Anggota Kodim 0318 Natuna bersama Dinas Pertanian Kabupaten Natuna menanam padi perdana di Kelarik, Minggu (31/12). F. Aulia Rahman/Batam Pos.
batampos.co.id – Kodim 0318 Natuna bersama Dinas Pertanian Kabupaten Natuna mulai penanaman padi perdana cetak sawah di Kelarik, Minggu (31/12).
Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Yusuf Rizal, mengatakan benih padi yang tanam adalah varietas padi situ bagendit dengan sistem tanam untuk sementara ini sistem tugal.
Dikelarik ini katanya, ada 68 hektare lahan padi yang dikelola oleh 71 kelompok tani. Dan diharapkan saluran irigasi cepat dimanfaatkan ke depannya. Dijelaskan Dandim, membuka lahan sawah mengalami kendala cuaca, dan terbatasnya alat berat.
“Pemanfaatan lahan sawah yang baru dicetak merupakan kegiatan yang sangat perlu diperhatikan dan perawatan petani. Petani juga perlu dibina secara intensif dan difasilitasi dengan bantuan sarana produksi pertanian agar petani dapat segera mengusahakan lahan sawah tersebut secara berkelanjutan,” kata Dandim.
Kades Kelarik Utara Zapridin mengharapkan, program cetak sawah dibarengi pembinaan petani secara intensif. Karena rata-rata petani saat ini banyak berlatar belakang sebagai nelayan.
“Kami minta Dinas pertanian untuk melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap para petani. Kami tidak mau lahan yang sudah dibuka susah payah ini tidak terkelola,” ujarnya.(arn)
Kendaraan roda dua hasil razia dan lakalantas selama 2017 terjadi penurunan. F. Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karimun bersama instansi terkait, sukses berlakukan Car Free Night (CFN) di wilayah Coasta Area Tanjungbalai Karimun yang dimulai pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB saat malam pergantian tahun. Sehingga, kenyamanan masyarakat baik itu yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua dan empat berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan yang semrawut.
“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat pulau Karimun yang telah mentaati pemberlakukan CFN di Coastal Area,” kata Kasatlantas Polres Karimun AKP Teuku Fazrial Kenedy, kemarin (1/1).
Sedangkan, selama tahun 2017 untuk kejadian Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) diwilayah hukum Polres Karimun. Dimana pada tahun 2017 lalu, angka kejadian lakalantas hanya 56 kasus dengan korban jiwa yang meninggal dunia 19 orang ada yang meninggal ditempat maupun saat dirawat rumah sakit. Sedangkan, kerugian maril yang ditimbulkan akibat lakantas juga turun hanya Rp170.400 Juta.
Dan pada tahun 2016 untuk kejadian lakalantas mencapai 79 kasus dengan memakan korban jiwa meninggal dunia 29 orang. Sedangkan, untuk kerugian materil mencapai Rp312.700 Juta. Sementara untuk luka berat dan ringan di tahun 2016 mencapai 110 kasus, sedangkan di tahun 2017 hanya 99 kasus cukup yang berarti dari keseluruhan terjadi penurunan kasus lakalantas.
“Kalau perbandingan ada penurunan angka kasus lakalantas. Walaupun demikian, kita tetap melakukan patroli maupun razia kendaraan untuk menekan angka kecelakaan di tahun 2018 nanti,” jelas Kenedy.
Dimana, terjadi lakalantas rata-rata didominasi roda dua baik itu lakalantas secara tunggal maupun dengan kendaraan lain roda dua atau roda empat dan mobil truk. Untuk itu pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat agar saat menggunakan kendaraan, jangan sambil memegang telepon seluler dan tetap wajib menggunakan pengaman helm serta membawa surat-surat kendaraan.
“Sayangilah jiwa anda. Jangan selalu menerobos lampu merah, terutama pada malam hari yang akan merugikan para penggendara sendiri. Mana tau nasib tidak mujur, bisa terjadi kecelakaan tunggal atau dengan kendaraan lainnya. Dan selamat tahun baru 2018,” pesannya.
Pantauan di lapangan, walaupun saat pergantian tahun 2018 lalu kota Tanjungbalai Karimun dan sekitarnya diguyur hujan. Namun, antusias masyarakat untuk menikmati pergantian tahun yang berpusat di Coastal Area tidak bergeming sambil menunggu kembang api di udara oleh sejumlah warga. Sementara anggota Satlantas Polres Karimun dan instansi terkait, saling membahu untuk mengatur lalulintas yang diberlakukan satu arah. (tri)
Pasukan kuning bersihkan Coastal Area usai acara Tahun Baru, Senin (1/1). F. Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – Pasca pergantian tahun baru di Coastal Area, sampah bekas makanan maupun minuman berserakan. Dan Senin (1/1) sekitar pukul 07.00 WIB, sebanyak 50 pasukan kuning di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan Karimun langsung melakukan kebersihan mulai dari tugu MTQ hingga panggung rakyat putri kemuning.
“Rencananya usai pergantian tahun, pasukan kuning langsung bekerja. Namun, dikarenakan turun hujan maka ditunda untuk melakukan kebersihan,” jelas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan Karimun Rosmawati, kemarin (1/1).
Dengan mengerahkan dua armada angkutan sampah, pasukan kuning yang mayoritas kaum perempuan sedikit demi sedikit terus menyapu sampah yang berada di pinggir jalan maupun di trotoar. Sedangkan, jenis sampah yang diangkut oleh pasukan kuning rata-rata sampah plastik bekas makanan maupun minuman. Termasuk di panggung rakyat tidak luput dilakukan pembersihan.
“Cukup banyak sampahnya. Dan alhamdulillah, semuanya teratasi walaupun cuaca sedikit gerimis pagi hari. Saya juga ikut turun kelapangan untuk memberikan dukungan kepada tim pasukan kuning,” kata Rosmawati lagi.
Saat pergantian tahun cuaca terus gerimis yang disertai angin kencang. Begitu waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB, klakson mobil maupun motor berbunyi yang dibarengi dengan letupan kembang api di udara. Selang lima belas menit, hujan pun turun dengan deras, sehingga para pengguna kendaraan roda dua tidak luput kena hujan.
“Terpaksa hujan-hujananlah bang, rumah tidak jauh. Kalau nunggu reda bisa subuh nanti,” kata Sima salah seorang warga Karimun sambil mengendong anak. (tri)
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengalungkan bunga kepada wisman asal Malaysia Amizah, saat turun dari kapal di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai, Karimun, Senin (1/1). F. Dokumentasi Disparbud Karimun untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Setiap awal tahun, Pemerintah Karimun selalu menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dengan acara seremonial. Tapi kali ini, pengalungan bunga sebagai tanda selamat datang hanya dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Anwar Hasyim di pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun, Senin (1/1) kemarin.
Adalah Muh dan Amizah, pasangan suami isteri asal Malaysia menjadi wisman pertama yang masuk ke Bumi Berazam di tahun 2018. Begitu menginjakkan kaki di pelabuhan, Wakil Bupati langsung mengalungkan bunga.
“Selamat datang di Bumi Berazam. Selamat menikmati liburan di Karimun, bapak dan ibu mendapatkan voucher penginapan selama dua hari,” kata Anwar Hasyim kepada wisman asal Malaysia sambil mengalungkan bunga.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun Zamri mengatakan, penyambutan wisatawan awal tahun 2018 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diadakan sambutan hiburan sambil menikmati makanan tradisional di lokasi pelabuhan.
“Kali ini secara sederhana saja, hanya pengalungan bunga, pemberian bunga telor dengan diiringi kompang di ponton pelabuhan International Tanjungbalai Karimun oleh Pak Wabup,” jelasnya.
Sementara target kunjungan wisman pada tahun 2017 lalu, tidak terpenuhi. Dari 100 ribu wisman yang ditargetkan, hanya 90 ribu wisman. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor, mulai dari terjadinya perubahan mata tukar uang ringgit, isu teroris, pilihan raya di Malaysia dan sebagainya.
“Tahun 2018 target kita sama yaitu 100 ribu. Mudah-mudahan, target dapat tercapai nanti yang rata-rata wisman berkunjung ke Karimun secara bekeluarga maupun berkelompok untuk menikmati kuliner dan wisata alam yang hampir mirif dengan daerah asal wisman,” tuturnya.
Terpisah wisman asal Malaysia Muh bersama istri Amizah cukup terharu atas sambutan dari Pemerintah setempat. Sebab, tidak menyangka akan disambut bagai raja saat turun dari kapal. Dirinya, berkunjung kali kedua setelah 10 tahun silam berkunjung ke Karimun.
“Kami datang kesini untuk merayakan hari jadi pernikahan ke 46 tahun. Dan ingin menikmati kuliner yang cukup lumayan murah,” singkatnya.
Pantauan di lapangan, para wisman yang turun dari kapal baik itu dari Malaysia dan Singapura diberikan kalung bunga, maupun bunga telor sekaligus diberikan voucher hotel yang disediakan oleh Disparbud Karimun bekerjasama engan hotel di Karimun sekitar 20 lembar. (tri)
Ketua APEK Jhon Veto Yunan ketika melihat perhiasan di toko Dayat. F. Tri Haryono.
batampos.co.id – Pergerakan harga emas sepanjang tahun 2017 tidak begitu signifikan atau terjadi penurunan dibandingkan tahun 2016 silam. Hingga akhir tahun 2017, harga emas 24 karat masih bertahap Rp 562 ribu per gram. Sedangkan, penjualan emas untuk di Pulau Karimun cukup sepi tidak seperti tahun 2016 sebelumnya.
Hal ini disampaikan salah seorang pedagang emas di Tanjungbalai Karimun Dayat. Menurunnya penjualan emas diakibatkan lesunya pergerakan ekonomi di pulau Karimun.
“Lesulah tahun 2017. Dampak dari kemerosotan ekonomi di Karimun, investasi tidak ada terobosan untuk menggairahkan ekonomi dari Pemerintah Daerah juga tidak ada sama sekali. Dan saya berharap diawal tahun 2018 ini, bisa terjadi perubahan ekonomi,” harap Dayat pemilik toko mas yang ada di Tanjungbalai Karimun, Minggu (31/12).
Walaupun, diprediksi akan terjadi kenaikan harga minyak dunia namun belum pasti penjualan emas akan ikut naik. Sebab, konsumsi dunia yang lainnya juga berpengaruh terhadap harga emas itu sendiri. Yang jelas, bagaimana pertumbuhan ekonomi di Karimun bisa berubah supaya ada transaksi jual beli perhiasan emas.
“Pelaku usaha saja masih menunggu kebijakan. Sekali lagi, paling kebijakan Pemerintah Daerahlah yang berperan,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pedagang Emas Karimun (APEK) Jhon Vito Yunan ketika dimintai tanggapannya mengatakan, optimis harga emas akan ada perubahan yang secara fluktuasi di tahun 2018. Dan dirinya paling utama adalah, menghimbau kepada masyarakat agar membawa barang berharga perhiasannya emas supaya menunjukkan surat-surat pembelian. Sehingga, ketika ada masalah bisa menjadi alat bukti bagi para pedagang bahwa barang perhiasan emas tersebut dibeli secara legal.
“Saya juga tetap mengingatkan kepada para pedagang emas agar hati-hati ketika melakukan transaksi. Sebab, dilihat pada tahun sebelumnya banyak terjadi modus penipuan melalui transaksi perhiasan emas,” ungkapnya.
Lanjutnya, keberadaan APEK ini tidak lain bertujuan untuk menjalin talisilaturahmi antar pedagang emas dan sepakat tidak saling menjatuhkan nilai harga perhiasan emas yang telah berkomitmen. Selain itu, membantu dalam proses hukum ketika salah satu pedagang emas dituduh sebagai penadah. Artinya, ketika pihak aparat menangani kasus pencurian ada kaitannya dengan pedagang emas bisa dibantu menjembatani penyelesaian masalah. Dimana saat ini yang sudah tergabung di APEK ada 28 anggota pedagang emas.
“Saya mengucapkan selamat tahun baru 2018, semoga ekonomi Karimun tumbuh. Dan bisa berdampak kepada para pedagang emas yang ada di Karimun, ” kata Jhon Vito lagi.
Pantauan di toko emas Dayat, terlihat masyarakat yang sedang melakukan transaksi jual emas. Selain itu ada juga yang hanya melihat dan menanyakan perhiasan emas dengan berbagi corak dan bentuk, seperti gelang, cinci, kalung dan sebagainya.(tri)
batampos.co.id – Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro menyatakan bahwa sampai saat ini kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal APDB 2014 di Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri masih dalam tahap pengumpulan data dari instansi terkait.
“Untuk kasusnya masih dalam bentuk laporan informasi. Kami masih dalam tahap pengumpulan data,” ujarnya saat dihubungi Batam Pos, beberapa waktu yang lalu.
Hingga saat ini, Tedjo mengaku bahwa pihaknya masih memeriksa satu orang saksi dalam menindak lanjuti kasus dugaan korupsi sebesar Rp 25 miliar ini. Namun, saat dikonfirmasi siapa yang diperiksa oleh pihaknya terkait laporan informasi ini, Tedjo masih enggan membeberkannya.
“Saksi yang kita periksa sejauh ini baru satu saksi, dari instansi terkait. Nanti akan kami panggil saksi-saksi lainnya untuk mengumpulkan data-datanya,” kata dia lagi.
Ia menambahkan, usai meminta keterangan dari beberapa orang saksi-saksi dan pengumpulan data, Polres Tanjungpinang akan segera melakukan gelar perkara, untuk menentukan kasus ini apakah memenuhi unsur-unsur tindak pidana korupsi atau tidak. Jika memenuhi, Polres Tanjungpinang akan meningkatkan kasus ini ke penyidikan.
“Saat ini kasusnya masih dalam lidik, belum ke sidik. Nanti setelah gelar perkara baru bisa duputuskan apakah bisa dinaikkan atau tidak,” imbuhnya.
Adapun penyelidikan yang dilakukan Polres Tanjungpinang ini bermula dari informasi bahwa penggunaan dana penyertaan modal APDB Kepri untuk menggerakkan BUP milik Pemerintah Provinsi Kepri sebesar Rp 25 miliar habis digunakan hanya untuk biaya operasional saja.
Hal ini menimbulkan kecurigaan aparat kepolisian untuk meyelidikinya lebih jauh lagi. Bahkan, aparat kepolisian juga sudah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Biro Administrasi Perekonomian Provinsi Kepri untuk menyerahkan data penyertaan modal Pemerintah Provinsi Kepri ke PT Pelabuhan Kepri. (cr1)
batampos.co.id – KASUS kejahatan yang tak kalah berbahayanya yang masih akan tumbuh subur di Provinsi Kepri pada 2018, khususnya Batam, adalah penyalahgunaan narkoba. Bahkan Kepri masih jadi salah satu pintu utama masuknya narkoba dari luar negeri yang akan diedarkan di berbagai wilayah di Indonesia.
“Narkoba asal Malaysia masih menjadi salah satu penyumbang terbesar narkoba di negeri ini, khususnya jenis sabu,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Brigjend Pol Nixon Manurung, Rabu (27/12) tahun lalu, sebelum pindah tugas menjadi Kepala BNNP Kalimantan Selatan.
Selama menjadi kepala BNNP Kepri, Nixon menyebutkan narkoba jenis sabu asal Malaysia lebih banyak keluar lewat pelabuhan Johor Bahru. Dari Johor Bahru, narkoba dikirim ke Batam atau wilayah lainnya di Kepri, sebelum diselundupkan lagi ke wilayah lainnya di Indonesia.
Bahkan narkoba yang masuk ke Kepri dari Johor, tak sekadar transit di Batam. Pulau berbentuk kalajengking ini juga menjadi pasar potensial. Pria yang baru saja ditunjuk menjadi Kepala BNNP Kalimantan Selatan ini menyebutkan, khusus di Kepri, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah masuk tahap mengkhawatirkan. Sebab tak hanya menyasar orang dewasa, namun juga mahasiswa, bahkan pelajar setingkat SMP.
“Remaja itu termasuk golongan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, karena di usia mereka itu, mereka memiliki sifat dinamis, energik, dan rasa ingin tahu yang tinggi, sangat rentan terjerumus ke penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Nixon menyebutkan, pada 2017 saja, pihaknya berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia dengan barang bukti yang cukup banyak. “Kami mengamankan 37.746 gram sabu-sabu, sejumlah itu jugalah masyarakat Kepri yang kami selamatkan dari narkoba ini,” jelas Nixon.
Barang bukti sabu itu akumulasi 55 kasus tindak pidana narkotika yang sudah P21. Sedangkan jumlah jaringan atau sindikat yang terungkap ada delapan jaringan besar, tujuh jaringan sedang, dan enam jaringan kecil.
“Totalnya 21 jaringan yang kita ungkap sepanjang tahun ini,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Kepri, Bubung Pramiadi.
ilustrasi Narkoba
Bubung menyebutkan, dari sindikat tersebut, diamankan 92 tersangka. Satu di antaranya anak di bawah umur berusia 16 tahun yang bertindak sebagai kurir.
Tak hanya WNI, dari 92 tersangka itu, ada 12 Warga Negara Asing (WNA). Satu WNA asal Amerika Serikat dan 11 warga negara Malaysia.
Dibandingkan 2016, jumlah kasus tindak pidana narkoba memang menurun. Tahun 2016 ada 62 kasus. Namun dari sisi barang bukti, jauh lebih besar di 2017. Meski hanya 55 kasus, namun barang bukti sabunya menembus angka 37.746 gram atau 37,74 kilo gram. Sementara di 2016 dari 62 kasus, barang buktinya hanya 17 kg sabu-sabu dan 25 ribu butir ekstasi.
“Jadi jumlah kasus itu bukan ukuran kesuksesan, ukurannya berapa banyak BB yang diamankan karena berkaitan langsung dengan jumlah warga yang diselamatkan,” kata Bubung.
Keberhasilan BNNP Kepri dalam pelaksanaan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Kepri selama 2017, tak lepas dari dukungan masyarakat yang aktif melapor ke BNNP. Juga berkat kerja sama dengan instansi yang jadi bagian Criminal Justice System, serta pelatihan peningkatan kemampuan penyidik sehingga menambah skill personel dalam mengungkap kasus narkoba.
Selain itu, BNNP Kepri juga menjalin kerja sama dengan Bea Cukai, TNI AL, Kepolisian, Jaksa, Hakim, para penegak hukum, serta lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba melalui diseminasi, penyuluhan, dan juga sosialisasi. BNNP menanamkan bahwa narkoba itu merupakan musuh bersama.
Brigjend Pol Richard Nainggolan, kepala BNNP Kepri yang baru mengatakan, BNNP Kepri akan meningkatkan koordinasi dan optimalisasi, serta meningkatkan daya tolak masyarakat terhadap barang haram ini pada 2018 ini.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba bukan sekadar perilaku menyimpang, yang apabila tertangkap, langsung diproses hukum. Tidak sesederhana itu. Penyalahgunaan barang haram ini tak hanya kasus kriminal saja, melainkan bagian dari kejahatan khusus yang dampaknya luar biasa. Sebab dampaknya akan mempengaruhi keberlangsungan dan tatanan hidup di negeri ini.
Bahkan, kejahatan narkoba disejajarkan dengan kejahatan korupsi dan terorisme. Sebab, korbannya banyak dan merusak masa depan generasi penerus. Baik fisik maupun mentalnya.
“Tak hanya mempengaruhi fungsi kognitif, tapi juga mempengaruhi perasaan, psikomotorik, sehingga membuat pemakainya tidak bisa berpikir normal, rentan jadi pemurung, pemarah, depresi, sulit konsentrasi, dan rentan asusila sehingga mendorong penggunanya melakukan tindakan kriminal,” bebernya.
Kasus kecil akibat narkoba, para penggunanya apabila tidak memiliki uang untuk membeli barang haram untuk pemenuhan kebutuhannya, maka si pengguna rentan melakukan perbuatan kriminal lain seperti memeras orang-orang dekat, menganiaya, mencuri, merampok, bahkan bisa sampai melakukan tindakan pembunuhan. Tindakan ini sangat meresahkan masyarakat.
Sementara pemerhati sosial yang juga psikolog, Mahmud Syaltut, mengaku prihatin anak bawah umur sudah jadi pengedar. Bahkan, kini banyak usia SMP sudah menjadi pengguna narkoba. “Butuh pencegahan defensif,” ujar Syaltut, Kamis (28/12) tahun lalu.
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kepri ini menjelaskan, tak hanya penyalahgunaan narkoba, anak-anak di Kepri kini juga banyak terlibat kasus tindak kriminal lainnya.
Ia mencontohkan, di Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepri, mereka baru saja mengurus kasus pencurian laptop yang dilakukan anak usia lima tahun. Pada awal November lalu, anak usia tujuh tahun juga mencuri uang orangtuanya senilai Rp 5 juta. Menurut Syaltut, tindakan ini merupakan bagian dari reaksi kognitif.
“Ada yang namanya reaksi kognitif. Dimana, anak-anak kini sangat mudah mendapatkan informasi-informasi yang begitu transparan dari internet atau pun televisi. Mereka terpapar, tanpa sortir. Makanya rentan meniru. Meniru kegiatan yang negatif,” jelas Syaltut. (cha)
batampos.co.id – Pasangan calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada Tanjungpinang 2018 wajib melaporkan kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat keterangan pelaporan harus dilampirkan saat pendaftaran dibuka pada 8 Januari 2018 mendatang. “Pas pendaftaran, form itu yang musti disiapkan,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robby Patria, belum lama ini.
Semakin cepat diurus persyaratan ini akan semakin baik. Karena kata Robby, para bakal calon wali kota dan wakil wali kota telah dapat melangsungkan proses untuk melengkapi persyaratan tersebut. Utamanya, persyaratan yang mengharuskan bakal calon mengurus proses laporan di luar kota, dan diperkirakan akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. “Seperti laporan kekayaan ke KPK dan keterangan tidak pailit. Yang ngurusnya harus di Pengadilan Niaga di Medan,” terangnya.
Selain memperhatikan waktu untuk segera melengkapi persyaratan pendaftaran, Robby juga mengingatkan agar para bakal calon turut serta memerhatikan besaran angka harta kekayaan yang dilaporkan. “Jumlah harta kekayaan yang dilaporkan di KPK harus sama dengan laporan di kantor pajak,” ucap Robby.
Berkenaan dengan pengurusan pajak NPWP yang bakal dilakukan bakal calon, tentunya seluruh angka akan terlihat. Sehingga jika ditemukan selisih diantara kedua laporan tersebut, akan menjadi pertanyaan tersendiri. “Kalau ada selisih, urusannya nanti debgan kantor pajak,” pungkas Robby. (aya)
batampos.co.id – Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengimbau masyarakat yang berlibur ke pantai agar menahan diri untuk tidak berenang di laut saat ombak tinggi. Hal ini menyusul tenggelamnya tiga remaja di Pantai Serumpun Padi Mas Trikota Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (31/12) sore lalu.
“Ketiganya tenggelam, tapi tidak meninggal,” katanya saat ditemui di pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Senin (1/1) pagi kemarin.
Ia menjelaskan, saat itu, ketiganya yakni, Sutra Dwi pangga,17, Yufirman,17, dan Angil Surya Laksmana,16, bersama lima teman lainnya bermain di Pantai Trikora. Meski ombak tinggi dan angin bertiup kencang, Sutra tetap nekad berenang.
Tak lama berselang, Sutra terseret ombak dan sudah berada jauh dari bibir pantai. Sutra yang sudah terlihat lemas melambai meminta pertolongan ke teman-temannya yang berada di pantai. Dua korban lainnya, Yufirman dan Angil Surya Laksmana langsung berenang untuk memberikan pertolongan namun keduanya justru ikut diseret ombak.
Saat itu, masyarakat melaporkan kejadian ke petugas. Tim Tagana dan kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu masyarakat berhasil menyelamatkan ketiga korban yang tenggelam. “Korban bernama Yufirman sempat kritis, namun masa kritisnya sudah berlalu,” katanya.
Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman yang ditemui di Lagoi mengatakan, pihaknya sudah menempatkan 12 personel untuk menjaga sejumlah pantai yang rawan orang tenggelam yakni pantai di Tanjunguban, TanjungBerakit, Pengudang, Trikora dan Bintan Timur.
“Masing masing titik kami tugaskan 2 anggota,” tukasnya. (cr21)
batampos.co.id – Sepanjang tahun 2017, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tanjungpinang bersama dengan polsek jajaran mencatat sebanyak 471 tindak pidana di Kota Tanjungpinang. Dari kasus tersebut, 172 kasus belum terselesaikan sampai saat ini.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan, di tahun 2017 telah terjadi satu tindak pidana setiap 18 jam. Meski demikian, ia mengklaim bahwa jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun 2016 lalu.
“Kalau kita lihat data tahun 2016, setiap 14 jam terjadi satu peristiwa pidana. Jadi, disini kegiatan preventif juga dinilai sudah aktif,” ujarnya.
Dijelaskannya, pada tahun 2016 lalu, jumlah tindak pidana yang tercatat di Polres Tanjungpinang beserta polsek jajaran sebanyak 592 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, 349 kasus diantaranya telah terselesaikan. “Dari jumlah itu, ada penurunan tindak pidana. Sedangkan tingkat penyelesaian kasusnya mengalami peningkatan sebesar 4 persen,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kasus narkoba menjadi tahun yang berprestasi bagi Polres Tanjungpinang. Selama tahun 2017, untuk kasus narkoba tercatat ada 55 kasus dan di tahun 2016 tercatat sebanyak 68 kasus.
“Meski jumlah kasusnya sedikit dibandingkan tahun 2016. Namun untuk jumlah barang lebih banyak di tahun 2017,” kata Tedjo.
Untuk 2016 kasus narkoba jenis ganja sebanyak 3 kasus, sabu 62 kasus dan ektasi 3 kasus. Sementara untuk barang bukti tahun 2016 ganja 2.338,12 gram, sabu 3,873 gram, dan ekstsi 195 butir selama 2016. “Dari 68 kasus itu, kita mengamankan total tersangka sebanyak 90 orang,” tuturnya.
Kemudian di tahun 2017 kemarin, kasus narkoba jenis ganja sebanyak 2 kasus, sabu 48 kasus, ektasi 5 kasus. Sementara untuk barang bukti ganja 6,26 kg, sabu 6,274 kg, ektasi 19.191 butir dan serbuk ekstasi 179,79 gram. “Dengan total tersangka sebanyak 87 orang,” bebernya.
Untuk ke depannya, Tedjo berharap seluruh masyarakat Tanjungpinang berperan aktif dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian terkait tindak pidana umum maupun peredaran narkoba. Hal ini tidak terlepas dari Kota Tanjungpinang yang menjadi tempat favorit peredaran narkoba. “Tanjungpinang paling enak masuknya kapal dan juga gampang untuk keluar. Sebagian besar ada yang kami ungkap di pelabuhan maupun bandara. Jika masyarakat ada yang mengetahui atau melihat segera lapor kepada kami,” imbuhnya. (cr1)