batampos.co.id – Lembaga pelatihan atau kursus non formal mulai marak di Tanjungpinang. Karena itu, pemerintah kota mulai memperhatikan keberadaan lembaga ini dengan melaksanakan lokakarya tentang pengembangan manajemen dan perizinan.
Sekretaris Daerah, Riono mengungkapkan, fenomena maraknya lembaga pelatihan dan kursus non formal ini merupakan gejala yang baik bagi preseden Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi.
“Ini jadi salah satu indikator kota ini mulai berkembang,” ungkapnya.
Terbukti, pada lokakarya tersebut, setidaknya ada 50 pengelola lembaga-lembaga kursus dan pelantihan yang hadir guna menyerap pembelajaran yang secara gratis dilaksanakan Pemko Tanjungpinang.
Lembaga-lembaga kursus ini, tambah Riono, menunjukan bahwa masyarakat juga sudah mulai peduli terhadap pendidikan non formal.
“Berkembangnya lembaga-lembaga kursus menandakan bahwa daerah tersebut sangat sejahtara, dalam artian sejahtera karena orangtua mampu mengirimkan anaknya ke lembaga kursus,” kata Riono lagi.
Para acara itu, Riono mememberikan pemahaman kepada peserta terkait perizinan yang merupakan bagian dari legalitas untuk usaha, lembaga kursus maupun pelatihan harus memiliki perlindungan hukum, seperti perizinan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap lembaga kursus dan pelatihan.
“Kita tidak hanya perduli dengan pendidikan formal saja, tetapi pendidikan non formal juga kita perhatikan,” katanya.
Dengan perkembangan pendidikan non formal yang sangat pesat, kata Dadang, bisa menjadi baromater bagi pendidikan formal. Ia berharap semakin berkembangnya lembaga pendidikan khursus dan pelatihan, maka dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kota Tanjungpinang. (aya)







