Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12686

279 Personil Amankan 41 Gereja

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq dan Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin bersama dengan pimpinan satuan melakukan pemeriksaan pasukan pengamanan Natal dan tahun Baru. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq kemarin (21/12) memimpin apel gelar pasukan di Coastal Area untuk pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Dalam apel tersebut tidak hanya diikuti jajaran dari Polri, tapi juga diikuti oleh Kodim 0317/ TBK/ Lanal TBK, Sat Brimob Polda Kepri Subden 4 Den A Pelopor, BC, Satpol PP, Syahbandar dan Imigrasi.

”Untuk pengamanan, bukan hanya tugas dari aparat Polri dan TNI. Tapi, juga tanggungjawab kita bersama. Untuk itu, dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru, saya sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat. Seperti pesan dari Kapolri bahwa jangan sampai ada tindakan atau aksi sweeping. Jika ini dilakukan, maka pelaku sweeping dapat ditindak tegas. Untuk itu, selalu jaga situasi Karimun tetap aman dan kondusif,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos.

Selain itu, lanjut Bupati, persediaan sembako sebagaimana laporan dari Satgas Pangan Polres Karimun dan juga instansi di Pemkab Karimun sampai dengan tahun depan semuanya mencukupi. Meski pun saat ini, ada beberapa komoditas sembako yang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas yang wajar. Kepada para pedagang juga dihimbau untuk tidak terlalu menaikan harga sembako dengan mengambil momen Natal dan Tahun Baru.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin secara terpisah menyebutkan, dalam Operasi Lilin Seligi 2017 tahunini jumlah personil yang akan diturunkan melakukan pengamanan sebanyak 279 orang. ”Jumlah sebanyak itu berasal dari Polres yang terdiri dari semua satuan dan bagian, termasuk juga Polsek. Salah satu tujuan dari operasi ini adalah melakukan pengamanan untuk 41 gereja,” paparnya.

Selain personil dari Polres Karimun, lanjutnya, juga ada personil dari instansi Sat Brimob Subden 4 Den A Pelopor, TNI AD dan TNI AL yang akan membantu pengamanan. Tugas dari pengamanan Natal dan Tahun Baru tidak hanya tertumpu pada gereja-gereja. Tapi, termasuk memberikan pelayanan di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Kabupaten Karimun untuk meningkatkan kelancaran keberangkatan dan kedatangan penumpang.

”Kemudian, untuk gereja-gereja yang akan melaksanakan kegiatan misa Natal terlebih dulu akan dilakukan sterilisasi oleh Satuan Brimob dan Sat Intelkam. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa tidak ada barang-barang berbahaya dan kegiatan misa dapat berjalan dengan aman dan lancar. Selain gereja, tempat-tempat keramaian yang biasa dikunjungi oleh masyarakat juga akan menjadi perhatian pengamanan. Seperti di Pantai Pelawan dan Pongkar akan ada anggota polisi yang akan melakukan pengamanan pada siang dan malam,” jelasnya.

Satu hal, kata Kapolres, yang paling penting dalam pengamanan ini tidak hanya dilakukan oleh Polri bersama instansi lainnya. Tapi, juga dengan adanya dukungan dan peran serta dari seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun. Sehingga, situasi selalu dalam keadaan aman dan kondusif. Apalagi, Karimun sudah dikenal sebagai salah satu daerah di Kepri yang sangat bertoleransi.

”Perlu juga diketahui saat ini Polres Karimun juga sudah memiliki Satgas Bencana. Di dalam Satgas ini tidak hanya ada instnasi Polri. Tapi, juga ada Pemkab Karimun,. TNI AD, TNI AL, BC, SAR dan Syahbandar. Terbentuknya Satgas ini salah satunya melihat wilayah Karimun yang merupakan wilayah kepulauan. Sehingga, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka Satgas Bencana sudah tahu apa yang akan dilakukan. Bahkan, besok (Jumat) kita akan mengadakan simulasi penanganan bencana di Mako Lanal TBK dan Pelabuhan Sri tanjung Gelam. (san)

12 Narapidana dapat Remisi Natal

0

batampos.co.id – Narapidana atau warga binaan penghuni Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun yang beragama Nasrani akan mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman pidana penjara. Jumlah ytang sudah disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan remiisi sebanyak 12 orang narapidana.

”Setelah kita mengusulkan, akhirnya dari Kemenkum HAM menyetujui 12 orang narapidana yang beragama Nasrani untuk mendapatkan remisi. Dan, remisi yang diterima 12 orang tersbeut berbeda-beda. Yakni, 6 orang mendapatkan remisi 6 bulan dan sisanya mendapatkan remisi 15 hari pengurangan pidana penjara,” ujar Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Eri Erawan kepada Batam Pos, Kamis (21/12).

Resmisi, kata Eri, merupakan hak dari warga binaan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Artinya, tidak ada lagi proses hukum yang dijalani dan minimal status sebagai narapidana sudah 6 bulan. Selain itu, tentunya yang akan menerima remisi berkelakuan baik selama menjalani hukuman. Karena, pada saat pengusulan untuk mendapatkan remisi ada catatan yang disertakan.

Menyinggung tentang jumlah penghuni Rutan saat ini, Eri menyebutkan, pada bulan lalu jumlah narapidana dan tahanan yang dititipkan dari instnasi seperti polisi, BC dan kejaksaan itu sebanyak 360 orang. ”Namun, menjelang akhirt tahun jumlahnya naik menjadi 388 orang. Termasuk dari jumlah tersebut ada dua orang anak-anak karebna kasus pencabulan. Dan, untuk anak-anak selnya sudah tentu kita pisahkan dengan yang dewasa,” jelasnya.

Dikatakan Eri, sebenarnya jumlah 388 orang yang menghuni Rutan ini sudah over capacity atau melebihi daya tampung. Yang seharusnya, Rutan Kelas II daya tampung maksimal 200. Meski demikian, pihaknya berusaha untuk menciptakan lokasi Rutan bisa nyaman ditempati oleh penghuninya. Salah satunya, baru-baru ini pihak sudah siap membangun sarana olahraga berupa lapangan tenis dan juga bisa difungsikan untuk lapangan senam bersama. (san)

Bupati Surati Lagi Garuda dan Presiden

0

batampos.co.id – Pasca pembatalan penerbangan maskapai Garuda Indonesia ke Natuna, pemerintah daerah kembali menyurati pihak maskapai.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengaku, heran dengan kebijakan maskapai Garuda di Batam. Padahal sudah diperintahkan presiden saat meresmikan terminal sipil Ranai tahun lalu.

Kebijakan Garuda ini kata Hamid, Pemerintah daerah kembali Surati Maskapai Garuda di Jakarta. Sekaligus menyurati presiden dan wakil presiden. Karena Garuda jelas sudah disubsidi Pemerintah.

“Saya heran, apalagi yang disurvei Garuda. Kan sudah diperintahkan presiden Jokowi buka penerbangan ke Natuna. Sekarang kami Surati lagi direktur operasi Garuda di Jakarta, ditembuskan kepada Presiden dan wakil presiden,” ungkap Hamid Rizal kemarin.

Dikatakan Hamid Rizal, maskapai Garuda adalah harapan dan solusi menekan harga tiket pesawat di Natuna. Dengan harapan juga garuda menjual tiket ke Natuna dibawah harga Rp 1 juta.

Diakui Hamid, persoalan harga tiket pesawat di Natuna hingga saat menjadi kendala masuknya investasi maupun wisata domistik ke Natuna. Meskipun Natuna punya destinasi pariwisata yang tidak kalah tempat wisata daerah lain.

“Memang harga tiket pesawat jadi soalan belum terselesaikan. Garuda bisa terbang ke Natuna adalah harapan, dapat menekan harga tiket,” harap Hamid.

Sebelumnya Ketua Apindo Kepri Cahya menilai, hambatan Natuna sulit berkembang ada pada harga tiket pesawat. Jika harga tiket ditekan lebih murah, investasi mudah masuk.

“Pemerintah Daerah saya rasa perlu selesaikan kendala tiket. Apalagi Natuna menjadi perhatian pemerintah. Pak Bupati juga harus pandai merajuk ke pusat,” ujar Cahya.(arn)

Cuaca Buruk Ganggu Jaringan Listrik

0
Atap bangunan di Ranai rusak setelah ditiup angin kencang musim Utara. Dan menggangu listrik PLN beberapa jam, Rabu malam (21/12). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Akibat angin kencang yang belakangan sering terjadi di Natuna menyebabkan gangguan pada listrik PLN, Rabu (21/12) malam kemarin. Selain menyebabkan listrik mati total, angin juga merusak atap sejumlah rumah warga di Ranai.

Manajer PLN Ranai Dwi Ristiono membenarkan, pemadaman disebabkan gangguan jaringan dari cuaca angin kuat dengan intensitas tinggi. Menyebabkan jaringan rentan gangguan, karena banyak batang kelapa disekitar jaringan.

“Jaringan listrik di Natuna memang sangat rawan gangguan, banyak batang kelapa di sekitar jaringan. Apalagi angin sangat kencang,” ujar Ristiono, Kamis (21/12).

Perakirawan BMKG Ranai Asrul Saparudin mengatakan, secara umum wilayah Natuna untuk pembentukan awan tebal dan gelap konvektif mulai banyak terjadi pada pagi, siang hingg sore dan malam hari. Sehingga potensi hujan bersifat lokal hingga merata masih akan terjadi di wilayah Natuna.

Kecepatan angin saat ini katanya, cenderung tinggi rata rata 50 kilo meter per jam dan bervariasi. Pagi bertiup dari Barat Daya kerja Timur Laut, siang bertiup dari Utara ke Timur Laut, maka bertiup dari Barat Laut ke Utara dan dini hari bertiup dari Barat Laut ke Utara.

Saat ini sambung Asrul, direkondasikan cuaca buruk. Dihimbau bagi masyarakat terutama nelayan dan kapal pelayaran untuk waspada dan berhati-hati melaut, terutama di perairan laut Natuna secara umum dan laut Natuna bagian Utara karena ketinggian gelombang laut dapat berpotensi 5 meter.

Saat ini gelombang laut di pagi hari mencapai 6 meter. Siang 5 meter, malam 1 meter hingga 4 meter dan dini hari 1 meter sampai meter. Tapi gelombang maksimum dapat terjadi dua kali lipat,” ujar Asrul, Kamis (21/12).(arn)

Gubernur Evaluasi Kinerja OPD

0
Nurdin saat memimpin rapat mingguan OPD di Rupatama Lt. 4 kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun melakukan evaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kepri. Menurtnya, nanti akan ada beberapa OPD yang akan digantikan karena alasan kinerja yang kurang memuaskan.

“Pasti ada. Karena kita ingin bagus dan lebih baik. Selain itu, (mungkin) ada juga kawan-kawan yang ingin mencari suasana baru dalam bekerja,” kata Nurdin.

Menurutnya, evaluasi terhadap OPD di lingkungan Provinsi Kepri dinilai sangat penting. Sebab, setiap perjalanan roda pemerintahan pasti ada indikator tertentu agar tujuan dan cita-cita yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik kedepannya.

InsyaAllah, ini bukan ada orang dekat atau sebagainya. Saya betul-betul secara profesional (melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD). Tidak ada orang kiri, kanan, depan atau belakang,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi kapan akan dilakukan mutasi atau pergantian terhadap beberapa OPD, Nurdin belum bisa memastikannya. Sebab, dirinya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Jika ia merasa harus dilaksanakan dengan segera, Nurdin akan segera melakukan pergantian.

“Kalau (waktunya) itu, terserah dunia mau bicara apa. Kita lihat kebutuhan (dahulu). Bisa cepat atau gimana, kalau itu sudah kebutuhan, lebih cepat lebih bagus,” bebernya.

Menurut Nurdin, mutasi beberapa OPD ini dikukan karena ia tidak mau ketika DPRD Provinsi Kepri telah mengesahkan anggaran yang telah disepakati, sementara OPD tidak menggunakan sesuai dengan kebutuhan. Sebab, bertentangan dengan yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Itu yang selalu disampaikan Presiden. Tepat menggunakan anggaran. Saat ini, kita lihat semarak di dompak melakukan kegiatan dan pembangunan. Agar masyarakat enak melihat. Jadi, tidak ada senggang waktu dan berhenti (untuk kegiatan dan pembangunan),” bebernya.

Ia menambahkan, dirinya juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja beberapa OPD berdasarkan dari laporan maupun penilaian masyarakat yang menilai bahwa kinerja mereka selama ini belum menunjukkan tujuan yang telah disepakati. Ia mengatakan hal itu mungkin ada benarnya, sehingga dilakukan pergantian.

“Semua cepat. Sebenarnya apa yang disampaikan masyarakat saya harus mengevaluasi. Mungkin ada benarnya. Karena ada yang mencalonkan bupati atau pensiun,” imbuhnya. (cr1)

Pemerintah Pantau Bahan Pokok hingga Imlek

0
Aktivitas jual beli di pasar KUD Tanjungpinang, Sabtu (4/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengakui jika harga barang selalu naik ketika Provinsi Kepri dilanda masalah cuaca terutama pada saat Provinsi Kepri menghadapi musim angin utara bersamaan dengan curah hujan yang meningkat.

“Kemarin kita sudah minta (Seluruh kepala daerah di Kepri untuk) mengecek ke lapangan, terutama kebutuhan 9 bahan pokok. Dan hasilnya, sejauh ini masih normal. Kemudian yang kedua, pasti Tim Satgas Pangan selalu bergerak,” ujar Nurdin.

Kepada seluruh pengusaha pemasok bahan pokok, Nurdin meminta untuk tidak menaikkan bahan pokok yang masuknya tidak ada kaitannya dengan musim angin utara dan musim hujan. Sehingga, masyarakat Kepri yang melaksanakan perayaan natal dan tahun baru bisa mendapatkan harga yang sepantasnya.

“Pemerintah juga melaksanakan operasi pasar dan memberikan bantuan langsung kepada saudara kita yang bernasib tidak baik dalam segi ekonomi. Kami (Pemprov) dengan kapolda akan sidak di beberapa titik dan dilanjut kepala daerah bersama FKPD. Kami akan periksa terus 9 bahan pokok ini secara berkelanjutan sampai Imlek” tuturnya.

Selain bahan pokok, Nurdin juga meminta kepada pemilik transportasi laut untuk mengutamakan keselamatan penumpang dalam menghadapi musim angin utara ini. Ia menegaskan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap transportasi laut serta menindak tegas pemilik transportasi laut yang mengabaikan keselamatan penumpang.

“Jangan sekali-kali pakai (kapal) yang tidak layak untuk melaut dan over kapasitas penumpang. Tetap utamakan keselamatan dalam berlayar,” tegasnya.

Selain tiu, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak memaksa masuk ke dalam kapal jika petugas di lapangan menilai kapal itu telah penuh. Ia mengimbau kepada masyarakat yang hendak berangkat ke daerah tujuan untuk lebih bersabar dan menunggu pelayaran berikutnya.

“Kami dari pemerintah juga meminta kepada pemilik kapal untuk menambah volume keberangkatan kapal jika penumpang sudah membeludak jelang natal dan tahun baru ini,” imbuhnya. (cr1)

Pembaca,… UWTO Naik Tiap Tahun

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merevisi Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam Nomor 9 Tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif Layanan di Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam. Di antara poin penting dari revisi itu adalah tarif UWTO akan naik 4 persen setiap tahunnya.

Selain itu, melalui Perka tersebut BP Batam memastikan tidak akan ada tarif UWTO (uang wajib tahunan ororita, kini dikenal sebagai UTW) alokasi lahan baru untuk pembangunan rumah tapak. Perka baru hasil revisi Perka Nomor 9 ini akan diterbitkan dalam waktu dekat setelah dapat persetujuan dari Kepala BP Batam.

“Kenaikannya empat persen tiap tahun dan akan diwujudkan dalam Surat Keputusan (SK) Kepala BP Batam. Dan langsung buat Surat Keputusan di tahun depan untuk tahun itu,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (21/12) sore.

Sebelumnya, dalam Perka 9, tarif UWTO naik empat persen tiap tahunnya yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala (Perka) tiap lima tahun sekali.

Alasan perubahan ini, kata Dwi, adalah agar Kepala BP Batam punya kesempatan untuk melihat pengaruh perkembangan ekonomi terhadap sektor riil. Juga agar memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Selama ini banyak yang mempertanyakan berapa tarif UWTO untuk tahun keenam karena kurangnya pemahaman.

“Sehingga nanti bisa menerapkan tarif khusus terhadap sektor riil. Karena mungkin sektor riil nanti butuh insentif,” jelasnya.

Untuk tarifnya sendiri, tarif alokasi mengalami penurunan dan tarif perpanjangan masih tetap. Acuannya adalah Surat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor S-348/M.EKON/12/2016 yang terbit pada Desember tahun lalu.

Surat ini berisi mengenai kebijakan umum atas tarif UWTO, tarif jasa pelabuhan, dan mekanisme pencabutan lahan. Saat itu, usulan kenaikan tarif UWTO paling tinggi hanya 150 persen.

“Untuk alokasi lahan baru turun karena belum mengacu Surat Menko dengan sempurna. Sedangkan tarif perpanjangan tetap,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang mengatakan sudah menyepakati revisi tarif tersebut.

“Beberapa hal sudah dibahas, namun setelah dijelaskan, kami bisa mengerti. Jadi kata sepakat,” jelasnya.

Meski begitu, kata Oka, HKI Kepri tetap memberikan catatan. Karena Perka ini juga mengacu pada peraturan terdahulu yang ternyata kurang disetujui dunia industri.

“Tapi kalau dibahas lagi ya tak maju-maju. Bisa panjang nanti,” katanya. (leo)

Pengerjaan Landscape Sudah 90 Persen

0
Pembangunan landscape di gerbang utama menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bintan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan hampir selesai, Kamis (21/12). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pekerjaan landscape di gerbang utama menuju kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bintan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan telah mencapai 90 persen.

Hal ini diklaim oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPera) Kabupaten Bintan, Junirianto kepada awak media, Kamis (21/12) kemarin.

“Tinggal merapikan beberapa bagian saja. Rumput dan pohon sudah ditanami,” katanya.

Ia menerangkan, pembangunan landscape ini dimulai dari pemasangan batu miring di dasar bukit tersebut agar tanah di tebing tidak runtuh. Lalu dipasang ukiran bercorak kuning dan biru dari bahan fiber yang merupakan logo Pemkab Bintan.

Ia memastikan pekerjaan landscape yang menelan anggaran Rp 2,1 miliar akan selesai tepat waktu dan sebelum akhir tahun karena pekerjaan yang dilakukan pihak kontraktor CV Rizma Anugrah Berkarya sudah sesuai rencana kegiatan. “Insya Allah selesai tepat waktu,” tukasnya. (cr21)

Kawasan Wisata Mulai Diserbu Warga

0

batampos.co.id – Tingkat kunjungan warga pada sejumlah kawasan wisata andalan di Kabupaten Lingga mulai terlihat saat libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru. Kawasan pemandian air panas misalnya, di hari-hari biasa pengunjung yang ingin menikmati sensasi mandi air dengan suhu mencapai 40 derajat ini biasanya ramai pada waktu tertentu seperti subuh dan sore hari. Sedangkan saat ini kawasan pemandian yang berlokasi di Desa Berindat itu tampak ramai pada siang pagi dan siang hari

“Mumpung liburan sekolah kami sempatkan jalan dan mandi air panas ini sama teman dan kawan dari sekolah lain,” kata Oji ketika ditemui di lokasi pemandian, Kamis (21/12) siang.

Tak jauh berbeda dari kawasan wisata pemandian air panas, kawasan wisata pemandian air terjun Batuampar juga terlihat sama. Sejumlah anak remaja dari berbagai sekolah banyak memadati kawasan pemandian air terjun tersebut.

Pengunjung terlihat menikmati kesegaran air langsung dari bawah guyuran air terjun Batuampar. Ada yang datang dari wilayah Dabo Singkep, namun ada juga yang anak sekolah yang berasal dari luar Dabo Singkep yang sedang liburan di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Kami sama keluarga datang ke Dabo Singkep untuk liburan bertemu dengan keluarga yang ada di sini. Sekalian nikmati keindahan alam Lingga,” kata Firman di lokasi pemandian air terjun Batuampar.

Menurut warga sekitar Junai, sudah sejak lama Kabupaten Lingga memang menjadi salah satu tujuan warga untuk menghabiskan liburan. Selain lokasi yang nyaman, juga banyak tempat yang masih indah serta alami. Sehingga menjadi destinasi favorit bagi warga Lingga yang merantu di luar maupun warga daerah lainnya.

Namun dia menyayangkan jika beberapa kawasan wisata di Kabupaten Lingga yang minim dari perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya masih banyak kawasan yang belum dilengkapi fasilitas umum seperti toilet yang layak dan fasilitas lainnya. (wsa)

Pengusaha Bauksit Tanjungmoco Tersangka Penambangan Ilegal

0

batampos.co.id – Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang menetapkan pemilik PT AIPP berinisial AW sebagai tersangka kasus penambangan bauksit ilegal di Tanjungmoco, Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Selasa (31/12) lalu.

“Tersangka sudah kami jemput langsung di kediamannya di Jalan Ir Sutami (Dokabu) Perla Batu 4, Rabu (20/12)sekitar pukul 19.00 WIB,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (21/12).

Ia menuturkan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik memiliki cukup bukti yang kuat, sehingga status penyidikan bisa langsung ditingkatkan.
“Sejauh ini masih satu tersangka yang sudah kita tetapkan, tidak menutup kemungkinan berkembangnya tersangka lain dalam kasus tersebut,” terangnya.

Tersangka ini lanjutnya, akan dikenakan pasal 158 atau pasal 161 UU Minerba yang berperan sebagai pelaku usaha penambangan. “Secepatnya ini semua akan kita lengkapi, untuk selanjutnya segera di kirimkan berkas ke JPU,” bebernya.

Sebelumnya, polisi memeriksa sebanyak 22 saksi untuk menentukan tersangka dalam kasus tersebut.(cr20)