Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 12942

Pelantar Rakyat Rubuh, 10 Orang Jatuh ke Laut

0
Warga sedang berusaha memperbaiki pelantar yang rubuh yang menyebabkan 10 orang jatuh ke laut.

batampos.co.id – Pelantar atau pelabuhan rakyat yang terbuat dari papan dan kayu di Jalan Nusantara, Kecamatan Karimun kemarin (10/9) pukul 15.30 wib rubuh. Akibatnya 10 orang warga yang ada di atas pelantar rersebut jatuh ke laut dan menyebabkan luka-luka.

”Tidak semua bagian pelantar yang rubuh. Tapi hanya sepanjang sekitar dua meteran saja. Namun akibat dari kwryntuhan tersebut telah menyebabkan 10 orang warga terjatuh ke laut. Diperkirakan ketinggiannya mencapai 3 meter dan beruntung ada air laut sebatas lutut,” ujar Yanto warga yang tinggal di lorong jembatan tersebut kepada Batam Pos.

Memang, katanya, sebelum kejadian pelantar kayu itu rubuh ada beberapa orang warga sedang berdiri sambil berbual-bual. Artinya, ada yamg sedang berkumpul. Ditambah lagi ada satu unit sepeda motor.

”Sehingga, kondisi jembatan yang sudah lapuk dan ditambah dengan ada yang berkumpul di lokasi menyebabkan pelantar kayu tersebut tidak lagi mampu menahan beban. Jadi, pada saat warga jatuh, maka sepeda motor juga ikut jatuh ke laut,” paparnya.

Apa yang diketahuinya, ada tiga orang, salah seorang wanita separuh baya yang mengalami luka-luka pada bagian kaki dan tangan. Kumungkinan tertimpa sepeda motor. Karena pada saat diangkat ke atas tidak bisa berjalan.

Andi, warga lainnya menyatakan kondisi pelantar ini sudah lama dan sudah selayaknya harus diperbaiki.

“Pelantar ini biasa digubakan warga untuk pergi dan pulang ke Pulau Parit. Setiap hari ada ratusan warga yang menggunakan pelabuhan ini. Selama ini kalau ada kerusakan biasanya diperbaiki oleh masyarakat,” ungkapnya. (san)

 

Polisi Tangkap Pengedar Heroin dan Sabu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun berhasil melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka pengedar narkotika jenis heroin dan sabu. Penangkapan ini dilakukan dalam waktu dan lokasi yang berbeda.

”Untuk kasus pengedar heroin kita lakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial RH pada Jumat (8/9) di Jalan Sidomulyo, RT 002/ RW 002 Kecamatan Karimun. Penangkapan terhadap RH dilakukan di rumahnya dan tidak ada perlawanan. Dari penangkapan tersbeut, kita menyita delapan paket heroin siap edar dengan berat 4,92 gram. Selain itu, kita juga menyita timbangan, sendok yang digunakan untuk memasukkan heroin ke dalam kantong plastik,” ujar Kasat Res Narkoba, AKP Nendra Madyatias kepada Batam Pos, Sabtu (9/9).

Hasil pemeriksaan terhadap RH, kata Nendra, bahwa heroin tersebut didapat dari abang kandungnya berinisial IJ. Setelah diberitahu, maka pihaknya mencoba untuk melakukan penyelidikan ke tempat-tempat yang disebutkan RH. Ternyata, IJ sudah tidak ada lagi di tempat tinggalnya dan juga ditempat yang biasa dikunjungi. Untuk itu, saat ini IJ ditetapkan sebagai DPO.

”Untuk kasus peredaran sabu, kita menangkap dua orang pelaku pengedar sabu pada Rabu (6/9) di tempat yang berrbeda. Yang pertama kita tangkap adalah Mg ketika yang bersangkutan sedang berada di tempat parkir sepeda motor disalah satu tempat hiburan malam. Dari tangan tersangka Mg ditemukan satu paket sabu. Kemudian, ketika kita tanya dari siapa barang tersebut, Mg akhirnya memberikan keterangan yang jelas dan lengkap dengan alamat tempat tinggal,” paparnya.

Dilanjutkan Nendra, pria yang disebutkan itu berinisial An yang tinggal di Belakang Kantor Orari, Kel;urahan Sei Lakam Timur. PAda saat polisi datang ke rumahnya, tersangka An sedang ti8duran di ruang tengah dan terkejut ketika polisi datang. Hanya saja, tersangka tuidak memberikan perlawanan. Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan tiga paket sabu, timbangan, plastik putih bening untuk pembungkus.

”Dari pengakuan tersangka An, sabu tersebut dibeli dari pria berinisial Yy. Setelah dijelaskan siapa Yy dan dimana tempat tinggalnya, penyidik kita juga melakukan pengembangan. Namun, setelah ke tempat tinggal Yy, orang yang dicari sudah tidak ada,” ungkapnya. (san)

Calon Indenpenden, Perlu 14.621 KTP

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah Tanjungpinang sudah dalam hitungan bulan ke depan. Pesta demokrasi ini membebaskan kepada siapapun untuk ikut serta dalam pemilihan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Baik itu melalui jalur partai politik maupun independen.

Untuk jalur terakhir itu, ada syarat wajib yang harus dipenuhi bagi para peminatnya. Ketua Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang, Robi Patria menerangkan, calon yang akan maju melalui jalur independen harus mengumpulkan paling sedikit 10 persen KTP masyarakat Tanjungpinang sebagai bukti dukungan.

“Jika mengacu pleno rekapitulasi terakhir daftar pemilih tetap Pilgub lalu, Tanjungpinang punya pemilih sebanyak 146.207. Dibulatkan saja sepuluh persennya itu ya 14.621 KTP yang harus disetorkan bagi yang mau maju lewat jalur independen,” terang Robi, Minggu (10/9).

KTP masyarakat itu, sambung Robi, harus dipastikan ke depan lolos dalam verifikasi mutakhir DPT atau daftar penduduk potensial pemilih yang bisa dicek di situsweb resmi KPU RI.

“Karena sekarang memang belum ada pleno DPT, maka yang jadi acuan DPT Pilgub dulu,” ujarnya.

Walau jumlah KTP minimal sudah terpenuhi, masih ada persyaratan teknis lain. Robi menerangkan, dari seluruh KTP tersebut harus tersebar minimal 50 persen dari luas Tanjungpinang, atau setidaknya mencakup merata di tiga kecamatan.

“Semakin tersebar, semakin merata, semakin baik kelengkapan syaratnya,” terang Robi.

Jika memang ada yang tertarik maju lewat jalur independen, Robi mengimbau persyaratan pengumpulan KTP ini bisa dilakukan mulai sekarang. Sebab, pada 25 November mendatang, persyaratan KTP tersebut harus sudah diserahkan pada KPU Tanjungpinang.

“Baru nanti akan kami verifikasi dan cek lagi KTP yang dikumpulkan. Jika memang memenuhi syarat, nanti pada 8-10 Januari 2018 akan dilakukan pendaftararan calon pasangan kepala daerah serentak dengan yang lewat jalur partai politik,” pungkas Robi. (aya)

Pak Kades Terjaring OTT saat Terima Duit Rp 500 Ribu

0
Pak Kades saat diperiksa Polisi

batampos.co.id – Kepala Desa Tanjung di Natuna, Musmulyadi, diringkus tim Saber pungli Polres Natuna. Tengah menerima uang dari warga yang diduga pungutan liar dari hasil kepengurusan surat tanah.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga mengatakan, Kades Tanjung ini tertangkap tangan tengah menerima uang sebesar Rp 500 ribu dari pemilik lahan untuk dikeluarkan surat tanah, disalah satu warung di pantai Tanjung, Sabtu (9/9) kemarin.

“Kades ini tertangkap tangan, disalah satu warung di Tanjung. Penangkapan oknum Kades ini berdasarkan informasi yang ditelusuri tim saber,” kata Charles, Minggu (10/9).

Dikatakan Charles, sebelum dilakukan tangkap tangan. Tim Saber pungli menerima informasi dari masyarakat. Bawah kepala Desa memungut biaya untuk kepengurusan surat tanah sebesar Rp 2 juta.

Saat tangkap tangan tersebut, tim saber pungli menyita uang sebesar Rp 500 ribu. Merupakan sisa pembayaran dimuka sebelumnya sudah dibayarkan sebesar Rp 1,5 juta, sebelum tanah warga terjual.

“Uang yang diterima Kades ini adalah sisa uang dari kepengurusan surat tanah. Dan besarannya ditentukan Kades sendiri sebesar 10 persen 10 persen dari harga penjualan tanah,” terang Charles.

Saat ini oknum Kepala Desa sudah diamankan di Mapolres untuk dimintakan keterangan lanjut. Dan dilakukan penyelidikan lanjut.(arn)

Drainase Mangsang Dilebarkan, Warga Tak Lagi Cemas Banjir

0
Kondisi drainase di Perumahan Mangsang Permai Seibeduk yang sedang dikerjakan Dinas Bina Marga Kota Batam.
Foto: Yulianti/ batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam terus menggesa perbaikan drainase di sejumlah wilayah di Kota Batam. Salah satunya drainase yang ada di Mangsang Permai Seibeduk.

Pantauan Batam Pos, drainase yang sebelumnya mengalami penyempitan sudah terlihat lebih luas. Di tepi drainase dipasang semen beton penahan longsor.

Warga sekitar mengatakan perbaikan drainase tersebut mulai terasa dampaknya. Warga juga mengaku tak cemas banjir lagi.

“Di sini langganan banjir, sebab drainasenya sempit dan sering longsor,” ujar Ida, warga Kavling Mangsang Permai, Minggu (10/9).

Dia mengatakan setiap hujan turun, air dari drainase tersebut meluap ke badan jalan bahkan masuk ke rumah warga.”Alhamdulillah, sejak dilebarkan, banjir tak sampai masuk rumah kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengatakan pihaknya terus menggesa pembangunan drainase guna menuntaskan permasalahan banjir yang terjadi di kota Batam.

Ia berharap pelebaran ini bisa segera rampung pengerjaanya, sehingga tidak ada rumah warga yang terendam banjir saat debit air meningkat.

“Kita maunya besarlah pasti dan sanggup menampung debit air, luasan drainse bisa 5-7 meterlah,” katanya kemarin.

Ke depan pihaknya akan melebarkan drainase hingga menuju laut. Ia menyebut saat ini masih banyak drainase induk yang belum ideal dan memerlukan pelebaran.

“Drainase hilir jadi harus besar, karena seluruh aliran air bermuara di sana sebelum ke laut. Asal ada lahan kita akan perluas,” terangnya. (cr19)

Batuampar 10K Diikuti Ribuan Peserta

0
Para peserta lomba lari Batuampar 10 K saat meninggalkan garis start di samping Hotel Allium Jodoh, Minggu (10/9). Acara tahunan ini diikuti oleh dua ribuan lebih peserta baik umum maupun pelajar.

batampos.co.id – Sebanyak 2.400 peserta ikuti lomba lari Batuampar 10K, Minggu (10/9). Tak hanya peserta Batam, gelaran tahunan Kecamatan Batuampar ini juga diikuti pelari dari daerah lain.

“Kami sengaja datang dari NTT, di kasih tahu teman ada lomba, bertiga kami ke sini,” kata Merry Mariana Paijo.

Jauh-jauh datang ke Batam, tiga-tiganya meraih juara. Merry juara satu kategori umum putri, diikuti adik kandungnya, Afriana Paijo. Sementara rekannya yang lain, Lamek J. Banu meraih juara tiga kategori umum putra.

Atlit yang kerap ikut lomba di luar negeri ini mengapresiasi Lomba Lari 10K Batuampar. Terutama rutenya yang penuh tantangan karena banyak tantangan. “Mudah-mudahan tahun depan lebih bagus lagi acaranya, kami rencananya ikut lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Theresia Kafiar tak mampu menahan haru saat dirinya meraih juara satu Lomba Lari Batuampar 10K kategori pelajar putri tingkat SMP. Airmatanya jatuh saat ia sampaikan capaian tersebut ia dedikasikan untuk ayahnya, Sulaiman Kafiar yang kini sakit dan dirawat di RS Elizabeth Batamkota.

“Hadiahnya untuk papa,” kata atlit binaan Batam Atletik Club ini, sembari terisak.

Tak sendiri, remaja yang kini duduk di kelas VII SMPN 28 Batamkota ini, juga ikut lomba bersama kakaknya, Monika Khafiar, yang juga dapat juara tiga dalam kategori yang sama.

“Senang, ini pertama kali saya ikut,” ucap Theresia.

Keluar sebagai juara tak ketinggalan nama Astrid Leonita Purba, jawara lari yang kerap jadi juara di Lomba Lari Batuampar 10K ini kembali menjadi juara satu kategori putri SD. “Buat tabung, bantu-bantu orangtua juga,” kata siswa kela VI SDN 005 Seibeduk ini perihal hadiahnya.

Lomba Lari Batuampar 10K adalah kegiatan rutin tahunan Kecamatan Batuampar, gelaran yang juga bekerjasama dengan Batam Pos ini, pesertanya tiap tahun meningkat. Dari awal yang hanya ratusan, kini diikuti ribuan orang.

“Tahun kemarin 2000 peserta, alhamdulillah tahun ini 2.400 dari nomor peserta yang kami bagikan,” kata Camat Batuampar, Tukijan.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, agenda tahunan kelak akan didorong menjadi agenda internasional, yang artinya diikuti negara lain minimal negara tetangga.

“Setelah pembenahan selesai insha Allah kita akan naikan, kita bisa jadikan ini agenda internasional bukan hanya nasional lagi,” ucap Rudi.

Seiring rencana, kedepan ada rencana pihaknya menaikan hadiah pemenang, dengan demikian akan banyak orang yang akan berpartisipasi.

“Tujuan saya memang itu, Batam jadi daerah wisata supaya semua orang datang ke Batam. Kalau banyak yag datang yang jualan ini pun dapat duit, artiya hidup kembali,” pungkasnya. (cr13)

2018, Pemko Batam Fokus Bangun Sekolah

0
Pekerja mengecor tiang SMKN 8 Farmasi di Dapur 12, Sagulung, Selasa (5/9). SMKN 8 ini akan digunakan pada tahun 2019 mendatang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan tahun 2018 mendatang fokus pada proyek fisik infrastruktur sekolah. Terkait pengadaan, termasuk rencana pengadaan 350 komputer bakal batal.

“Udah saya bilang kalau perlu dihilangkan saja (pengadaan komputer), saya lebih utama ke fisik,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, kemarin.

Ia menyampaikan, rencana pihaknya bukan tanpa alasan. Menurutnya fokus pembangun proyek fisik seperti Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) diyakini dapat menyelesaikan persoalan daya tampung yang kerap terjadi di Batam tiap tahunnya.

“Biar selesai masalahnya,” ucapnya.

Bahkan ia menampik pihaknya main-main dengan anggaran jika pihaknya kembali membatalkan pengadaan pengadaan 35 komputer. Justru langkah itu diambil sebagai bentuk keseriusannya terhadap penggunaan anggaran yang tepat dan lebih berdayaguna.

“Mana ada istilah main-main, kita kerja serius supaya masalah selesai. Pendidikan lagi masalah nih, tiap tahun terima murid, lokal tak ada,” ujarnya.

Lagipula, kata Rudi, rencana tersebut belum diputuskan baru pembahasan di DPRD Batam.

Menurutnya, jika dari pengadaan tersebut akan cukup dibangun satu sekolah. “Beli 350 komputer berapa duit itu, kan lumayan bisa stu sekolah. Tapi tergantung pembahasan lagi lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menyampaikan rencana pembelian 350 komputer 2018 mendatang. Beberapa anggota DPRD Batam menyoroti pengadaan tersebut, karena Disdik justru tak tahu akan disalurkan kemana komputer-komputer tersebut kelak.

Hingga kemudian, Kepala Disdik Muslim Bidin menyampaikan pengadaan tersebut dimungkinkan akan gagal, karena Pemko Batam fokus pada pengadaan fisik. Rencana pembatalan ini menyulut reaksi Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho, ia menyampaikan Disdik bermain dengan anggaran yang diajukan.

Udin berpendapat postingan anggaran terkait pengadaan komputer tersebut harus dilanjut. Sebab, tak mungkin DPRD kembali menggelar rapat hanya karena penyusunan anggaran Disdik yang belum matang.

“Tak mungkin rapat lagi. Banyak mitra Komisi IV yang akan dibahas. Dulu mereka ngotot dan sekarang kita ngotot meneruskan.Notulennya sudah dibuat,” beber Udin. (cr13)

Golkar Batam Buka Seleksi Bacaleg

0
Partai Golongan Karya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Batam mulai hari ini, Senin (11/9) akan membuka penjaringan bakal calon anggota legislatif, baik untuk internal maupun eksternal partai.

Penjaringan atau seleksi bakal calon anggota legislatif DPD Partai Golkar Batam ini nantinya dipimpin oleh tim 9 partai Golkar Batam, Yunus Muda.

“Ini bisa kita sebut proses seleksi awal atau audisi lah. Kami ingin mematangkan lebih awal siapa saja yang akan maju mencalonkan diri jadi bakal calon anggota legislatif 2019 baik mereka yang dari internal partai Golkar sendiri maupun dari luar partai Golkar seperti tokoh misalnya,” ujar Ketua DPD Partai Golkar, Ruslan Ali Waschin didampingi Yunus Muda, Sabtu (9/9) sore.

Nantinya Golkar Batam akan mencari bacaleg yang kuotanya sebanyak 120 persen dari jumlah kuota kursi di masing-masing dapil di Batam.

“Misalnya dalam satu dapil kuota kursi yang harus diperebutkan 10 kursi, kami akan mencari bacaleg sebanyak 12 kursi atau 120 persen. Dari 120 persen bacaleg nantinya, 20 persennya kita berikan ke calon dari luar Partai Golkar,” terang Yunus Muda.

Untuk seleksi atau bisa dikatakan assessment bacaleg resminya nantinya akan dimulai pada tahun depan di bulan Maret.

“Seleksi bacaleg ini, kita ingin mencari kandidat caleg yang layak untuk dicalonkan. Apakah bacaleg ini dikenal masyarkat Batam, seperti apa dilingkungan tempatnya tinggal, seperti apa kariernya, semuanya itu akan kami seleksi dan kami nilai,” kata Yunus Muda.

Golkar Batam sendiri optimis akan memperoleh 10 kursi di Kota Batam pada 2019 saat Pileg nantinya.

“Minimal kalau tak mendapatkan 10 kursi, ya kita pertahankan tujuh kursi seperti yang sudah ada saat ini di DPRD Batam,” terang Ruslan mengakhiri. (gas)

 

BP Batam Siap Digitalisasi Semua Perizinan

0

batampos.co.id – Batam memang masih tetap menarik dan seksi bagi investor asing. Terutama dari negara tentangga, Singapura. Namun ada banyak kendala berinvestasi yang dikeluhkan investor. Badan Pengusaha (BP) Batam pun menyadari itu dan siap berbenah, termasuk mendigitalisasi semua bentuk perizinan.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, mengatakan sejak awal Batam memang ditujukan untuk investasi. Jadi BP Batam pun memberikan prioritas yang sangat tinggi terhadap investasi. BP Batam bekerja untuk menggaet investasi, terutama investasi asing dan tidak menutup kemungkinan investasi dari dalam negeri.

“Sejak awal Batam dicanangkan sebagai kawasan industri, kami melakukan berbagai cara untuk menarik investor dari negara tetangga dan negara lainnya. Sekarang, lihat investasi di Batam sudah lebih dari 800-an PMA, akumulasi dari tahun 70-an,” jelas Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam ini kepada Batam Pos, Selasa (5/9).

Sampai kini, lanjut Gusmardi, BP Batam terus berkomitmen untuk meningkatkan investasi di Batam. Badan Pengusahaan (BP) Batam telah melakukan berbagai terobosan selama satu tahun ini untuk mempermudah investasi di Batam. Terbosan tersebut, yakni meperbaiki layanan perizinan yang diperlukan dalam berinvestasi. Serta perbaikan peraturan dan regulasi.

Terobosan ini berupa perbaikan sistem dari manual menjadi online (digital) di seluruh layanan yang dimanfaatkan oleh investor. Program ini diklaim bisa memberikan kemudahan investor, terutama dalam hal perizinan.

Gusmardi menyebut telah memangkas berbagai birokrasi perizinan. Sistem tersebut diterapkan dalam berbagai layanan seperti izin investasi tiga jam (i23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) yang sangat diapresiasi oleh investor.

Dengan program i23J ini investor mendapatkan kemudahan atau fasilitas karena sekaligus memperoleh 8 jenis produk perizinan investasi. Delapan jenis perizinan tersebut yakni; izin investasi, akta perusahaan dan pengesahan, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan, izin Rencana Penggunaan Kerja Asing (RPTKA), Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).

Dengan izin tersebut, lanjutnya, perusahaan yang memanfaatkan program i23j bisa segera menjalankan usahanya. Bahkan dengan program i23J, investor juga mendapatkan fasilitas KILK yang terhubung dengan kawasan industri yang ada di Batam.

Program tersebut, lanjutnya, memungkinkan bagi perusahaan yang telah mendapatkan izin investasi/izin prinsip, baik dari PTSP Pusat maupun PTSP di daerah setempat, dapat langsung melakukan konstruksi sambil secara paralel mengurus izin lainnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Lingkungan (UKL/UPL, Amdal), dan perizinan pelaksanaan daerah lainnya sepanjang telah memenuhi Tata Tertib Investasi Kawasan Industri (Estate Regulation), serta tidak ada syarat minimal investasi.

“Itulah kemudahan yang diberikan, seperti yang diminta Presiden Jokowi, kemudahan berusaha. Itu sudah kita lakukan sejak September 2016 dan diapresiasi pengusaha,” katanya.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami (keempat dari kiri) menyerahkan delapan dokumen perizinan lewat program i23J kepada Direktur PT Asus Technology Indonesia, Benjamin didampingi pengusaha ternama Batam, Abidin Hasibuan, beberapa waktu lalu._F Rifki

Sejalan dengan itu, beber Gusmardi lagi, BP Batam bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam berikan fasilitas percepatan importasi jalur hijau. Perusahaan baru yang sudah mendapat fasilitas i23J dan masih dalam tahap konstruksi dapat memperoleh layanan jalur hijau agar dapat mempercepat pengeluaran importasi mesin, barang, dan atau peralatan di pelabuhan.

“Jalur hijau atau green channel ini melancarkan lalu lintas kebutuhan baku perusahaan di Batam. Investor bisa mendapatkannya selama tidak ada catatan buruk oleh BC. Itu sangat cepat sejak 2016,” jelas Gusmardi.

Selain itu, BP Batam memperkuat pelayanan online Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB). Baik untuk idnustri maupun keperluan konsumen. SIKMB memudahkan pengusaha mengurus dan mendapat perizinan keluar masuk barang dalam waktu lebih cepat dan tanpa harus harus melalui perantara.

“Jadi cepat dengan aplikasi ini. Hanya 4 hari. Kita targetkan pada akhir tahun ini kita bisa keluarkan izin paling lama satu hari atau one day service,” tegas Gusmardi.

Lalu dari segi peraturan atau regulasi, Batam sebagai kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (BP), memiliki insentif dan fasilitas khusus sendiri. Seperti pembebasan pajak bea masuk, bea-cukai, dan PPN. Jadi semua barang dan bahan yangg masuk untuk produksi ke FTZ tidak perlu bayar bea masuk, PPN impor, dan cukai. Bebas PPN di Batam berlaku 70 tahun sejak 2005. Tak hanya itu, Di wilayah FTZ, status kepemilikan lahan yang diberikan kepada investor berlaku hingga 70 tahun. “Ini hukumnya pasti dan kuat,” jelas dia.

Bila penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam tentunya akan membawa beragam keuntungan yang lebih bagi investor. Selain banyak insentif, durasi sewa lahan di Batam akan lebih panjang dari sebelumnya, yakni dari 70 tahun menjadi 80 tahun.Aturan itu, kata Gusmardi, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Undang-undang tersebut mengamanatkan status kepemilikan lahan untuk pemilik Hak Guna Bangunan (HGB) bisa mencapai 80 tahun.

Sewa lahan hingga 80 tahun ini akan menjadi daya tarik baru bagi invetor, khususnya investor asing. Sebab jika dibandingkan dengan negara tetangga, durasi sewa lahan di Batam jauh lebih lama. Di Vietnam misalnya, sewa lahan maksimal hanya 60 tahun. Lalu sekarang dikurangi lagi sehingga tinggal 30 tahun.

Terkait dengan lahan untuk investasi, Gusnardi mengatakan BP Batam selalu siap membantu investor yang baru. Saat ini, lanjutnya, ada 24 kawasan industri di Batam yang masih memiliki lahan yang bisa digunakan oleh investor.

“Kalau ada investor yang cari lahan, kita akan bantu dan kita arahkan ke kawasan industri. Kita bisa fasilitasi (para investor) untuk bertemu dengan pengelola kawasan industri,” katanya.

Melalui kemudahan-kemudahan pelayanan dan perizinan yang diberikan, Batam akan menjadi magnet bagi para investor untuk berinvestasi. Pihaknya optimistis Batam punya prospek bagus tujuan investasi dibandingkan negara-negara lain, khususnya di kawasan sekitar. Menurut dia, Batam punya modal cukup kuat untuk diperhitungkan. Batam masih punya daya saing karena memiliki dan memberikan fasilitas yang lebih baik dari negara lain seperti Vietnam.

“Batam punya bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia, punya pelabuhan dan fasilitas i23J tersebut sangat kompetitif bagi pengusaha,” katanya.

Berbagai perubahan dan perbaikan sistem yang telah diaplikasikan oleh BP Batam diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan mewujudkan Batam sebagai jendela investasi di Indonesia. (uma/leo)

Andalan Baru Ekonomi Batam, Industri Digital

0

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Kamis (7/9), di Singapura menumbuhkan harapan baru untuk perbaikan perekonomian Batam. Jokowi dan Lee sepakat mengembangkan industri digital dan Batam sebagai penghubungnya.

Sebagai kawasan perdagangn dan pelabuhan bebas (FTZ), Jokowi meminta ekonomi Batam menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. “Ke depan Batam harus mampu menjadi kota dengan industri manufaktur berteknologi tinggi, dan pariwisata berbasis digital,” ujarnya.

Berbasis digital yang dimaksudkan Jokowi bukan hanya mendirikan industri kreatif. Bukan juga hanya di sektor pariwisata, tapi di semua lini bisnis potensial yang bisa dikembangkan di Batam dan wilayah lainnya di Kepri.

Di sektor industri animasi contohnya. Jokowi memuji langkah Chairman Citramas Group, Kris Taenar Wiluan yang telah mengawali industri digital di Nongsa. Mulai dari membangun Infinite Studio, sebagai pusat animasi dan studio film bertaraf internasional, hingga menbangun The Scene, kawasan hunian hotel (condotel) bernuansa kota film yang memadukan lokasi produksi film dengan suasana pariwisata.

Paling baru, membuat Nongsa Digital Park. Sebuah ekosistem mandiri untuk industri kreatif dan digital. Jokowi berharap, kelak Nongsa Digital Park bisa seperti Silicon Valley, daerah selatan San Francisco, California, Amerika Serikat, tempat para perusahaan yang bergerak dalam bidang IT berkantor dan membangun pusat datanya. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain, Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, Yahoo!, dan lainnya.

“Ini awal yang baik dan pemerintah sangat mendukung langkah tersebut,” kata Jokowi.

Di sektor industri manufaktur, Jokowi juga berharap Batam bisa menghadirkan industri berteknologi tinggi. Industri yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini. Ia mencontohkan industri telepon selular (ponsel) dan sejenisnya.

Di Batam, industri yang bergerak di bidang ini, harus mampu menyesuaikan teknologi mereka dengan keinginan pasar. Sehingga bisa mengerjakan produksi ponsel pintar (smartphone) dari brand-brand besar dunia. Mulai dari sektor hulu hingga hilirnya. Begitupun untuk produk IT atau elektronik lainnya.

Begitupun industri galangan kapal. Jokowi berharap lahir industri galangan berskala besar yang mampu mengerjakan pesanan kapal berspesifikasis khusus. Baik dalam hal ukuran maupun teknologi. Pelaku usaha galangan kapal harus mampu menyesuaikan permintaan pasar.

Para pelaku industri galangan kapal juga harus mampu menyajikan informasi digital tentang potensi industri tersebut di Batam. Mulai dari lokasi industri galangan kapal yang tersedia, spesifikasi, kemampuan produksi, jenis kapal yang bisa diproduksi, biaya-biaya untuk berbagai spesifikasi kapal, dan semua aspek tentang galangan kapal secara detail. Termasuk pengiriman, SDM, dan lainnya.

Dengan begitu, calon pemesan tidak sulit mengakses informasi apapun terkait kapal yang akan mereka pesan maupun untuk perbaikan atau perawatan kapal.

“Jadi Batam tak hanya sekadar tujuan, tapi juga hub atau penghubung masuknya investasi di berbagai bidang ke Indonesia,” kata Jokowi.

Di bidang perizinan, Jokowi mengingatkan Pemda di Batam maupun di Pemprov Kepri, supaya menyiapkan infrastruktur pelayanan perizinan yang berbasis digital. Semua bentuk perizinan harus bisa didigitalisasi dan sesederhana mungkin. Sehingga lebih cepat, mengurangi kontak pemohon dengan pemberi izin agar tak terjadi pungli, dan kemudahan lainnya. Tantangan ini harus bisa dijawab Pemda karena Batam kini ditetapkan jadi penghubung industri digital.

***

CEO Invinite Studios Batam Michael Wiluan (baju Pink) memberikan penjelasan kepada Kepala Pemerintahan Monako Pangeran Albert berkunjungan Ke Kinema Studio di Nongsa, tempo lalu. F-Cecep Mulyana/Batam Pos

Chairman Citramas Group, Kris Taenar Wiluan, mengakui posisi Batam sangat strategis dalam berbagai bidang. Bahkan bukan hanya Batam, tapi Bintan dan Karimun menjadi tumpuan suksesnya pembangunan ekonomi di Kepri.

Sebagai kota kepulauan, Kris menyebutkan Batam memang layak menjadi digital hub. Ia juga sepakat digital hub yang dimaksudkan Jokowi tidak diartikan sempit, melainkan lebih luas.

Namun, untuk mewujudkan itu, harus diawali dengan modernisasi dan pembenahan infrastruktur maritim, sehingga fungsi Batam sebagai digital hub dari Singapura ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya dalam bidang wisata, industri kreatif, dan manufaktur, bisa dicapai.

Pelabuhan Nongsapura yang dijalankan manajemen PT Nongsa Terminal Bahari (NTB) menjadi pelabuhan percontohan pertama di Kepri yang menjalankannya lewat kesepakatan kerja sama marketing dengan Singapore Cruise Centre (SCC) Singapura sebagai satu-satunya pengelola feri terminal di negara itu.

“Kerja sama peningkatan lalu lintas feri terminal ini salah satu wujud Batam jadi gate penghubung. Jadi kita harus buat kerja sama ini semua berjalan,” ujar salah satu dari 150 konglomerat terkaya di Indonesia tersebut.

Keterbukaan dan kecepatan informasi di era digital teknologi saat ini menjadi alasan utamanya dalam menjalin kerjasama antar negara ini. Menurutnya, ini semua ada kaitannya dengan perbaikan regulasi keamanan, marketing, imigrasi, dan bea cukai.

“Nah bagaimana supaya sinkron kerja sama ini? Ya, dengan konsep digital. Tapi tetap harus memilah dan memilih,” ujar Kris.

Hal ini telah ia buktikan dengan membangun kawasan terpadu di Nongsa. Mulai dari Nongsa Resort, pusat pengembangan animasi digital dan studio film (Infinite Studio), lokasi wisata yang juga Condotel bernuansa film (The Scene), serta yang baru saja dikembangkan, Nongsa Digital Park, sebuah ekosistem mandiri industri kreatif dan digital yang mendukung media digital di Indonesia dan Singapura.

Dia menyebutkan, di era terbuka sekarang, masing-masing industri di berbagai negara berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik. Seperti misalnya maskapai penerbangan Singapura yang memberikan tiket murah seharga 50 dolar Singapura ke Puket. Dengan begitu, para pengguna jalur penerbangan seperti traveler otomatis akan memilih penerbangan dari negara itu ke Thailand dengan pelanggan tak terbatas dari berbagai penjuru dunia lewat pesanan digital.

Demikian juga Malaysia yang kini mengembangkan pusat perbelanjaan terpadunya di Johor Bahru dan kota industri baru di Port Klang yang menggabungkan lima pulau. Meski tertinggal beberapa langkah dari Singapura, namun Malaysia sukses dengan kecepatannya membaca peluang.

“Nah Kepri, Batam. Kita dianugerahi alam dan pulau-pulau yang bagus, culture yang beragam harus dibangun seperti ini. Meskipun bagus tapi kalau lambat berbenah, ya jangan harap maju,” tegasnya.

Lantas bagaimana upaya perbaikannya? Kuncinya, kata Kris, tarik investor bekerjasama dengan Singapura.

Mengingat potensi ekonomi di Batam sudah mulai berubah dari industri reguler ke era industri kreatif berbasis ekonomi digital, maka Batam harus berbenah.

“Era digital sudah datang. Bagaimana pun kita harus menguasainya. Caranya dengan membangun SDM yang berkualitas, andal, dan kompetitif,” ujarnya.

Di Nongsa saja, saat ini ada 400 digital worker dari berbagai wilayah di Indonesia yang dipekerjakan. Karya mereka sudah dapat banyak penghargaan di berberbagai ajang internasional, seperti Emmy Award. Batam di Indonesia sudah mengembangkannya di Infinite Studio dan Nongsa Digital Park.

Saat ini saja, ungkapnya, tujuh opticable pendukung industri kreatif digital di Nongsa sudah masuk. Kalau itu sudah dioperasikan oleh para pekerja binaannya, maka cakupan mereka bukan hanya meliputi Singapura dan Indonesia saja, melainkan ke seluruh dunia.

“Supaya itu berjalan sempurna, dibutuhkan kerja sama,” ucapnya.

Menurutnya, jalinan kerja sama Batam-Singapura itu penting. Batam harus mampu menjadi penyedia sektor atau lahan peruntukan perindustrian untuk Singapura, seperti manufaktur dan pariwisata.

“Nah kita, mau tak mau harus menerima financial hub-nya ada di Singapura. Intinya harus simbiosis mutualisme. Jangan mau dimanfaatkan saja seperti selama ini, tapi sama-sama memanfaatkan,” tegasnya.

Benahi Perizinan

Pemerhati Ekonomi yang juga pengusaha asal Batam, Johannes Sulistyawan menyebutkan, Pemprov Kepri, khususnya Pemerintah Kota Batam dan BP Batam harus berbenah jika benar-benar ingin bangkit dari keterpurukan ekonomi saat ini.

“Benahi regulasi perizinan, perhatikan kenaikan upah minimum regional, keamanan kawasan, dan lain-lainnya. Dengan begitu iklim investasi meningkat,” ujarnya.

Johannes menyebutkan, salah satu masalah krusial yang membuat investor enggan menanamkan modalnya di Batam adalah regulasi perizinan yang berbelit dan status hukum lahan yang masih tak jelas.

“Pemko dan BP harus segera menyelesaikan ini. Jangan bisanya mengajak masuk investor tapi segala hal di dalamnya rumit. Jadinya, seringnya hanya menjadi wacana tanpa praktik. Itu masalahnya,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Radjagukguk menyebutkan berbagai persoalan yang menghambat iklim investasi di Batam selama ini sangat cepat terbaca di Singapura. Seperti penetapan upah minimum kota (UMK) yang naik setiap tahun, demonstrasi, kepastian hukum terkait lahan, regulasi perizinan, lalu lintas barang yang melibatkan syahbandar dan bea cukai, pengaturan BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan yang terpisah, serta tidak adanya insentif seperti tax amnesty atau tax holiday seperti yang selama ini dilakukan Malaysia dan Vietnam untuk menarik para investor masuk ke negaranya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong menyebutkan, potensi industri kreatif termasuk industri digital yang berkembang di Indonesia saat ini dianggap berpengaruh besar dalam membangun ekosistem standar global.

Sekarang, skala prioritas pengembangan Indonesia dalam sektor ini adalah sektor pariwisata.

“Pemerintahan telah menetapkan pariwisata sebagai leading sektor. Seluruh kementerian dan komunitas di Indonesia wajib mendukung,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sesuai dengan misi Indonesia Go Digital 2020, diharapkan mampu menciptakan 1000 teknopreneur, satu juta petani dan nelayan dengan fokus kunci bidang industri yang terhubung dengan kepariwisataan.

“Di Indonesia, saat ini tengah dikembangkan di Nongsa Village (Batam,red),” ujarnya.

Dalam menarik investor kali ini, Thomas menyebutkan, Indonesia kini tengah berbenah, mengembangkan proyek pembangunan dari infrastruktur kawasan ke setiap sektor mulai dari transportasi, produk lokal, wisata, kuliner, dan keterbukaan informasi.

“Kami membutuhkan kerjasama pihak ketiga to finance the infrastructure project in Indonesia, khususnya di zona BBK (Batam, Bintan, Karimun), Toba, Mandalika, Sulawesi, dan Belitung,” jelasnya.

Dalam pertemuan para investor itu, para pengusaha Singapura menyebutkan siap berinvestasi di Indonesia. “Asal ada kepastian hukum dan jaminan regulasi cepat. Saya kira kami siap,” ujar Chairman Federasi Bisnis Singapura (SBF), Teo Siong Seng. (nur/cha)