Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12930

Green Hotel Award Perkuat Konsep Pariwisata

0
ilustrasi

Sebagai negara dengan potensi sumber daya alam yang tinggi, penting bagi Indonesia untuk dapat menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Termasuk industri-industri yang bergerak terkait pariwisata, harus pula dapat memperhatikan konsep berkelanjutan atau yang juga kerap disebut konsep hijau (green).

Berangkat dari hal tersebut, Kementerian Pariwisata pada tahun ini kembali menggelar ajang penghargaan “Green Hotel Award”. Ajang dua tahunan yang dimulai pada tahun 2009 ini akan kembali memberi penghargaan kepada industri hotel yang dinilai telah mengimplementasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan.

“Green Hotel Award 2017 akan kembali memberikan penghargaan kepada pengelola hotel terbaik yang dinilai telah mengimplementasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman.

Dadang mengatakan, pengelolaan hotel yang ramah lingkungan akan banyak memberikan dampak. Dari sisi bisnis, penerapan konsep ramah lingkungan akan meningkatkan daya saing hotel tersebut serta kemudian akan juga meningkatkan nilai jual.

Belum lagi memberikan pilihan bagi wisatawan. Sebab, Dadang mengatakan, gaya hidup “hijau” belakangan sudah menjadi tren yang banyak diminati wisatawan. Sebagai “gudangnya” natural resources, tentu akan memberikan efek positif bagi pariwisata Indonesia.

“Wisatawan dunia banyak yang concern terhadap pelestarian lingkungan. Sehingga akan menempatkan green hotel yang ramah lingkungan sebagai pilihan dan kebutuhan,” kata Dadang.

Karena itu Dadang berharap, Green Hotel Award akan dapat meningkatkan kepedulian pelaku usaha hotel terhadap pelibatan masyarakat dan upaya-upaya pelestarian alam dan budaya lingkungan sekitar.

“Serta meningkatkan minat wisatawan khususnya wisatawan mancanegara yang semakin peduli terhadap kondisi alam dan budaya untuk berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

Sementara Asisten Deputi Industri Pariwisata, Agus Priyono menjelaskan, proses penilaian kegiatan Green Hotel Award diawali dengan mengirimkan kuesioner tentang kriteria Green Hotel Award ke semua hotel bintang 4 dan bintang 5 di Indonesia. Selanjutnya setelah diisi oleh green team tiap hotel, para juri akan melakukan evaluasi.

“Kemudian peninjauan dan penilaian secara langsung oleh tim juri Green Hotel Award ke setiap peserta (hotel),” ujar Agus.

Setelahnya tim juri akan mengevalusasi setiap hasil dari peninjauan dan penilaian langsung untuk kemudian menentukan sepuluh nominasi Green Hotel Award berdasarkan nilai minimum.

“Pemenang Green Hotel Award akan menerima piagam penghargaan dan plakat dari Menteri Pariwisata Republik Indonesia,” kata Agus.

Adapun penilaian meliputi 14 kriteria dari sebelumnya 12 kriteria. Yakni kebijakan dan organisasi green team, pengelolaan tapak yang ramah lingkungan, penggunaan bahan baku dan produk ramah lingkungan, juga penyerapan kandungan lokal.

Kemudian pengelolaan konservasi dan efisiensi energi, pengelolaan konservasi dan efisiensi air, pengelolaan kualitas udara dalam dan ruang, ruang bangunan, pengelolaan limbah padatan dan air, pengelolaan lahan sekitar bangunan, serta pengendalian polusi kebisingan/suara.

“Dan juga pengelolaan penyimpanan bahan kimia dan bahan berbaya, kerjasama dengan komunitas dan organisasi lokal serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Agus.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kembali digelarnya ajang Green Hotel Award 2017. Ia mengatakan, pendekatan konsep berkelanjutan yang ramah lingkungan oleh industri sangat penting bagi pariwisata Indonesia. Karena akan berpengaruh terhadap posisi Indonesia di peringkat daya saing pariwisata dunia.

“Saat ini Indonesia berada di posisi 42 dunia dari data Travel and Tourism Competitiveness Index tahun 2017 dari World Economic Forum. Dan target kita adalah di posisi 30 dunia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar mengatakan, Indonesia unggul dari price competitiveness, priorization of travel and tourism serta natural resources. Namun Indonesia masih lemah dalam tourism service infrastructure, health and hygiene dan yang terkait dengan pengelolaan berkelanjutan adalah environmental sustainability.

Berdasarkan data dari World Economic Forum tahun 2017, environmental sustainability Indonesia berada di peringkat 131.

“Tiga faktor dengan indeks daya saing terendah ini menjadi PR kita bersama termasuk para pengelola hotel agar segera menerapkan prinsip green hotel.

Karena itu dengan dukungan dari industri, khususnya pengelola hotel, tentu akan berdampak pada konsep penerapan pariwisata berkelanjutan. Ujungnya adalah posisi pariwisata Indonesia di dunia,” ujar Arief Yahya.

Menpar mengatakan, pariwisata mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi bangsa. Apalagi sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu tulang punggung ekonomi bangsa.

“Mari kita sukseskan pariwisata, dengan menjaganya untuk terus berlangsung. Karena ‘Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan’,” ujar Menpar.

Pengumuman peraih penghargaan Green Hotel Award 2017 akan dilakukan di acara Apresiasi Destinasi Pariwisata Indonesia (APDI), 29 November 2017 mendatang.

Nantinya lima nominasi Green Hotel Award akan diusulkan sebagai peserta dalam ASEAN Green Hotel Award di Chiang Mai, Thailand.(*)

Pesona Lumba-Lumba Hidung Botol dalam Festival Lovina 2017

0

Bali adalah ratunya pariwisata. Alam di Bali dikenal menyimpan sejuta pesona, dan bukan hanya pantai Kuta, Sanur, atau Dreamland yang mempesona, tapi juga ada Pantai Lovina terletak di pesisir utara Pulau Bali, tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja.

Keindahan alam Lovina, Bali, ini siap diperkenalkan kepada masyarakat luas di acara Lovina Festival 2017 bertema “Enjoy The Difference” pada 14-18 September 2017.

Dengan “Menikmati Perbedaan”, Lovina Festival 2017 akan sangat hidup, dan pasti menarik kekaguman dunia karena festival akan dimeriahkan dengan alam yang khas dan pertunjukan budaya Buleleng. Keindahan karang, Pesona Tari Lumba-lumba Hidung Botol, juga daya tarik permainan Bull Race yang berputar akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Festival Pantai Lovina di Bali akan berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini berpusat di Pantai Kalibukbuk, dan didukung sejumlah komponen pariwisata di Buleleng sebagai upaya membangkitkan industri pariwisata di Buleleng, khususnya di Lovina, sebagai ikon pariwisata Bali Utara” ujar I Nyoman Sutrisna, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng.

Sutrisna menyebutkan upacara pembukaan akan menghadirkan Baleganjur dan Parade Gebogan, serta Gong Kebyar dan tari Ki Barak Panji Sakti. Selanjutnya, akan ada Balap Banteng di Desa Kaliasem dan pertunjukan wayang.

Festival Lovina merupakan acara yang digagas pemerintah dan didukung sejumlah komponen pariwisata di Buleleng sebagai upaya membangkitkan industri pariwisata di Buleleng, khususnya di Lovina, sebagai ikon pariwisata Bali Utara. Acara ini memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki Buleleng dalam berbagai bidang, termasuk memberdayakan masyarakat sebagai penyangga kawasan Lovina. “Jadi ini juga ikon pantai kami di Bali Utara,” ucap Agung, menjelaskan.

Di hari kedua, giliran para pencinta yoga yang difasilitasi kegiatan Yoga Asana Health & Beauty dan ada pameran kerajinan, pameran kuliner, pertunjuka tari, serta Sampi Gerubungan. “Pada hari ketiga, pertunjukan seni masih dilanjutkan dengan band anturan kolaborasi, bonangan race, dan gong kebyar wanita Kalibukbuk Bondres,” katanya.

Sementara itu, pada hari terakhir, akan dilaksanakan penutupan yang diikuti dengan Parade Megangsing, pertunjukan Kebyar, Megenjekan, dan Gong.

“Pantai Lovina tidak kalah cantik dari pantai-pantai lain di Pulau Dewata. Pasirnya berwarna hitam asli, tidak seperti pantai lain di Bali. Ombak di bibir pantai pun relatif tenang dan bersahabat sehingga memungkinkan pengunjung berwisata ke tengah laut dengan perahu nelayan. Asyik banget pokoknya,” kata Agung berpromosi.

Dia mengatakan atraksi yang paling dicari dari Lovina adalah pertunjukan lumba-lumba hidung botol atau Tursiops truncatus. “Anda dapat menyaksikan hewan pintar tersebut melompat-lompat di lautan lepas bersama kelompoknya. Biasanya mereka muncul pada pagi hari ketika matahari baru mulai menyingsing,” lanjutnya

Pantai Lovina memang terkenal akan objek wisata lumba-lumba, karena itu sebuah patung berbentuk lumba-lumba setinggi sekitar 5 meter dibangun di dekat pintu masuk kawasan wisata. Pantai Lovina berpasir hitam dan masih alami sangatlah menarik untuk dikunjungi.

“Pantai Lovina tidak kalah cantik dari pantai-pantai lain di Pulau Dewata. Pasirnya berwarna hitam asli, tidak seperti pantai lain di Bali. Ombak di bibir pantai pun relatif tenang dan bersahabat sehingga memungkinkan pengunjung berwisata ke tengah laut dengan perahu nelayan. Asyik banget pokoknya,” kata Sutrisna berpromosi.

Festival Lovina diadakan sekitar 9 km dari Kota Singaraja atau sekitar 80 km yang ditempuh dengan waktu 3-4 jam perjalanan dari pusat Kota Denpasar. Aksesnya?

Dari Denpasar: Di Terminal Bus Ubing di Utara Denpasar dengan menggunakan mini bus menuju Singaraja yang berjarak sekitar 11 km sebelah timur Lovina. Di Terminal Bus Singaraja, bisa melanjutkan perjalanan menuju arah barat dengan biaya sekitar Rp 30.000

Dari bandara: tidak ada pilihan transportasi umum. Bisa menggunakan taksi dan langsung ke Lovina dengan lamanya perjalanan sekitar empat jam atau lebih dan biaya sekitar Rp. 300.000 Atau, kbisa naik taksi menuju Terminal Bus Denpasar. Sedangkan Dari Gilimanuk dan Ubud: sekitar 4 jam dan Ubud sekitar 3 jam, namun juga harus pergi menuju terminal bus Singaraja. Dan biasanya ada mini bus yang langsung menuju Lovina.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, event dan festival yang digelar di Bali Utara penting untuk menaikkan jumlah orang yang mengeksplorasi kawasan utara. “Selain even ini, Kami melihat Lovina mempunyai potensi yang perlu dikembangkan, contohnya lumba-lumba dan penyu yang banyak menetaskan telurnya di pantai dan tentu harus dikembangkan lagi cara pemasaran pariwisata di Lovina,” kata Menpar Arief Yahya

Bali adalah produk pariwisata Indonesia, kita harus menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Jangan cuma Bali selatan saja, kita kembangkan Bali utara, timur dan bahkan barat,” Arief menegaskan.

Sebab itu, Menpar Arief Yahya mendukung penuh Buleleng melakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Terutama, untuk menjadikan kawasan Bali utara agar makin dikunjungi banyak turis. Apalagi, dunia bawah lautnya ciamik.

“Jadi Festival Lovina 2017 ini bisa memperkenalkan potensi pariwisata di Bali Utara. Salam Pesona Indonesia,” pungkasnya.(*)

 

Sambut Hari Pelanggan, Angkasa Pura II Kampanye Service Excellent

0
ilustrasi

Kredo Marketing 3.0 yang berbasis customer dan cinta sedang getol dijalankan manajemen Angkasa Pura II. Pengelola 13 bandara yang sebagian besar di Indonesia Barat ini terus berinovasi membuat terobosan yang mencerminkan implementasi Indonesia Incorporated.

Terutama menjadi first impression buat wisatawan mancanegara dan nusantara yang melintasi terminal udara di bawahnya. “1 September kami sudah meluncurkan Airport Helper, yang tugasnya lebih dari sekedar porter di T-1 dan T-2,” jelas M Awaluddin, Dirut Angkasa Pura II di Jakarta.

“Kini, kami bersemangat untuk menjadi bandara dengan level layanan prima, atau service excellent! Di T-3 kami ada shuttle golf car yang mengantar jemput penumpang yang landing atau take off dari lokasi gate yang jauh,” ungkap Awaluddin lagi.

Marketing 3.0 yang digagas Hermawan Kartajaya, Markplus itu memiliki perbedaan mendasar dengan Marketing 1.0 dan 2.0. Di era digital ini, sentuhan akan nilai-nilai kemanusiaan pada customers jauh lebih efektif.

Dibandingkan dengan Marketing 1.0 yang berorientasi profit, lalu Marketing 2.0 yang mengedepankan kepuasan konsumen, Marketing 3.0, lebih humanistik. Hubungan baik dengan konsumen, menumbuhkan rasa cinta dan pertemanan yang dilandasi rasa saling percaya, berbisnis dengan hati dan cinta.

“Kami layani pengguna jasa bandara sebagaimana turis, dengan segala hospitality-nya. Bukan hanya sopan santun, tapi dari hati ke hati,” jelas Awal, sapaan Awaluddin.

Ada yang menarik di ranah media sosial di Hari Pelanggan Nasional yang jatuh 4 September 2017. Foto-foto, video serta ungkapan terkait Angkasa Pura II sebagai salah satu garda terdepan dalam dunia pariwisata Indonesia berseliweran di dunia maya.

Mulai dari foto kerennya bandara internasional Kualanamu Medan, Skytrain yang dapat mengantarkan mobilisasi penumpang dari Terminal 2 ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta atau pesawat kepresidenan Republik Indonesia yang sedang terparkir juga di Kualanamu, semua muncul dengan tampilan yang sangat menarik.

Di sisi lain, ada juga foto yang memperlihatkan aktivitas petugas yang sedang melaksanakan inspeksi runway. Atau seorang petugas layanan bandara yang sedang membimbing seorang penumpang berkebutuhan khusus. Dalam caption foto dan video, semua ditandai dengan tagline dan hashtag #AyoBikinBandaraAP2Keren.

Ya, dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, Angkasa Pura II selaku pengelola bandar udara di wilayah barat Indonesia menggulirkan kampanye “AyoBikinBandaraAP2Keren di media sosial. Kampanye ini merupakan upaya dari AP II, mengajak para pengguna jasa bandara turut aktif bersama-sama menjaga dan menjadikan bandara tempat yang menyenangkan.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, AP II selaku pengelola bandar udara di wilayah Barat Indonesia selalu berusaha memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan. Terlebih dengan semakin meningkatnya citra pariwisata Indonesia, membuat AP II menjadi garda terdepan dalam “menyambut” wisatawan.

Hanya saja, AP II tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari pengguna jasa bandara untuk sama-sama menjaga dan membuatnya menjadi lebih keren. Untuk satu tujuan, Indonesia.

Karena itu AP II mengajak seluruh pengguna jasa bandara dan masyarakat luas untuk terlibat dalam kampanye di media sosial yang tengah digulirkan AP II.

“Mulai hari ini kita buat gerakan dan ajakan secara kolaboratif dan partisipatif di media sosial bagi pengguna jasa bandara dengan tagline dan hashtag #AyoBikinBandaraAP2Keren,” ujar Muhammad Awaluddin, Senin (4/9).

Ia mengatakan, kampanye ini juga merupakan upaya untuk terus meningkatkan kepedulian internal dan eksternal serta juga peduli dengan bandara-bandara di AP 2.

“Gerakan ini juga bersifat gerakan moral untuk selalu mencintai alat produksi yang kita miliki dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk seluruh pelanggan dan pengguna jasa bandara,” jelas Awaluddin.

Lebih lanjut Awaluddin mengatakan, dengan gerakan ini diharapkan tumbuh budaya peduli dan malu apabila alat produksi, sarana dan prarasana serta pelaksana atau petugasnya tidak memberikan kontribusi terbaiknya dalam pelayanan di Bandara. Sejalan dengan program campaign yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu “Saya Bangga Melayani di Bandara Angkasa Pura II”.

“Semoga segala upaya yang terus kita lakukan dalam membawa kemajuan untuk Angkasa Pura II selalu mendapat rahmat serta barokah dari Allah SWT. Pelihara persatuan, Menangkan persaingan. Jayalah Indonesia, Jayalah Angkasa Pura II,” ujar Awaludin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif dan mengajak serta masyarakat untuk terlibat dalam kampanye ini. Menurutnya penting bagi masyarakat untuk menimbulkan rasa memiliki terhadap AP II.

Menurutnya, dengan ikut menjaga keberadaan bandara, akan menggambarkan budaya masyarakat sebagai cerminan pariwisata Indonesia. Kesuksesan Angkasa Pura II dalam layanannya, menurut Menpar, sangat terkait dengan pariwisata.

Sebab, mayoritas kedatangan wisatawan, khususnya mancanegara ke Indonesia adalah melalui jalur udara. Karena itu sangat penting untuk menjaga kualitas dan performancy layanan bandara.

“Bandara itu seperti halaman depan Indonesia, pintu gerbang utama tempat orang asing menginjakkan kaki di Indonesia. Semacam moment of truth, wisatawan merasakan kesan pertama negeri ini adalah di bandara,” kata Menpar Arief Yahya.

Angkasa Pura II telah mengelola 13 Bandara, yaitu

  1. Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta),
  2. Halim Perdanakusuma (Jakarta),
  3. Kualanamu (Medan),
  4. Supadio (Pontianak),
  5. Minangkabau (Padang),
  6. Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang),
  7. Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru),
  8. Husein Sastranegara (Bandung),
  9. Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh),
  10. Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang),
  11. Sultan Thaha (Jambi),
  12. Depati Amir (Pangkal Pinang) dan
  13. Silangit (Tapanuli Utara).(*)

Ayo #VoteVideoIndonesia

0

Event bergengsi nasional “The 3rd Semarang Open Violin Competition” yang digelar dua hari (2-3/9/2017) di Semarang, betul-betul heboh. Bukan hanya karena musik klasik yang semakin digemari oleh masyarakat Indonesia, tetapi di ajang kompetisi bermain biola itu Kemenpar sekaligus mensosialisasikan #VoteVideoIndonesia.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian Pariwisata RI Don Kardono, yang diberi kesempatan memberikan sambutan, langsung mengajak ratusan audience di Hotel Dafam, Jl Imam Bonjol Semarang itu untuk ngevote. Video pendek tutorial pun diputar, di dua screen sayap kiri dan kanan, bagaimana cara masuk ke pemungutan suara itu.

“Silakan buka smartphone, off kan wifi, gunakan paket data sendiri, untuk nge-vote. Karena 1 IP Address 1 Vote, 1 HP 1 suara, 1 email 1 angka. Silakan masuk di indonesia.travel/vote4id, lalu masukkan nama, email, dan pilih video wonderful Indonesia! Terakhir di submit!” ajak Don Kardono.

Ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, adik peserta violin itu pun memperhatikan dengan serius. “Terima kasih, Salam Pesona Indonesia!” sebut Don.

Seperti diketahui, kompetisi musik klasik ketiga kalinya ini telah menjadi magnet baru wisata kota Semarang. Buktinya, dari jumlah peserta yang ikut 90 persen berasal dari luar kota. Jakarta, Surabaya, Bandung, Kepri, Jogja, dan lainnya.

Selain itu juga menjadi hiburan bagi ekspatriat yang hobi musik klasik di kota Lunpia. Even-even semacam itu telah menyatu dengan salah satu strategi Kemenpar dalam menjaring wisatawan dari Eropa dan Amerika.

“Tahun ini ada peningkatan wisman Eropa dan Amerika naik tajam. Mereka adalah penikmat klasik. Kita juga punya banyak Kota Lama, yang bergaya arsitektur Belanda. Musik klasik akan menemukan atmosfernya,” katanya saat memberi sambutan penutupan acara ini di hotel Dafam Semarang, Minggu (3/9/2017).

Don juga sependapat jika kompetisi klasik itu banyak digelar di Semarang. Ini sangat pas karena Semarang punya Kota Lama, Gedung Lawang Sewu, yang bernuansa Eropa. “Dan saya tahu, Pemkot Semarang sedang serius menghidupkan romantisme Kota Lama yang punya sejarah menjadi atraksi yang memikat untuk pasar Eropa,” tambahnya.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang menutup event mengaku akan mensuport penuh gelaran musik klasik seperti ini. Bahkan Pemkot Semarang bersedia memberikan space di Kota Lama Semarang dengan konsep outdor (luar ruang).

“Kota Lama Semarang itu Little Netherland, musik klasik seperti piano dan biola sangat pas jika dimainkan di Kota Lama, kami berharap event kedepan bisa memakai Kota Lama, karena ada tempat outdoor disana, suasana pun akan bernuansa sangat klasik Eropa sekali dengan bangunan kuno gaya klasik di sana,” paparnya.

Ita, sapaan akrabnya mengaku salut dengan Opus Nusantara yang mampu menyelanggarakan event bergengsi musik klasik ini di Semarang dalam waktu dua minggu dengan dua event berbeda.

“Dua minggu lalu kompetisi piano juga di Semarang, sekarang biola, saya ingin dua event ini dikawinkan kedepannya. Saya akan mengusulkan memperebutkan Piala Walikota Semarang,” tukasnya.

Direktur Opus Nusantara selaku penyelenggara, Nora Aprilita, menjelaskan

Dari 105 peserta, 90 persen dari luar kota. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor, Cirebon, Pekanbaru, Bintan, Batam, dan lainnya. Sisanya 10 persen dari Semarang.

“Kompetisi ke tiga ini lebih berkualitas. Tingkat keahlian bermain biola lebih profesional. Mereka benar-benar mempersiapkan diri,” katanya.

Event ketiga ini special karena ada hadiah grand prize berupa piala bergilir. Sebuah biola hight class pabrikan asal Prancis dari Jerome Thibouville Lamy Workshop, Mirecourt-Prancis, yang diproduksi tahun 1920. Harganya mencapai ratusan juta, dibanding harga biola kebanyakan yang hanya kisaran puluhan juta.Hadiah grand prize itu disponsori Dedi Sjahrir Panigoro, seorang pemerhati musik klasik. Dedi juga adik kandung dari pengusaha Arifin Panigoro dan Chairman Meta Archipelago Hotels.

“Grand Prize piala bergilir atau biola berjalan selama satu tahun, hanya untuk penang Juara Kesatu kategori Adult. Karena ini biola hight class, jadi pemegangnya harus benar-benar familiar dan level advance, ya Adult. Bahkan dia juga berkesempatan untuk diikutkan perform soloist di Jakarta Sinfonietta Orchestra Jakarta,” katanya.

Dedi Sjahrir Panigoro, Dewan Komisaris Medco Group mengaku bahagia digelarnya event biola ini. Apalagi bertempat di Semarang menjadikan pemerataan dan kompetisi akan berimbang dan bisa merata.

“Saya sangat gembira karena ini digelar di Semarang tidak lagi Jakarta sentris. Harapannya bisa digelar di kota lainnya,” katanya.

Selama perhelatan dua hari, Dedi melihat potensi anak muda kian meningkat dan piawai dalam bermain biola. Mulai usia anak-anak, sampai uisa 12 tahun dan 20 tahun sudah mahir dan menghayati musik klasik dengan biola. “Main biola itu selain rasa juga kebutuhan iya, tak hanya bakat tapi juga kebutuhan. Karena main biola itu seni ketrampilan yang penting, sebagai alat untuk dia menjadi sukses berikutnya. (*)

Slank Bakal Hebohkan Crossborder Indonesia-Timor Leste

0

Group band ternama tanah air, Slank akan mengebohkan Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur, di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua, Jumat 22 September 2017, mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Belu Johanes Andes Prihatin mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang sukses mendatangkan band papan atas tanah air ke tanah Atambua. Kata dia, ini dipastikan akan meningkatkan partiwisata Belu atau Atambua di mata Timor Leste.

“Saya yakin akan banyak yang menyebrang ke Atambua, karena Slank bukan hanya dicintai oleh masyarakat Atambua, namun juga disukai oleh masyarakat Timor Leste. Ini saya pastikan semua ini berkat Kemenpar, karena tidak ada daya dan upaya kami bisa membawa Slank ke tanah Atambua,” ujar Johanes semringah.

Rencananya, band yang digawangi oleh Kaka dan Bimbim itu akan tampil pada pukul 18 sore pada tanggal 22 September tersebut. Pria yang biasa disapa Jap itu juga mempersilahkan kepada saudara tetangga Timor Leste untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan spektakuler tersebut dengan lighting dan sound system yang mumpuni.

“Silahkan menyebrang, tempat anda untuk menyaksikan konser ini sudah kami sediakan dengan baik, pintu perbatasan kami buka dengan lapang, dan perbatasan akan buka dengan pintu yang lebih banyak. Kami jamin aman, dan silahkan datang saudaraku membawa keluarga, karena Atambua sangat indah untuk disambangi,” ujar Jap.

Lebih lanjut Jap mengatakan, setelah mendapatkan kepastian tanggal dari pihak manajemen Slank dan Kemenpar, maka pihaknya langsung berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait di Atambua, unsur keamanan dan stakeholder pimpinan di Belu.

“Bahkan, kami dan Kemenpar telah mengirim tim promosi ke negara tetangga, agar acara ini berjalan sukses dan lancar, tentunya berdampak besar bagi pariwisata Indonesia,” kata Jap.

Sebelumnya, Atambua juga mendatangkan Cokelat dan Jamrud pada tanggal 28 Agustus yang lalu. Pertunjukan yang dihadiri ribuan penonton itu tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga masyarakat Timor Leste yang menyeberang melalui pintu perbatasan. Atambua memang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Saat itu, Jackline Rossy, vokalis Cokelat mengaku tidak menyangka dengan respons yang besar dari masyarakat. Termasuk kehadiran wisatawan dari Timor Leste. “Apalagi aku ada darah NTT. Dari dulu pengen banget bisa main di Atambua, dan akhirnya sekarang bisa terwujud,” ujar Jackline saat itu usai konser.

Jackline mengatakan, musik adalah bahasa universal yang dapat dengan mudah diterima banyak orang. Musik punya magnet yang luar biasa. Contohnya di Festival Cross Border Atambua 2017, dimana seluruh lapisan masyarakat berkumpul dan menikmati sajian yang disuguhkan. Dia pun sepakat jika musik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan pariwisata.

Musik bisa menjadi satu instrumen yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke satu daerah. Lebih lanjut Edwin Marshal, pemain gitar Cokelat mengatakan, negara-negara seperti Singapura sendiri telah menjadikan konser musik sebagai salah satu usaha dalam menarik wisatawan.

“Karena musik memang punya magnet seperti itu. Kami sangat senang saat ini pemerintah turun langsung membuat event ini, karena memang musik bukan hanya hiburan tapi sebagai media yang dapat menarik kehadiran wisatawan,” ujar Edwin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sepakat dan telah berulang kali mengatakan bahwa musik adalah bahasa universal. “Untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal dan musik adalah salah satu jawabannya,” kata Menpar.

Karena itu ujar Menpar, Kementerian yang dipimpinnya juga kerap hadir dan memberi dukungan dalam berbagai penyelenggaraan konser musik.

Terkait dengan penyelenggaraan acara di crosborder area, dikatakannya merupakan salah satu cara yang efektif dalam menarik kunjungan wisman.

Di banyak negara, crossborder menjadi cara yang ampuh dalam meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Seperti di Prancis, Spanyol dan banyak negara Eropa yang banyak menempuh cara ini. Menaikkan wisman dari crossborder.

Penyelenggaraan festival di daerah crossborder, juga akan memberikan dampak terhadap daerah tersebut. Dengan kehadiran lebih dari 25 ribu orang di setiap penyelenggaraan festival, ujar Menpar, tentu akan banyak memberi dampak ke masyarakat. Pelaku bisnis akan tertarik menanamkan modalnya ke usaha pariwisata di daerah perbatasan.

“Bagi pelaku bisnis, ini menarik. Mereka pasti sudah mulai berhitung untuk membangun amenitas seperti hotel, resort atau akomodasi, lalu membuat atraksi seperti theme park, seni pertunjukan, dan lainnya. Tujuannya agar orang lebih lama tinggal,” kata dia.

Dia juga memprediksi, akan ada lebih banyak akses yang dibangun menuju ke perbatasan, termasuk bisnis transportasi dan pengiriman cargo yang ada di dalamnya. “Perbatasan tidak lagi sepi, tidak lagi dianggap sebagai daerah pinggiran. Tetapi justru menjadi wilayah terdepan di tanah air,” ungkap Arief Yahya.

Karena itu ujar Menpar, menggerakkan perekonomian masyarakat di perbatasan dengan Crossborder Festival itu akan semakin konkret. “Apalagi ada pengusaha lokal dari daerah sana yang bergerak, itu akan sangat kuat multiplying effect-nya. Di Pariwisata itu setiap investasi yang ditanamkan, akan berdampak 170 persen buat masyarakat di sekitar itu,” kata dia.(*)

 

 

Selain Asian Games, Palembang Siap Gelar Kejuaraan Dunia Motocross MXGP 2018

0

Kesuksesan Pangkalpinang menjadi tuan rumah MXGP 2017 membuat Federasi Balap Motor Internasional (FIM) menaruh kepercayaan besar pada Indonesia. Terbukti, penyelenggara MXGP yang dihandle Youthstream, mengumumkan Palembang, Indonesia, sebagai tuan rumah seri ke-11 kejuaraan dunia Motocross, 8 Juli 2018.

“Menjadi tuan rumah kejuaraan dunia seperti MXGP 2018 akan membuka kesempatan bagi Palembang di Sumatera Selatan untuk semakin membuktikan diri menjadi destinasi wisata yang identik dengan sport tourism. Ini bagus. Evennya akan membawa dampak ekonomi yang besar untuk Indonesia,” tutur Menpar Arief Yahya, Senin (4/9).

Hitung-hitungan kasarnya bisa dengan mudah ditebak. Di Pangkalpinang saja, MXGP 2017 disiarkan lebih dari 200 channel televisi dan ditonton lebih dari 1,42 miliar penonton di dunia. Pendapatan advertising, souvenir dan penjualan tiket serta media valuenya sangat tinggi.

Itu belum termasuk kunjungan wisman yang menembus angka 5.000 kunjungan. Diperkirakan setiap wisatawan asing mengeluarkan uang hingga USD1.000 selama kunjungannya di ajang MXGP Pangkalpinang 2017.

“Anggap saja MXGP ini bisa mengundang 5 ribu wisman. Seandainya satu orang mengeluarkan dana 1.000 dolar berarti akan ada 5 juta dolar dan kalau kita kalikan Rp 13 ribu maka bisa menghasilkan pemasukan Rp 65 miliar. Dan semuanya akan beredar di Palembang,” kata Arief Yahya.

Tak hanya itu, ekonomi masyarakat daerah sekitar juga akan kecipratan seperti penyediaan jasa parkir kendaraan, sewa mobil, restoran dan penjual cinderamata.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga seirama dengan Menpar. Dampak ekonomi dan media value dari MXGP 2018 dinilai bakal mensejahterakan Sumsel. Dia pun jadi makin bersemangat menggelar even sport tourism di Sumatera Selatan.

“Kami sangat optimistis bahwa ajang ini akan sukses. Sumsel kan telah memiliki beragam fasilitas pendukung bertaraf internasional. Jadi untuk arena pertandingan tidak ada masalah. Tinggal pakai saja beberapa hektare tanah di kawasan Jakabaring, lalu datangkan traktor untuk membuatnya menjadi lintasan motocross,” kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Alex mengatakan Pemprov Sumsel berencana membangun Sirkuit Motorcross di atas lahan milik Pemprov seluas 7 hektare yang berlokasi di kawasan Jakabaring Sport City, Palembang. Kawasan Jakabaring dipilih karena lahan sudah tersedia dan memiliki area parkir yang cukup luas. “Nanti akan ada sekitar 90 crosser top tingkat dunia yang akan ikut dalam kejuaraan ini. Beberapa di antaranya Tanel Leok, Arnaud Tonus, Ken de Dycker, Maximilian Nagl, Nicola Recchia, Jose Butron, Gautier Paulin, dan Kevin Strijbos,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kejuaraan dunia MXGP adalah seri motocross paling beragam di dunia. Karakteristiknya lumayan banyak. Dari yang kuno hingga modern, menggabungkan lompatan besar, gelombang dan sektor catatan waktu, semua tersedia. (*)

Istri Potong Anu Suami saat Tertidur, Sebabnya…

0
ilustrasi

batampos.co.id – Nyonya Kim (bukan nama sebenarnya) tampaknya sudah kehilangan kesabaran pada suaminya yang keranjingan main golf.

Lantaran sudah sangat emosi, perempuan 50 tahun ini nekat memotong kemaluan suaminya.

Aksi si nyonya yang bikin ngilu kaum adam ini terjadi pada akhir Agustus kemarin. Eksekusi dilakukan suaminya tertidur pulas di apartemennya di Yeosu, sebuah kota di ujung selatan Korsel.

Terang saja, usai kejadian berlangsung, para tetangga Kim di apartemen langsung berdatangan ketika mendengar suara orang mengerang kesakitan.

Saat itu, sebagaimana dilansir dari Jejuweeksly, tetangga yang berdatangan mendapati suami Kim dalam kondisi terbaring di lantai. Para tetangga pun merasa terkaget-kaget.

Berdasar pengakuan para tetangga, selama ini rumah tangga Kim terlihat akur-akur saja. Sontak, insiden itu memantik pertanyaan.

Kepada polisi, Kim menyatakan bahwa suaminya telah mengabaikannya. Selain itu, Kim juga mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya. Bahkan, sang suami tak pernah memberi uang kepada Kim dan lebih senang bermain golf.

Saat ini sang suami yang dipotong anunya dalam kondisi kritis di rumah sakit. Polisi bakal menyelidiki kasus dan mengeluarkan surat penahanan untuk mengungkap motif Kim memotong organ vital suaminya. (dms/JPC)

Menteri Pertahanan Itu Seorang Perempuan

0

batampos.co.id – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menunjuk Nirmala Sitharaman, 58, sebagai menteri pertahanan pada Minggu (3/9).

Dia adalah perempuan kedua yang mengisi kursi menteri pertahanan India. Sebelumnya, ada mantan PM Indira Gandhi.

Posisi tersebut semula diduduki Arun Jaitley yang juga menjabat menteri ekonomi. Pekan lalu, Jaitley menegaskan bahwa dirinya ingin fokus menangani masalah ekonomi saja. Bagi Sitharaman, promosi itu sangat istimewa. Sebelumnya, dia menjabat menteri muda di Kementerian Perdagangan.

Sangat mungkin Sitharaman dipilih karena terkenal sebagai negosiator ulung di posisi lamanya. Alumnus Jawaharlal Nehru University tersebut juga diperbincangkan di jagat maya. Banyak pihak yang memujinya.

’’Seorang perempuan yang terpilih sebagai menteri pertahanan adalah salah satu tanda besar dari pemberdayaan perempuan di suatu negara,’’ ujar Shashank Singh di akun Twitter-nya.

Berdasar data yang dikumpulkan kantor berita Reuters, saat ini ada 15 menteri pertahanan perempuan di seluruh dunia. Di antaranya, Ursula von der Leyen di Jerman, Jeanine Hennis-Plasschaert di Belanda, serta Marise Payne yang dilantik menjadi menteri pertahanan Australia pada 2015.

Sitharaman akan mengawal program modernisasi militer yang diperkirakan menghabiskan anggaran USD 150 miliar atau setara dengan Rp 2 ribu triliun. Merevitalisasi seluruh armada militer di India merupakan salah satu ambisi Modi sejak menjadi PM. (Reuters/HindustanTimes/sha/c18/any)

Jangan Tidur, Malam Ini Dibuka Pendaftaran CPNS Tahap 2

0
ilustrasi F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah kembali membuka formasi lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terbaru. Pembukaan dilakukan di 60 enam puluh Kementerian atau Lembaga serta satu pemerintah provinsi yakni Kalimantan Utara.

Kapan jadwalnya?

Informasi resmi terkait dengan persyaratan pendaftaran dan jadwal dapat diakses mulai hari ini, Selasa tanggal 5 September 2017 pukul 23.00 WIB.

Masyarakat bisa langsung melacak di situs resmi Kementerian PANRB www.menpan.go.id, situs BKN: https://sscn.bkn.go.id, serta situs Kementerian/Lembaga yang bersangkutan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur menjelaskan, bagi pelamar yang sudah mendaftar pada penerimaan putaran pertama pada pembukaan Kementerian Hukum dan HAM dan Mahkamah Agung, diperbolehkan mendaftar kembali.

Caranya tetap dengan menggunakan account SSCN yang telah dibuat sebelumnya. Namun apabila terdapat pendaftar pada penerimaan putaran pertama sudah dinyatakan lulus atau final diminta untuk tidak mendaftar lagi pada penerimaan putaran kedua.

Asman menegaskan, pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2017 ini dilakukan berdasarkan prinsip kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN atau titipan. Asman menambahkan tak ada pungutan biaya apapun dalam pelaksanaannya.

Asman meminta agar masyarakat atau calon pelamar termasuk orang tua pelamar tidak mempercayai apabila ada orang atau pihak-pihak tertentu (calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahapan seleksi.

“Apalagi jika ada keharusan menyediakan sejumlah uang atau imbalan lainnya. Jadi harus waspadai adanya penipuan. Jangan terkecoh dengan iming-iming oknum yang mengaku bisa membantu. Tidak ada orang yang bisa membantu meluluskan CPNS,” tegas Asman. (ika/JPC)

Komisi C Dorong Pemko Terapkan Public Service Mall di Jayapura

0

batampos.co.id – Komisi C yang membidangi perekonomian dan keuangan DPRD Kota Jayapura melakukan kunjungan kerja ke sejumlah dinas dan badan di Pemerintah Kota Batam sejak Senin (5/9/2017) lalu.

Rombongan berjumlah 12 orang itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C Joni Betaubun, Wakil Ketua Jan Williem Onggie, Sekretaris Komisi Wa Ode Hanifa dan enam anggota yakni Abisai Rollo, Akhmad Sujana, Umar Padesa, Abdul Rajab, Elia Karuri dan Sarce Soreng.

Kunjungan kerja ini menurut Joni Betaubun akan berlangsung selama tiga hari dengan tujuan pihaknya ingin mengetahui secara jelas bagaimana sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil di Pemko Batam mengelolah perpajakan, perizinan dan penataan pasar.

Rombongan ini mengawali kunjungannya ke Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Pemko Batam di lantai 5 gedung Bersama. Mereka langsung diterima oleh Kepala Disperindag dan ESDM Pemko Batam, Zarefriadi.

Dalam paparannya, Zarepriadi mengungkapkan bahwasannya hingga saat ini terdapat 38 unit pasar yang tersebar di 12 kecamatan dengan rincian 33 pasar milik swasta dan pengelolaannya sepenuhnya oleh pihak swasta dan 5 lainnya pasar pemerintah yang dikelolah oleh Pemko Batam.

Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Batam sendiri sebanyak 3.734 orang di 38 pasar tersebut. Tentunya pengelolaan retribusi pasar menjadi perhatian utama dalam kunjungan kerja ini. Selain mendengar pemaparan, para wakil rakyat ini langsung berkunjung ke sejumlah pasar untuk melihat langsung kondisi pasar serta aktifitas pedagang.

“Kami sangat puas berkunjung ke Batam karena bisa melihat langsung bagaimana pemerintah kota mengelolah pasar yang ada,” ujar Jon Betaubun.

Kunjungan yang tak kalah menarik adalah ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam. Rombongan dijamu langsung oleh Kepala DPMPTSP, Gustian Riau dan sejumlah kepala bidang.

Komisi C ingin mengetahui sistem pengelolaan perizinan yang ada di Pemko Batam. Gustian Riau membeberkan sejumlah terobosan yang telah dan yang akan dilaksanakan untuk memudahkan investor dan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan terutama perizinan yang mudah, murah dan tentunya cepat.

DPMPTSP Batam sendiri menurut Gustian telah menjadi rule model PMPTSP secara nasional. Tentunya apa yang diterapkan di Kota Batam ini bisa diterapkan di Kota Jayapura.

Dalam paparannya, Gustian menyebutkan beberapa terobosan yang dilakukan yakni diterapkannya perizinan online dan percepatan perizinan.

“Agar lebih cepat kami juga bikin kebijakan paket perizinan. Ada juga perizinan keliling, door to door juga mall to mall. Ini bentuk jemput bola yang dilakukan untuk memudahkan masyarakat dan tentunya investor mengurus izinnya,” ujar Gustian Riau.

Khusus untuk kawasan industri, Gustian menyebutkan bahwasannya ada terobosan baru yang diterapkan yakni investor disuruh membangun terlebih dahulu kemudian pengurusan izin menyusul. “Jadi investor kami suruh bangun saja dulu. Izinnya belakangan,” katanya.

Terobosan lain yang dilakukan adalah coffe morning pihaknya dengan para stakeholder yang bergerak di bidang jasa, industri dan lainnya. Coffee morning ini sebagai forum diskusi membahas semua persoalan termasuk hambatan perizinan dan investasi yang dihadapi,” katanya.

Yang menakjubkan adalah paparan Gustian Riau terkait pengoperasian Public Service Mall dalam waktu. Public Service Mall ini berada di gedung Sumatera Expo, Batamcenter.

Konsep Public Service Mall (PSM) ini meniru apa yang dilakukan di Georgia, salah satu negara yang terkenal dengan perizinan tercepat di dunia saat ini. Menurut rencana, untuk peresmian PSM ini seluruh kepala daerah di tanah air akan diundang. Di Indonesia menurut Gustian, Bali serta Surabaya juga akan melakukan inovasi ini.

PSM ini menjadi tempat untuk seluruh hal yang berkaitan dengan perizinan akan terkoneksi dalam satu sistem. Bea Cukai, Imigrasi, Samsat, BP Batam, DPMPTSP, perbankan dan lainnya akan berada dalam satu area terpadu.

“Semua perizinan digabungkan jadi satu sebagai project nasional. Mislanya orang ingin perpanjang paspor, tak perlu antre lagi di kantor Imigrasi. Tapi langsung ke Public Service Mall,” katany.

Di PSM ini ada tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Inggris dan China yang diterapkan untuk mempermudah komunikasi dalam pelayanan.

Jon Betaubun mengapresiasi terobosan ini. “Ini hal baru yang kami dapat dari kunjungan ini. Terutama Public Service Mall. Kami nantinya akan panggil dinas terkait untuk menyampaikan hal ini agar kedepan Jayapura bisa mencontoh Kota Batam,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Wakil Ketua Komisi C, Jan Williem Ongge juga mengaku termotivasi dengan apa yang telah dan akan dilakukan dalam pelayanan DPMPTSP di Batam untuk memudahkan perizinan.

Anggota Komisi C lainnya, Elia Karuri juga berharap agar Pemko Jayapura dapat meniru terobosan yang dilakukan Pemko Batam. “Karena selain memudahkan masyarakat, terobosan ini juga tentunya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Jayapura,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Selain ke dua dinas ini, rombongan Komisi C DPRD Jayapura juga berkunjung ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris BPRD Pemko Batam Zulkifli Aman.

Tujuan kunjungan ini untuk mengetahui trik BPRD Batam mengelolah sumber-sumber pendapatan serta terobosan untuk menambah pundi-pundi PAD yang nilainya hampir Rp 1,2 Triliun saat.

Salah satu terobosannya menurut Zulkifli Aman adalah kerjasama dengan perbankan untuk penempatan typing box (semacam ATM) di sejumlah objek pajak yang datanya terintegrasi dengan sistem perpajakan di DPRD Kota Batam. (spt)