Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12797

Melawan, Polisi Tembak Dua Buronan

0
DUA buronan ketika dikeluarkan timah panas dari betisnya setelah mencoba melawan polisi, Senin (18/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos,

batampos.co.id – Anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bintan terpaksa menembak betis buronan Polres Mesuji, Lampung, Puji ,32, dan Dwi ,19,
saat ditangkap di Perumahan Putra onix, Tanjunguban, Bintan, Senin (18/12). Kedua tahanan yang kabur sel Polres Mesuji ini berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap.

Penangkapan kedua buronan ini berlangsung menegangkan. Waktu itu, polisi mengepung rumah yang menjadi tempat persembunyian kedua pelaku. Prtugas menduga salah seorang pelaku membawa senajata api (senpi) dan berusaha melawan anggota dan kabur. “Waktu kabur, langsung ditembak di betisnya,” kata warga yang menyaksikan
penangkapan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Anjar Rahmat Putra mengatakan, kasus ini terungkap berkat kerja sama dan koordinasi yang baik dengan pihak kepolisian mesjui Lampung. “Kami menerima informasi ada tahanan yang kabur. Lalu kami lacak dan keberadannya diketahui di Tanjunguban,” katanya.

Dia lalu turun bersama anggota dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Setelah ditembak di betisnya, kedua pelaku dilarikan ke puskesmas terdekat. Setelah itu, keduanya dibawa ke Mapolsek Bintan Timur sebelum dijemput anggota Polres Mesjui, Lampung.

Menurutnya, tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dan narkoba ini. kaburnya dari tahanan, Rabu (6/12) lalu. Keduanya berhasil membobol jeruji tahanan dengan gergaji besi.

Mereka kemudian melarikan diri ke Jambi dan menyeberang ke Batam dan Tanjunguban, Bintan. Di Tanjunguban, mereka menyambangi rumah warga Lampung yang mereka kenal. “Selama tiga hari mereka sembunyi di Tanjunguban. Warga tak tahu kalau mereka buronan polisi,” kata Anjar. (cr21)

Zakat Memberdayakan Ekonomi Masyarakat

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan warga saat penyerahan zakat di Kecamatan Moro, Minggu (17/12). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, dana zakat dapat digunakan dalam banyak hal yang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain penyaluran yang tepat sasaran, kesadaran masyarakat terhadap kewajibannya menyalurkan zakat yang digunakan bagi yang berhak juga menjadi poin penting yang harus terus diingatkan.

“Dana itu tak hanya terkait meningkatkan ekonomi masyarakat namun selayaknya dapat dimanfaatkan baik di bidang sosial, pendidikan, agama juga olahraga,” ujar Nurdin saat menyerahkan dana zakat bidang ekonomi produktif Baznas Provinsi Kepri kepada 77 KK Dhuafa di Gedung PKK, Kecamatan Moro, Karimun, Ahad (17/12) petang.

Menurut Nurdin, Pemerintah bersama Instansi terkait terus mengingatkan dan wajib membina terkait penyaluran zakat ini. Kebersamaan dan komitmen memberdayakan masyarakat diharapkan dapat terus melancarkan proses berzakat ini.

Tak lupa Nurdin berpesan kepada masyarakat yang menerima dana zakat agar digunakan dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Jangan sampai digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat.

“Kami juga akan terus cek berkala apakah dana ini dapat bergulir sesuai kebutuhan atau tidak, tentu ke depan kita akan terus salurkan dengan merata di daerah lainnya di Kepri,” tutup Nurdin.

Dalam laporannya Ketua UPZ Baznas Kecamatan Moro H. Hanan mengatakan bahwa pihak UPZ Moro terus menjalankan tugas dari Baznas, terdata selama Tahun 2017 ini untuk Kecamatan Moro sendiri telah terkumpul dana zakat sebesar Rp100 Juta lebih.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Baznas Provinsi Kepri yang hari ini akan menyalurkan Dana Zakat bidang ekonomi produktif kepada 77 KK di Moro, semoga selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT dan dapat dimanfaatkan baik oleh masyarakat Kecamatan Moro,” ujar Hanan.

Sementara itu Ketua Baznas Provinsi Kepri H Mustamin Husain mengatakan bahwa pihak Baznas Provinsi Kepri terus berusaha mengejar target dalam mengumpulkan Zakat.

“Amanah yang kami dapat dari para muzzaki yang menyalurkan dananya. Tahun ini yang kami targetkan sebesar Rp2,6 miliar. Alhamdulillah per Desember ini sudah tercapai, untuk total 7 Kabupaten/Kota sendiri pun sudah tercapai target sebesar Rp17 Milyar,” ujar Mustamin.

Mustamin melanjutkan juga bahwa pada penyaluran zakat hari ini dirincikan sebesar Rp157 Juta untuk bidang Ekonomi, sebesar Rp2 Juta untuk dana pendidikan dan Rp16 Juta untuk dana sosial.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah, Ketua Baznas Karimun H. Atan beserta sejumlah masyarakat Kecamatan Moro. (bni)

Dimasukkan Pendapatan Lain di APBD 2018

0
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansya saat mencoba menggunakan busa dalam kota ketika mulai breoperasi beberapa waktu lalu. F.Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bus hibah dari Kementerian Perhubungam untuk Pemko Tanjungpinang sudah mulai beroperasi sejak awal bulan lalu. Dengan tarif hanya Rp 4 ribu, warga bisa menuju rute jauh-dekat sesuai trayek yang ditetapkan. Pembebanan tarif kepada warga ini akan jadi pemasukan daerah pada struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Perhubungan, Bambang Hartanto menjelaskan, pada tahap awal pengoperasian bus kota ini tidak dikenakan target pencapaian pada penjualan karcisnya.

“Sebab pada 2018 baru mulai dimasukkan. Nanti akan diinput dalam catatan pendapat daerah lain-lain pada APBDP. Tapi tentunya akan kami pasang target dari jumlah penumpang terendah,” jelas Bambang, kemarin.

Keputusan tersebut tidak dipungkiri lantaran pemasukan dari karcis bus ini bukam sektor prioritas utama Pemko Tanjungpinang dalam mendongkrak raupan pendapatan asli daerah. “Jadi sifatnya menambah saja, soal angkanya belum dihitung berapa target realistisnya,” kata Bambang.

Sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, keberadaan bus kota diutamakan utuk mempermudah masyarakat untuk mendapatkan transportasi umum yang terjangkau murah dan aman, menuju wilayah yang jarang tersentuh transportasi umum.

Maka dari itu, diakui Bambang, Dishub tak lantas memberlakukan pengejaran target kepada pihak pengoperasian. “Yang jelas tak ada pasang target penumpang dan setoran per hari,” ucapnya lagi.

Sehingga ada tidak ada penumpang, dipastikan Bambang, bus kota akan tetap beroperasi. Untuk berjaga-jaga bus dibutuhkan warganya di saat tertntu.

“Utamanya bagi pelajar, mahasiswa dan pekerja. Kami yakin sedikit banyak keberadaan bus sedikit membantu kalangan ini,” pungkas dia. (aya)

Perahu Digulung Ombak, Nelayan Pulau Buluh Nyaris Tenggelam

0

batampos.co.id – Kecelakaan laut yang menimpa dua pancong boat di periaran pulau Bulang, Minggu (17/12) malam ternyata bukan satu-satunya kecelakaan laut yang dialami masyarakat nelayan di sana. Di hari yang sama kecelakaan serupa juga dialamai oleh Topan, nelayan Pulau Buluh, kecamatan Bulang. Sampan pria 35 tahun itu juga terbalik dihantam ombak besar di periaran pulau Bulan, Minggu (17/12) sore sekitar pukul 15.45 WIB.

Topan selamat dari kecelakaan itu sebab dia ditolong oleh Herman dan Supriyono Gultom, dua karyawan FMT Remove Sea and Land PT Indo Tirta Suaka (ITS) yang berlokasi di pulau Bulan yang kebetulan lewat menggunakan pancung perusahaan bernomor lambung ITS 07.

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan laut tersebut terjadi saat Topan hendak pulang ke pulau Buluh tempat tinggalnya setelah seharian memancing ikan dan sotong dari periaran pulau Bulang.

“Baru beberapa saat mau dayung pulang, malah diterjang ombak besar. Sampan saya langsung terbalik,” ujar Topan.

Saat sampannya digulung ombak, Topan mengaku tak berdaya. Dia berusaha berenang namun tak bisa sebab arus laut cukup deras dari aras selatan.

“Saya sudah pasrah, tapi alhamdulilah, ada yang datang nolong saya,” ujar Topan.

Herman dan Supriyono yang kebetulan melintasi lokasi kejadian langsung mengevakuasi Topan ke atas pancung mereka. Topan diantar ke pulau Buluh tanpa cidera apapun.

“Iya dua anggota kami (Herman dan Supriyono) yang menyelamatkan. Mereka kebetulan berada di lokasi makanya langsung diselamatkan dan diantar ke pulau buluh. Korban tidak terluka,” ujar PIC Controler FMT Remove Sea and Land PT ITS Agus Hy, kemarin.

Dua kecelakaan laut yang terjadi di hari yang sama itu menunjukan bahwa keadaan laut di sekitar Batam saat ini kurang bersahabat. Nelayan dihimbau untuk lebih waspada lagi saat melakukan aktifitas di laut.

“Iya cuaca lagi tak bersahabat sekarang. Ini jadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada lagi saat melakukan aktifitas dilaut. Nelayan, penambang pancung dan lain sebagainya harus melengkapi diri dengan alat pengaman jika memang harus berlayar,” imbau Kasat Polair Polresta Barelang AKP Arsyad. (eja)

Lingga Kurang 4 Ribu Blanko e-KTP

0
Warga Lingga sedang mengurus administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil Lingga, kemarin. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lingga mengaku hanya mendapat sebanyak enam ribu keping belangko KTP-El dari Pusat terhitung sejak Januari hingga pertengahan Desember tahun ini. Padahal Disduk Kabupaten Lingga telah mengajukan sebanyak 10 ribu keping belangko KTP-El sesuai dengan kebutuhan.

“Sebenarnya jumlah yang kami ajukan tersebut (10 ribu keping belangko,red) sesuai dengan kebutuhan yang diperkirakan untuk masyarakat Bunda Tanah Melayu ini,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lingga Samsudi ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/12) pagi.

Kebutuhan yang diajukan itu, lanjut Samsudi, berdasarkan data usia wajib KTP, jumlah masyarakat yang telah melakukan perekaman dan untuk memenuhi pelayanan rutin KTP-el sehari-hari. Sehingga jumlah tersebut semestinya mencukupi.

Namun karena jumlah keping belangko KTP-el yang datang tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan, Disduk mensiasati kondisi tersebut dengan mengeluarkan surat keterangan pengganti belum tercetaknya KTP-el milik warga yang bersangkutan.

“Untuk sementara bagi warga yang belum mendapat KTP-el, terpaksa kami ganti sementara dengan surat keterangan pengganti sampai belangko KTP-el sudah ada,” kata Samsudi.

Sedangkan untuk tahun selanjutnya, Samsudi memastikan Disduk akan tetap mengajukan pasokan belangko KTP-el ke Pemerintah Pusat. Sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Sehingga pencapaian data kependudukan untuk seluruh masyarakat dapat terpenuhi sesuai dengan targer Pemerintah Pusat.

Selain KTP-el, Disduk juga menargetkan pemitakhiran data Kartu Keluarga (KK) untuk seluruh masyarakat Kabupaten Lingga. Namun Dinas Kependudukan mengharapkan dukungan Pemkab Lingga dalam menunjang kinerja dengan anggaran yang memadai.

“Dari target 10 ribu pemutakhiran data KK, pada akhir tahun ini kami telah mencapai angka sebanyak 10.613 KK yang telah dimutakhirkan,” ujar Samsudi. (wsa)

LKP Bunda Berikan Program Pendidikan Kecakapan Kerja

0
Direktur LKP Bunda Karimun Yusriana Susanti dengan salah satu perusahaan granit. F. Dok LKP Bunda Karimun.

batampos.co.id – Dalam rangka meningkatan dunia kerja bagi anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bunda Karimun memberikan kesempatan untuk menimba ilmu sebagai bekal mencari kerja.

Melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk 30 ini, LKP Bunda Karimun bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

”Kita berikan kesempatan kepada generasi muda yang tidak bisa melanjutkan sekolah, untuk mendapatkan skill kecakapan kerja sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja. Dengan materi tentang pengoperasian program komputer yang sekarang sudah wajib bagi tenaga kerja,” jelas Direktur LKP Bunda Karimun Yusriana Susanti, kemarin (18/12).

Sehingga, anak-anak muda tersebut bisa menambah ilmu komputer. Dimana program tersebut dilaksanakan mulai dari teori, praktek hingga uji kopetensi dengan materi yang diajarkan yaitu komputer perkantoran, desain grafis dengan diberikan materi pendukung yaitu bahasa Inggris, akutansi, kewirausahaan dan komunikasi bisnis.

“Ingat, zaman skill yang prioritas saat melamar pekerjaan. Terutama pengoperasian program komputer yang berbasis internet. Dan paling penting adalah, anak-anak muda harus siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Ina lagi, pihaknya sebagai LKP telah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik terhadap anak didiknya dalam menuntut ilmu di LKP Bunda Karimun ini. Sehingga, apa yang didapat selama satu tahun benar-benar bisa menjadi pegangan untuk bekal memasuki dunia kerja maupun wirausaha.

“Dengan waktu yang cukup singkat, mereka sudah bisa mendapatkan skil tentang program komputer dan pendukung lainnya. Tinggal, bagaimana mereka mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, apakah ingin mencoba keberuntungan dalam dunia pekerjaan atau dunia wirausaha,” ungkap wanita berjilbab ini.

Selain itu LKP Bunda Karimun, sudah terakreditasi dua kali sebagai tempat uji kompetensi bidang teknologi informasi dan komunikasi (tuk tik) satu-satunya di Provinsi Kepri dengan penilaian kinerja A. Dimana, prestasi yang telah diraihnya mulai tahun 2008 dan 2012 juara dua apreasisi tingkat kabupaten Karimun.

Kemudian ditahun 2009, 2013, 2014 dan 2015 juga menjadi juara pertama apresiasi LKP Bunda Karimun ditingkat Provinsi Kepri. Serta sudah menorehkan prestasi ditingkat Nasional pada tahun 2014 di peringkat enam dan juara tiga berstandar Nasional ditingkat Nasional pada tahun 2015. Dan baru-baru ini masuk dalam best nominator Al Ahmadi aword Batam Pos dalam entrepreneur school 2017.(tri)

Orang Tua Hebat, Guru Semangat, Siswa Kreatif

0
Kasi Peserta Didik dan Karakter Dinas Pendidikan Karimun Siti Muwanah (tengah) bersama anggota DPRD Karimun Rohani, Camat Kuba Anjitrisno, dan Kepala SDN 007 Senpi. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Sawang Kecamatan Kundur Barat, Sabtu (16/12) lalu menggelar pentas seni yang disejalankan dengan pembagian rapor bagi anak-anak SD di semester ganjil ini.

Dalam pentas seni tersebut dimotori paguyuban sekolah bersama orang tua murid dan komite sekolah yang mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan Karimun dan Camat Kundur Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya anggota DPRD Karimun Rohani, Camat Kundur Barat Anjitrisno, kepala SDN 007 Senpi, ketua komite SDN 007 Kamal serta orang tua siswa.

”Ini kali pertama kita adakan kegiatan pentas seni. Dan alhamdulillah, antusias orangtua murid cukup tinggi,” kata Ketua panitia paguyuban SDN 007 Dedi Darmadi kepada Batam Pos, kemarin (18/12).

Lanjutnya, meskipun baru pertama kali kegiatan ini sangat memberikan nilai tambah bagi para pelajar maupun para orangtua murid. Karena mereka merasa dilibatkan untuk berbagai kegiatan aktifitas di sekolah pada kesempatan ini mengambil tema orang tua habat, guru semangat, siswa kreatif.

”Ini sebagai pendidikan keluarga. Artinya, dalam meningkatkan kwalitas pendidikan pelajar harus semua harus berperan,” tuturnya.

Sedangkan, Kepala sekolah SDN 007 Senpi mengaku, bangga dengan semangat orang tua, komite sekolah dan paguyuban sekolah untuk ikut serta dalam perkembangan sekolah. Sebelum dilaksanakan pentas seni paguyuban sekolah, komite skeolah dan orang tua siswa melaksanakan lomba kebersihan ruang belajar.

“Yang diselenggarakan atas dasar keinginan paguyuban sekolah, orang tua siswa berkoordinasi dengan komite sekolah. Justeru kami kami dari sekolah hanya fasilitator saja, semuanya atas kesepakatan paguyuban sekolah,” terang Senpi.

Sementara menurut keterangan Siti Muawanah kepala seksi peserta didik dan karakter dinas pendidikan kabupaten Karimun mengaku terharu dan terkejut melihat perubahan ruanga kelas dan kebersihan SDN 007 Sawang. Semua itu berkat kerja keras paguyuban sekolah, orang tua siswa dan komite sekolah selama ini.

” Meskipun hanya diberi waktu dua bulan saja, mereka sudah menyulap ruang kelas cukup rapi, bersih dan menarik. Kami harapkan keikutsertaan orang tua siswa, paguyuban dalam memajukan pendidikan di sekolah SDN 007 Sawang,” ucapnya. (ims)

Rupanya, 6 Aset Itu masih Menunggu Keputusan Resmi dari Jakarta

0
Wajah Pasar Induk Jodoh

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tinggal menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait serah terima enam aset Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Pemko Batam. Apalagi antara Pemko dan BP Batam sudah menandatangani surat serah terima tersebut.

“Tadi kan sudah dijelaskan pak Wali, terkait enam aset itu sudah ditandatangani Pemko dan BP Batam. Artinya tinggal menunggu keputusan pusat, karena prosesnya sudah lama,” ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad usai menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Batam, kemarin.

Penyerahan enam aset tersebut tak boleh setengah-setengah. Termasuk mengenai luas lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Telaga Punggur. Dimana, sebelumnya BP hanya akan menyerahkan 26 hektar dari 46hektar lahan Telagapunggur.

“Kita bukannya keras, namun harus diserahkan semua sesuai PL yang sudah ada,” ujar Amsakar.

Menurut dia, hasil studi yang telah dilakukan beberapa negara diantara Jepang mengatakan lahan 46 hektar itu diperkirakan mampu menampung sampah warga Kota Batam hingga 20 tahun kedepan. Sementara, untuk 26 hektar estimasi pembuangan sampah hanya 5 sampai 10 tahun.

“Separuh dari waktu yang telah diperkirakan. Kalau lahan tak cukup, sampah mau dibuang kemana?,” tanya Amsakar.

Disisi lain, ia yakin BP Batam yang sekarang lebih bijak untuk kepentingan Kota Batam. Apalagi yang menyangkut dengan masyarakat. (she)

Bayar Pajak Makin Praktis Secara Online

0
kepala Bapenda Kamarulazi soft launching SIMDA Pendapatan Online. Tri Haryono/Batampos

batampos.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karimun, membuat inovasi terbaru dalam sistem pembayaran pajak oleh masyarakat berbasis online. Untuk menambah fasilitas kepada wajib pajak daerah untuk melaksanakan penyampaian Surat pemberitahuan Pajak Daerah secara online (e-SPTPPD). Kemarin (18/12) dilaksanakan soft launching Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Pendapatan Online di ruang pelayanan Bapenda yang disaksikan langsung Konstantin Siboro dari BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

“Untuk mempermudah pelayanan, sehingga para wajib pajak cukup masuk ke web side www.bapenda.karimunkab.go.id. Kemudian, silahkan memilih aplikasi pembayaran pajak online lalu login dan entri SPT Masa. Setelah entri e-SPTPD maka Wajib Pajak akan mendapatkan kode bayar, lalu bisa langsung melakukan pembayaran di Bank Riau Kepri,” jelas Kepala Bapenda Kamarulazi.

Lanjutnya, dalam penerapan SIMDA Pendapatan online, Bapenda Karimun bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat dan Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau serta menggandeng Bank Riau Kepri dalam membangun system pembayaran pajak daerah secara online. Sehingga SIMDA Pendapatan adalah produk dari BPKP yang telah dipergunakan oleh banyak daerah dalam pengelolaan pendapatan, namun dalam penerapan secara online baru Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Kita yang pertama menggunakan aplikasi SIMDA Pendapatan online di Indonesia. Dan akan terus melaksanakan pengembangan, bersama BPKP agar tersedia aplikasi tersebut lebih baik dan mudah diakses,” tuturnya didampingi Konstantin Siboro dari BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan adanya fasilitas SIMDA Pendapatan online, supaya dapat mempermudah bagi wajib pajak dalam proses membayar pajak. Sehingga, dapat mempersingkat waktu dalam pengurusan administrasi pajak dan dapat diakses diluar baik di kantor maupun ditempat-tempat umum yang mempunyai akses internet.

“Intinya, kita memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam proses pembayaran. Kedepannya Bapenda Karimun juga bekerjasama dengan Bank Riau Kepri akan mengembangkan proses pembayaran lewat ATM dan Internet Banking,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang wajib pajak ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, untuk proses administrasi dengan fasilitas SIMDA Pendapatan online cukup mudah dan tidak memakan waktu lama. “Hanya hitungan detik, sudah bisa kita bayar pajak. Semuanya tertera didalam web side tersebut, termasuk angka nominal yang harus dibayarkan,” singkatnya. (tri)

Pakde Tio Warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan Jalan Kaki Keliling Indonesia

0
Seorang pejalan kaki keliling nusantara saat berada dikantor DPRD Batam, Senin (18/12/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lelah Sutiyo Suyatno sepertinya terbayar usai mendapat kesempatan berfoto dengan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad di luar Lobi Gedung DPRD Batam, Senin (18/12). Padahal pundaknya masih memikul tas dengan beban 24 kilogram dan sebuah tongkat kayu.

“Keinginan saya, berfoto dengan setiap pimpinan daerah. Dan Alhamdulillah tadi saya diterima untuk berfoto,” ujar pria berambut gondrong ini dengan senyum sumringahnya.

Sutiyo atau akrab disapa Pakde Tio mengaku datang jauh-jauh dari Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hebatnya, untuk sampai ke Batam, Pakde Tio hanya mengandalkan kedua kakinya alias jalan kaki. Bahkan, ia rela meninggalkan anak-anaknya di Kampung untuk bisa mencapai keinginan tersebut.

“Sebelum kesini, saya sudah lebih dulu ke Dumai, juga jalan kaki dari Kampung saya. Saya habiskan waktu satu tahun dan delapan bulan untuk keliling sumatra,” imbuh Pakde Tio.

Diceritakannya, selama beberapa tahun terakhir ia habiskan waktu untuk berkeliling Indonesia. Seluruh wilayah mulai Propinsi, Kota hingga Kabupaten sudah ia tempuh hanya dengan berjalan kaki.

“Saya sudah keliling semuanya, kecuali Aceh. Insyallah dari Batam saya akan ke Aceh, namun mau istirahat dulu. Di Batam, saya mau ke Jembatan Barelang. Jembatan 1 sampai 6. Selama ini saya penasaraan dengan cerita orang-orang,” kata pria kelahiran 1966 silam.

Menurut dia, banyak suka duka yang ia hadapi selama perjalanan. Bahkan ia pernah diejek, namun tekad untuk berkeliling Indonesia tak mematahkan semangatnya untuk terus berjalan kaki. Selama perjalanan, ia mendapat banyak respon dari warga, namun banyak respon warga yang berbaik hati dan menyambut kedatangannya.

“Saya berjalan dengan memikul berat tas ini. Isi tas ini tak bisa dikurangi karena kebutuhan saya ada disini. Suka duka jangan ditanya, susah saya ceritakan. Yang pasti dalam perjalanan saya, masih banyak yang baik hati,” ceritanya.

Disinggung tujuannya keliling Indonesia dengan cara berjalan kaki, Pakde Tiyo mengaku hanya sebagai pencinta alam yang mencari keindahan alam Indonesia. Ia menikmati setiap perjalanannya meski seorang diri. Bahkan ia rela tidur diemperan toko dan tempat luang lainnya.

“Saya jalan kaki karena keinginan, bukan ikut-ikut orang lain. Makanya saya jalan sendiri dan tak mau ditemani,” pungkas pria ini. (she)