Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 12950

Setelah Dive Center, Ada Marina di Tanjung Lesung

0

Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 menjadi momen istimewa bagi pariwisata Banten, utamanya Kabupaten Pandeglang. Selain event yang digelar sukses, festival selama tiga hari ‪22-24 September‬ itu juga menorehkan sejarah dimulainya pembangunan Rhino Dive Center di Tanjung Lesung.

Dive Center ini diyakini akan membuat wisata bahari Tanjung Lesung bakal makin dilirik wisatawan mancanegara (wisman). Apalagi, PT Banten West Java (BWJ) saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan Marina agar Tanjung Lesung bisa didatangi kapal-kapal yacht atau kapal wisata.

Direktur Utama BWJ Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, pembangunan dive center ini merupakan langkah awal agar potensi wisata bahari di Tanjung Lesung bisa tereksplor secara maksimal.

“Kita sedang menyasar yacht club. Nanti setelah dive center ini sudah jadi, mereka tidak akan ragu lagi untuk melakukan aktivitas diving di Tanjung Lesung,” kata Poernomo, Sabtu (23/9).

Saat pembangunan dive center ini berjalan, lanjut Poernomo, pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata didukunh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga tengah gencar melakukan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) tersertifikasi untuk mengelola wisata diving di Tanjung Lesung.

“Dive center proses pembangunan. Pelatihan juga terus berjalan. Saat pembangunan selesai, sudah bisa langsung dikelola dive centernya. Tidak ada yang ngganggur,” ujar Poernomo.

Sedangkan untuk Marina, jelas Poernomo, pihaknya sedang melakukan riset bekerja sama dengan lembaga professional untuk visibility study sejauh mana kelayakan Tanjung Lesung untuk dibangun Marina.

“Saat ini yang ada baru mini Marina. Kita inginnya Tanjung Lesung memiliki Marina yang layak didatangi kapal pesiar. Risetnya sudah
dilakukan, hasilnya akan keluar tidak lama lagi,” ungkap Poernomo.

Bila memang layak, tambah Poernomo, pihaknya akan mengalokasikan anggaran hingga Rp 300 miliar untuk membangunnya. Anggaran itu selain untuk Marina, juga diperuntukkan fasilitas lainnya untuk pendukung pelabuhan Marina.

“Yang jelas saat ini kita sedang menunggu hasilnya. Bila layak, kita sudah menyiapkan anggaran Rp miliar untuk pembangunannya,” tukas Poernomo.

Kepala Bidang Promosi Wisata Bahari Kemenpar Florida Pardosi mengatakan, pembangunan dive center ini akan menjadi triger pengembangan wisata bahari di Tanjung Lesung. Menurutnya, di Tanjung Lesung ini masib banyak yang bisa dieksplor untuk mencari spot diving.

“Dengan adanya dive center nanti akan memberikan dampak yang signifikan bagi Tanjung Lesungdalam mendatangkan wisman. Apalagi Tanjung Lesung ini dekat dengan Jakarta. Para diver yang selama ini datang ke Jakarta, pilihannya hanya Kepulauan Seribu, nanti mereka punya pilihan baru lagi yaitu Tanjung Lesung,” kata wanita yang biasa dipanggil Butet ini.

Menurut Butet, karakter wisatawan diver memiliki karakter khusus. Berbeda dengan wisman biasa yang kerap mencari destinasi indah, para diver cenderung langsung menuju lokasi diving begitu tiba di Indonesia.

“Mereka ini karakternya berbeda, begitu datang ke Indonesia, mereka tidak akan mampir-mampir ke tempat wisata, melainkan langsung menuju tempat diving. Dive center ini akan menarik perhatian mereka untuk mencoba mengeksplorasi bawah laut Tanjung Lesung dan sekitarnya,” papar Butet.

Butet berharap industri pariwisata turut memanfaatkan adanya dive center ini agar menciptakan paket-paket wisata yang sasarannya pecinta diving.

“Jika dive center hanya mengandalkan wisatawan yang sudah ada dan datang memang dive center tidak akan optimal. Diharapkan peran serta para industri pariwisata untuk turut mempromosikan dan menjual paket-paket khusus diving di Tanjung Lesung dan sekitarnya,” tutur Butet.

Menpar Arief Yahya juga ikut mendorong keseriusan pemimpin daerah untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tujuannya untuk pariwisata, akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Tanjung Lesung.

“Yang penting CEO commitmen. Bila Gubernur dan Bupatinya commit, maka semua go easier. Tapi bila tidak, maka semuanya akan menjadi sulit. Saya berterima kasih Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang Irna Narulita yang sudah menunjukkan commitmennya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menyebut Tanjung Lesung yang berada di Provinsi Banten yang unggul dari wisata bahari sangat tepat memiliki dive center dan Marina. Dua fasilitas tersebut tentunya akan berdampak positif untuk mempercepat infrastruktur lainnya. “Ini akan meningkatkan kunjungan wisman secara signifikan,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

Trek Alam dan Bukit Awan Menjadi Magnet Toraja Mountainbike 2017

0
ilustrasi

Toraja Mountainbike 2017 bukan cuma memacu adrenalin peserta beradu nyali menuruni jalan perbukitan Toraja, lebih dari itu para pesepeda mendapat bonus pemandangan alam sepanjang 21 KM selama kurang lebih 2 jam bersepeda.

Sport Tourism menurut Menpar Arief Yahya adalah cara pintar daerah untuk membangun infrastruktur dan sekaligus mempromosikan daerahnya. Sebab, media value atau indirect impact nya jauh lebih besar, di hampir semua sport event berkaliber dunia.

“Tentu juga ada direct impact nya buat masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di daerah. Memperkenalkan Toraja melalui cycling itu lebih dahsyat promosinya,” ungkap Arief Yahya.

Gumpalan awan putih dan kabut pegunungan menyambut para peserta saat start di Tongkonan Lampe, Sabtu, (23/9). Sebanyak 384 peserta mulai dari dewasa sampai anak-anak ambil bagian dalam event bertajuk ‘Jelajah Negeri di Atas Awan’ ini.

Sebelum start, panitia mementaskan tarian tradisional khas Toraja, Tarian Ma’Gellu lengkap dengan iringan instrumen musik suling dan gendang Toraja. Selama 10 menit panitia menyuguhkan pentas seni pada peserta.
Hendry Noviardi selaku Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Kementrian Pariwisata didampingi Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Toraja Utara, Harli Patriatno melepas peserta pukul 8 pagi WITA waktu setempat.

Menuruni perbukitan sepanjang 21 KM dari start sampai finis di Lapangan Bakti, para peserta mendapat panorama alam perbukitan Toraja. Mereka melewati perkampungan adat dengan rumah-rumah tradisional Toraja, Tongkonan.

Kemudian para peserta diajak melintasi bukit dengan jalur tebing berkelok-kelok di sisi sungai . Trek ini menuntut fisik para peserta. Bahkan, banyak dari mereka menyerah karena trek terlalu berat. Para peserta mengakhiri perjalanan sekitar pukul 11 siang.

Harli menjelaskan, Disbudpar Toraja Utara sedang gencar mempromosikan wisata alam di samping terus menggiatkan wisata budaya di Toraja. Dia menyadari betul segmentasi wisata budaya sangat sempit atau terbatas.

Melihat fakta itu, Hari menilai, Disbudpar perlu menggenjot atraksi wisata lain untuk mendukung destiansi wisata alam. Harli berharap, melalui event Toraja Mountainbike 2017 bisa menjadi “batu loncatan” Dispudpar Toraja Utara untuk mempromosikan wisata alam.

“Kami berharap, melalui ajang sepeda gunung ini menjadi pintu masuk diversifikasi destinasi wisata alam di Toraja. Apalagi dengan kontur pegununan, olahraga-olaharaga bersifat petualangan seperti paralayang, off-road dan motor trail cocok di Toraja,” ujar Harli di lokasi start.

Rampung bersepada, panitia menggelar pertunjukan musik di Lapangan Bakti. Panitia membagi-bagikan doorprize kepada peserta berupa alat-alat elektronik sampai motor. Peserta Toraja Mountaibike 2017 bukan hanya berasal dari Toraja, tetapi juga dari luar daerah seperti Makassar, Gowa, sampai Pangkep.

Selain dari Sulawesi. Peserta bukan hanya dari Sulawesi tetapi juga berasal dari Kalimantan dan Papua. Terbukti, event Toraja Mountainbike 2017 telah menjadi daya tarik bagi penggila sepeda.

Senada dengan Harli, Hendry, merasa Toraja Mountaibike wajib menjadi agenda tetap. Terlebih, Toraja Utara sudah dua kali menghelat dua agenda serupa pada 2011 dan 2013 lalu. Atraksi -atraksi wisata itu bukan sebatas sepeda gunung, tetapi bisa berkembang menjadi trekking, rafting bahkan potensi atraksi panjat tebing bisa menjadi atraksi menantang di Toraja Utara.

“Sport tourism harus berkembang di Toraja. Terlebih, melihat kontur pegunungan, Toraja berpotensi besar mengundang wisman dan wisnus untuk mencoba destinasi wisata alam baru di sini selain wisata budaya. Atraksi -atraksi wisata wajib dikembangkan untuk mendukung destinasi wisata alam di sini, ” papar Hendry.(*)

Junko Agus Sapa Zumba Lovers Batam, Kepri Mall pun Riuh

0
Peserta Zumba di Kepri Mall.
foto: putut / batampos.co.id

batampos.co.id – Dan hall Kepri Mall pun jadi riuh. Make some noise…..

Junko Agus master Zumba Indonesia hadir menyapa para zumba lover Batam.

Ini adalah kehadiran pertama Junko di Batam berjumpa dengan Zumba Lovers Batam.

“Salut, hanya dalam tempo dua minggu panitia berhasil mengumpulkan zumba overs sebanyak ini,” ujar Junko di hadapan Zumba Lovers yang berkumpul di Kepi Mall.

“Biasanya perlu tempo tiga bulan atau dua bulan untuk menggelar acara seperti ini,” imbuhnya.

Ada pesan khusus yang disampaikan Junko kepada Zumba Lovers, sukung zumba.

“Siapapn yang bikin acara seperti ini datang ya, support terus,” serunya di atas panggung.

“Hadir dan have fun.”

Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party yang digagas Batam Pos pada Minggu (24/9/2017).

Musik menghentak.

Peserta yang kebanyakan perempuan segera mengikuti gerak Junko dengan semangat begitu Junko mengajak mereka memulai gerak zumba.

Zumba bukan sekadar senam, zumba melibatkan kemampuan dance.

So, enjoy it.(ptt)

Tim Crisis Center Kemenpar Tarus Pantau Situasi Gunung Agung

0

Sejak muncul tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali, alarm Menpar Arief Yahya ikut bersuara. Dia memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali. Terutama menyangkut kepariwisataan, di Pulau Dewata itu.

Menpar Arief masih belum angkat bicara soal peristiwa alam itu. Dia berpesan agar warga Bali, yang mengalami dampak langsung fenomena vulkanik ini, agar tetap bersabar, dan sama-sama berdoa kepada Tuhan YME agar senantiasa diberi keselamatan. “Kami turut prihatin,” kata Arief Yahya.

Menteri asli Banyuwangi ini juga berharap kepada warga Bali, yang tidak terkena dampak langsung, agar ikut berpartisipasi membantu, bergotong royong, dan juga berdoa kepada Tuhan YME.

“Kepada wisatawan, harap waspada, ikuti saran dan anjuran pemerintah, agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak seandainya terjadi erupsi,” kata Arief Yahya.

Sementara itu, laporan Ketua Tim Criais Center Kemenpar, Ngurah Putra, sekarang sudah pada posisi Level 4 yaitu posisi awas. Radius jarak pantau dari 9 km diperluas menjadi menjadi 12 km.
Menurutnya, pemerintah Provinsi Bali bersama BPBD telah mengantisipasi dengan melakukan pengungsian tehadap penduduk yang berada dekat gunung agung sejumlah kurang lebih 15.000 orang di tenda dan tempat yang aman .

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginstruksikan kepada semua instansi dinas Provinsi Bali untuk memberikan bantuan pada pos pos yang telah ditentukan dan telah dilaksanakan mulai hari ini.

Laporkan juga, Dispar Bali bersama Dispar kab/kota dan stake holder pariwisata akan mengadakan pertemuan untuk membantu saudara-saudara kita melalui pos-pos yang sudah ditentukan.

Yang pasti, kata Ngurah Putra yang berdarah Bali itu menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai sampai malam ini, Sabtu, 23 September pukul 19.00 tetap aman, berjalan normal, tanpa ada pembatalan penerbangan. “Semoga tetap lancar dan aman,” kata Ngurah putra dengan nada datar.

Tim Crisis Center juga mencatat, belum ada wisman yang melakukan pembatalan ke Bali. Juga belum ada laporan wisman yang mempercepat kepulangan karena erupsi gunung agung itu. “Mohon doa semua pihak, agar situasi Gunung Agung segera normal, kembali seperti biasa,” ujar Ngurah Putra.(*)

 

Aktivitas Kepariwisataan di Bali Selatan Semarak

0

Perubahan status “siaga” Gunung Agung Bali dari Level 3 ke Level 4 “awas” masih belum berdampak ke Selatan. Suasana di Kuta, masih tetap seperti pekan-pekan sebelumnya. Aktivitas masyarakat dan wisatawan masih tetap normal. Bandara Ngurah Rai juga masih berjalan seperti biasa.

Menpar Arief Yahya meminta tim Crisis Center mengerahkan segenap civitas academica STP Nusa Dua Bali untuk membantu bertugas di posko-posko yang disiapkan Pemprov Bali. Terutama untuk menghimpun informasi dan menghandle wisatawan yang berada di seputar kawasan itu.

Ketua Tim Crisis Center Kemenpar Ngurah Putra menyebut pemerintah Provinsi Bali bersama BPBD telah mengantisipasi dengan melakukan pengungsian tehadap penduduk yang berada dekat gunung agung sejumlah kurang lebih 15.000 orang di tenda dan tempat yang aman.

Dari Kuta, satu event yang diinisiasi Kemenpar adalah Bali International Open Piano Competition (BOPC) 2017. Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata RI, Ni Putu Gayatri yang berada di lokasi event Ballroom Padma Resort Legian, Kuta, Bali juga menyebut kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Pianis-pianis dari Australia, Korea Selatan, Prancis, Singapore dan Jepang yang ikut tampil juga merasa nyaman. Tidak terpengaruh oleh aktivitas vulkanik yang memang jaraknya sangat jauh dari Kuta. “Semua baik-baik saja, lancar dan tertib,” ujar Ni Putu Gayatri.

Sejak Jumat, H-1, 21 September 2017, para pianis peserta kompetisi piano internasional itu sudah menjajal grand piano yang disiapkan panpel itu. Mereka mendaftar ulang, dan diberi waktu untuk menyesuaikan dengan piano besar Kawai itu.

Dalam kompetisi piano ini dipertandingkan 6 kategori untuk free choice dan 6 kategori untuk selection choice didasarkan ketegori usia. Dari daftar ulang ini nuansa dan rasa kompetisinya mulai terasa. Masing-masing peserta mulai melirik-lirik kemampuan peserta lain.

Ini wajar saja, karena banyak peserta yang belum pernah saling bertemu. Dari pianis nasional sendiri, mereka betasal dari Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Bogor dan kota-kota besar lainnya.

“Mereka bersaing dengan pianis dari negara asing yang membawa seluruh official, guru piano dan keluarganya,” kata Eleonora Aprilita, Panpel dari OpusNusantara.

Emma Rose Koeswandy (6 tahun), peserta karegori A Free Choice yang jauh-jauh datang dari Sydney, Australia juga bersemangat untuk berkompetisi. Emma datang ditemani kedua orang tuanya sangat antusias mengikuti proses daftar ulang.

Dia merasa mempunyai lawan yang hebat dan seru. “Emma Rose sendiri pernah memenangi ajang piano Eistedford Ryde 2017 dan Australia World Category 7 and Under The Most Potential,” lanjut Eleonora.

‘’Music is about exploring performance. Musik tidak bisa dipaksakan dan tiba-tiba langsung bisa. Sebagai orang tua kita harus mendampingi dan mengikuti proses bermusik anak. Ini kompetisi pertama yang diikuti Emma di luar Austalia ,’’ tutur Lusi Koeswandy, ibu Emma Rose.

Lusi Koeswandy menuturkan dengan mengikuti kompetisi ini, anak mempunyai wadah untuk belajar dari peserta lain. Anak akan menjadi terlatih dengan peserta-peserta yang di luar komunitasnya sendiri, apalagi dengan peserta dari berbagai negara.

“Kalau bisa bikin even di saat holiday school, pasti akan lebih banyak peserta dari Australia. Kita bisa sembari berlibur dan berkompetisi,’’ usul Lusi Koeswandy.

Yuhana Okumura peserta asal Jepang, kategor
Yuhana Okumura peserta Free Choice D category, membawa penerjemah karena tidak bisa berbahasa Indonesia.

‘’Saya merasa bersemangat sekali mengikuti ajang kompetisi ini, apalagi peserta lainnya sepertinya bagus-bagus dan hebat. Ini menambah semangat,’’ kata Yuhana.

Eleonora menambahkan peserta kompetisi piano itu hampir pasti sudah datanh jauh hari sebelum hari H. Mereka butuh suasana, menyiapkan mental, menjajal tempat dan alatnya. (*)

Anna Buang Sampah Number Two di Halaman Budde

0
ilustrasi

Buanglah sampah di tempatnya. Termasuk sampah number one dan number two alias buang air kecil dan besar.

Nah, hal itulah yang, tampaknya, dilupakan oleh seorang pelari cewek di Colorado Springs, Colorado. Sebut saja namanya Anna. Saking kebeletnya, Anna melakukan number two di halaman Cathy Budde.

Parahnya, hal itu dia lakukan nyaris tiap hari selama beberapa minggu. Budde menjelaskan, anaknya beberapa kali memergoki Anna. Putranya melihat Anna dengan santai berjongkok, lalu melakukan ritualnya.

’’Saat aku tegur, dia cuma bilang, ’Yeah, maaf ya,’ lalu lari seperti nggak ada apa-apa,” paparnya. Yang bikin sebel, ”sampah” itu tidak ditutup dan dibiarkan begitu saja.

”Kami akan mengawasinya. Kasus tersebut abnormal dan baru pertama di sepanjang karirku,” tegas Sersan Polisi Johnathan Sharketti sebagaimana dikutip Mirror.

Dia telah memintai keterangan Budde dan putranya tentang ciri-ciri pelaku. Warga sekitar pun ikut membantu. Mereka membikin poster pencarian yang ditempel di sekitar perumahan Budde.

Mungkin lain kali Anna bisa lari sambil bawa sarung dan sekop. Waktu alam ”memanggil”, paling enggak dia bisa nguruk tanpa buka-bukaan. (Mirror/fam/c6/ttg)

Tubuh Terpotong di Tepi Jalan

0
ilustrasi: wahyu kokkang / jawa pos

Sesosok tubuh terpotong tergeletak di depan rumah tetangganya. Darah kental melumuri tubuh tersebut.

Tetangga pun menelepon 911. Rupanya, panggilan itu bukan yang pertama diterima Kepolisian. Sudah banyak pengguna jalan yang melapor.

Kejadian horor ini terjadi di Chuckey Pike, Greene County, Tennessee, AS, akhir pekan lalu.

Itu hanya dekorasi Halloween. Penggagasnya adalah Joseph Lovergive, warga setempat.

Dia memotong sebuah manekin, lalu melumurinya dengan darah bohongan dan meletakkan tubuh jadi-jadian tersebut di tepi jalan depan rumahnya. Saking hebohnya, polisi sampai membuat pengumuman di laman resmi Facebook mereka.

’’Perhatian, semuanya! Buat yang lewat Chuckey Pike di Greene County: ITU CUMA DEKORASI HALLOWEEN. Jangan menelepon 911, melaporkan penemuan mayat. Ucapkan selamat kepada pemilik rumah karena bikin pajangan yang keren,’’ tulis polisi.

Meski keren, banyak yang menilai dekorasi Lovergive terlalu berlebihan.

’’Dekorasi Halloween seperti itu buat Hollywood saja. Mendingan pakai labu,’’ tulis salah seorang pengikut akun Facebook Kepolisian Greene County.

Benar juga sih. Selain nggak bikin kaget, labu cukup serbaguna. Kalau lapar, bisa dimasak. Kalau sebel sama pacar, bisa dilempar. (Huffington Post/fam/c14/na)

Hari Ini, Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party Digelar di Kepri Mall

0
Senam Zumba. Foto: istimewa

batampos.co.id – Acara Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party yang digagas Batam Pos pada Minggu (24/9) ini di Kepri Mall siap digelar.

“Persiapan sudah oke, tinggal pelaksanaan acara saja,” ujar penanggung jawab Event Organizer Batam Pos, Herman Mangundap kepada Batam Pos, Sabtu (23/9).

Acara yang dihadiri pelopor zumba di Indonesia, yakni Junko Agus ini diharapkan bisa berlangsung sukses serta mampu memberi kesan yang mendalam dan positif kepada para peserta atau zumba lovers di Kota Batam.

“Sejauh ini antusias pendaftaran peserta sangat baik. Kita juga masih membuka pendaftaran sampai hari H, atau on the spot,” kata Herman.

Beberapa peserta yang merupakan pecinta zumba atau zumba lovers di Kota Batam mengaku sudah tidak sabar lagi dengan acara tersebut.

Seperti Maria Elizabeth, sebagai pelopor zumba di Kota Batam, dengan kehadiran Junko dalam acara tersebut bisa sekaligus mendongkrak popularitas olahraga zumba dan mengenalkan zumba ke masyarakat Batam pada umumnya.

“Ini acara sangat positif banget. Terlebih dengan datangnya Junko yang untuk pertama kalinya ke Batam. Pastinya zumba lovers se-Batam sangat menantikan acara ini,” ujar Betty, sapaan akrabnya.

Acara Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party yang dimulai pukul 10.00 WIB di Kepri Mall ini juga diharapkan mampu mengundang antusias khalayak dan publik Batam.

Tak hanya itu, para peserta yang beruntung juga bisa mendapatkan doorprize atau lucky draw berhadiah total puluhan juta rupiah yang sudah disiapkan panitia.

“Mudah-mudahan acara nanti bisa berlangsung sukses. Para peserta juga diharapkan mampu tampil semaksimal mungkin dalam aerobic competition karena Junko tampil sebagai juri,” tambah Herman.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai sponsor yang telah mendukung terselenggaranya acara Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party ini.

Para pihak sponsor yang terlibat juga ikut memeriahkan acara tersebut dengan mendirikan stan-stan mereka di sekitar lokasi acara.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak sponsor yang dengan dukungan mereka, acara ini bisa terselenggara dengan baik,” tutup Herman. (cr16)

Tim WFQR 4 Lanal Batam Amankan 50 TKI Ilegal

0
foto: Kapt Mulyadi / TNI AL untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Lanal Batam, mengamankan speed boat tanpa nama bermesin Yamaha 250 PK 3 unit yang membawa 50 TKI ilegal dari Malaysia, di perairan Lagoi, Bintan pukul 09.45 WIB, Sabtu (23/9).

Komandan Pangkalan TNI AL Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo mengatakan, penangkapan berawal atas informasi yang diterima Unit Intel Lanal Batam dari masyarakat, bahwa akan masuk TKI ilegal dari Malaysia tujuan Batam yang diduga membawa narkoba.

Atas perintah Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo, tim WFQR 4 Lanal Batam dipimpin oleh Pasintel Lanal Batam Mayor Laut (P) Wijoyo melaksanakan penyekatan terhadap jalur masuk menuju wilayah Batam dengan Patkamla Sea Rider 1 Lanal Batam.

Berdasarkan informasi tersebut, speed boat pembawa TKI ilegal mengalami habis bahan bakar, sehingga kepulangan ke Batam tertunda. Namun pada saat tim WFQR melaksanakan penyekatan, mencurigai adanya speed yang melaju ke arah Malaysia dengan muatan jirigen berisi bahan bakar sehingga menimbulkan kecurigaan.

Selanjutnya tim melaksanakan penyekatan mendekati perbatasan dan mendeteksi secara visual mencurigai adanya speed boat yang melaju dari perairan Malaysia dengan kecepatan tinggi menuju perairan Batam.

“Tim WFQR 4 Lanal Batam pun mengejar speed boat yang berusaha melarikan diri tersebut,” ujar Ivong.

Tepat di perairan Lagoi Bintan, speed boat berhasil dihentikan hingga dilaksanakan pemeriksaan terhadap speed dan penumpangnya.

“Ternyata speed tersebut membawa penumpang TKI tanpa dilengkapi dengan dokumen dan alat keselamatan yang memadai,” terangnya.

foto: Kapt Mulyani / TNI AL untuk batampos.co.id

Ia menambahkan, speed boat tanpa nama yang membawa TKI ilegal itu merupakan salah satu target operasi (TO) tim WFQR 4 Lanal Batam. Penumpang TKI ilegal yang diamankan sebanyak 50 orang, terdiri dari penumpang laki-laki 39 (38 dewasa, 1 anak-anak) dan 11 perempuan (9 dewasa, 2 anak-anak).

“Kepulangan mereka ke Batam dari Malaysia melalui pengurus/agent TKI ilegal yang  berinisial B dan dengan tekong MH, 2 orang ABK berinisial K dan SD,” sebut Ivong.

Sesampainya di dermaga Lanal Batam, dilakukan pengecekan terhadap TKI dan barang bawaan serta dilaksanakannya tes  urine untuk antisipasi penyelundupan narkoba melalui para TKI.

“Dari hasilnya belum ditemukan narkoba dalam barang bawaan, namun untuk tekong MH dan ABK berinisial M terindikasi sebagai pengguna narkoba (ekstasi) dan akan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dari penyelidikan melalui tekong pembawa TKI, diketahui 22 September 2017 speed boat berangkat dari Tanjungpinang dan singgah di Batubesar Nongsa menaikkan TKI. Selanjutnya menuju ke pantai Tanjung Sadeli Malaysia dan sesampainya di pantai Tanjung Sadeli Malaysia, dilanjutkan menaikkan para TKI ilegal ke speed.

“Pukul 02.00 waktu setempat speed boat tersebut bergerak dari pantai Tanjung Sadeli Malaysia dengan rencana tujuan ke Batubesar, Nongsa,” jelas Ivong.

Saat ini speedboat bersama dengan tekong, ABK dan penumpangnya diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam, guna proses lebih lanjut untuk mengungkap jaringan human trafficking di wilayah Batam. (nji)

 

 

 

Atasi Pakir Liar, Dishub Siagakan 50 Petugas di Lima Titik

0
Seorang warga berperan seperti juru parkir tanpa seragam meminta uang parkir di kawasan bisnis Bumi Indah Nagoya. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Maraknya parkir liar di Batam membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menyiagakan 50 petugas parkir di lima lokasi di Kota Batam. Kelima lokasi tersebut adalah,

  • Jalan Engku Puteri, atau depan kantor Wali Kota,
  • depan Pelabuhan Batamcentre,
  • Jalan Iman Bonjol Nagoya,
  • pintu masuk Nagoya Hill,
  • Jalan Raden Patah, Nagoya, sampai simpang Mc Donald, Jodoh.

“Sudah dua pekan ini, kelima titik tersebut kami jaga,” kata Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri, Jumat (22/9).

Menurut dia, di titik-titik tersebut sering digunakan pengendara kendaraan untuk lokasi parkir. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Mereka parkir sembarangan di bahu jalan sehingga menyebabkan jalan menjadi macet.
“Kebanyakan jalan yang sudah dilebarkan pemko dijadiakan area parkir. Dan ini yang sedang kami tertibkan,” sambung Yusfa.

Ditambahkan dia, pada tahap pertama ini, petugas parkir baru sebatas memberikan sosialisai larangan parkir kepada pengendara. Bagi pengendara yang membandel, lajut dia, akan diberikan teguran berupa, pengempesan, penderekan dan sekaligus penilangan. Petugas parkir yang berjaga disana akan dibagi tiga shift dan bertugas selama 14 jam, mulai pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB.

“Sanksi-sanksi ini akan segera kita terapkan,” tegas Yusfa.

Selain pengendara yang membandel, dishub juga akan menertibkan petugas parkir yang ketahuan sengaja menyuruh atau membiarkan parkir di lima titik bahu jalan tersebut. Terlepas dari petugas titu adalah petugas dishub penertipan akan dilakukan tegas.

“Kita akan tindak, baik itu pengendara kendaraan atau petugas parkir,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPRD Batam, Li Khai menilai pelebaran jalan yang dilakukan pemko Batam malah dijakdikan lokasi parkir liar. Di depan Martabak Har, Nagoya misalnya. Bahu jalan yang baru selesai tersebut dimanfaatkan untuk lokasi parkir.

“Sebagai wakil rakyat disana saya banyak mendengar keluhan parkir liar ini,” tuturnya.

Berbicara Pendapan Asli Daerah, kata Li Khai, mestinya dishub lebih selektif. Banyak retribusi parkir yang mestinya masuk ke daerah, malah bocor ke petugas parkir liar. Maka tak mengherankan jika retribusi parkir yang terus mengalami penurunan.

“Pantasan target retribusi Rp 30 miliar turun Rp 6 miliar. Banyak retribusi parkir yang bocor,” ucap Li Khai.

Untuk itulah ia berharap, agar titik-titik parkir yang tidak terdaftar di dishub segera ditertibkan. Karena selain potensi PAD hilang, keberadaan parkir liar ini membuat jalanan menjadi macet. (rng)