Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12909

Pentingnya Miliki Tampungan Air itu ialah…

0

Tim ATB memasang jaringan pipa distribusi baru ke wilayah pelanggan beberapa waktu lalu, meski suplai air sudah semakin membaik, pelanggan tetap dihimbau untuk menyiapkan tampungan air.

Sebagai perusahaan pelayanan jasa air bersih ke masyarakat, suplai air ATB Batam yang dialirkan ke pelanggan terkadang tidak berjalan lancar. Kendala-kendala yang ada di lapangan bisa saja terjadi setiap saat dan tidak bisa dihindari.

Terdapatnya pekerjaan perbaikan pipa utama atau terjadi kebocoran pipa jalur distribusi, tentunya membuat suplai air akan terpengaruh jadi mengecil atau terhenti sementara.

Begitu juga saat jam puncak pemakaian air seperti saat pagi dan sore hari. Pada waktu tersebut pelanggan lebih banyak menggunakan air bersih secara bersamaan, sehingga suplai air dipastikan akan mengecil bahkan ada yang tidak mengalir dalam waktu tertentu.

“Adanya perubahan pola konsumsi karena jam puncak pemakaian air atau ada pekerjaan perbaikan pipa tentunya mempengaruhi suplai air ke pelanggan, terkadang suplai air jadi mengecil atau terhenti sementara waktu. Pelanggan bisa mencermati kondisi ini dengan mempersiapkan tampungan-tampungan air,” ungkap Enriqo Moreno Corporate Communication Manager ATB, Minggu (29/10).

Begitu juga hal lain yang mempengaruhi suplai air ke pelanggan jadi mengecil, adalah kondisi cuaca yang terus-terusan panas terik. Kondisi tersebut akan mengakibatkan penggunaan air setiap orang akan jadi lebih banyak. tentunya air akan jadi terbagi.

ATB selalu menghimbau pelanggan yang berada di lokasi stres area dan critical area agar lebih peduli dengan kondisi suplai air yang ada saat ini. Dengan mempersiapkan tampungan-tampungan air akan mengurangi efek dari terganggunya suplai ke wilayah pelanggan untuk sementara waktu.

“Mempersiapkan tampungan-tampungan air seperti tandon air atau drum tetap sangat dibutuhkan bagi setiap pelanggan, agar saat kondisi tertentu yang mengakibatkan suplai air tidak mengalir, pelanggan tetap bisa beraktifitas dengan air bersih. Apalagi pelanggan yang ada di daerah tinggi dan diujung pipa harus lebih siap menyimpan persediaan air sesuai keperluan,” ajak Enriqo.

Keterbatasan sumber air baku yang ada di Batam juga jadi perhatian semua pihak. Sebagai pelanggan setidaknya dalam menggunakan air bersih yang tersedia bisa lebih hemat penggunaannya. (*)

Video Mapping Gedung Gonggong Dirilis Akhir Tahun

0
Gedung Gonggong Tanjungpinang dilihat dari laut. Gedung ini kini menjadi magnit baru bagi warga dan wisatawan yang datang ke Tanjungpinang. Foto: Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah sedang menyiapkan kado yang manis sebagai salam perpisahan pada periode pertamanya menjabat sebagai wali kota. Lis menyebutkan, akan merilis secara resmi proyek video mapping di Gedung Gonggong pada akhir tahun ini atau tepat beberapa hari jelang habis masa kerjanya.

Bukan hanya itu saja yang dijanjikan. Proyek lampu hias senilai lebih dari Rp 3 miliar di jembatan Engku Puteri juga akan diresemikan pada akhir tahun ini juga. Lis berharap dua proyek miliaran ini akan menjadi ikon baru bagi pariwisata Tanjungpinang ke depannya.

“Insyallah akhir tahun ini. Akan digelar juga hiburan rakyat sekaligus launching mapping Gedung Gonggong dan lampu hias Jembatan Engku Putri. Ini akan menjadi momentum baik bagi sektor pariwisata yang akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, dalam kurang 100 hari ke depan ini, sambung Lis, juga akan dikebut pengembangan kawasan Kota Lama sebagai pusat ekonomi mala dengan konsep Pasar Malam Tanjungpinang. Konsep ini, beber Lis, akan diberdayakan dengan para pedagang kaki lima yang berjualan menggungkan motor toko alias Moko.

“Ini bertujuan agar kota ini tetap tertata dengan baik, bersih, indah dan terpelihara, di samping untuk mempertahankan dan menggerakkan ekonomi di wilayah Kota Lama,” ujarnya. (aya)

Gubernur Belum Teken UMP

0
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

batampos.co.id – Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2018 sudah diputuskan Dewan Pengupahan Provinsi sebesar Rp2.563.875. Akan tetapi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun masih belum menyetujui nilai tersebut. Ia masih memerlukan waktu untuk mempelajari usulan yang disampaikan dewan pengupahan.

“Belum saya teken, karena saya juga perlu untuk membuat pertimbangan. Karena ini adalah persoalan yang sensitif dan menyangkut kepentingan banyak pihak,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (29/10) di GOR Kaca Puri, Tanjungpinang.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, sebelum membuat keputusan atau kebijakan, dirinya akan meminta masukan dan saran dari pihak-pihak yang terlibat. Disebutkannya, tujuannya melakukan itu adalah supaya kebijakan yang dibuat tidak menimbulkan polemik dan mengganggu kondusifitas daerah.

“Pemerintah akan mendengar dan akan mengakomodir terlebih dulu masukan dari semua pihak, yang terpenting dari pengusaha dan pekerja. Sebab, kita tidak mau dalam penetapan UMP maupun UMK kabupaten/kota menjadi bermasalah,” paparnya.

Lebih lanjut katanya, pembahasan UMP harus dilakukan secara terbuka sesuai dengan aturan main yang ada. Sehingga keputusan yang diambil, dapat diterima semua pihak yang terlibat. Ia juga tidak ingin dituding membut kebijakan yang tidak adil.

“Yang jelas, keputusan yang akan saya ambil nanti adalah seadil-adilnya. Yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya,” paparnya lagi.

Dijelaskannya, salah satu faktor yang menjadi pertimbangannya dalam membuat keputusan nanti adalah melihat kondisi perekonomian Kepri saat ini. Karena tidak mungkin keputusan pemerintah justru memberatkan kalangan pengusaha dan juga merugikan pekerja.

“Kita mencari win-win solution. Intinya, semua pihak harus sama-sama diuntungkan dan semua pihak dapat menerimannya,” jelas Gubernur.

Masih kata Gubernur, pengalaman yang terjadi sudah memberikan pelajaran tersendiri baginya dalam membuat sebuah keputusan. Aturan adalah pegangan utama. Ia berjanji, akan sangat hati-hati dan teliti dalam membuat keputusan. Diakuinya, semua pihak saling membutuhkan antara satu sama lainnya.

“Semua kebijakan yang kita buat ada konsekuensi. Tentunya kita ingin meminimalisir persoalan setelah keluarnya kebijakan yang dibuat,” tutup Gubernur.

Terpisah, Ketua Dewan Pengupahan Provinsi, Tagor Napitupul yang juga merupakan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri tersebut mengatakan, hasil pembahasan ditingkat dewan pengupahan sudah disampaikan kepada Gubernur.

“Pak Gubernur masih meminta waktu untuk mempelajarinya. Batas akhir pengesahan adalah pada 1 November nanti. Artinya, ada waktu untuk melakukan evaluasi atas usulan yang disepakati dewan pengupahan,” ujar Tagor, kemarin.(jpg)

Ke Pulau Pangkil, Nurdin Dorong Produksi Ikan Bilis

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tengah membuka kulit kelapa saat melakukan kunjungan ke Pulau Pangkil, Minggu (29/10). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun memahami betul potensi ikan bilis alias teri menjadi salah satu penunjang ekonomi masyarakat. Apalagi, ikan dengan protein tinggi ini juga menjadi salah satu sumber makanan masyarakat Kepri. Karena itu, industri skala kecil atau rumahan di pulau-pulau akan terus didukung.

“Kalau hujan susah jemur. Jadi kita kasih bantuan alat open aje ye. Nanti biar diurus sama Dinas Kelautan dan Perikanan untuk pengadaan bantuan alat open nya,” kata Nurdin saat bertemu dengan nelayan yang mulai menjemur ikan teri di Pulau Pangkil, Kabupaten Bintan, Ahad (29/10).

Nurdin ke Pulau Pangkil sempena menggelar Safari Subuh di Masjid Al Ihsan. Tampak Sekdaprov H TS Arif Fadillah hadir pada rangkaian Safari Subuh itu.

Usai Safari Subuh, Nurdin memang tampak mengelilingi Pulau Pangkil dan singgah di beberapa tempat. Salah satunya saat melihat salah seorang nelayan sedang menjemur ikan bilis. Dalam dialog singkat itulah, Nurdin memutuskan harus memberikan bantuan kepada nelayan, agar produksinya bisa stabil dan tidak terganggu cuaca.

“Mike (kalian) sehari dapat jemur berapa kilo waey (Bung, red). Kadar proteinnya sangat bagus ni untuk usia pertumbuhan anak, makanye budak budak pulau cerdas cerdas konsumsi ikan bilis ini,” kata Nurdin.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia baru menempati peringkat ketujuh dunia sebagai sumber penghasil ikan bilis. Sepertinya, Nurdin memahami hal itu dan ingin agar produksi ikan bilis terus meningkat, sebagai sumber ekonomi dan protein tinggi.

Saat kunjungan ke lapangan, Nurdin memang sering melakukan dialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan utama dalam mendorong peningkatan ekonomi. Pada kesempatan itu, Nurdin juga meninjau pantai Busung.

“Di sini pantainya bagus, pasir nya putih, pemandangan juga elok. Tolong jaga lingkungannya dan jangan dijual sama orang luar ya pak kades, kalau dapat dikelola untuk dijadikan tempat wisata pantai” ungkap Nurdin.

Soal menjaga lingkungan, juga disampaikan Nurdin saat tausiah di Masjid Al Ihsan. Nurdin mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan dan ekosistem laut di sekitarnya.

“Jaga kebersihan lingkungan sekitar kite, jaga laut kite jangan buang sampah sembarangan ke laut,” pesan Nurdin.

Selain di Masjid Al Ihsan, Nurdin juga sempat melihat kondisi Masjid Muhajirin yang sedang dalam proses pembangunan. Nurdin ingin masjid-masjid di kampung-kampung bangunannya bagus sehingga nyaman untuk beribadah. (bni)

Siskeudes Wajib Diaplikasikan

0

batampos.co.id – Pemkab Anambas melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemerintahan Masyarakat Desa Kabupaten Kepulauan Anambas telah mewajibkan kepada seluruh desa agar dapat menertibkan administrasi dalam mengolah dan menata laporan keuangan perangkat desa. Pada tahun 2018 mendatang semua desa harus memahami dan menerapkan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Kepala Bidang Pemerintahan Masyarakat Desa, Awalludin optimis, aplikasi tata kelola Siskuedes bisa tercapai, pihaknya akan melatih perangkat desa dalam menyajikan administrasi Siskuedes dengan baik. Apalagi beberapa waktu yang lalu mulai dari tanggal 18 sampai 20 Oktober 2017 sebanyak 34 desa telah dilakukan sosialisasi.

Diakuinya, meski hal ini sulit, tapi wajib dilakukan. “Hal ini harus dilakukan, sebab itu demi tertib sistem administrasi keuangan desa. Kita mendatangkan narasumber dari BPKP Provinsi Kepri,” ujar Awalludin ketika ditemui wartawan, Minggu (29/10).

Dirinya juga mengakui jika sebelumnya kades di Anambas sudah pernah mengikuti pelatihan beberapa tahun lalu tapi belum bisa diaplikasikan di Anambas karena saat itu pelatihan hanya dilaksanakan tiga hari saja. “Aplikasi ini sulit dipahami kalau cuma tiga hari pelatihan, itu tidak cukup,” ungkapnya.

Untuk memastikan pelaksanaan aplikasi Siskeudes, pihaknya harus turun langsung ke sejumlah kecamatan untuk dapat mengumpulkan para perangkat desa. Selain Kepala desa, perangkatnya juga harus hadir diacara tersebut. Hal ini bertujuan untuk menambah pengetahun perangkat desa, sehingga memahami tentang administrasi tata kelola keuangan desa.

“Pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada desa untuk mengurusi tata pemerintahannya, meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat, hingga pembangunan infrastrukturnya,” katanya. (sya)

Polisi Minta ASDP Pasang Pemindai

0

batampos.co.id – Mengantisipasi masuknya narkoba dari Batam, pihak kepolisian menyarankan pihak pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjunguban maupun Bulang Linggi Tanjunguban memasang mesin pemeriksaan X Ray (pemindai).

“Rata-rata pengedar, karena narkoba yang beredar di Bintan, dipasok dari Batam,” ungkap Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunotomelalui Kasat Narkoba Polres Bintan AKP Joko kepada Batam Pos, Minggu (29/10).

Dari beberapa pengungkapan kasus, pelaku mengaku membeli narkoba dari Simpang Dam, Batam. Hanya, ketika dilakukan pengembangan, jejak bandar atau penjual narkoba sukar ditelusuri. “Mereka janji ketemu di sana setelah transaksi sudah, jadi tak saling kenal,” katanya.

Harapnya, adanya fasilitas X Ray di pelabuhan akan meringankan tugas kepolisian dalam mengungkap peredaran narkoba ke Bintan. Karena Bintan adalah daerah kepulauan yang 90 persen dikelilingi laut sehingga narkoba dengan mudah masuk melalui pelabuhan resmi atau pelabuhan rakyat. “Karena tidak ada pemeriksaan X Ray jadi kita tak tahu
penumpang bawa apa,” katanya.

Selama ini, upaya yang sudah dilakukannya adalah memasang beberapa spanduk imbauan berupa pencegahan dan bahaya narkoba. Spanduk dipasang di beberapa pelabuhan di Tanjunguban dan Kijang.

Selain itu, ia berharap kerja sama dari masyarakat. Jika mendapati informasi pengguna narkoba di wilayahnya, ia meminta melaporkannya segera karena masyarakat memiliki peran dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungannya. Ia juga mengatakan akhir tahun diprediksi narkoba yang masuk ke Bintan. “Trennya akhir tahun pesanan narkoba
banyak, ini harus diantisipasi bersama,” tukasnya. (cr21)

Parade Musik Tong-Tong Bikin Masyarakat Sumenep Heboh

0

Seru…

Meriah….

Penuh warna…

Tiga kata inilah yang pas untuk menggambarkan keseruan yang terjadi dalam Parade Musik Tong-Tong di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (27/10) malam. Lautan manusia seperti tak pernah putus merangsek masuk untuk menyaksikan even yang dibungkus dengan sangat kreatif ini.

Parade yang diikuti 21 kelompok/komunitas seni di Sumenep ini merupakan bagian dari rangkaian “Sumenep Spektakuler 2017” yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Sumenep ke-748. Inilah salah satu acara yang selalu ditunggu masyarakat Sumenep.

Sejak pukul 19.00 WIB, puluhan ribu masyarakat Sumenep sudah berkumpul di jalan-jalan yang akan dilalui para peserta pawai. Mulai dari jalan Urip Sumoharjo, menuju Ahmad Yani dan berakhir di jalan Panglima Jenderal Sudirman.

Tidak kalah antusias dengan warga, adalah para peserta pawai. Mereka menghiasi kendaraan laiknya kereta Kencana sepanjang 20 meter dan bertingkat. Sedikitnya ada 20 pemain musik yang berada di dalam kendaraan yang juga disebut Ul Daul ini.

Alat musik tong-tong, ditambah gamelan, terompet dan juga hadra saling bersautan menghadirkan satu kombinasi musik yang mengasyikkan. Penuh keceriaan dan semangat. Irama musik yang bertalu-talu ini memang dianggap untuk menggambarkan kegembiraan masyarakat Madura.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Sufiyanto mengatakan, musik Tong-Tong adalah kesenian khas dari Madura. Awalnya seni ini oleh warga dijadikan alat untuk membangunkan warga pada saat sahur. Alat utama dari musik ini adalah tong tong atau kentongan yang terbuat dari bambu.

Melihat perkembangan yang ada, di tahun 90-an oleh pemerintah setempat difasilitasi dengan dibuat kegiatan lomba. Hingga kemudian semakin berkembang dan menjadi pawai rutin di setiap peringatan hari jadi Kabupaten Sumenep.

“Awalnya tidak seperti ini. Namun karena perkembangan zaman, masyarakat mengembangkannya dengan berbagai instrumen lain. Ditambah para penari yang ada di depan kendaraan,” ujar Sufiyanto.

Lebih lanjut Sufiyanto mengatakan, karena tingginya antusiasme masyarakat dan peserta pawai, kegiatan ini biasanya akan berlangsung hingga pukul 03.00 dini hari.

“Ini memang sudah menjadi seperti pestanya masyarakat Sumenep. Kegiatan yang selalu dinanti, dan bagi Pemkab ini merupakan kegiatan yang harus selalu dilaksanakan,” ujar Sufiyanto.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, Parade Musik Tong-Tong atau Ul-daul ini merupakan bagian dari peringatan HUT Kabupaten Sumenep yang tahun ini mengusung tema “Sumenep Spektakuler”. Dari berbagai rangkaian kegiatan, salah satu yang paling dinanti adalah parade musik Tong-Tong ini.

“Buktinya tidak hanya peserta dari Sumenep, namun turut memeriahkan adalah kelompok dari Kabupaten Sampang dan Pamekasan,” ujar Busyro Karim.

Ia berharap kegiatan ini dapat benar-benar memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Dimana rangkaiannya masih akan berlanjut hingga akhir Oktober nanti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kegiatan ini. Dengan berbagai potensi yang ada, Menpar yakin Sumenep akan menjadi primadona baru pariwisata di Indonesia dan Jawa Timur pada khususnya. Mulai dari wisata alam, religi, budaya, sejarah, minat khusus, kuliner, geowisata dan lainnya.

“Sumenep punya Pulau Giliyang yang merupakan pulau dengan kandungan oksigen tertinggi. Sehingga tak ayal masyarakatnya sehat dan bugar meski sudah berusia 80 tahun. Bahkan ada pula yang sudah berusia 115 tahun. Ini merupakan daya tarik yang kuat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ditambah lagi dengan komitmen kepala daerah yang sangat terbuka untuk pariwisata.

“Jadi tinggal mengemasnya saja, atraksi Sumenep spektakuler bagus, dan Sumenep juga bisa dikembangkan sebagai destinasi bahari. Jika CEO Commitment-nya serius, bupatinya serius, 50 persen sukses sudah di tangan. Kemenpar sendiri akan terus mendukung daerah yang berkomitmen mengembangkan pariwisata,” ujar menteri yang juga mantan Dirut Telkom ini. (*)

 

Penerbangan Bersejarah di Silangit

0

28 Oktober 2017 benar0benar jadi hari bersejarah bagi Silangit.

Citilink Indonesia menjadikan momentum prnuh sejarah itu untuk membuat sejarah baru di sektor pariwisata di Danau Toba.

Citilink terbang perdana dari Halim Perdana Kusumah ke Silangit Danau Toba. Menpar Arief Yahya menyebut ini sebagai kelengkapan akses dalam pengembangan desinasi prioritas Danau Toba.

Bandar Udara Silangit yang menjadi gerbang masuk Danau Toba melalui jalur udara ini secara sempurna menyandang status Bandara Internasional.

Ini setelah penerbangan internasional Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA8510 dari Singapura, mendarat mulus di runway Bandara Silangit, Sabtu (28/10). Lepas landas dari Bandara Changi pukul 12.55 waktu setempat, pesawat Explore Jet Bombardier CRJ-1000 berkapasitas 96 penumpang itu tiba di Silangit pada pukul 13.10 WIB.

Hadir menyambut penerbangan bersejarah tersebut, Menko Bidang Kemaritiman Binsar Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Sumatera Utara serta didampingi Direktur Badan Otorita Danau Toba Arie Prasetyo, Director of Engineering & Operatot Angkasapura II Joko Muratmodjo serta Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono.

Dalam kesempatan itu Menko Luhut dan Menpar Arief Yahya berkesempatan memberikan Ulos sebagai tanda selamat datang kepada para penumpang penerbangan perdana Singapura-Silangit setelah sebelumnya lebih dulu disambut Tarian Tortor.

Dalam sambutannya, Menko Luhut mengatakan penerbangan ini tentunya akan memudahkan akses wisatawan internasional menuju objek wisata Danau Toba. Sekaligus mengembangkan wilayah tersebut sebagai tujuan wisata internasional. Ia pun optimis perkembangan wisata Danau Toba akan semakin meningkat.

“Penerbangan ini sangat menarik. Wisatawan internasional dari Singapura hanya butuh 50 menit,” ujar Luhut.

Dengan semakin mudahnya wisatawan datang, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk itu ia berpesan kepada pemerintah provinsi dan daerah untuk terus kompak dalam membangun Sumatera Utara, khususnya Danau Toba.

“Pesan presiden jelas, agar wilayah Toba ini jangan asal membangun saja. Utamakan juga kearifan lokal. Gubernur dan bupati perlu terus menjaga kekompakan dan rakyat perlu membantu dan mendukung,” ujar Luhut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tentunya menjadi orang yang paling happy. Ia mengatakan banyak orang yang tidak pernah membayangkan sebelumnya jika kawasan Danau Toba bisa memiliki Bandara Internasional.

“It’s happening. Sekarang wisatawan dan masyarakat dapat menikmati sensasi penerbangan langsung antara Singapura dan Silangit yang hanya memakan waktu lebih kurang 55 menit. Kita akan semakin sadar bahwa ternyata kawasan Danau Toba yang indah ini tidak jauh dari Singapura,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ia menjelaskan, Danau Toba sudah dicanangkan sebagai salah satu dari 10 Destinasi Prioritas dengan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1 juta di tahun 2019. Untuk mencapai angka tersebut, kebutuhan bandara internasional di Danau Toba sangat penting.

“Hal ini sebagaimana telah disampaikan Presiden Jokowi sebelumnya, sebuah destinasi pariwisata kelas dunia membutuhkan bandara internasional,” ujar Menpar.

Sejak ditetapkan sebagai bandara internasional pada 8 September 2017, kesiapan bandara ini memang langsung menjadi fokus pemerintah. Bandara Silangit melalui Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia telah melakukan berbagai pembenahan dalam beberapa bulan terakhir.

Sampai saat ini, runway bandara sudah memiliki panjang 2650×30 meter dengan nilai PCN (kekerasan landasan) sebesar 40, dan akan ditingkatkan menjadi 52 pada Maret 52 pada Maret 2018. Di akhir tahun 2017 runway Bandara Internasional Silangit juga akan memiliki lebar 45 meter.

“Sehingga dapat mengakomodasi pesawat narrow body sekelas Airbus A320 dan Boeing 737-800,” ujar Arief Yahya.

Sebagai Bandara Internasional, Bandara Silangit saat ini telah dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine). Kementerian Keuangan melalui Ditjen Bea Cukai telah menetapkan area kepabeanan di Bandara Silangit, Kementerian Hukum dan HAM melalui Ditjen Imigrasi telah menetapkan Bandara Silangit sebagai tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Demikian juga dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah melengkapi Bandara Silangit dengan fasilitas karantina yang sudah beroperasi mulai tanggal 28 Oktober 2017.

Untuk meningkatkan palayanan terhadap pengguna, Bandara Internasional Silangit saat ini juga sudah dilengkapi dengan fitur digital. Fitur smart airport ini sudah terpasang dan beroperasi diantaranya akses internet wifi gratis, display skedul bis dan penerbangan, e-payment, bus ticketing vending machine, tourism info e-kiosk, self check-in, dan fitur digital lainnya.

“Bandara Internasional Silangit ini walaupun kelasnya medium airport tetapi sudah memiliki fasilitas yang lengkap serta termasuk kategori smart airport. Semoga Bandara Silangit akan menjadi pintu gerbang yang nyaman bagi kedatangan wisatawan mancanegara ke Danau Toba,” ujar Menpar.(*)

Danau Toba Terus Dipromosikan ke Singapura

0

“Kuncinya adalah menjaring ‘ikan di kolam tetangga’. Di Singapura terdapat 15 juta wisman dan 5 juta Singaporean. Dan jarak tempuhnya hanya 55 menit dari Silangit,” ujar Menpar Arief Yahya dalam sambutannya usai menyambut penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Singapura ke Silangit, Sabtu (28/10) siang.

Mengembangkan kawasan wisata Danau Toba tidak akan hanya berhenti pada penerbangan internasional ke Bandar Udara Silangit.

Maka dari itu, Menpar berpesan kepada para Bupati di Danau Toba dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dapat menjadikan Singapura sebagai hub.

“Lupakan batas-batas administrasi. Lupakan wilayah. Pariwisata itu tentang proximity, kedekatan budaya dan jarak,” ujar Arief Yahya.

Selanjutnya setelah Singapura, jelas Menpar, pihaknya akan mulai membidik wisatawan Malaysia. Dan selanjutnya adalah pasar terbesar, Tiongkok yang jumlah outbound-nya mencapai 120 juta.

Menpar pun tidak ragu untuk menawarkan insentif kepada airlines yang berani membuka rute baru dari Tiongkok ke Silangit.
“Targetnya di tahun 2017,” jelas Menpar.
Sejalan dengan perluasan promosi, hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan ujar Menpar adalah kesiapan Sumber Daya Manusia yang berstandar global. Yakni harus disertifikasi level regional dengan standard ASEAN MRA-TP.

“Bupati harus bisa menyiapkan operator dan industri lokal untuk bisa disertifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam menyambut penerbangan publik internasional perdana dari Singapura ke Silangit pada hari ini, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta delapan pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba bekerja sama dengan industri pariwisata menghadirkan 10 Paket Wisata Promosi yang akan membawa wisatawan asal Singapura untuk berkunjung ke Danau Toba.

10 Paket Wisata Promosi yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober hingga 21 November 2017 ini merupakan kombinasi dari paket 3D2N, 4D3N dan 5D4N yang akan menyajikan keindahan alam, serta budaya Danau Toba yang dikemas secara apik dan profesional.

Harga paket wisata ini ditawarkan sangat kompetitif mulai dari SGD 299 atau kurang dari Rp 3 juta untuk paket 3D2N, SGD 349 untuk paket 4D3N, dan SGD 489 untuk paket 5D4N plus Medan.

Harga paket tersebut sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, akomodasi, makan selama penyelenggaraan paket dan atraksi.

10 paket wisata ini masing-masing akan membawa lebih kurang 60 orang, yang berarti akan ada lebih kurang 600 orang wisatawan mancanegara asal Singapura yang akan datang ke Danau Toba dalam bulan Oktober-November 2017.

“Kehadiran wisatawan ini saya harap bisa menghembuskan semangat baru bagi masyarakat Danau Toba khususnya industri pariwisata di Kawasan Danau Toba untuk lebih menggeliat mempersiapkan diri. Tahun depan akan lebih banyak wisatawan yang datang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar menjelaskan, target Sumatera Utara dengan Danau Toba sebagai ikon pada tahun 2019 ini adalah 1 juta wisman. Artinya dengan capaian tersebut akan dapat menghasilkan 1 juta dolar AS.

Untuk itu ia berharap kerja sama dan dukungan dari semua pihak untuk dapat meraih capaian tersebut.(*)

SLO Belum Keluar, PLTS Belum Diserahkan

0
 Abdul Haris. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Anambas, Abdul Haris mempertanyakan kepada PLN mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ada di Rintis Desa Tarempa Selatan yang dibangun oleh Kementerian ESDM sejak tahun 2015 silam yang hingga saat ini belum berfungsi, bisa difungsikan.

Sudah dua tahun sejak pembangunan dilaksanakan namun sampai saat ini belum ada kejelasan. Jika belum ada serah terima dari Kementrian ESDM ke PLN, lanjut Abdul Haris, tentu ada yang tidak beres dengan pelaksanaannya.

“Ini sudah dua tahun, kapan kira-kira bersungsi, terus apa masalahnya,” tanya Abdul Haris saat mengikuti Forum Group Discussion dengan Kemenkopolhukam, baru-baru ini.

Sementara, Staf Ahli Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman, Menkopolhukam RI, Laksma TNI I Nyoman Nesa mengatakan, jika tidak ada kepastian dari kontraktor pelaksana maka bisa beralih kebagian hukum. Apalagi pelaksanaan proyek sudah melewati tahun anggaran kontraktor bisa dikenakan sanksi denda sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jika tidak ada penyelesaian pekerjaan bisa menjadi ranah hukum yang berjalan. Disini ada pak Kapolres dan kejaksaan, bisa nanti menjadi pidana karena uang yang digunakan untuk membangun adalah uang rakyat,” ujar I Nyoman Nesa.

Sementara perwakilan kontraktor PT Surya Energy Indotama, Eric Agustian, mengaku akan berusaha semaksimalnya menyelesaikan pekerjaan itu. Kalau dari sisi pembangunan sudah tidak ada masalah karena saat uji coba listrik menyala. Namun yang menjadi kendala tidak serah terima dikarenakan belum ada keluar surat Sambungan Layak Operasi (SLO).

“Kami sedang mengurus SLO nya pak, karena hal ini merupakan wewenang pihak ketiga. Hanya pihak ketiga yang bisa mengeluarkan sertifikat SLO nya. Apalagi pengeluaran sertifikat dari Dirjen ketenagalistrikan,” kata Eric. (sya)