Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12888

Menpar Arief Yahya Resmikan 2 Homestay Sigapiton

0

Seusai mendampingi Presiden Jokowi di Peresmian Terminal Internasional Bandara Silangit, enpar Arief Yahya langsung mendatangi Desa Sigapiton, Kabupaten Toba Samosir terletak di pinggir timur Danau Toba.

Sebuah desa kecil, yang dijadikan desa pilot project untuk Pengembangan Homestay Desa Wisata oleh Kementerian Pariwisata. Terakhir, Desa Sigapiton ditinjau Menpar Arief pada saat kunjungan lapangan pertamanya 8 Juli lalu.

Sejak 15 Oktober 2017, sekitar sebulan lalu telah berdiri dua unit Homestay “Jabu Na Ture” yang dijanjikan oleh Menpar Arief Yahya dengan terinspirasi dari desain Sayembara Homestay Nusantara dan Homestay Ecopod yang merupakan percontohan Homestay yang dibuat dari bahan bambu.

Bambu adalah jenis tanaman yang bisa tumbuh cepat dan berkembang di banyak daerah di Indonesia. Bambu mudah dicari bahannya, sehingga mudah maintenance-nya.

Desain Homestay Jabu Na Ture sendiri terinspirasi dari bentuk Jabu Bolon khas Rumah Tradisional suku Batak Toba namun dengan modifikasi material Bambu yang lebih murah dan eco-friendly.

Pembangunan Homestay ini didanai oleh Kementerian Pariwisata untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana mempertahankan ciri khas setempat atau Arsitektur Nusantara, dan menjadikan homestay sebagai salah satu usaha pariwisata masyarakat. Untuk selanjutnya Pembangunan Homestay sangat terbuka untuk didanai oleh Investor lainnya.

Keberadaan dua homestay di tengah masyarakat dan di wilayah otoritatif Danau toba ini diharapkan menumbuhkan ketertarikan bagi anggota masyarakat lainnya untuk menjadikan rumah tinggalnya sebagai homestay dan desa dapat menjalankan usaha pariwisata secara mandiri.

Menpar Arief Yahya juga sempat berkunjung ke Tomok. Dia meninjau Pasar Cinderamata dan Objek Wisata Budaya Sigale-gale yang ada di depan rumah-rumah adat yang khas itu.

“Ya, jika ingin menjadi global players maka pastikan selalu menggunakan global standatd,” tutur Menpar Arief Yahya yang sempat bertemu dengan Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis).

Dalam pertemuan dengan PokDarWis itu, diketahui bahwa perkembangan “homestay” semakin marak dan butuh support dari Pemerintah Pusat. Saat ini, telah terdata 14 unit homestay yang membutuhkan bantuan peremajaan dari sisi interior.

Menpar Arief merespon positif informasi dan permohonan dukungan PokDarWis setempat, dan menyatakan Kementerian Pariwisata akan mendukung 20 paket peremajaan interior homestay yang akan diberikan selambat-lambatnya bulan Desember 2017.

Sementara itu, untuk revitalisasi bangunan dan toilet, Menpar akan berkoordinasi dengan K/L teknis terkait seperti PUPR.

Menpar juga melihat sudah ada masuknya instansi lain yang mendukung pariwisata di Tomok, seperti Pelindo, dan berharap PokDarWis dengan didukung Bupati semakin gencar berkoordinasi lintas sektor untuk pengembangan pariwisata yang memakmurkan masyarakat lokal. (*)

Presiden Jokowi Minta Runway Silangit Diperpanjang Lagi

0

Saat meresmikan Bandara Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, sebagai international airport, Jumat 24 November 2017, Presiden Joko Widodo langsung mengeluarkan sebuah instruksi.

Presiden tak ingin bandara hanya memiliki runway sepanjang 2.650 meter. Presiden Jokowi langsung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang landas pacu di Bandar Udara Internasional Silangit yang baru diresmikan itu, menjadi 3.000 meter.

“Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata. Saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan seni budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar,” ujar Presiden.

Presiden Joko Widodo semakin tegas dan serius menjadikan pariwisata sebagai core economy, leading sector dan andalan Indonesia di masa datang. Presiden lagi-lagi berupaya mewujudkan komitmen pemerintah untuk menciptakan babak baru dalam dunia pariwisata Tanah Air.

Menpar Arief Yahya yang berada di lokasi yang sama terlihat sumringah. Dia seperti sedang memutar film lamanya, soal CEO Commitment, yang menentukan 50% sukses tidaknya pengembangan destinasi wisata. Kali ini, komitmen itu ditunjukkan langsung oleh CEO negeri ini untuk pariwisata.

“Kalau CEO nya mau, yang sulit jadi mudah! Sebaliknya, kalau CEO nya tidak komit, yang mudah pun jadi sulit,” kata Menpar Arief Yahya yang selalu mengibaratkan pimpinan daerah, seperti bupati, walikota, gubernur sebagai CEO, Chief Executive Officer atau direktur utamanya.

Presiden juga punya rumus, Danau Toba itu tidak akan kelihatan pesona nya, tanpa ada akses menuju ke sana. Bandara Internasional Silangit ini adalah salah satu jawabannya.

Yakni dengan membangun dan memperbaiki sejumlah proyek infrastruktur untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata di setiap daerah, khususnya kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Komitmen tersebut lagi-lagi diwujudkan pemerintah dengan diresmikannya pengoperasian Terminal Bandar Udara Internasional Silangit, pada Jumat, 24 November 2017.

Presiden pun yakin dengan adanya Bandar Udara Internasional Silangit ini, pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba akan semakin meningkat.

“Inilah gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreativitas dalam pelestarian adat Batak, gerbang untuk Marsipature Hutanabe,” ungkapnya.

Presiden tak ingin berpuas diri. Ia langsung memerintahkan jajarannya untuk memperpanjang _runway_ Bandar Udara Internasional Silangit dari 2.650 meter persegi menjadi 3.000 meter persegi.

Hal ini penting dilakukan agar pesawat berbadan besar bisa masuk ke Silangit dan membawa jutaan wisawatan dari dalam maupun luar negeri.

“Paling lambat 2020, paling lambat berarti bisa maju 2018 atau 2019 dan terminalnya dari 3.000 meter persegi menjadi 10.000 meter persegi,” ucap Presiden.

*Peninjauan Terminal*

Tiba sekitar pukul 10.35 WIB, Presiden Joko Widodo disambut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebelum masuk ke tempat acara, Presiden terlebih dahulu melihat panel proyek pengembangan Bandar Udara Internasional Silangit.

Bahkan setelah acara, Presiden sempat mengunjungi salah satu kedai kopi yang ada di terminal dan ruang tunggu di mana terdapat sejumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Tentu saja kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh masyarakat untuk berjabat tangan dan berswafoto bersama Kepala Negara.

Selain itu dalam peresmian kali ini, Presiden juga melakukannya dengan cara yang berbeda dari biasanya, yakni dengan memukul gondang. Dalam sambutannya, Presiden juga menyelipkan sejumlah bahasa daerah Toba.

“Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nunga rade labuan ni hopal habang internasional,” kata Presiden yang berarti siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia lapangan terbang internasional.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.(*)

Cuaca Ekstrem Melanda Kepri

0
Sejumlah kendaraan melintas dikawasan Batamcenter dengan cuaca mendung. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat memperkirakan sebagian wilayah Kepri akan dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan. Karenanya, BMKG mengimbau supaya masyarakat waspada, terutama bagi yang beraktivitas di laut.

“Menuju bulan Desember perlu waspada. Intensitas hujan sedang sampai lebat bahkan sangat lebat,” kata Kepala Humas BMKG Pusat, Hery Tirto Djatmiko, Jumat (24/11).

Hery mengatakan, cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di Kepri, terutama di laut Natuna dan Anambas. Gelombang laut di kedua wilayah itu diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Meski demikian, Hery menyebut potensi cuaca ekstrem berkembang menjadi La Nina masih tepantau rendah. Saat ini indikasi potensi La Nina pada kategori lemah. Degan indeks El-Nino Southern Osciliation (ENSO) masih positif sebesar -0.95. La Nina akan terbentuk jika indeks ENSO drop di bawah -0,5.

“Jadi belum begitu berdampak signifikan terhadap wil Indonesia bagian Barat dan Tengah,” katanya.

Selain di Kepri, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan selatan Kalimantan, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Maluku bagian selatan, perairan utara Pulau Halmahera, Laut Halmahera, Laut Cina Selatan, Perairan barat Kep. Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Sumatra hingga selatan Nusa Tenggara, Perairan utara Papua Barat hingga Papua. Laut Cina Selatan, Perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat, Sumatra hingga selatan NTB.

Dalam skala intensitas hujan harian, kata Hery,dapat menyebabkan genangan hingga menjadi banjir. Bahkan Hery menyebut ada kemungkinan meningkat menjadi banjir bandang. Semuanya juga harus bersiap kalau terjadi tanah longsor. “Jadi mesti benar-benar waspada,” katanya.

Hery menambahkan, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dengan luasan 61 persen atau seluas 209 Zona Musim (ZOM), sementara sisanya, 39 persen wilayah, atau 133 ZOM, masih mengalami musim kemarau.
(tau/jpg)

Pengusaha dan BP Sepakati Perka 10

0

batampos.co.id – Pengusaha dan Badan Pengusahaan (BP) Batam mencapai kata sepakat terkait revisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam 10/2017. Bahkan BP Batam sudah menjadwalkan penerbitan dan pengesahan revisi Perka 10 tersebut pada Selasa (28/11) pekan depan.

“Mengenai teknisnya tidak ada perubahan, masih sama seperti rancangan kemarin. Hanya mengganti redaksionalnya saja untuk memberikan kepastian,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, usai mendengar pendapat sejumlah asosiasi pengusaha di Gedung BP Batam, Jumat (24/11).

Lukita mencontohkan, beberapa redaksional yang diganti itu antara lain BP Batam menghilangkan kata “dapat” dari Perka 10 dengan tujuan memberikan kepastian. Misalnya, pada Pasal 33 ayat 6 yang menyatakan pembebanan hak tanggungan dapat dilakukan selama tidak melebihi jangka waktu alokasi lahan, perpanjangan alokasi lahan atau pembaruan alokasi. BP Batam menghapus kata “dapat” untuk memberikan kepastian.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Makruf Maulana, mengakui sudah ada kata sepakat antara BP Batam dengan pengusaha terkait revisi Perka 10.

“Sudah sepakat semua. Sehingga kami bisa bangun Batam bersama,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, mengatakan pengusaha mengapresiasi langkah BP Batam dalam mengajak diskusi kalangan pengusaha sebelum menerbitkan revisi Perka 10.

“Pengusaha apresiasi karena tidak ada lagi hitam di atas putih. Jadi semangat berkomunikasi itu penting sehingga tak ada masalah yang tak bisa diatasi. Kami siap untuk mendukung BP Batam habis-habisan,” paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, mengatakan revisi Perka 10 sudah cukup lengkap dan sudah diberi peraturan yang mengatur perjanjian alokasi lahan dengan cukup baik. “Hanya tinggal kata yang menguatkan dan itu perlu untuk berbisnis,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah BP Batam yang memperbarui peraturan peralihan yang berkaitan dengan penerbitan Izin Peralihan Hak (IPH). “Dulu kan harus ada izin baru bisa transaksi,” ungkapnya.

Sekarang, Achyar mengatakan, peraturan peralihan diatur di perjanjian awal. Kemudian transaksinya nanti diurus notaris maupun Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk pungutan administrasi peralihan dan selanjutnya nomornya keluar dari BP Batam.

“Ini kemajuan luar biasa. Kalau dulu mesti IPH duluan. Sekarang ditaruh di belakang, tapi di depan induknya sudah ada. Tapi tidak menghalangi proses administrasi,” paparnya.

Sementara Wakil Ketua Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung juga mengapresiasi BP Batam yang telah memberikan kesempatan kepada HKI untuk memberikan masukan dan saran.

“Kalau aturan yang merujuk pada peraturan di atasnya seperti PP tentang pertanahan atau UU Pokok Agraria tentu harus dipatuhi selagi tidak bertentangan dengan aturan di atasnya,” ungkapnya.

Untuk hak tanggungan, Ayung menilai ada hal yang cukup menarik yakni batas waktu standar operasional pengerjaan (SOP) hak tanggungan yang dapat diselesaikan dalam tujuh hari. “Artinya tim dari kantor lahan harus kerja ekstra untuk menyelesaikannya,” imbuhnya.

Ayung mengatakan hal semacam inilah yang dibutuhkan. “Adanya kepastian dalam proses pengurusan dan sejelas-jelasnya sehingga pengguna lahan tak bingung lagi,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar BP Batam menyediakan meja bantu (help desk) untuk menerima aplikasi permohonan baik itu alokasi baru maupun perpanjangan alokasi.

“Help desk inilah yang membantu para pemohon untuk mengecek apa saja dokumen yang kurang sehingga mereka tidak bolak balik untuk mengurus dokumen yang sama,” pungkasnya. (leo)

Industri Batam Kena Imbas Penguatan Dolar Singapura

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penguatan dolar Singapura terhadap rupiah memberikan dampak yang cukup signifikan kepada aktivitas industri di Batam. Terutama industri pendukung dan industri yang hanya memiliki pasar lokal di Batam.

“Mereka terkena imbasnya karena mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Tentu saja membelinya dengan mata uang asing,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing atau yang biasa disapa Ayung, Jumat (24/11) di Gedung BP Batam.

Aturan dari Bank Indonesia memang melarang transaksi di dalam negeri dengan mata uang asing. Kecuali jika memang sudah terikat perjanjian sebelum aturan tersebut berlaku dan adanya transaksi karena perdagangan internasional.

Ayung mengatakan, selama ini kurs jual dolar Singapura selalu stabil sehingga industri di Batam bisa mengatur biaya produksinya dengan seksama. Namun karena penguatan mata uang asing ini, maka biaya produksi mendadak berubah.

Dengan kenaikan dolar Singapura ini, maka biaya produksi bertambah. Sementara pihak perusahaan tak bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi karena sudah terikat kontrak. Sedangkan untuk membuat kontrak baru dengan konsumen yang baru pula, saat ini sangat susah.

“Jadinya merugi,” ujarnya.

Penguatan dolar Singapura memang sewaktu-waktu dapat terjadi karena adanya tren perbaikan ekonomi negeri jiran tersebut. Namun di sisi lain, persoalan utama adalah Batam kekurangan bahan baku sehingga memaksa industri lokal untuk mengimpor dari luar negeri.

“Nah ini sebenarnya yang harus dipikirkan, apalagi Batam merupakan wilayah perbatasan,” jelasnya.

Pendapat berbeda diungkapkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo. Mantan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan depresiasi rupiah terhadap dolar Singapura masih dalam tahapan wajar. Sehingga ia memperkirakan kondisi ini tidak akan memukul sektor usaha di Batam.

“Ini batasan wajar, masih biasa,” ungkapnya.

Kecuali, kata Lukita, jika kenaikan nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah sangat ekstrem. Sehingga terjadi devaluasi rupiah, maka dunia industri perlu cemas. “Para pelaku usaha tidak akan khawatir kalau belum besar sekali, kecuali devaluasi,” pungkasnya. (leo)

Bayar Tagihan Air ATB Kini Semakin Mudah

0

PT Adhya Tirta Batam (ATB) terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dahulu pelanggan yang ingin membayar tagihan air ATB fasilitasnya cukup terbatas. Pembayaran air saat itu hanya bisa dilakukan di kantor pelayanan pusat ATB Sukajadi. Namun sejak Februari 2013 PT. ATB menggandeng PT. Pos Indonesia untuk bekerjasama sehingga pembayaran air bisa dilakukan diseluruh kantor pos yang ada diseluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan mengingat PT Pos Indonesia memiliki cabang, agen pos dan pos pay yang tersebar di seluruh Batam bahkan Indonesia.

Pada awal Maret 2015 pelanggan dipermudah lagi dengan fasilitas pembayaran air yang bisa dilakukan lewat ATM Bank CIMB Niaga. Semua itu untuk lebih memanjakan pelanggan, sehingga layanan pembayaran tagihan air hadir semakin luas.

Merasa perlu terus meningkatkan pelayanan dalam hal kemudahan pembayaran, pada Agustus 2016, perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut kembali menjalin kerjasama Host to Host (H2H) ATB Payment dengan Bank Mandiri dan BNI 46, sehingga pelanggan dapat membayar tagihan air ATB melalui ATM kedua bank tersebut.

“Kerjasama ATB dengan sejumlah perbankan sudah mulai luas, sudah jauh lebih banyak sehingga pelanggan lebih banyak pilihan untuk membayar tagihan air. Dengan adanya kerjasama ini, pelanggan diharapkan lebih nyaman dan leluasa memilih tempat untuk membayar tagihan ATB,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Jumat(24/11)

Disiapkannya beberapa pilihan tempat pembayaran tagihan air tentunya sangat berguna bagi pelanggan, selain bisa lebih menghemat waktu, pelanggan bisa lebih tepat waktu dalam membayar tagihan air sehingga bisa terhindar dari denda keterlambatan setiap tanggal 20 setiap bulannya. Dimanapun dan kapanpun, pelanggan bisa lebih mudah membayar tagihan air.

Kelebihan lain yang didapat dengan adanya pilihan fasilitas pembayaran adalah pelanggan tidak perlu menghabiskan waktu untuk antri terlalu lama hanya untuk membayarkan tagihan air ATB. Dengan menggunakan layanan fasilitas perbankan seperti ATM dan yang lainnya, hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit.

“Layanan pembayaran ATM ini cukup mudah. Selain menyiapkaan nomor pelanggan, pelanggan cukup mengikuti tahapan-tahapan yang tersedia di ATM. Cukup mudah dan cepat dan tidak perlu antri lama seperti yang terjadi selama ini. Jadi pelanggan memiliki banyak pilihan sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Enriqo Moreno. (*)

Lagi, WN Malaysia Bawa Sabu ke Karimun

0
Tersangka Lee Tze Jie (tengah), WNA asal Kuala Lumpur, Malaysia yang ditangkap di Pelabuhan Internasional Karimun karena membawa sabu yang disembunyikan di Pakaian dalamnya, Jumat (24/11). F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – KARIMUN (BP) – Lee Tze Jie, 29 warga negara asing (WNA) asal Kuala Lumpur, Malaysia dengan nomor paspor A38298844 kemarin (24/11) pukul 08.30 WIB ditangkap petugas BC di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, karena ketahuan membawa dan menyimpan narkotika jenis sabu di pakaian dalam.

“Petugas kami yang ada di Pelabuhan Internasional melihat tersangka Lee Tze Jie yang baru tiba dari Pelabuhan Internasional Kukup, Malaysia seperti orang kebingungan. Seperti gelisah ketika akan melewati pemeriksaan mesin pemindai BC yang ada di pelabuhan,” ujar Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Donny Akhmad, kemarin.

Lalu pada saat tersangka melewati mesin pemindai, petugas langsung mengarahkan tersangka untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Penggeledahan pun dilakukan pada tubuh tersangka. Pada saat pemeriksaan di pakaian dalam yang dikenakan, tersangka semakin terlihat gugup. “Ternyata memang benar tersangka menyembunyikan bungkusan plastik yang berisi sabu,” jelas Donny.

Dengan ditemukannya barang bukti narkoba, tersangka langsung dibawa ke kantor untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, juga ditemukan alat isap dalam bentuk pipet sedotan yang sudah dipotong-potong. “Pada saat menjalani pemeriksaan, tersangka Lee Tze Jie memberikan keterangan yang berbelit-belit,” kata Donny.

Penyebabnya diduga yang bersangkutan terlebih dulu mengonsumsi sabu sebelum berangkat ke Tanjungbalai Karimun. Dugaan tersebut diperkuat oleh pengakuan tersangka yang mengaku menggunakan sabu sebelum berangkat. Rencananya, sabu yang dibawanya juga akan digunakannya selama berada di Tanjungbalai Karimuun.
“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah kami serahkan ke Sat Res Narkoba Polres Karimun untuk diproses lebih lanjut,” paparnya. (san)

Calon Independen, Minimal Kantongi 14.621 KTP Dukungan

0

batampos.co.id – Sejak Sabtu (25/11) pagi ini hingga lima hari ke depan, masyarakat Tanjungpinang punya waktu menanti akankah ada seorang terpilih yang berani mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah independen ke Komisis Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang.

Sebagaimana yang telah dijadwalkan, 25-29 November adalah tenggat waktu yang disediakan KPU Tanjungpinang bagi pihak-pihak yang ingin berpartisipasi pada kontestasi Pilkada Tanjungpinang melalui jalur independen alias perseorangan alias non-partai politik.

“Kami akan menunggu sampai 29 November pukul 23.59 WIB, jika memang ada yang hendak mendaftar lewat jalur perseorangan,” kata Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, Jumat (24/11).

Namun mesti diingat, bahwasanya persyaratan pendaftaran jalur perseorangan ini berbeda dengan jalur partai politik. Perbedaan itu diatur dalam undang-undang dengan kewajiban melampirkan paling sedikit 10 persen KTP dari total penduduk Tanjungpinang sebagai bukti dukungan.

Robby menjelaskan, dalam lingkup Tanjungpinang, dibutuhkan setidaknya 14.621 KTP yang harus dilampirkan sebagai bukti dukungan pasangan kepala daerah yang maju via jalur perseorangan atau non-partai politik.

Pada penyerahan dukungan ini, lanjut Robby, diharapkan tidak mendekati batas akhir penerimaan. Guna memberikan waktu lebih dalam mengantisipasi adanya persyaratan yang kurang lengkap. Sehingga terdapat sisa waktu yang cukup untuk memenuhi persyaratan.

“Selama proses pencalonan kami juga membuka help desk. Dan bagi pendukung perseorangan dan parpol agar datang ke KPU Tanjungpinang dengan membawa surat mandat utuk mendapatkan user id SILON,” terang Robby. (aya)

Enam Proyek APBN Bermasalah, Nilainya Fantastis

0
Gedung Network Operator Center Palapa Ringa Barat di Natuna yang proyeknya tengah diselidiki Jaksa. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Natuna mulai mengendus proyek bermasalah di Natuna. Dugaan proyek bermasalah tersebut hingga saat ini tidak difungsikan semestinya dan terbengkalai meski habiskan anggaran ratusan miliar rupiah.

Menurut informasi di lapangan, Kejaksaan Negeri Natuna tidak hanya mengendus proyek bermasalah di Natuna, termasuk di Anambas. Bahkan Kajari Natuna sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan 6 proyek bernilai ratusan miliar rupiah.

Di Natuna terdapat tiga proyek mulai dilakukan penyelidikan, diantaranya proyek pembangunan pelabuhan Pelni di Pulau Subi. Pelabuhan tersebut ditargetkan selesai tahun 2015 lalu, namun hingga saat ini belum rampung.

Kajari Natuna Juli Isnur membenarkan, sudah mengeluarkan surat perintah penyeledikan enam proyek yang dibangun Pemerintah Pusat di Natuna dan Anambas. Di Natuna adalah proyek pemasangan fiber optik Palapa Ring di Natuna, proyek perumahan nelayan Seminte di Batubi dan proyek pembangunan pelabuhan

Pelni di Pulau Subi. Sementara di Anambas, terdapat proyek pasar miring, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangunan kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Betul, kami mulai penyelidikan enam proyek, terutama proyek pusat yang dikucurkan ke Natuna dan Anambas. Kami selidiki, jika ada indikasi kerugian negaranya akan kasus ini akan dilanjutkan,” kata Kajari Natuna, saat dikomfirmasi dikantornya, Kamis (23/11).

Seperti diberitakan, menurut data di Dinas perhubungan Kabupaten Natuna, tahun 2015 lalu Kementerian Perhubungan sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 700 miliar untuk pembangunan pelabuhan Pelni di Natuna termasuk pelabuhan pelni di Kecamatan Subi dan pelabuhan Pelni di Pulau Laut. Namun hingga saat belum selesai.

Menurut laporan terkini terkait pembangunan pelabuhan Pelni di pulau Subi, progres sejak tahun 2015 lalu masih sebatas pembangunan disisi laut, belum menyelesaika sisi darat. Meski Pemerintah Pusat merencanakan pelabuhan yang terbengkalai diselesaikan tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskadar DJ mengatakan, menurut laporan terkini, pembangunan pelabuhan Pelni di Pulau Subi masih sebatas pemancangan tiang pelabuhan. Pembangunan pelabuhan Pelni di Subi sepenuhnya dilaksanakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Pelabuhan di Pulau Subi katanya, saat ini belum difungsikan. Karena belum selesai dibangun. Menurut informasinya baru diselesaikan progres fisik sekitar 60 persen, namun informasinya akan diselesaikan tahun 2018 mendatang.

“Pelabuhan Pelni di Subi itu sudah mulai dibangun dari tahun 2011 lalu. Sampai sekarang setahu saya baru sebatas tiang pelabuhan yang dipancang,” sebut Iskandar, Jumat (24//11). Selain proyek pelabuhan Pelni di pulau Subi, proyek pembangunan perumahan nelayan di kampung Seminte

Kecamatan Bunguran Batubi yang diendus Kejaksaan, hingga saat ini belum difungsikan dan ditempati nelayan sejak dibangun tahun 2015 lalu oleh Kementerian PUPR. Seperti diketahui, proyek tersebut untuk menunjang program transmigrasi sektor perikanan di Natuna.

Kepala Dinas perizinan pemkab Natuna Minwardi, sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU Pemkab Natuna mengatakan, pembangunan perumahan nelayan di Seminte adalah proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam penggangaran, Pemerintah menyediakan 50 unit rumah, namun hanya direalisasi 39 unit rumah yang dibangun.

Kurangnya jumlah rumah tersebut, alasannya lokasi yang perlu pembersihan atau perapian sehingga jumlah unit perumahan dikurangi. Sementara pemerintah daerah menyediakan lahan dan dihibahkan untuk pembangunan perumahan nelayan tersebut.

“Memang sampai sekarang belum ada penyerahan perumahan yang dibangun itu dari pemerintah pusat ke daerah,” sebut Minwardi.

Sementara Kacabjari Anambas Bayan Nullah mengatakan, pembangunan kantor Bupati Anambas sudah mulai dibangun bertahap sejak tahun 2015 lalu, saat ini sudah tahapa finising. Namun terdapat dugaan tidak pidana pada tahap dua dalam pembangunannya atas laporan konsultas pengawas. Selain itu pasar miring dan PLTS, hingga saat ini belum
difungsikan.

“Kita lihat nanti hasil penyelidikan, jika ada temuan kerugian atau tidak,” sebut Bayan.(arn)

Maya Siap Maju Pilkada

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Kehadiran Maya Suryanti pada seremoni peresmian pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tanjungpinang yang ditaja Komisi Pemilihan Umum, tengah pekan lalu, menyiratkan sejumlah hal.

Kini semakin kentara bahwasanya putri mantan wali kota Suryatati A Manan ini semakin percaya diri akan terpilih sebagai pendamping wali kota petahana Lis Darmansyah pada pilkada tahun depan. Terlebih, kini Maya tinggal menunggu berkas rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan setelah menempuh uji kelayakan dan kepatutan beberapa waktu lalu.

“Saya masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Kalau ditanya siap atau tidak (maju ke pilkada, red), insyallah saya siap,” kata Maya.

Kesiapan yang disampaikan Maya ini juga bahkan hingga menyangkut dokumen-dokumen administratif yang kelak harus dilampirkan ketika melakukan pendafataran di KPU Tanjungpinang pada Januari mendatang. “Semua syaratnya pasti saya penuhi, tapi ya itu, saya tunggu rekomendasinya dulu. Sejauh ini, keluarga juga sudah mendukung keputusan ini,” ujar Maya.

Selain menyiratkan kepercayaan diri Maya akan maju kembali pada pilkada, kehadiran Maya tengah pekan lalu juga menguak hubungan personal dan politisnya dengan Lis Darmansyah yang semakin harmonis. Urusan pernah berkompetisi pada Pilkada Tanjungpinang 2013 silam, bagi Maya, adalah bagian dari masa lalu dan sekarang, tegas Maya, ia ingin sepenuhnya menatap masa depan.

“Yang lalu, biarlah berlalu. Pak Lis ketika mengajak, niatnya baik. Kalau niatnya untuk membuat Tanjungpinang menjadi lebih baik lagi, tidak ada salahnya kami bersinergi,” ujarnya.

Pilkada kedua ini tentu tidak lagi sama bagi Maya ketimbang pilkada 2013 silam. Kala itu, Maya mencalonkan diri sebagai calon wali kota berdampingan dengan Tengku Dahlan. Sementara kini, jika mendampingi Lis Darmansyah yang berstatus sebagai wali kota petahana, hampir dapat dipastikan Maya hanya akan menduduki kursi nomor dua. Perihal ini, Maya pun sudah tidak lagi mau memusingkannya.

“Sekali lagi, tidak lagi penting siapa yang jadi wali kota atau wakil wali kota. Yang penting tujuannya bekerja untuk membangun Tanjungpinang lebih baik lagi kan,” kata Maya.

Atmosfer kompetisi pada pilkada 2013 silam seolah telah dilupakan Maya. Kini, ia sedang menatap lembar baru petualangan hidupnya menghadapi pilkada kedua. Dan untuk itu, Maya mempersiapkan diri sebaik-baiknya mendampingi Lis yang, sepenuturannya, memang datang dengan permintaan dan niat baik untuk bersinergi membangun Tanjungpinang.

“Saya menghargai permintaan baik masyarakat, dan itu juga disampaikan Pak Lis. Komunikasi kami lancar, baik sekali. Sudah tak terhitung lagi bertemu dengan beliau. Doakan saja,” pungkas Maya. (aya)

Play sound