Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12980

Bintan Kukuhkan Family Sport Tourism melalui IRONMAN 70.3

0
Ratusan peserta mengikuti event Iron Man di Lagoi Bay Bintan, Minggu (20/8). F.Yusnadi/Batam Pos

Dua atlet pria dan wanita asal Selandia Baru Mike Philips dan Amelia Watkinson sukses menjadi jawara perhelatan IRONMAN 70.3 Bintan. Bertempat di Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia, kedua atlet asal Selandia Baru itu menjadi kampiun acara berlevel internasional tersebut, 20 Agustus 2017.

Mike menjadi atlet pria tercepat dengan waktu 3 Jam 54 menit. Sedangkan atlet wanita tercepat adalah Amelia Watkinson dengan waktu 4 Jam 20 Menit.

“Selamat bagi para pemenang. Para pemenang akan mendapatkan total hadiah USD 15.000 dan kesempatan 30 slot untuk Ironman World Championship 2018 yang akan kami laksanakan di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan. Terima kasih juga kepada Indonesia yang telah menjadi tuan rumah yang baik dan alamnya yang sangat menawan,” ujar Nathalie Marquet, CEO Metasport, sebagai Panitia Pelaksana event tersebut asal Singapura.

Untuk Bintan, ini merupakan prestasi ciamik yang patut diacungi jempol. Pasalnya, destinasi yang juga masuk ke dalam wilayah destinasi Crossborder tanah air ini sukses menjadi tuan rumah yang baik. Kemasan acara pertandingan pun menarik. Sebelumnya, sebanyak 300 anak umur 6 – 12 tahun turut serta dalam kompetisi lari dengan jarak sejauh 1,5 kilometer yang diberi nama “Iron Kids”.

Iron Kids yang menjadi rangkaian kegiatan IRONMAN 70.3 Bintan 2017 berlangsung pada Sabtu (19/8) sore kemarin di Lagoi Bintan, dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizky Handayani. Rizki juga mendapatkan kehormatan mengibarkan Flagoff bersama Kepala Dinas Pariwisata Luki Prawira dan pihak sponsor Indofood di pertandingan inti IRONMAN.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaki Prawira mengatakan, dengan suksesnya acara ini menunjukkan bahwa popularitas IRONMAN 70.3 Bintan sudah dikenal luas. Lebih dari itu, juga menunjukkan Bintan sebagai destinasi lengkap yang layak dikunjungi wisata keluarga.

“Benar, IRONMAN ini potensinya dahsyat. Dia bisa menciptakan image bahwa Bintan destinasi yang lengkap dan cocok untuk didatangi bersama keluarga besar baik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Karena setiap peserta pasti membawa keluarga, jadi IRONMAN ini bisa kita sebut dengan Bintan Family Tourism,” ujar Luki Zaki Prawira yang juga diamini oleh General Manager Bintan Resorts Cakrawala, Abdul Wahab.

Lebih lanjut Luki mengatakan Bintan memiliki berbagai syarat yang harus dimiliki satu destinasi. Mulai dari aksesibilitas, amenitas juga atraksi. Bahkan semua unsur tersebut di Bintan telah berstandar dunia dengan keragaman yang dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan.

“Destinasi kita sangat lengkap, bahkan di Bintan punya kolam renang yang ada hanya di Bintan, kita punya lapangan golf, kita punya resort yang lengkap. Jika anda membawa keluarga, sudah pasti akan tertampung di sini dan semua happy dengan alam yang asli dan tidak dimilliki negara lain. Kita punya keindahan alam yang bisa kami persembahkan di IRONMAN. Tentu ini akan memberikan dampak yang besar,” ujar Luki yang diamini Wahab.

IRONMAN 70.3 Bintan 2017 diikuti 1.200 peserta yang 80 persennya adalah wisatawan mancanegara terdiri dari 52 negara. Para Triathlete ‘melahap’ rute menantang yang ‘dibungkus’ dengan keindahan pemandangan alam di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Yang akan membawa para triathlete ke perjalanan tak terlupakan di Pulau Bintan.

Para peserta akan memulai lomba pada pagi hari dengan berenang sejauh 1,9 kilometer dari titik start di Plaza Lagoi, pusat pengembangan pariwisata Teluk Lagoi di zona khusus Bintan Resort.

Selanjutnya para atlet bersepeda sejauh 90 kilometer di jalanan yang mulus dan lebar. Baik renang dan sepeda, masih mengambil rute yang sama dengan tahun lalu. Dimana rute tersebut dianugerahi sebagai “The Best Long Course” di Asia pada 2016 oleh Asia Tri.

Sementara untuk rute lari, telah dilakukan penyesuaian oleh Meta Sport selaku penyelenggara lomba. Dimana peserta akan menempuh jarak sejauh 21 kilometer dengan lintasan yang lebih memudahkan triathlete serta memiliki pemandangan lebih menarik dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Sehingga akan lebih menarik bagi para triathlete.

Wahab juga memaparkan, dari 1.200 Triathlete, family dan spectator-nya lebih 3.000 Wisman. Karena setiap atletnya membawa dua hingga tiga orang anggota keluarganya ke Bintan berolahraga sambil berwisata.

“Hotel kami sebanyak 1.800 kamar di wilayah Bintan, habis ludes karena mereka membawa keluarga. Bayangkan saja jika rata-rata perorang ditaksir spending money 1.000 dolar AS, maka jika dalam satu resort saja yang habis ter-booking 1.800 kamar dengan rata-rata dua orang, maka bisa tercapai nilai 3,6 juta dolar AS,” ujar Luki.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara Rizki Handayani menyatakan Kementerian Pariwisata akan terus konsisten mendukung event-event sport tourism dengan level internasional.
Olahraga saat ini menjadi lifestyle, peningkatan kesadaran masyarakat dunia untuk hidup sehat, dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak atraksi, dalam bentuk event.

Wanita berhijab itu mengapresiasi Ironman 2017, karena selain mendatangkan wisman juga meningkatkan exposure pariwisata Bintan di dunia internasional. Kemenpar mendukung kegiatan semacam ini tidak hanya secara langsung, namun bisa dari sisi lain.

Sebagai contohnya, program PWI Terpadu Crossborder yang menawarkan paket menarik bagi wisman, dengan kolaborasi yang selalu ditekankan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yakni Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi.

“Kami terus menggenjot promosi dengan berbagai skema, dengan program promosi wonderful Indonesia terpadu, mendukung program di wilayah crossborder, kami melalukan program kerja sama dengan Airport Changi di Singapura, kita menjual paket di Singapura kerjasama dengan wholeseller, kerjasama dengan event MICE,”kata Rizki.

“Bintan ini adalah pintu masuk yang sangat ‘seksi’ untuk wisatawan Singapura maupun Malaysia, kita harus menjaganya dengan atraksi dan kebersihannya harus fokus agar wisatawan nyaman ke Batam dan Bintan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

Dian Sastro Cinta Sumba, Luna Maya Terpesona Tana Toraja

0
Dian Sastro

Menteri Pariwisata Arief Yahya berterima kasih kepada para selebriti tanah air yang suka posting liburannya di media sosial. Mereka sudah membantu mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia semakin populer dan dikenal meluas.

“Tanpa disadari, itu bisa mengendors destinasi yang mereka sukai. Dan yang lebih mengharukan, mereka dengan seluruh kesadarannya, memposting sendiri dengan tulus dan iklas. Itu luar biasa, dan membantu pariwisata,” kata Arief Yahya.

Kesibukan yang padat justru membuat selebritas Indonesia selalu meluangkan waktu untuk pelesiran. Selain ke luar negeri, para selebritas Indonesia juga sering menjelajahi destinasi di tanah air. Salah satu selebritas yang gemar bertamasya adalah Dian Sastro Wardoyo.

Bintang film Ada Apa Dengan Cinta itu juga selalu mengunggah foto-foto pelesirannya ke Instagram. Dalam beberapa unggahan terakhir, Dian memajang foto tentang keindahan Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wanita 35 tahun itu terang-terangan mengagumi eksotisme Sumba. Dalam beberapa foto terlihat Dian berbaur dengan warga lokal. Dia juga sempat mengenakan kain khas Sumba.

Selain itu, istri Indraguna Sutowo tersebut juga pernah memajang foto ketika naik kuda Sumbawa. Tak hanya berlibur, Dian juga memiliki misi mulia di sana. Dia berupaya membantu warga Sumba, terutama soal air bersih.

Dengan membawa nama Yayasan Dian Sastrowardoyo, dia menggandeng Plaza Indonesia dan Samsung untuk menggelar pameran foto, video, dan kain khas Sumba.
Pameran bertajuk Lukamba Nduma Luri-Benang Yang Memberi Ruh, Kain Yang Memberi Hidup itu digelar di Plaza Indonesia pada 6-31 Agustus.

“Saya jatuh cinta pada Sumba. Personally, saya jatuh cinta banget sama kain tenunnya. Saya memang sangat suka kain tenun tradisional. Tenun Sumba berbeda banget,” ujar Dian beberapa waktu lalu.

Aura Kasih juga termasuk selebritas yang gemar pelesiran. Bintang film Asmara Dua Diana itu terlihat getol menyambangi alam bebas. Tidak mengherankan, akun Instagram resminya dipenuhi foto-foto saat dia pelesiran ke berbagai destinasi alam di penjuru Indonesia.

Beberapa foto menunjukkan dia tengah menikmati keindahan Bali. Ada pula foto yang memperlihatkan dirinya tengah pelesiran ke Jogjakarta. Di sela-sela shooting, Aura Kasih juga selalu menyempatkan waktu untuk menjelajahi wisata alam.

Misalnya, ketika dia shooting di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Dia menyempatkan diri pergi ke Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Setelah itu, dia mengunggah foto liburannya ke Instagram.

“Dengan sering main ke destinasi wisata dan mengunggah di Instagram bisa mengenalkan ke dunia. Apalagi nge-tag tempatnya supaya merasa memiliki dan kenal,” ujar Aura Kasih.

Artis lain yang gemar traveling adalah Lola Amaria. Pemain sinetron sekaligus sutradara itu juga menyukai wisata alam. Instagram-nya diisi beberapa foto tentang keindahan alam nusantara.

Di antaranya, Gunung Rinjani dan Gunung Agung. Lola juga memiliki kepedulian tinggi terhadap destinasi wisata di Indonesia. Dia membuktikannya dengan mengajak warga membersihkan sampah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/8).

Aksi bersih-bersih itu merupakan rangkaian pemutaran film Labuan Hati di Pelabuhan Pelni. Lola juga mengajak beberapa artis seperti Raymond Tungka dan Nadine Chandrawinata untuk membersihkan sampah.

“Tidak hanya sekadar memutar film, kami juga ingin mengambil bagian untuk menumbuhkan rasa atau peduli untuk menjaga kebersihan bersama-sama. Baik untuk masyarakat setempat dan juga para wisatawan lokal dan mancanegara. Kita harus mencintai dan merawat serta menjaga alam yang indah di Labuan Bajo ini,” kata Lola.

Artis cantik Luna Maya juga getol menjelajahi keindahan alam Indonesia. Sama seperti selebritas lain, dia juga selalu mengunggah foto pelesirannya ke Instagram.

Misalnya, foto saat dia liburan ke Bali. Luna juga mengaku cinta terhadap Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Beberapa waktu lalu, Luna sempat pergi ke Tana Toraja untuk shooting film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody.

Meski harus melewati perjalanan panjang, Luna mengaku puas setelah melihat keindahan Tana Toraja. Selain mengagumi keindahan alam, artis 34 tahun itu juga terpesona budaya Tana Toraja.

“Toraja indah banget. Saya jatuh cinta banget,” kata artis kelahiran Denpasar, Bali itu.
Selain itu, kekasih Reino Barack tersebut juga sangat menyukai kopi Toraja. Menurut Luna, aroma dan rasa kopi Toraja sangat menggoda lidah.

“Pertama kali datang saya langsung jatuh cinta. Orang Sulsel itu luar biasa. Kopi Toraja itu juga sangat luar biasa. Enak banget,” ujar Luna. (*)

Puas Tonton Prambanan Jazz, Menteri Rini Siap Dukung Penuh Pariwisata

0

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kagum akan pesona festival Prambanan Jazz di komplek Candi Prambanan, 19 Agustus 2017. Dia pun langsung mengaku siap mendukung penuh pariwisata.

Ya, pesona Prambanan Jazz memang sukses. Menteri Rini memang lebih cocok dengan musik genre jazz.

Dengan didampingi Dirut Bank BTN Maryono, Dirut BRI Suprajarto, Dirut BNI Achmad Baiquni, dan Dirut Telkom Alex J Sinaga, Menteri Rini terlihat enjoy dan relaks. Selain suguhan jazz di Candi Hindu terbesar dunia, dia juga juga ikutan menyambangi stan-stan yang menampilkan produk UKM (Usaha Kecil Menengah).

“Kegiatan Prambanan Jazz ini cukup bagus. Harus dikembangkan dan diperluas demi mendukung wisata nasional. Industri wisata harus terus digalakkan karena salah satu sumber penerimaan negara,” ujar Menteri Rini di lokasi festival Prambanan Jazz, Sabtu (19/8) malam.

Menteri Rini mengaku datang ke Festival Prambanan Jazz untuk membuktikan kepopuleran event tahunan ini. Apalagi event ini juga didukung oleh Telkom dan BRI.

“Jadi sebagai bentuk dukungan, sekaligus saya mau lihat juga acara Indihome Prambanan Jazz ini populer atau tidak. Ternyata sangat populer,” ungkap Menteri Rini.

Kelasnya pun sangat mumpuni. Deretan pengisi acaranya datang dari musisi kelas dunia seperti Sarah Brightman. Kebetulan, Sarah Brightman merupakan penyanyi jazz yang disukainya. Rini pun teringat masa mudanya saat menonton konser Queen di Amerika, sehingga memunculkan kenangan masa lalu.

Sewaktu masih sekolah, Menteri Rini mengatakan lagu favoritnya adalah We Are The Champions. “Seru waktu itu teriak-teriak sama teman-teman. Kalau sekarang aku lagi suka dengerin lagunya Ed Sheraan yang judulnya Thinking Out Loud. Di mobile phone aku ini juga banyak lagu-lagu,” ujar Rini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa senang rekan sejawatnya di Kabinet Kerja menikmati pertunjukan Prambanan Jazz dan memberikan dukungan penuh terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan pasti terpikat oleh suasana pertunjukan, yang berlatar belakang Candi Prambanan di tepian sungai Opak itu.

Ketika Candi Hindu tertinggi dan terbesar dunia itu disorot lampu dari bawah, keeksotisan Candi Prambanan bisa terlihat sangat jelas. “Keindahan Candi Prambanan itu sangat terasa di lokasi pementasan ini,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini. Pertama, dampak langsung, menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan sekitarnya.

Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Indonesia. “Setelah menyaksikan jazz di tengah suasana candi yang heritage khas Wonderful Indonesia, jangan lupa sharing foto dan video ke media sosial masing-masing. Impact nya angat besar, karena bintang jazz iyang tampil selalu dipantau oleh followers dan subscribers-nya,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Selain itu, agenda musik itu mirip dengan sport tourism. Sama-sama man made, yang menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya. (*)

44 Peserta Ikut Lomba Kicau Burung

0
Azmi peserta lomba kicau burung kelas kenari meraih juara satu dalam ajang lomba kicau burung Dabo Singkep, Minggu (28/8) pagi. F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Memeriahkan HUT ke 72 RI, komunitas pecinta burung di Dabo Singkep menggelar lomba kicau burung pertama kali di Kabupaten Lingga yang digelar di implasmen eks PT Timah, Dabo Singkep, Minggu (20/8) pagi. Sejumlah peserta terbagi mengikuti empat kelas yakni perlombaan love bird, kenari, kacer dan murai batu.

“Selama ini para penghoby burung di Dabo Singkep mengikuti perlombaan di Batam dan Tanjungpinang. Jadi sekarang ini kami mengadakan sendiri untuk menyalurkan hoby,” ujar Adam Muslim ketua panitia perlombaan ketika ditemui di lokasi pertandingan.

Adam menambahkan, saat ini Kabupaten Lingga memiliki potensi burung yang sangat banyak, sehingga penyelenggaraan perlombaan kicau burung ini diharapkan dapat menjadi pemicu pelestarian burung semakin meningkat. Selain itu, lomba kicau burung juga menambah kemeriahan untuk memperingati HUT ke 72 RI.

Pertandingan kicau burung perdana diadakan di Kabupaten Lingga ini sebagai pembuka untuk pertandingan-pertandingan kicau burung lainnya. Walau demikian, sebanyak 44 peserta mengikuti pertandingan kali ini. Kedepan, panitia juga akan melaksanakan pertandingan kicau burung kembali mengingat partisipasi peserta yang mengikuti pertandingan kali ini dinilai baik.

“Sejumlah pecinta burung dari Kabupaten Lingga yang mengikuti perlombaan di luar daerah juga sering meraih juara,” ujar Adam.

Dalam perlombaan kali ini, panitia mengenakan biaya pendaftaran kepada seluruh peserta sesuai dengan kelas burung yang diikuti. Untuk peserta yang mengikuti perlombaan kelas burung love bird dan kenari membayar Rp 20 ribu. Sedangkan untuk kelas kacer dan murai dikenakan biaya pendaftaran Rp 30 ribu.

Azmi salah seorang peserta perlombaan kicau burung kelas kenari mendapat juara satu setelah menyingkirkan sejumlah peserta lainnya dalam pertandingan tersebut. Azmi yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negar (ASN) ini merasa sanang setelah burung pelihataannya tersebut meraih juara satu.

“Tidak ada yang istimewa, saya hanya merawat burung ini seperti biasa. Setiap pagi dijemur, makan pudingnya telur putuh dan sawi putih. Yang penting rasa sayang kepada burung tersebut,” kata Azmi.

Di lokasi, seluruh burung yang tampil mengikuti perlombaan memperdengarkan kicau terbaik namun dewan juri dari Tanjungpinang Budi dan Andre, mengambil tiga terbaik dari setiap kelas yang mengikuti perlombaan. (wsa)

Festival Sriwijaya 2017 Sajikan Pertunjukan Kolosal di Sumsel

0
Festival Sriwijaya 2017 akan digelar di Benteng Kuto Besak, persis di samping Jembatan Ampera, Palembang. Sumber Foto: www.venuemagz.com

Festival Sriwijaya 2017 dipastikan diselenggarakan 22 sampai 28 Agustus 2017 dan dipusatkan di Benteng Kuto Besak (BKB).

Sebelumnya, acara tahunan pemprov Sumsel ini belum mendapat izin dari Harnojoyo, Wali Kota Palembang. Festival ini merupakan wadah bagi semua pekerja seni yang berasal dari 17 kabupaten dan kota yang berada di Sumatera Selatan.

“Temanya tentang fashion seni budaya Sriwijaya, fashion show kolosal yang bakal ditampilkan bujang gadis dari kabupaten kota di Sumsel,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, Sabtu (19/8).

Irene menjelaskan, Festival Sriwijaya yang telah masuk tiga besar terpopuler di Indonesia ini hanya menampilkan pergelaran seni budaya se-Sumsel, bukan untuk bertransaksi tunai. Kegiatan rutin yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ini dalam rangka mengangkat kembali nilai-nilai tradisional dalam bingkai kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

“Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan apresiasi terhadap usaha maksimal dan berkesinambungan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan,” kata Irene.

Festival Sriwijaya tahun ini mengangkat tema perniagaan maritim dengan tujuan menjadikan Sumatera Selatan sebagai prioritas destinasi pariwisata nasional.

“Pada Festival Sriwijaya kali ini ada yang istimewa dengan mempromosikan Asian Games XVIII,” kata Irene.Menurut Irene, salah satu promosi yang akan dilakukan adalah peluncuran count down atau hitung mundur satu tahun menjelang Asian Games.

Irene menambahkan, Pemprov Sumsel akan mempersiapkan Festival Sriwijaya dengan kemasan secara apik dan modern untuk mendongkrak sektor industri pariwisata nasional. Agenda Festival Sriwijaya 2017 yang telah diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya pekan lalu akan mendukung promosi pariwasata nasional. Dari agenda Festival Sriwijaya 2017, akan ada pemutaran bioskop keliling yang menayangkan film-film bertemakan pendidikan, budaya dan pariwisata.

Pada hari ke-2 akan ada lomba lukis kertas karton tebal, pertunjukan seni rupa, pameran karya lukis seniman, lukis wajah karikatur, demo pembatik dan lomba lukis baju kaos.“Juga, ada panggung hiburan yang menampilkan musik etnik, parade musik jalanan dan parade teater tradisional Dul Muluk serta penampilan gelar budaya dari kabupaten atau kota,” ujar Irene.

Pada hari ke-4, ada pementasan teater mini, Festival Batanghari Sembilan dengan menampilkan 60 peserta gitar tunggal, pementasan musik jalanan dan malamnya pementasan wayang kulit Palembang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini juga dimaksudkan selain untuk mempromosikan Pesona Indonesia, juga sebagai kegiatan yang bermanfaat untuk menangkap atraksi wisata budaya di Kota Pelembang dan sekitarnya.

“Kita tahu Sumatera Selatan ada wisata budaya seperti yang terkait dengan sejarah kemudian kuliner dan ini akan dijadikan destinasi nasional, sehingga diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata di Indonesia,” kata Esthy yang diamini Wawan.

Kata Esthy, Festival Sriwijaya 2017 juga sebagai ajang memperkenalkan potensi budaya unggulan daerah yang berkelas dunia agar dapat menjadi ikon di daerahnya.
“Dari namanya saja Sriwijaya, mempunyai kekuatan secara magis, secara spiritual sudah memberikan daya magnet tersendiri. Kekuatan itu berakar dari hak sejarah yang melegenda, sejarah yang mempunyai nilai- nilai luhur yang perlu disampaikan kepada generasi sekarang, dengan cara kekinian namun tidak meninggalkan akar jati diri budaya bangsa,” kata Esthy.

Wawan menambahkan, gelaran yang menjadi agenda nasional ini menampilkan pertunjukan tarian-tarian kolosal, seni drama dan seni budaya dari 17 kabupaten/ kota di Sumsel menggambarkan perjalanan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya dipimpin oleh Raja Dapunta Hyang hingga menjadi sebuah kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Selain itu juga dimeriahkan dengan festival kuliner serta jajanan pasar, memperkenalkan budaya di kalangan generasi muda yang akan menjadi promosi wisata Sumsel.

“Lima hari digelar, event ini sangat besar pengaruhnya untuk dijadikan andalan sebagai atraksi pariwisata budaya. Dengan terselenggaranya even ini menjadi salah satu sudut yang mewarnai peradaban bangsa Indonesia. Melalui promosi pariwisata, saya yakin bangsa di berbagai dunia akan terus melirik kekuatan nilai budaya itu dan pastinya menarik untuk mereka kunjungi,” ujar Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kegiatan ini. Dijelaskan Arief, selain peningkatan target wisatawan mancanegara yang ditetapkan Presiden Joko Widodo menjadi 15 juta orang pada tahun 2017 ini, peningkatan jumlah tempat wisata juga menjadi konsen dirinya di Kemenpar.

“Tahun ini konsentrasi kita adalah meningkatan jumlah kunjungan Wisman (wisatawan mancanegara) ke Indonesia. Meski targetnya masih melingkupi wilayah Bali, Kepulauan Riau dan Jakarta sebagai tujuan utama wisman, namun perlu juga ada daerah-daerah baru sebagai tujuan wisata baru. Sebagai daerah yang kental dengan sejarah peradaban kerajaan Sriwijaya di masa lampau, Sumatera Selatan telah siap dan telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan peningkatan pariwisata sehingga menjadi tontonan menarik bagi wisnus dan wisman yang berkunjung ke Sumsel,” jelas Menpar Arief Yahya.(*)

 

2018 Tanjungsauh Dikerjakan

0

 

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam HM Rudi, segera mengambil alih rencana pembangunan pelabuhan kontainer Tanjungsauh yang sejak 25 tahun lebih tidak ada perkembangan. Panbil Industrial Estate sebagai perusahaan lokal ditunjuk sebagai Lead Consortium.

Pengambilalihan ini dilakukan Gubernur sebagai solusi atas terkendalanya pembangunan Tanjungsauh selama ini. Juga untuk menyelamatkan perekonomian Kepri yang tengah melambat.

“Sesegera mungkin saya akan bentuk tim kecil untuk melaksanakan rencana pengambil-alihan ini. Tim ini nanti yang akan mengurus segala sesuatunya mulai dari perencanaan, proses pembangunan sampai pengawasan. Targetnya 2018 pembangunan sudah jalan” ungkap Nurdin, Jumat (18/8) malam.

Nurdin mengatakan rancangan proyek pembangunan Tanjungsauh telah selesai dibuat. Dalam waktu dekat akan diekspose ke hadapan Presiden RI Joko Widodo.

Pembangunan Pelabuhan Kontainer Tanjungsauh nantinya, lanjut Nurdin juga akan dilengkapi dengan pembangunan jembatan yang menghubungkan empat pulau, yakni Batam-Tanjung Sauh, Pulau Buru – Pulau Bintan dengan panjang 7 km.

Di Tanjungsauh juga akan dibangun kawasan industri dan pemukiman yang bertujuan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

“Tidak ada pilihan lain selain mencari alternatif baru untuk industri. Batam sudah terlanjur penuh oleh pemukiman. Maka nanti di Tanjung Sauh kita rancang khusus untuk kawasan industrinya minimal 40 persen,” tambahnya.

Menurut Nurdin potensi Tanjung Sauh sebagai pelabuhan kontainer sangat besar. Ada sekitar 80 ribu kapal yang lewat di Selat Malaka dengan mengangkut kontainer 70 juta teus per tahun. Potensi besar itu juga ditangkap oleh Singapura yang menaikkan targetnya dari 30 juta teus menjadi 70 juta teus per tahun.

Luas kawasan yang akan dibangun direncanakan 1200 ha dengan 120 ha untuk khusus kawasan terminal. Target kontainer awal 500 ribu -1 juta teus per tahun dan target akan naik seiring perkembangan waktu. Lama pembangunan diperkirakan 10 tahun. (bni)

 

 

Banyuwangi Savana Cake Oleh-oleh Wajib

0

Banyuwangi Savana Cake (BSC) digadang bakal menjadi oleh-oleh wajib khas Banyuwangi.

Pemiliknya adalah Fitri Carlina, penyanyi asli Banyuwangi yang sudah malang melintang di industri hiburan tanah air. Banyuwangi Savana Cake (BSC) secara resmi diperkenalkan pada Minggu (20/8).

Sebagai oleh-oleh khas, Fitri tidak hanya memperhatikan kualitas rasa dan packaging dari Banyuwangi Savana Cake. Tapi juga memberikan experience lebih kepada pelanggan saat akan membeli produknya nanti.

Caranya dengan menyiapkan SDM andal yang dapat menerima dan melayani tamu dengan baik. Hal ini dikatakan Fitri Carlina sebagai hal penting karena membeli oleh-oleh sudah menjadi bagian penting wisatawan dalam siklus berwisata.

“Untuk ini aku menerapkan prinsip 5S. Yakni Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun,” ujar Fitri Carlina. Prinsip 5S tersebut, ujar Fitri Carlina, juga ia dapat saat bepergian ke sejumlah destinasi wisata. Sebagai wisatawan tentunya selalu ingin diperlakukan dengan baik. Dengan begitu pengalaman seorang wisatawan akan semakin sempurna.

“Karyawan semuanya selalu aku sesuaikan dengan senyum dan sopan santun. Menyapa dengan senyum,” kata Fitri.

Tidak hanya itu, nantinya semua staff di Banyuwangi Savana Cake juga akan mengenakan seragam dengan sentuhan khas Banyuwangi.

“Ke depan rencananya seperti itu. Tapi karena masih mengejar opening besok, jadi Insya Allah dalam waktu dekat semua karyawan aku akan lekat dengan nuansa daerah,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan SDM yang memiliki kapabilitas di bidangnya sangat penting dalam industri pariwisata. Karena mereka lah yang bersentuhan langsung dengan wisatawan yang karakternya beragam.

“Kesan pertama akan berpengaruh mendalam buat wisatawan. Mereka lah yang menentukan kenyamanan dan kepuasan para wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut dan selebihnya akan menentukan apakah para pengunjung (wisatawan) tersebut akan kembali lagi atau tidak,” kata Menpar Arief Yahya.

Terlebih dari itu, senyuman juga merupakan identitas bangsa Indonesia yang sudah sangat terkenal dengan keramahan masyarakatnya.

“Jika kita belum bisa melakukan itu untuk diri sendiri, bagaimana kita bisa memperlakukan terhadap orang lain,” ujar Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata sendiri sebelumnya pernah menggelar kegiatan pelatihan bagi 200 SDM pariwisata di Banyuwangi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap kepariwisataan di daerah masing-masing.(*)

Ajak PKK Bertani di Tembeling

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak anggota Tim Penggerak PKK Kepri untuk bertani. Lahan di Tembeling, Kabupaten Bintan, bisa dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian yang hasilnya juga cukup jelas.

“Menurut saya PKK cocok untuk ikut andil dalam pembangunan di lahan Tembeling ini, jadi untuk itu segera diberikan lahan setengah atau satu hektar untuk PKK,” ujar Nurdin saat meninjau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Bertempat di Tembeling Km 20, Bintan akhir pekan lalu.

Pesan itu disampaikan Nurdin kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan. Menurut Nurdin, sangat bagus jika PKK memanfaatkan lahan tersebut. Apalagi dimanfaatkan untuk tempat bercocok tanam, baik bunga, buah-buahan atau sayuran juga ditambah tanaman-tanaman obat juga bisa.

Nurdin juga berpesan agar setiap instansi untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Terkhusus untuk UPTD Balai Benih Induk, yang memiliki Tupoksi yang signifikan dalam memberikan hasil kerja yang dapat bermanfaat untuk kehidupan di daerah. Karena di sini memiliki kegiatan bercocok tanam yang menghasilkan kebutuhan pokok pangan yang penting untuk masyarakat Kepri.

“Jika dimanfaatkan dengan baik dan benar maka bukan tidak mungkin kita bisa memiliki stok pangan sendiri, menekan laju inflasi dan tentunya kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat Kepri,” ujar Nurdin.

Nurdin menyayangkan jika lahan seluas 50 hektare ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Apalagi jika ada yang terbengkalai.

Saat memasuki tiap ruangan yang tidak terpakai membuat Nurdin menginstruksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan kesehatan hewan, Ahmad Izhar agar segera menempati gedung dan kegiatan bekerja dipusatkan di Tembeling.

“Saya minta agar pegawai yang berkantor di Dompak dipindahkan di sini secara menyeluruh. Karena untuk lahan sebesar ini bukan hanya untuk UPTD saja, jika 1 Dinas Ketahanan Pangan dipindahkan di sini pasti juga masih banyak space lagi yang bisa dimanfaatkan, selain fokus untuk hasil pertanian tentu harus ada dukungan administrasinya yaitu para pegawainya ditugaskan di sini,” kata Nurdin.

Instruksi tersebut langsung direspon Kepala Dinas Ahmad Izhar yang mengatakan awal Tahun 2018 akan memindahkan lokasi kantor dari Dompak ke Tembeling dan segera menganggarkan di APBD-P 2017 dan APBD 2018 terkait perbaikan dan perawatan gedung yang tidak terpakai.

Gubernur Nurdin kembali berpesan kepada Ahmad Izhar agar memberdayakan para pekerja harian yakni Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada dikantor untuk ikut turun kelapangan mengelola hasil pertanian agar dapat menghasilkan lebih maksimal.

Dalam laporannya, Kepala UPTD Balai Benih Induk Nil Erison mengatakan bahwa saat ini lahan seluas 50 Hektar sudah disusun dengan rinci seperti ditanami durian 9 hektare, mangga 2 hektar, sirsak setengah hektar dan masih banyak benih-benih yang sedang dipersiapkan seperti alpukat, rambutan dan jambu. Benih sendiri didapat dari bahan yang teruji yakni dari balai penelitian langsung sehingga terverifikasi dan ada surat resminya. Selain itu juga direncanakan akan dipersiapkan lahan untuk perternakan seluas 4 hektare.

Mendengar penuturan dari Kepala UPTD tersebut Gubernur berpesan agar pengelolaan lahan harus tepat guna dan tepat sasaran.

“Jangan tempatkan para THL hanya duduk di meja saja. Mereka kan sekarang di Dinas ini berarti buat tupoksi yang mengharuskan mereka bekerja di lapangan yakni memberdayakan yang ada di lahan yang luas ini, karna aturan disini kan kita digaji kemudian mengelola hasil pertanian lalu hasil yang didapat bisa kita jual dan hasilnya untuk kita pribadi,” pesan Nurdin.

Menurut Nurdin ke depannya ia memiliki ide untuk menjadikan lahan di tembeling ini sebagai Argo Wisata terpadu.

“Semua dapat dibuat disini, ada lahan pertaniannya, ada lahan perternakannya dan di ujung juga ada lahan magrove, dan nanti kita akan buat taman untuk lebih memperindah lokasi. segera di susun dan dirancang dengan baik, lahan kita sudah ada, jika dibuat menarik tentu bisa mengundang investor untuk ikut andil dalam perecepatan pembangunan disini,” uja Nurdin dengan penuh semangat.

Sebelum meninggalkan lokasi Gubernur berkesempatan berkeliling perkebunan dan turun sejenak untuk menyapa dan bersalaman dengan para petani yang ada dilokasi. Nurdin berpesan kepada para petani untuk bekerja lebih semangat lagi dan berjanji kepada para petani yang jika anak-anaknya kesulitan untuk sekolah maka ia siap memberikan beasiswa.

“Kita tahu kesejahteraan petani juga penting maka kita harus tanggap, jika bapak ibu ingin anaknya bisa sekolah namun ada kesulitan segera hubungi saya nanti kita akan selesaikan,” ujar Nurdin.

Tak lupa untuk kesehatan, dari tinjauan langsung didapat bahwa para petani setempat tidak memiliki BPJS, maka Gubernur Menginstruksikan Kepala Dinas Ahmad Izhar untuk mengurus pembiayaan agar para petani yang dipekerjakan mendapatkan BPJS Gratis. (bni)

 

 

 

Turnamen Olahraga, Lahirkan Generasi yang Sehat

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti buka terunamen kecamatan HUT kemerdekaan ke 72 di desa cemaga

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti membuka turnamen olahraga Kecamatan di Desa Cemaga Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu (19/8) kemarin. Turnamen olahraga ini memeriahkan hari kemerdekaan ke 72, sekaligus memperingati hari jadi Kecamatan Bunguran Selatan ke 9.

Menurut Ngesti, turnamen olahraga merupakan kegiatan positif dalam bagian memupuk kecintaan pada olahraga, untuk melahirkan bakat-bakat bakat generasi penerus.

“Semangat olahraga perlu terus dipupuk kepada masyarakat, selain melahirkan generasi yang sehat, akan lahir atlet yang bisa mengharumkan daerah,” kata Ngesti.

Sembilan tahun usia Kecamatan Bunguran Selatan ini, sudah banyak perubahan yang sudah diberikan pemerintah daerah. Salah satunya adalah akses jalan yang memadai dan penerangan listrik, sehingga memudahkan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah sambungnya Ngesti, terus berkomunikasi aktif dengan pemerintah Kecamatan, Desa dan masyarakat, agar dapat memahami kendala, kesulitan dan solusi setiap persoalan.

“Pemerataan pembangunan di Desa fokus kami di Kabupaten. Memperhatikan segala kebutuhan dan tuntutan masyarakat adalah tujuan kami,” sebut Ngesti.

Di Kecamatan Bunguran Selatan kata Ngesti, juga bagian dari wilayah pariwisata yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya adalah wisata pantai Batu Kasah. Sudah menjadi destinasi wisata di Provinsi Kepri.

“Tentu, pembangunan yang sudah dibangun maupun belum, sama-sama diperjuangkan,” ujar Ngesti.

Camat Bungutan Selatan Erwenadi mengatakan, turnamen olahraga adalah kebersamaan dan kekompakan Kepala Desa di Kecamatan Bunguran Selatan dalam memajukan olah raga dan meramaikan ajang HUT Kecamatan ke-9 dan HUT RI Ke-72.

“Turnamen olahraga ini adalah ide dari Kepala Desa. Dan memberikan kontribusi dan membantu melalui anggaran Desa dalam kegiatan acara HUT Kecamatan ke 9 dan HUT RI ke 72, semoga hal ini berjalan terus dan masyarakat tetap kompak selalu,” ujar Camat.(arn)

Ekonomi Lesu, Pemko Harus Beri Rangsangan

0
Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga didampingi Wakil Ketua II Ahmad Dani menyaksikan penandatanganan dokumen kesepakatan penetapan Ranperda dan menjadi Perda oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah usai Paripurna DPRD Tanjungpinang, Senin (14/8) lalu. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menilai, Pemerintah Kota Tanjungpinang wajib memberikan rangsangan melalui kebijakan-kebijakan khusus yang bisa dibuat ketika perekonomian sedang lesu. Hal ini, kata Angga, bisa memberikan dampak berantai serta membantu peningkatan kesehahteraan masyarakat.

“Sebab itu, (pemko, red) tidak boleh diam dan hanya berpangku tangan,” kata Angga, kemarin.

Pendapat ini disampaikan Angga sebagaimana yang dituangkan Fraksi Partai Golkar DPRD Tanjungpinang ketika menanggapi pertanggungjawaban penggunaan APBD 2016. Pada tahun lalu, sambung Angga merujuk catatan fraksinya, masih ada sejumlah kebijakan Pemko Tanjungpinang yang belum menggerakkan perekonomian daerah.

Termasuk juga, sambung Angga, anggaran pembangunan yang berupa kegiatan fisik atau infrastruktur yang dalam peninjauan dari beberapa ukurannya masih belum ada dampak luas bagi perekonomian masyarakat.

“Padahal anggaran fisik ini cukup besar dan menguras kekuatan anggaran. Sebab itu, ke depannya kami menginginkan dalam pengelolaan APBD, Pemko Tanjungpinang bisa lebih cermat dan teliti sehingga bisa dijalankan dengan benar,” ujar politisi muda Partai Golkar ini.

Bukan tanpa alasan Angga berpendapat sedemikian. Pasalnya, meninjau angka sisa lebih pembayaran anggaran (Silpa) tahun 2016 senilai Rp 18 miliar lebih jadi sebuah anomali baginya. Ketika pada tahun itu sedang terjadi sejumlah kasus tunda bayar, nyatanya masih ada sisa yang cukup besar dalam kas daerah Tanjungpinang.

Hal ini dikhawatirkan dapat memberikan citra negatif pelaksanaan roda pemerintahan di mata publik. “Kami khawatir kelak terjadi krisis kepercayaan publik terhadap kinerja Pemko Tanjungpinang di masa-masa mendatang,” pungkas Angga. (aya)