Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12831

Apri Nominator Peraih Anugerah Pandu Negeri

0
Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Sekda Bintan Adi Prihantara memimpin rapat bersama dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Bintan, Kamis (2/11) kemarin di kantor Bupati Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu. F. Kominfo Setda Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi masuk dalam nominator peraih Anuerah Pandu Negeri tahun 2017, yang digelar Indonesia Institute For Publik Govermance (IIPG) di Jakarta. Hal ini karena pejabat Bintan ini dinilai sebagai pemimpin yang inovatif dan berhasil melakukan terobosan dalam peningkatan pertumbuhan sosial ekonomi melalui
reformasi tata kelola.

Kabag Kominfo Setda Kabupaten Bintan Hasfi Handra saat ditemui di kantor Bupati Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Kamis (2/11) menuturkan, pemberian penghargaan diberikan kepada pemerintah provinsi kabupaten dan kota terbaik serta pemimpin yang inovatif karena berhasil melakukan terobosan di bidang reformasi tata kelola. “Rencananya Jumat, 10 November mendatang di Institute For Public Governance Jakarta,” ujarnya.

Dikatakannya, penilaian anugerah ini berdasarkan penilaian terhadap kinerja 34 provinsi, 416 kabupaten dan 99 kota di Indonesia. Di mana penilaian meliputi tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan, kinerja pengembangan manusia, kinerja ekonomi, serta inovasi strategi dan pimpinan yang inofatif.

Dari penilaian itu, terpilih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Bupati Bintan Apri Sujadi, yang merupakan satu diantara 50 nominator pemerintah daerah terbaik untuk penghargaan anugerah pandu negeri tahun 2017.

Hasil penilaian independen yang dilakukan didukung oleh 7 penilai, 6 pengarah, dan 5 juri yakni Prof Dr Djisman Simanjuntak sebagai anggota Dewan Kawasan Ekonomi Nasional (KEN) Indonesia, Prif Dr Harkristuti Harkrisnowo, SH, LL.M, MA sebagai anggota panitia kerja rancangan undang-undang terorisme pemerintah dan DPR, lalu Prof Dr Sidharta
Utama, Ph.D,CA,CFA merupakan profesor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Chandra M Hamzah, SH sebagai pengacara sekaligus ahli hukum dan mantan komisioner Komisi Pemberantas Korupsi serta Yostinus Tomi Aryanto sebagai Business Director of Tempo.co dari PT Info Media Digital 2017 juga economics editor and Head
of Business Development Division, Tempo Media Group. (cr21)

Majestic of Ijen …

0

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sebuah karnaval yang bisa Anda nikmati di banyuwangi pada 11 November 2017.

“BEC ini cuma tambahan saja. Ini untuk menunjukkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Banyuwangi. Saya jamin, pesona alam Banyuwangi bakalan membuat wisatawan betah dan ingin kembali lagi,” kata Kadispar Banyuwangi MY Bramuda, Rabu (1/11).

Bram, sapaan akrab Bramuda memang tak mengada-ada. Alam Banyuwangi memang terkenal keren. Destinasinya punya Kawah Ijen, Pantai G-Land, Air Terjun Lider, Pantai Pulau Merah dan Teluk Hijau. Belum lagi Desa Wisata Osing, Taman Sritanjung, Pantai Rajegwesi, Pantai Watu Dodol dan Agrowisata Kali Klatak.

“Cari saja informasinya di Google. Dijamin keren,” tambahnya.

Unsur 3A-nya pun sangat oke. Atraksi, amenitas dan aksesibilitas di Banyuwangi semakin kuat. Atraksinya sudah menembus 72 even per tahun. Dan 50 di antaranya adalah global event.

Aksesnya? Jangan ditanya lagi. Sudah ada enam flight langsung dari Jakarta ke Banyuwangi dengan Garuda dan Nam Air. Amenitasnya juga paten. Dari mulai homestay,
losmen, guest house sampai hotel bintang 5 bertebaran di Banyuwangi.

“Kabupaten Banyuwangi punya komitmen kuat untuk membangun pariwisata. Dan BEC 2017 digelar untuk menguatkan unsur atraksinya,” kata Bram.

Efek dominonya pun bisa panjang. Selain mengangkat pariwisata, BEC bisa membantu mengembangkan potensi kreativitas anak muda dalam membangun daerah.

“Ini merupakan wadah anak anak muda Banyuwangi yang penuh dengan ide dan kreativitas. Di BEC anak muda tidak hanya menampilkan desain pakaian yang kreatif, namun juga sebagai penyampai pesan budaya dan sejarah. Dari Banyuwangi untuk dunia,” timpal Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Menpar Arief Yahya juga tak mau ketinggalan. Bagi Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu, BEC 2017 merupakan salah satu kekayaan parade karnaval di Indonesia. Karenanya, BEC diyakini bisa menjadi jembatan antara kesenian tradisional dengan modern. Kreasinya juga bisa lebih diterima di panggung internasional.

“Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, nama-namanya sudah mendunia,” ujar Menpar Arief.

Step perjalanannya pun terlihat sudah berada di jalur yang pas. Hingga Rabu (1/11), panitia mencatat kepesertaanya tidak hanya lokal saja. Sekitar 40 wisatawan mancanegara juga akan turut serta mengikuti parade busana ini. Turis asing yang ikut memeriahkan acara berasal dari Rusia, Belarusia, Amerika Serikat, Perancis, dan Italia. Dan mereka ini nantinya akan berpakaian layaknya penari Gandrung dan ikut berjalan menyapa masyarakat Banyuwangi.

“Ini sangat keren. Banyuwangi justru membawa tema lokal untuk diperkenalkan ke level global. Jadi silakan ke Banyuwangi,” ajak Menpar. (*)

Dua Desa di Bintan Bersaing di Tingkal Nasional

0
Warga bergotong royong saat akan memasang gapura di pintu masuk Desa
Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Dua desa di Kabupaten Bintan masuk dalam nominasi Desa Sadar Jaminan Sosial Terbaik di Indonesia. Dua desa tersebut adalah Desa Teluk Bakau di Kecamatan Gunung Kijang dan Teluk Sasah di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Dua desa itu bersaing melawan lebih dari seratus desa lainnya dan kami lagi mempersiapkan segala sesuatunya agar hasilnya maksimal,” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang, Jefri Iswanto yang hadir dalam penandatanganani kerja sama dengan kepala desa Teluk Bakau di dermaga nelayan Kampung Mengkurus, Kamis (2/11).

Wabup Bintan Dalmasri Syam mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya atas kesadaran masyarakat yang sangat mementingkan jaminan sosial demi kesejahteraan. Ditambahkannya juga bahwa progran ini memiliki banyak efek positif dan harus mendapat dukungan.

“Jaminan sosial ini penting. Minimal mengurangi kekhawatiran kita saat bekerja kalau-kalau ada risiko besar. Bapak-bapak yang ke laut, khawatir kalau terjadi apa-apa dan tidak bisa lagi bekerja, cemas dengan masa depan anak istri. Dengan adanya jaminan sosial, InsyaAllah minimal mengurangi rasa takut kita akan hal itu,” terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Dalmasri menyerahkan secara simbolis kartu peserta dan penyerahan santunan kepada ahli waris almarhumah Setiyani yang mengalami kecelakaan kerja di PT Pepperl Fuch Bintan hampir sebulan yang lalu. Ahli waris mendapatkan total santunan sekitar Rp 49 juta.

Selanjutnya, dilakukan pemotongan pita sebagai simbol peresmian, Wakil Bupati Bintan didampingi Kadishub Bintan, Kepala BPPPD Bintan bersama Ketua BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjungpinang menelusuri dermaga melihat rumah-rumah warga sekaligus memantau kesiapan sebelum kedatangan tim penilai nantinya. Pengumuman pemenang kategori Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terbaik rencananya akan diketahui
Desember mendatang usai penilaian dilakukan di semua daerah. (cr21)

Menpar Arief Yahya Serukan Revolusi Digital

0

Pengamat perekonomian Faisal Basri, Senior Vice President World Travel and Tourism Council (WTTC) Helen Marano dan Head of Destination Marketing APAC, TripAdvisor Sarah Mathew semuanya dibuat terpana oleh paparan Menpar Arief. Gawean Forum Pariwisata (Forwapar) di Grand ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta, Rabu (1/11), itu pun langsung senyap.

Menggunakan batik lengan panjang coklat, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, di era saat ini tengah terjadi 3 revolusi. Telekomunikasi, Transportasi, dan Tourism. Semuanya mengalami revolusi termasuk pariwisata. Revolusinya beralih ke digital, saat ini bukan yang besar mengalahkan yang kecil tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat.

“Kenapa harus Go Digital? Karena sekarang sedang berlangsung revolusi. Semua orang mengalami, tidak hanya orang tua saja,” kata Arief Yahya.

Lebih lanjut Menpar Arief mengatakan, percepatan environmental sustainability, ranking Indonesia masih buruk. Menpar berharap untuk mendapatkan masukan benchmarking dari negara lain melalui WTTC dalam mengatasi masalah-masalah environmental sustainability.

“Sustainable tourism jadi hal semakin diperhatikan oleh banyak orang di dunia dan harus dilakukan fokus di sana. Caranya yang tepat dilakukan di Indonesia adalah deregulasi,” ujarnya.

Hasilnya? Pertumbuhan pariwisata di Indonesia di 2017 langsung meningkat hingga 25,68 persen. Lantas kenapa bisa tumbuh? “Karena kita pakai digital. Kita pakai yang terhebat yang ada di dunia. Bisa dipastikan tahun ini pariwisata akan menjadi nomor satu,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Helen Marano dari WTTC mengatakan, salah satu hal penting yang harus ada untuk mengembangkan pariwista adalah dukungan berbagai pihak. Termasuk pemerintah.

Pemerintah harus memberi ruang untuk semua pihak bekerja. Serta terkoneksi karena sangat banyak segmen di wisata jadi harus menciptakn ruang atau plaform untuk semua segmen. Termasuk pemerintah dan semua penggiat wisata dapat saling terkoneksi dan bekerja sama.

“Sustainable tourism jadi hal semakin diperhatikan. Tidak hanya untuk mencapai GDP tetapi juga untuk menjaga dan meningkatkan dampak wisata. Tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Perkembangan pariwisata Indonesia salah satu modal baik bagi pemerintah untuk lebih serius mengembangkan pariwisatanya” ujar Helen.

Ajang ITO yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan. Semua yang kompeten dan terkait langsung dengan sektor pariwisata ikut digandeng. Dan semuanya, ikut diajak menganalisis prospek, peluang, dan mengumpulkan masukan menuju optimisme tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019. (*)

Tambang Timah Ilegal Jalan Terus

0
Petugas Satpol PP Bintan saat meninjau lokasi yang diduga ada aktivitas pertambangan timah di Sekuning, Desa Sri Bintan, Beberapa waktu lalu. F. Dokumen Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Tambang timah milik PT Adikarya di Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong jalan terus, meskipun tidak mengantongi izin tambang dari pemerintah. Bahkan, tambang itu telah merusak lingkungan karena menimbulkan kubangan sedalam 6 meter dengan panjang 35 meter dan lebar 16 meter.

Informasi yang diperoleh dari perangkat desa, tambang timah tersebut tetap jalan. Sejauh ini, belum ada keberatan secara tertulis yang disampaikan ke masyarakat sehingga pihaknya belum melaporkan keberadaan tambang timah itu ke pihak kecamatan meskipun tambang timah itu telah menimbulkan kubangan yang sangat dalam dan lebar. “Dalamnya
sudah sekitar 6 meter, lebar sekitar 16 meter dan panjang 35 meter,” sebut sumber yang enggan namanya disebutkannya.

Ia mengakui, memang ada sebagian masyarakat yang menerima kompensasi dari tambang timah tersebut, tapi sebagian lainnya tidak. Makanya, dijadwalkan Jumat (3/11) hari ini, akan dilakukan pertemuan warga terkait timbang timah yang masih beroperasi tersebut. “Rencana besok (hari ini), kita mau memediasi lahan, siapa pemiliknya,” katanya.

Sejauh ini dikatakannya, belum ada kendaraan yang mengangkut hasil timah itu ke luar dari lokasi tambang karena belum terlihat truk yang masuk ke lokasi tambang itu. Sejauh ini, hanya kegiatan pengerukan karena terpantau alat berat exavator, alat sedot dan pencucian. “Lokasinya sekitar 1,5 dari jalan, dari Tugu Durian dekat dengan pemancingan Potomoyo, dan melalui kebun durian, tapi di dalam banyak anjingnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad baru-baru ini mengatakan, untuk persoalan ini pihaknya akan segera membahasnya bersama lintas komisi dan membentuk tim yang terdiri dari badan perizinan, Satpol PP dan berbagai instansi lainnya. Tim terpadu direncanakan akan turun ke lokasi tambang dalam waktu dekat.

Kasatpol PP Bintan Insan Amin sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal ini ke Pemprov Kepri, karena persoalan tambang merupakan kewenangan dari pihak Pemprov Kepri. “Sudah kami laporkani,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Bintan Daeng M Yater mengatakan, jika melihat RTRW maka wilayah tersebut bukanlah wilayah pertambangan melainkan wilayah pemukiman dan pertanian. (cr21)

1000 Pelari Ikuti Bromo Tengger Semeru Ultra 100

0

1000 pelari dari berbagai negara ikuti Bromo Tengger Semeru Ultra 100.

Meski medannya menanjak dan rutenya lebih dari 100 km, pelari dari 34 negara langsung antre mendaftar. Semuanya memastikan ambil bagian pada 3-7 November 2017.

“Ini menunjukkan tren positif. Lomba lari bertema “Wonderful Challenge” masuk kategori ultra karena memperlombakan jarak lari di atas jarak lari maraton atau di atas 42 km,” ujar Hendra Wijaya, Gerneral Advisor lomba lintas alam BTS Ultra 100, Kamis (2/11).

Jumlah pesertanya meningkat drastis. Dibanding 2016, lomba yang diinisiasi FOne Sport ini naik 100%. “Ini rekor baru. Tahun lalu hanya 545 pelari yang ikut lomba. Sudah jauh meningkat dibanding kejuaraan perdana di 2013 yang hanya diikuti107 orang,” lanjut Hendra.

Di 2017 ini, jumlahnya sudah tembus di atas 1000 orang. “Sebenarnya ada 1.303 pelari. Namun, banyak yang belum memenuhi persyaratan kualifikasi untuk ikut berlari di nomor yang mereka kehendaki. Dan kita sangat tegas soal ini. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan kualifikasi tidak boleh ikut lomba. Ini demi keamanan dan kenyamanan seluruh peserta,” tegasnya.

Sementara itu Race Director Rudi Rohmansyah menyampaikan, kategori yang dilombakan sangat beragam. Dari mulai kategori 170 kilometer, 102 kilometer, 70 kilometer dan 30 kilometer, semuanya ada. “Semuanya kelas Open untuk pria dan wanita,” ujar Rudi.

Untuk jarak yang terjauh 170 km, akan diikuti 42 pelari laki-perempuan. Jumlahnya memang sedikit lantaran kualifikasinya menyaratkan harus sudah pernah finis lari ultra-trail 100 km dalam lomba sebelumnya. Hampir seluruh pelari elite ultra-trail Indonesia turun di nomor ini.

“Berikutnya jarak 102 km ada 143 pelari. Syaratnya harus sudah finis lomba lari ultra-trail 50 km. Untuk 70 km ada 338 pelari, syaratnya harus pernah finis lomba lari ultra-trail 21 km atau full maraton 42 km. Dan 30 km ada 454 pelari. Ini tanpa kualifikasi,” sambung Race Director BTS Ultra Rudi Rochmansyah.

Seluruh nomor yang dilombakan akan start dan finis di Lava View Hotel, Desa Wonokitri, Cemoro Lawang, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur. Namun, rute tiap nomor nantinya diset tidak sama.

Untuk rute 170 km start-nya dimulai di Lava View Cemoro Lawang lalu turun ke lautan pasir Bromo dan naik ke bukit B29. Selanjutnya menuju Ranu Pane, dan masuk ke jalur pendakian Gunung Semeru mulai Ranu Kumbolo hingga Kalimati.

Kemudian peserta turun menuju ke jalur Ayak-Ayak, Ngadas. Jalak Ijo, Kandangan, Pananjakan, Jetak, B29, Jemplang, Bromo. Batok, dan finis di Cemoro Lawang. Jalur tersebut diberi pertanda (marking) dan ada marshall (penjaga) di beberapa titik demi keamanan peserta.

“Lomba ultra-trail tentu lebih berat dibanding lari di jalanan datar atau road makanya kualifikasi dilakukan dengan ketat mengingat keselamatan bersama. Untuk jarak 170 km gain-nya (tanjakan) 10.000 m, 102 km gain 5.265 m, 70 km gain 3.000 m, dan 30 km gain 1.332 m,” kata pria yang juga Race Director Rinjani.

Untuk pelari yang berhasil menyelesaikan lomba, mereka akan mendapatkan poin. “Poin itu dapat digunakan sebagai salah syarat untuk ikut lomba lari serupa, yaitu di UTMB (Ultra-Trail du Mont Blanc),” tandasnya.

Kementerian Pariwisata pun sangat antusias mendukung even ini. “Kita geber terus Bromo-Tengger-Semeru yang masuk dalam ’10 Bali Baru’ ini dengan even berkelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Kementerian PUPR Anggarkan Rp 148 Miliar

0
Jalan menuju Kecamatan Bungaran Utara, Natuna terendam banjir setelah diguyur hujan seharian, Senin (14/8). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Pembangunan jalan lingkar pulau Bunguran Natuna yang menembus Kecamatan Bunguran Utara dan Kecamatan Bunguran Batubi dikebut Kementerian PUPR. Sejak bulan lalu, pengerjaan tersebut diambil alih Kementerian, sebelumnya dikerjakan Pemerintah Provinsi.

Camat Bunguran Utara, Izhar menilai, kebijakan mempercepat pengerjaan jalan yang dibangun pemerintah sangat tepat. Karena sejak lama kondisi jalan yang dibangun melalui pemerintah provinsi masih lambat diselesaikan.

“Sejak bulan September kemarin, kewenangan dan status pelaksanaan pembangunan jalan lingkar ini sudah diambil alih Kementerian langsung. Alhamdulillah, semoga pembangunannya lebih cepat,” kata Izhar kemarin.

Dikatakan Izhar, perubahan status pelaksana pembangunan jalan tembus tersebut agar dalam praktik lapangan lebih terfokus dan secara terpusat. Dan tahun 2018 mendatang, atas permintaan Pemerintah Daerah, jalan tersebut dikebut dan diselesaikan.

“Tahun 2018 mendatang, Kementerian PUPR alokasi dana sebesar Rp 148 miliar untuk selesaikan jalan lingkar Bunguran ini. Sekarang tinggal jalan antara Kecamatan Bunguran Batubi menembus Kecamatan Bunguran Utara,” sebut Izhar.

Izhar mengatakan, tahun 2017 ini pemerintah juga mengalokasi dana sebear Rp 9,7 miliar melanjutkan pembangunan jalan. Dan progres pelaksanaannya sudah hampir rampung. Dan sangat disyukuri masyarakat, karena akses jalan lebih baik. Dibanding jalan tanah merah.

“Tapi pembangunan jalan masih membuka akses antar Desa di Kecamatan Bunguran Utara. Jalan penghubug Kecamatan masih kondisi rusak parah dan belum diaspal,” ujarnya.(arn)

Menpar Serahkan Penghargaan UID-SDN Award

0

International Conference on Sustainable Tourism (ICST) resmi berakhir, Rabu (1/11).

Pada even yang digelar di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta itu, Menpar Arief Yahya langsung memberikan hadiah kepada Bintang Sejahtera Waste Management yang ditetapkan sebagai peraih penghargaan UID-SDN Award.

Pemberian award itu bukan tanpa alasan. Selain berkontribusi besar dalam pengembangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bintang Sejahtera juga ikut menjaga keberlangsungan lingkungan yang berkelanjutan. Dampak terhadap pariwisata pun langsung terasa.

“Ini sekaligus memberikan alternatif untuk mengatasi masalah ekonomi sosial melalui program pengelolaan limbah berbasis masyarakat dan pendekatan kewiraswastaan sosial,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menparsenibud 1998-1999 Marzuki Oesman yang ikut hadir di tengah acara, ikut menyimak serius. Begitu juga Menbudpar 2001-2004 I Gde Ardhika, dan Menparekraf 2011-2014 Mari Elka Pangestu.

Dan faktanya, kontribusi Bintang Sejahtera terlihat sangat oke. Apalagi Bintang Sejahtera mengenalkan konsep untuk mengubah sampah menjadi uang tunai dan tabungan ke masyarakat, sekolah, organisasi lokal dan bisnis swasta.

“Mereka menciptakan kesadaran masyarakat. Juga memberikan solusi untuk masalah limbah dan lingkungan. Dan yang terpenting, memberdayakan masyarakat dan memberikan kesempatan kerja bagi orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan,” kata dia.

Saat ini, Bintang Sejahtera memiliki 35 unit bank sampah yang beroperasi dengan baik di bawah jaringannya. Mereka mampu menyediakan lapangan kerja untuk lebih dari 40 ibu rumah tangga, 14 pria dan sekitar 30 orang relawan. Sistem pengelolaan limbahnya dapat memproses hingga 28 ton limbah anorganik dan 25 ton sampah organik setiap bulannya.

“Mereka mendukung masyarakat dengan kegiatan penyadaran sosial, pendidikan, pelatihan, lokakarya dan pembinaan bisnis untuk memastikan operasi berkelanjutan dari unit bank limbah mereka,” ujar Arief Yahya.

Menpar pun berharap ke depan makin banyak pihak-pihak yang juga dapat melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Khususnya dalam penerapan prinsip menjaga lingkungan berkelanjutan.

“Karena masyarakat adalah bagian yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Dan pariwisata Indonesia yang kuat dengan nature and culture resources-nya, sangat membutuhkan pengelolaan seperti ini,” ujarnya.

ICST 2017 merupakan agenda internasional yang digagas oleh Kementerian Pariwisata bersama lembaga internasional United Nations Sustainable Development Solutions Network (UN-SDSN) dan United in Diversity (UID).
Pesertanya? Ada 300. Pembicara yang dihadirkan juga kelas internasional. Di antaranya Dirk Glaesser (Director for Sustainable Development of Tourism UNWTO), Prof. Chris Cooper (Department of Business and Management, Oxford Brookes University, UK), Randy Durband (GSTC Chief Executive Officer), Mari Elka Pangestu (President of United in Diversity), dan Hermawan Kertajaya (Founder and Chairman of MarkPlus Inc.).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman mengatakan, konferensi ICST 2017 merupakan tindak lanjut dari kegiatan Indonesia Sustainable Tourism Award 2017.

“ICST 2017 juga menjadi wadah bagi semua destinasi untuk berbagi pengalaman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan,” kata Dadang. Ia mengatakan, dalam kegiatan ini akan melahirkan berbagai rumusan. Di antaranya Deklarasi Yogyakarta untuk Pariwisata Berkelanjutan, strategi rencana agenda dan rencana aksi untuk percepatan penerapan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia.

Dalam rangkaian konferensi juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kemenpar dengan 11 Pemerintah Kabupaten/Kota dan Universitas yang akan menjadi dasar bagi pembentukan Pusat Monitoring Observatorium Pariwisata Berkelanjutan.

Selain itu juga penandatanganan Komitmen Bersama dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengenai Pembangunan Industri Pariwisata Berkelanjutan agar mengacu pada prinsip – prinsip pariwisata berkelanjutan.

Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Frans Teguh menambahkan, dalam kegiatan ini juga diluncurkan Forum Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Observatory (WINSTO), Forum Sustainable Tourism Destination (STD), dan Indonesia Sustainable Tourism Dashboard. Forum WINSTO ini ditujukan agar perguruan tinggi dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata di wilayah observasi masing-masing.

“Dan pemangku kepentingan lokal dapat terlibat aktif di dalam pengukuran risiko, biaya, dampak, dan peluang pengembangan pariwisata melalui pendekatan inklusif dan partisipatif di destinasi pariwisata berkelanjutan,” kata Frans Teguh. (*)

Dewan Berikan Kesempatan Kedua

0

batampos.co.id -Panitia Pemilihan (Panlih) calon Wakil Gubernur Kepri memberikan kesempatan kedua kepada Gubenur Kepri Nurdin Basirun dan partai pengusung untuk mengusulkan nama pengganti Agus Wibowo yang mengundurkan diri. Batam waktu yang diberikan satu minggu ke depan.

“Tujuh hari kemarin ada kesempatan pertama yang kita berikan. Tetapi belum ada respon yang diberikan ole partai pengusung Sanur,” ujar Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Kepri, Hotman Hutapea menjawab pertanyaan, Kamis (2/10) di Tanjungpinnag.

Menindaklajuti hal itu, DPRD Kepri sudah melayangkan surat permintaan yang kedua. Kesempatan kedua ini akan berakhir pada Jumat pekan depan. Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut mengharapkan, pada kesempatan kali ini sudah ada nama pengganti yang diserahkan oleh Partai Pengusung melalui Gubernur Kepri.

“Jika juga belum ada, kami akan melakukan konsultasi kembali ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bagaimana langkah selanjutnya,” jelas Politis Partai Demokrat tersebut.

Terpisah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Wagub Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan, dengan tidak tuntasnya proses Wagub Kepri, ada konsekuensi tersendiri bagi roda Pemerintah Provinsi Kepri. Yakni, tidak maksimalnya kinerja Pemerintah Daerah. Apalagi Kepri merupakan daerah yang rentang kendalinya dipisahkan oleh laut. “Harus ada inisiatif bersama antara Gubernur dengan Partai Pengusung,” ujar Surya.

Menurutnya, meskipun membutuhkan proses, setidaknya bisa segera diselesaikan. Dijelaskannya untuk kasus wagub ini, sebaiknya ada pengecualian politik. Dikatakannya, setiap Parpol sudah pasti punya kepentingan politik yang berbeda. Akan tetapi masyarakat Kepri sangat membutuhkan kehadiran sosok Wagub.

“Tidak menggemberikannya pertumbuhan ekonomi Kepri, salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya Wagub,” tegasnya. (jpg)

Sampah Berserakan di Rawa

0
Kawasan Dompak Lama yang direncanakan Pemprov Kepri untuk membangun Pasar Tradisional Modern. F.Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun ingin agar kawasan Pulau Dompak selalu bersih, rapi,aman dan nyaman dikunjungi masyarakat. Hal ini ditegaskan Nurdin saat meninjau progres pembangunan kawasan Pulau Dompak, Kamis (2/11).

“Tujuan kita jelas, menjadikan Pulau Dompak sebagai kawasan Pusat Pemerintahan yang ramah dan ingin dikunjungi masyarakat yang bukan hanya datang mengurus administrasi saja tapi bisa menjadi tempat bersantai dan berekreasi tentunya dapat menjadi ikon dari ibu Kota Kepri,” ujar Nurdin.

Dalam peninjauannya Nurdin prihatin melihat sampah yang berserakan ditepi rawa yang berisikan pohon bakau dan aliran sungai menjadi kotor ditambah penengah jalan yang berisikan beberapa tanaman juga terlihat tidak terawat.

“Coba lihat itu, mana tanaman mana ilalang bercampur dan terlihat berantakan, tolong segera di rapikan lagi,” pesan Nurdin kepada Kepala Dinas PU Abu Bakar.

Selain sampah yang berserakan, Nurdin juga melihat ada beberapa bangunan liar serta beberapa pohon bakau yang mulai di tebangi, melihat hal itu Gubernur lagsung menginstruksikan pihak Satpol PP untuk segera menghubungi pihak terkait seperti Kepolisian serta Pemko Tanjungpinang agar berkoordinasi untuk menanggulangi masalah bangunan liar tersebut.

“Tolong dikondisikan bangunan liar ini, jangan sampai bertambah banyak karna dibiarkan malah akan merusak ekosistem yang ada disekitarnya,” ujar Nurdin saat melihat beberapa pohon bakau ditebangi.

Berlanjut di kawasan jembatan I Dompak yang dikatakan Kepala Dinas PU Abu Bakar tahap merenovasi masih terus berjalan dan bertahap akan di selesaikan Menara dan Gapura di pintu masuk jembatan, disebelahnya juga akan dibuat lahan parkir serta taman dan bangku di tepi-tepi jalan, selain itu setelah melewati jembatan I nantinya akan di plot khusus untuk para pedagang menajajakan jualannya agar tidak berserakan dan terfokus di 1 tempat saja.

Diakhir peninjauannya Gubernur Nurdin menyempatkan diri berinteraksi dengan beberapa pekerja, mereka mengeluhkan bahwa ada beberapa tanaman yang dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, mendengar hal tersebut Gubernur langsung menginstruksikan Pihak Satpol PP untuk melakukan penjagaan patroli keliling dengan rutin, menginstruksikan Dinas Energi dan Sumber daya mineral agar segera mengalirkan listrik untuk penerangan jalan serta kepada Biro Humas agar meletakan beberapa kamera CCTV dilokasi yang strategis.

“Pengawasan harus lebih ketat, bila perlu tiap malam rutin di awasi dan secara diam-diam agar bisa langsung di ciduk, nanti kita akan beri kamera cctv dilokasi yang strategis, kalau perlu nanti saya akan instruksikan kepada Sekda untuk dibuatkan UPTD Yang berfungsi untuk menjaga kemananan di Pulau Dompak ini,” tegas Nurdin. (bni)