Nurdin saat memimpin rapat mingguan OPD di Rupatama Lt. 4 kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun melakukan evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kepri. Menurtnya, nanti akan ada beberapa OPD yang akan digantikan karena alasan kinerja yang kurang memuaskan.
“Pasti ada. Karena kita ingin bagus dan lebih baik. Selain itu, (mungkin) ada juga kawan-kawan yang ingin mencari suasana baru dalam bekerja,” kata Nurdin.
Menurutnya, evaluasi terhadap OPD di lingkungan Provinsi Kepri dinilai sangat penting. Sebab, setiap perjalanan roda pemerintahan pasti ada indikator tertentu agar tujuan dan cita-cita yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik kedepannya.
“InsyaAllah, ini bukan ada orang dekat atau sebagainya. Saya betul-betul secara profesional (melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD). Tidak ada orang kiri, kanan, depan atau belakang,” tuturnya.
Ketika dikonfirmasi kapan akan dilakukan mutasi atau pergantian terhadap beberapa OPD, Nurdin belum bisa memastikannya. Sebab, dirinya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Jika ia merasa harus dilaksanakan dengan segera, Nurdin akan segera melakukan pergantian.
“Kalau (waktunya) itu, terserah dunia mau bicara apa. Kita lihat kebutuhan (dahulu). Bisa cepat atau gimana, kalau itu sudah kebutuhan, lebih cepat lebih bagus,” bebernya.
Menurut Nurdin, mutasi beberapa OPD ini dikukan karena ia tidak mau ketika DPRD Provinsi Kepri telah mengesahkan anggaran yang telah disepakati, sementara OPD tidak menggunakan sesuai dengan kebutuhan. Sebab, bertentangan dengan yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.
“Itu yang selalu disampaikan Presiden. Tepat menggunakan anggaran. Saat ini, kita lihat semarak di dompak melakukan kegiatan dan pembangunan. Agar masyarakat enak melihat. Jadi, tidak ada senggang waktu dan berhenti (untuk kegiatan dan pembangunan),” bebernya.
Ia menambahkan, dirinya juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja beberapa OPD berdasarkan dari laporan maupun penilaian masyarakat yang menilai bahwa kinerja mereka selama ini belum menunjukkan tujuan yang telah disepakati. Ia mengatakan hal itu mungkin ada benarnya, sehingga dilakukan pergantian.
“Semua cepat. Sebenarnya apa yang disampaikan masyarakat saya harus mengevaluasi. Mungkin ada benarnya. Karena ada yang mencalonkan bupati atau pensiun,” imbuhnya. (cr1)
Aktivitas jual beli di pasar KUD Tanjungpinang, Sabtu (4/2). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui jika harga barang selalu naik ketika Provinsi Kepri dilanda masalah cuaca terutama pada saat Provinsi Kepri menghadapi musim angin utara bersamaan dengan curah hujan yang meningkat.
“Kemarin kita sudah minta (Seluruh kepala daerah di Kepri untuk) mengecek ke lapangan, terutama kebutuhan 9 bahan pokok. Dan hasilnya, sejauh ini masih normal. Kemudian yang kedua, pasti Tim Satgas Pangan selalu bergerak,” ujar Nurdin.
Kepada seluruh pengusaha pemasok bahan pokok, Nurdin meminta untuk tidak menaikkan bahan pokok yang masuknya tidak ada kaitannya dengan musim angin utara dan musim hujan. Sehingga, masyarakat Kepri yang melaksanakan perayaan natal dan tahun baru bisa mendapatkan harga yang sepantasnya.
“Pemerintah juga melaksanakan operasi pasar dan memberikan bantuan langsung kepada saudara kita yang bernasib tidak baik dalam segi ekonomi. Kami (Pemprov) dengan kapolda akan sidak di beberapa titik dan dilanjut kepala daerah bersama FKPD. Kami akan periksa terus 9 bahan pokok ini secara berkelanjutan sampai Imlek” tuturnya.
Selain bahan pokok, Nurdin juga meminta kepada pemilik transportasi laut untuk mengutamakan keselamatan penumpang dalam menghadapi musim angin utara ini. Ia menegaskan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap transportasi laut serta menindak tegas pemilik transportasi laut yang mengabaikan keselamatan penumpang.
“Jangan sekali-kali pakai (kapal) yang tidak layak untuk melaut dan over kapasitas penumpang. Tetap utamakan keselamatan dalam berlayar,” tegasnya.
Selain tiu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memaksa masuk ke dalam kapal jika petugas di lapangan menilai kapal itu telah penuh. Ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak berangkat ke daerah tujuan untuk lebih bersabar dan menunggu pelayaran berikutnya.
“Kami dari pemerintah juga meminta kepada pemilik kapal untuk menambah volume keberangkatan kapal jika penumpang sudah membeludak jelang natal dan tahun baru ini,” imbuhnya. (cr1)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merevisi Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam Nomor 9 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif Layanan di Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam. Di antara poin penting dari revisi itu adalah tarif UWTO akan naik 4 persen setiap tahunnya.
Selain itu, melalui Perka tersebut BP Batam memastikan tidak akan ada tarif UWTO (uang wajib tahunan ororita, kini dikenal sebagai UTW) alokasi lahan baru untuk pembangunan rumah tapak. Perka baru hasil revisi Perka Nomor 9 ini akan diterbitkan dalam waktu dekat setelah dapat persetujuan dari Kepala BP Batam.
“Kenaikannya empat persen tiap tahun dan akan diwujudkan dalam Surat Keputusan (SK) Kepala BP Batam. Dan langsung buat Surat Keputusan di tahun depan untuk tahun itu,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (21/12) sore.
Sebelumnya, dalam Perka 9, tarif UWTO naik empat persen tiap tahunnya yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala (Perka) tiap lima tahun sekali.
Alasan perubahan ini, kata Dwi, adalah agar Kepala BP Batam punya kesempatan untuk melihat pengaruh perkembangan ekonomi terhadap sektor riil. Juga agar memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Selama ini banyak yang mempertanyakan berapa tarif UWTO untuk tahun keenam karena kurangnya pemahaman.
“Sehingga nanti bisa menerapkan tarif khusus terhadap sektor riil. Karena mungkin sektor riil nanti butuh insentif,” jelasnya.
Untuk tarifnya sendiri, tarif alokasi mengalami penurunan dan tarif perpanjangan masih tetap. Acuannya adalah Surat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor S-348/M.EKON/12/2016 yang terbit pada Desember tahun lalu.
Surat ini berisi mengenai kebijakan umum atas tarif UWTO, tarif jasa pelabuhan, dan mekanisme pencabutan lahan. Saat itu, usulan kenaikan tarif UWTO paling tinggi hanya 150 persen.
“Untuk alokasi lahan baru turun karena belum mengacu Surat Menko dengan sempurna. Sedangkan tarif perpanjangan tetap,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang mengatakan sudah menyepakati revisi tarif tersebut.
“Beberapa hal sudah dibahas, namun setelah dijelaskan, kami bisa mengerti. Jadi kata sepakat,” jelasnya.
Meski begitu, kata Oka, HKI Kepri tetap memberikan catatan. Karena Perka ini juga mengacu pada peraturan terdahulu yang ternyata kurang disetujui dunia industri.
“Tapi kalau dibahas lagi ya tak maju-maju. Bisa panjang nanti,” katanya. (leo)
Pembangunan landscape di gerbang utama menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bintan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan hampir selesai, Kamis (21/12). F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Pekerjaan landscape di gerbang utama menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bintan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan telah mencapai 90 persen.
Hal ini diklaim oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPera) Kabupaten Bintan, Junirianto kepada awak media, Kamis (21/12) kemarin.
“Tinggal merapikan beberapa bagian saja. Rumput dan pohon sudah ditanami,” katanya.
Ia menerangkan, pembangunan landscape ini dimulai dari pemasangan batu miring di dasar bukit tersebut agar tanah di tebing tidak runtuh. Lalu dipasang ukiran bercorak kuning dan biru dari bahan fiber yang merupakan logo Pemkab Bintan.
Ia memastikan pekerjaan landscape yang menelan anggaran Rp 2,1 miliar akan selesai tepat waktu dan sebelum akhir tahun karena pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor CV Rizma Anugrah Berkarya sudah sesuai rencana kegiatan. “Insya Allah selesai tepat waktu,” tukasnya. (cr21)
batampos.co.id – Tingkat kunjungan warga pada sejumlah kawasan wisata andalan di Kabupaten Lingga mulai terlihat saat libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru. Kawasan pemandian air panas misalnya, di hari-hari biasa pengunjung yang ingin menikmati sensasi mandi air dengan suhu mencapai 40 derajat ini biasanya ramai pada waktu tertentu seperti subuh dan sore hari. Sedangkan saat ini kawasan pemandian yang berlokasi di Desa Berindat itu tampak ramai pada siang pagi dan siang hari
“Mumpung liburan sekolah kami sempatkan jalan dan mandi air panas ini sama teman dan kawan dari sekolah lain,” kata Oji ketika ditemui di lokasi pemandian, Kamis (21/12) siang.
Tak jauh berbeda dari kawasan wisata pemandian air panas, kawasan wisata pemandian air terjun Batuampar juga terlihat sama. Sejumlah anak remaja dari berbagai sekolah banyak memadati kawasan pemandian air terjun tersebut.
Pengunjung terlihat menikmati kesegaran air langsung dari bawah guyuran air terjun Batuampar. Ada yang datang dari wilayah Dabo Singkep, namun ada juga yang anak sekolah yang berasal dari luar Dabo Singkep yang sedang liburan di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.
“Kami sama keluarga datang ke Dabo Singkep untuk liburan bertemu dengan keluarga yang ada di sini. Sekalian nikmati keindahan alam Lingga,” kata Firman di lokasi pemandian air terjun Batuampar.
Menurut warga sekitar Junai, sudah sejak lama Kabupaten Lingga memang menjadi salah satu tujuan warga untuk menghabiskan liburan. Selain lokasi yang nyaman, juga banyak tempat yang masih indah serta alami. Sehingga menjadi destinasi favorit bagi warga Lingga yang merantu di luar maupun warga daerah lainnya.
Namun dia menyayangkan jika beberapa kawasan wisata di Kabupaten Lingga yang minim dari perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya masih banyak kawasan yang belum dilengkapi fasilitas umum seperti toilet yang layak dan fasilitas lainnya. (wsa)
batampos.co.id – Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkan pemilik PT AIPP berinisial AW sebagai tersangka kasus penambangan bauksit ilegal di Tanjungmoco, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Selasa (31/12) lalu.
“Tersangka sudah kami jemput langsung di kediamannya di Jalan Ir Sutami (Dokabu) Perla Batu 4, Rabu (20/12)sekitar pukul 19.00 WIB,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (21/12).
Ia menuturkan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik memiliki cukup bukti yang kuat, sehingga status penyidikan bisa langsung ditingkatkan.
“Sejauh ini masih satu tersangka yang sudah kita tetapkan, tidak menutup kemungkinan berkembangnya tersangka lain dalam kasus tersebut,” terangnya.
Tersangka ini lanjutnya, akan dikenakan pasal 158 atau pasal 161 UU Minerba yang berperan sebagai pelaku usaha penambangan. “Secepatnya ini semua akan kita lengkapi, untuk selanjutnya segera di kirimkan berkas ke JPU,” bebernya.
Sebelumnya, polisi memeriksa sebanyak 22 saksi untuk menentukan tersangka dalam kasus tersebut.(cr20)
batampos.co.id – Setelah tiga bulan menjadi buron Kejati Kepri, akhirnya tersangka kasus dugaan korupsi Dana Asuransi Kesehatan (Askes) PT Bumi Asih Jaya (BAJ), Mohammad Nasihan, berhasil ditangkap di salah satu apartemen mewah di Residence 8, Jalan Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/12) sekitar pukul 16.10 WIB.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Yunan Harjaka menuturkan penangkapan tersebut, dilakukan langsung oleh tim Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejagung RI.
“Penangkapan ini berlangsung di Lobby Tower 3, Apartemen Residence, tanpa ada perlawanan,” ujar Yunan di Kantor Kejati Kepri, Kamis (21/12) malam.
Usai menangkap tersangka, lanjut Yunan, pihaknya langsung menyita beberapa aset milik Nasihan, baik benda bergerak maupun benda tetap yang ada di daerah Cilandak. Antara lain berupa rumah dan tanah milik tersangka yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar.
“Tim kami masih terus mendalami seluruh aset tersangka yang ada di sana (Jakarta, red),” sebutnya.
Menurutnya, selama pelarian tersebut, tersangka diperkirakan hanya beraktivitas di seputaran Jakarta.
“Tidak pergi kemana-mana. Apalagi keluar Jakarta,” tuturnya.
Yunan menegaskan, pihaknya akan segera menuntaskan penanganan terhadap perkara tersebut.
“Kalau tidak ada halangan, bulan depan sudah kami limpahkan kasus ini ke pengadilan untuk segera disidangkan,” terangnya.
Dirinya juga mengimbau dan meminta kepada seluruh buronan Kejati Kepri, yang berada di mana pun segera menyerahkan diri.
“Segeralah menyerahkan diri sekarang juga, karena tidak ada tempat untuk berlindung. Hanya waktu yang berbicara, pasti akan tertangkap,” tegasnya.
Sementara Mohammad Nasihan mengaku siap untuk menjalani proses hukum selanjutnya di pengadilan.
“Saya nggak mau berdebat di sini. Persoalan hukum kita selesaikan dengan hukum, karena perdebatan yang paling adil di pengadilan. Oke. Jadi saya nggak mau berdebat dari pada panas situasinya, kita jalani saja prosesnya tapi kita buka di pengadilan nanti seluruhnya,” ungkapnya.
Dirinya juga mengaku tidak gentar menghadapi proses hukum yang menjeratnya. ”
Kok gentar, ini persolan hukum. Hukum bukan adu kuat ya, hukum itu adu benar,” tegasnya.
Usai ditangkap tim AMC Kejagung RI, tersangka langsung diterbangkan ke Tanjungpinang menggunakan pesawat Sriwijaya, kemarin. Tersangka kini ditahan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. (cr20)
Kondisi ponton yang ambruk di Pelabuhan Bulang Linggi. . F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Jembatan penyeberangan ponton di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan ambruk dan
tenggelam pada Kamis (21/12) sekitar pukul 07.15 pagi. Kejadian ini terjadi setelah gelombang dan angin yang bertiup kencang menerjang jembatan penyeberangan ponton tersebut.
Petugas Syahbandar Tanjunguban, Sabirman yang ditemui Batam Pos di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban sekitar pukul 08.00 pagi mengatakan, kejadian sekitar pukul 07.15 pagi. Saat itu, ponton dihantam ombak dan angin kencang sehingga membuat besi cor yang menempel di pelabuhan makin renggang, lalu mengakibatkan jembatan
penyeberangan ikut tertarik ke laut hingga akhirnya lepas dari bangunan pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.
Sehari sebelumnya, ia mengatakan, pihaknya menutup jembatan penyeberangan ponton itu demi keselamatan penumpang. Terlebih besi cor yang menghubungkan jembatan penyeberangan ponton dan pelabuhan telah lama renggang.
“Besi sudah lama geser, makanya kami tutup jembatan penyeberangan ponton ini, khawatir terjadi sesuatu terhadap keselamatan penumpang” katanya.
Senada dikatakan Harfin, petugas syahbandar. Ia mengatakan, sudah lama
melaporkan kejadian gesernya besi antara jembatan penyeberangan ponton dan pelabuhan ke pihak Dinas perhubungan kabupaten Bintan.
“Binggung juga sebenarnya kami, karena pas libur anak sekolah dan mudik natal juga pasti ramai yang akan menggunakan pelabuhan ini,” katanya.
Untuk sementara, ia mengatakan, untuk sandar speedboat dan naik maupun turun penumpang speedbiat akan menggunakan tangga lama yang berada di kanan dan kiri pelabuhan.
Sementara itu, Sugeng Kepala Ops PPLP Tanjunguban mengatakan, pihaknya telah menerjunkan dua orang personelnya untuk menyelam dan mengikat ponton supata tidak bergeser terlalu jauh akibat terombang ambing gelombang.
“Harus diikat, kalau tidak pontonya akan terbawa ombak makin jauh,” katanya.
Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengakui bahwa dirinya sudah melakukan komunikasi ke pemprov kepri melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kepri untuk segera melakukan langkah-langkah secepatnya guna perbaikan sarana dan prasarana ponton pelabuhan yang rusak.
“Pelabuhan Bulang Linggi ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bintan namun aset dan perawatan merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Kepri. Kami sudah menghubungi pihak Provinsi Kepri agar hal ini segera diantisipasi karena akan menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru. Informasinya, mereka akan turun melihat kondisi pelabuhan,” tutupnya.
Sementara itu, Kadishub Kepri Jamhur Ismail mengatakan, pihaknya telah mendengar kejadian itu dan akan segera meninjaunya. “Saya baru turun di bandara Batam, ini akan langsung meninjaunya ke Tanjunguban,” kata dia saat dihubungi sorenya.
Ia mengatakan, kejadian ini karena air pasang disertai ombak dan angin kencang yang menghantam sehingga membuat jembatan penyeberangan ponton itu patah dan terpisah dari pelabuhan tersebut.
Sekedar diketahui, dermaga ponton dibangun tahun 2014 setelah masyarakat menginginkan ponton untuk memudahkan naik turun penumpang speedboat. pemerintah provinsi (pemprov) kepulauan riau mengabulkan permintaan masyarakat, dan pengelolaan diserahkan ke pemerintah kabupaten bintan. Di mana, pembangunan ponton yang menelan anggaran sekitar Rp 2,3 miliar dengan kontraktor CV bangun fajar dan konsultan pt skala multi ini selalu mengalami kerusakan. (cr21)
Para pengendara melintas di jembatan layang Haluan Madani yang baru diresmikan oleh Gubernur Kepri bersama Walikota Batam berserta Muspida, Kamis (21/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Jalan layang atau flyover Laluan Madani di Simpang Jam, Batam, diresmikan dan dibuka untuk umum, Kamis (21/12/2017). Jalan layang yang dikerjakan selama 773 hari itu diklaim menjadi salah satu yang terindah di Indonesia.
“Jalan layang ini mengagumkan. Ini salah satu yang tercantik dan terindah di Indonesia,” kata Junaidi dari Balai Pelaksanaan Jalan Wilayah IV, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat peresmian jalan layang Laluan Madani, Kamis (21/12).
Ia mengatakan, setelah jalan layang Simpang Jam rampung, pihaknya akan membangun jalan layang lainnya di Simpang Kabil, Batam. Pembangunan jalan layang Simpang Kabil merupakan sebuah keharusan. Sebab jika tidak di bangun jalan layang, maka Simpang Kabil akan menjadi langganan macet.
Sehingga pembangunan jalan layang di Simpang Jam akan menjadi percuma.
“Di sini (Simpang Jam, red) lancar, tapi di sana (Simpang Kabil, red) akan macet dan kendaraan menumpuk. Dan menumpuknya akan panjang,” beber Junaidi.
Di tempat yang sama, Kepala Satuan Kerja Jalan Layang Laluan Madani Heru Setyawan mengungkapkan, suksesnya pembangunan jalan layang itu tak lepas dari peran semua pihak. Sehingga proyek yang dikerjakan sejak 15 Desember 2015 hingga 20 Desember 2017 berjalan tanpa kendala berarti.
“Kami lakukan pengecekan akhir pada tanggal 20 Desember 2017, dan dinyatakan pengerjaan selesai 100 persen,” terangnya.
Peresmian jalan layang Laluan Madani dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kamis (21/12) sore. Hadirnya jalan layang pertama di Kepri ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di Batam.
Nurdin Basirun mengaku mengapresiasi pembangunan jalan layang tersebut. Ia harap, warga Batam dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas jalan layang tersebut dengan baik.
“Keren, Batam punya jalan layang. Batam hebat. Kita sama-sama jaga ini,” kata Nurdin.
Dalam kesempatan tersebut ia meminta masyarakat lebih kompak menyonsong pembangunan. Karena ia yakini kebersamaan baik pemerintah maupun rakyat adalah modal yang besar bagi pembangunan. Nurdin yakin, hadirnya jalan layang ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.
“Jalan layang ini sangat megah. Kalau seperti ini, bukan tidak mungkin semua yang kita rencanakan akan terwujud. Bila perlu, kita buka Jembatan Babin (Batam-Bintan, red),” imbuh Nurdin.
Walikota Batam H. Muhammad Rudi didampingi Anggota DPR RI Nyat Kadir Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi, menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikan penggunaan flyover Laluan Madani, kamis (21/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan jalan layang tersebut merupakan kebanggaan bersama warga Batam. Ada harapan, setelah ada jalan layang tersebut nama Batam akan naik kembali.
“Dengan adanya jalan layang ini warga Batam jadi bangga, hari ini terlihat banyak yang datang. Saya saja bangga, makanya nanti malam (kemarin) saya sama keluarga pengen jalan-jalan ke sini,” ungkap Rudi di depan pewarta.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pusat melakukan pembangunan di Batam. Rencananya tahun 2018 jalan layang di Simpang Kabil akan dibangun.
“Di sana (simpang Kabil) akan lebih panjang, karena dia datar. Kalau nanti begitu, bisa bikin jalan lingkar di atasnya,” katanya
Ke depannya, kata Rudi, ada tiga lagi jalan layangyang akan dibangun di Batam. Yakni di Simpang Indomobil, Simpang KDA, dan Simpang Bandara.
Dalam kesempatan itu Rudi menyampaikan rasa terima kasih pada pemerintah pusat yang telah membantu pembangunan infrastruktur di Batam. Maka dari itu, pihaknya merasa perlu membangun infrastruktur yang didanai APBD untuk mengimbangi infrastruktur yang dibantu pemerintah pusat. Pemko Batam telah menyiapkan dana sebesar Rp 360 miliar membangun jalan se-Kota Batam di APBD 2018.
“Termasuk jalan yang dari sini ke arah Simpang BNI saya lebarkan jadi lima lajur, pinggirnya ada sejenis pasar malam buat berapa kali lah sebulan, jadi cantik nanti kayak Singapura. Kalau yang ke arah Sekupang tahun 2019 kita lebarkan,” imbuhnya.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, Rudi optimistis pembangunan sektor ekonomi di Batam juga akan semakin mudah. Termasuk dalam mendongkrak sektor pariwisata.
“Mudah-mudahan nanti Batam dapat jalan layang sepanjang 25 kilometer. Harapan saya target wisman 3 juta tahun 2018 tercapai. Tahun ini 1,6 juta orang,” harapnya. (cr13)
Polisi dan warga mengevakuasi mayat Deli Cinta korban pembunuhan di Perumahan Central raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dawel menangis histeris. Ia meratapi kematian adiknya, Deli Cinta Sihombing, yang ditemukan tak bernyawa di kamarnya di Perumahan Centra Raya, Batuaji, Batam, Kamis (21/12).
Dawel makin sedih karena jasad adiknya itu dikurung di dalam kamar bersama keponakannya atau anak Deli, Dw, yang masih berusia dua tahun. Saat ditemukan, Dw selamat. Tapi kondisinya lemas dan sangat memprihatinkan.
“Semalaman dia tidak minum maupun makan, dia nunggu mamanya bangun. Mungkin dikira mamanya hanya tidur,” katanya. “Dia tadi sangat lemas, kasian kali aku nengoknya,” ucap Dawel lagi.
Selain Dawel, kematian Deli Cinta juga menghebohkan warga Perumahan Centra Raya lainnya. Deli ditemukan tewas di kamar rumahnya di blok EE8/12. Saat ditemukan, kondisi korban setengah telanjang dengan tangan dan kaki diikat tali gorden.
Peristiwa kematian istri Alfius Agustinus Koula itu mengiris hati warga sekitar. Terutama saat mereka mengetahui anak korban dikurung di dalam kamar bersama jasad ibunya itu.
“Hampir semua orang nangis lihat anaknya ini tadi. Kok tega-teganya kurung anak kecil ini di dalam rumah bersama ibunya yang sudah meninggal. Untunglah cepat ketahuan kalau nggak bisa mati kelaparan anak ini,” ujar Firna, seorang warga di lokasi kejadian, kemarin.
Warga menduga Deli tewas dibunuh. Itu karena posisi rumah korban yang dikunci dari luar. Warga menduga pelaku sengaja mengurung anak korban dan jasad Deli supaya aksi pembunuhan itu tak diketahui warga sekitar.
Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui keponakan korban, Bobby Sihombing, Kamis (21/12) sekitar pukul 08.00 WIB. Pagi itu Bobby sengaja datang ke rumah korban bersama neneknya. Ia bermaksud mengunjungi korban dan anak korban.
“Sudah tiga hari mereka tak ada kabar, makanya tadi anak saya (Bobby) dan opungnya (nenek) mau tengok mereka,” kata Budi Sihombing, ayah Bobby, yang juga kakak pertama dari Deli di lokasi kejadian.
Saat didatangi Bobby dan neneknya, suasana rumah korban tampak sepi. Mobil Toyota Rush BP 1661 HI milik korban yang biasanya parkir di garasi rumah juga tak terlihat. Pintu depan rumah dalam kondisi terkunci. Panggilan dari Bobby dan neneknya tak direspon sama sekali. Begitu juga nomor ponsel korban tak bisa dihubungi.
“Anak dan ibu saya merasa janggal. Tak biasanya seperti itu. Kalaupun pergi mereka pasti hape-nya aktif. Makanya mereka berinisiatif panggil RT/RW di sini untuk sama-sama cek dalam rumah,” ujar Budi.
Warga dan perangkat RT/RW setempat yang mendapat laporan itu langsung mendobrak pintu rumah korban.
Polisi membungkus mayat Deli Cinta, 28, menggunakan kantong mayat dan memeriksa barang bukti di Perumahan Central Raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Deli Cinta adalah korban pembunuhan dengan tangan dan kaki diikat posisi telungku. F. Dalil Harahap/Batam Pos
“Saat masuk itulah semua pada histeris. Bukan hanya karena temuan jenazah adik saya saja, tapi kondisi anak adik (ponakan, red) saya yang memprihatinkan itu membuat semua orang menangis histeris,” tutur Budi sambil terisak.
Temuan itu membuat Bobby dan neneknya syok berat. Tangis histeris langsung menggema dari dalam rumah tersebut. Bahkan Nenek Bobby juga sempat pingsan karena tak sanggup melihat kondisi puteri bungsunya yang sudah terbujur kaku itu.
“Pingsan mama tadi lihat boru (anak, red) dan opung (cucu, red) nya begitu,” kata Budi lagi.
Saat ditemukan warga, jenazah korban dalam kondisi setengah telanjang dengan posisi telungkup. Korban mengenakan kaos hitam dan celana legging panjang yang sudah melorot sampai dibawa lutut. Dw anak korban terbaring lemas di samping jenazah sang ibu.
Menurut Budi, selama ini Deli hanya tinggal berdua bersama anaknya di rumah itu. Alfius, suami Deli, jarang berada di rumah karena bekerja sebagai teknisi mesin di kapal yang sering berlayar. Namun Budi mengaku tidak tahu persis, apakah Alfius ada di rumah saat kejadian.
“Mereka sudah tak akur lagi. Bermasalah terus selama ini, makanya kami tak tahu persis apakah suaminya di sini atau tidak. Deli juga tertutup selama ini tentang rumah tangga mereka. Mereka kerap bertengkar selama ini,” ujar Budi.
Hal senada disampaikan tetangga korban. Meskipun berstatus sebagai kepala keluarga, namun Alfius selama ini jarang terlihat di rumah. Bahkan saat turun dari kapal, Alfius juga jarang berada di rumah.
“Bapak itu jarang di rumah. Kerja ataupun tak kerja sering keluar dia,” ujar ketua RT setempat, Mahyudi.
Sementara warga lainnya, Agustinus, mengaku melihat ada seorang pria mendatangi rumah korban pada Rabu (20/12) pagi.
Agustinus yang mengaku pagi itu sedang bekerja di depan rumah korban melihat pria misterius itu masuk rumah korban sekitar pukul 10.00 WIB.
“Bentar saja dia di dalam rumah terus keluar langsung bawa mobil ibu itu kencang-kencang. Sampai tabrak kran air di depan rumah ibu itu,” tutur Agustinus.
Melihat kejadian itu Agus mengaku sempat curiga, karena tak biasanya mobil keluarga Deli keluar dari dalam rumah dengan posisi laju seperti itu. Sayangnya, Agustinus mengaku tak melihat wajah pria tersebut.
“Saya sempat tengok sampai di depan rumahnya, tapi tak ada yang janggal. Pintu rumah terkunci dari luar,” tutur Agus.
Sampai siang kemarin mobil korban belum diketahui keberadaanya. Begitu juga dengan keberadaan Alfius tak ada yang tahu persis. Melihat kejanggalan itu warga sekitar yakin siapapun yang membawa pergi mobil korban itu adalah pelaku yang membunuh korban.
“Karena hanya orang itu yang terakhir datang ke rumah ibu itu,” kata Agus.
Terkait keberadaan Dw anak korban di dalam rumah, Agus dan warga sekitar mengaku memang tak diketahui sama sekali. Itu karena tak terdengar tangisan ataupun tariak Dw dari dalam rumah.
“Semalam saya masih sempat ke rumah itu lagi untuk matikan air yang keluar dari kran yang ditabrak mobil itu, tapi tak dengar suara apapun,” tutur Agus.
Tetangga korban, Ida, menuturkan sehari sebelum kejadian ia memang tidak melihat korban dan anaknya. Padahal biasanya, korban dan anaknya sering bermain di teras rumahnya. “Memang tak nampak,” katanya.
Ia juga mengatakan korban merupakan sosok yang cukup tertutup dan kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. Selain itu, rumah yang ada di samping maupun di depan rumah korban belum berpenghuni. Sehingga kejadian yang menimpa korban tidak diketahui oleh tetangganya.
Sementara jajaran Polsek Batuaji dan Tim Inafis Polresta Barelang yang turun ke lokasi menemukan kejanggalan serupa. Meskipun tak ada luka dan tanda kekerasan ditubuh korban, namun hasil pemeriksaan awal menunjukan kalau korban meninggal tak wajar. Itu karena posisi korban saat ditemukan setengah telanjang dan ditemani anaknya yang masih berusia dua tahun serta terkurung di dalam rumah. Korban diduga sudah sehari meninggal dunia.
“Kejanggalan-kejanggalan ini akan kami dalami lagi. Butuh penyelidikan yang lebih lanjut lagi termasuk visum dan tindakan medis lainnya,” tutur Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko di lokasi kejadian.
Jika korban pembunuhan, kuat dugaan pelaku menghabisi korban dengan cara dibekap menggunakan pakain ataupun bantal. Itu karena kondisi kamar di mana korban ditemukan, tetap rapi. Artinya tidak ada perlawanan dari korban.
Disinggung apakah ada kekerasan seksual terhadap korban, Sujoko juga belum bisa pastikan. “Semua kemungkinan ada, tapi harus dibuktikan dengan visum dan lain sebagainya,” ujar Sujoko.
Untuk mengungkap kejadian itu, Sujoko mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mencari tahu keberadaan suami korban, Alfius, dan mobil korban yang hilang.
“Keterangan orang terdekat penting. Termasuk siapa yang bawa pergi mobil korban ini,” ujar Sujoko. (eja/cr19)