Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12786

Penghuni Rusun Semakin Sepi

0
Rusun Pemko Batam di Tanjunguncang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pemko di Tanjunguncang semakin sepi. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun Pemko, Teguh tidak menampiknya, hal itu lantaran lokasi Rusun Tanjunguncang yang jauh dari keramaian.

“Iya memang semakin sepi. Alasannya lokasinya yang jauh,” ujar Teguh, Minggu (14/1).

Dia mengatakan selain lokasi, lesunya industri galangan kapal menjadi faktor utama rusun tersebut sepi. Pasalnya, sebagian besar penghuni rusun adalah para pekerja galangan kapal.

“Galangan sepi, peminat rusun juga sepi. Banyak yang sudah pulang kampung juga,” katanya.

Berbeda dengan rusun yang ada di Mukakuning, Sekupang maupun Fanindo, Batuaji. Penghuninya ramai, lantaran lokasinya yang strategis. “Malahan banyak yang antri,” jelasnya.

Hal serupa juga diakui pengelola Rusun Tanjungucang, Suyadi. Peminat rusun semakin menurut setiap bulannya. Saat ini penghuni rusun itu tak lebih dari 300 penghuni. Padahal jumlah kamar yang disediakan sebanyak 700 unit. “Sebagian ada yang pulang kampung sebagian juga ada yang pindah,” katanya.

Meski menawarkan harga yang cukup murah untuk harga sewaan dengan fasilitas yang cukup memadai, namun tetap, keberadaan rusunawa tersebut kurang diminati warga. (une)

Tolong Beri Nama Anak Saya, Ros ….

0

batampos.co.id – Belum diketahui siapa orangtua yang tega meletakkan bayi mungil itu di teras rumah, kala batam sangat dingin. Ada secarik kertas menyertainya.

Aktivitas Pelabuhan Batam Center Normal meski ….

0
Sejumlah turis Singapura berjalan di jembatan penyebrangan Pelabuhan Internasional Batamcente. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca yang tergolong ekstrem di awal tahun ini ternyata tidak menghambat aktivitas pelayaran di Pelabuhan Internasional Batam Center. Aktiftas pelabuhan masih seperti biasa bahkan tergolong normal.

Kepala Operasional Pelabuhan Batam Center, Sobri mengatakan seluruh armada kapal tetap berjalan sesuai jadwalnya masing-masing. Tidak ada penundaan begitu juga dengan kapal yang datang juga tidak mengalami keterlambatan.

“Semuanya normal. Berjalan seperti jadwalnya,” ujar Sobri, Minggu (14/1).

Bahkan ia mengakui kondisi cuaca Batam yang ekstrim bahkan disertai angin dalam beberapa hari terakhir tidak mempengaruhi pada jumlah pengunjung. “Pengunjung yang ingin berangkat baik ke negara Singapura ataupun Malaysia juga ramai. Sepertinya kondisi cuaca tidak mempengaruhi,” tuturnya.

Pantauan di pelabuhan, antean panjang di lantai dua yang menuju imigrasi sangat panjang. Panjang antrean mencapai hingga konter yang di depan eskalator.

Namun suasana dilantai satu dan kedatangan tidak terlalu ramai seperti lantai dua. Bisa dikatakan pelabuhan masih sepi dan normal.

Beberapa orang yang terlihat mengantre di konter-konter operator Kapal di lantai satu, area pelabuhan. Sedangkan yang lainnya, terlihat duduk sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal menuju Singapura atau Malaysia. (rng)

Bayi Mungil “Dititipkan” selama Setahun di Teras Rumah Orang

0

batampos.co.id – Bayi mungil itu tidak dibuang, hanya “dititipkan” selama setahun. Siapa orangtuanya? Tiada yang tahu….

Belanja Happy, Dibayarin Lagi

0

batampos.co.id – Putra Wirawan ketiga saudaranya, Susan, Agustina, dan Leha mengawali berburu belanja di Family Shopping (Famshop). Putra mampu menyelesaikan perburuan belanja. Sayangnya stiker bonus kali ini tak didapatnya. Seperti apa keseruannya, berikut ulasannya.

Putra kali ini memilih tak ikut berburu belanjaan, hanya menunggu depan kasir saja di JC Supermarket BCS Mall, Sabtu (13/1) sore. Putra mengandalkan ketiga saudaranya yang turun berburu belanjaan. Sebelum dimulai, ketiga saudara Putra yakni Susan, Agustina dan Leha diarahkan panitia Family Shopping (famshop), Cindy, mengenai tata cara ikut program famshop yang digelar Batam Pos bekerjasama dengan BPR Sejahtera Batam (SB) tiap seminggu sekali ini.

Peserta yang tinggal di perumahan Baloi Mas Permai Blok A Nomor 11 ini disarankan agar tak mengambil barang belanjaan di atas harga Rp 20 ribu. Peserta hanya diperbolehkan mengambil satu item barang pada produk yang sama. Panitia juga menjelaskan soal bonus Rp 250 ribu yang tersimpan di antara produk tertentu.

“Fokus saja dulu dengan berburu belanja, jangan melebihi harga yang kami tentukan, sembari mencari stiker bonus yang tertempel di salah satu produk. Bila waktu masih tersisa, lanjutkan berbelanja. Bila bonus didapat, total modal belanjanya Rp 750 ribu,” ujar Cindy menjelaskan ke peserta famshop.

Susan, Agustina dan Leha diperbolehkan mensurvei terlebih dahulu tempat belanjaan di setiap sudut lorong rak barang di JC Supermarket BCS Mall. Kali ini peserta mendapatkan waktu undian lumayan panjang yakni sepuluh menit untuk berburu belanja.

Usai mensurvei, ketiga peserta kembali ke garis start yang ditentukan panitia famshop. Begitu semua siap, panitia famshop memberi aba-aba dimulainya famshop dengan membunyikan sirine toa.

Susan bertugas mendorong troli belanjaan. Sedangkan Agustina dan Leha bertugas mencari barang belanjaan.

Lorong pertama yang dimasuki adalah lorong yang menyediakan aneka jenis produk jamur kemasan kaleng.

Susan kembali berlari menuju lorong yang menyediakan aneka produk cemilan coklat. Peserta memilih salah satu produk coklat dan memasukkannya ke lori belanjaan.

Berikutnya ketiga peserta ini mengarahkan trolinya menuju lorong yang menyediakan aneka produk wafer. Satu produk wafer diambilnya.

Kali ini Susan dan dua saudaranya kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka jenis produk es rkim. beberapa produk es krim diambilnya.

Peserta kali ini langkahnya agak santai karena waktu yang didapat lumayan panjang dalam berburu belanjaan. Susan dan kedua saudaranya tampak fokus berburu barang belanjaan dan menghiraukan sementara berburu stiker bonus.

Kali ini peserta kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka produk biskuit. Beberapa biskuit kemasan plastik dimasukkan ke troli belanjaan.

Peserta kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka produk tisu basah. Beberapa tisu basah kemasan plastik diambilnya.

Waktu masih tersisa empat menit, Susan dan dua saudaranya masih fokus mencari barang belanjaan dan mengesampingkan pencarian stiker bonus.

Peserta kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka produk pembalut wanita. Beberapa pembalut wanita dimasukkannya ke troli.

Berikutnya peserta kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka produk deterjen pewangi pakaian. Satu produk deterjen pewangi pakaian diambilnya.

Ketiga peserta juga memasuki lorong yang menyediakan aneka produk pelembut pakaian atau softergent. Beberapa pelembut pakaian diambilnya dan dimasukkannya ke dalam troli belanjaan.

Berikutnya yang dimasuki peserta adalah lorong yang menyediakan aneka produk sabut mandi cair. Beberapa sabun mandi cair kemasan plastik dimasukkan ke troli belanjaannya.

Peserta juga mencari barang incarannya yakni detergen untuk mencuci baju bayi. Beberapa deterjen pencuci baju bayi dimasukkannya ke dalam troli.

Setelah mendapatkan barang belanjaannya, peserta bergerak menuju lorong yang menyediakan aneka jenis produk minyak goreng kemasan plastik satu liter. Beberapa minyak goreng diambilnya.

Peserta kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka jenis produk deterjen cake layer. Satu produk cake layer diambilnya juga.

Sebelum mencari stiker bonus, ketiga peserta mencoba memasuki lorong yang menyediakan aneka produk keripik kentang. Satu produk keripik kentang dimasukkannya ke troli belanjaannya.

Waktu sudah berjalan selama sembilan menit. Troli belanjaan yang didorong Susan pun sudah tampak penuh. Ia langsung berlari menuju lorong aneka produk tisu kering yang terdapat stiker bonus Family Shopping.

Sampai di lorong salah satu produk tisu kering, ketiga peserta sibuk membongkar-bongkar tisu kering mencari keberadaan stiker bonus. Meski beberapa baris sudah dibongkar-bongkarnya, stiker bonus tak bisa didapatnya.

Terakhir peserta mencoba memasuki lorong yang menyediakan aneka jenis minuman jus kemasan botol. Satu produk jus diambilnya dan dimasukkannya ke dalam troli.

“Stop, waktu berburu belanjaan sudah habis. Silakan troli langsung didorong menuju kasir di depan,” ujar panitia famshop, Cindy mengarahkan peserta untuk menghentikan perburuan belanjaannya.

Troli belanjaan didorong ke lorong kasir. Saat pengecekan dan menghitung jumlah harga barang oleh panitia dibantu kasir, tak satupun produk yang dilarang diambil, masuk dalam troli belanjaan peserta.

Setelah semua barang belanjaan dihitung, total barang yang diambil oleh peserta Rp 539.300. Kelebihan belanja Rp 39.300 harus ditanggung atau dibayar oleh peserta sendiri.

“Heeh..tegang juga ya belanja sembari diburu waktu. Kami bertiga memang sengaja tak terlalu memburu stiker bonus. Niat kami tadi kan hanya belanja, nyari kebutuhan rumah, itu saja. Soal tak dapat stiker bonus, tak apa. Belum hokinya kali ya. Intinya happy, semua terhibur, kapan lagi dapat belanja dibayarin. Bisa sekalian untuk oleh-oleh di rumah,” ujar Susan didampingi Putra yang memilih menunggu di depan kasir daripada ikut berburu belanjaan. ***

SB SUPER BOOM BPR SB, Syarat Mudah, Cepat, Banjir Hadiah

Hallo pembaca setia Batam Pos. Tahun baru saatnya bergabung menjadi nasabah baru di BPR Sejahtera Batam, karena program SB SUPER BOOM Periode 2017-2018 masih berlanjut.

Keuntungan program SB SUPER BOOM ini adalah nasabah BPR Sejahtera Batam (SB) berpeluang berkali-kali memenangkan hadiah yang sangat menarik dengan hadiah utama berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia dan total hadiah lainnya mencapai Rp 500 juta.

Seperti yang di ketahui bahwa perekonomian semakin melemah, sehingga berdampak kepada seluruh kalangan. Di balik kesulitan perekonomian tersebut, BPR Sejahtera Batam hadir kembali dengan program terbaik dari kami untuk mensejahterakan warga kota Batam. Kredit serba guna dan kredit fleksibel sejahtera sangat diminati oleh warga batam khususnya wiraswasta yang ingin memajukan usaha.

“Untuk tambahan modal kerja, biaya renovasi, atau biaya pendidikan semuanya bisa mengajukan kredit pinjaman dana di BPR SB, suku bunga mulai dari 8.58 persen dengan maksimal jangka waktu delapan tahun“. Ucap Direktur Utama BPR SB, Sumantri.

Cukup jaminkan BPKB mobil/ sertifikat rumah anda dan bergabung di program SB SUPER BOOM KPR hanya di BPR Sejahtera Batam sekarang juga dengan pelayanan yang terbaik dan terpercaya bersama marketing terbaik di BPR Sejahtera Batam.

Tunggu apa lagi, ayo buruan ke BPR Sejahtera Batam jadi nasabah BPR SB. Raih dan tentukan pilihan hadiahmu di program SB SUPER BOOM dan rencanakan masa depanmu dari sekarang.

Kunjungi segera kantor operasional BPR SB di berbagai wilayah di Batam seperti di Komplek Tanjungpantun Blok A Nomor 13-14 Jodoh, Komplek Pertokoan Aviari Pratama Blok A4 Nomor 8 Batuaji, Komplek Citra Mas Blok A Nomor 4 Penuin, Komplek Pertokoan Botania Garden Blok A1 Nomor 2 Batamkota, dan di Komplek Pertokoan Mitra Raya Blok A Nomor 1 Batamkota. (gas)

Jual Hasil Curian di Facebook, yang Beli Polisi, Ujungnya ….

0
ilustrasi

batampos.co.id – Aksi pencurian sepeda motor di parkiran PT Batamec pada, Senin (8/1) lalu akhirnya terungkap. Jajaran Polsek Sagulung berhasil membekuk Datuk Andre, 37, pelaku pencurian sepeda motor tersebut.

Andre dibekuk polisi di kawasan SP Plaza, Sagulung. Awal penangkapannya bermula saat ia diketahui menjual sepeda motor Yamaha Mio J BP 4671 JM milik Rudy Budi Yanto melalui media sosial dengan cara memasang foto kendaraan bersama dengan harga Rp 1 juta. Ia memposting jualannya tersebut setelah satu jam beraksi.

“Motor itu hilang sekitar pukul 17.00 WIB dan postingannya terlihat sekitar pukul 18.00 WIB,” ujar Kapolsek Sagulung, Minggu (14/1).

Rupanya, upaya Andre untuk menjual hasil curian lewat Facebook itu berhasil diendus polisi. Polisi pun kemudian melakukan operasi penangkapan dengan berpura-pura sebagai pembeli. Dimana sebelumnya, polisi mengajaknya bertemu di SP Plaza dengan syarat membawa serta motor curian tersebut.

“Setelah motor itu dicek fisiknya, ternyata motor tersebut hasil curian sesuai dengan data ranmor yang dilaporkan di Polsek Batuaji,” katanya.

Pelaku pun tak berkutik. Ia langsung digelandang di Kantor Mapolsek Sagulung. Selain Andre, Polsek Sagulung juga masih memburu satu tersangka lagi yakni Gayus. DPO tersebut diketahui membantu Andre saat mencuri motor.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(une)

Ingin Jalan Lingkungan Disemen? Usulkan saat Musrenbang

0

batampos.co.id – Keluhan warga perumahan Rabayu dan Laguna Regency Marina, terkait akses jalan perumahan yang becek dan berlumpur selama musim hujan ini ditanggapi oleh pihak kelurahan Tanjungriau. Pihak kelurahan memintah agar masyarakat melalui perangkat RT/RW setempat untuk mengusulkan semenisasi jalan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat kelurahan nanti. Jika usulan tersebut direstui maka semenisasi jalan akan dilakukan melalui anggaran Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK).

Lurah Tanjungriau Salmadi mengakui, memang kondisi jalan menuju pemukiman warga itu belum tersentuh semenisasi sama sekali. Itu karena jalan tersebut merupakan jalan lingkungan perumahan yang tidak terakomodi dalam proyek peningkatan infrastruktur jalan pemerintah kota Batam ataupun provinsi Kepri.

“Bisa dimasukan dalam PIK, tapi harus diusulkan dulu melalui Musrembang. Kalau tidak diusulkan tak bisa juga kami langsung tunjuk begitu saja. Tetap harus melalui prosedur,” ujar Salmadi.

Sejauh ini sambung Salmadi,pihaknya belum menerima usulan apapun terkait peningkatan infrastruktur jalan pemukiman itu, sehingga pihaknya tidak bisa langsung ambil tindakan. “Semua harus melalui proses. Nanti kami yang disalahkan kalau langsung main tunjuk saja. Makanya RT/RW setempat harus peran aktif,” ujar Salmadi.

Untuk tahun 2018 ini, anggaran PIK Tanjungriau, diakui Salmadi memang fokus untuk peningkatan jalan dan drainase perumahan, namun untuk wilayah Marina memang belum ada sebab belum ada usulan sebelumnya.

“Ada beberapa titik tahun ini sesuai anggaran (Rp1,1 miliar) yang dialokasikan. Lokasinya saya lupa, cuman daerah Marina belum ada,” tutur Salmadi.

Namun demikian Salmadi, memintah warga Marina untuk tidak berkecil hati, sebab anggaran PIK tersebut masih berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Sehingga dia berharap agar kebutuhan masyarakat itu disampaikan ke musrembang yang akan datang.

Sebelumnya masyarakat perumahan Rabayu dan Laguna regency, mengeluhkan kondisi jalan menuju perumahan mereka yang becek dan berlumpur. Akses jalan menuju ke pemukimana warga itu belum tersentuh aspal atau semenisasi sama sekali.

Selama musim penghujan ini, tidak sedikit warga khususnya ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor terjatuh di lokasi jalan itu. Kendaraan roda kerap hilang kendali jika berusaha menerobos tebalnya lumpur di jalan tersebut. Terakhir apes serupa dialami oleh Marlina, seorang ibu rumah tangga di perumahan Rhabayu Regency. Dia terjatuh dari sepeda motorya karena berusaha menerobos tebalnya lumpur di jalan tersebut, Jumat (12/1) pagi.

ilustrasi

“Tak ada jalan lain selain jalan ini. Saya harus antar anak ke sekolah,” ujar ibu dua anak itu.

Lokasi jalan yang dilaluinya itu diakui Marlina memang akses jalan satu-satunya dari perumahan mereka. Kondisi jalan memang sudah tak memungkinkan lagi sebab tak ada cela jalan yang luput dari lumpur dan genangan air.

“Sudah empat tahun saya tinggal di perumahan ini, memang begini terus kondisi jalannya. Kalau musim panas berdebuh, musim hujan seperti ini (becek dan berlumpur),” tutur Marlina.

Ridwan, warga lainnya menuturkan hal yang sama. Kondisi jalan yang tak bersahabat sudah terjadi memang sudah terjadi sejak awal perumahan di sana di bangun. Sampai saat ini kondisi jalan tetap seperti itu.

“Saya malah sudah lima tahun tinggal di sini, memang beginilah kondisinya sejak awal,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, jalan yang becek dan berlumpur itu hanya sekitar 500 meter saja. Itu karena jalan utama di bagian depan perumahan sudah disemenisasi oleh Perintah Provinsi Kepri tahun 2017 lalu. Kondisi jalan memang memprihatinkan sebab seluruh badan jalan digenangi air dan lumpur. Warga harus ekstra hati-hati jika melintasi jalan tersebut.

Pemerintah kota Batam saat dikonfirmasi mengaku jalan masuk perumahan seperti itu sebenarnya masuk tanggung jawab delevoper. Namun untuk menanggapi harapan dan keluhan warga Pemko bisa bantu namun harus melalui usulan musrembang.

“Kalau jalan perumahan kita aloksikan ke anggaran Percepat Infrastruktur Kelurahan (PIK). Setiap kelurahan dapat Rp 1,1 Miliar tiap tahun, nah itu bisa dimanfaatkan untuk semenisasi jalan dan drainase perumahan,” tutur Yudi.

Untuk itu kepada warga Marina, Yudi berharap agar menyampiakan keluhan itu ke pihak kelurahan agar diakomodir dalam anggaran PIK tersebut. (eja)

Pada Awal Pagi Terdengar Suara Bayi di Teras Rumah Rauli, Rupanya….

0

batampos.co.id – Pagi tadi (15/1/2018) sekira pukul 04.30 wib seorang bayi perempuan mungil tergeletak di sebuah rumah di kawasan rumah liar Pemda II RT 002 RW 026 Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji.

Kisahnya bermula kala Robinson Sinaga dan istri Rauli Ritonga, mendengar suara isak tangis bayi di depan rumah mereka.

Kala itu, keduanya tidak merespon apa-apa. Hari masih gelap.

Keduanya mencoba cari tahu datangnya suara hanya dengan mengintip dari jendela kaca.

Saat itu mata mereka tertuju pada seorang bayi yang tergeletak di kursi di teras rumah.

Seketika pasangan suami-istri ini menghubungi Anggiat, tetangga rumah. Anggiat datang sekira pukul 04.30 wib. Saat itulah Robinson dan Rauli berani keluar rumah.

Bayi mungil itu dibalut dengan handuk kombinasi warna putih, oranye dan biru.

Demi menghangatkan badan si bayi, pelaku menutup bayi dengan sweater warna merah muda.

Ada secarik kertas diletak tak jauh dari bayi. Sebuah tulisan tangan, “Saya titip anak saya, karena saya tidak memberi dia makan. Saya berat ingin melepas dia, tapi ini semua saya lakukan agar dia menjadi anak yang baik. Saya mohon beri dia nama Rosinta Cristin S  karena ini nama dari ayahnya dan dia lahir pada tanggal 12 Januari 2018. Suatu saat nanti saya akan memohon untuk mengambilnya kembali. Saya titip anak saya kurang lebih 1 tahun. Tolong jangan beri pada siapa-siapa saya ucapkan terimah kasih

Kasus ini segera dilaporkan ke RT setempat dan Polsek Batu Aji. Saat ini bayi berada di RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan perawatan. (ali)

Warga Tangkap Pencuri Bermodus Pecah Kaca Mobil

0

batampos.co.id – Aksi pencurian dengan modus pecah kaca kembali terjadi di Batam. Pelaku memecahkan kaca mobil untuk menggasak barang milik korban. Beruntung aksi Bambang Irawan, 37 kepergok oleh warga. Ia pun menjadi sasaran amukan warga yang geram atas aksinya itu.

Aksi pencurian modus pecah kaca ini terjadi di dekat Hotel Utama, Lubukbaja, Jumat (12/1) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Pelaku memecahkan kaca mobil Toyota Avanza dengan nomor plat BP 1938 YT milik Sandra Budiono, 28 yang sedang terparkir di kopi 97 depan Hotel Utama.

“Saat itu korban sedang makan dikedai kopi 97 depan Hotel Utama. Saat makan itu, korban mendengar keributan diseputaran tempat parkir,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Awal Sya’ban Harahap, Minggu (14/1) siang.

Karena mendengar keributan itu, selanjutnya korban keluar dari kedai kopi 97 dan mendengar alarm mobilnya berbunyi. Kemudian, Budiono mengecek mobilnya dan didapati bahwa kaca pintu depan sebelah kiri telah pecah.

“Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian satu unit laptop Asus dan selanjutnya pelapor melaporkan ke Polsek Lubukbaja,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini Bambang telah diamankan dan ditahan di Mapolsek Lubukbaja untuk proses pengembangan. Menurut pengakuan pria pengangguran tersebut, dia baru kali ini melakukan aksi pencurian dengan modus pecah kaca.

“Kita masih melakukan pendalaman untuk motif dia melakukan pecah kaca dan apakah dia berkelompok atau main sendiri,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya selama tujuh tahun penjara. (gie)

Pak Wali Ngotot Minta Kavling untuk …

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta pemindahan warga ruli Baloi Kolam dan lainnya harus disertai pemenuhan hak yang sepadan. Yakni berupa kavling yang kelak akan jadi tempat tinggal warga.

“Saya minta lahannya dulu. Ada tak BP Batam siapkan. Kalau tak ada, saya sendiri tidak mau,” kata Rudi, Kamis (11/1) siang.

Menurut Rudi hendaknya lahan kelak punya luasan yang ideal untuk sebuah rumah. Minimal 6×6 meter. Setelahnya, ia memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan membantu mengurus sertifikat tanpa memungut biaya sepersen.

“Kami ingin mereka pindah ke tempat yang legal dan bisa mereka pertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Tak sekadar soal lahan, pembiayaan pembangunan rumah juga harus disertakan untuk diberikan kepada warga-warga yang direlokasi tersebut.

“Misalnya ini ya, kalaulah rumahnya sekira Rp 10 juta, kita minta sekian untuk bangunkan rumah,” tambahnya.

Mantan anggota DPRD Batam ini mengatakan, keharusan solusi bantuan lahan kaveling bukan tanpa alasan. Ia berpendapat relokasi ke rumah susun tak bisa dipilih karena rusun sifatnya jangka pendek dan rawan risiko.

“Nanti setahun tak bangun rumah, uang bantuan habis jadi masalah lagi. Ini yang saya bicarakan dalam konteks Dam Baloi ya,” katanya.

Soal lahan, ia mengungkapkan sudah dua kali bertemu dengan Kepala BP Batam Lukita. Ia mengakui ngotot agar warga terdampak diberi lahan permanen. Setelah lahan dipastikan ada, tim Pemerintah Kota Batam akan duduk dengan warga.

“Kami akan kerahkan kemampuan kami untuk berunding. Tanah ada, saya akan duduk bersama warga saya. Mereka adalah masyarakat yang saya harus lindungi berdasar aturan dan hukum yang berlaku. Dan demi kemajuan ekonomi Batam,” kata Rudi.

Sementara anggota Komisi I DPRD Batam Harmidi Husein yang ikut dalam pertemuan Forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Batam di lantai 4 Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/1) lalu mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan Baloi Kolam tidak lagi berstatus hutan lindung dan lahannya sudah dialokasikan untuk tujuh perusahaan.

“Dulunya disebut 12 perusahaan, lalu 11 perusahaan, sekarang tujuh perusahaan. Perusahaan ini, sudah diakui secara hukum dan memenuhi kewajiban pada negara dalam hal membayar UWT. Pak Lukita sudah katakan itu,” ungkapnya

Terkait relokasi warga Kolam, ia mengklaim turut mendukung namun harus sesuai aturan kemanusiaan. “Yang penting ada solusi yang menyejukkan, tidak sembrono,” katanya. (nur/leo/adi/yui/rng/gas)