Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12910

Hati Terhibur, Pulang Bawa Belanjaan Segudang

0
Dari kanan, Dewi pemenang family shoping foto bersama usai belanja di Hypermart Nagoya Hill, Lubukbaja, Sabtu (28/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dewi Maretha ingin merasakan serunya sensasi berburu belanjaan di Family Shopping (Famshop). Ia sengaja mengajak keempat rekan kerjanya untuk membantunya berburu belanja, agar keseruan dan ketegangan berburu belanja di Famshop, juga dirasakan rekan kerjanya. Seperti apa asyiknya berbelanja gratis di famshop, berikut ulasannya.

DEWI Maretha datang bersama keempat rekan kerjanya yakni Erni Sabrina, Suzana, Cristina, dan Silvia Winata, Sabtu (28/10) sore. Sebelum dimulai, Dewi diarahkan panitia Family Shopping (famshop), Cindy, mengenai tata cara ikut program famshop yang digelar Batam Pos bekerjasama dengan BPR Sejahtera Batam (SB) tiap seminggu sekali ini.

Dewi disarankan agar tak mengambil barang belanjaan di atas harga Rp 20 ribu. Peserta hanya diperbolehkan mengambil satu item barang pada produk yang sama. Panitia juga menjelaskan soal bonus Rp 250 ribu yang tersimpang di antara produk tertentu.

“Fokus saja mencari barang belanjaan sesuai aturan famshop, jangan melebihi harga yang kami tentukan, sembari mencari stiker bonus yang tertempel di salah satu produk. Bila waktu masih tersisa, lanjutkan berbelanja. Bila bonus didapat, total modal belanjanya Rp 750 ribu,” ujar Cindy.

Usai mendapat pengarahan, Dewi dibantu keempat rekan kerjanya diperbolehkan mensurvei terlebih dahulu tempat belanjaan di setiap sudut lorong rak barang di Hypermart Nagoya Hill.

Usai mensurvei, peserta yang tinggal di kawasan Nagoya Newton ini kembali ke garis start yang ditentukan panitia famshop. Kali ini waktu yang diberikan peserta famshop untuk berbelanja hanya tujuh menit. Begitu semua siap, panitia famshop memberi aba-aba dimulainya famshop dengan membunyikan sirine toa.

Sebelum dimulai, Dewi berkumpul dengan rekan kerjanya, membicarakan strategi berburu belanjaan.

Begitu sirine berbunyi, Dewi kali ini bertugas mencari barang belanjaan dibantu satu rekan kerjanya. Sedangkan tiga rekan kerja lainnya bertugas mendorong troli belanjaan.

Lorong pertama yang dimasuki adalah lorong yang menyediakan aneka merek mi instan. Dewi mengambil salah satu produk mi instan.

Dewi kembali berlari menuju lorong yang menyediakan aneka produk kecap kemasan botol plastik maupun kaca. Dewi memilih salah satu produk kecap manis dan memasukkannya ke lori belanjaan.

Berikutnya Dewi menuju lorong yang menyediakan aneka produk biskuit kemasan kaleng. Dewi kembali mengambil salah satu produk biskuit kemasan kaleng dan memasukkannya ke troli belanjaan.

Peserta kali ini cepat sekali berburu belanjaannya, karena dibantu keempat rekannya.

Kali ini Dewi kembali memasuki lorong yang menyediakan aneka jenis deterjen pewangi dan pelembut. Dewi mengambil satu produk deterjen pewangi dan memasukkan ke dalam troli belanjaan.

Keempat rekan Dewi sempat hendak berpencar dalam membantu Dewi berburu belanjaan. Namun hal itu dilarang panitia yang langsung memperingatkan peserta agar tetap berkumpul dan tak boleh berpencar.

Berikutnya Dewi memasuki lorong yang menyediakan aneka produk tisu kering. Satu produk diambilnya, Dewi kembali berlari memasuki lorong berikutnya yakni lorong aneka teh celup kemasan.

Waktu sudah berjalan empat menit, masih tersisa tiga menit lagi. Panitia famshop mengingatkan agar peserta saatnya fokus mencari stiker bonus yang tertempel di produk deterjen pencuci piring merek Sunlight.

Begitu petunjuk disebutkan panitia, Dewi langsung berlari ke lorong yang menyediakan aneka deterjen pembersih piring merek Sunlight.

Berhenti di produk Sunlight, Dewi dibantu keempat rekannya dengan sigap membongkar-bongkar kemasan Sunlight. Tak lama, stiker bonus ditemukannya dan satu deterjen Sunlight diambilnya. Mereka kembali berlari mencari-cari lagi barang yang hendak diincarnya.

“Ayo semangat lagi, masih ada waktu kurang dari satu menit. Tampaknya peserta kali ini troli belanjaannya sudah hampir penuh,” ujar panitia Famshop.

Tak terasa waktu berburu belanja tinggal menyisakan beberapa detik lagi. .

“Stop, waktu berburu belanjaan sudah habis. Silakan troli langsung didorong menuju kasir di depan,” ujar panitia famshop, Cindy mengarahkan peserta untuk menghentikan perburuan belanjaannya.

Troli belanjaan didorong ke lorong kasir. Saat pengecekan dan menghitung jumlah harga barang oleh panitia dibantu kasir, tak satupun produk yang dilarang diambil, masuk dalam troli belanjaan Junar dan ketiga adiknya.

Setelah semua barang belanjaan dihitung, total barang yang diambil oleh Dewi mencapai Rp 875.310 Kelebihan belanjaan sebanyak Rp 125.310 harus dibayar dari koceknya sendiri oleh peserta.

“Pokoknya famshop kereen abiis lah. Capeknya kami dapat, keseruannya mantab. Hati terhibur, pulang bawa barang belanjaan segudang,” terang Dewi menggambarkan keseruan menjadi peserta famshop.

Pada penutupan acara famshop, panitia menggelar kuis berhadiah ke pengunjung Hypermart Nagoya Hill. Pertanyaan yang dilontarkan seputar produk Batam Pos atau BPR Sejahtera Batam.

Kali ini pengunjung Hypermart Nagoya Hill yang beruntung dari kuis BPR Sejahtera adalah Ibu Nur, warga Komplek Ruko Tua depan Centre Park Blok B Nomor 25 Batamkota, yang mendapat bingkisan dari BPR Sejahtera Batam. ***

Tabungan Rezeki Arisan (Tarzan), Beri Kesempatan Nasabah Raih Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Dewi (lima dari kanan) pemenang family shoping foto bersama dengan Batam pos, BPR Sejahtra Batam usai belanja di Hypermart Nagoya Hill, Lubukbaja, Sabtu (28/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

BPR Sejahtera Batam (SB) mengajak seluruh warga Batam menjadi nasabahnya dengan cara menabung di BPR Sejahtera Batam. Caranya sangat mudah, cukup membawa KTP asli, dan menabung mulai dari Rp 1.666 perhari, nasabah sudah mendapatkan kupon undian dan akan diundi setiap bulannya dengan hadiah yang menarik.

Nasabah berkesempatan mendapatkan hadiah yang diundi setiap bulannya berupa kupon belanja sebesar Rp 500 ribu dan bisa memilih belanja di mana saja yang diinginkan nasabah, serta tambahan voucher belanja sebesar Rp 250 ribu jika memenuhi ketentuan dalam Family Shopping (pajak undian ditanggung oleh bank).

Selain kupon belanja bulanan, BPR SB mengeluarkan produk unggulannya yakni Tabungan Rezeki Arisan atau disingkat Tarzan. Produk perbankan Tarzan ini, nasabah juga dibanjiri hadiah tahunan menarik berupa sepeda motro, sepeda gunung, serta voucher belanja hingga ratusan juta rupiah.

Pada periode 2016-2017 lalu, pengundian mobil Daihatsu Ayla dan total hadiah lainnya yang mencapai Rp 450 juta, kini hadir kembali untuk periode 2017-2018, BPR SB akan membagikan beragam hadiah yang tak kalah dahsyat, tentunya dengan total hadiah Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah, dengan hadiah utamanya berupa mobil Daihatsu Xenia.

Program SB Superboom ini dihadirkan untuk berbagai fasilitas kredit bagi warga Batam yang saat ini membutuhkan solusi dalam hal keuangan.

Ayo, tunggu apalagi, segera datangi kantor BPR SB terdekat untuk mendapatkan berbagai macam kesempatan memenangkan undian beragam hadiah yang super dahsyat.

Kunjungi segera kantor operasional BPR SB di berbagai wilayah di Batam seperti di Komplek Tanjungpantun Blok A Nomor 13-14 Jodoh, Komplek Pertokoan Aviari Pratama Blok A4 Nomor 8 Batuaji, Komplek Citra Mas Blok A Nomor 4 Penuin, Komplek Pertokoan Botania Garden Blok A1 Nomor 2 Batamkota, dan di Komplek Pertokoan Mitra Raya Blok A Nomor 1 Batamkota. (gas)

Polisi Gelar Operasi Zebra Mulai 1 November

0
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaan Sat Lantas Polresta Barelang akan menggelar razia bersandikan Operasi Zebra 2017, untuk menindak pelanggar lalu lintas. Operasi digelar selama dua pekan mulai Rabu 1 November 2017.

“Operasi Zebra akan digelar secara serentak di seluruh Indonesia sampai 14 November mendatang. Sebelum dilaksanakan, nantinya akan kita buka dengan apel di Mapolresta Barelang,” kata Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati, Minggu (29/10) siang.

Operasi terpusat yang digelar secara serempak di seluruh Polda ini menyasar pengendara yang tidak taat hukum. Sasaran operasi mulai dari pengemudi motor, mobil pribadi hingga angkutan umum.

“Sasarannya di antaranya muatan berlebihan, melawan arus, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), plat motor dan pelanggaran lainnya,” jelasnya.

Dalam operasi ini, pihak kepolisian lebih banyak mengedepankan pola represif atau penilangan terhadap pelanggar. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kedisplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Kemudian untuk menekan angka laka lantas. Karena kecelakaan sering diawali dengan pelanggaran lalu lintas,” imbuhnya.

Putu menghimbau kepada kendaraan roda dua untuk melengkapi kaca spion, TNKB harus sesuai dengan cetakan Polri, melengkapi surat seperti SIM dan STNK serta menghidupkan lampu utama baik siang hari maupun pada malam hari.

Sementara untuk kendaaan roda empat, ia meminta kepada pengemudi maupun penumpang agar selalu menggunakan sabuk keselamatan dan melengkapi surat-surat seperti SIM maupun STNK.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung operasi tersebut dengan cara tertib berlalu lintas dan mematuhi peraturan yang berlaku,” imbuh Putu. (cr1)

Infrastruktur Membaik, Pasar Otomotif Optimis

0

batampos.co.id – Dalam perkembangan infrastruktur di Batam saat ini, pasar otomotif kian optimis terhadap peningkatan penjualan. Diyakini, pembangunan jalan yang memadai, menunjang animo masyarakat untuk memiliki kendaraan.

Branch manager Suzuki Indomobil Batam, Rudy Wijaya mengaku, penjualan produknya berbanding lurus dengan market yang ada.

“Dibandingkan tahun lalu, 2017 ini memang pencapaian penjualan menurun sekitar 10-15 persen,” ujar Rudy, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal itu dipicu dengan kondisi perekonomian yang terbilang lesu. “Pasarnya memang sedang di bawah target saat ini, tetapi tidak menghalangi ke optimisan kami untuk menjual produk,” jelasnya.

Di samping itu, seiring perbaikan pembangunan jalan di Batam yang masih dalam proses tersebut, juga dianggap menghambat keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan sendiri. “Rata-rata jalan di pusat Kota Batam kan dalam proses pembangunan, banyak debu atau jalan tak merata. Orang Indonesia cenderung berpikir hemat dan ‘sayang barang’. Tidak tertutup kemungkinan mereka berpikir menunda punya kendaraan dalam situasi seperti ini,” papar Rudy.

Dalam keoptimisan, pihaknya masih menonjolkan pelayanan dan menghadirkan produk dengan model terbaru yang mumpuni. “Kami tetap yakin ke depan pasar otomotif tetap membaik di Batam, apalagi pembangunan di batam kian pesat,” ungkapnya.

Selain karena infrastruktur, pasar otomotif Batam mulai bertransisi menuju tren baru penjualan saat ekonomi tengah lesu-lesunya. Saat ini, penjualan mobil pick up tengah menanjak karena era digital telah merambah seluruh sektor ekonomi di Batam.

“Sebenarnya ekonomi lesu tidak membuat pasar otomotif Batam turun drastis. Untuk kategori mobil mewah seperti Completely Build Up (CBU) mungkin iya, tapi untuk mobil niaga atau mobil keluarga tetap stabil,” kata Wakil Ketua Bidang Otomotif dan Perbengkelan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Rusli Kurniawan akhir bulan lalu.

Menurut pria yang sudah berkecimpung di dunia otomotif selama 14 tahun ini, penjualan mobil niaga seperti pikap tetap bertahan dengan baik.

“Mobil niaga banyak laku karena banyak jasa ekspedisi membutuhkannya. Ekspedisi ini berkembang karena meningkatnya transaksi dari jual beli online. Kan kita lihat banyak mobil pick up yang bolak balik bandara karena jemput atau antar kiriman,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kategori mobil penumpang, penurunan memang terjadi. Namun untuk mobil-mobil penumpang dari pabrikan ternama seperti Toyota Avanza atau Vios atau mobil-mobil Low Cost Green Car (LCGC) seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla masih diminati masyarakat. Alasannya sederhana karena bisa digunakan untuk berdagang atau menjual jasa.

“Contohnya jasa taksi go-car atau taksi grab. Lagipula banyak juga yang berjualan saat ini dengan Avanza. Lalu banyak juga kan yang pesan katering untuk pesta-pesta,” jelasnya.

Tren penjualan otomotif untuk menunjang kebutuhan berniaga seperti ini diperkirakan akan terus bertahan lama karena situasi ekonomi yang belum pulih.

“Untuk mobil-mobil mewah yang untuk gengsi, prestise, koleksi dan gaya-gayaan, masyarakat tak akan beli karena dianggap bukan kebutuhan lagi,” paparnya.

Karena masyarakat tidak berminat lagi terhadap mobil mewah maka tidak heran banyak penjualnya yang membanting harga bahkan ada yang tutup sama sekali, seperti salah satu showroom di wilayah Baloi.

Meskipun begitu, Rusli tidak memungkiri bahwa pangsa otomotif memang menurun. Dari data Samsat saja katanya hanya ada 600 penjualan mobil tahun ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencatat angka penjualan di atas 1.000 unit.

Penurunan ini memang tidak bisa dipungkiri terjadi karena daya beli masyarakat yang menurun tajam. Ambruknya sektor galangan kapal dianggap sebagai aktor utama.

“Pemerintah harus bisa melihat jeli peluang lainnya. Batam ini banyak yang bisa dikembangkan sehingga sebenarnya kita tak perlu bergantung pada satu sektor ekonomi saja,” jelasnya.

Selain itu, insentif supaya investor mau masuk ke Batam dianggap penting untuk kembali menggairahkan kembali penjualan otomotif.

“Karena hulunya semua ada di kebijakan pemerintah sekarang. Kalau pintu yang satu tertutup, maka carilah pintu alternatif lain. Jangan hanya berpangku pada satu sektor saja,” harapnya.

Impor mobil CBU pun dikabarkan terus menurun. Kondisi ekonomi global yang tengah lesu dan pembatasan impor oleh pemerintah pusat menjadi penyebabnya.

“Selain itu, peminat mobil CBU itu dari kalangan High End. Jika sudah punya mobilnya, maka jarang yang akan beli lagi, ” kata Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianto.

Ilustrasi

Berdasarkan data yang dihimpun BP Batam hingga Mei 2017, penurunan dimulai sejak tahun 2012. Pada tahun 2012, ada 1.429 unit mobil CBU masuk ke Batam. Tahun 2013, turun menjadi 1.265 unit. Tahun 2014 turun menjadi 1077 unit. Tahun 2015 turun lagi hingga 964 unit. Tahun 2016 menjadi hanya 596 unit dan hingga Mei 2017, hanya 206 unit mobil CBU yang masuk ke Batam.

Terpisah, Sales Manager PT Honda Capella Kepri, Harry Sutiono mengatakan pada semester pertama 2017, penjualan sepeda motor Honda turun sebanyak 27 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

“Terutama yang paling berimbas adalah penjualan Honda Matic,” ungkapnya.

Untuk mendongkrak kembali angka penjualan, banyak perusahaan pembiayaan (leasing,red) yang menerapkan kebijakan bunga rendah untuk uang muka (down payment) dari 5 hingga 10 persen.

“DP rendah itu sudah berjalan karena leasing disini sudah terapkan DP 5 hingga 10 persen. Cuma ya sekarang ekonomi lagi lesu, jadi mau sekecil apapun DP-nya, daya beli masyarakat kan memang turun, ya sama saja,” jelasnya.

Menurut Harry, cara yang paling baik untuk meningkatkan kembali pasar penjualan otomotif adalah dengan meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Batam.

Seperti yang diketahui, pangsa pasar motor Honda adalah masyarakat kelas menengah kebawah yang bekerja di kawasan industri manufaktur dan shipyard serta kategori informal.

Dengan banyaknya perusahaan industri yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maka berimbas pada penjualan sepeda motor Honda.

“Cara membangun kepercayaan investor adalah dengan mempermudah perizinan, memperbaiki pelayanan supaya ada kepastian hukum,” tegasnya.

Agung Toyota selaku diler resmi mobil Toyota Batam mencatat penjualan market share year to year (yoy) dibandingkan dari tahun 2016 Januari -Agustus dengan tahun 2017 Januari-Agustus terjadi menurun sekitar 20 persen.

Sales Supervisor Agung Toyota Muhajir mengatakan market share dibanding year to year tahun 2016 Januari -Agustus sekitar 6.105 unit, dengan estimasi perbulan 774 unit. Sedangkan Januari-Agustus 2017 tercatat angkanya 4.956 unit atau dengan estimasi perbulan 620 unit.

“Artinya dibandingkan tahun lalu, penjualan kami turun sebesar 20 persen,” kata Muhajir.

Sedangkan market share tahun 2015 Januari- Agustsus sekitar 7.581 unit, atau perbulan hanya 948 unit. Sehingga terjadi penurunan dari 2015 ke 2016 sekitar 18,3 persen. Sementara itu bila dibandingkan dengan tahun 2014 dengan bulan yang sama tercatat 8.635 unit atau 1.709 unit perbulan.

“Tahun 2014 ke 2015 turun sebanyak 12,2 persen. Artinya sejak 2014 setiap tahun terjadi penurunan, bukan membaik,” tergasnya.

Muhajir melihat, dibandingkan dengan empat atau tiga tahun lalu, daya beli masyarakat tetap tinggi. Dimana uang muka yang dibayarkan sebesar 30 persen bisa dicicil dengan tenor waktu tiga tahun saja. Sedangkan dua tahun belakang ini konsumen hanya mampu membeli dengan uang muka minim yakni 20 persen untuk perusahaan, dan 15 persen untuk perorangan dengan waktu cicil lebih panjang lima hingga tujuh tahun.

“Daya beli masyarakat berkurang, melihat dari kemampuan cara bayar dan waktu cicilan yang lebih panjang yang mereka inginkan,” terangnya.

Muhajir berharap dengan melihat kondisi ekonomi Batam yang terus menurun ini, agar pemerintahan kota Batam bisa mengatur kebijakan dan mengakamodir semua kebutuhan dari pengusaha.

“Arah kebijakan yang ditetapkan harus jelas, kalau arah sudah jelas kemungkinan perekonomian akan meningkat. Tentunya dengan sinergi antara BP Batam dan Pemko agar bisa menarik investor ke Batam,” sebutnya. (cr12/leo/nji/opi)

Pada Zaman Digital, 8 Anak Muda Mau Dinikahkan Tanpa Pacaran, bahkan Belum Kenal

0
Empat mempelai pria saat dinikahkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batuaji, H Suardi di Masjid Agung Hidayatullah Batam, Batuaji. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – “Para pengantin pria dan perempuan ini tak pernah bertemu langsung sebelumnya. Tak ada itu pacar-pacaran,” ujar pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur.

Adalah Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam yang menggelar pernikahan mubarak untuk keempat kalinya. Sabtu (28/10) pukul 08.00 WIB.

Empat pasang pengantin dinikahkan secara massal oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batuaji, H Suardi di Masjid Agung Hidayatullah Batam, Batuaji.

Keempat pasang pengantin tersebut,

  • Dedi Yulianta berpasangan dengan Jibrila Karimatul Maulida,
  • Muhammad Irfan dengan Luthfiah Hani Munaf,
  • Amirullah dengan Atina Hasanah
  • Bahrus Salam dengan Sutriani

Keempat pasangan pengantin ini merupakan alumni Pondok Pesantren Hidatayullah Batam yang mengabdikan diri di pesantren tersebut menjadi ustaz dan ustazah yang mendidik para santri di pesantren itu.

Hadir pada acara tersebut Anggota Dewan Muzakaroh Hidayatullah Pusat Ustaz Naspi Arsyad, Ketua DPW Hidayatullah Batam, Ustaz Khoirul Amri, para ustaz dan ustazah, santri, dan tamu undangan.

Tokoh pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaludin Nur yang menjadi saksi pada acara sakral tersebut mengatakan, di antara tujuan kegiatan ini untuk menjalankan salah satu syariat Islam yaitu pernikahan. Dengan harapan, kelak dari pernikahan ini akan lahir kader- kader pembela Islam.

“Bahwa dengan menikah nantinya akan lahir generasi-generasi Islam yang taat yang terus membela, mengokohkan dan menyiarkan agama Allah, kiranya ini menjadi harapan kita bersama, aamiin,” ujar Jamaludin saat menyampaikan nasehat pernikahan.

Lebih lanjut, Jamaludin mengatakan, bahwa menikah merupakan sebuah jihad dan sudah melaksanakan dari separoh agama.

“Kalau sudah menikah harus bisa menjadi imam buat keluarga. Penuhilah rumahtangga itu dengan kasih sayang dan tanggungjawab, dengan demikian akan diperoleh ketenangan dan ketentraman. Allah lah yang menjadikan keluarga kalian yang menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah taatlah kepada Allah dan bertakwalah kepadaNya,” ujar pria yang juga menjadi peserta pernikahan Mubarak 100 pasang pengantin di Gunung Tembak pada 1997 silam.

Dalam sambutannya, Jamaluddin juga sempat menceritakan tentang proses lamaran untuk keempat pengantin pria tersebut.

“Kami lah yang melamar mereka untuk keempat pengantin pria ini. Mereka baru saling bertemu saat penyerahan mahar, itu pun hanya lihat sekilas saja, cuma melirik lah. Alhamdulillah sejauh ini pernikahan seperti ini berhasil dan Insha Allah tidak ada yang gagal, saya sendiri juga menikah dengan cara dijodohkan seperti ini pada tahun 1997 lalu,” kenangnya.

Jamaluddin juga mengatakan, bahwa salah satu tujuan menikah adalah untuk memenuhi kebutuhan fitrah manusia. Dan Islam pun memudahkan urusan bagi siapa yang sudah siap dan mampu untuk menikah.

“Islam mengoreksi adat jahiliah bangsa Arab yang berlebihan dalam menetapkan mahar. Mahar yang tinggi seringkali menjadi barrier bagi pernikahan. Akibatnya, banyak perkawinan yang tak dapat dilangsungkan karena ketidaksanggupan memenuhi tuntutan mahar yang tinggi dari pihak perempuan. Hal itu jelas menyalahi kehendak agama Islam,” katanya.

“Nabi menganjurkan memberi mahar walaupun berbentuk cincin besi. Sebab, mahar bukanlah simbol nilai perempuan dalam perkawinan, tetapi simbol kewajiban suami akan memberi nafkah kepada istrinya. Untuk saling menjaga, saling menghormati, saling menyayangi dan saling mengasihi,” katanya lagi.

Sementara itu Ustaz Muhammad Ramli yang menjadi ketua panitia pernikahan mubarok mengatakan, bahwa proses lamaran dan akad nikah hanya dua minggu saja, dan keempat pasangan pengantin tersebut tidak mengenal satu sama lainnya sebelumnya.

“Jadi bagi yang sudah siap untuk menikah, maka kita pun akan memfasilitasinya dengan demikian akan menutup rapat-rapat pintu perzinaan yang dilarang keras dalam Islam. Jadi keempat pasangan pengantin itu hanya tahu pasangan mereka dari biodata dan melihat foto saja,” ujar ustaz Ramli.

Amirullah, salah seorang mempelai mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan melakukan pernikahan seperti itu, meskipun ia juga tidak memiliki bayangan tentang istrinya.

“Belum pernah kenal, saya hanya tahu bahwa calon istri saya juga alumni Hidayatullah dan hapal Alquran 30 juz. Saya percaya dengan pilihan ustaz di pesantren karena tidak mungkin kami dipilihkan orang yang salah,” ujar suami Atina Hasanah itu.(iwa)

Batam Art & Culture Performance Manjakan Turis

0
ilustrasi

Bertempat di Ballroom Nagoya Hill Hotel Batam, Sabtu (28/10/2017) digelar “Batam Art and Culture Performance”.

Sesuai judulnya, acara ini menyuguhkan berbagai seni dan budaya Indonesia. Mulai dari tari-tarian Melayu dan Jawa, juga hiburan musik melayu.

Semuanya diset istimewa. Penari, penyanyi dan para penampil lainnya adalah mereka para profesional. Konsep suguhanya pun memakai standar tinggi.

Hasilnya, 250 wisatawan mancanegara asal Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Cina, Filipina, dan India dijamin happy. Liburan mereka di Batam semakin indah. Ujungnya pariwisata Indonesia akan semakin moncer. Wonderful Indonesia bakal semakin berkibar.

“Mereka adalah wisatawan yang ada di Singapura dan Malaysia yang tergoda dengan paket-paket yang ada dalam PWI Crossborder. Dalam paket tersebut, salah satu programnya mereka akan disuguhkan penampilan seni dan budaya ini,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Pameran, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Diana Tikupasang.

Pemilihan suguhan seni dan budaya menjadi pilihan yang tepat karena Indonesia memiliki ragam potense seni dan budaya yang tinggi. Bahkan nature and culture resources Indonesia selalu masuk Top 20 in the world.

Selain itu berdasarkan data, minat wisatawan ke Indonesia, terutama wisatawan mancanegara 60 persen adalah karena culture. Wisatawan sangat ingin merasakan atmosfer budaya lokal. 35 persen faktor alam atau nature dan sisanya 5 persen man made.

“Karena itu seni dan budaya inilah yang disuguhkan. Sehingga liburan mereka akan semakin lengkap. Selain mereka belanja, spa, golf ataupun wisata lainnya yang ada di Batam,” ujar Esthy diamini Diana.

Sebagai destinasi wisata, Batam memang populer. Letaknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, hanya 40 menit menggunakam ferry, membuat Batam selalu jadi top destinasi. Batam juga lengkap.

Dalam program PWI Crossborder saja ada 240 industri yang bergabung. Mulai dari spa, belanja, golf, wisata bahari, semua ada.

“Yang lebih istimewa lagi, semuanya ditawarkan dengan harga yang pasti tidak akan dapat ditolak wisatawan,” kata Esthy. Menteri Pariwisata Arief Yahya sejalan dan seirama dengan bawahanya itu. Bahwa wisatawan harus di-treat layaknya customer. Karena berwisata itu memberikan pengalaman yang dapat memuaskan jiwa dan raga dan meninggalkan kesan mendalam.

“Kalau kesannya saja sudah tidak enak, pasti wisatawan tidak akan balik lagi. Namun sebaliknya, ketika terkesan, mereka akan menjadi repeater dan endorser kecil bagi kolega, keluarga dan rekan-rekannya untuk pariwisata Indonesia,” ujar Manpar Arief Yahya.(*)

Bisnis Artis Co-Branding dengan Wonderful Indonesia

0

Dengan semangat Indonesia Incorporated, Kemenpar akan menandatangani MoU Co-Branding dengan produk-produk milik artis pada 14 November 2017.

Sederet brand milik artis terkenal yang akan dan sudah melakukan co-branding antara lain

  • Savvana Cake (SC) Fitri Carlina,
  • Wingkorolls Dewi Sandra,
  • Rain Cake Shireen Sungkar,
  • Cinnamon Dhini Aminarti,
  • Scrummy Dude Herlino,
  • Premio Baim Wong,
  • Baklava Irfan Hakim,
  • Patata Ria Ricis dan
  • Sultana Indra Bekti.

Kemudian juga ada brand bisnis online Frame A Trip milik Dian Sastro Wardoyo, produk fashion Damn I love Indonesia milik Daniel Mananta dan Mandjha.ivangunawan punya Ivan Gunawan serta Restoran Filosofi Kopi milik Dewi D Lestari.

“Melalui co-branding partnership, diharapkan kolaborasi dan sinergi brand WI/PI dengan brand/perusahaan milik artis entrepreneur di seluruh Tanah Air akan semakin intensif lagi. Dengan demikian promosi sektor pariwisata juga akan semakin besar,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Plt. Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Hariyanto, Sabtu (29/10).

Esthy mengungkapkan, penandatanganan MoU co-branding dengan 13 artis entrepreneur ini akan dilakukan awal bulan November dengan mengundang media-media nasional baik itu cetak, elektronik dan online.

“Kita akan mengundang media massa agar meliput penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dengan 13 Artis Entrepreneur dengan harapan berita akan disiarkan seluas-luasnya, termasuk media-media infotainment,” kata Esthy.

Apa saja produk yang akan ikut branding Kemenpar? Di antaranya adalah Banana Savvana Cake (BSC) mengeluarkan lima varian rasa kue yang mengadopsi keindahan pariwisata Banyuwangi. Dari mulai Savana Red Island, Savana Green Bay, Savana Blue Fire, Savana Sunrise of Java, dan Savana Wedi Ireng, semua ikut dibranding.

Dan warna kue tersebut juga menyesuaikan warna dari destinasi wisata. Yang penasaran, silakan ke Toko kue milik Fitri Carlina di Jalan S Parman No 26.

Deretan berikutnya Semarang Wingkorolls. Ini adalah pertama kali dan satu-satunya ada wingko di dalam gulungan lapis legit. Semarang Wingkorolls milik Dewi Sandra ini mempunyai lima pilihan rasa yakni Peanut Nougat, Cheese, Hazelnut Crispy, Greentea Cornflakes dan Choco. Gerainya terletak di Jalan Kawi No 3 Candisari Semarang Jawa Tengah, dibuka buka sejak 22 Juli 2017.

Bogor Rain Cake, toko kue milik Shireen Sungkar ini dibuka pada awal April 2017. Bogor Rain Cake memiliki empat varian rasa seperti vanilla cheese cake, greentea ovaltine cake, red taro cake, dan crispy chocoolate cake. Gerainya terletak di Jl Padjajaran No 31, Bogor.

Outlet Cirebon Cinnamon milik Dhini Aminarti dan Dimas Seto yang beralamat di Jalan DR. Cipto Mangunkusumo, No 79, Kota Cirebon dibuka pada 26 Agustus 2017. Cirebon Cinnamon menawarkan lima pilihan rasa yang memiliki ciri khas masing-masing. Diantaranya adalah extra cheese, apel cinnamon.

Jogja Scrummy, oleh-oleh kekinian khas Jogja milik Dude Herlino, merupakan kue berlapis dengan komposisi brownis kukus di bagian bawah dan puff pastry dengan filiing berbagai rasa untuk lapisan atasnya. Jogja Scrummy menghadirkan enam varian rasa diantaranya adalah Jogja Scrummy Mangga, Talas, Srikaya, Coklat, Keju, dan Karamel.

Balikpapan Premio yang terletak di Jalan MT. Haryono no 9A merupakan outlet oleh-oleh milik Baim Wong. Outlet resmi dibuka pada September 2017. Premio menawarkan empat varian rasa seperti Passion Fruit, Extracheese, Greentea Choco Cheese dan Banana.

Gerai Makassar Baklave milik Irfan Hakim, resmi dibuka pada Senin, 9 Januari 2017. Lokasinya ada di Jalan Sultan Hasanuddin no. 31, Kota Makassar. Hidangan pencuci mulut ini terbuat dari tumpukan filo super tipis dan renyah, diperkaya dengan isian yang biasanya berupa aneka kacang dan kismis, yang telah direndam di dalam campuran simple syrup dan kayumanis. MAKASSAR BAKLAVE hadir dalam 5 varian rasa. Banana Fluffy, Nutty Fruity, Royal Chocolate, Rich Cheese, dan Oreo Blast.

Surabaya Patata ini mempunyai 5 macam varian rasa Black Patata, Cheese Patata, Green Tea Patata, Nutella Patata, dan Banana Peanut Patata. Surabaya Patata milik Ria Ricis yang mulai membuka gerainya pada bulan Mei 2017 di Jalan Dharmahusada Nomor 187 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng.

Sultana, hidangan milik Indra Bekti terletak di Cirebon dan gerainya mulai dibuka pada 28 Maret 2017. Pastry atau kue yang disajikan di Cirebon Sultana berupa lapisan bolu padat yang berlapis topping dan dibalut croissant. Sultana menawarkan lima varian rasa yakni double choco, choco banana, mango, cheese, dan blueberry.

Dian Sastro bersama dengan empat nama besar di dunia teknologi mendirikan sebuah startup di bidang fotografi bernama Frame A Trip. Frame A Trip ditujukan bagi pelancong yang ingin mengabadikan momen-momen atau menjepret foto liburan di tempat wisata oleh fotografer profesional. Frame A trip dapat menghubungkan fotografer profesional lokal di tempat tujuan wisata, baik di dalam maupun luar negeri. Wisatawan bakal mendapatkan 50 foto dari fotografer yang bisa diunduh, dicetak, atau dibagi ke media sosial. Layanan tersebut dapat diperoleh dengan biaya mulai Rp 3 juta untuk sesi foto selama 2 jam.

PT Dinamika Anak Muda Nasional (Damn! I Love Indonesia) berdiri pada tanggal 28 Oktober 2008. Didirikan oleh Daniel Mananta sebagai bentuk apresiasi terhadap tanah airnya, Indonesia.

Daniel memperkenalkan label Damn! I Love Indonesia sebagai bentuk usaha untuk berkontribusi menjadi salah satu bagian dalam konservasi budaya Indonesia. Damn! I Love Indonesia diluncurkan pertama kali pada tanggal 28 Oktober 2008, dengan tokonya yang pertama berlokasi di FX Lifestyle Center lantai 6.

Sejak saat itu perusahaan terus berkembang dan sekarang sudah memiliki 9 toko di Jakarta (Kota Kasablanka, Grand Indonesia, Pondok Indah Mall, Central Park Mall), Surabaya (Grand City Surabaya, Tunjungan Plaza), Makassar (Panakukang Mall), Bali (Beachwalk Shopping Center), dan Tangerang (Bandara Internasional Soekarno Hatta).

Manjha.ivangunawan, adalah sebuah toko Manjha Hijab milik Ivan Gunawan kembali dibuka di Bandung. Toko tersebut beralamat di Jalan Pelajar Pejuang no 60, Bandung, Jawa Baratdan resmi dibuka pada, Sabtu, 6 Mei 2017.

Manjha Hijab diperuntukan bagi wanita muslimah yang dikelompokkan ke dalam 3 karakter, yakni kelompok usia 21 ke atas sebagai Missy, 31 ke atas sebagai Woman dan Lady untuk 41 ke atas.

Manjha Hijab mematok harga yang cukup terjangkau, yakni mulai harga Rp 149.000 untuk kerudung dan mulai Rp 699.000 untuk busana.

Kedai Filosofi Kopi yang menjadi inspirasi penulis Dewi D Lestari ini merupakan tempat yang menyediakan aneka kopi, dan minuman non kopi, snack, dan juga toko baju, dompet dan lainnya. Terletak di Jalan Melawai 6 Blok M No 8, Kebayoran Baru, RT.3/RW.1, Melawai, RT.3/RW.1, RT.3/RW.1, Melawai, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengapresiasi langkah yang sejumlah artis tadi. Dengan menerapkan standar kualitas yang tinggi, akan lebih mudah bagi satu produk untuk hadir dan bersaing.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga. Kenali dirimu maka kamu akan memenangi peperangan. Dan respons cepat dari endorser akan memberi dampak yang besar dalam meningkatkan brand pariwisata Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Citilink Perkuat Akses ke Destinasi Prioritas Danau Toba

0

Sabtu (28/10), Citilink resmi mendaratkan pesawat Narrow Body A320 Neo berkapasitas 180 penumpang di Bandar Udara Internasional Silangit dalam rute terbaru Halim Perdana Kusuma-Silangit.

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink resmi memperkuat akses ke salah satu destinasi prioritas pariwisata Indonesia, Danau Toba.

Turut serta dalam Inaugural Flight tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang didampingi Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

Mimpi besar menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia pun semakin terang. Arus wisatawan akan semakin mudah. Masyarakat akan langsung menerima manfaatnya. Pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional akan semakin terbukti.

Menpar Arief Yahya dalam sambutannya sesaat sebelum lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta mengatakan, penerbangan perdana ke Silangit ini adalah bukti nyata sekaligus dukungan dan komitmen Citilink Indonesia dalam pengembangan pariwisata nasional.

Dimana pembukaan akses adalah salah satu yang terpenting dalam berkembanganya satu destinasi.

“Ini bukti nyata dukungan dan komitmen Citilink Indonesia. Dibukanya Bandara Silangit sebagai gerbang masuk wisatawan internasional diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan dan investasi di Kawasan Danau Toba,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi itu mengatakan, sejak ditetapkan untuk menjadi bandara internasional, Bandara Silangit telah menunjukkan pengembangan infrastruktur yang baik. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan yang progresif atau dengan kata lain “Supply Creates Demand”. Sehingga internasionalisasi kawasan Danau Toba pun akan semakin cepat.

“Dengan diresmikannya Bandara Silangit sebagai bandara internasional akan mempercepat proses pencapaian target pemerintah dan menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu pelaku utama untuk memenuhi target tersebut,” kata mantan Dirut PT Telkom ini.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menjelaskan penerbangan rute Halim Perdanakusuma-Silangit ini memang sangat spesial. Selain rute baru, pesawat yang digunakan pun juga baru. Pesawat dengan nomor lambung PK-GTF ini baru saja tiba dari Toulouse, Prancis, Kamis (26/10) lalu.

Diharapkan rute baru ini juga dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Tapanuli Utara sehingga dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan Danau Toba sebagai “Bali Baru”. Menjadikan Danau Toba salah satu lokasi wisata utama Indoensia selain Bali.

“Pembukaan rute ini merupakan momentum yang tepat dengan tiga pertimbangan yang mendasar, yaitu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang cukup tinggi sebesar 5,09 persen versi BPS, mempercepat konektivitas nusantara serta sebagai bentuk dukungan maskapai terhadap program pemerintah,” ujar Juliandra.

Rute penerbangan Jakarta-Silangit merupakan rute ke enam yang dibuka pada tahun ini setelah sebelumnya membuka rute ke Jayapura, Dili, Kendari, Gorontalo, dan Ambon. (*)

Kemenpar Perkuat Penyediaan Informasi Pariwisata via Media Digital

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar menggelar kegiatan “Workshop Standardisasi Penyediaan Informasi Pariwisata”.

Mengusung tema “Keterbukan Informasi Publik Bidang Pariwisata di Era Digital”, workshop akan berlangsung selama empat hari mulai 30 Oktober hingga 2 November 2017 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Pasir Angin, Gadog, Jawa Barat.

Kegiatan ini akan diikuti lebih dari 60 peserta yang terdiri dari kepala dan staf Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, para kepala dinas pariwisata, direktur sekolah tinggi pariwisata, perwakilan Genpi, media, blogger dan lainnya.

Beragam pembicara ahli di bidangnya akan dihadirkan sehingga dapat menjadi masukan dan informasi dalam memaksimalkan dan meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

Diantaranya adalah Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono yana akan membahas materi tentang “Penyebaran Informasi Bidang Pariwisata Menggunakan Media Digital.

Kemudian juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi yang akan membahas “Arah Kebijakan Pembangunan Pariwisata Pemerintahan Jokowi-JK”, Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti akan menjadi pemateri ketiga yang akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik”.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik Khususnya di Bidang Pariwisata oleh Pemerintah Daerah”.

Tidak ketinggalan entrepreneur yang juga pendiri Helmy Yahya Broadcasting Academy, Helmy Yahya yang akan membahas “Perubahan Komunikasi Publik dari Konvensional ke Digital”, CEO Good News From Indonesia Wahyu Aji yang membahas “Etika dan Norma Standard Dunia Media Sosial dan Bagaimana Menghadapi Sentimen Negatif Publik/Serangan Hoax”.

Serta Praktisi Komunikasi dan Branding Rizanto Binol yang akan membahas “Tren Digital Tourism-Strategi Memenangkan Pasar Pariwisata Dunia”.

Sektretaris Kementerian Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, peralihan penggunaan media konvensional ke digital oleh publik untuk mencari informasi yang dibutuhkan semakin hari kian besar. Selain itu pembagian informasi di platform digital mencapai 70 persen dan penyajian informasi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

“Sehingga di era teknologi saat ini diharapkan seluruh perangkat Humas mampu untuk berperan aktif menjaga informasi yang disediakan pada publik secara benar, tepat guna dan tersaji dengan komprehensif. Salah satu alatnya adalah melalui media digital,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan para peserta yang merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi dan promosi pariwisata, dapat meningkatkan pemahaman, pengelolaan, pelayanan informasi kehumasan baik untuk kebutuhan pubkik eksternal dan internal.

Kemudian juga terciptanya kualitas dan kuantitas informasi publik tentang kepariwisataan berbasis digital.

“Juga terpenuhinya transparansi informasi, program kerja dan kegiatan-kegiatan kementerian maupun dinas, untuk memperoleh dukungan masyarakat,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui workshop ini pula diharapkan dapat menumbuhkembangkan image positif Kementerian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata di daerah, sehingga informasi yang dihasilkan tersaji secara komprehensif, aktual, faktual dan mudah diakses.

“Tentunya mengoptimalkan penggunaan media digital dalam pelayanan informasi di bidang pariwisata,” jelas Ukus.

Dalam kegiatan akan dilakukan perencanaan, penyusunan, dan pembuatan informasi kehumasan yang nantinya akan disebarluaskan melalui media komunikasi digital. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan media atau komunitas lokal yang juga memiliki motivasi untuk kemajuan pariwisata lokal.

“Menyiapkan draft SOP pelayanan informasi publik yang bisa diterapkan pada pelayanan yang berbasis digital dan juga menyiapkan etika pelayanan prima atau excellent service,” ujar Ukus.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kegiatan workshop yang turut melibatkan para kepala dinas, media dan juga blogger serta pihak terkait lainnya. Menpar menjelaskan, organisasi publik saat ini menghadapi sejumlah tantangan besar. Yaitu pertama, meningkatnya kebutuhan pelayanan informasi yang berbasis digital di organisasi. Baik pelayanan kepada publik internal maupun eksternal.

Kemudian selanjutnya meningkatnya target capaian organisasi yang juga berhubungan dengan kinerja organisasi terutama dari lingkungan eksternal yang menuntut tingkat partisipasi dan transparansi lebih besar dalam pengelolaan informasi publik.

Kemudian ketiga adalah semakin banyaknya pemberitaan negatif sehingga dibutuhkan management tertentu untuk menghadapinya. “Diharapkan dengan penyiapan draft SOP pelayanan informasi publik ini, setiap organisasi memiliki mekanisme atau SOP yang tepat guna,” ujar Menpar.

Inkonsistensi penyediaan informasi publik yang tidak seragam tentunya akan berdampak negatif terhadap citra positif pariwisata Indonesia. “Transformasi penggunaan media komunikasi berbasis digital di era saat ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memastikan perubahan yang sesuai arah yang baik dan benar,” kata Menpar Arief Yahya.

Kemenpar Perkuat Penyediaan Informasi Pariwisata via Media Digital

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan penyempurnaan strategi promosi. Termasuk dalam pemanfaatannya menggunakan media digital. Berangkat dari hal tersebut, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu melalui Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar menggelar kegiatan “Workshop Standardisasi Penyediaan Informasi Pariwisata”.

Mengusung tema “Keterbukan Informasi Publik Bidang Pariwisata di Era Digital”, workshop akan berlangsung selama empat hari mulai 30 Oktober hingga 2 November 2017 di Hotel Royal Tulip Gunung Geulis, Pasir Angin, Gadog, Jawa Barat.

Kegiatan ini akan diikuti lebih dari 60 peserta yang terdiri dari kepala dan staf Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar, para kepala dinas pariwisata, direktur sekolah tinggi pariwisata, perwakilan Genpi, media, blogger dan lainnya.

Beragam pembicara ahli di bidangnya akan dihadirkan sehingga dapat menjadi masukan dan informasi dalam memaksimalkan dan meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

Diantaranya adalah Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono yana akan membahas materi tentang “Penyebaran Informasi Bidang Pariwisata Menggunakan Media Digital.

Kemudian juga hadir Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi yang akan membahas “Arah Kebijakan Pembangunan Pariwisata Pemerintahan Jokowi-JK”, Dirjen Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti akan menjadi pemateri ketiga yang akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik”.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda akan membahas “Keberhasilan Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Informasi Publik Khususnya di Bidang Pariwisata oleh Pemerintah Daerah”.

Tidak ketinggalan entrepreneur yang juga pendiri Helmy Yahya Broadcasting Academy, Helmy Yahya yang akan membahas “Perubahan Komunikasi Publik dari Konvensional ke Digital”, CEO Good News From Indonesia Wahyu Aji yang membahas “Etika dan Norma Standard Dunia Media Sosial dan Bagaimana Menghadapi Sentimen Negatif Publik/Serangan Hoax”.

Serta Praktisi Komunikasi dan Branding Rizanto Binol yang akan membahas “Tren Digital Tourism-Strategi Memenangkan Pasar Pariwisata Dunia”.

Sektretaris Kementerian Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, peralihan penggunaan media konvensional ke digital oleh publik untuk mencari informasi yang dibutuhkan semakin hari kian besar. Selain itu pembagian informasi di platform digital mencapai 70 persen dan penyajian informasi melalui media digital empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

“Sehingga di era teknologi saat ini diharapkan seluruh perangkat Humas mampu untuk berperan aktif menjaga informasi yang disediakan pada publik secara benar, tepat guna dan tersaji dengan komprehensif. Salah satu alatnya adalah melalui media digital,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui kegiatan workshop ini diharapkan para peserta yang merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi dan promosi pariwisata, dapat meningkatkan pemahaman, pengelolaan, pelayanan informasi kehumasan baik untuk kebutuhan pubkik eksternal dan internal.

Kemudian juga terciptanya kualitas dan kuantitas informasi publik tentang kepariwisataan berbasis digital.

“Juga terpenuhinya transparansi informasi, program kerja dan kegiatan-kegiatan kementerian maupun dinas, untuk memperoleh dukungan masyarakat,” ujar Ukus Kuswara.

Melalui workshop ini pula diharapkan dapat menumbuhkembangkan image positif Kementerian Pariwisata maupun Dinas Pariwisata di daerah, sehingga informasi yang dihasilkan tersaji secara komprehensif, aktual, faktual dan mudah diakses.

“Tentunya mengoptimalkan penggunaan media digital dalam pelayanan informasi di bidang pariwisata,” jelas Ukus.

Dalam kegiatan akan dilakukan perencanaan, penyusunan, dan pembuatan informasi kehumasan yang nantinya akan disebarluaskan melalui media komunikasi digital. Melakukan koordinasi dan kerja sama dengan media atau komunitas lokal yang juga memiliki motivasi untuk kemajuan pariwisata lokal.

“Menyiapkan draft SOP pelayanan informasi publik yang bisa diterapkan pada pelayanan yang berbasis digital dan juga menyiapkan etika pelayanan prima atau excellent service,” ujar Ukus.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kegiatan workshop yang turut melibatkan para kepala dinas, media dan juga blogger serta pihak terkait lainnya. Menpar menjelaskan, organisasi publik saat ini menghadapi sejumlah tantangan besar. Yaitu pertama, meningkatnya kebutuhan pelayanan informasi yang berbasis digital di organisasi. Baik pelayanan kepada publik internal maupun eksternal.

Kemudian selanjutnya meningkatnya target capaian organisasi yang juga berhubungan dengan kinerja organisasi terutama dari lingkungan eksternal yang menuntut tingkat partisipasi dan transparansi lebih besar dalam pengelolaan informasi publik.

Kemudian ketiga adalah semakin banyaknya pemberitaan negatif sehingga dibutuhkan management tertentu untuk menghadapinya. “Diharapkan dengan penyiapan draft SOP pelayanan informasi publik ini, setiap organisasi memiliki mekanisme atau SOP yang tepat guna,” ujar Menpar.

Inkonsistensi penyediaan informasi publik yang tidak seragam tentunya akan berdampak negatif terhadap citra positif pariwisata Indonesia.

“Transformasi penggunaan media komunikasi berbasis digital di era saat ini perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memastikan perubahan yang sesuai arah yang baik dan benar,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Kemenpar Tebar Pesona di DEMA Show Orlando

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan ambil bagian dalam The Diving Equipment and Marketing Association (DEMA) Show di Orlando, Amerika Serikat (AS), 1-4 November 2017.

DEMA Show menjadi event tepat untuk menggaungkan pamor destinasi selam Indonesia ke tingkat global. Pasalnya, DEMA Show merupakan pameran internasional tahunan untuk industri selam, olahraga air, dan industri perjalanan.

Pameran itu sekaligus menjadi ajang reuni yang sangat dinantikan para diver dan instruktur divers dari seluruh dunia. Kemenpar memiliki misi besar dalam event itu. Yakni, meningkatkan jumlah kunjungan turis asal AS hingga 360 ribu orang.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana mengatakan, timing pergelaran itu sangat pas. Sebab, puncak kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) Amerika ke Indonesia adalah pada liburan musim dingin atau Desember.

“Biasanya, mereka pelesiran ke negara yang lebih hangat. Salah satunya kawasan Asia Tenggara. Nah, kebetulan momentum endorser Barack Obama (mantan presiden AS) datang ke Indonesia juga masih sangat terasa. Kami manfaatkan ini dengan maksimal,” ujar Pitana.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, Kemenpar akan menempati Paviliun Kemenpar seluas 600 sqm.

“Kami akan hadirkan 20 industri pariwisata, satu maskapai (Singapore Airlines) dan Pemerintah Kota Manado serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat,” kata Nia.

Dia menambahkan, Papua Barat akan menyewa 25 booth dengan luas 234 sqm. “Kami bantu fasilitasi dekorasi serta meja dealing dan perlengkapannya,” imbuh Nia.
Nia menjelaskan, Kemenpar fokus mempromosikan sepuluh spot diving utama di Indonesia.

Yakni, Bali, Lombok, Komodo-Labuhan Bajo, Alor, Bunaken & Lembeh, Togean, Wakatobi, Derawan, Banda & Ambon, dan Raja Ampat.

Untuk mempromosikan pavilion Wonderful Indonesia di DEMA, Kemenpar melakukan pemasangan advertorial di media cetak (Orlando Sentinel) dan media online (official website DEMA) pada saat pre-event. Kemenpar juga sudah menyiapkan berbagai kegiatan menarik untuk memikat pengunjung.

Misalnya, penyebaran informasi, khususnya tentang wisata diving, kepada pengunjung.
Hal itu dilakukan dengan pemberian booklet diving, flyer, Indonesia tourism map , dan suvenir kepada pengunjung.

“Kami juga akan menyiapkan hadiah suvenir scarf batik dan spa corner berupa lima minutes hand or shoulder massage dengan kewajiban mengisi kuesioner terlebih dahulu,” tambah Nia.

Pada 2 November akan dilakukan function gathering yang menampilkan cultural performance, testimoni eks peserta FT diving dari AS, pengundian door prize, dan cocktail party.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, pihaknya akan terus memperkenalkan potensi wisata bahari seperti diving (menyelam).

Indonesia sendiri memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan semua negara di dunia.

Hal ini menjadikan Indonesia memiliki potensi pariwisata bahari terbanyak di dunia. Indonesia memiliki diving spot yang merupakan surga bagi para divers.

“Diving atau wisata selam itu niche market atau luxury market, satu persen total dari populasi penduduk dunia. Sekitar 2,7 hingga 3, 5 juta penyelam scuba yang aktif ada di AS dan enam juta ada di seluruh dunia. Ini salah satu alasan kami ikut event DEMA dengan beberapa industri dan memperlihatkan kehebatan dan keindahan tanah air kita, terutama keindahan alam bawah laut kita,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain DEMA Show, Kemenpar telah dan akan melakukan lima agenda kegiatan di AS selama 2017.

Yakni, mengikuti pameran New York Times Travel Show (umum), Los Angeles Travel and Adventure Show (umum), Seatrade Cruise Global (cruise), IMEX Amerika (MICE), dan Indonesia Sales Mission in USA atau misi penjualan pariwisata ke kota-kota besar sumber wisman di AS.

”Kami memang sudah fokus kepada selling. Nah, rangkaian kegiatan branding, advertising, dan selling ini semua diharapkan akan mampu menjadi trigger bagi wisman AS untuk memilih Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan. Apalagi, setelah kedatangan Obama ke tanah air kita,” pungkas Arief Yahya. (*)

Wonderful Indonesia Menyapa Publik Selangor, Awal November

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia Tahap II di Melawati Mall, Taman Melawati, Selangor, 3 – 5 November 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Profesor I Gde Pitana mengatakan, pemilihan Melawati Mall bukan tanpa alasan. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi warga Malaysia. Nantinya acara akan digelar di tempat yang paling strategis. Di tengah-tengah Melawati Mall di lantai dasar.

Tempatnya mencapai 3.400 meter per segi. Mall ini juga lokasinya strategis, terhubung oleh 5 jalan tol, populasi pengguna sekitar 740.000, dan lebih dari 10 sekolah internasional dan institusi pendidikan, serta terdapat lebih dari 30.000 usaha di sekitar mall dalam radius 5 km.

Kata Pitana, kegiatan ini merupakan bentuk promosi sekaligus upaya meningkatkan branding Wonderful Indonesia di Malaysia. “Mempromosikan destinasi Indonesia sesuai target dengan coverage penerbangan AirAsia, terutama di originasi Malaysia,” ujar Pitana yang juga diamini Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN, Rizki Handayani.

Profesor Pitana menambahkan, pengunjung nantinya akan diberikan informasi terkait berbagai destinasi di Indonesia. Dalam ajang promosi ini pula, pengunjung akan disuguhkan berbagai kesenian Indonesia. Seperti tari rampak gendang, tari bajidor kahot, tari ronggeng nyentrik, tari genjring party serta live music tradisional tehyan.

“Juga akan ada kegiatan-kegiatan menarik yang menjadi gimmick seperti prize wheel serta photo booth dengan hadiah-hadiah menarik,” kata Pitana.

Rizki menambahkan, selain ajang promosi, dalam travel fair ini tentunya juga akan dijual paket perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia yang melibatkan sejumlah travel agent dengan harga-harga menarik dengan potongan harga hingga 50 persen dari AirAsia.

“Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjunngan wisatawan mancanegara di originasi Malaysia melalui penjualan tiket AirAsia dan paket wisata,” ujar Rizki.

Rizki juga menyebutkan, Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi bersama antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan maskapai AirAsia.

“Selain di Malaysia, kerja sama ini juga dilakukan di negara pasar Singapura,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik akan terselenggaranya Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia Tahap II sebagai bagian dari mempromosikan pariwisata Tanah Air ke publik Malaysia. Menpar mengatakan, Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia merupakan momentum potensial untuk dapat menjaring wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Pada tahun ini Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisatawan mancanegara (wisman) Malaysia sebesar 1.772.000 orang, dimana tahun 2016 sebanyak 1.225.458.

“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata Menpar Arief Yahya.(*)