Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 12863

PT. ADS Tabrak UU Kehutanan

0

batampos.co.id – PT. Adi Karya Dwi Sukses (ADS) melakukan aktivitas eksplorasi timah di Kawasan Hutan Produksi, Sekuning, Bintan diketahui menabrak Undang-Undang Kehutanan. Pasalnya perusahaan tersebut belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dari Kementerian Kehutanan. Hal itu di akui, Komisaria Utama PT. ADS, Feri Chairiyadi.

“Izin pinjam pakai kawasan hutan sedang diurus Pemprov Kepri. Yang jelas kita sudah punya izin untuk melakukan eksplorasi,” ujar Feri Chairiyadi menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (10/11) di Kantor Guber Kepri, Tanjungpinang.

Ditanya terkait perkara apa, dirinya bersama Humas PT. ADS, Andi Cori ingin berjumpa Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Ketua Asosiasi Tambang Pasir Darat tersebut belum jadi Gubernur. “Gubernur sudah keluar, jadi belum bisa ketemu,” papar Feri.

Sementara itu, pada waktu menggelar konprensi pers, Kamis (9/11) lalu, Humas PT. ADS, Andi Cori mengatakan perusahaan tersebut sedang mengurus revisi perizinan dari tambang timah ke tambang pasir darat. Meskipun mengklaim punya izin eksplorasi timah, tetapi mengaku tidak bersedia untuk memperlihatkan izin tersebut kepada pihak media.

“Izin yang kita kantongi hanya bisa kita perlihatkan kepada pihak pemerintah saja,” ujar Andi Cori.

Berdasarkan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dalam pasal 50 ayat 3 dijabarkan, bahwa setiap orang dilarang melakukan eksplorasi terhadap hutan sebelum mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang yaitu Menteri Kehutanan. Artikya sebelum izin tersebut diterbitkan, seharusnya kegiatan pertambangan belum boleh dilakukan.

Hal ini ditegaskan pula dalam pasal 2 Permenhut Nomor 43 Tahun 2008 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan yang mengatur bahwa pinjam pakai kawasan hutan dilaksanakan atas dasar izin Menteri. Bahkan dalam pengawasannya UU memberikan kewenangan kepada pejabat kehutanan tertentu sesuai dengan sifat pekerjaannya untuk bertindak sebagai polisi khusus.

Terpisah, Kepala Perizinan Tepadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Kepri, Azman Taufik enggan untuk bicara terkait perizinan eksplorasi tambang timah yang diberikan pihaknya pada Mei 2017 lalu. Meskipun sudah dicecar pihak kepolisian, Azman Taufik tetap saja enggan untuk buka suara.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri, Yerri Suparna mengaku Kementerian Lingkungan Hidup belum ada mengeluarkan izin pinjam pakai kawasan hutan pada lokasi eksplorasi PT. ADS. Seperi diketahui dari PTSP Kepri adalah pada bulan Mei 2017 lalu.(jpg)

Minggu Kedua, Ada Panahan di Pasar Karetan, Kendal

0

Minggu ke-2 Pasar Karetan di RadjaPendapa Camp, di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kec Boja, Kab Kendal bakal menghadirkan atraksi baru. Yakni panahan atau archery dari Semarang Archery School, yang selama ini berlatih di GOR Manunggal Jati, Jalan Taman Majapahit 1 Semarang. Sebuah cabang olahraga klasik, yang sudah berumur lebih dari 5000 tahun. Panahan melalui evolusi sejarah yang amat panjang.

Dulu panah digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran. Kisah Arjuna, Abimanyu dan Adipati Karna dalam pewayangan juga menjadikan panah sebagai senjata andalannya. Panah Pasopati misalnya, sangat tersohor sampai-sampai kini menjadi julukan suporter Persis Solo.

Lalu panahan berkembang lagi menjadi olahraga ketepatan melepas busur ke sasaran. Selama tujuh Olimpiade tanpa medali, akhirnya, untuk pertama kalinya, Indonesia meraih medali di Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988. Cabang olahraga yang membuat bendera Merah Putih berkibar di pentas dunia adalah panahan!

Medali perak tersebut diraih oleh 3 atlet putri dari cabang olahraga panahan nomor beregu, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Sayang, olahraga ini kurang popular, kurang banyak diminati, kalah ngehits dari sepak bola, basket, tenis, bulutangkis, tinju, dan lainnya.

Panjang mengupas sejarah panahan. “Kami ingin memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat akan panahan ini melalui Pasar Karetan. Kami bekerjasama dengan Sekolah Panahan, mereka akan membawa perlengkapan panahnya ke Pasar Karetan, dan masyarakat bisa ikut mencoba melepas busur,” kata Mei Kristianti.

Itulah sensasi baru, di Pasar Karetan Radja Pendapa, Minggu 12 November 2017. Tema Panahan menjadi menarik perhatian, karena setiap Minggu, Pasar Karetan ingin selalu ada edukasi baru. “Cerita soal panahan, akan mewarnai pekan ini di Pasar Karetan Radja Pendapa. Nah, yang ingin tahu soal panahan, silakan hadir kembali di Dusun Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal,” ungkap Mei.

Selain kuliner serba tradisional, baik kemasan, suasana, penampilan, cara memasak, penyajian dan makannya. “Termasuk aneka permainan tradisional yang sudah langka bagi anak-anak kecil,” kata Mei lagi.

Dengan pengalaman bekerja di mall yang terpercaya di Kota Semarang, Mei pun mengajarkan ke masyarakat tentang pentingnya performance. Sopan santun, hospitality, menjaga kualitas, biarpun di tepi hutan, penampilan tetap memikat, makanan tetap enak, tidak ada duanya.

“Kami ajari mereka berbisnis dengan manajemen modern agar bisa maju dan berkelanjutan,” sebut Mei Kristianti, Ketua Pasar Karetan.

Modern yang dimaksud adalah menerapkan standar mal atau pujasera yang memperhatikan kenyamanan pengunjung. Sistem pembayarannya tertib, ditata rapi, performancenya keren, bersih, bebas plastik, dan punya nilai estetika. “Meskipun di kebun, tetapi suasananya dijaga agar tetap nyaman dan hommy,” kata Mei.

Filosofi pasar, adalah pertemuan antara buyers dan sellers, untuk berinteraksi. Ujungnya adalah transaksi. Kalau di digital online, sering disebut sebagai marketplace. Pasar juga bisa dimaknai sebagai sumber gosip, dan tukar menukar informasi.

“GenPI Jateng ingin menjadikan Pasar Karetan sebagai tempat edukasi. Kisah apa saja, cerita apa saja, yang sudah langka dan terancam hilang, bisa dipamerkan di Pasar Karetan, biar bisa menjadi objek foto, video dan vlog netizen. Kami bisa dapat content menarik, mereka bisa mempublikasikan, dan pasar ini akan selalu ditunggu-tunggu publik, ada apa lagi?” lanjut Shafigh Pahlevi Lontoh.

Nah, bagi masyarakat yang ingin mengedukasi sesuatu silakan ke Pasar Karetan. Bagi netizen yang belum gabung GenPI, silakan bergabung. “Kami bersifat terbuka. Aktivitas kami banyak di online. Pasar ini sebagai salah satu cara berkopi darat!” ujar Shafigh.

Aktivis GenPI Jateng Wahyudi menambahkan, bagi netizen seperti yang tergabung GenPi ini, content itu penting. Mereka paling suka memposting sesuatu yang khas, inik, belum banyak yang upload. Edukasi ini akan membuat materi medsosnya lebih variatif, lebih asyik, lebih kekinian. “Ya begitulah kids zaman now!” sebutnya.

Menpar Arief Yahya berharap kreativitas anak-anak muda yang tergabung dalam GenPI ini terus bergerak. Meng-create sesuatu untuk menciptakan destinasi baru. Bisa Atraksi, bisa Akses, bisa Amenitas. “Buat anak-anak muda milenial, menciptakan peluang melalui digital itu sudah dunianya,” kata Menteri Arief Yahya melalui Stafsus Bidang Komunikasi dan Media, Don Kardono.

Komunitas GenPI ini sangat positif. Yang dibahas betul-betul kreativitas, tidak memposting Hoax, SARA dan politik. Mereka menjaga keutuhan dan komitmennya dengan tiga ethic itu. “Agar sustainable, berkelanjutan, mereka harus punya 2C, creative value dan commercial value,” kata Arief Yahya.

“Pasar-pasar ini hanyalah sebagian kecil dari banyak rencana besar lain, GenPI. Dalam waktu dekat, beberapa pasar Mingguan juga akan dibuat di banyak daerah di Indonesia, sebagai kegiatan offline. Online-nya, juga akan membangun OTA, online travel agent,” kata Don. (*)

 

GenPI NTB Bikin Wah Pasar Pancingan

0
ilustrasi

Namanya Pasar Pancingan. Namanya saja sudah pancingan, pasti berkaitan dengan pemancingan, kolam dan ikan yang menjadi salah satu daya tarik atraksinya.

“Pasti seru,” kata Jhe Ipul Ketua GenPI Lombok Sumbawa.

Lalu kapan? Di mana? Apa kreatifnya?

“Tunggu tanggal mainnya ya! Yang pasti, harus Instagrammable, banyak spot selfie, aneka macam kuliner, tempat yang asyik, alami, dan banyak edukasi,” jelas Jhe.

Ikut terus infonya di Instagram @GenPILombokSumbawa dan @GenPINTB di twitter.

GenPI NTB adalah komunitas Generasi Pesona Indonesia pertama yang dulu dibentuk untuk mempopularkan Wisata Halal atau Family Tourism di NTB. Sampai-sampai selama 2 thn Lombok memborong banyak penghargaan dari World Halal Tourism Awards.

Pasar tiap Minggu seperti inj juga akan dibuat Tepian Sungai Musi, di Bantul Jogjakarta, Aceh, Bandung, Padang, dan banyak destinasi lain untuk mendukung pariwisata. GenPI NTB juga sudah banyak pengalaman dalam membuat events seperti kuliner, blogger camping, famtrip, media partner dan lainnya.

Yang pasti, lanjut Jhe, pasar pancingan itu akan berhasil juga berkolaborasi dengan prinsip Pentahelix, ABCGM. Academician, Business, Community, Government, dan Media.

“Kami adalah community dan media sosial. Pemprov NTB juga hampir pasti setuju,, tinggal menggandeng pelaku bisnis dan intelektual kampus,” ungkapnya.

Koordinator GenPI Nasional Mansyur Ebo menambahkan, ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.

“Kami selalu menggabungkan nature alam, culture atau budaya dan dikombinasi dengan manmade,” kata Mansyur Ebo.

Pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik. Anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik di foto, dan kreatif.

“Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus,” kata dia.

Minggu, 12 November 2017 nanti, jaringan telekomunikasi di Pasar Karetan sudah 4G. Lalu, harus disiapkan banyak colokan listrik, karena kebutuhan dasar mereka adalah komunikasi data.

“Jadi mereka bisa live FB, facetime, line dan lainnya,” ungkap Ebo, yang terus membangun GenPI dan GenWI untuk menggaungkan destinasi, event dan kebijakan kepariwisataan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Reko Astuty yang sempat hadir di Pasar Karetan, Minggu 5 Novembet 2017 lalu, mengapresiasi semangat anak-anak muda dalam berkreasi. Menciptakan pasar-pasar dengan berbagai karakter, sesuai daerahnya.

“Seperti yang di Radja Pendapa Camp ini, menggabungkan antara adventure, nature, culture dan ada banyak sentuhan buatan atau manmade,” jelas Deputi Esthy. (*)

Sail Sabang 2017, Sail Terbesar di Tanah Air

0

Sail Sabang 2017 resmi diluncurkan.

Peluncuran dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (9/11) malam.

Lebih dari 100 kapal yacht dari berbagai negara ditambah dengan kapal-kapal lainnya, termasuk KRI Bima Suci, akan mengikuti Toll Ship Parade pada acara puncak di tanggal 2 Desember di Teluk Sabang, Pelabuhan CT-3.

Acara puncak sendiri akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Tidak hanya itu, acara juga akan dimeriahkan dengan menampilkan tarian kolosal Laksamana Malahayati, yang merupakan Laksamana Perempuan asal Aceh, diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, dan parade kapal nelayan tradisional.

Total akan ada 24 acara yang digelar selama penyelenggaraan Sail Sabang 2017 pada 28 November hingga 5 Desember 2017. Mulai dari Jambore Iptek, Free Diving Competition, Sabang Underwater Contest, Sales Mission Cruise Operator, Lomba Memancing, Lomba Video dan foto serta lainnya.

Dengan deretan dan kemasan acara yang besar dan “wah” tersebut, Sail Sabang 2017 disebut sebagai Sail Indonesia yang terbesar.

“Dapat kami pastikan bahwa Sail Sabang adalah event wisata terbesar di Indonesia tahun ini,” ujar Gubernur NAD, Irwandi Yusuf.

Irwandi mengatakan, penyelenggaran Sail Sabang 2017 mengangkat tema “Trail of Sea Civilization”. Ini sekaligus sebagai event tahunan Sail Indonesia dalam rangka meningkatkan pariwisata bahari dengan menjadikan Sabang sebagi destinasi wisata bahari kelas dunia.

“Dengan terlaksananya event ini diharapkan Sabang dapat tampil sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia bagian barat. Sehingga pariwisata Sabang dapat berkontribusi mewujudkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Irwandi menjelaskan, Sail Sabang 2017 tidak hanya untuk mempromosikan wisata Aceh, tetapi juga sebagai wahana untuk mendorong percepatan pembangunan di Aceh.

“Serta juga mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Sabang,” ujarnya.Wali Kota Sabang Nazaruddin menjelaskan, untuk mensukseskan Sail Sabang 2017 telah dipersiapkan fasilitas akomodasi untuk kunjungan sekitar 5.000 tamu undangan di antaranya dipersiapkan penginapan apung kapal Pelni dan kapal yacht serta homestay sebanyak 19 buah dengan kapasitas 96 kamar.

Sementara itu untuk sarana transportasi udara dipersiapkan penerbangan ke bandara Sabang, dan transportasi laut antara lain dengan menambah kapal penyeberangan berupa tiga kapal cepat sebanyak 3 trip/hari dengan jumlah 2.400 penumpang serta kapal ferry lambat untuk mengangkut logistik.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung penuh agar pelaksanaan Sail Sabang 2017 dapat berjalan baik dan meningkatkan promosi pariwisata Indonesia, khususnya Sabang dan Aceh.

Menpar mengatakan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.

“Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas antara lain; diving, snorkeling, fishing, sun-beaching, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya.

Ia menjelaskan, tahun lalu kapal pesiar (cruise) yang singgah di Sabang sebanyak 10 cruise dengan membawa 6.137 wisman (per November 2016) serta 37 yacht membawa 82 wisman (per Juni 2016) dengan total kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) per November 2016 mencapai 9,763 wisman.

“Event Sail Sabang 2017 akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) ke Sabang,” kata Arief Yahya.

Karena itu Menpar berharap, sesuai dengan Presiden Joko Widodo bahwa Sail Sabang 2017 dapat memberikan dampak yang dapat menghasilkan bagi masyarakat. Jangan sampai Sail Sabang hanya selesai di penyelenggaraan.

“Poinnya Sail ini harus bisa memberi nilai ekonomi yang mensejahterakan masyarakat. Sail jangan hilang setelah acara. Kemenpar dan Kemenko Maritim pasti akan mendukung,” ujarnya.

Untuk itu Menpar menekankan atas dua hal penting untuk kemajuan pariwisata di Sabang. Yakni ease of entry dan juga ease of business. Artinya Sabang harus bisa memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk datang. Mulai dari atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

Sabang harus dapat memberikan kemudahan bagi investor untuk menanamkan modalnya.

“Saya setuju dengan Gubernur yang terbuka dengan investor. Karena pariwisata saat ini sudah menjadi penghasil devisa nomor dua terbesar setelah oil and gas. Tahun depan pariwisata akan menjadi nomor satu sebagai penyumbang devisa terbesar,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

 

 

Hari Ini, Banyuwangi Ethno Carnival Digelar

0

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2017 di Taman Blambangan, Sabtu (11/11), hari ini.

Festival yang merupakan satu dari sekian banyak event di Banyuwangi ini dijadwalkan akan dihadiri dua menteri kabinet kerja Jokowi-JK.

Dua menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Kehadiran kedua menteri ini tentunya menunjukkan betapa pentingnya Banyuwangi Ethno Carnival sebagai salah satu festival di tanah air. Bahwa selain untuk menunjang pariwisata, kegiatan ini juga berdampak pada pengembangan kemanusiaan serta kebudayaan masyarakat.

“Ini menjadi satu kehormatan bagi kami. Selain itu juga tentunya menjadi apresiasi yang besar bagi para peserta BEC. Akan menambah kebanggaan untuk mereka,” ujar Kepala Humas dan Protokol Pemkab Banyuwangi, Djuang Pribadi, Jumat (10/11).

Ia menjelaskan, nantinya kedua menteri dan rombongan akan melihat langsung parade busana yang dibawakan 160 talent putra putri daerah. Atraksi dari kanak-kanak hingga remaja, semua bakal disaksikan dari panggung kehormatan.

“Melalui ajang ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya untuk membingkai kekayaan khasanah budaya, sebagai penghubung antara modernitas dengan seni budaya tradisional,” ujar Djuang Pribadi.

BEC yang tahun ini memasuki tahun ke-7 diharapkan melahirkan sebuah bentuk dari transformasi budaya tradisional ke dalam bentuk-bentuk baru yang lebih menarik untuk dinikmati.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M Yanuarto Bramuda menjelaskan, dalam BEC tahun ini Pemkab Banyuwangi mengangkat tema Majestic Ijen yang akan mengambil sejumlah angle.

Yakni pertama Belerang. Bongkahan batu mineral berwarna kuning yang terdapat di Gunung Ijen. Belerang ini setiap hari dieksplorasi secara manual oleh penambang yang jumlahnya sekitar 100 orang. Lalulalang para penambang dengan memanggul bongkahan belerang menjadi pemandangan sehari-hari yang menambah keindahan panorama Ijen.

Kedua adalah Blue Fire. Yakni pancaran keindahan api biru yang menari-nari di bibir kawah Ijen yang terlihat pada malam hari. Munculnya api biru ini merupakan fenomena alam akibat pertemuan antara sulfur dan panasnya vulkanik yang dipadu dengan bias sinar dari warna hijau tosca danau kawah Gunung Ijen.

Selain Belerang dan Blue Fire, landscape yang ada di Gunung Ijen juga punya pesona. Lembah, hutan dan panorama pepohonan di lereng pegunungan yang diselimuti awan serta munculnya sinar matahari pagi akan memunculkan cahaya keindahan surga di Gunung Ijen.

“Yang terakhir adalah flora dan fauna. Defile BEC yang diikuti anak-anak SD usia 8 sampai 12 tahun yang akan menggambarkan keberadaan lingkungan kawasan Gunung Ijen dan sekitarnya. Yang memiliki flora dan fauna endemic Elang Jawa dan bunga Edelweis,” ujar Bramuda.

Deputi Bidang Pengembangan dam Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, penyelenggaraan BEC tentunya sebagai salah satu upaya penguatan city branding Kabupaten Banyuwangi melalui potensi budaya.

Selain itu sebagai sarana publikasi dan promosi Kabupaten Banyuwangi di kancah nasional, regional dan internasional.

“Sehingga Kabupaten Banyuwangi bisa dikenal luas dengan segala potensinya serta dapat mendorong Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata dan investasi di dalam negeri maupun investasi dari pihak asing,” ujar Esthy Reko Astuti didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata telah ditetapkan sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional. Sehingga pengembangan pariwisata di daerah, seperti yang dilakukan Banyuwangi melalui Banyuwangi Ethno Carnival ini sangat penting untuk diapresiasi.

“BEC ini sendiri merupakan satu dari sekian banyak festival yang digelar Pemkab Banyuwangi dan terbukti telah menjadikan Banyuwangi berkembang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan,” ujarnya.

Bahkan di tahun 2016, jumlah wisnus di Banyuwangi telah melebihi target yang ditetapkan. Jumlah wisnus yang ditargetkan sebesar 2,3 juta justru mencapai 4 juta.

“Begitu juga target wisman sebesar 45 ribu realisasinya mencapai 77 ribu,” ujarnya.(*)

 

Perhutani Branding Ecotourism dengan Canopy

0

Pehutani mendukung program wisata Indonesia pada tahun 2020. Kemenpar dan Perhutani meluncurkan brand baru pengelolaan wisata alam, di Kawah Putih Ciwidey, Jawa Barat dan di BanyuNget, Trenggalek, Jawa Timur, pada Sabtu (11/11).

Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna mengatakan, Canopy brand atau identitas yang akan menaungi beragam karakter wisata alam Perhutani.

Dengan jaminan standar produk, pelayanan dan pengelolaan profesional dan berkualitas, Kawah Putih di Ciwidey dan BanyuNget di Trenggalek menjadi pilot project untuk pemenuhan standar Canopy tersebut.

“Peluncuran Canopy akan dilaksanakan serentak, di Ciwedey rencananya juga akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Sedangkan di Trenggalek, nanti diluncurkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perhutani Agus Setyaprastawa, bersama Wakil Bupati Kabupaten Trenggalek, Mochamad Nur Arifin,” ujar Denaldy dalam keterangan resminya, Jumat, (10/11).

Lantas apa tujuan Perhutani meluncurkan brand baru? Bagaimana dengan brand eco tourism sebelumnya? Denaldy memberikan jawaban secara sistematis .

Pihaknya ingin menghadirkan alternatif tempat liburan untuk anak-anak, supaya mereka kembali ke alam, ke hutan dengan sentuhan futuristik. Sedangkan untuk existing business dipertahankan maka Perhutani perlu lakukan rebranding ecotourism dengan Canopy ini.

“Saat ini kita tetapkan dulu dua pilot project di Kawah Putih dan Banyu Nget, kedepan brand baru ini akan menaungi wisata-wisata alam Perhutani khususnya lokasi wisata yang telah memenuhi unsur-unsur dan indikator dalam standar Canopy”, jelas Dirut Perhutani.

Penetapan brand untuk pengelolaan wisata alam Perhutani, lanjut Denaldy, bagian dari transformasi bisnis perusahaan tahap ke empat yaitu restrukturisasi bisnis terdiri dari revitalisasi existing business dan new business development seperti rencana pembangunan Ecotheme Park dengan luas lahan 600 Ha di kawasan hutan Bogor, dengan nilai investasi tahap pertama minimal US$ 1 miliar.

“Investor tentu saja harus yang memiliki pengalaman mengembangkan kawasan ecopark, sehingga apabila terwujud akan lebih meningkatkan daya jual wisata Indonesia di kancah internasional,” ujar dia.

Denaldy menambahkan, meskipun kontribusi bisnis wisata Perhutani masih relatif kecil dibanding bisnis kayu dan gumrosin. Pihaknya yakin, rebranding ecotourism ini akan segera mendongkrak pendapatan perusahaan pada 2018 nanti.

“Rebranding ini juga salah satu upaya Perhutani mendukung percepatan program pengembangan pariwisata Indonesia dan Indonesia Incorporated memiliki target menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia dengan target kunjungan 20 juta wisatawan pada tahun 2020,” ucap Denaldy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah perhutani meluncurkan branding Canopy ini. Menurut dia, ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk pengembangan bisnis wisata alam.

“Dari dulu saya berprinsip, tidak boleh merusak alam dan memegang teguh prinsip konservasi, karena pariwisata adalah urusan pelestarian. Ada banyak contoh, konservasi yang membawa rezeki jangka panjang. Justru kalau dirusak, dengan cepat akan menjadi malapetaka dan mudah menyelesaikannya,” ucap Arief Yahya.

Lagi-lagi Menpar Arief Yahya menyampaikan prinsip dalam pariwisata, semakin dilestarikan semakin mensejahterakan.

“Jadi konservasi itu penting, tetapi harus mempertimbanglan dua aspek. Cultural valeu dan sekaligus commercial value,” katanya.(*)

Ada Sail Sabang Freediving Competition 2017, Tertarik?!

0

Rangkaian Sail Sabang 2017 akan ada kompetisi Freediving Competition 2017.

Setidaknya 40 atlet freediving internasional ikut.

Sail Sabang Freediving Competition 2017 akan berlangsung pada 26 November hingga 1 Desember 2017 di Teluk Balohan, Sabang.

Inilah kompetisi freediving kelas dunia. Para atlet akan diajak untuk menyelami bawah laut Sabang yang sangat indah. Hadiahnya pun tak tanggung-tanggung. Total mencapai Rp 200 juta.

Freediving sendiri adalah olahraga menyelam dengan hanya menggunakan satu nafas, tanpa bantuan alat. Berbeda dengan Scuba Diving dimana wisatawan menyelam dengan menggunakan tambahan alat Scuba.

“Total sudah ada 40 atlet dari berbagai negara yang konfirmasi mengikuti ajang ini. Mulai dari Singapura, Malaysia, Kolombia, Australia, Belanda, AS, UK, Selandia Baaru, Jepang, Belgia, Thailand, Cina dan juga lainnya,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti.

Dari puluhan atlet tersebut, termasuk dua orang atlet diver pemegaran rekor dunia. Pertama adalah William Trubridge dari Selandia Baru. Catatan terbaiknya adalah untuk Dynamic with Fins (DYN) mencapai 237 meter, Constant Weight Without Fins (CNF) 102 meter, Dynamic Without Fins (DNF) 187 meter, Costant Weight (CWT) 121 meter, Free Immersion (FIM) 124 meter dan Static Apnea (STA) 7 Menit 29 detik.

Selanjutnya atlet kedua pemegang rekor dunia yang hadir adalah Alexey Molchanov dari Federasi Rusia. Catatan terbaiknya adalah untuk Dynamic with Fins (DYN) mencapai 258 meter, Constant Weight Without Fins (CNF) 96 meter, Dynamic Without Fins (DNF) 195 meter, Costant Weight (CWT) 129 meter, Free Immersion (FIM) 124 meter dan Static Apnea (STA) 8 Menit 33 detik.

“Berbagai award dan kejutan-kejutan menariknya akan dihadirkan pada acara puncak di tanggal 2 Desember,” ujar Esthy.

Tidak hanya Freediving Competition, wisatawan khususnya para penggemar wisata bawah air juga dapat mengikuti Sabang Underwater Photo Contest 2017. Kompetisi ini mengajak para peserta untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut Sabang, dalam lima kategori yang dilombakan.

Yakni Compact Wide Angle, Compact Macro, DSLR Wide Angle, DSLR Macro, People and Conservation serta Freediving UW Photo.

“Total hadiah juga mencapai Rp 200 juta dengan menghadirkan lima orang juri dari internasional dan nasional,” tambah Esthy.

Untuk bisa mengikuti kompetisi ini para peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Para peserta bisa mendapatkan informasi sekaligus pendaftaran di beberapa dive operator di Sabang. Diantaranya Rubiah Tirta Divers, Lumba-Lumba Diving Centre, The Pade Dive Resort, Moster Divers, Pulau Weh Dive Resorts dan Iboih Dive Centre.

Selain itu juga di Bubble Addict dan Seagate. Pendaftaran dibuka hingga 28 November 2017.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sail Sabang 2017 merupakan atraksi wisata bahari berkelas internasional. Event ini akan memberikan dampak pada pariwisata di Sabang, salah satunya menghidupkan bisnis baru yacht atau kapal pesiar dengan rute Phuket-Langkawi-Sabang.

“Kita sudah bersepakat untuk kerja sama dengan marina di Phuket dan Langkawi. Mimpi besarnya membuka rute segitiga dengan Sabang. Itu harus kita sukseskan,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief mengatakan, pihaknya terus-menerus memantau terkait persiapannya agar benar-benar membuat pecinta wisata bahari tumpah ruah di Sabang. Tidak cuma di saat kegiatan itu digelar, lanjutnya, tetapi usai pelaksanaan Sail Sabang harus bisa menghasilkan portofolio atau lembaran bisnis baru berbasis wisata bahari.

“Sail Sabang 2017 merupakan proses percepatan wisata bahari kelas dunia. Persiapannya terus kita pantau agar acaranya nanti benar-benar sesuai harapan yaitu wisata bahari berkelas internasional. Tujuan dari Sail Sabang 2017 ini yakni percepatan,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

 

Dijual Rumah Murah, Harga Dibawah Rp 200 Juta di Bogor, Tangerang dan Bekasi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga rumah mahal?! Benar tapi tidak seratus persen benar.

Berikut ini adalah daftar rumah yang dijual di bawah Rp 200 juta yang ditemukan di portal properti Lamudi :

Bogor

Di Bogor ada beberapa pengembang yang menjual rumah dengan harga cukup murah contohnya seperti Panorama Kemang, perumahan ini yang beralamat di Jalan Parung Hijau Desa Tevgal Jampang Hambulu, Pondok Udik, Bogor tersebut dijual dengan harga Rp 148 juta. Perumahan ini dujual dengan tipe 29/60 dengan dua kamar tidur.

Selain itu juga ada perumahan De Paris Residence , perumahan ini dijual dengan harga Rp 150 juta dan berlokasi di Sawangan Arco, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Tangerang

Area Tangerang juga banyak terdapat rumah yang dijual dengan murah, seperti Ayana Village Regency, satu unit rumah ini dijual mulai dari Rp 137 njuta, alamat perumahan ini pun berada di Jalan Ayana Village, Tigaraksa, Cikasungka, Solear, Tangerang.

Selain itu, di kawasan Tangerang juga ada perumahan Citra Maja Raya, peruhumahan yang dibangun oleh poengembang kelas kakap Ciputra tersebut menjual satu unit rumah dengan harga Rp 157 juta.

Bekasi

Sementara di Bekasi ada perumahan Grand Cikarang City, perumahan yang berada di Jalan Arjuna, Karangraharja, Cikarang Utara, Bekasi dijual dengan bharga Rp 141 juta, perumahan yang dijual dengan luas lahan 60 meter persegi ini di dalamnya terdapat dua kamar tidur dan satu kamar mandi. (*)

Dana Reses DPRD Batam Bertambah Jadi Rp 35,3 Juta per Reses

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Nominal tunjangan reses anggota dan pimpinan DPRD Batam telah bertambah. Jika selama ini anggota dewan hanya menerima uang reses, maka akhir tahun ini menyesuaikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017, wakil rakyat tersebut juga menerima tunjangan reses.

“Tunjangan reses akhir tahun ini sudah kita anggarkan,” kata Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batam, Asril, Kamis (9/11).

Menurut Asril, berbeda dengan tunjangan transportasi dan perumahan, yang baru bisa diberikan setelah adanya peraturan walikota (perwako). Maka tunjangan reses tidak memerlukan hal tersebut.

“Kalau tunjangan reses tidak perlu turunan dari PP, karena sifatnya tersendiri,” terang Asril.

Besaran tunjangan reses anggota DPRD Batam diketahui tujuh kali dari uang representatif ketua DPRD atau gaji pokok Walikota Batam.

“Besaran angkanya sudah diatur oleh PP. Satu kali masa reses, dewan terima tujuh kali uang representatif ketua DPRD,” terangnya.

Wakil Ketua peraturan daerah (Perda) hak keuangan anggota dan pimpinan DPRD Batam, Bustamin menambahkan besaran uang representatif ketua DPRD Batam sebesar Rp 2,1 juta. Itu artinya setiap kali masa reses, anggota dewan mendapatkan tunjangan sebesar Rp 14,7 juta.

Selain tunjangan reses, anggota DPRD juga mendapatkan uang reses yang dianggarkan setiap tahun. Tahun 2017 saja reses dianggarkan sebesar Rp 9,3 miliar. Bila satu tahun ada tiga kali reses dan ada 50 anggota dewan, maka masing-masing anggota dewan mendapatkan uang reses Rp 62 juta.

“Rp 62 juta ini selama setahun, kalau reses tiga kali maka bagi tiga hasilnya Rp 20,6 juta,” kata dia.

Bila ditambahkan dengan tunjangan reses, maka setiap kali reses anggota dewan mendapatkan uang sebesar Rp 35,3 juta. Namun Bustamin mengklaim kalau uang reses baru bisa keluar setelah masa reses selesai.

“Artinya sebelum uang itu keluar, nombok uang kami dulu,” jelasnya. (rng)

DPRD Batam Heran Penghasilan RSUD hanya 50 % dari Biaya yang Dikeluarkan

0
Pasien mengantre untuk berobat di RSUD Embung Fatimah, Batuaji,F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Belanja Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Embung Fatiman 2018 mencapai Rp 135,3 miliar. Angka itu hampir dua kali lebih besar dari pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD yang hanya diproyeksikan sebesar Rp 77 miliar.

“Ini yang kami pertanyakan, selisihnya hampir dua kali lipat,” kata Rohaizat, anggota Komisi III DPRD Batam, kemarin.

Menurut dia, bagaimana bisa rumah sakit besar yang sudah terakreditasi dan jadi salah satu rujukan di Kepri pendapatannya berbanding terbalik dari biayanya. Bagaimana bisa juga pendapatan dari RSUD hanya bergantung pada tagihan BPJS Kesehatan.

“Kalau kami lihat targetnya yanya berasal dari tagihan jasa pelayanan kesehatan di RSUD ke BPJS Kesehatan,” terangnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai, ada sistem manajemen internal yang tidak berjalan dan Wali kota Batam perlu mengambil tindakan sterategis untuk dapat kembali menyehatkan RSUD Embung Fatimah.

“Kalau perlu melakukan penyegaran total manajemen RSUD yang ada,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengakui akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan manajemen rumah sakit agar pelayanan RSUD semakin baik. “Kita akan terus lakukan perbaikan-perbaikan manajemen,” kata Amsakar.

Sementara terkait pendapatan BLUD sebesar Rp 77 miliar dan pengunaan belanjanya berimbang dengan pendapatannya.

“Sedangkan untuk kebutuhan belanja lainnya dianggarkan dari dana APBD kota Batam,” sebut dia.

Seperti diketahui, Pemko Batam menargetkan pendapatan BLUD RSUD 2018 mengalami penurunan 9,41 persen dibanding tahun 2017. Jika tahun ini ditargetkan sebesar Rp 85 miliar. Maka tahun 2018 hanya sebesar Rp 77 miliar.

Hal ini disebabkan banyaknya alat kesehatan yang rusak sehingga mengurangi pendapatan RSUD. Surat izin praktek dokter tidak berlaku lagi sehingga tak dibayar oleh BPJS. Tidak ada alat kesehatan MRI yang dapat meningkatkan pendapatan RSUD. (rng)