Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12726

Bekas Galian Tambang Jadi Kubangan

0
Lokasi pertambangan timah yang sebelumnya dikeruk hasilnya, telah menjelma menjadi kubangan. Foto diambil Senin (27/11). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.idDesas desus aktivitas pertambangan pasir timah di kampung sekuning
Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong kembali beroperasi usai disetop warga, akhirnya terbantahkan. Tidak ada lagi aktivitas tambang timah, melainkan kubangan eks pertambangan timah yang sudah dikeruk menjelma menjadi kolam-kolam ikan.

Siang itu, Batam Pos bersama beberapa warga yang dipimpin Kepala Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) Sri Bintan, Miswanto mencoba menjawab keresahan masyarakat akan desas desus aktivitas pertambangan timah di kampung mereka kembali
beroperasi namun secara diam-diam. Bahkan, sejumlah warga sempat berasumsi apabila aktivitas pertambangan dilakukan malam hari.

Usai azan zuhur berkumandang, sejumlah warga telah berkumpul di salah satu rumah seorang penduduk tidak jauh dari lokasi pertambangan timah. Mereka sudah menyiapkan sepatu boat untuk menyusuri hutan sebelum sampai ke lokasi pertambangan. Setelah salat zuhur, warga langsung memanaskan mesin sepeda motor.

“Warga hanya ingin kami memastikan, apakah benar benar sudah tutup atau masih beroperasi. Soalnya kemarin sekitar jam 9 malam warga masih mendengar suara mesin. kalau angin mengarah ke sini, suaranya terdengar sangat jelas,” kata purwadi,
seorang warga.

Kecurigaan warga kuat, karena sore hari sering terlihat mobil yang mondar mandir lokasi tambang timah tersebut. “Ada beberapa kali mobil keluar masuk lokasi tambang, mungkin mengangkut hasil timah atau apakah mungkin masih beroperasi,” timpal warga lainnya.

Tak lama, sejumlah warga menaiki sepeda motor menuju jalan setapak yang menjadi salah satu akses masuk ke lokasi pertambangan timah. Lokasi jalan ini tidak jauh dari objek wisata kolam pancing poyotomo. Jika masuk dari jalan lama, lokasi jalan setapak ini setelah poyotomo, namun jika dari lintas barat, maka masuk sampai ke arah tugu durian
lalu belok ke kanan ke arah kota kara. Dari kota kara, tidak jauh dari tikungan kebun nenas, di sana lokasi jalannya.

Sebelum masuk ke lokasi, kepala bpd membagi menjadi dua tim. Satu tim yang dipimpin langsung oleh kepala bpd bersama masyarakat, sedangkan tim lainnya dipimpin warga sebagai penunjuk arah wartawan koran ini. Awalnya, jalan setapak menuju lokasi pertambangan timah masih bisa dilalui sepeda motor meski berlumpur dan becek.

Setelah 200 meter dari jalan aspal, motor tidak lagi bisa dinaiki, karena terhalang saluran air selebar kurang lebih 50 meter. “Motor parkirkan saja di sini, karena tidak bisa lewat, dari sini kita akan jalan kaki sekitar 2 kilometer,” kata Purwadi.

Batang kayu berukuran tiga jengkal tangan ukuran orang dewasa digunakan untuk menyusuri saluran air itu. Setelah melewati saluran air, terdapat sebuah rumah tua dan kosong karena tidak dihuni pemiliknya. “Rumah punya warga Tionghoa, orangnya tinggalnya di Tanjunguban,” kata purwadi.

Jalan setapak menuju lokasi pertambangan timah banyak terlihat jejak roda mobil maupun sepeda motor. Sekitar 500 meter berjalan, terdengar suara mesin beroperasi. “Itu suara mesin, mereka pasti sedang beroperasi,” katanya.

Selang sejam, tim yang dipimpin kepala badan permusyawaratan desa tiba di lokasi. Tim kedua masih bersembunyi untuk mengambil foto. Tim kembali bergabung setelah menemui perwakilan perusahaan yang berjaga di lokasi tambang timah. Di sebuah gubuk, tiga orang pekerja menerima perwakilan warga.

“Sudah hampir sebulan tidak ada operasi, lihat saja sendiri sudah menjadi kolam begitu,” kata seorang pekerja. Ia mengatakan, pas hujan deras, banyak ikan dari sungai dan dari mana mana yang masuk ke dalam kolam tersebut. “Banyak ikan gabus dan lele,” sebut pekerja, warga sungai kecil ini.

Mengenai mesin yang terkadang dioperasikan, ia menjelaskan, mesin itu sesekali hidup untuk pekerja mengecas handphone dan keperluan lain. Pantauan di lapangan, kubangan sedalam enam meter dengan lebar sekitar 16 meter dan panjang 35 meter itu penuh dengan air. Timah yang berada di dasarnya sudah tenggelam air. Sementara itu, alat berat sudah tidak ada di lokasi penambangan, yang terlihat hanya mesin.

Sementara itu, Kepala BPD Sri Bintan Miswanto didampingi Purwadi mengatakan, kedatangan warga yang kedua kali ke lokasi ini untuk memastikan apakah benar kegiatan pertambangan sudah ditutup atau masih beroperasi. “Masyarakat hanya mempertanyakan dan meminta kami memastikan. Makanya kami datang ke sini dan kenyataannya memang sudah tidak beroperasi, kubangan yang tadinya dikeruk sudah menjadi kolam
ikan,” katanya.

Miswanto mengatakan, kegiatan pertambangan timah di kampung Sekuning memang sempat beroperasi selama lebih kurang 3 bulan, lalu pada 3 november lalu disetop warga karena izinnya belum jelas. “Waktu itu perusahaan yang menyebut ada izin eksplorasi, sedangkan ini bukan lagi izin eksplorasi, akan tapi sudah tambang,” katanya.

Setelah mendapat kepastian dengan melihat langsung bahwa kegiatan pertambangan tidak beroperasi, akhirnya warga balik badan dan kembali ke jalan raya. “Menurut saya mereka akan tetap menambang tapi menunggu izinnya keluar. Tapi apapun tambang yang mau beroperasi di lokasi desa, sebaiknya perizinan harus jelas, terlebih wilayah ini bukan
wilayah pertambangan melainkan wilayah hutan produksi terbatas, untuk
pemukiman dan pertanian,” harapnya. (cr21)

APBD Kota Batam Disahkan, Lelang Proyek Baru Efektif Awal Tahun

0
Jalan pelintas simpang Kaveling Baru, Sagulung ini akan segera dibuka akhir bulan karena sudah siap pembangunannya, Kamis (23/11). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meski APBD Kota Batam 2018 telah disahkan sebesar Rp 2,6 triliun, ternyata belum bisa diserap. Penyerapan anggaran baru efektif awal Januari 2018 nanti.

Hal yang masih mengganjal adalah evaluasi Gubernur Kepri.

“Serapan anggaran baru bisa dilaksanakan setelah evalusi gubernur selesai. Jadi tak mungkin lelang proyek bisa dilakukan satu minggu setelah APBD disahkan,” kata Aman, anggota DPRD Batam, kemarin.

Menurut dia, untuk evaluasi gubenur sendiri paling cepat 14 hari kerja. Artinya paling lambat minggu ketiga bulan Desember 2017 tahapan evaluasi tersebut baru selesai. Selanjutnya dari hasil evaluasi gubernur barulah dilaksanakan singkronisasi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Batam (TAPD) Pemko Batam.

“Kalau melihat tahapan ini maka APBD kota Batam efektif Januari 2018,” terang dia.

Hal senada juga disampaikan Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak. Menurut politisi PKB itu, proses penyampaian TAPD ke DPRD memang harus melalui persetujuan dan evaluasi gubernur. Setelah dievaluasi, proses penyempurnaan apabila ada koreksi dari gubernur.

“Kalau ada koreksi gubernur tentu harus diperbaiki banggar dan TAPD. Baru sesudah itu diparipurnakan. Dengan rentetan proses ini, paling cepat Januari pelelangan,” katanya.

Menurut Jefri, dengan cepatnya proses lelang ini tentu akan lebih baik. Sebab, program kegiatan infrastruktur dan proyek fisik bisa segera dilaksanakan. Artinya, ketika proyek fisik cepat dilakukan, maka evaluasi realisasi juga cepat. Bila masih ada sisa dana dari lelang tersebut, maka di APBD perubahan sisa-sisa anggaran ini diperuntukan untuk pembangunan yang lain guna melanjutkan program kegiatan di APBD murni 2019.

“Januari lelang, paling lama awal Maret sudah masuk tahap pengerjaan,” jelasnya. (rng)

Pemerintah Bilang Target Turis Tercapai, Pelaku Pariwisata bilang Sebaliknya

0
Sejumlah wisatawan berakhir pekan di Kawasan Wisata Lagoi Bay Bintan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pelaku pariwisata tak menampik ada tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akhir tahun. Namun hal ini tak cukup untuk memenuhi target kunjungan wisman Kepri. Untuk diketahui, tahun ini Kepri menargetkan 2,2 juta kunjungan wisman.

“Nggak bakal tercapai 100 persen, tapi di atas 80 persen bisa,” ucap Sekjen Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Kepri Febriansyah, Senin (26/11).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, hingga September wisman yang berkunjung di Kepri baru 1.486.095 kunjungan. Batam menyumbang angka tertinggi yakni 1.081.543 kunjungan, Bintan 261.364 kunjungan. Tanjungpinang 81.935 kunjungan serta Karimun 61.253.

Febriansyah mengatakan hal ini terjadi karena kondisi ekonomi global sedang menurun. Beruntungnya, kata dia, pemerintah juga tak tinggal diam mendongkrak kunjungan terutama oleh Kementrian Pariwisata yakni promo tiket sebanyak 60 ribu hingga 70 ribu tiket kapal murah, pulang-pergi tujuan Batam-Singapura, Batam-Johor. Namun hanya berlaku untuk weekday.

“Ini cukup membantu jumlah kunjungan,” imbuhnya.

Sementara itu, sumbangsih kunjungan wisman bagi perhotelan masih jauh dari harapan. Walau bulan-bulan pada akhir tahun biasa lebih ramai dari bulan yang lain.

“Naik sih iya, ada peningkatan sedikit, wisman yang nginap biasanya weekend. Tapi secara umum masih jauh dari harapan,” ucap Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, J Tarigan.

Terkait kunjungan wisman akhir tahun sikap Pemerintah Provinsi Kepri justru berbeda dengan pelaku pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, meyakini target kunjungan wisman 2017 tercapai. “Saya doakan target 2,1 juta itu tercapai,” ujarnya.

Menurutnya, masih ada beberapa even dari total 80 even tahun 2017 yang belum di gelar, salah satunya di Batam yakni Kenduri Seni Melayu.

“Secara umum saya tak hafal even-evennya. Ada yang digelar pemerintah, pelaku pariwisata, juga hotel-hotel,” ucapnya.

Ia mengaku, pemerintah tak bisa sendiri mengembangkan kepariwisataan di Batam, perlu sumbangsih pihak swasta. “Perlu turun tangan kita semua,” imbuhnya. (cr13)

3 Kg Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi Dimusnahkan

0
Wakapolres Karimun, Kompol IGN Joni bersama Wabup Karimun, Anwar Hasyim memusnahkan 3kg sabu asal; Malaysia

batampos.co.id – Polres Karimun bersama dengan Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, Ketua PN Tanjungbalai Karimun, JPU dari Kejari Karimun, Lanal dan BC melaksanakan pemusnahan terhadap 3 kg sabu asal Malaysia bersama 2.024 butir pil ekstasi dan 2.240 butir pil happy five, Senin (27/11).

Seperti diketahui, sabu sebanyak 3 kg tersebut merupakan hasil penindakan oleh TNI AL beberapa waktu lalu di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun dan telah dilimpahkan ke Polres Karimun. Termasuk tiga orang yang diamankan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang kita laksanakan, maka tiga orang yang sempat diamankan, belum cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka dan juga tidak bisa dilanjutkan proses hukumnya. Tapi, barang bukti sabu tetap harus dimusnahkan,” ujar Wakapolres Karimun, Kompol IGN Joni kepada Batam Pos.

Ketiga orang tersebut, yakni Awang, Zulkifli dan Nurhaimi diserahkan ke Imigrasi terkait ada atau tidaknya pelanggaran Undang-undang Kemigirasian. Karena, berdasarkan pengakuan ketiganya bahwa sama sekali tidak tahu jika di dalam kapal ada narkoba. ”Karena, dia diajak oleh pelaku DPO berinisial CN untuk memancing di laut,” lanjut Wakapolres.

Untuk jumlah penindakan sejak Januari sampai dengan bulan ini, lanjutnya, ada 69 kasus dengan jumlah tersangka 119 orang. Untuk jumlah barang bukti sabu sebanyak 7,8 kg, heroin 19,3 gram, ekstasi 2.079 butir, pil happy five 5.726 butir, ganja 154,13 gram dan pil PCC 10 butir. Dan, untuk bulan ini 9 perkara dengan 12 tersangka sedang menjalani proses hukum.

Terkait penyerahan tiga orang yang diamankan karena diduga terlibat sabu asal Malaysia, Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Denni secara terpisah menyebutkan, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut apakah mengetahui kegiatan yang akan dilakukan.

”Dari tiga orang tersebut, dua orang diantaranya, Zulkifli dan Nurhaimi adalah WN Malaysia dan Awang WNI. Ketiganya sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pelanggaran tentang Imigrasi,” jelasnya.

Kedua WN Malaysia, Kamis (16/11) keduanya sudah dideportasi dengan terlebih dulu orang tua dari keduanya datang sebagai penjamin dan membawakan paspor. Jaminan ini diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersama-sama memeberantas narkoba. ”Bukan hanya tuga saparat untuk memberantas narkoba. Tapi, termasuk kita masyarakat biasa yang harus ikut membantu aparat memberantas narkoba sesuai dengan perannya. Misalnya, dari dunia pendidikan, maka selalu disampaikan kepada anak dididknya agar selalu menjauhi narkoba,” ungkapnya. (san)

27 Desa di Natuna Belum Tersentuh Listrik PLN

0

batampos.co.id – Manajer PLN Natuna Dwi Sritiono mengatakan, PLN memiliki target pelayanan listrik secara menyeluruh di Natuna. Realisasi target hingga tahun 2019 mendatang, seluruh pulau di Natuna akan menggunakan listrik PLN.

Saat ini kata Dwi, rasio elektrifikasi pertumbuhan pelayanan listrik PLN di Natuna sudah mencapai 85 persen tahun 2017 ini. Dari banyaknya Desa di Natuna, sudah terlayani 52 Desa. Tinggal 27 Desa belum terlajangkau listrik PLN.

“Target kami itu sampai tahun 2019, seluruh Desa dan pulau dihuni masyarakat dilayani PLN, sekarang masih ada 27 Desa belum dilayani listrik PLN,” kata Dwi, dihubungi, Senin (27/11).

PLN di Natuna katanya, juga secara bertahap mengoperasikan lisrik 24 jam penuh untuk sejumlah Desa. Dengan penambahan mesin pembangkit listrik. Bahkan di pulau Midai, akan menjadi percontohan penerapan listrik 24 jam yang akan segera dilaksanakan.

Tidak hanya itu, listrik beberapa pulau di Natuna masih belum sepenuhnya operasi 24 jam. Seperti Pulau Laut dan Subi. Kondisi ini menjadi target PLN untuk mengoptimalkan dengan penambahan mesin pembangkit di Pulau-Pulau.

“Tahun ini PLN juga menargetkan peningkatakan rasio elekrifikasi mencapai 88 persen dengan penambahan mesin pembangkit di Desa-Desa di Natuna,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, Desa-Desa yang belum terjangkau PLN tidak sepenuhnya gelap. Pemerintah Desa setempat menggunakan sistem swakelola atau mengalokasikan Dana Desa untuk mengoperasikan mesin pembangkit milik Pemerintah Daerah, yang sebelumnya disubsidi Pemerintah Daerah.(arn)

Insentif untuk Guru Baca Alquran

0
ilustrasi.

batampos.co.id – Pemerintah Kota dan DPRD Batam telah menganggarkan sedikitnya Rp 60 Miliar untuk insentif guru ngaji, imam masjid dan para mubaliq se Kota Batam tiap tahunnya. Insentif ini menurut Ketua DPRD Batam Nuryanto masih jauh kesejahteraan, tapi ia berharap agar ini makin memotivasi para pengajar ini untuk terus berkontribusi mencerdaskan warga Batam.

“Kami yakin nilainya ini tidak besar bahkan jauh dari sejahterah. Ini sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi DPRD dan Pemko kepada para pengajar ini,” ujar Cak Nur, sapaan akrab Nuryanto kepada Batam Pos, kemarin (27/11).

Menurutnya, masyarakat Batam perlu tahu bahwa kebijakan memberikan insentif kepada para guru Alquran, mubaliq dan para imam masjid ini adalah kebijakan bersama DPRD dan Pemko Batam yang bersifat kebijakan lokal.

“Belum diatur secara nasional. Ini kebijakan lokal sebagai bentuk apresiasi dan kepeduliaan DPRD dan Pemko Batam,” ujar politsi PDI Perjuangan ini.

Guru Alquran, mubaliq serta imam masjid menurutnya telah memberikan kontribusi ilmu agama yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga perlu diapresiasi.

“Jadi jangan seolah-olah ini hanya kebijakan Pemko Batam saja. Ini kebijakan bersama dengan DPRD sebagai pemerintah daerah di Batam,” ujarnya.

Insentif ini telah dianggarkan setiap tahun dan Cak Nur berharap terus meningkat di APBD agar para pengajar ini bisa terbantu walau nilainya masih jauh dari apa yang diharapkan. (rng)

Harga Cabai Naik, Kualitaspun Jelek

0
Warga sedang memilih cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (27/11). Harga cabai saat ini mengalami kenaikan harga dari Rp 38.000 per kilogramnya menjadi Rp 58.000. Kanaikan ini akibat musim hujan dan pengaruh meletusnya gunung di Bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi cuaca di Indonesia sangat berdampak pada harga dan kualitas sayur mayur. Seperti disaat hujan, harga sayur mayur mengalami kenaikan, begitu juga kualitas yang memburuk.

Di Pasar Tos 3000 misalnya, harga sayur mayur mengalami kenaikan seminggu terakhir. Harga cabai merah kriting yang biasanya Rp 35 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 45 -50 ribu perkilonya.

“Sudah naik sejak Jumat kemarin, sekarang harganya Rp 45 ribu perkilo,” ujar Buyung pedangang cabai di Tos 3000, Jodoh, Senin (27/11).

Disinggung kenapa bisa naik, Buyung mengaku tak tahu persis. Hanya saja pemasok cabai menjelaskan kenaikan karena dampak dari cuaca extrim. “Katanya (pemasok cabai) karena cuaca, makanya harga pada naik. Panen banyak gagal,” terang Buyung menjelaskan.

Tak hanya harga yang tinggi, kualitas cabai menurut Buyung juga jelek dari biasanya. Buah cabai lebih cepat membusuk.

“Kami pun bingung, udah harga naik, kualitasnya juga jelek. Lebih cepat busuk. Kalau tak ada yang beli, kami bisa rugi,” imbuh Buyung lagi.

Tak hanya cabai merah kriting, harga cabai rawit juga naik jadi Rp 50 ribu perkilo. Begitu juga dengan cabai setan Rp 60 ribu perkilo.

“Naiknya berbarengan, pokoknya semua harga cabai naik,” terang Buyung.

Hal yang sama juga dikatakan, Fatmawati pedagang sayur lainnya. Menurutnya, tak hanya harga cabai yang naik, harga tomat juga naik dari Rp 15 ribu perkilo jadi Rp 25 ribu perkilonya. Begitu juga dengan harga wortel yang sekarang sudah menginjak Rp 20 ribu perkilonya.

“Harga sayur pada naik. Bayam juga naik jadi Rp 15 ribu perkilo,” terang Fatmawati.

Dikatakannya, kualitas sayur mayur juga mengalami penurunan dibanding saat cuaca cerah. Banyak sayuran cepat membusuk, karena banyak terkena air.

“Sayurnya lebih cepat membusuk,” imbuh Fatmawati.(she)

Polisi Ringkus Komplotan Curanmor

0
Seorang anggota Reskrim Polsek Kundur berhasil menemukan kerangka sepeda motor yang disembunyikan dalam semak oleh tiga komplotan pencuri, Sabtu (25/11) lalu. F. Imam/Batam Pos.

batampos.co.id – Jajaran Polsek Kundur berhasil meringkus tiga komplotan pencurian sepeda motor (curanmor), Sabtu (25/11) lalu. Ketiga pelaku masing-masing Cn 16, Yk, 18 dan Er 16.

Ketiganya dibekuk di tempat persembunyiannya Jalan R.A Kartini, dekat pelabuhan Pos Pol Air sekitar pukul 22.30 WIB beserta barang bukti sepeda motor yang sudah dipreteli. Tidak ada perlawanan saat penangkapan.

Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono membenarkan penangkapan ketiga remaja pelaku curanmor tersebut. Dikatakannya, penangkapan pelaku menindaklanjuti laporan Pairun, warga Kebun Pinang RT 002/RW011 Tanjungbatu Kota. Korban melapor terkait hilangnya sepeda motor BP 2766 JF pada Jumat (24/11) pukul 24.00 WIB ketika menginap di Hotel Berlian di Jalan Usman Harun Tanjungbatu Kota.

“Selanjutnya dari keterangan saksi dikembangkan dan akhirnya mengarah ketiga nama yang sebelumnya sudah dicurigai. Akhirnya kami berhasil menangkap ketiga pelaku berikut barang bukti sepeda motor yang sudah dipereteli disembunyikan dalam semak,” terang Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakannya, sepeda motor tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh lagi, hanya menyisakan kerangka. Untuk menghilangkan jejak, mesin dipisah-pisah dan disembunyikan dalam semak belukar tidak jauh dari tempat tertangkapnya ketiga pelaku. Saat ini ketiga pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kundur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. (ims)

BP Batam Ambil Jaminan Investasi jika Pengusaha Tak Membangun Lahan yang Dialokasikan

0
. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menerbitkan Peraturan Kepala (Perka) tentang Penyelenggaraan Administrasi Lahan hasil revisi Perka 10 Tahun 2017 pada hari ini, Selasa (28/11). Perka baru ini di antaranya mengatur tentang uang jaminan investasi atau Jaminan Pelaksanaan Pembangunan (JPP).

Dalam Pasal 23 Ayat 5 Perka tersebut, BP Batam menegaskan bahwa JPP atau uang jaminan investasi tidak akan dikembalikan jika dalam jangka waktu tertentu pemilik lahan tidak membangun atau tidak menyelesaikan pembangunan lahannya. Dengan kata lain, uang jaminan tersebut akan menjadi milik BP Batam setelah ada keputusan pembatalan alokasi lahan.

“Rencananya akan kami pertegas dalam revisi Perka 10,” kata Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, Senin (27/11).

Pernyataan Dwianto ini sekaligus meluruskan pemberitaan Batam Pos pada Jumat (24/11) lalu yang menyebutkan JPP akan dikembalikan jika pembangunan lahan dibatalkan atau tidak terlaksana.

Pria yang akrab disapa Dwi ini mengatakan, Senin (27/11), BP Batam telah berdiskusi dengan sejumlah asosiasi pengusaha seperti Real Estate Indonesia (REI) Batam, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Ikatan Notaris Indonesia (INI) Batam dan Kepri, dan asosiasi lainnya.

Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kepri, Syaifudin, mengatakan pihaknya juga memberi masukan terhadap BP Batam mengenai sejumlah poin yang belum tercantum dalam revisi Perka 10, khususnya mengenai Inbreng.

Inbreng adalah permodalan atau penyertaan aset ke dalam perusahaan. Misalnya ketika tiga pengusaha sepakat untuk mendirikan perusahaan, maka pengusaha yang satu akan menyertakan tanah miliknya sebagai modal untuk membangun perusahaan.

Syaifudin mengatakan, untuk mendapatkan kredit konstruksi dari perbankan, si pemilik lahan tentu saja akan menjaminkan tanah yang belum dibangun atau tanah kosong sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit.

“Masalah penjaminan untuk tanah kosong supaya bisa dijaminkan dalam rangka memperoleh kredit konstruksi. Kalau tidak boleh dijaminkan, bagaimana?” paparnya.

Inbreng memiliki banyak manfaat terutama sebagai pemasukan negara. Karena perusahaan selaku penerima Inbreng maka akan membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5 persen.

Sedangkan pemilik tanah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5 persen seperti jual beli pada umumnya. Menurut Syaifuddin, wacana mengenai Inbreng harus dimasukkan untuk bisa mengakomodir pembangunan rumah susun di Batam.

Pada umumnya, kata dia, rumah susun hanya diminati warga kalangan ekonomi menengah ke bawah, namun modal untuk membangunnya besar. Sehingga menjaminkan lahan ke bank merupakan cara satu-satunya untuk mendapatkan tambahan modal. (leo)

Valencia, Juara Kelas yang Mahir di Atas Catwalk

0
Valencia saat beraksi di atas catwalk. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.idSejak dulu, minat warga Karimun cukup tinggi di dunia modeling, mulai dari anak-anak, pelajar hingga dewasa. Terbukti, dari tahun ke tahun terus regenerasi modeling tetap ada. Salah satunya, model cilik Valencia yang baru duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) Santo Yusup putri bungsi dari pasangan Elisa Maruli Sidjabat dan Inne Rostiani.

Valencia selalu pede melenggang di atas catwalk. Dia terlihat seperti model profesional dengan mengenakan gaun pesta ulang tahun saat ikut lomba fashion show competition Sabtu (25/11), lalu di Gedung Nasional.

Gadis cilik berwarna kulit putih ini, berjalan di atas catwalk tanpa ada rasa canggung dengan melambaikan tangan kanan dan kiri di hadapan penonton. Banyak penonton dibuat terpukau dan memberikan applause kepada Valencia.

Dengan tampil seperti model profesional, dirinya mendapatkan juara kedua kategori Casual dan Glamour untuk peserta anak usia 3 sampai 5 tahun. Walaupun mendapatkan juara kedua tapi wajahnya terlihat sangat gembira. Dia langsung menyerahkan piala yang diterimanya kepada orang tuanya yang sejak awal mendampingi. “Uangnya ditabung buat sekolah,” kata Valencia yang hobi mewarnai, didampingi ibunda tercinta Inne Rostiani.

Sambil duduk santai usai penyerahan hadiah, dirinya menceritakan bahwa cita-citanya ingin menjadi dokter. Tapi hobi modeling tetap dilakoni. Dia sudah mengikuti banyak kontes modeling yang diadakan di Kabupaten Karimun maupun di luar daerah seperti Kota Batam tetap mendapatkan juara. Walau segudang piala telah diterimanya, aktivitas belajar maupun bermain bersama teman-temannya tetap dilakukan.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini tidak menjadi manja di dalam keluarga. Dengan dukungan kedua orang tua, setiap ada lomba atau festival fashion show dirinya tetap ingin ikut untuk tampil di atas catwalk. Selain itu di dunia pendidikan juga berhasil mengukir prestasi juara pertama. “Yang jelas kalau ada lomba fashion show, Valen panggilan sehari-hari wajib ikut. Kalau tidak bisa menangis kepada saya,” kata Inne Rostiani yang merias anaknya, mulai dari penggunaan mike hingga pakaian.

Keberaniannya untuk tampil di depan publik cukup membanggakan keluarga yang selalu memberikan support terhadap Valencia untuk terus berkarya melalui modeling. Kedua orang tuanya terus memberikan motivasi terhadap bakat dan minat anak bungsunya supaya bisa mengukir prestasi sesuai hobi. “Sebagai orang tua saya hanya memberikan fasilitas yang ada kepada anak bungsu. Walaupun masih kecil, tapi kami kagum atas kegigihannya untuk tampil di hadapan publik,” ungkap Inne lagi. (tri)