Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12851

Mantan Wabup Natuna Meninggal

0
Imalko saat di rumah duka di Kampung Bulang. Rncananya hari ini jenazah akan dibawa ke Natuna. F. Choki/Batam POs.

batampos.co.id – Terpidana korupsi mantan Wakil Bupati Natuna, Imalko meninggal dunia, Selasa (21/11), sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban meninggal dunia usai terjatuh saat bermain dengan anak dan istri di kediaman mertuanya, di Jalan Maharani nomor 27 Blok A RT2, RW3 Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Benar, beliau (Imalko, red) telah meninggal dunia. Informasi yang kita terima ia terjatuh pada saat bermain dengan anaknya. Dan sempat dibawa ke RSUD Provinsi Kepri, untuk mendapatkan pertolongan,” jelas Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Ronny Widyatmoko, Selasa (21/11).

Ia menegaskan meninggalnya terpidana korupsi dana hibah LSM Badan Perjuangan Migas, Natuna ini terjadi saat melaksanakan proses asimilasi pertama, yang merupakan rangkaian dari surat keputusan bebas bersyarat yang sudah diserahterimahkan kepada yang bersangkutan sekitar pukul 11.22 WIB.

“Meninggalnya di rumah karena yang bersangkutan hari ini (kemarin, red) sudah mendapatkan surat keputusan bebas bersyarat dan resmi menjalani asimilasi perdana. Jadi, jelas terpidana ini meninggal bukan karena ada unsur penganiayaan atau apapun, melainkan meninggal setelah sudah dirumahnya,” terangnya.

Menurutnya, selama menjalani masa hukuman di rutan, terpidana ini selalu dalam kondisi sehat dan tidak pernah mengeluh karena sakit.

“Beliau ini orangnya paling aktif disini. Sering juga mengikuti olahraga. Paling sekali saja pernah ngeluh sakit gigi. Selain itu tidak ada lagi,” ungkapnya.

Salah satu kerabat keluarga Prasetio, membenarkan bahwa mantan Wabup Natuna, itu meninggal dunia usai bermain dengan anak dan istrinya.

“Informasi yang kita terima beliau meninggal jam 1 siang. Sebelum meninggal setahu saya dia sempat bermain dengan anaknya. Tiba-tiba badannya terjatuh kebelakang, pingsan dan sempat dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Ia menambahkan jenazah tersebut, direncanakan akan dikebumikan di Natuna.
“Rencananya jenazah akan diterbangkan ke Natuna besok (hari ini, red). Tapi kita lihat nanti keputusan keluarga seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak RSUD Provinsi Kepri, belum bisa dihubungi untuk memberikan keterangan terkait apa yang menyebabkan terpidana Imalko meninggal dunia.

Diketahui Imalko kini tengah menjalani masa asimilasi hingga tiba waktunya ia dinyatakan bebas bersyarat pada Rabu (20/12) mendatang. Sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Hukum dan HAM. (cr20)

Novanto Tetap Ketua DPR

0

batampos.co.id – Meski berstatus tersangka dan menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto tetap menjadi Ketua DPR. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno Partai Golkar yang digelar selama kurang-lebih lima jam di Jakarta Barat, Selasa (21/11).

“Posisi Bung Setya Novanto di DPR menunggu adanya hasil praperadilan yang dilakukan oleh Bung Setya Novanto,” kata Plt Ketum Golkar Idrus Marham di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, kemarin.

Idrus menerangkan rapat pleno juga sempat diwarnai perdebatan di antara pengurus DPP. Namun situasi tetap berjalan kondusif sampai keputusan diambil secara musyawarah mufakat.

“Partai Golkar akan mampu mengatasi masalah yang ada dan Golkar kan mampu melakukan akselerasi organisasi,” terangnya.

Selain itu, Idrus menegaskan akan tetap menjalankan program kepartaian yang telah direncanakan sebelumnya. Langkah-langkah politik menuju pilkada juga tetap dilanjutkan agar kemenangan di pesta demokrasi itu bisa tercapai.

Idrus sebelumnya ditetapkan sebagai Plt Ketum Golkar menyusul ditahannya Novanto. Idrus akan menjadi Pelaksana Tugas Ketum Golkar sampai ada keputusan praperadilan yang diajukan oleh Novanto.

Sebelumnya, di tengah alotnya rapat pleno DPP Partai Golkar kemarin, beredar dua salinan surat yang mengatasnamakan Setya Novanto. Dalam suratnya itu, Novanto meminta tidak diberhentikan dari jabatannya selaku Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar.

Dua surat tersebut ditulis tangan dan ditandatangani Novanto lengkap dengan materainya. Surat pertama ditujukan kepada pengurus DPP Partai Golkar. Sementara surat yang lainnya untuk pimpinan DPR.

Dalam surat kepada pengurus DPP Partai Golkar, Novanto meminta tidak ada pembahasan pemberhentian sementara atau permanen terhadap dirinya selaku Ketua Umum Partai Golkar.

“Dan untuk sementara saya tunjuk Plt Ketua Umum Idrus Marham, Plt Sekjen Yahya Zaini, Azis Syamsudin. Demikian harap dimaklumi,” tulis Novanto.

Sedangkan dalam surat yang ditujukan pada pimpinan DPR Novanto memohon agar pimpinan DPR memberikan kesempatan kepada dirinya untuk membuktikan bahwa dirinya tak terlibat dalam mega korupsi proyek e-KTP. Karenanya, ia meminta tidak diadakan rapat pleno dan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terhadap kemungkinan menonaktifkan dirinya, baik selaku Ketua DPR maupun selaku anggota dewan.

Sementara itu, MKD belum memutuskan nasib Novanto. Rapat konsultasi yang seharusnya dilaksanakan kemarin batal dilakukan. Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, rapat konsultasi belum bisa dilaksanakan, karena ada beberapa fraksi yang belum bisa datang.

Menurutnya, ia bisa memaklumi alasan beberapa fraksi yang tidak bisa hadir, sebab surat undangan dikirim cukup mendadak. Ada fraksi yang mempunyai agenda lain, sehingga tidak bisa datang. “Setelah kami cek, mereka memang ada kegiatan lain,” terang politikus Partai Gerindra itu saat ditemui di ruang MKD DPR, kemarin.

Dia meminta pimpinan fraksi yang datang dan tidak diwakilkan. MKD ingin mendengarkan masukan dan pandangan dari semua fraksi terkait perkara yang menimpa Novanto. Terutama yang berkaitan dengan posisi Novanto sebagai ketua DPR.

Dasco tidak mau menyebut nama partai yang berhalangan hadir. Menurut dia, bukan Partai Golkar yang tidak bisa hadir. Walaupun ada agenda rapat pleno di DPP Partai Golkar, tapi fraksi partai beringin masih tetap bisa hadir.

Karena gagal dilaksanakan rapat konsultasi, MKD akan mengagendakan ulang rapat konsultasi dengan fraksi-fraksi. Ia belum bisa memastikan kapan pertemuan itu dilaksanakan. “Secepatnya akan kami lakukan rapat,” ungkap pria kelahiran Bandung itu

Diperiksa Dua Jam, Novanto Bungkam

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi dibikin pusing oleh Ketua DPR Setya Novanto. Sebab, di pemeriksaan lanjutan pada Selasa (21/11) kemarin, ketua umum DPP Partai Golkar itu mendadak tidak mau memberikan jawaban atas pertanyaan penyidik terkait kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Tentu saja, kondisi itu membuat penyidik tidak maksimal mengorek keterangan dari Novanto. Padahal, dua jam lebih Novanto berada di ruang pemeriksaan.

”Beliau memang kondisi fisiknya lemah. Jadi masih belum bisa (diperiksa). Dengan demikian, pemeriksaan ini tetap ditangguhkan,” ujar kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, terkait bungkamnya Novanto.

Alasan Fredrich ini bertolak belakang dengan keterangan pihak RSCM dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyatakan Novanto sudah sehat dan bisa diperiksa. Namun Fredrich memiliki jawaban menarik. Menurut dia, kliennya punya hak untuk merasa belum sehat.

”Dokter mau mengatakan apapun kalau yang bersangkutan merasa belum sehat kan hak sebagai tersangka,” ujarnya.

Menurut dia, hasil kajian tim medis yang menyatakan Novanto masuk kategori fit to be question atau sudah bisa diperiksa bersifat subjektif. Rasa sakit, kata dia, tetap hanya Novanto yang bisa merasakan.

”Sekarang saya tanya kalau Anda sakit kepala, alat tercanggih di dunia tidak akan tahu Anda sakit kepala, tapi dia punya rasa sakit kepala,” kilahnya.

Novanto sendiri tidak mau berkomentar saat keluar dari gedung KPK. Dia langsung masuk ke kendaraan tahanan KPK melewati kerumunan wartawan yang berjejal di pintu keluar tersangka dan saksi. Wajahnya memang tampak pucat. Langkah kakinya terlihat sedikit berat. Namun, dia tetap bisa berjalan tanpa bantuan orang lain.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sebagai tersangka Novanto berhak untuk berbicara atau tidak berbicara sesuai dengan kepentingannya. Novanto juga berhak memberikan jawaban atau tidak memberi jawaban ketika ditanya penyidik. Yang jelas, pemeriksaan Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP kemarin tetap dilakukan.

”Karena ini bagian dari proses sesuai dengan hukum acara yang berlaku,” ujarnya.

Sesuai koridor hukum, KPK memang tidak bergantung pada jawaban tersangka. Tapi lebih pada bukti-bukti yang dimiliki. Karena itu, percuma saja bila Novanto menggunakan strategi tidak mau menjawab pertanyaan penyidik. (tyo/lum/byu/jpg)

Kelola Sampah demi Kelangsungan Pariwisata

0

“Khusus management sampah, kami bekerjasama dengan SampahMuda.Com, komunitas pecinta lingkungan,” kata Mei Kristianti, Project Officer Pasar Karetan.

Apa SampahMuda.Com itu? Bagaimana cara bekerjanya? Nah, sebagai mahkluk digital, yang 60-70% eksis di dunia maya, silakan klik sampahmuda.com. Ada tanya jawab yang bisa menjelaskan semua visi misinya yang keren. Pro lingkungan, recycle, environment friendly, go green, dan tim mereka sudah datang di Pasar Karetan, Minggu pagi 19 November 2017 lalu.

Greeting website mereka begini: Sampah muda membantu mendaur ulang sampahmu. Karena sampahmu punya kesempatan kedua untuk menjadi barang lain. Pilah sampahmu dan booking jadwal pengangkutannya. Dapetin uang dari sampahmu atau donasikan untuk penyelamatan lingkungan

Mereka bahkan akan menjemput sampah, yang sudah dipilah-pilah. Tinggal kontak mereka, bisa melalui web nya. Ada pertanyaan: Apakah ada batas minimal yg bisa dijemput sampahmuda.com.?

Tidak ada minimum, kami akan mengambil berapapun jumlah sampah terpilah anda, karena fokus kami adalah memudahkan anda dalam mengelola sampah. Tapi, kami akan senang jika anda memiliki setidaknya 5 – 10 kg untuk mengefisienkan layanan kami.” Begitu penjelasannya.

Apakah penjemputan sampah ini berbayar? Jawabannya tegas: Tidak berbayar alias free. Gratis, asal berada dalam service area mereka, seperti handphone, ada coverage area.

Lalu apa saja jenis sampah yang bisa dijemput oleh sampahmuda.com? “Kami menerima 6 jenis sampah anorganik, yakni:kertas hvs, kertas buram/koran, kertas kardus, botol plastik, gelas plastik, plastik lain,” jelasnya di web itu.

Mau dibawa ke mana sampah-sampah itu? “Kami bekerja sama dengan perusahaan dan instansi pengolahan sampah jadi sampah yang kami terima akan di daur ulang oleh partner kami!”

Nah, keren banget. Lalu bagaimana cara pilah memilahnya? Mudah kok. Kamu bisa membedakan tempat sampahmu menjadi 3, plastik-kertas-organik. Pastikan sampah kertas dan plastikmu kering! Kumpulkan dan call sampahmuda.com.

Sesama aktivis netizen, semakin mudah berjumpa termasuk dalam urusan sampah. Anak-anak #GenPIJateng membuat pasar, mengajak followers, subscribers, friends mereka di media sosial berkopi darat di #PasarKaretan #RadjaPendapaCamp.

Anak anak muda di sampahmuda.com juga turun mensosialisasi ke masyarakat soal manajemen sampah.

“Kombinasi yang klop, keren! Sama-sama anak muda, spirit anak muda, sama-sama aktif di medsos, sama-sama punya visi membangun environment sustainability,” kata Don Kardono Stafsus Menpar Bidang Komunikasi dan Media.

Pas dengan usaha keras “Indonesia Incorporated” untuk memperbaiki pilar lingkungan hidup di TTCI Travel Tourism Competitiveness Index yang dicapture oleh World Economic Forum (WEF). “Ini penting untuk menaikkan indeksdaya saing pariwisata kita,” lanjut Don Kardono.

Masyarakat terus diajak untuk disiplin, dalam mengelola sampah, menjaga lingkungan, sampai di Pasar Karetan ini dicari trma makanan, minuman tradisional. Cara penyajiannya juga mengurangi bahan plastik.

“Kalaupun masih ada yang tak terhindarkan lagi, seperti minuman, masih ada solusi dengan melibatkan sampahmuda.com,” jelas Don.

Menpar Arief Yahya terus mendorong anak-anak muda untuk menciptakan atraksi baru, destinasi baru, yang dia sebut destinasi instagramable. Di mana ada destinasi, ada desa wisata, terjangkau dari marketnya, atau customers nya, di situlah atraksi seperti pasar-pasar itu bisa hidup dan menghibur.

“Libatkan masyarakat, biar mereka mendapatkan manfaat langsung dari atraksi yang dibuat. Sekaligus edukasi masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik, sadar wisata, dan kelak bertumbuh banyak homestay desa wisata yang memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Menpar Arief Yahya.

Dalam bisnis, kata Marketeer of the Year 2013 itu, ada dua pendapatan. Pertama operational return, dan non operational return.

“Nah, kelak kalian akan punya data customers yang valuenya lebih besar,” kata Arief Yahya. (*)

Raja Ishak Ditemukan Tewas di Samping Ruko

0

batampos.co.id – Raja Ishak, 60 warga Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun kemarin (21/11) pukul 07.00 WIB ditemukan tewas depan salah satu Ruko yang ada di Jalan Pertambangan, Kecamatan Karimun. Pada saat ditemukan jasad pria ini dalam keadaan miring ke kanan dan seperti berselimutkan koran.

Selain itu, pria yang sering berjalan kaki ini pada saat ditemukan sudah tidak bernyawa dalam keadaan mengenakan baju lengan pendek warna gelap. Dan juga hanya mengenakan celana pendek. Di sampingnya juga ada botol yang berisi air mineral dan satu bungkus pakaian yang dijadikan alas kepala.

”Kita dapat informasi dari warga bahwa ada mayat pria yang terbaring seperti orang tidur pada pagi hari di samping salah satu Ruko yang ada di Jalan Pertambangan. Sehingga, pada saat anggota menuju ke lokasi kejadian, memang benar bahwa ada pria tua yang diketahui namanya Raja Ishak. Setelah mengetahui identitasnya, maka ada warga yang kenal dan menghubungi pihak keluarga,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos.

Pengakuan pihak keluarga, kata Lulik, bahwa Raja Sihak memang memiliki riwayat penyakit. Sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, terlebih dulu Tim Inafis Polres Karimun melakukan pemeriksaan di RSUD M Sani bersama tim medis. Hasil pemeriksaan oleh tim medis RSUD dan juga tim identifikasi dari polisi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

”Pemeriksaan luar yang dilakukan Tim Inafis kita dan juga pihak medis memang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Untuk itu, diduga penyebab kematian Raja Ishak akibat penyakit yang dideritanya. Setelah itu, mayat Raja IShak kita serahkan kepada pihak keluarga. Berdasarkan penjelasan dari perwakilan keluarga kepada kita jenazah Raja Ishak akan langsung dikemudikan,” jelasnya. (san)

Gubernur Setujui Kenaikan UMK

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyetujui kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Persetujuan tersebut dituangkan Gubernur Nurdin lewat Surat Keputusan (SK) tertanggal 20 November 2017.

“Setelah mempelajari usulan yang disampaikan Dewan Pengupahan Provinsi (DPP). Senin (20/11) lalu, Pak Gubernur sudah menandatangani usulan tersebut,” ujar Kepala Dinas Tenga Kerja (Disnaker) Kepri, Tagor Napitupulu, Selasa (21/11).

Pria yang merupakan Ketua DPP tersebut menyebutkan, tidak ada perubahan angka yang disetujui Gubernur. Artinya, sesuai dengan yang diusulkan oleh Kabupaten/Kota. Pihaknya juga sudah memberikan penjelasan kepada Gubernur, bahwa pembahasan yang dilakukan sesuai dengan prosedural yang ada.

“Usulan yang disampaikan masing-masing kabupaten/kota sudah kita pelajari bersama. Semuanya sudah sesuai dengan rumus PP No 78 Tahun 2015,” tegas Tagor.

Mantan Kepala Satpol PP Batam itu menjabarkan, ketentuan pemberlakukan UMK Tanjungpinang tahun 2018 tertuang dalam SK Nomor 1137 Tahun 2017. Kemudian Kabupaten Batam ditetapkan dengan SK Nomor 1138, Bintan SK Nomor 1139. Selanjutnya adalah Karimun dengan SK Nomor 1140, Lingga SK Nomor 1141, Anambas SK Nomor 1142. Sementara itu, Natuna melalui SK Nomor 1143.

“Secara keseluruhan SK UMK Kabupaten/Kota di Kepri tersebut diteken Pak Gubernur pada 20 November 2017. Keputusan tersebut berlaku untuk pembayaran gaji tahun 2018 nanti,” papar Tagor.

Lebih lanjut katanya, dengan sahnya UMK 2018 ini, sesuai aturan ramppung 40 hari sebelum berakhirnya tahun 2017. Ia berharap dengan keputusan ini, semua pihak bisa menerima. Menurutnya, apa yang terpenting sekarang ini adalah menjaga kondusifitas daerah.

“Ditengah situasi dan kondisi ekonomi daerah yang kurang stabil sekarang ini. Apa yang terpenting adalah kita menjaga Kepri tetap aman dan kondusif,” paparnya lagi.

Ditambahkannya, nilai UMK yang sudah ditetapkan Gubernur, semuanya sudah diatas Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2018. Yakni menyepakati kenaikan sebesar 8,71 persen dari UMP Tahun 2017 sebesar Rp2,358,454. Gubernur juga mengharapkan semua pihak bisa sama-sama menerima.

“Patut kita syukuri, pembahasan berjalan dengan baik. Tentu ini menjadi satu kemajuan, untuk kita lebih tertib dan bijak dalam menyikapi setiap persoalan,” tutup Tagor.(jpg)

UMK Kabupaten/Kota Tahun 2018

Bintan Rp 3.112.618
Batam Rp 3.523.427
Tanjungpinang Rp 2.565.187
Lingga Rp 2.590.116
Anambas Rp 2.932.925
Karimun Rp 2.845.766
Natuna Rp 2.650.475

UMK Kabupaten/Kota Tahun 2017

Bintan Rp2.863.231
Tanjungpinang Rp2.359.661
Batam Rp3.241.126
Lingga Rp2.382.593
Anambas Rp2.697.935
Karimun Rp2.617.760
Natuna Rp2.438.115

Mobil Berbulu

0

Tangan atau kaki berambut/berbulu, itu mah biasa saja. Bagaimana jika mobil berbulu/berambut ?!

Itulah yang terjadi pada mobil Fiat 500 milik Maria Lucia Mugno, penata rambut asal Salerno, Italia. Seluruh badan mobil mungil itu, termasuk interiornya, dilapisi rambut manusia.

’’Aku sebenarnya melakukan ini gara-gara taruhan dengan teman,’’ kata Mugno kepada Barcroft TV.

’’Dia berpikir aku tidak bisa membuat mobil yang seluruhnya berlapis rambut. Aku pun tertantang,’’ lanjut perempuan 43 tahun itu.

Dia pun mengumpulkan potongan rambut (kebanyakan didapat dari India) seberat 132 kilogram. Sekitar 150 jam dia habiskan untuk membuat karya tersebut.

’’Aku pakai segala macam jenis rambut dari berbagai warna. Ada yang terang. Ada juga yang gelap. Tidak apa, malah jadi aksen yang bagus,’’ jelas Mugno.

Rambut-rambut itu dikepang, lalu ditempelkan ke permukaan mobil, dasbor, setir, dan jok. Dia menambahkan jalinan rambut berbentuk topi dan sayap sebagai aksen. Yang tidak ditutup rambut cuma mesinnya agar masih bisa dikendarai. Karya itu pun masuk Guiness World Records sebagai mobil berlapis rambut pertama di dunia.

Mugno membawanya ke tempat kerja setidaknya sekali sepekan. Kalau kusut, rambut bakal dicuci dengan sampo, di-blow, dan disikat. Kalau terlalu panjang, rambut dipotong. Lucu sih, tapi juga banyak temannya yang jijik.

’’Mereka membayangkan rambut itu masih menempel di pemiliknya,’’ ucapnya. Apalagi kalau bukan di kepala. (adn/c20/na/jpg)

Renovasi Rumah, Pindahkan Meter Air, Berikut Caranya ya…

0
Petugas tengah melakukan kalibari meter air di Water Meter Lab dan Workshop PT Adhya Tirta Batam ATB. DOK/ATB

Biasa saja sebuah rumah direnovasi, tapi bagaimana cara memindahkan meter air?

PT Adhya Tirta Batam (ATB) memiliki mekanisme sendiri.

“Pelanggan bisa mengajukan pemindahan posisi meter dengan melampirkan persyaratan yang di tetapkan ATB. Pengerjaan pemindahan meter air akan dilakukan oleh kontraktor yang sudah terdaftar di ATB dengan pengawasan langsung oleh tim teknis ATB,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Selasa (21/11)

Enriqo menambahkan, ada beberapa pelanggan yang mengajukan untuk memindahkan meter air. Mengingat, banyak pelanggan harus memindahkan meter air tersebut, karena letaknya tidak lagi terjangkau oleh petugas ATB akibat dilakukan perubahan bangunan.

“Bagian terpenting dalam memposisikan meteran air yang ada di pelanggan adalah mudah di akses oleh petugas pembaca meter, termasuk meter air harus di pelihara keberadaannya, agar meter air bisa berfungsi dengan baik,” jelas Enriqo.

Untuk persyaratan yang diharuskan dalam pengurusan pemindahan meter air, pelanggan bisa menyiapkan struk pembayaran tagihan air bulan terakhir, menyiapkan fotokopi kartu identitas/KTP yang masih berlaku. Apabila nama di KTP berbeda dengan pemilik bangunan, pelanggan harus melampirkan legalitas kepemilikan bangunan.

Selanjutnya bisa mengisi formulir reposisi meter di kantor pelayanan terdekat baik di kantor ATB Sukajadi, kantor pelayanan cabang Batu Aji, kantor pelayanan cabang Tiban serta kantor cabang pelayanan Bengkong serta membayar biaya pemindahan reposisi meter.

Enriqo melanjutkan, meter air memang harus disimpan di lokasi yang baik. Bila lokasi meter air tersebut menyebabkan meter air rentan rusak, ATB akan meminta pelanggan untuk memindahkan meter air tersebut ke tempat lain yang lebih baik dengan biaya pemindahan dari pelanggan.

“Meter air sebisa mungkin tidak ditempatkan di dalam bangunan, di rumah yang berpagar tinggi, tertimbun tanah, terendam air, tertimbun bahan bangunan atau di tempat mudah menyebabkan meter air rusak,” ujarnya. (*)

Nenek Buang Cucu yang Baru Lahir ke Laut

0

batampos.co.id – Malu karena anak perempuannya hamil di luar nikah, Kartini tega melemparkan bayi yang baru dilahirkan putrinya itu ke laut tidak jauh dari kolong rumahnya. Peristiwa menyayat hati itu terjadi pada Senin (20/11) sekitar pukul 03.00 dini hari di Desa Mantang Riau, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan.

Kartini, 43 tahun, sempat bimbang ketika hendak melakukan tindakan kejinya itu. Tapi kekhawatiran aib bahwa anaknya telah hamil di luar nikah bakal diketahui tetangga, mengalahkan nuraninya sebagai perempuan.

“Dia (bayi) sempat nangis sebentar, habis tu pejam mata,” katanya menceritakan ekspresi cucunya yang baru keluar dari rahim anaknya itu.

Kartini, yang oleh warga di desanya biasa dipanggil Mak Bunga, menuturkan, malam itu, anaknya SB yang baru berusia 17 tahun merintih menahan sakit di bagian perutnya. Bak disambar petir, Kartini kaget begitu tahu SB ternyata tengah berbadan dua. Kendati dilanda kepanikan, ia berupaya membantu persalinan anaknya tersebut.

“Tidak tahu kalau anak ibu hamil. Baru malam itu ibu tahu, karena awalnya perutnya biasa saja. Malam itu, ibu kaget, ibu malu sama tetangga,” kata Kartini di Mapolsek Bintan Timur, Selasa (21/11) sore.

Setelah menatap sebentar wajah bayi perempuan yang masih merah itu, Kartini langsung membawanya ke belakang rumah dan membuangnya ke laut. Tak lama berselang, rasa sesal dan bersalah menghantui pikiran Kartini. Ia lantas menghubungi anak laki-lakinya yang tinggal terpisah dengannya. “Ibu kasihan dan menyesal waktu itu. Anak laki-laki ibu yang ambil bayi itu dari laut. Itu sekitar pukul 05.30 pagi,” katanya.

Namun, apa daya, bayi yang dilemparkannya ke laut itu sudah tak bernyawa saat diangkat oleh anak lelakinya.

Pagi harinya, Kartini sempat memanggil bidan ke rumahnya untuk memeriksa kondisi anaknya yang baru melahirkan. Bidan menganjurkan agar SB dibawa ke rumah sakit terdekat karena ari-ari si bayi masih tertinggal di dalam rahimnya.

Kepada bidan dan warga yang bertanya tentang kejadian itu, Kartini mengarang cerita bahwa anaknya saat melahirkan langsung brojol dan jatuh ke laut. Buru-buru ia menyusun skenario pemakaman, agar kecurigaan warga cepat ditutupi. Ia berencana memakamkan cucunya itu sekitar pukul 07.00 pagi.

Kapolsek Bintan Timur AKP Abdul Rahman mengatakan, pihaknya curiga setelah menerima laporan penemuan mayat bayi dari masyarakat. Bayi yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa itu hendak dikebumikan.

Kartini ketika digiring anggota Polsek Bintan Timur ke sel, Senin (20/11).
foto: slamet

“Ada hal yang tak wajar, makanya kami minta jangan dimakamkan dulu, sehingga kami mulai melakukan penyelidikan,” katanya.

Pengakuan Kartini, kata Kapolsek, waktu itu anaknya brojol dan cucunya jatuh ke laut.

“Ini sudah tidak sesuai. Lalu pelaku mengaku telah membuang cucunya sendiri setelah dilahirkan anaknya sendiri,” katanya.

Ia mengatakan, malam sebelumnya SB sempat memeriksakan kandungannya ke bidan dan hasil pemeriksaan waktu itu menyatakan bahwa anaknya memang hamil.

“Jadi si anak hamil tanpa sepengetahuan si ibu. Motifnya karena malu dan aib bagi keluarga, makanya cucunya sendiri dibuang,” katanya.

Akibat perbuatannya, Kartini dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. Sementara itu, anaknya SB, masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Bintan di Kijang dan belum bisa diwawancara karena kondisinya masih lemah. (cr21)

Nada dan Langkah

0

 

Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batam salah satu peserta menunjukan kebolehannya saat mengikuti Nongsa Open Marching Band di Lapangan Engku Putri Batam Center, Selasa (21/11).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga ini diikuti puluhan peserta baik dari Batam maupun dari luar daerah.

Foto / teks:  Cecep Mulyana/Batam Pos

Gadaikan Motor, agar Anak Makan

0
Anita, ketika ditemui di perumahan dekat Batu 10 arah Kijang, Jumat (17/11). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.idMengasuh anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus maupun anak-anak berhadapan hukum, bukan semudah membalikkan telapak tangan. Namun Eka Anita Diana bisa melakukan itu sekaligus mencintai anak-anak itu dengan setulus hati dalam wadah rumah perlindungan sosial anak yang bernama Bunga Rampai Kepulauan Riau.

Sore Kamis (16/11) lalu mendung mengelayut di langit mengiringi langkah ibu dua anak ini ketika menginjakkan kaki di tanah Melayu Tanjungpinang. Dirinya meninggalkan 19 anak-anak asuhannya di rumah perlindungan sosial anak Bunga Rampai Kepulauan Riau yang menumpang di panti rehabilitasi sosial anak-anak milik Dinas Sosial Nilam Sari Kota Batam di Nongsa, Batam. Wanita gesit yang sudah terbiasa mondar mandir antar kota kabupaten di Kepulauan Riau atau daerah lainnya sekedar mengurusi anak-anak yang memerlukan belaian kasih sayang dari orang-orang seperti dirinya.

Langkah kaki wanita yang akrab disapa Anita memang sergap dan cepat. Anak-anak muda yang kurang ligat bisa saja kalah cepat dari langkahnya. Sejurus kemudian, Anita sudah sampai di rumahnya di salah satu perumahan di Batu 10 arah Kijang. Malam itu Anita cukup sibuk karena harus mempersiapkan segala sesuatu untuk acara nikah massa di mana salah seorang peserta nikahnya merupakan anak asuhnya. “Yang menikah massal salah satunya anak saya, (anak asuhannya),” ungkap Anita dengan wajah berbinar binar memperlihatkan mimik bahagia kepada Batam Pos.

Bagaimana awalnya bisa menjadi pengasuh anak-anak di Rumah Perlindungan Sosial Anak Bunga Rampai? Anita menuturkan, Rumah Perlindungan Sosial Anak Bunga Rampai Kepulauan Riau berdiri 7 tahun lalu. Waktu itu, dibentuk berdasarkan surat keputusan kementerian sosial dan undang undang perlindungan anak. “SKB empat kementerian
negara dan kepolisian, akhirnya harus dibentuk rumah perlindungan sosial anak di setiap provinsi,” katanya menjelaskan.

Rumah Perlindungan Sosial Anak Bunga Rampai Kepulauan Riau, katanya, waktu itu ibu Kristin sebagai pembina di Dinsos yang menjabat Kabid Rehabilitasi Sosial Provinsi Kepulauan Riau mendirikan lembaga. Dikarenakan Dinsos kekurangan tenaga, makanya dipercayakan ke Anita.

“Dulu saya mewakili organisasi perempuan di Bintan, sebagai sekretaris dari Ibu Dewi Ansar, lalu saya diikutkan acara yang mengangkat soal anak-anak di salah satu hotel di Tanjungpinang. Terlebih waktu itu, saya juga fokus mengurusi anak-anak bina insani yang terlantar karena uangnya dibawa kabur. Sejak itu, saya diminta dan dipercaya untuk menangani lembaga rumah perlindungan sosial anak bunga rampai,” katanya.

Dirinya juga pernah memulai rumah perlindungan sosial anak bunga rampai dikediamanannya rumahnya.Banyak kisah miris yang dikenang Anita selama memimpin Rumah Perlindungan Sosial Anak Bunga Rampai, ia menceritakan, kisah anak berinisial Yd, yang telinganya disilet lalu dibuang di belakang tidak jauh dari kantor kepolsiian. “Alhamdulillah sekarang dia sudah dibawa ke Lampung, tinggal bersama keluarga besarnya,” katanya.

Bukan hanya itu, ia juga mengenang kisah anak berinisial Sv yang dirantai orangtuanya. Sekarang anak itu sudah bersekolah di salah satu yayasan di kota Batam. Bahkan, ia mengaku pernah menemukan seorang anak perempuan yang terlantar dan berada di kolong mobil, “Anak gadis ini kami temukan usianya masih 6 tahun, dia ditelantarkan
orangtuanya. Sampai sekaran, orangtuanya tidak mau mengasuhnya. Si gadis memiliki rambut gimbal, dan berulat, jadi harus terus mengaruk kepala dan badannya. Kalau malam badannya panas, terus sering muntah-muntah,” ujarnya.

Kepala bocah ini di botak habis, ulatnya sudah tidak ada lagi. “Kami jaga seperti anak sendiri, sekarang usianya sudah mau masuk 9 tahun dan pandai sekali berceramah,” katanya.

Suka dan duka dialami Anita bersama anak-anak asuhnya. Ia mengaku, pernah beberapa kali tidak punya uang. Ia harus merelakan beberapa kali sepeda motornya dan mobilnya digadai, untuk membeli beras agar anak-anak asuhnya bisa makan. “Gadaikan motor, buat makan anak anak.Jangan sampai mereka tidak makan. Waktu itu, saya gadaikan Rp 3 juta untuk beli beras, sebulan saya cicil Rp 350 ribu,” katanya.

Agar anak-anaknya tetap makan, ia mengaku, tidak semata berharap dari uluran tangan dan bantuan dari pemerintah tetapi dirinya juga berwirausaha dengan berjualan apa saja, mulai busana muslim, menjadi agen tour and travel sampai dengan menjual hasil karya dari para pengerajin di Bintan. “Sebulan saya tidak ingat berapa kampit beras, tapi sehari rata-rata 6 sampai 7 kilo beras yang saya masak menjadi nasi untuk anak-anak makan. Kalau sayurannya biasanya kami menanam sayuran di belakang rumah, jadi bisa kami masak untuk sayurnya,” kata Anita.

Ia mengatakan, sudah banyak pihak yang membantunya, di antaranya pemerintah, organisasi perempuan seperti AIMI Kepulauan Riau bahkan majelis taklim yang datang membantu. “Alhamdulillah sekarang ada saja rezeki, kalau beras mau habis, ada saja yang datang membawa beras,” kata nenek dari dua cucu ini. Ia berharap, suatu hari pemerintan atau pihak swasta bisa membantu lahan dan bangunan untuk rumah perlindungan sosial anak, sehingga mereka tidak menumpang lagi dan selalu berpindah-pindah. (cr21)