Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 12728

Batam Archery Center Aktif Ikuti Turnamen

0
F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Seusai menyabet tujuh medali di Kejuaraan Singapore Archery Open 2017 di Bukit Gombak Stadium Singapura beberapa hari lalu, klub panah Batam Archery Center (BAC) kembali eksis dengan mengikuti turnamen bergengsi lainnya.

Kali ini turnamen Lantamal IV Archery Cup di Tanjungpinang yang dibidik. Event yang dilangsungkan 17 Desember 2017 di Lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang ini memperebutkan hadiah utama berupa Tropi Piala Danlantamal IV.

“Kami ingin tetap aktif dengan mengikuti berbagai turnamen panahan. Selain untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding. Ini juga merupakan bentuk nyata dukungan kami kepada perkembangan panahan di Tanjungpinang dan Kepri pada umumnya,” ujar Ketua BAC, Ilham Maulana kepada Batam Pos, Kamis (14/12).

BAC sendiri akan mengirimkan sembilan atletnya untuk turun di dua kelas yang dipertandingkan.

Satria Nurwijaya dan Hafidz Rafif Wibowo turun di kelas Barebow 5 meter SD dan SMP. Sedangkan Fasida Dharma, Fandra Wimaputri, Liswantoro, Sugeng, Munzir, Zaky, Sufi’i dan Hafidz Rafif Wibowo juga turun di kelas Barebow 10 meter SMA dan umum.

Ilham menjelaskan, turnamen panah ini berbeda dengan turnamen panah lainnya yang sering diikuti BAC. Pasalnya, dalam turnamen Lantamal IV Archery Cup ini, peserta diwajibkan menggunakan Barebow atau biasa disebut busur tradisional atau busur tanpa aksesoris seperti yang umumnya dipakai di event-event panah lainnya.

“Ini merupakan kompetisi Barebow pertama yang kami ikuti. Dan jelas merupakan tantangan tersendiri bagi kami,” jelas Ilham.

Tentunya dalam sepekan ini para atlet panah yang dikirim BAC untuk mengikuti ajang tersebut diarahkan untuk latihan memanah dengan Barebow.

“Sebetulnya barebow merupakan teknik dasar panahan, semua anggota BAC sudah melewati tahap tersebut. Jadi mereka tinggal me-review saja, semoga hasilnya maksimal dan meraih yang terbaik,” tutup Ilham. (cr16)

Kadinkes Kepri: Waspada Gejala Difteri

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kepri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala difteri pasca ditemukannya tiga suspect difteri baru-baru ini.

“Semua harus waspada,” kata Tjetjep usai menghadiri Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan kebudayaan, Puan Maharani di Puskesmas Sekupang, Kamis (14/12).

Peningkatan kewaspadaan ini bisa dimulai dengan bergerak lebih cepat ketika ada pasien yang memiliki gejala seperti difteri. Ciri difteri yang paling khas adalah munculnya pseudomembran atau selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah.

“Jika ditemukan segera lakukan pemeriksaan,” imbaunya.

Tiga suspect difteri yang ditemukan kemarin masih menjalani pengobatan hingga saat ini. “Mereka dirawat diruangan isolasi hingga hasil labnya keluar,’ ujarnya.

Tjetjep menambahkan, meskipun Kepri tidak masuk dalam peta penyebaran difteri saat ini, pihaknya tetap mengingatkan seluruh elemen untuk mewaspadai vpenyakit yang disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae ini.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh balita mengikuti imunisai DPT ruitn di puskesmas terdekat. Hal ini guna mencegah mewabahnya virus difteri di Kepri.

“Karena jika ditemukan satu kasus saja, bearti kita harus menggelas imunisasi massal hingga usia 19 tahun dan masuk kejadian luar biasa (KLB),” ungkapnya.

Dia berharap hasil laboratorium tiga pasien tersebut negatif, dan Kepri benar-benar bebas dari difteri. “Makanya kita semua harus aware terhadap penyakit ini,” tutupnya. (cr17)

Lagi, Upaya Selundupkan Sabu melalui Bandara Hang Nadim

0
sabu-sabu

batampos.co.id – Satuan pengamanan bandara (Avsec) International Hang Nadim Batam kembali menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1.940 gram, Kamis (14/12) pukul 07.30. Sabu itu diamankan dari tangan Murdani,23.

“Rencananya sabu itu akan dibawa ke Banjarmasin, namun transit dulu di Cengkareng,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (14/12).

Modus penyelundupan sabu ini, mirip dengan yang dilakukan kurir-kurir sebelumnya. Sabu dimasukan ke dalam dua kantong plastik hitam. Lalu dimasukan ke dalam ransel hitam yang sudah dimodifikasi.

Dua plastik sabu itu direkatkan ke bagian ransel yang sudah dimodifikasi. Hal ini dilakukan demi mengelabui petugas yang memeriksa di mesin X Ray. Namun petugas sangat cermat memperhatikan kejanggalan di monitor X-ray. Karena sudah beberapa kali adanya penampakan aneh seperti ini.

“Petugas Avsec langsung mencurigai Murdani,” ucap Suwarso

Murdani diminta petugas memasuki ruangan pemeriksaan. Tas ransel miliki Murdani digeledah, disana ditemukan dua kantong berisikan sabu. Petugas juga memeriksa seluruh tubuh Murdani, tapi tidak ditemukan barang haram itu.

“Dia mau berangkat dengan maskapai Citilink pukul 08.40,” ungkap Suwarso.

Ia mengatakan pria asal Medan ini sudah diserahkan ke Polresta Barelang.

Sehari sebelumnya (13/12), satuan pengamanan Hang Nadim mengamankan dua orang kurir sabu. Dan sabu itu juga dimasukan dalam tas ransel hitam yang sudah dimodifikasi. Dari tangan dua orang diamankan sabu seberat 1.708 gram.

Terkait dengan kurir sabu ini, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan pihaknya masih mendalami jaringan ini. “Dua orang itu satu jaringan. Dan satu orang lagi berhasil ditangkap, barang buktinya 913 gram. Rencana akan di ekpose Kapolda,” ujarnya singkat. (ska)

Pemohon Paspor di Batu Ampar dan Sekitarnya, Silakan Urus di Harbourbay

0
Direktur Lalulintas keimigrasian Kementrian Hukum dan Ham (empat dari kanan) bersama Kakanwil Kementrian Hukum dan Ham wilayah Kepri dan Kepala Imigrasi Batam Lucky Agung (kiri) meresmikan Kantor Unit Layanan Paspor Imigrasi Kelas 1 Batam di Harbourbay Jodoh, Kamis (14/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Lalulintaskim Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ucup Koeswala meresmikan Unit Layanan Paspor Harbourbay, Kamis (14/12). Dan direncanakan hari ini (15/12) sudah beroperasi untuk melayani masyarakat.

“ULP bentuk dari rencana strategis Dirjen Imigrasi. Tiap tahunnya kami bangun 5 ULP,” kata Ucup Koeswala, Kamis (14/12).

Ucup menerangkan ULP merupakan bentuk dari Dirjen Imigrasi menghadapi arus zaman. Dulunya pelayanan paspor cukup hanya di Kantor Imigrasi saja. Tapi kian hari, antusiasme masyarakat untuk ke luar negeri makin tinggi. Sehingga kantor imigrasi tak lagi dapat menampung jumlah pemohon.

“Dan munculah ULP, sekarang ini sudah ada 17 ULP,” ujarnya.

Dengan adanya ULP Harbourbay ini, Ucup mengatakan masyarakat tak perlu jauh-jauh menuju Kantor Imigrasi yang berada di Batamcenter. Selain itu diharapkan unit ini dapat mengurai penumpukan permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam.

“Ke depan kami akan terus mengembangkan pelayanan di Kantor Imigrasi dan ULP,” ucapnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto mengatakan kapasitas awal pemohon paspor dari 25 hingga 50 orang dalam seharinya. Hal ini disebabkan dari empat stand yang tersedia, baru dua yang bisa dioperasikan. Karena kurangnya personel untuk mengoperasikan seluruh stand itu.

“ULP Harbourbay bisa untuk buat paspor baru dan perpanjangan juga. Namun elektronik paspor belum bisa, harus tetap ke Batamcenter,” ujarnya.

Ia mengatakan saat hari biasa saja, jumlah pemohon paspor melebihi 300 orang dalam seharinya. Sedangkan daya tampung di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, hanya 275 orang saja.

“Belum lagi saat ibadah haji, umrah atau musim liburan. Pemohonan paspor menjadi meningkat,” tuturnya.

Lucky menuturkan ULP Harbourbay dapat meangkomodir masyarakat sekitar Batuampar dalam pembuatan paspor.

“Antrian Via WA, Mobile Unit, Pengantaran Paspor Via Pos. Ke depan banyak lagi kebijakan-kebijakan yang membuat masyarakat nyaman kami keluarkan,” ucapnya. (ska)

International Culture Carnival 2017 di Nagoya Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggelar festival budaya berskala internasional bertajuk BP Batam International Culture Carnival 2017 pada Sabtu (16/12) di Jalan Imam Bonjol, Nagoya, Batam. Festival budaya ini digelar untuk memperingati ulang tahun ke-188 Kota Batam.

Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, mengatakan festival budaya ini merupakan persembahan BP Batam di akhir tahun terhadap masyarakat Batam dan juga untuk memeriahkan dinamika kegiatan pariwisata di Batam.

“Festival budaya ini dilakukan sebagai pendukung kegiatan Batam menjadi tujuan wisata lokal maupun mancanegara. Banyak sekali tempat wisata di Batam termasuk kuliner, bahari, pantai dan lainnya yang didukung transportasi memadai,” katanya saat ditemui di Gedung Marketing BP Batam, Kamis (14/12).

BP Batam merencanakan kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan untuk mendongkrak perekonomian Batam dari sektor pariwisata. Untuk menjalankan kegiatan ini, BP Batam telah mengajak berbagai stakolder seperti Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) Kepri, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota dan Provinsi, pelaku usaha di sektor perhotelan, Asita Kepri dan lainnya.

“Tujuannya adalah untuk memberi kontribusi agar Batam bisa dikembangkan jadi kota wisata,” paparnya.

Sebelum acara puncak pada Sabtu (16/12) nanti, BP Batam akan menggelar seminar dan konferensi pers terkait festival budaya ini di Gedung BP Batam.

“Seminar ini untuk memberitahukan bahwa hari Sabtu akan ada festival budaya sebagai promosi wisata di Batam,” jelasnya.

Bambang juga menyebut bahwa kegiatan ini akan didukung juga oleh komunitas motor di Batam.

“Festival ini akan melibatkan komponen otomotif di Batam seperti Vespa, Nmax dan Harley,” jelasnya.

Dan pembukaannya akan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur yang mewakili Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang tengah umrah.

“Kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh bazar di Simpang Martabak Har dan malam harinya ada festival di Kampung Bule. Sedangkan untuk MC, BP Batam pilih Putri Viola,” jelasnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, persiapan menuju hari puncak sudah rampung 90 persen.

“Termasuk penutupan arus lalu lintas yang akan dipastikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Batam dan kepolisian,” jelasnya.

Lalu apa saja yang akan ditampilkan dalam festival yang akan digelar dari pukul 12.00 WIB hingga selesai ini? Bambang menyebut festival ini akan diisi oleh kegiatan budaya dari seluruh nusantara. Konsepnya mirip dengan festival budaya dan Jember Fashion Carnaval yang tiap tahun digelar di Jember, Jawa Timur.

“Yang diundang adalah seniman karnaval dari Indonesia dan juga mancanegara,” timpalnya.

Adapun parade karnaval yang akan ditampilkan antara lain parade karnaval Sangsapurba, Tepak Sirih, Regalia atau Cogan, Makyong, Jong, Seafood Paradise, dan parade kesenian nusantara.

“Festival ini juga akan diisi oleh tari-tarian Melayu dan sejumlah tarian nusantara lainnya,” tambahnya lagi.

Tari-tarian tersebut antara lain tari Ogoh-Ogoh Bali, tari Topeng Ireng Magelang, tari Tor-Tor Sumatera Utara, Ondel Ondel Betawi, tari Tempurung Sumatera Barat, tari Dayak, tari Bugis, tari Gending Sriwijaya, dan tari Papua.

Festival ini juga akan dimeriahkan oleh kesenian modern, seperti fire juggling, tarian api, tarian Brazil, Belly Dance, kontes body painting, kompetisi bartender, Batam Guitar Family, BBDC Bassline, BJS Big Band, Erio Hutomo, Yemercy, Beungeud, Batam Hip Hop, 3D Mapping, Road Root, dan Senja Jingga.

“Dan terakhir akan dimeriahkan dengan penampilan dari Iyeth Bustami, DJ Maria Potapova dari Rusia, Marching Band Bahana Barelang dan Art Wear Fashion parade kain Nusantara,” pungkasnya. (leo)

Berpotensi Jadi Lumbung Penghasil Kepiting Ekspor

0
Sardison saat meninjau lokasi penangkapan Kepiting soka di Kabupaten Bintan. F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.idKabupaten Bintan berpotensi menjadi daerah penghasil kepiting soka yang punya nilai jual tinggi. Apalagi penangkaran kepiting tersebut pernah dinobatkan sebagai karya terbaik pada ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional tahun 2014. 

Sepintas banyak yang bertanya apakah itu Kepiting Soka ? Jika diperhatikan, Kepiting Soka adalah kepiting yang dipanen pada waktu terjadinya transisi pergantian kulit ari. Sehingga secara keseluruhan tubuh kepeting tersebut lunak dan bisa dinikmati secara keseluruhan. Apalagi kebutuhan eksport kepiting yang punya nilai jual adalah seperti itu.
“Penangkaran yang kami lakukan adalah khusus untuk menghasilkan Kepiting Soka,” ujar pemilik penangkaran, Rio Priady disela-sela berdikusi dengan Kepala DPMD-Dukcapil Kepri, Sardison, kemarin.
Dijelaskannya, karena kepiting adalah hewan yang bisa hidup didua alama, yakni laut dan darat. Dirinya melakukan uji coba untuk melakukan penangkaran. Dan membuahkan hasil. Menurutnya, proses penangkaran tidak begitu rumit. Hanya saja yang menjadi kendala adalah ketersediaan bibit ketam dan air hujan.
“Modal awal untuk pembuatan pengkaran ini adalah lebih kurang Rp20 juta,” papar Rio.
Diceritakannya juga, usahanya itu sempat vakum karena terbatasnya modal. Padahal ada pihak-pihaknya yang siap menampung Kepiting Soka miliknya. Diungakapkannya, perjalannya sekarang ini juga masih tertatih-tatih. Ia berharap ada perhatian yang diberikan Pemerintah Daerah. Sehingga selain bisa melanjutkan usaha, setidaknya dapat membuka lapangan pekerjaan skala kecil.
“Kepiting Soka harga dipasar cukup lumayan. Kita melakukan panen setiap dua bulan,” jelas Rio.
Sementara itu, Kepala DPMD-Dukcapil Kepri, Sardison mengatakan torbangkarnya adanya penangkaran kepiting soka ini adalah dari pendataan-pendataan juara-juara TTG yang sudah mengibarkan nama Kepri. Karena memang selama ini, tidak ada pembinaan yang bekelanjutan
Pria yang baru setahun di dapuk sebagai Kepala DPMD-Dikcapil Kepri tersebut menjelaskan, banyak hasil karya TTG yang harusnya memberikan nilai guna bagi banyak pihak. Tetapi, selama ini kurang dimenej, makanya belum memberikan kontribusi bagi daerah. Salah satunya adalah Penangkaran Kepiting Soka ini. Menurutnya, konsepnya sangat sederhana, seperti budidaya hidroponik.
“Sayang jika potensi yang ada tidak dikembangkan. Karena pembinaan budidaya adalah Dinas Kelautan dan Periknanan, kita akan bersinergi dengan mereka,” ujar Sardison.
Menurutnya, setelah ia merasakan langsung menikmati kepiting soka, usaha tersebut patut untuk diberikan dukungan. Bahkan bisa menjadi pilot projek untuk penangkaran kepiting di Kepri. Baik itu kepiting bangkang maupun ranjungan. Apalagi bisa dikembangkan didarat. Untuk membuka pasar, pihaknya mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) bermitra dengan Rio Priady.
Ditambahkan Sardison, untuk satu kali panen, usaha tersebut bisa menghasilkan lebih kurang 300 kg kepiting soka. Dikatakannya juga, dipasaran ekspor kepiting tersebut punya nilai jual yang tinggi. Ia yakin, apabila dikembangkan dengan baik tentu punya nilai guna yang lebih.
“Apalagi nasional sudah mengakui, bahwa sistem Pengakaran Kepiting Soka ini adalah satu terobosan penting dibidang pengembangan budidaya,” tegas Sardison. (jpg)

Beli Tiket Citilink di Great Season Gratis Gelas Cantik

0
Konsumen tengah membeli tiket Citilink di Great Seasson mendapatkan gratis gelas cantik. F. Travel Great Season untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Agen travel terbesar di Batam, Great Seasson Travel tawarkan promo menarik setiap pembelian tiket Maskapai Citilink gratis gelas cantik. Menariknya lagi promo ini berlaku kelipatan.

“Semakin banyak tiket Citilink yang dibeli semakin banyak koleksi gelas Anda,” ujar Branch Manager Great Seasson Travel, Fanni, Senin (11/12).

Selain hadiah langsung gelas, pihaknya juga menawarkan harga spesial Citilink selama Desember 2017 ini. Harga yang ditawarkan pun terbukti paling murah dibanding agen resmi dan agen online lainnya.

Adapun rute yang ditawarkan ialah Batam-Cengkareng pada 11-14 Desember harga Rp 532.500. Lalu 24-26 Desember Rp 697.500. Untuk Batam-Pekanbaru 11-14 Desember harga Rp 285 ribu, kemudian pada 17-20 Desember ada diharga Rp 343 ribu. Selanjutnya rute Batam-Palembang harga yang ditawarkan pada 11-14 Desember hanya sebesar Rp 366 ribu, kemudian pada 17-20 Desember Rp 444.500. Ada lagi Batam Surabaya pada 11-14 Desember diharga Rp 649.100, sementara pada 17-20 Desember seharga Rp 851.500.

Tak kalah menariknya Batam-Medan pada 11-14 Desember hanya sebesar Rp 370 ribu sementara pada 17-20 Desember sebesar Rp 435 ribu.

“Terbukti paling murah dibanding yang lain,” tuturnya.

Keuntungan lain pembelian tiket Citilink di Great Seasson ialah tiket yang dibeli tak akan hangus. Bagi calon penumpang yang sudah memboking tiket dapat diganti dengan dikenakan biaya administrasi tertentu. “Seperti calon penumpang yang telat, jadi bisa ditukar jadwalnya maupun rutenya. Hanya dengan membayar uang adminitrasi Rp 50 ribu dan tambahan selisih harga tiket,” kata Fanni. (opi)

Rp 53 M untuk 2.600 Honorer

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menganggarkan sedikitnya Rp 54 miliar untuk menggaji tenaga guru yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri tahun 2018 mendatang.

Kepala Disdik Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengungkapkan anggaran sebesar itu digunakan untuk membayar 2.600 guru honorer yang mengabdi di tingkat SMA negeri sederajat di Provinsi Kepri.

Dia merinci Rp 19 miliar digunakan untuk membayar gaji 712 guru tidak tetap (GTT), dan Rp 34 miliar guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang lebih dikenal dengan tenaga honorer provinsi. “Total Rp 53 miliar untuk gaji guru honorer saja,” kata Arifin saat dijumpai di Sekupang, Rabu (13/12).

Disinggung mengenai pemerataan guru, Arifin mengaku tengah mendata ulang jumlah kebutuhan guru yang ada saat ini. Dia mencontohkan seperti SMA 1 Batam misalnya memiliki empat guru agama, berarti ini kelebihan dan ini harus dipindahkan ke sekolah yang membutuhkan.

“Tapi mutasi mereka masih di Batam, tidak sampai ke luar daerah,” sebutnya.
Menurutnya, beberapa sekolah telah mengusulkan kebutuhan guru yang terjadi di masing-masing sekolah mereka, dan ke depan pihaknya berusaha melakukan pemerataan ini. “Yang paling tidak merata itu daerah hinterland (pesisir, red), kalau yang kota hampir sudah tercukupi,” sebutnya.

Ia menyebutkan kabupaten yang masih mengalami kekurangan guru saat ibi diantaranya Natuna, Anambas, hingga Lingga. “Di tahun 2018 kami harapkan beberapa kekurangan tenaga pengajar ini akan kami coba penuhi. Dalam waktu dekat ini kami akan ke sana untuk melakukan pendataan tenaga guru ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai pembukaan calon PNS yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara, Reformasi dan Birokrasi (KemenpanRB), Arifin mengungkapkan telah mengajukan jumlah kuota guru yang akan dibuka. “Kalau kuota kita inginnya banyak, tapi sudah diterima 500 saja sudah sangat bersyukur,” terangnya.(cr17)

Hanya Karimun dan Bintan yang Beruntung

0

batampos.co.id – Meskipun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) menyatakan Provinsi Kepri mendapat predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Tetapi hal itu, tidak menjadi acuan untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2018 ini. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, Heru Pudyo Nugroho mengatakan salah satu faktornya adalah terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

“Predikat WTP tidak lagi menjadi acuan untuk mendapatkan DID. Karena harus didukung dengan pelaporan keuangan yang baik,” ujar Heru Pudyo Nugroho, Rabu (13/12) di Tanjungpinang.

Menurut Heru, DID 2018 dari Pemerintah Pusat untuk Provinsi Kepri meningkat signifikan dari sebelumnya 2017 hanya sebesar Rp 7,5 miliar, naik menjadi Rp 59 miliar. Akan tetapi, alokasinya tersebut hanya diperuntukan bagi dua daerah. Yakni Kabupaten Karimun Rp 41,250 miliar. Sedangkan Kabupaten Bintan kebagian Rp 17,750 miliar.

“Sedangkan Pemda lainnya termasuk Pemprov Kepri tidak menerima. Kabupaten Karimun dan Bintan yang dinilai berhasil dalam pelaporan keuangan daerah,” papar Heru.

Dijelaskannya, DID diberikan pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atau reward bagi pemerintahan daerah yang berhasil atas capaian opini WTP atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun sebelumnya. Penilaian juga atas ketepatan waktu pengesahan Perda APBD dan E-Government.

“Selain itu adanya indikator kemajuan pada kinerja kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah, pelayanan dasar publik, pelayanan pemerintahan umum dan upaya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, DID yang didapat bisa dipergunakan untuk program pembangunan infrastruktur utama di daerah yang bersangkutan. Atas dasar itu, ia berharap bagi daerah yang dapat dapat mengoptimalkan anggaran yang sudah ada. Sehingga memberikan manfaat bagi percepatan pembangunan daerah.

“DID bisa menganggarkan untuk program pembangunan yang utama, seperti fisik, kesehatan, pendidikan dan lainnya sesuai dengan program Pemda dan masuk dalam APBD,” jelasnya lagi.

Ditambahkannya, bagi Pemda yang tidak kebagian rezeki, harus segera melakukan evaluasi. Menurutnya, DID sangat bernilai guna untuk kegiatan pembangunan daerah. Artinya ada penambahan anggaran diluar Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Bagi Hasil (DBH) maupun Dana Desa.

“Setiap rupiah yang didapat tentu sangat berarti. Karena bisa berkontribusi untuk mendukung kegiatan daerah,” tutup Heru.

Terpisah, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengaku belum mendapatkan Peraturan Kementerian (Permen) Keuangan terkait alokasi dana untuk Kepri tahun 2018. Jika memang ada penurunan diberbagai bidang, sudah seharus melakukan evaluasi.

“Setelah menerima LHP nanti, kita akan melakukan evaluasi. Tentu sayang kalau DID lepas dari genggaman kita,” ujar Jumaga.(jpg)

Pusat Destinasi Berciri Khas Melayu

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun ingin Pulau Dompak bukan hanya menjadi Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri namun juga dapat dimanfaatkan untuk beragam destinasi. Sebuah destinasi yang lengkap dan menjadi ikon Ibu Kota yang bernuansa khas Melayu.

“Kita ingin masyarakat datang tidak hanya mengurus berkas administrasi saja namun juga dapat menikmati keadaan Pulau Dompak,” ujar Nurdin saat meninjau beberapa proyek pembangunan di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (13/12).

Di antara yang ditinjau Nurdin adalah perapian bahu di sepanjang jalan serta pembangunan pintu masuk dan gapura jembatan.

Di tengah-tengah peninjauannya tersebut juga Nurdin sempat berbincang bersama para pekerja yang sedang istirahat. Nurdin berpesan agar dalam menyelesaikan pekerjaan harus penuh dengan ketelitian.

“Tentu kita mengejar waktu dalam menyiapkannya, namun juga harus diiringi dengan ketelitian dan perhatikan juga keselamatan kerja baik bapak-bapak sekalian maupun dari masyarakat yang sedang melintasi jalananan sekitar,” pesan Nurdin.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur di Dompak, Gubernur juga berkunjung kebeberapa Kantor seperti Gedung Satpol PP yang sedang dibangun, Dinas Kebudayaan, Gedung LAM, Gedung Wanita dan Dinas Kominfo.

Saat mengunjungi Gedung Satpol PP, Gubernur menginstruksikan agar di sekitar gedung yang masih ada lahan agar diproyeksikan untuk membangun pusat kegiatan olahraga. Tentu sarana yang dapat digunakan baik untuk berbagai iven besar atau digunakan masyarakat setempat.

“Jadi semua ada di Dompak, ada wisata olahraga, wisata religi, wisata budaya dan wisata kuliner juga akan kita buat di sekitar Masjid Raya Dompak,” sambung Nurdin.

Untuk mewujudkan hal tersebut rencananya, Nurdin akan membentuk Badan yang khusus mengelola Pulau Dompak.

“Agar lebih terkendali dan pengawasan melekat dapat terus dilakukan, nantinya Badan Pengawas Pulau Dompak akan berada di Dinas PU,” tambahnya.

Selanjutnya Gubernur mengunjungi Dinas Kebudayaan. Saat berkunjung, sedang diselenggarakan kegiatan peluncuran buku 1001 Pantun karya Maestro pantun H. Muhammad Ali Ahmad (Ali Pon). Mengambil sambutan singkat pada acara tersebut Nurdin mengatakan sangat menyambut baik beragam karya yang dihasilkan oleh putra daerah. Apalagi karya yang dihasilkan tersebut dapat dijadikan bekal berharga dan dapat dinikmati oleh anak cucu di masa depan.

Lalu Gubernur mengunjungi Gedung LAM dan Gedung Wanita, Nurdin menyanjung kedua Gedung tersebut yang dikatakannya penuh dengan kreativitas karna memiliki ornamen-ornamen yang berbeda, melihat hal tersebut kedepan Nurdin ingin agar pembangunan gedung-gedung di Dompak harus bernuansa dan beronamen khas melayu.

Terakhir Gubernur melakukan kunjugannya ke Kantor Diskominfo, Gubernur disajikan ruangan yang berisikan pengelolaan informasi terkait pemerintahan Provinsi Kepri yang dinamakan Kepri Integrated Information System (KIIS).

Semua Bank data yang ada di lingkup Pemerintahan nantinya semua terhubung di Diskominfo nantinya akan dibuatkan aplikasi yang akan langsung bisa dilihat dan dipantau langsung diruang kerja Gubernur. Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah yang ikut pada kunjungan tersebut mendukung penuh keberadaan IT di pusat pemerintahan Kepri yang tujuannya agar lebih mempermudah berbagai proses pekerjaan. (bni)