluarga besar pasangan ini kerap mengunjungi panti sosial untuk bertemu anak-anak yatim.

Tetapi, semua itu berubah ketika ayah Tina membaca mengenai adopsi embrio.

”Ini disebut adopsi embrio. Mereka akan menanamkan embrio di dalam tubuh Anda, dan Anda bisa melahirkan bayi,” katanya pada anak perempuannya.

Dan begitulah. Setelah melewati pertimbangan matang, pemeriksaan medis mendalam, embrio Emma dimasukkan rahim Tina untuk kemudian terlahir dengan sehat. (tia/JPC)

Meracik Ekstasi di Apartemen

0
ilustrasi Narkoba

batampos.co.id – Narkotika hasil industri rumahan kembali ditemukan. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim menangkap empat anggota jaringan narkotika yang meracik serbuk ekstasi dan sabu di sebuah apartemen di Sunter, Jakarta, Rabu (20/12). Serbuk ekstasi yang kali pertama ditemukan Dittipid Narkoba itu masukkan dalam teh kemasan kotak untuk menghindari kecurigaan.

Sekilas, apartemen di lantai 16 paling ujung yang jadi tempat peracikan narkotika tampak seperti biasa. Namun, begitu masuk ke dalam sudah terlihat adanya sejumlah peralatan, seperti kapsul kosong, tempat pengisian kapsul, dan pipet. Dalam penangkapan itu disita 760 gram serbuk ekstasi, 7 kilogram sabu, 6 ribu butir happy five, dan 976 gram ketamin.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan, ada empat pelaku yang telah ditangkap, yakni Angel, Kevin Lienardi, Hans Lukito, dan Bule. Keempatnya merupakan anggota jaringan tersebut. ”Pelaku utamanya masih dikejar bernama Joy. Joy inilah yang meracik dan mengetahui seluk beluk cara mendapatkan,” jelasnya.

Dari peralatan yang ditemukan, diketahui bagaimana cara peracikannya. Serbuk ekstasi ini diambil dengan pipet dan dimasukkan ke kapsul kosong satu persatu. Yang kemudian, setelah menjadi kapsul semua dimasukkan ke kemasan teh kotak. ”Lem tembak digunakan untuk merekatkan kemasan ini. Sabunya juga dimasukkan dalam kemasan,” jelasnya.

Modus operandinya, kelompok ini bila mendapatkan pesanan akan menentukan lokasi tertentu sebagai tempat pengambilan. Di lokasi itu ditaruh begitu saja teh kotak tersebut, yang lalu diambil oleh pemesan. ”Misal di SPBU, dia taruh dan secepatnya pergi. Ini jual putus agar mereka tidak ketahuan,” ujarnya.

Menurutnya, baru kali ini pihaknya menemukan adanya ekstasi berbentuk serbuk dengan warna merah. ”Masih kami pastikan dari mana asalnya, semoga secepatnya Joy bisa ditangkap karena dia yang mengetahui semuanya,” terangnya.

Pengungkapan kasus tersebut diawali dengan penangkapan Angel yang membawa satu kilogram sabu. Dari dialah kemudian diketahui bahwa barang haram ini milik pacarnya Kevin. ”Dari Kevin kemudian menyebut Hans dan Bule,” tuturnya.

Dia menjelaskan, ke depan pelaku akan dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sehingga, pelaku tidak lagi memiliki kemampuan finansial dalam membeli narkotika. ”Fokus ke sini, lalu TPPU,” ujarnya.

Diduga sabu dan ekstasi itu akan digunakan sebagai stok untuk tahun baru. Menurutnya, memang tahun baru menjadi momentum yang bisa meningkatkan permintaan terhadap narkotika. ”Ya, kami antisipasi ini,” jelasnya.

Sementara Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan, langkah Bareskrim tersebut merupakan bagian dari pencegahan yang dilakukan Polri. Diharapkan, saat momen tahun baru tidak ada pesta narkotika yang dilakukan. ”Keberhasilan ini merupakan law enforcement,” tuturnya. (idr)

Hari Ini, Walikota Resmikan Jalan Layang Laluan Madani

0
Jalan layang malam hari di simpang Jam, Batamcentre, Jumat (15/12). Jalan layang ini sudah siap pembangunannya, tetapi belum juga diresmikan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berencana meresmikan dan memulai pemanfaatan jalan layang Simpang Jam, Kamis (21/12/2017). Pembukaan jalan layang yang diberi nama Laluan Madani ini diharapkan mampu mengurai kemacetan lalulintas yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Flyover kita buka Kamis pukul 17.00 WIB, saya langsung yang meresmikan. Seterusnya langsung bisa dilalui,” kata Rudi, Selasa (19/12).

Sebelumnya, jalan layang pertama di Batam itu rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Desember lalu. Namun, rencana tersebut batal karena saat itu Presiden tak bisa hadir.

Menurut Rudi, pihaknya harus menggesa peresmian jalan layang untuk masyarakat umum lantaran Simpang Jam merupakan titik rawan macet.

“Kita uji coba, dengan dibukanya ini (jalan layang) lancar apa enggak,” kata Rudi.

Jika tetap macet, Wali Kota menyebut pihaknya beserta aparat kepolisian akan mencari alternatif lain.

“Kalau misalnya masih ada kemacetan, hari berikutnya kita akan ada rekayasa (lalu lintas),” terangnya.

Di acara peresmian besok, Rudi mengaku akan mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan juga komunitas otomotif di Batam.

“Pecinta otomotif yang mau ikut buka, bolehlah. Itu kan jalan layang kebanggaan kita masyarakat Batam,” ujarnya.

Selain jalan layang di Simpang Jam, Pemerintah Kota Batam juga berencana membangun jalan layang baru di Simpang Kabil atau di depan Kepri Mall di tahun 2018 mendatang.

“Untuk Detail Engineering Design (DED) flyover di Kepri Mall sudah kita buat,” kata Rudi.

Agar pembangunan jalan layang ini terealiasi, ia mengajak seluruh unsur Pemerintahan Kota Batam, baik itu Pemko, DPRD, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk bersama-sama mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan DED tersebut. Sehingga, ketika DED sudah masuk di kementerian bisa langsung dianggarkan.

“Kehadiran jalan layang ini sangat penting terutama dalam mengatasi kemacetan. Makanya kami rencanakan tahun 2018 sudah mulai dibangun Kementerian PUPR,” terang Rudi. (rna/rng)

Pemko Batam Dahulukan Tata Pasar Induk Jodoh dan Masjid Raya Batam

0
Kondisi gedung pasar induk jodoh yang terbengkelai dan tidak terawat lagi, Batuampar. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memprioritaskan penataan Pasar Induk Jodoh pasca peralihan enam aset dari Badan Pengusahaan (BP) Batam kelak, bahkan kini persiapan penataan tengah dilakukan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan hal pertama yang dilakukan pihaknya yakni mendata jumlah pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Data yang ia terima dari pihak kecamatan sebanyak 85 pedagang.

“Ini by name by address,” ucapnya.

Usai pendataan ini, ia menyampaikan akan mengumpulkan para pedagang tersebut di Kantor Camat Lubukbaja Kamis (21/12), untuk diberi pengarahan dan diminta untuk mengosongkan area pasar.

“Kita minta kosongkan dulu, baru kita bersihkan pasarnya. Kemana akan dipindahkan? kami belum bicarakan ini, di rapat itu nanti kami minta masukan mereka,” papar mantan anggota DPRD Batam ini.

Ia mengaku, setelah dibersihkan pihaknya tak serta merta bisa langsung membangun karena peralihan aset tengah berproses dan dokumennya masih di Kementrian Keuangan.

“Kan perlu hitam di atas putih dulu,” imbuhnya.

Setelah ada penyerahan secara resmi, pihaknya langsung menghadap Kementrian Perdagangan (Kemendag) guna meminta bantuan pendanaan untuk pembangunan pasar. Sejatinya, ia bersama Wakil Wali Kota Amsakar Achmad juga Nyat Kadir sempat ke Kemendag sebelumnya, pada prinsipnya Kemendag mau memberikan bantuan namun kala itu masih terkendala ketidakpastian tempat pembangunan pasar.

“Kalau ada tempatnya Kemendag kasih bantuan,” imbuhnya.

Menurutnya, pasar tersbut kelak akan menampung seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Jodoh Nagoya. Dengan demikian tak ada lagi PKL di pinggir-pinggir jalan.

“Mereka akan di sana semua. Kalau tak cukup akan kami buat bertingkat, tapi yang pasti pasar basahnya di bawah,” terang Rudi.

Tidak hanya mendahulukan penataan Pasar Induk Jodoh, pihaknya juga akan menata Masjid Raya Batam (MRB). “Makanya untuk masjid raya ini saya bawa arsitek kemarin memantau,” ucapnya.

Ia menyampaikan, revitalisasi MRB ini tidak merubah desain arsitektur bangunan utama masjid. Namun, dalam pengerjaan akan dikembangkan mulai dari tempat parkir, taman hingga pembenahan tempat wudhu juga toilet.

“Tempat wudhu akan kita bikin tiga. Toiletnya nanti penempatannnya bukan disamping itu, kita akan tentukan tempatnya,” ujarnya.

Selain itu, ruang lapang di depan masjid akan diperluas. Di lokasi ini dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan tanpa harus menggunakan bangunan utama. Agar memberikan suasana nyaman kelak lokasi tersebut akan dibuatkan atap.

“Jadi kalau sudah seperti ini, bangunan utama fungsinya betul-betul buat beribadah,” imbuhnya. (cr13)

Yuniarti : Aksi Demo Mahasiswa Ada yang Menunggangi

0
Gabungan mahasiswa menggelar aksi demo di Kantor Dinas Pendidikan Kepri. F. Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Yuniarni Pustoko Weni menilai ada pihak yang mendorong beberapa mahasiswa untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan, Senin (18/12) lalu. Ia berharap, aksi unjuk rasa yang berujung tidak kondusif itu bisa dicegah ke depannya.

“Pasti ada yang menyuruh. Mereka seharusnya dikirim orangtua untuk kuliah bukan disuruh ini. Adek mahasiswa ini harus kita ajak duduk yang baik. Kedepannya tidak boleh lagi terjadi yang seperti di Dinas Pendidikan,” ujar Yuniarti, Selasa (19/12) kemarin.

Kepada mahasiswa, jika menemukan sesuatu yang menyalahi prosedur, Yuniarti berharap segera melaporkannya ke Komisi IV DPRD Provinsi Kepri. Sebagai contohnya, dalam aksi unjuk rasa Senin lalu beberapa mahasiswa mendapatkan informasi melalui pesan singkat whats app bahwa penerima beasiswa ada yang terima dua kali. “Artinya, kalau dari whats app, mereka (tentu) mendapat informasinya dari orang dalam. Tidak mungkin ada dari mahasiswa. Sekarang siapa ini (yang menyebarkan),” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga mengaku mendapatkan informasi bahwa beberapa anggota DPRD yang ikut bermain dalam pemberian beasiswa tersebut. Namun, setelah Yuniarti menanyakan buktinya, para mahasiswa yang berdemo belum bisa menunjukkan bukti bahwa anggota DPRD ikut bermain dalam penerimaan beasiswa tahun 2018.

“Katanya ada titipan dari dewan. Kalau dari dewan, secara pribadi saya rasa kami belum pernah menitip. Toh, kalau pun kami menitip itu kan untuk masyarakat juga. Artinya, kalau pun ada, kita punya penilaian. Beasiswa ini terbagi-bagi. kalau tidak salah sudah sempat dimediakan tentang bagaimana kronologis pembagian beasiswa ini,” tuturnya.

Untuk ke depannya, Yuniarni bersama dengan Komisi IV DPRD Provinsi Kepri akan menyelesaikan permasalahan beasiswa ini. Dikatakan Yuniarti, sekira bulan Januari 2018 mendatang pihaknya akan memanggil seluruh ketua organisasi mahasiswa untuk duduk bersama dan menyelesaikannya.

“Nanti di bulan Januari akan kita selesaikan semua. Karena ini kita mau menyambut Natal, Tahun Baru, dan reses. Januari nanti kita akan ajak mereka jumpa ketuanya dan akan kita bicarakan,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan bahwa dirinya akan mempelajari kembali pembagian beasiswa tersebut. Nantinya, ia akan meminta laporan secara tertulis dari Kepala Dinas Pendidikan Kepri Arifin Nasir untuk menjelaskan proses pembagian beasiswa tersebut. “Tapi dalam laporannya kemarin sudah melapor sepintas secara lisan. Bahwa mereka sudah dalam aturan main,” ujar Arif.

Namun, Arif tetap meminta laporan kelarifikasi secara tertulis tentang bagaimana proses penunjukan, pemberian hingga penyebab terjadinya aksi unjuk rasa tersebut. Sebab, semua ada aturan yang harus ditaati secara bersama. (cr1)