batampos.co.id – Jajaran Polsek Kundur berhasil meringkus dua kawanan jambret, Rabu (8/11) lalu. Pelaku berinisial Hr, 15, dan Al, 15, merupakan anak putus sekolah.
Kedua pelaku jambret ditangkap di tempat yang berbeda sekitar pukul 17.45 WIB. Mereka beraksi di Simpang Lubuk, Kelurahan Tanjungbatu Barat dengan membawa kabur dompet milik Siti Nuraisyah.
“Dua pelaku jambret tersebut berhasil membawa kabur dompet berisikan uang Rp200 ribu, dan satu unit ponsel. Selain itu, surat penting seperti kartu ATM, KTP, STNK, dan satu lembar kwintansi surat jual beli tanah. Kedua pelaku berhasil kita tangkap berdasarkan laporan dengan ciri-ciri yang disebutkan korban,” tegas Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono.
Disebutkan, saat beraksi kedua pelaku menggunakan sepeda motor Honda vario nomor polisi BP 2636 SK warna hitam. Sepeda motor pelaku sudah diamankan di Mapolsek. Selanjutnya kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan bersama barang bukti dalam dompet milik korban tersebut. “Tertangkapnya kedua pelaku juga berkat kerjasama dan peran aktif masyarakat,” tutur Wisnu Edhi.
Kapolsek juga mengakui kasus jambret yang terjadi dirasa meresahkan masyarakat, sehingga dengan tertangkapnya pelaku dapat menjadikan Kundur kondusif. Disebutkan kedua pelaku merupakan anak putus sekolah dalam hal ini diminta peran aktif orang tua untuk mengawasi pergaulan anaknya di luar rumah. (ims)
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat membuka rapat kerja camat, lurah dan kepala desa di Gedung Nasional, Kamis (9/11). F. Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018 diperkirakan naik dari Rp 16, 4 miliar menjadi Rp 49 miliar. Kenaikan ini sesuai aturan yang berlaku bahwa pemerintah daerah harus mengalokasikan 10 persen dari Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK) untuk 42 desa. Sedangkan untuk Dana Desa (DD) di tahun 2018 tidak mengalami kenaikan, masih sama dengan tahun 2017 yakni sebesar Rp 35,8 miliar.
“Kalau dilihat, per satu desa akan mencapai Rp 1 miliar nanti yang digabungkan DD dan ADD. Saya minta kepada kepala desa (Kades) harus benar-benar merealisasikan anggaran tersebut sesuai aturan yang berlaku,” pesan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat membuka rapat kerja camat, lurah dan kepala desa di Gedung Nasional, Kamis (9/11).
Langkah kebijakan dalam rangka mengoptimalisasikan pengelolaan DD dan ADD serta BKK agar bisa meningkatkan kompentensi SDM aparatur desa dan kecamatan. Selain itu, bisa meningkatkan peranan Tim Satgas Kabupaten untuk membantu desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan desa, melalui Aplikasi Sistem Keuangan Desa (ASKD).
“Tahun depan desa jangan menuntut lagi untuk memasukkan pembangunan fisik. Silakan merealisasikan pembangunan infrastruktur dengan menggunakan DD. Sedangkan ADD bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan sumber daya manusia termasuk aparatur desa,” paparnya.
Selain itu, kata Rafiq, dalam merealisasikan DD maupun ADD harus koordinasi dengan Polri dalam hal ini Polres Karimun maupun polsek-polsek sebagai pendamping dalam penyerapan DD dan ADD di setiap Desa. Sehingga alokasi yang cukup besar tersebut benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa itu.
“Jangan sungkan-sungkan kades, semuanya demi kebaikan kita bersama. Jangan sampai tersandung hukum akibat salah penggunaan DD dan ADD,” tuturnya.
Sementara Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, pihaknya memprioritaskan pencegahan dalam pengelolaan DD, selain melakukan pengawasan dan penanganan di setiap desa. Apabila merasa ragu, segeralah melakukan konsultasi kepada pihaknya baik melalui Babinsa, Polsek maupun Kasatreskrim. “Yang penting mari kita bersama-sama membangun desa melalui DD yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Desa Pangke, Efendi ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, pihaknya selama ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam merealisasikan DD. “Insya Allah tidak ada masalah, saya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pembangunan infrastruktur,” katanya. (tri)
Bupati Bintan Apri Sujadi menandatangani komitmen bersama disaksikan ketua Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi di Gedung nasional Tanjunguban, Kamis (9/11) pagi. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Debby Maryanti resmi menjabat Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Bintan. Pengukuhan langsung dilakukan oleh Ketua V pengurus YKI Pusat Penny Iriana Masetio serta dihadiri Bupati Bintan Apri Sujadi di Gedung Nasional Tanjunguban, Kamis (9/11) sekitar pukul 09.00 pagi.
Apri Sujadi menuturkan, penandatanganan komitmen bersama merupakan kerja sama, di mana yayasan ini menjadi patner pemerintah daerah dalam mengoptimalkan program peningkatan kesehatan. Harapnya, kehadiran yayasan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Bintan yang membutuhkan layanan kesehatan ini.
“Selamat kepada ketua YkI Bintan beserta seluruh pengurus yang sudah
dilantik. Harapannya, semloga yayasan ini benar-benar bermanfaat bagi
masyarakat kita,” katanya.
Sementara Ketua Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi mengatakan, dirinya bersama pengurus siap mengemban amanah yang telah diberikan. Ditambahkannya, keberhasilan YkI Bintan ke depan, bukan saja bertumpu pada dirinya, tetapi koordinasi antar pengurus dan pihak lainnya harus maksimal.
“Ini tugas mulia yang kita harap bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat kita khususnya dalam bidang kesehatan. Yang paling penting nanti kerjasama kami semua agar YKI ini benar-benar dapat dirasakan keberadaannya,” ungkapnya.
Setelah penyerahan cinderamata, Bupati Bintan bersama pengrusus YKI Pusat dan YKI Bintan melakukan peninjauan layanan IVA dan baksos low vision. Di sela peninjauan, Deby menjelaskan bahwa dirinya menaruh harapan besar agar setelah hadirnya YKI di Bintan dapat menuntaskan atau minimal mengurani angka penderita kanker di Bintan.
“Harapannya, YKI Bintan dapat menyelesaikan minimal mengurangi. Yang paling penting masyarakat kita harus paham dan sadar akan penyebab serta bahaya kanker,” tutupnya.
Sekedar diketahui, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) merupakan organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker. Maraknya kasus kanker seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker kulit melanoma, kanker darah atau leukimia dan sebagainya membuat YKI hadir dengan tujuan untuk mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan
kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif. (cr21)
Warga saat mendatangi lokai penambangan timah di Kampung Sekuning, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Jumat (3/11) usai melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan. F. Slamet/batam Pos.
batampos.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri, Yerri Suparna mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup belum ada mengeluarkan Izin Pinjam Pakai kawasan Hutan Produksi (HP) di lokasi eksplorasi yang dilakukan PT. Adhikarya Dwi Sukses (ADS) di Sekuning, Bintan.
“Sepengetahuan saya belum ada dikeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Produksi (IPPKHP). Yang jelas kita cek dulu, apakah sudah ada diterbitkan tiga tahun yang lalu,” ujar Yerri Suparna, Kamis (9/11).
Menurut Yerry, untuk melakukan aktivitas pertambangan di kawasan hutan produksi, aturan mainnya adalah harus mendapatkan izin pinjam pakai dari Kementerian Kehutanan terlebih dahulu. Jika belum ada, perusahaan sebaiknya tidak melakukan aktivitas apapun.
“Berdasarkan UU Kehutanan, untuk melakukan aktivitas pertambangan di kawasan hutan produksi harus mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan terlebih dahulu,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan, Abu Bakar mengatakan, pihaknya memang ada memberikan penjelasan, bahwa lokasi eksplorasi PT. ADS merupakan hutan produksi. Menurut Abu Bakar, kawasan tersebut digunakan, dengan syarat mendapatkan izin pinjam pakai dari Kementerian LH.
“Sepengetahun kami, sampai saat ini belum ada izin pinjam pakai yang diterbitkan pada kawasan tersebut,” papar Abu Bakar.
Sementara itu, Humas PT. ADS, Andi Cori mengatakan pihaknya sudah menghentikan proses eksplorasi yang dilakukan selama tiga bulan belakangan ini. Menurutnya dari hasil penelitian yang dilakukan, kawasan tersebut tidak menyimpan banyak potensi timah. Adapun kandungan yang tinggi adalah pasir darat.
“Makannya kita mengajukan revisi izin ke Pemerintah Provinsi Kepri. Yakni, izin untuk penambangan pasir darat, bukan lagi timah,” ujar Andi Cori dalam konfrensi pers di Tanjungpinang, kemarin siang.
Disinggung, apakah pengajuan perubahan tersebut hanya modus untuk mendapatkan dua objek tambang tersebut. Andi Cori mengatakan, hanya boleh satu perizinan. Maka diputuskan untuk mengajukan revisi dari perizinan tambang timah menjadi pasir.
“Untuk lokasi yang kami lakukan eksplorasi tentunya akan ditutup atau direklamasi,” tegas Cori.
Mengenai adanya penjelasan dari DLH Kepri. Koran ini, berupaya untuk melakukan konfirmasi apakah PT. ADS sudah mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk melakukan eksplorasi timah kepada Humas PT. ADS, Andi Cori. Akan tetapi, pesan singkat yang dikirim belum mendapatkan respon. Seperti diketahui, izin ekplorasi PT. ADS dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tanggal 6 Desember 2016 lalu.(jpg)
Walikota Lis Darmansyah ketika melantik dua pejabat pratama di Senggarang, Kamis (9/11). F. Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Keinginan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melantik dua pejabat pratama terwujud. Kamis (9/11) kemarin, Lis melantik Irwan dan Djasman di di Aula Gedung Wanita Senggarang.
Pelantikan dua pejabat ini adalah keharusan mengingat pejabat sebelumnya akan memasuki masa pensiun. Irwan dilantik sebagai Asisten Administrasi perekonomian dan Pembangunan menggantikan Robert Pasaribu. Sementara Djasman dilantik sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga menggantikan Gunawan Grounimo.
Baik Irwan maupun Djasman sudah lulus dalam seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilaksanakan pada 13 Februari hinga 5 Juli 2017 lalu.
Lis berharap, pelantikan keduanya bisa meningkatkan kinerja Pemko Tanjungpinang ke depannya. “Kita harus bersama-sama mewujudkan good governance di lingkungan kerja kita,” ungkapnya.
Pelantikan ini begitu lama tertunda lantaran sebelumnya Lis telah melewati tenggat akhir wewenang melantik pejabat sebagai kepala daerah. Namun, mengingat urgensi yang tak bisa ditawar-tawar, Pemko Tanjungpinang lantas memohon permakluman kepada Komisi Aparatur Sipil Negara, Gubernur Kepri, dan Menteri Dalam Negeri.
Hasilnya, Pemko Tanjungpinang dalam pelantikan ini telah mengantongi persetujuan dari Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dengan Nomor : 130/1305/SET tertanggal 4 Oktober 2017 dan disetujui oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Nomor : 800/3984/SJ tanggal 5 September 2016 sebagai dasar hukum. (aya)
Petugas Pertamina menyusun tabung gas 3 Kg untuk dijual di Tanjungunggat Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin mengatakan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) berencana mengusulkan kenaikan harga gas LPG 3 Kg di Pulau Bintan. Menurut Burhanuddin, kenaikan tersebut harus melalui berbagai kajian.
“Belum lama ini memang ada pembicaraan dengan Hiswana dan Pertamina bersama Disprindag Kepri, Bintan dan Tanjungpinang. Topik pembahasannya adalah mengenai kenaikan harga gas 3 Kg di Bintan dan Tanjungpinang,” ujar Burhanuddin, Kamis (9/11).
Ditegaskan Burhanuddin, pada pertemuan tersebut tidak ada dibahas terkait rencana menaikan harga gas LPG 12 Kg dan LPG 5,5 Kg. Mengenai adanya surat yang diterbitkan Hiswana tersebut, Burhanuddin mengaku akan melakukan koordinasi kembali kepada pihak terkait.
“Kita juga heran, karena pembahasan kemarin hanya fokus pada LPG 3 Kg. Sedangkan untuk lain tidak ada dibicarakan,” tegas Burhanuddin.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mengatakan sekarang ini adalah bukan waktu yang tepat untuk menaikan harga gas tersebut. Ia khawatir, ketika harga gas LPG 12 Kg, 5,5 Kg, dan 3 Kg dinaikan akan mempengaruhi biaya hidup masyarakat. “Kita tahu, kondisi ekonomi Kepri berada dalam situasi yang sulit. Artinya sekarang ini bukan momentum yang tepat untuk membuat kebijakan tersebut,” papar Iskandarsyah.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri itu khawatir, akan terjadinya eksodus penggunaan gas dari yang lebih besar beralih ke lebih kecil. Ia juga miris, Kepri adalah merupakan daerah penghasil migas. Seharusnya, dengan adanya sumber daya tersebut bisa memberikan kesejahteraan masyarakat. “Kami minta Disprindag memastikan hal ini. Karena ini menyangkut beban hidup masyarakat Kepri,” tegas Iskandarsyah.(jpg)
batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, hingga saat ini masih terus mencari keberadaan M Nasihan, satu dari dua tersangka atas kasus dugaan korupsi dan pencurian uang kerjasama Asuransi Kesehatan (Askes) Tunjangan Hari Tua (THT) PNS dan honorer Pemko Batam di PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ).
“Sampai sekarang kita belum mengetahui dimana keberadaan pasti tersangka (M Nasihan, red). Ini kita masih terus berupaya untuk memburu keberadaannya,” jelas Wakajati Kepri, Asri Agung, Kamis (9/11).
Ia menuturkan pihaknya juga kini tengah meminta bantuan Kejati Provinsi DKI Jakarta, untuk ikut membantu mencari keberadaan pria yang merupakan mantan pengacara PT BAJ tersebut. “Yang jelas saat ini tersangka sedang bersembunyi. Soalnya kita panggil secara patut dia gak datang, kita datangi kerumahnya juga gak ada ditempat. Pokoknya kapan diketahui posisinya dimana, langsung kita tangkap dia,” terangnya.
Asri juga menjelaskan terkait perkembangan perkara terhadap kedua tersangka tersebut, saat ini pihaknya tinggal hanya melakukan pemeriksaan tambahan pendalaman saksi ahli untuk melengkapi berkas.
“Berkasnya sudah hampir selesai. Saat ini sudah 15 saksi yang diperiksa, termasuk didalamnya penambahan saksi ahli,” imbuhnya.
Sebelumnya, Majelis Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Santonius Tambunan, menolak seluruhnya permohonan gugatan praperadilan tersangka korupsi dana Asuransi Kesehatan (Askes) dan JHT PNS dan THL Pemko Batam, M Nasihan.
“Pengadilan menolak seluruhnya permohonan dan menyatakan penetapan tersangka terhadap M Nasihan yang dilakukan termohon telah sesuai prosedur dan aturan hukum,” ujar santonius dalam sidang putusan praperadilan yang dihadiri pemohon dan termohon di PN Tanjungpinang, Senin (30/10) lalu. (cr20)
Petugas lapas menunjukan foto dua napi yang kabur, Rabu (8/11) lalu. F. Choki/Batam Pos.
batampos.co.id – Dua Narapidana (Napi) Lapas Batu 18 Tanjungpinang, M. Efendi bin Herman,33, dan Rio Syaripan alias Rio bin Ramli,29, berhasil kabur dengan memanjat tembok lapas menggunakan kain sarung, Rabu (8/11), sekitar pukul 18.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan keberadaan kedua napi tersebut belum diketahui.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Lapas (Kalapas) batu 18, Tanjungpinang, Haswem Hasan.”Benar, dua orang napi kita kabur. Mereka memanjat dinding di belakang lapas,” terang Haswem, di Lapas batu 18 Tanjungpinang, Kamis (9/11).
Haswem menjelaskan, berhasilnya kedua napi ini kabur dikarenakan mereka (napi, red) itu memanfaatkan kerumunan dari napi lainnya yang ingin melaksanakan salat berjamaah di lapas.
“Tepatnya, saat mau salat kedua napi ini nyelip dari barisan. Pelan-pelan mereka pergi ke belakang dan memanfaatkan sarung yang dipakai untuk memanjat tembok yang diikat kuat,” ungkapnya.
Menurut Haswem, kaburnya napi tersebut juga sempat terekam Cctv lapas, namun saat peristiwa itu terjadi, seluruh petugas yang ada sedang menjaga seluruh napi yang ingin melaksanakan salat.
“Pelarian napi ini murni dilakukan berdua, tanpa ada bantuan dari orang luar. Itu terlihat jelas dari gambar yang sempat terekam di Cctv kita,” sebutnya.
Untuk menangkapmkembali kedua napi tersebut, pihak Lapas sudah berkoordinasi dengan Polres Bintan dan Polres Tanjungpinang.
“Kami akan cari keduanya dengan usaha maksimal. Mudah-mudahan segera ditemukan. Kepada seluruh masyarakat, jika menemukan kedua orang itu, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” jelasnya.
Diketahui kedua napi yang kabur ini merupakan pindahan dari rutan dan lapas di Batam. Mereka (napi) sama-sama terjerat kasus pencabulan dengan hukum berbeda.
Rio Syaripan divonis 14 tahun, dalam dua kasus yang sama, Sedangkan M. Efendi divonis 9 tahun penjara. (cr20).
batampos.co.id – Komisi II DPRD Kota Batam menyoroti anggaran 2018 untuk konsumsi nasi kotak di Sekretariat Pemko Batam dalam Rapat Dengar Pendapat, Kamis (9/11).
Menurut sejumlah anggota dewan harga tersebut terlalu mahal dan kurang masuk akal. Apalagi saat ini Pemko sedang defisit.
“Nasi kotak apa yang harganya sampai Rp 50 ribu. Sedangkan yang harga 30 ribu aja sekarang sudah dapat dua lauk,” kata anggota komisi II, Idawati.
Ia juga protes karena harga setiap nasi kotak untuk kegiatan yang berbeda tidak sama. Misalkan,anggaran untuk petugas penjaga keamanan dengan anggaran untuk petugas lainnya bisa sama. Ada yang harganya Rp 35 ribu satu kotak dan ada yang harganya Rp 50 ribu satu kotak.
“Misalnya di sini, ada anggaran untuk anak yatim piatu Rp 35 ribu satu kotak. Tetapi ada anggaran untuk kegiatan lain Rp 50 ribu.Kenapa tidak diseragamkan saja Rp 30 ribu,”katanya.
Menurutnya pembelian konsumsi untuk kegiatan yang bukan untuk internal pegawai ini kelihatan kecil. Tetapi sesungguhnya sangat besar. Ini karena satu acara bisa dihadiri ratusan atau ribuan orang misalnya Mtq, atau kegiatan lainnya.
Anggota komisi II lainnya, Ucok Tambusai juga menilai, anggaran untuk nasi kotak ini perlu dipertanyakan. Kenapa bisa untuk satu nasi kotak harganya Rp50 ribu. Tetapi di lain sisi,ada satu nasi kotak yang masih bisa dijangkau diharga Rp 35 ribu.
“Ini perlu diperbaiki lagi penganggarannya.Kok bisa dibeda-bedakan. Dan kenapa tidak disamakan saja di harga yang terendah,”katanya.
Sementara Dandis Rajagukguk anggota komisi II dari fraksi PDI Perjuangan melihat kurang bagusnya perencanaan anggaran oleh sekretariat Pemko Batam. Ia melihat untuk satu pos anggaran dan kegiatan yang sama harusnya nilai anggarannnya sama.
“Kalau memang sama-sama satu kegiatan kenapa sampai beda-beda anggarannya. Itu tidak boleh,” katanya.
Sementara itu Faisal Riza dari bagian administrasi pembangunan Setda Kota Batam mengatakan anggaran untuk nasi kotak Rp50 ribu itu besar karena selain nasi sudah termasuk makanan ringan. Meski demikian, ia mengaku bahwa ini masih akan diperbaiki lagi.
“Ini mungkin sudah termasuk teh ataupun snack. Tapi akan diperbaiki lagi,”katanya. (ian)
Korban laka lantas tewas mengenaskan di lokasi kejadian di jalan raya Busung, Tanjunguban, Rabu (8/11) malam. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Suasana duka menyelimuti Perumahan Korindo Kijang Kecamatan Bintan Timur. Warganya Andrias Siswanto (42) tewas dalam kecelakaan maut di jalan raya Busung Tanjunguban persisnya di tikungan tajam dekat proyek pembangunan Bandara Internasional Busung, Rabu (8/11) sekitar pukul 18.30.
Pekerja di perusahaan agensi Pertamina Trans Kontinental (PTK) Tanjunguban ini tutup usia tepat di hari kelahiran. Kronologisnya, awalnya korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BP 4676 DQ dari Tanjunguban ke arah Tanjungpinang.
Lalu saat itu, seorang petani bernama Mbah Min berjalan searah di depan korban. Di luar dugaan, sepeda motor yang dikendarai korban menabrak warga kebun lima yang berusia 58 tahun.
“Mbah Min terjatuh di pinggir jalan setelah bahu sebelah kanannya disenggol stang sepeda motor korban,” kata Kasat Lantas Polres Bintan AKP Anjar Yagota kepada Batam Pos, kemarin.
Akibat kejadian itu, korban juga terjatuh di pinggir jalan. Belum sempat bangun, tiba-tiba dari arah yang sama, mobil Toyota Avanza bernomor polisi BP 1745 YT yang dikemudikan oleh Rizal Alfajri, adik karyawan Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjunguban melaju serta menabrak bagian kepala korban serta menyeret motor dan tubuh korban beberapa
meter. “Diduga sopir kurang konsentrasi dalam mengemudi mobil, sehingga langsung menabrak dan melindas korban,” katanya.
Usai kejadian, sopir mobil langsung diamankan di kantor Satlantas polres Bintan di Tanjunguban, sedangkan korban diangkat dengan dibantu pihak rumah sakit. “Barang bukti sudah kita amankan dan kasus ini lagi dibuat laporan. Ditaksir kerugian sekitar satu juta,” sebutnya.
Pantauan di rumah sakit malam itu kerabat korban melepaskan tangisan histeris di ruang unit gawat darurat. Lalu dibawa ke ruangan jenazah, korban dibersihkan dan dijahit wajahnya yang sudah remuk akibat dilindas mobil. “Dagunya bergeser sehingga
harus dijahit,” ujar seorang petugas medis.
Di luar rumah sakit, ramai kerabat korban yang berdatangan. Sanusi Sitompul, salah satu rekan korban turut berduka. kepergian rekannya itu, cukup mendadak dan mengejutkan, karena siang hari itu dirinya masih berpapasan dengan korban di salah satu kedai kopi di
Tanjunguban. “Hanya menyapa saja tidak biasanya kami selalu mengobrol,” ungkap warga Tanjung permai ini.
Selama mengenal korban, ia mengakui, korban merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul, bahkan korban selalu memulai menyapa pada tiap kesempatan. Ia juga mengaku terkejut, karena hari meninggalnya korban bertepatan dengan hari lahirnya. “Mungkin sudah ditunggu keluarganya di rumah, mereka ada acara, karena almarhum hari
ini ulang tahun,” katanya.
Syandi, rekan korban lainnya menyampaikan, korban merupakan sosok yang sangat baik dan ramah. Ia juga tidak menduga kepergian rekannya itu terbilang cepat, apalagi kepergiannya tepat di hari ulang tahunnya. “Sedih, anak-anaknya juga masih kecil.
Istrinya guru di kijang,” sahut rekan lainnya. (cr21)