Ridho, 12, (baju putih) meringis menahan sakit karena tulang tangan kananya patah akibat nekat melompat dari lantai dua Ez Warnet. F. Budi untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Ridho, 12, pelajar kelas VI Sekolah Dasar (SD) 004 Tanjung Ayun Sakti, nekat melompat dari lantai dua EZ Warnet, di Jalan Pemuda, Kelurahan Seijang, Kecamatan Bukit Bestari, Kamis (26/10) pagi. Akibat kejadian tersebut, tangan sebelah kanan bocah laki-laki itu patah dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit.
Informasi yang dihimpun, nekat melompatnya bocah kelas Enam SD tersebut dari lantai dua ruko EZ Warnet, karena ketakutan melihat pihak Kepolisian yang datang ke warnet.Padahal kedatangan pihak Kepolisian kesitu bukan untuk melakukan razia, melainkan hendak memberikan arahan kepada pengelola warnet agar tidak membiarkan pelajar bermain di jam sekolah.
“Hanya mau monitoring saja dan meminta pengelola warnet tidak membiarkan pelajar bermain di jam sekolah,” ujar salah seorang perwira Polisi Ipda Tuhardi.
Dikatakannya, anak tersebut sudah ada di dalam warnet saat pihaknya hendak masuk. Melihat kedatangan petugas, bocah yang mengenakan kaos putih tersebut lari ke lantai dua dan terjun disitu.
“Kemungkinan dia ketakutan karena dikira kedatangan kami mau nangkap mereka. Makanya dia kabur dan terjun dari lantai dua itu,” ucapnya.
Sementara itu salah seorang warga, Budi mengatakan bocah laki-laki tersebut mengalami patah tulang tangan kanan. Warga pun menyesalkan pengelola warnet yang membiarkan pelajar bermain di jam sekolah.
“Tadi langsung dibawa ke Rumah Sakit sama Polisi. Sepertinya tangan kanan anak itu patah,” ujar Budi.
Dikatakan Budi, dengan adanya pengelola warnet yang membandel dengan membiarkan pelajar bermain di jam sekolah. Pemerintah Daerah (Pemda) agar lebih tegas dalam memberikan sanksi terhadap warnet.
“Jangan sampai kejadian seperti terjatuhnya anak SD tadi terulang lagi. Pemerintah harus proaktif, menindak pengelola warnet yang nakal,” pungkasnya.(ias)
Anggota Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri membawa dokumen yang ada didalam kardus kedalam mobil usai penggeledahan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam yang berada di Sekupang, Rabu (25/10). Penggeledahan ini tindak lanjut operasi tertangkap tangannya (OTT) Kepaka DLH Dendi Purnomo di rumanya di Seiharapan, Sekupang. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri terus mengembangkan kasus dugaan suap di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Saat ini, polisi mengaku menemukan sejumlah bukti baru serta dokumen-dokumen yang menguatkan bukti sebelumnya.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menuturkan, bukti baru itu diperoleh setelah polisi menggeledah kantor DLH, Rabu (25/10) lalu.
“Kami masih mendalami bukti-bukti yang ada,” ujarnya.
Dari pemeriksaan sementara, Erlanga mengatakan pihak penyidik menemukan dokumen penting terkait dengan kasus operasi tangkap tangan (OTT), Senin (23/10) lalu. Berkas yang ditemukan itu yakni surat permohonan berita acara dari pengawasan terhadap proyek tank cleaning yang diajukan oleh Amiruddin.
“Semua dokumen sudah dikumpulkan . Hari ini penyidik menggeledah lagi (di kantor PT Telaga Biru Semesta),” ungkapnya.
Bukti dan dokumen lainnya diperoleh dari penggeledahan kantor PT Telaga Biru Semesta (TBS) yang berada di Jl. RE Martadinata, Komplek Batam Palace Blok C Nomor 02 Sekupang, Kamis (26/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Empat orang penyidik langsung masuk dan melakukan penggeledahan.
Tiga jam kemudian, polisi keluar dengan sejumlah berkas, satu kardus dokumen, dan satu unit komputer.
“Semua berkas pendukung berhasil kami temukan,” kata seorang anggota penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Kepri.
Namun kuasa hukum Amiruddin, Niko Nikson Situmorang, membantah kalau kedatangan tim penyidik dari Polda Kepri ke kantor PT TBS, untuk melakukan penggeledahan.
“Bukan penggeledahan, itu tim penyidik hanya penyesuaian pemeriksaan dokumen yang dibutuhkan saja. Hanya sebatas itu saja kok kedatangannya ke kantor PT TBS,” ujar Nikson.
Selain terus mencari bukti baru, penyidik Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Kepri juga berencana memeriksa dua bawahan Kepala DLH, Dendi N Purnomo, yang kini berstatus tersangka, Jumat (26/10) hari ini.
Dua bawahan Dendi itu masing-masing Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Penindakkan DLH Kota Batam, Masrial, dan Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakkan, Hasbi. Namun sejak Selasa (24/10) lalu, keduanya tak pernah terlihat di kantornya.
“Bapak tak ada, sejak kejadian (OTT) hingga saat ini belum ada ngantor lagi,” kata seorang pegawai di DLH yang tidak mau namanya dikorankan.
Dia menjelaskan, Bidang Pengawasan dan Penindakkan berwenang mengawasi seluruh bidang yang ada di DLH. Seperti tim yustisi terkait penegakkan Perda Sampah Nomor 11 Tahun 2013, reklamasi, hingga pengurusan izin limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dari proses pembersihan tangki kapal.
Ia menjelaskan, setiap perusahaan yang ingin melaporkan kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut memang langsung menuju ruangan yang terletak di bagian belakang DLH tersebut.
Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto membenarkan pihaknya akan memeriksa Masrial dan Hasbi, hari ini, Keduanya akan diperiksa terkait dengan rencana pemberian uang sebesar Rp 5 juta oleh tersangka Amiruddin.
“Besok, diperiksa,” kata Budi Suryanto, Kamis (26/10).
Herman Rozie Plt Kepala DLH
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menunjuk Herman Rozie yang kini mejabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan Kota Batam menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
“Sekarang dia dua tugasnya,” kata Rudi, Kamis (26/10).
Rudi enggan menyampaikan terkait dasar penunjukan Herman. Ia hanya menyampaikan, Herman dianggap yang paling cocok.
“Memang siapa lagi? Tak ada,” imbuhnya.
Sekda Batam Jefridin menyampaikan, surat keputusan akan diterbitkan hari ini, Jumat (27/10). Sementara Herman Rozie mengaku siap ditunjuk sebagai Plt DLH, dan melanjutkan pekerjaan yang beberapa hari terkendala karena hadirnya kasus OTT.
“Saya sebagai anak buah siap saja,” ucap Herman.
Menurutnya, karena kini DLH sedang bermasalah, salah satu yang akan lakukan adalah menutup rapat kemungkinan penyelewengan agar kasus seriupa tak terulang lagi.
“Kami lihat di mana titik lemahnya, kira-kira mana yang membuat pegawai atau staf atau kitanya (pimpinan) sendiri punya niat tak baik. saya akan pelajari sehari dua hari,” ucapnya. (cr13/ska/cr17)
Pertamina belum juga memindahkan bangkai kapal Pagai. Padahal di lokasi ini akan dibangun pelabuhan. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Warga Tanjunguban akan kembali melakukan aksi di kapal Pagai, Jumat (27/10) hari ini. Hal ini dilakukan karena Pertamina belum memindahkan bangkai kapal tersebut dari lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat di depan Pantai Mentigi, Tanjunguban.
“Benar, jumlahnya massa yang ikut aksi besok (hari ini) dilaporkan sekitar 200-an orang,” ungkap Kapolsek Bintan utara Kompol Jaswir kepada Batam Pos, di Tanjunguban, kemarin.
Tujuan demo ini, kata Jaswir, sama dengan demo sebelumnya. Di mana, massa yang merupakan gabungan dari organisasi pemuda dan masyarakat akan meminta Pertamina memindahkan kapal Pagai, karena keberadaan kapal Pagai akan menganggu
pembangunan pelabuhan bongkar muat. “Tujuannya sama, tapi tetap besok
kami kawal,” katanya.
Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Jamhur Ismail yang dihubungi Batam Pos, kemarin mengatakan, rencana pemancangan tiang di lokasi pembangunan pada minggu ini mundur dan baru dilakukan minggu depan. Hal ini karena beberapa alat berat masih di Batam. “Minggu depan, beberapa material dan alat berat baru tiba di lokasi,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan tidak bisa ditunda sampai menunggu Pertamina menggeser bangkai kapal tersebut. Pembangunan tetap akan dilakukan mulai dari laut. “Pemancangan tiang akan dilakukan dari tengah laut, alat berat akan dinaikkan ke atas tongkang. Sebenarnya keberadaan kapal pagai yang belum dipindah sangat menganggu, bagaimana kami mau memancang tiang kalau ada kapal di sana,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat keenam, hanya surat tersebut belum dibalas dari pihak Pertamina. “Ya tetap kami surati minta pindah. Jangan labuhkan kapal di sana, labuh saja di lingkungan mereka, kan aset mereka,” pintanya.
Baru-baru ini, ia juga mengakui, pihaknya telah berkonsultasi ke Biro Hukum Pemprov Kepri terkait rencana mengugat Pertamina ke ranah hukum. “Sudah kami bahas itu, tapi
kami menunggu mereka mengeser kapalnya,” tukasnya.
Sebelumnya, Azhar, OH Pertamina Marina mengatakan, masalah ini akan disampaikan ke pusat, sebab Pertamina Pusat yang memiliki kewenangan untuk memindahkan aset Pertamina itu. Ia mengatakan, biasanya sebelum digeser ada dikeluarkan surat penghapusan aset yang memakan wakru sekitar 6 sampai dengan 1 tahun. (cr21)
Awan gelap mengelilingi Coastal Area, beberapa waktu lalu. Diperkirakan hingga akhir Oktober cuaca hujan disertai petir. F. Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, telah memperkirakan hingga akhir bulan Oktober diprediksi hujan disertai petir. Dan angin kencang di pagi hari maupun malam hari. Untuk itu diimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di bibir pantai maupun saat melaut agar selalui melihat kondisi cuaca disekitarnya.
“Benar, terkadang terjadi panas cukup kuat. Tetap harus waspada terhadap perubahan secara tiba-tiba,” kata Observer BMKG Karimun Pande Nyoman Parwata, Kamis (26/10).
Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan pihaknya mengirimkan informasi keadaan cuaca. Terutama terhadap gelombang laut yang cukup tinggi di wilayah perairan Natuna dan Anambas serta arus laut yang cukup kuat di seluruh wilayah perairan Kepulauan Riau.
Untuk wilayah Pulau Karimun sekitarnya masih bisa dilintasi oleh kapal-kapal penumpang, baik menggunakan speedboat maupun kapal motor yang bisa pulang pergi, seperti tujuan Tanjungbalai Karimun, Buru, Urung, Selat Belia maupun Moro.
“Untuk jalur pelayaran di Pulau Karimun sekitarnya tetap aman saat ini. Tapi tetap saja waspada terhadap kondisi cuaca di laut, tidak sama dengan di daratan,” pesannya.
Sementara prakiraan cuaca pada pagi hingga malam hari cuaca berawan, sedangkan dini hari diprediksi hujan lebar disertai petir dengan suhu mencapai 24 hingga 31 derajat celcius. Sedangkan kecepatan angin 30 kilometer per jam yang kelembabannya hanya 65 sampai 95 persen.
Bisa terjadi secara tiba-tiba perubahan cuaca saat turun hujan, langsung panas secara lokal. Artinya, hujan lebat hanya terjadi di satu daerah namun di daerah lain tetap panas. Misalnya di Balai cuaca panas namun di daerah perkantoran jalan poros hujan lebat. Begitu juga di daerah Tebing bisa saja hujan secara tiba-tiba.
“Yang paling penting tetap menjaga kondisi kesehatan. Terutama bagi anak-anak yang berangkat sekolah harus waspada terhadap cuaca di sekitarnya,” tuturnya.
Pantauan di lapangan, walaupun kondisi cuaca tidak menentu beberapa hari ini, aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa. (tri)
Depot Pertamina Pulau Sambu, nampak di kejahuan. Itu merupakan tanki storage BBM yang tengah dibangun di Terminal BBM Pertamina Pulau Sambu, Batam, Kepulauan Riau.
Pertamina tengah membangun terminal berstandar internasional dengan kapasitas 310.000 kilo liter guna mendukung ketahanan energi dan bisnis oil trading perusahaan di wilayah regional Asia Tenggara.
batampos.co.id – Golongan Putih alias Golput masih menjadi momok di balik penyelenggaraan pemilihan umum di tanah air. Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja keras agar partisipasi masyarakat pada penyelenggaraan pemilu bisa terus meningkat dan semakin menyemarakkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria memandang golput sebagai urusan serius. Sebab itu, kerja-kerja sosialisasi harus sudah dimulai sejak jauh-jauh hari. Termasuk sosialisasi ke kalangan pemuda.
“Karena partisipasi anak muda pada pemilu sebagai pemilih pemula bisa menekan angka golput,” kata Robby, di dialog kebangsaan, di Kampus UMRAH Tanjungpinang, Kamis (26/10) kemarin.
KPU Tanjungpinang, lanjut Robby, memperkirakan akan ada lebih dari 9 ribu pemilih pemula yang akan berpatisipasi pada pemilihan kepala daerah Tanjungpinang pada 27 Juni 2018 mendatang.
Ia berharap, peran pemuda terutama kalangan mahasiswa bisa mengurangi angka Golput pada Pilkada Tanjungpinang nanti. Selain ikut berpartisipasi menggunakan hak suaranya, para pemuda juga bisa mensosialisasikan kepada masyarakat soal Pilkada Tanjungpinang.
“Pemilih pemula atau pemuda perlu dijaga karena merupakan aset yang baik karena belum ‘dikotori’ oleh politik. Sehingga untuk di Tanjungpinang diharapkan pemudanya bisa mensukseskan Pilkada,” tutur Robby.
Robby pun menyebutkan pada pemilu 2015 silam, jumlah pemilih pemula berjumlah 2.374 orang. Namun, jumlah tersebut meningkat drastis karena diperkirakan akan ada 9 ribu orang lebih pemilih pemula yang akan berpartisipasi.
“Jumlahnya (pemilih pemula) sekitar 5 persen dari jumlah pemilih di Kota Tanjungpinang,” sebutnya.
Keterlibatan pemuda dalam mensukseskan pesta demokrasi di Kota Tanjungpinang sangat diharapkan, selain menggunakan hak pilihnya juga harus ikut berperan aktif dengan mensosialisasikan Pilkada kepada lingkungan masyarakat. Apalagi, pada tahun mendatang, KPU Tanjungpinang mendapat target partisipasi pemilih harus mencapai 77 persen dari KPU RI. (aya)
batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Batam, Hasyimah mengatakan pengerjaan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) sudah berjalan 50-75 persen.
“Alhamdulillah pengerjaan rehab cukup cepat dengan bantuan TMMD,” kata dia, Kamis (26/10).
Kerjasama dengan TMMD sudah berakhir seiring ditutupnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) hari ini (kemarin, red), pengerjaan akan dilanjutkan oleh tukang dan swadaya masyarakat.
“Pengerjaan tetap jalan, tugas mereka sudah selesai dan kan dilanjutkan hingga selesai,” ujarnya.
Sesuai dengan kontrak kerja, penyelesaian rehab 100 RTLH akan selesai 5 November mendatang. Program pengentasan kemiskinan menyasar mereka yang tinggal di hinterland (pesisir, red) yang mayoritas merupakan nelayan.
Hasyimah menjelaskan tahun depan pemeritah Batam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan rehab RTLH. Salah satunya pergantian bahan bangunan yang akan digunakan untuk RTLH.
“Kayu susah dapatnya, jadi kami ganti rangka besi,” sebutnya.
Mengenai jumlahnya, Hasyimah menyebutkan dia telah mengusulkan 125 rumah yang mendapat bantuan rehab RTLH. “Ada penambahan 25 rumah, sebnyak 75 di pesisir dan 50 di perkotaan,” tambahnya.
Lanjutnya, kerjasama rehab RTLH bersama TMMD ini akan terus berlanjut ke depannya. Pihaknya juga akan mengevaluasi pelaksanaan lelang agar menyesuaikan dengan jadwal dari TMMD.
“Iya ini juga akan kami sesuaikan waktunya, agar pengerjaan bisa selesai lebih cepat,” tutupnya.(cr17)
Sejumlah wisatawan berakhir pekan di Kawasan Wisata Lagoi Bay Bintan, Minggu (20/8). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan dalam rapat kerja bersama seluruh kepala daerah di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini, Presiden Joko
Widodo (Jokowi) menekankan pencapaian pertumbuhan ekonomi di daerah dan pemerintah daerah mampu tertib dalam pengelolaan administrasi keuangan.
“Pak Presiden Joko Widodo juga menyampaikan penyerapan anggaran dan penggunaan dana desa,” ungkapnya di Kantor Bupati Bintan, Kompleks Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu, Teluk Bintan, Kamis (26/10).
Menurut Apri, ketika ini pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau melambat dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi berkisar 1,5 persen, dan rata-rata pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan berkisar 5,3 persen. Diakuinya, sektor pariwisata menjadi primadona di Bintan dan diharapkan bisa menyelamatkan ekonomi Bintan, terlebih sektor
wisata Bintan ketika ini tumbuh sangat signifikan dengan rata-rata 15,53 persen.
“Diharapkan sektor ini mampu membantu dan mendongkrak pertumbuhan
ekonomi di Kabupaten Bintan,” kata Apri.
Mengenai administrasi keuangan daerah, ia menginstruksikan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bintan agar menertibkan pengelolaan keuangan anggaran daerah di masing-masing instansi. Terlebih, saat ini sudah memasuki triwulan akhit tahun 2017.
“Pegawai dengan jabatan pejabat pelaksana teknis kegiatan di masing-masing OPD dituntut tertib dalam melakukan administrasi pengelolaan keuangan di dalam pelaksanaan anggaran,” imbuhnya.
“Tingkatkan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan mulai perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Bintan Mohd Setioso mengatakan bahwa penegasan terkait tertib administrasi keuangan merupakan suatu hal yang baik, di mana arahan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 58 Tahun 2005 terkait pengelolaan keuangan daerah meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, serta pengawasan keuangan daerah harus dijalankan
dengan sebaik-baiknya.
“Pengelolaan anggaran memang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai Peraturan Pemerintah nomor 58 Tahun 2005 dalam Pasal 4 ayat 1 mengatakan bahwa Keuangan Daerah wajib dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyarakat,” katanya.
Ini harus dilakukan mengingat, lanjutnya, Pemkab Bintan telah mendapat apresiasi dari Kementerian Keuangan atas capaian standar tertinggi dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan untuk tahun 2016 yang lalu. (cr21)
batampos.co.id – Melemahnya daya beli masyarakat mempengaruhi perputaran bisnis dalam segala aspek. Penjualan emas pun ikut terkena dampak. Ditengah sulitnya ekonomi yang masih terasa hingga akhir tahun ini, penjualan menunjukkan grafik yang terus menurun.
Karyawan Toko Emas Arafah di Pasar Fanindo, Weri mengatakan memasuki kuartal ketiga ini, penjualan emas menurun hingga 50 persen. Itu berlangsung sejak awal tahun 2017.
“Penjualan emas memang turun setiap bulan,” ujarnya saat ditemui di Pasar Fanindo, Kamis (26/10).
Dewasa ini, masyarakat lebih banyak menjual perhiasan dibandingkan dengan membeli. Meski demikian, sebagai barang investasi, emas masih banyak yang berminat. “Beli ada. Kebanyakan buat investasi,” katanya.
Harga emas diakui Weri masih dalam fase perubahan hampir setiap harinya. Seperti hari ini, dimana harga emas sebenarnya mengalami kenaikan sekitar Rp 10 ribu.
Dari harga yang terpantau, kemarin, emas 24 karat, dengan berat lebih dari 31 gram dibanderol dengan harga Rp 557 ribu sebelum menjadi perhiasan. Sementara untuk emas 22 dan 23 karat dibanderol sekitar Rp 550 ribu.
Sepinya peminat juga dirasakan pedagang emas lainnya. Adi, Staff penjualan emas di Toko Mas Cahaya di Pasar Fanindo mengaku memang pembelian emas mengalami penurunan.
“Ekonomi lemah. Makanya berdampak pada pembelian emas yang menurun,” ungkapnya. (cr19)