batampos.co.id – Karena tidak sesuai harapan, Bupati Bintan, Apri Sujadi segera akan memanggil pihak kontraktor yang bertanggungjawab terhadap pembangunan rehabilitasi Dermaga Dakomas di Pulau Pucung Desa Malang Rapat, Bintan. Apalagi banyaknya beredar informasi dari masyarakat yang menyatakan bahwa pihak kontraktor masih belum juga melaksanakan pembangunan tiang pancang.
“Kita lihat perkembangan rehabilitasi Dermaga Dakomas berjalan tidak sesuai dengan harapan. Apalagi dengan melihat keadaan cuaca yang buruk saat ini. Dan tidak tertutup kemungkinan cuaca begini akan terus terjadi menjelang akhir tahun. Untuk itu, segera akan kita panggil pihak kontraktor dan dinas terkait,” jelas Apri usai melakukan sidak, guna melihat perkembangan pembangunan rehabilitasi Dermaga Dakomas di Pulau Pucung Desa Malang Rapat, Senin (30/10).
Diketahui pembangunan rehabilitasi Dermaga Dakomas di Pulau Pucung, RT 03/RW 02, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang , ini masuk dalam proyek pekerjaan rehabilitasi atau pemeliharaan dermaga, yang dianggarkan melalui APBD Tahun 2017, sebesar Rp 1.146.811.000, dengan nomor kontrak 602.2/Hubla-SP/04 yang dilakukan Konsultan Perencanaan CV Astro Putra Jaya, serta Konsultan pengawas CV Bintang Karya Utama.
“Seharusnya tiang-tiang pancang sudah terpasang. Tentunya kita ingin tahu kendalanya apa. Setelah itu segera akan kita lakukan tindak lanjut untuk mempercepat pembangunannya,” imbuhnya. (cr20)
batampos.co.id – Hingga kemarin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang masih meminjam mobil milik Pemko Tanjungpinang untuk operasional kerja sehari-hari. Keputusan ini ditempuh sementara waktu lantaran ranperda yang mengatur kenaikan tunjangan sekaligus peniadaan fasilitas mobil dinas itu belum kunjung disahkan.
Sementara proses menghitung masih dilangsungkan, Simon mengaku anggota DPRD Tanjungpinang akhirnya menggunakan kendaraan pinjam pakai milik Pemko Tanjungpinang intuk sementara waktu.
“Jadi untuk transportasi pekerjaan masih kami gunakan mobil seperti biasanya,” papar anggota Banggar DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko, kemarin.
Tidak dipungkiri Simon bahwasanya pembahasan ranperda ini terbilang lambat. Tapi bukan berarti jalan di tempat. Ia menjelaskan, hal ini terjadi lantaran belum rampungnya tim penilai melakukan penghitungan.
Sementara pemberlakuan tunjangan dengan besaran baru akan dimulai pada anggaran perubahan 2017 ini. “Tim penilai memang belum selesai melakukan hitung-hitungan,” ujar Simon.
Dari penjelasannya, disampaikan bahwa tim penilai inilah yang melakukan penghitungan perubahan besaran tunjangan anggota DPRD Tanjungpinang. Sehingga ranperda perubahan tunjangan harus menunggu angka dari penetapan tersebut.
Terpisah, Wali Kota Lis Darmansyah juga menuturkan hal yang sama berkenaan proses pembahasan besaran tunjangan. Pembahasan yang masih berada di tangan tim penilai membuat Pemko Tanjungpinang tak memiliki pilihan selain menunggu.
“Tentunya kami harus menunggu tim penilai melakukan tugas baru pembahasan berjalan kembali,” pungkas Lis. (aya)
Seorang warga mengangkut raskin yang baru diambil di kantor desa, Senin (30/10). F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam menyesalkan pengurangan kupon jatah beras miskin (raskin) saat pembagian, Senin (30/10). Dari 80 kupon raskin untuk 80 kepala keluarga (KK) menjadi 30 kupon.
Warga penerima raskin, Suginah, terlihat kesal, karena selama ini dirinya merupakan salah seorang penerima raskin. Wanita berstatus janda ini kaget begitu tahu kupon raskin dikurangi dari pemerintah. “Tadinya kami kompak, mau kami balikkan saja kupon itu. Tapi pak RT berpikir kasihan, banyak masyarakat yang masih membutuhkan raskin,” katanya.
Ketua RT 001 RW 002 Kampung Tanjungtalok, Bahir yang ditemui di rumahnya, kemarin siang membenarkan, awalnya belasan ibu-ibu mendatangi rumahnya karena sebagian besar mereka tidak menerima kupon jatah raskin. Ibu-ibu tersebut bahkan berniat mendatangi kantor desa, untuk mempertanyakan soal berkurangnya jatah raskin.
“Tadi sudah saya jelaskan ke mereka kalau kupon raskin yang diterima memang berkurang. Jadi, tidak semua menerima kupon. Akhrinya saya mengambil kebijakan, yang menerima 30 kupon adalah para janda, orangtua dan masyarakat yang banyak anaknya, dan ekonominya susah,” katanya.
Setelah dijelaskan demikian, ibu-ibu mendatangi rumahnya dan berniat mau melakukan aksi di kantor desa, mengurunkan niat. Mengenai hal ini, dirinya telah menanyakan ke kantor desa. Dari pihak desa menjelaskan, bahwa kupon jatah raskin sebenarnya bertambah. Maksudnya, jika biasanya terdapat 80 kepala keluarga yang menerima
jatah raskin dari total 120 kepala keluarga. ” Bulan kemarin yang menerima 80 kk. Yang diberikan kupon ini kata pihak desa adalah tambahan yang 30 kk, yang sebelumnya tidak dapat kupon,” jelasnya.
Ditanya harganya, ia mengatakan, satu kupon raskin seharga Rp 26 ribu dan mendapatkan beras seberat 15 kilogram. “Mungkin ke depan, maksud dari desa semua kk di sini mendapatkan raskin. Tapi, harapan saya jangan dikurangi, karena banyak masyarakat yang memerlukan beras ini, mesti terkadang per tiga bulan dibagikan, kadang dua bulan kadang sebulan lebih sudah dibagikan,” katanya.
Sementara itu, Pj Kades Teluk Sasah, Nurhalimah belum berhasil dihubungi terkait berkurangnya kupon jatah raskin di kampung Tanjungtalok. (cr21)
Direktur Joy Property, Julianto (empat kanan) foto bersama seluruh staf karyawan Joy Property yang siap melayani dan memenuhi kebutuhan rumah di Tanjungpinang. F. Choky Nainggolan/Batam Pos.
batampos.co.id – Joy Property, salah satu agen property terbesar di Tanjungpinang terus berupaya memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang ingin memiliki rumah. Memperkuat kerjasama terhadap seluruh pengembang property, baik yang di Batam maupun di Tanjungpinang.
Untuk mempermudah proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Joy Property juga menjalin layanan kerjasama dengan pihak perbankan. “Joy Property berkomitmen memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kami memberikan kemudahan dan bergam pilihan rumah sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Direktur Joy Property, Julianto, disela-sela acara peresmian kantor baru Joy Property di Jalan MT Haryono Nomor 33 Kilometer 3, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Sabtu (28/10).
Ia menuturkan, beragam pilihan rumah yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Diantaranya, rumah subsidi Air Raja, Citra Pelita dan Kijang Seraya dengan harga mulai Rp 125 juta.
Pihaknya juga menyediakan beragam pilihan rumah kelas menengah ke atas dengan harga mulai Rp800 juta. Seperti Cipta Bintan Mas Residence, Cipta Villa Mas Residence, Palm Mas TPI, Villa Taman Pinang, dan lainnya.
“Mulai dari rumah sederhana hingga kelas mewah, semuanya ada di sini (Joy Property, red). Masyarakat tinggal memilih maunya yang mana, sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan,” terangnya.
Selain, beragam pilihan rumah di Tanjungpianang, Joy Property juga menyediakan pilihan rumah dan apartemen mewah di Batam. Diantaranya, Buana Central Park Batam, Oxley Convention City, Aston Batam, Paragon Hill dan lainnya.
“Joy property akan terus membantu untuk memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat untuk bisa memiliki rumah. Ini semua berkat dukungan kerjasama dari ratusan relasi yang tersebar mulai dari daerah lokal, nasional hingga mancanegara, seperti Singapore, dan Malaysia,” imbuhnya. (cr20)
batampos.co.id – Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Karimun menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun. Salah satunya oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Karimun Nyimas Novi Ujiani.
Kinerja Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun pun menjadi sorotan. Sebab banyak keluhan dari korban kepada pihaknya saat melaporkan kejadian ke P2TP2A yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Karimun.
“Saya sangat-sangat prihatinlah, terkesan kasus kekerasan terhadap perempuan terabaikan. Dan secara kelembagaan juga, mereka tidak pernah melaporkan kepada kami sejauh mana kinerjanya. Baik itu jumlah kasus, penyelesaian kasus per semester atau per triwulan,” ungkap Nyimas Novi Ujiani, kemarin (30/10).
Keberadaan P2TP2A menurut dia seharusnya bisa membantu menjembatani menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan. Sehingga, bisa dilakukan evaluasi apa penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat saat ini. P2TP2A yang sudah berdiri beberapa tahun lalu dinilai belum memenuhi standar, karena seharusnya lembaga tersebut memiliki kantor yang dilengkapi dengan seorang psikolog, pengacara, petugas administrasi dan petugas siaga di tempat.
“Anda bisa lihat sendiri di mana kantornya. Diharap kepada kepala daerah agar melakukan evaluasi terhadap P2TP2A sejauh mana kinerjanya,” pintanya.
Sementara kepolisian yang juga memiliki gugus-tugas terkait kasus kekerasan terhadap perempuan, juga belum bisa sepenuhnya diharapkan. “Alasannya, masyarakat kita apalagi kaum perempuan itu takut kalau berurusan ke polisi. Di sinilah peran penting P2TP2A mendampingi para korban saat memberikan laporan. Dan harus ada Perda tentang perlindungan perempuan dan anak nantinya,” ucap Nyimas lagi. (tri)
batampos.co.id – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Binaan Tebing melakukan pawai dengan mengenakan pakaian adat nusantara ke tiga tempat yaitu Dinas Pendidikan Karimun, Kantor Bupati Karimun dan Polres Karimun, Senin (30/10).
Pawai tersebut mengangkat tema “Dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, kita satukan keberagaman, ciptakan generasi yang kreatif dan berwawasan yang berlandasakan iman dan taqwa”.
“Setiap Hari Sumpah Pemuda tetap kami gelar pawai dengan pakaian adat nusantara bagi para pelajar. Untuk memupuk rasa cinta terhadap budaya nusantara yang berbeda-beda, namun satu dalam kesatuan NKRI yang utuh,” jelas Kepala SMPN 2 Binaan Tebing Raja Hernayati, kemarin (30/10).
Yang menjadi menarik adalah, pernak-pernik yang menempel di pakaian adat yang dikenakan dibuat dengan kreativitas anak-anak memanfaatkan daur ulang barang bekas. Seperti tulisan papan yang terbuat dari karton bekas, bunga dan sebagainya. Pada setiap kunjungan, para pelajar tersebut membawa kerajinan tangan hasil kreativitas pelajar untuk diberikan sebagai kenang-kenangan.
“Jadi ke tiga instansi yang dikunjungi diberikan sebuah karya kreativitas anak-anak dari bahan daur ulang. Agar bisa menjadi kebanggaan anak-anak bahwa karyanya dipajang di instansi-instansi seperti di Polres Karimun ini,” ungkapnya, saat rombongan pawai singgah di Polres Karimun.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh SMPN 2 Binaan Tebing sangat positif dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Agar para pelajar di tingkat SMP/sederajat tahu bahwa bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, kaya akan adat istiadat yang tetap satu sebagai anak Indonesia. Sesuai dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober, ada tiga butir penting Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu.
“Sebagai implementasinya kepada generasi muda terutama para pelajar, salah satunya melalui pakaian adat yang dipergunakan saat berkunjung ke instansi-instansi,” ucapnya.
Pantauan di lapangan, rombongan pelajar SMPN 2 Binaan mengawali kunjungan ke kantor Dinas Pendidikan Karimun, kemudian dilanjutkan ke Kantor Bupati yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah M Firmansyah. Terakhir kunjungan ke Polres Karimun yang disambut langsung oleh Wakapolres Karimun, Kompol I Gede Ngurah Joni Mahardika. (tri)
batampos.co.id – Sebanyak 109 pelamar calon Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dinyatakan lulus untuk mengikuti tes tertulis pada Sabtu (4/11) mendatang. Mereka akan diseleksi lagi untuk penempatan tugas di tiga wilayah, di antaranya di Pulau Karimun meliputi Kecamatan Karimun, Meral, Tebing, Meral Barat, dan Buru. Kemudian wilayah Pulau Kundur meliputi Kecamatan Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Belat, Ungar, dan Durai. Terakhir wilayah Pulau Moro untuk Kecamatan Moro.
“Kalau dilihat dari peserta yang mendaftar paling banyak berada di Kecamatan Karimun ada 24 orang dan Kecamatan Meral 17 orang. Untuk menjadi Panwascam hanya 3 orang yang akan terpilih,” jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Karimun, Tiuridah Silitonga, kemarin (30/10).
Ini berarti animo masyarakat untuk menjadi calon anggota Panwascam cukup banyak. Sesuai dengan prosedur dalam penyeleksian calon anggota Panwascam, Panwaslu Kabupaten Karimun melaksanakannya secara transparan dan sesuai dengan peraturan Bawaslu Pusat.
Siapapun yang nantinya lolos menjadi anggota Panwascam tidak ada intervensi dari siapa-siapa. Tetapi pihaknya tetap menerima masukan dan tanggapan dari kalangan masyarakat terhadap calon Panwascam yang ikut.
“Kami jamin kerahasiaan masyarakat yang memberikan tanggapan atau laporan terhadap calon Panwascam. Agar anggota Panwascam nanti ketika sudah dilantik benar-benar bekerja sesuai dengan prosedur tidak ada cacat hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Sebab kata Tiur lagi, pesta demokrasi Pemilu ke depan tantangannya cukup berat. Sehingga anggota Panwascam harus benar-benar siap mental dalam melaksanakan tugas di masing-masing kecamatan saat mengawasi tahapan Pemilu.
“Intinya, bagaimana kita bersama-sama mengawasi jalannya Pemilu untuk melaksanakan pesta demokrasi yang transparan. Agar masyarakat bisa menggunakan hak politiknya di tahun 2019 nanti,” tutupnya. (tri)
batampos.co.id – Dewan Pengupahan Kota Batam memutuskan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2018 sebesar Rp 3.523.427 dalam rapat yang digelar Selasa (24/10) lalu. Angka tersebut sudah disampaikan ke Wali Kota Batam untuk selanjutnya diajukan ke Gubernur Kepri guna disahkan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan rapat Dewan Pengupahan tersebut dihadiri sejumlah pihak. Antara lain perwakilan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha. Juga ada perwakilan dari Pemko Batam.
“Hasilnya sudah kami sampaikan, apakah sudah diproses atau seperti apa, kami belum terima informasi lagi,” kata Rudi, Senin (30/10).
Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam ini mengatakan, hasil rapat Dewan Pengupahan tersebut sifatnya hanya pertimbangan bagi Wali Kota Batam sebelum mengusulkan UMK ke Gubernur Kepri. Artinya, Wali Kota Batam bisa mengusulkan angka di luar hasil rapat tersebut. Meski begitu, keputusan tetap berada di tangan Gubernur Kepri.
Menurut Rudi, seluruh komponen dalam rapat Dewan Pengupahan menyetujui UMK sebesar Rp 3.523.427. Namun di luar pembahasan UMK Batam tahun 2018, beberapa peserta rapat menolak penetapan UMP Kepri berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015.
“Hingga saat ini mereka masih menolak, tapi intinya kemarin kami sudah sepakat dengan angka (UMK) tersebut, makanya langsung kami serahkan kepada pimpinan,” ujarnya.
Selain penolakan PP Nomor 78, mereka juga menyampaikan usulan untuk dibentuk asosiasi sektor usaha. “Mereka minta kami (Wako dan Gubernur) untuk memfasilitasi pembentukan asosiasi ini,” sebut Rudi.
Rudi menambahkan, pembahasan UMK Batam tahun 2018 berjalan dengan lancar. Jika angka Rp 3.523.427 akhirnya disahkan, maka UMK Batam tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 8,71 persen dibandingkan UMK 2017. Yakni dari Rp 3.241.125 menjadi Rp 3.523.427 per bulan.
“Ya kami berharap pembahasan di tingkat provinsi bisa berjalan dengan baik,” tutup pria lulusan Unand ini.
ilustrasi
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan pihaknya sepakat dengan usulan UMK Rp 3.523.427 tersebut. Menurut dia, kenaikan UMK sebesar 8,71 persen sudah sesuai anjuran Kementerian Ketenagakerjaan.
“Kami akan mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai dengan PP Pengupahan,” kata Jadi, Senin (30/10).
Menurut Jadi, PP tersebut menjadi pedoman yang tepat dalam penetapan UMK. “Produknya sudah tepat karena menyesuaikan kondisi saat ini dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” katanya lagi.
Sedangkan Wakil Ketua Bidang Transportasi Umum, Forwarder dan Kepelabuhanan Kadin Kepri, Osman Hasyim, mengatakan permintaan buruh yang ingin UMK naik sebanyak 50 dolar Amerika tidak bisa dituruti pengusaha.
“Kami sudah membicarakannya dalam rapat internal. Dan kami tidak sanggup jika nilainya sebanyak itu,” katanya.
Menurut Osman, permintaan buruh dianggap kontraproduktif dengan PP 78 Tahun 2015. “Jika terus menuntut seperti itu, Batam akan kehilangan daya saing. Karena ketika kita disibukkan oleh penentuan nilai UMK, maka Malaysia sudah sibuk mempersiapkan insentif baru untuk investor,” paparnya.
Terpisah, pengamat kebijakan ekonomi Batam, Muhammad Zaenuddin menilai kebijakan penetapan upah berdasarkan pertimbangan kondisi ekonomi dan inflasi merupakan keputusan yang tepat.
“Pertumbuhan ekonomi menggambarkan produksi daerah dan inflasi menggambarkan tingkat kenaikan harga yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” ujarnya.
Namun, ia menyayangkan pada pembahasan upah minimum sektoral (UMS) nanti harus dibahas secara bipartit. Dan pada akhirnya pasti terjadi kericuhan.
“Pemerintah harus menetapkan regulasi yang konsisten agar tidak terjadi lagi kericuhan. Tiap tahun masalah ini selalu hampir terjadi,” katanya.
Pengusaha itu, kata Zaenuddin, butuh kepastian karena harus menghitung biaya produksi utuh tiap tahunnnya. Jika ada komponen yang mendadak berubah tentu saja akan mengganggu skala perhitungannya.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah mengatur agar UMP ditetapkan berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015. UMP ini akan menjadi dasar dari penetapan UMK di Batam.
Dalam Surat Edaran dengan nomor B.337/M.Naker/PHIJSK-Upah/X/2017 tersebut, Kemenaker menyarankan agar kenaikan upah berada di angka 8,71 persen. Nilai ini diperoleh dari inflasi nasional tahun berjalan sebesar 3,72 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen. Sudah mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015.
Gubernur wajib menetapkan UMP pada tanggal 1 November 2017 dan UMK ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada tanggal 21 November 2017. Di sini Gubernur dapat menetapkan UMK Batam yang dianggap mampu membayar UMK lebih tinggi dari UMP.
ilustrasi
Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan pihaknya sangat berharap agar kedua belah pihak yakni kalangan buruh dan pengusaha bisa menjaga situasi tetap kondusif.
“Iya, kita masih pelajari aturannya. Selain itu, demi meningkatkan gairah investasi, maka BP Batam akan terus memfokuskan diri untuk percepatan dan penyederhanaan perizinan online,” katanya.
Dan, untuk itu, peranan kedua belah pihak untuk menjaga iklim investasi menjadi sangat penting. “Apapun produk pemerintah mari kita kawal bersama. Pemerintah saat ini adalah pemerintah yang sangat dipercaya oleh rakyat sesuai hasil survei lembaga internasional,” katanya lagi.
Sementara Ketua Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Suprapto, menolak upah minimum kota (UMK) 2018 yang telah ditetapkan Dewan Pengupahan. Angka Rp 3,5 juta dinilai jauh dari biaya kebutuhan hidup layak (KHL) di Batam yang pernah disurvei, yakni Rp 6,3 juta per bulan.
“Saya mewakili buruh di Batam menolak UMK Rp 3,5 juta itu. Nilai itu jauh dari kehidupan layak di Batam,” kata Suprapto, Senin (30/10).
Dikatakannya, penetapan UMK 2018 oleh Dewan Pengupahan tak memenuhi azas berkeadilan untuk buruh. Sebab, angka Rp 3,5 juta ditetapkan berdasarkan PP 78, bukan survei KHL di Batam.
Menurut dia, buruh di Batam akan tetap bertahan meminta upah Rp 3,85 juta atau Rp 3,9 juta. Apalagi saat ini, harga kebutuhan atau sembako naik hingga 10 persen. Ditambah dengan kenaikan tarif listrik secara bertahap hingga mencapai 45 persen.
“Belum lagi informasi adanya kenaikan tarif air. Pemerintah mau apa? Ingin masyarakat bertambah miskin. Atau pemerintah ingin membayar seluruh kenaikan itu,” terang Suprapto. (she/cr17/leo)
Presiden Direktur ATB Ir Benny Andrianto MM di dampingi Binsar Tambunan, Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba cerdas cermat tingkat SMP.
Event tahunan berupa lomba cerdas cermat dipadukan dengan lomba kreasi jinggle ATB Batam serta pemberian beasiswa external berjalan sukses dan meriah
Kemeriahan tersaji sepanjang digelarnya lomba, mulai dari penyisihan, babak semifinal dan final yang dilangsungkan sejak 25-29 Oktober 2017. Atrium timur Mega Mall terasa menggema dengan dukungan dan semangat pendukung sekolah yang ikut bertanding untuk memberikan yang terbaik.
Seperti yang terjadi pada babak final, saat lomba kreasi jingle dan cerdas cermat. Selain meriah, pengunjungpun yang berjejer disetiap lantai ikut larut menjadi saksi dari perjuangan adik-adik SD dan SMP.
Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam (ATB) Ir Benny Andrianto MM menyaksikan dan mengapresiasi langsung babak final cerdas cermat dan lomba kreasi jinggle ATB. Sebagai bagian dari CSR dibidang pendidikan, pelaksanaan cerdas cermat dan kreasi jinggle ATB tahun 2017 menjadi kegiatan yang terbaik.
“Cerdas cermat dan lomba kreasi jinggle sore ini keren abis dan luar biasa, karena untuk menjadi juara tidak cukup harus pintar namun harus kreatif, sepanjang pertandingan babak final dikesempatan cerdas cermat tahun ini suatu yang luar biasa,” ujar Ir Benny Andrianto MM.
Menurutnya, kegiatan yang di gelar ATB di bidang pendidikan ini merupakan kesempatan kepada siswa, guru dan sekolah yang memiliki kualitas dengan menampilkan potensi yang dimiliki setiap siswa. SD dan SMP yang ada di Batam bisa bersaing dengan sekolah nasional di Indonesia.
“Masa depan jadi milik kalian untuk bisa berkompetisi dimasa depan, selain harus kompeten namun harus punya kreatifitas dan komunikasi yang baik. Dengan event ini bisa memberikan kesempatan kepada sekolah semakin bisa berkompeteisi dan menunjukan yang terbaik bagi Batam dan masa depan,” pesan Benny Andrianto.
Hal senada diungkapkan Binsar Tambunan, Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, mengapresiasi setinggi- tinginya kegiatan CSR ATB di bidang pendidikan. ATB sebagai salah satu perusahaan yang terbaik di pulau Batam juga fokus memperhatikan CSR.
“ATB konsisten menjalankan program csr di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan melalui cerdas cermat dan lomba kreasi jinggle ATB,” pesan Binsar Tambunan.
Dukungan juga diutarakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin. Muslim berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Langkah ATB sudah tepat untuk mendukung dunia pendidikan di Batam.
“Memang luar biasa kegiatan cerdas cermat kali ini, mudah-mudahan ini pertanda baik bahwa Batam punya sumber daya manusia yang berkualitas. Anak-anak inilah yang akan membangun Batam kedepan, atas nama Pemko Batam dengan segala upaya ATB memajukan dunia pendidikan harapan kami bisa terus dilaksankan secara berkelanjutan,” ucap Muslim.
Kegiatan cerdas cermat dan kreasi jingle ATB peduli pendidikan 2017 sangat berkesan bagi setiap sekolah yang mengikuti. Menjadi yang terbaik diupayakan dengan dengan maksimal oleh setiap penampilan siswa.
Diakhir acara peserta mendapatkan penghargaan dan piala bergilir serta hadiah uang dengan total Rp 39 Juta untuk pemenang cerdas cermat dan lomba kreasi jinggle ATB SD dan SMP. Begitu juga untuk peraih beasiswa tingkat SMA sebanyak 20 orang dengan masing-masing Rp 2,5 juta. Perguruan tinggi sebanyak 10 orang dengan masing-masing mendapat Rp 4 juta. (*)
Pemenang ATB peduli pendidikan 2017
Jinggle SD
1. SDIT Darussalam
2. SDN 002 Batu Ampar
3. SD Yos Sudarso
4. SDS Bunda
batampos.co.id – Untuk ketiga kalinya event organizer iProduction menyelenggarakan lomba mewarnai dan fashion show untuk tingkat anak-anak dan remaja Minggu (29/10) lalu di MC Dota. Sebanyak 80 peserta mengikuti lomba untuk tingkat anak-anak, dan 41 peserta untuk kelas remaja.
“Ini kali ketiga kami selenggarakan kegiatan yang sama. Kali ini dengan tema Karimun Got Talent, sebagai wadah para anak-anak maupun remaja yang mempunyai talenta modeling,” jelas Iman Tambunan pemilik iProduction, kemarin (30/10).
Para peserta yang ikut lomba mewarnai dan fashion show mendapatkan hadiah berupa voucher, piala, sertifikat dan hadiah hiburan dari sponsor. Duta Favorit Pariwisata Karimun dan anak Putri Indonesia menjadi juri dalam perlombaan tersebut.
“Saya hanya sebagai tempat atau wadah bagi warga Karimun yang mempunyai hobi modeling ada kesempatan untuk tampil menyalurkan bakat dan hobi di atas catwalk. Dari tiga kali kami selenggarakan, antusias orang tua cukup luar biasa,” kata Om Imam, panggilannya sebagai host.
Sementara itu Hasian, orangtua salah seorang peserta mengungkapkan, sangat senang sekali anaknya bisa tampil menjadi model. Dia berharap agar kegiatan seperti ini diperbanyak minimal sebulan sekali atau tiga bulan sekali.
“Event yang diselenggarakan oleh iProduction cukup bagus. Biar anak-anak belajar tampil di depan umum. Dari Pemerintah Daerah harus ada kepedulian terhadap kegiatan seperti ini,” ucapnya.
Usai event ketiga kemarin, iProduction akan kembali menyiapkan agenda serupa di bulan November. (tri)