Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 12685

Pembangunan Jembatan Tahap Dua Dianggarkan Rp 8 Miliar

0
Pekerja memasang pinggir jembatan di jembatan pengujan Desa
Pengujan Kecamatan Teluk Bintan, kamis (22/12) kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pembangunan Jembatan Pengujan tahap I yang menelan anggaran sekitar Rp 5,4 miliar di Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan rampung. Tahun depan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar untuk melanjutkan pekerjaan jembatan tahap II tersebut.

“Sudah selesai 100 persen, kemarin (kamis) pekerjaan terakhir pemasangan realing jembatan (pinggir),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan Junirianto yang dihubungi Batam Pos pada Jumat (22/12).

Untuk pekerjaan tahap kedua, ia mengatakan, tahun depan telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih untuk pekerjaan lanjutan. Pekerjaan tahap dua lanjutnya, dilakukan pembangunan jembatan dengan rangkap baja di bagian tengah untuk jembatan sepanjang 80 meter.

“Di situ alur kapal nelayan jadi dibangun menggunakan rangka baja tanpa tiang,” kata Junirianto.

Tak hanya pembangunan jembatan rangka tengah tanpa baja, kata juni, tahun depan, akan dilanjutkan pekerjaan sebagian jembatan yang belum dilantai dan dicor.

Awalnya, pembangunan jembatan pengujan dengan lebar 3 meter dimulai pembangunan dari sisi selat bintan I sekitar 200 meter, lalu  dilanjutkan tahun depan pembangunan sekitar 80 meter dari Selat Bintan II.

Sementara itu, Kades Pengujan Zulfitri memastikan ganti rugi kelong dan kerambah milik nelayan sudah selesai. Ia berharap, pembangunan jembatan pengujan segera cepat selesai dan terealiasi sehingga dapat digunakan. “Mudah mudahan tahun depan bisa digunakanlah,” harapnya.

Disinggung nasib pekerja pokcai ke depan? Ia mengatakan, pihaknya akan memberdayakan usaha pokcai menjadi usaha pariwisata sehingga tetap
hidup . “Pemerintah akan menggandeng dan bekerjasama dengan pemilik
pokcai,” katanya. (cr21)

Hari Ini Puncak Mudik Hari Natal

0
Calon penumpang pesawat memadati saat melakukan chek-in di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). Lonjakan penumpang di Bandara Hang Nadim bertepatan dengan liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan penumpang memadati Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). Sebagian besar penumpang merupakan masyarakat Batam yang hendak mudik ke Medan, Pontianak, Jakarta dan Pekanbaru.

General Manajer Operasional Bandara Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan lonjakan penumpang sudah mulai terjadi di H-7 natal. Setiap hari selalu ada peningkatan jumlah penumpang jelang hari natal.

“Sejak H-7 sampai sekarang sudah lebih dari puluhan ribu penumpang yang meninggalkan Batam dari Bandara Hang Nadim,” ujar Suwarso, Jumat (22/12).

Tak hanya penumpang yang berangkat, lonjakan penumpang juga terjadi di kedatangan. Jumlah penumpang datang pun lebih banyak dibanding penumpang berangkat. Diantaranya H-5 atau tanggal 20 Desember penumpang datang 8992 orang, penumpang berangkat 7890 orang, H-4 atau tanggal 21 Desember penumpang datang 9056, sedangkan penumpang berangkat 8.214 orang.

“Untuk hari ini, diperkiraan jumlah yang sama. Diduga kedatangan banyak dari wisatawan lokal yang ingin berwisata ke Batam kemudian keluar negeri (Singapura dan Malaysia serta negara lainnya,’ jelas Suwarso.

Dikatakan Suwarso, puncak arus mudik natal diperkirakan terjadi hari ini dan Minggu (23-24/12). Diperkirakan jumlah penumpang yang berangkat ada diangka 10 ribu orang.

“Puncak mudik besok (hari ini, red) dan Minggu,” ujar Suwarso.

Menurut dia, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang natal dan tahun baru, sejumlah maskapai telah mengajukan extra flight. Diantaranya untuk maskapai Lion Air mengajukan extraflight untuk tanggal 24,25,28 dan 29 Desember untuk Rute Jakarta -Batam-Jakarta, maskapai Sriwijaya15 Desember-15 Januari 2018 Jakarta-Batam-Jakarta

“Kami telah menyetujui extraflight dari beberapa maskapai,” imbuh Suwarso. (she)

Hasil Lab Suspek Difteri Negatif, Rafiq Imbau Warga Tetap Waspada

0

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq memastikan kalau Virus Difteri yang menyerang balita belum sampai ke Bumi Berazam. Meski ada beberapa bayi yang diduga suspek difteri, namun hasil laboratorium di Jakarta menyebutkan negatif.

Alhamdulillah, di Kabupaten Karimun belum ada warga yang terserang virus difteri. Ini setelah sampel darah balita suspek dikirim ke laboratorium di Jakarta, dinyatakan negatif,” ujar Bupati, Jumat (23/12) kemarin.

Beberapa tahun sebelumnya, lanjut Bupati, juga dikabarkan virus difteri menyerang balita. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap lingkungan, keluarga, maupun famili suspek, hasilnya dinyatakan negatif.

“Hingga kini, saya belum mendapat laporan ada balita yang terserang difteri. Meski begitu, kita tetap mengimbau kepada warga agat tetap waspada. Terutama yang mempunyai anak balita agar selalu memeriksa kesehatannya,” tutur Rafiq.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun telah melakukan sosialisasi ke seluruh puskesmas, dan puskesmas pembantu (pustu) untuk pencegahan penyebaran virus difteri. Terutama imbauan diberikan kepada masyarakat yang mempunyai bayi usia 0 sampai 1 tahun agar mengikuti program imunisasi nasional.

“Sejak beredar kasus difteri di Pulau Jawa, staf Dinkes langsung turun ke lapangan untuk melakukan antisipasi. Meski berstatus suspek, namun hasilnya negatif. Mudah-mudahan, jangan sampai ada di daerah kita ada bayi terjangkit difteri,” ujar Kepala Dinkes Karimun, Rachmadi.

Langkah pencegahan yang paling utama agar terhindar dari serangan difteri adalah rutin membawa balita untuk imunisasi. Program imunisasi digelar secara rutin yang dilaksanakan di Posyandu maupun kunjungan ke rumah masyarakat. Berdasarkan data Dinkes, angka keberhasilan Pekan Imunisasi Nasional untuk Kabupaten Karimun mencapai lebih 80 persen. (enl)

Deli Cinta Dibunuh dengan Cara Dicekik

0
Polisi membungkus mayat Deli Cinta, 28, menggunakan kantong mayat dan memeriksa barang bukti di Perumahan Central Raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Deli Cinta adalah korban pembunuhan dengan tangan dan kaki diikat posisi telungkup setengah bugil. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri telah menyelesaikan otopsi terhadap Deli Cinta Sihombing yang ditemukan meninggal di Perumahan Centra Raya, Kamis (21/12) lalu. Dari hasil otopsi diduga Deli dibunuh dengan cara dicekik. Sehingga menyebabkan sumbatan pada saluran nafas.

“Korban juga mengalami patah tulang leher, tulang rawan cincin, patah tulang gondok,” kata Kabiddokes Polda Kepri Kombes Pol Djarot W, Jumat (22/12).

Ia mengatakan pihaknya juga menemukan adanya darah yang mengering di leher dan kulit kepala korban. “Dugaan dicekik, lalu dibekap juga,” ucap Djarot.

Djarot mengatakan dari hasil pemeriksaan, prediksi kematian korban 8-24 jam sebelum ditemukan oleh tetangganya. Kaki korban yang menghitam, dijelaskan Djarot karena sudah mulai terjadinya pembusukan. “Korban ini diikat dengan tali gorden bersama dengan anaknya,” ujarnya.

Selain sudah mengantongi penyebab kematian korban dan prediksi kematian. Djarot mengatakan pihaknya juga memiliki beberapa sidik jari. Apakah itu milik pelaku atau korban, Djarot menuturkan berkas itu sudah diserahkan ke penyidik. “Kami akan melakukan Swap DNA, melihat apakah ada tindakan pemerkosaan atau tidak. Hasilnya dua hari lagi,” tuturnya.

Sementara itu Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dari anak korban. “Walau umurnya 2,5 tahun, pasti akan tahu dengan siapa ibunya sebelum meninggal,” ucapnya.

Namun karena kondisi anak tersebut masih trauma dan shock, pihaknya masih mengoptimalkan pemeriksaan saksi lainnya. “Hingga saat ini sudah empat orang saksi kami minta keterangan,” tuturnya.

Nantinya, kata Hengki pihaknya akan meminta keterangan dari suami korban. “Kami belum bisa menyimpulkan. Tapi yang jelas diduga ada tindak pidana,” pungkasnya. (ska)

Terowongan Sei Panas Retak, BP Batam bilang Itu hanya…

0
Foto terowongan Sei Panas yang beredar melalui medsos.

batampos.co.id – Melalui jejaring sosial, beredar foto bagian bawah viaduk / terowongan Sei Panas yang retak-retak.

Pesannya jelas, hati-hati lewat di sana.

Benarkah retak itu berbahaya?

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Ir. Purnomo Andiantono, M.Sc menjelaskan bahwa retak yang nampak dari bawah ialah retak rambut.

“Bangunan beton biasanya deformasi (transformasi sebuah benda dari kondisi semula ke kondisi terkini, red) dulu baru ambruk, kalau belum ada deformasi berarti cuma retak rambut atau tidak terstruktur,” jelas Andi.

“Retak-retak kecil ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan, yaitu perubahan suhu panas dan dingin yang drastis. Misalnya rumah dibangun pada musim panas, setelah selesai terpapar hujan terus menerus,” urainya.

Pria yang mengawali karir di BPPT ini yakin tiada yang perlu dikuatirkan pada terowongan itu.

“Kalau lihat bentuk underpass yang tidak mlendung (kembung, red)atau bengkok, masih aman,” tegasnya.

Terowongan ini dibangun pada 2017, lalu. Saat usia bangunan masih muda, retak-retak rambut pun sudah bisa dideteksi.

Andi menambahkan, sekalipun retak rambut tidak membahayakan, namun cukup mengganggu pemandangan.

Staf BP Batam, kata Andi, sudah cek ke lapangan.

Hasilnya, dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisa kerusakan dapat ditarik kesimpulan bahwa retak-retak yang terjadi di pelat atas jembatan underpass disebabkan oleh faktor plastic shrinkage yang umumnya sekitar 1 % dari volume beton dan belum termasuk faktor kehilangan air akibat penguapan.

“Bisa juga kita undang tenaga ahli dari labaoratorium jalan dan dan jembatan PU untuk cek kembali setelah underpass digunakan lebih dari 10 tahun. (ptt)

BOMC Serap 400 Tenaga Kerja

0
CEO Gallant Venture, Frans Gunara. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Sejumlah perusahaan patungan asal Singapura akhirnya meneken kontrak kerja sama untuk pengembangan kawasan yang bergerak di bidang marine, Bintan Offshore Marine Center (BOMC).

Pembangunan kawasan mulai dilakukan pada lahan seluas sekitar 12 hektare di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, yang dikelola PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

“Hampir 1,5 tahun kami melobinya namun sejak awal mereka komitmen dan akhirnya meneken kontrak kerja sama,” ungkap CEO Gallant Venture, Frans Gunara yang ditemui di Lagoi Bay, kawasan pariwisata terpadu Lagoi, jumat (22/12) siang.

Selama ini, ia mengatakan, pihaknya mengembangkan konsep bisnis yang tidak menimbulkan konflik dengan Singapura. “Apa yang tidak dikerjakan industri Singapura, maka kita kerjakan. Termasuk BOMC. Di sini tempat yang cocok buat industri mereka, usaha yang bergerak di bidang marine, seperti reparasi kapal dan fasilitas dan sparepart untuk industri galangan kapal,” jelasnya.

Saat ini, katanya, sedang dilakukan pematangan lahan di kawasan BOMC yang diperkirakan memakan waktu sekitar 3 bulan. Setelah 6 bulan, pembangunan kawasan BOMC akan dilakukan. “Mungkin 6 bulan sudah mulai pembangunan infrastrukturnya,” katanya.

Terkait jumlah tenaga kerja, Frans memperkirakan, akan menyerap sekitar 400 tenaga kerja. Ia berharap, BOMC berkembang pesat sehingga kawasan industri di Lobam ini bisa kembali bergairah dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sementara itu, GM Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Surya Cahyadi membenarkan akan dibangun BOMC di kawasan Industri Bintan, Lobam. Selain BOMC, tahun depan dua hingga tiga perusahaan yang sedang menjajaki investasi di kawasan ini. Investor baru itu berasal dari Thailand dan Singapura yang bisnisnya bergerak di bidang peternakan
dan pergudangan.

“Semoga kawasan Industri Bintan di Lobam ke depannya makin cerah,”
harapnya. (cr21)

Pelabuhan Sekupang dan Punggur Siap Hadapi Arus Mudik Natal

0
Pelabuhan Domestik Sekupang . F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) BP Batam, Nasrul Amri Latif mengungkapkan Pelabuhan Domestik Sekupang dan Punggur siap menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru.

“Seluruh fasilitas di pelabuhan, sudah bisa dioptimalkan,” katanya pada Batam Pos, Jumat (22/12).

Ia mengatakan di Pelabuhan Domestik Sekupang, seluruh fasilitasnya sudah bisa digunakan. Begitu juga dengan Pelabuhan Telagapunggur. Ia mengatakan parkiran di pelabuhan itu, dapat menampung kendaraan dalam jumlah banyak.

Selain itu, Pelabuhan Telaga Punggur memiliki tempat parkiran alternatif.

“Bagian atas bisa digunakan. Di Punggur cuman lift saja yang belum bisa digunakan. Selebihnya sudah jalan semua,” ucapnya.

Nasrul mengatakan kedua pelabuhan ini tidak hanya siap dalam sisi pelayanan saja. Tapi pengamanan juga. Pihak Kanpel BP Batam bekerjasama dengan seluruh instansi, agar mudik Natal dan Tahun Baru kali ini berjalan lancar.

“Ada Syahbandar, Polisi, Marinir juga,” ujarnya.

Akibat kondisi cuaca yang sering berubah-ubah. Nasrul mengatakan pihaknya juga telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak BMKG.

“Peranan BMKG penting, memberikan informasi terkait cuaca. Saya juga sudah bertemu dengan para pemilik kapal, mereka menyatakan kesiapan melayani arus Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos di Pelabuhan Telagapunggur, masih belum terlihat arus mudik Natal dan Tahun Baru. Penumpang yang pergi atau datang, masih normal. Di terminal keberangkatan tidak terlihat adanya penumpukan penumpang. (ska)

Tersangka Korupsi Umrah Baru Diserahkan Ke Kejaksaan Tahun Depan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri akan menyerahkan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi sistim akademik Universitas Maritim Raja Ali Haji (umrah) ke kejaksaan awal tahun depan. Kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 12 miliar ini, dinyatakan berkasnya lengkap oleh pihak kejaksaan, Selasa (19/12) lalu.

“Kasus dugaan korupsi Umrah sudah p21,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Jumat (22/12).

Erlangga mengungkapkan ada beberapa alasan penyerahan tersangka dan barang bukti, tidak bisa dalam waktu dekat.

“Libur natal, tahun baru. Jadi kalau melihat situasinya di 2018 baru bisa,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Erlangga pihak masih menetapkan empat orang tersangka. “Belum ada penambahan,” ucapnya.

Empat orang tersangka itu yakni Wakil Rektor UMRAH Hery Suryadi, Direktur PT Jovan Karya Perkasa Henri Gultom, penyusun draft tender Ulzana Zizi dan Distributor Yusmawan. Terkait dengan gugatan pra peradilan yang diajukan oleh Hery Suryadi, Erlangga menegaskan hal itu adalah hak dari tersangka.

“Kami ikuti saja prosedurnya,” ujarnya singkat.

Kasus dugaan korupsi di Umrah ini, akan terus berlanjut di tahun depan. Seperti yang disampaikan oleh Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo, bahwa ada dua proyek lagi yang diduga di korupsi. Dua proyek itu yakni pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman. Dana untuk pengerjaan proyek ini sebesar Rp 40 miliar dikerjakan oleh PT KI. Lalu proyek pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif pada daerah kepulauan, dengan dana sebesar Rp 30 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT AIT.

“Ketiga proyek ini merupakan kuncuran dana dari APBN 2015,” ungkap Ponco. (ska)

Kapolda Sidak, Pilot Dilarang Terbang

0

batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). Hasilnya, satu pilot Citilink dilarang terbang karena terindikasi mengonsumsi narkotika.

Pagi itu, pilot bernama Kristianto tersebut sedianya menerbangkan pesawat Citilink rute Batam-Medan. Namun karena diduga mengonsumsi narkoba, Kristianto ditahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Terindikasi seperti itu (mengonsumsi narkoba, red),” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi di Hang Nadim, Jumat (22/12).

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan Kristianto positif narkoba. Meskipun polisi sudah dua kali melakukan tes urine pilot tersebut.

“Dua kali tes, hasilnya tetap sama,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, setelah dua kali menjalani tes urine, Kristianto langsung digiring petugas Ditresnarkoba Polda Kepri ke Mapolsek Bandara Hang Nadim. Dari pukul 10.00 hingga 11.30, pihak kepolisian masih terus meminta keterangan Kristianto.

Untuk memastikan Kristianto mengonsumsi narkoba atau tidak, ia harus menjalani sejumlah tes lanjutan. Antara lain tes darah.

General Manager Operasional Hang Nadim Batam Suwarso membenarkan pihaknya melarang pilot itu untuk terbang. “Kami larang, hingga pemeriksaanya selesai,” ujar Suwarso, Jumat (22/12).

Suwarso mengatakan, kepada polisi pilot itu membantah menggunakan narkoba. Menurut dia, pilot tersebut mengaku baru saja mengonsumsi obat batuk karena memang sedang sakit batuk dan demam.

“Pengunaan obat itu boleh, tapi ada prosedurnya,” ucap Suwarso.

Ia menjelaskan, bila pilot sedang dalam keadaan sakit atau tidak sehat, harus lapor ke otoritas yang berwenang di bandara. Lalu pilot akan disarankan minum obat. “Namun tidak bisa langsung terbang, harus istirahat dulu selama dua jam. Makanya kadang ada delay, salah satunya akibat pilot harus istirahat sehabis minum obat,” ujarnya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi berbincang dengan pilot saat sidak pengamanan Natal dan Tahun baru di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Apakah pilot ini sudah melaporkan dia sakit dan minum obat? Suwarso mengatakan dari sepengetahuan pihaknya, belum ada laporan pilot tersebut sakit. “Untuk mengetahui apakah itu obat atau zat lainnya, nanti akan diketahui setelah hasil pemeriksaan pihak kepolisian,” ucapnya.

Suwarso mengatakan sangat mendukung langkah yang diambil kepolisian. Karena jika benar pilot tersebut mengonsumsi obat-obatan terlarang, itu sangat membahayakan penumpang.

Sementara itu, VP Corporate Communications PT Citilink Indonesia, Benny Siga Butarbutar, membantah pilotnya menggunakan narkoba. Dari pengakuan Kristianto, ia hanya menggunakan obat yang dibelinya di luar.

“Itu obat flu,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kristianto tercatat sebagai pilot yang sangat cakap dan baik. Sejauh ini belum ada catatan buruk dari pilot itu. “Sejauh ini track record-nya sangat baik,” tuturnya.

Benny juga memastikan, penerbangan Citilink rute Batam-Medan kemarin berjalan lancar. Sebab pihaknya telah menyiapkan pilot pengganti Kritianto. “Kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Terkait dengan razia ini, Benny mengatakan pihaknya sangat kooperatif dan menyambut baik. “Kami sangat berterimakasih, dan juga terus memantau,” ucapnya. (ska)

Imigrasi Deportasi 191 WNA

0

batampos.co.id – Tercatat, sepanjang 2017, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang,
telah mendeportasi sebanyak 191 Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Tanjungpinang, dan Bintan.

Deportasi ini dilakukan, karena para WNA itu masuk ke Tanjungpinang, tanpa menggunakan dokumen yang jelas. Bahkan, 83 orang iantaranya telah ditangkal masuk ke Indonesia untuk selamanya.

“Mulai dari awal Januari sampai 15 Desember, sebanyak 191 WNA sudah kita tindak dalam administrasi Imigrasi. Diantaranya, 108 orang dideportasi dan 83 orang dilakukan penangkalan,” jelas Kasi Lalu Lintas Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Tatok Sasono, belum lama ini.

Ia menjelaskan para WNA yang diberikan sanksi deportasi dan penangkalan tersebut, merupakan tenaga kerja asing yang bekerja secara ilegal di Tanjungpinang dan Bintan.
Meskipun begitu, pihaknya juga mencatat saat ini ada sebanyak 104 orang WNA yang memiliki Izin Tinggal Terbatas (Itas) yang bekerja di sejumlah perusahaan, di Tanjungpinang dan Bintan.

“Penerbitan Itas meliputi 75 warga negara Cina yang bekerja di Bintan. Diantaranya, di Kawasan Trikora, Kawal serta Gesek. 14 Warga Negara Singapura, 6 WN Amerika Serikat, Kamboja, Malaysia dan sejumlah negara lainnya,” terangnya.

“Izin kunjungan juga kita berikan kepada 12 orang WN Banglades, Cina 10 orang, Korea Selatan 6 orang, Malaysia 5 orang, Belanda 4 orang, Prancis 4 orang dan lainnya,” sebutnya.

Tak hanya itu, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang juga menerbitkan Izin Tinggal Tetap (Itap) terhadap 6 WNA yang akan tinggal di Tanjungpinang dan Bintan. Menurutnya, penetapan WNA tersebut, dilakukan bukan karena hal lain, melainkan ada kaitannya
dengan urusan kekeluargaan.

“6 orang yang memiliki izin tinggal tetap umumnya berkaitan dengan keluarga. Seperti ada anaknya, sementara bapaknya di Singapura. Begitu juga anak status WNA tapi orangtuanya telah berpisah,” imbuhnya. (cr20)