Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12989

Denpom Gelar Razia Kendaraan Gunakan Atribut TNI

0
Anggota Polisi Militer memeriksa kelengkapan surat-surat motor, Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara saat razia di jalan Ahmad Yani, Seibeduk, Rabu (23/8). Denpom Angkatan Darat menerjunkan anggota 16 personil dan dua titik lokasi di Jalan Ahmad Yani Mukakuning dan Tiban Centre, Sekupang. Yang dirazia adalah stiker TNI dan atribut TNI yang takut disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam menggelar razia di depan Hotel Best Western Panbil, Rabu (28/8) siang. Hasilnya banyak kendaraan sipil terjaring menggunakan atribut TNI.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam, Letkol CPM Sucipto mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut perintah dari panglima TNI untuk menghindari penyalahgunaan atribut TNI.

“Razia ini kita lakukan untuk menghindari penyalahgunaan atribut TNI di tengah masyarakat,” ujar Sucipto, Rabu (23/8) siang.

Dari pemeriksaan yang dimulai dari pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB, anggota Denpom 1/6 Batam menindak puluhan pengendara yang menggunakan atribut TNI maupun tidak menggunakan kelengkapan berkendara.

Sementara, Kepala Seksi Pemeliharaan Ketertiban di lingkungan TNI AD (Pasi Hartib) Denpom 1/6 Batam, Kapten Eddy S mengatakan, bagi masyarakat yang menggunakan stiker TNI, hanya diberikan sanksi arahan agar tidak mengulanginya lagi.

“Yang gunakan stiker TNI, kami cabut stikernya dan kita berikan arahan agar tidak mengulanginya. Sementara bagi yang tidak memakai helm, kita berikan arahan agar tidak mengulangi,” ujarnya dilokasi.

Sementara, jika nantinya ditemukan kendaraan yang dicurigai merupakan kendaraan curian, selanjutnya Denpom 1/6 Batam akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian agar ditindaklanjuti.

“Jika kendaraan hasil curian itu digunakan anggota TNI, Kami yang langsung akan memperosesnya,” imbuhnya. (cr1)

 

Batam Tuan Rumah Mixed Martial Arts Internasional

0

batampos.co.id – Mixed Martial Arts atau tarung bebas internasional akan digelar di Batam, 28 Oktober. Tak hanya sebagai ajang mencari bibit MMA terbaik saja, tapi juga dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.

“Ada tiga negara yang akan mengikuti MMA ini yakni Indonesia, Singapura dan Malaysia,” kata Panitia Acara, Yakob Sucipto saat membeberkan rencana ini di depan Kapolda Kepri, Rabu (23/8).
Yakob mengatakan acara tersebut diberi nama The Rising Scorpion Warrior. “Ini untuk menarik turis juga,” ujarnya.

Acara ini, kata Yakob juga tercipta akibat situasi di Indonesia yang sempat memanas dengan berbagai isu SARA. Sehingga ia merasa, dengan menggelar turnamen ini dapat merekatkan tali silaturahim yang awalnya terputus atau merenggang.

Selain itu, Yakob merasa tingkat kejahatan yang makin tinggi seperti begal, narkoba atau perkelahian. Ia merasa semua itu salah satu penyebabnya, kurangnya tempat penyaluran emosi.

“Bagi yang mau ikut untuk menuangkan bakatnya silahkan. Karena ada juga kelas amatir,” tuturnya.

Yakob mengatakan ada tujuh kelas yang digelar yakni Straightweight, Flyweight, Bantamweight, Featherweight, Lightweight, Welterweight dan Woman Straightweight.

“Sabuk yang diperebutkan Kapolda Kepri Championship, Fight Against Drugs, BFC Championship dan Fight The Rising Scorpion Warrior,” ungkapnya.

Dan pemenang dari gelaran ini, kata Yakob akan mendapatkan kehormatan mengikuti turnamen MMA One Pride di Tv One.

“Nanti pemenang dari 7 kelas, akan kami lihat siapa yang terbaik untuk bisa mengikuti One Pride,” ucapnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian sangat antusias dan mendukung acara ini. Ia mengatakan kegaiatan olahraga ini merupakan hal yang postif. “Semakin banyak kegiatan olahraga, semakin baik. Jadi ada ajang-ajang penyaluran bakat,” tuturnya.

Ia mengatakan saat ini potensi pagelaran olahraga sangat terbuka. Sam mengatakan even ini harus terus berjalan. Dan menjadi kegiatan yang berkelanjutan, digelar setiap tahunnya. “Kami juga akan membantu acara ini, melalui Direktorat Binmas,” ucapnya.

Pertemuan Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian ini, juga dihadiri oleh para panitia lainnya yakni Usep RS, dan Herman Mangundap.

“Acara ini bekerja sama dengan Batam Pos,” kata Herman Mangundap. (ska)

Hingga Pertengahan Tahun 4 Ribu WP Baru DI KPP

0
Warga sedang melakukan pengurusan pajak dikantor Pelayanan Pajak Pratama Batam Selatan di Baloi, Rabu (23/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam Selatan mencatat sebanyak 4 ribu wajib pajak (WP) baru terdaftar dari awal tahun hingga saat ini.

Dari target pajak sebesar Rp 970.132.933.000, KPP mengklaim penerimaan sudah tercapai setengahnya.

“Sebanyak 51.41 persen sudah tercapai,” kata Kasi Pelayanan Pajak Indah, Rabu (23/8).

Ia optimis KPP Pratama Batam Selatan dapat mencapai target pajak yang hampir satu triliun tersebut. Oleh sebab itu, sudah berbagai usaha juga dilakukan pihaknya. Pada tahun ini, Indah mengatakan kepatuhan masyarakat akan membayar cukup tinggi dibandingkan tahun lalu.

“Capaian rasio kepatuhan itu 84 persen,” ujarnya.

Namun walau begitu, masih ada beberapa kendala. Salah satunya masih ada wajib pajak yang mencantumkan nomor telepon dan email yang tak sesuai. “Sehingga saat kami hubungi, nomor tersebut ternyata punya notaris atau nomor dari yang mengantar berkas dan emailnya tak aktif lagi,” tuturnya.

Padahal, kata Indah pihaknya hanya memberikan informasi tentang perpajakan. Tapi karena nomor telepon dan email yang tak valid, wajib pajak tak mendapatkan informasi terbaru. “Dan kami berusaha memberikan pengertian ke wajib pajak, agar menggunakan email atau nomor telpon pribadi kalau WPnya perorangan,” ujarnya.

Indah mengatakan pihaknya saat ini membuka layanan pajak via aplikasi whastsapp. “Bisa hubungi ke nomor 082268465567. Saya langsung yang menjawab, tapi hanya bisa kirim pesan melalui WA saja. Dan selama jam kerja dari pukul 08.00 hingga 16.00,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Ektensifikasi KPP Pratama Batam Selatan Heri Marwoto mengatakan akan menggali potensi pajak yang ada. “Antara lain membandingkan data yang kami miliki dengan data wajib pajak dan menghimbau pelaku usaha yang berada di wilayah KPP Pratama Batam Selatan yang belum memiliki NPWP agar segera mendaftarkan diri ke KPP Pratama Batam Selatan ,” ujarnya.

Selain itu, Heri mengatakan pihaknya akan terus mensosialisaikan kewajiban perpajakan khususnya untuk wajib pajak baru.(ska)

Polda Kepri Bantu Polres Ungkap Kasus Penusukan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri ikut membantu Polres Barelang mengungkap kasus penusukan terhadap pengemudi taksi pangkalan yang terjadi, Rabu (23/8) dini hari.

“Iya kami back up,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martdian,Rabu (23/8).

Ia mengatakan Polda Kepri melalui unit jatanras Subdit III Ditreskrimum, telah melakukan olah TKP. Lutfi menuturkan pihaknya masih mengumpulkan bukti dan saksi-saksi.

Apakah penusukan ini terkait dengan ribut-ribut taksi pangkalan dan taksi online. Lutfi hanya menjawb singkat pertanyaan tersebut.

“Masih lidik,” tuturnya.

Dari informasi yang didapat Batam Pos, ikutnya Polda Kepri dalam penyelidikan kasus penusuakan ini. Dikarena situasi yang kurang kondusif antara taksi pangkalan dan online. Pihak kepolisian tak ingin, tersebar kabar bohong yang dapat menyulut pertikaian kedua belah pihak. Sehingga pihak kepolisian secepatnya menuntaskan kasus itu. (ska)

Tiga Proyek Strategis Dikebut

0
Salah satu dari tiga proyek strategis yang dikebut pemerintah yakni penataan bundaran 1 Dompak. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan, Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan sekarang ini sudah ada tiga kegiatan strategis milik Pemprov Kepri di kawasan pusat Pemerintahan Provinsi Kepri sudah berjalan.

“Sudah ada tiga kegiatan yang berjalan. Karena kegiatan strategis, tentu pelaksanaannya digesa,” ujar Abu Bakar menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (23/8) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Disebutkannya, adapun ketiga kegiatan tersebut adalah peningkatan jalan menuju pusat Pemprov Kepri. Kemudian yang baru dimulai adalah penataan bundaran 1 Dompak. Selanjutnya adalah finishing dan bangunan pelengkap Jembatan I Dompak, Tanjungpinang.

“Kegiatan yang segera menyusul adalah penataan pintu masuk Pulau Dompak. Selain itu adalah penataan kawasan Pantai Gurindam 12 tahap pertama,” papar Abu Bakar.

Mantan Pejabat Karimun tersebut juga mengatakan, pihaknya sudah membuat rancangan untuk menjadi Dompak lebih elegan. Sehingga bisa memberikan daya pikat, bagi wisatawan untuk datang ke Tanjungpinang. Disebutkannya, Dompak memang dipersiapkan sebagai salah satu destinasi wisata kedepannya.

“Banyak hal yang harus kita kerjakan untuk menjadikan Dompak menarik bagi wisatawan. Tapi kita yakin, perlahan tapi pasti akan terwujud,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk mendukung pembangunan Dompak, kegiatan bukan hanya berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ia pimpin. Tetapi ada juga sejumlah kegiatan yang berada di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kepri.

“Kita akan bersinergi dengan OPD-OPD terkait. Yakni menjadikan Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri lebih hidup dan bergaya,” tutup Abu Bakar.(jpg)

Polda Serahkan 11 Pejudi Ke Kejaksaan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri menyerahkan sebanyak 11 orang pejudi ke kejaksaan, Rabu (23/8). Pihak kepolisian menjerat semuanya dengan pasal 303.

“11 orang ini, dari dua kasus yang berbeda. Tapi kami serahkan bersamaan ke kejaksaan,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian, Rabu (23/8).

Ia menjelaskan dari 11 orang tersebut, dua diantaranya terlibat judi Sie Jie yang diamankan di Pasar Tiban Indah. Sementara itu 9 orang lainnya tersangka dari judi dengan modus gelanggang permainan (Gelper) di Batuaji.

“Tak hanya tersangka saja, tapi juga barang buktinya,” ujarnya.

Lutfi mengatakan penangan kasus judi, termasuk atensi dari Kapolri. Sehingga pihaknya dengan serius memberantas kasus tersebut. “Atensi, jadi terus kawal kasusnya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Polda Kepri gelper E-Zone Mitra Mal Batuaji, 15 Juli lalu. 9 orang tersangka ini memiliki peranan masing-masing mulai dari manager lapangan, asisten manager, wasit, kasir, perantara hingga pemain. Kesembilan tersangka adalah HF,AGS,ABR, IDR, RFT, KLN, NK, BD.

Kasus Sie Jie tersangka yang diserahkan yakni Ss dan Ds. Keduanya memiliki pernanan yang berbeda, satu orang agen dan satunya lagi bandar. (ska)

 

 

KPID Cari Tujuh Komisioner

0

batampos.co.id – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kesempatan sebagai salah satu komisionernya.

“Kami membutuhkan tujuh orang sebagai komisioner. Dan peluang terbuka seluas-luasnya,” ujar Ketua Tim Seleksi calon anggota KPID Kepri, Mardiana, Selasa (23/8) kemarin.

Pembukaan pendaftaran dimulai hari ini, Rabu (24/8) sampai dengan 14 September mendatang. Seluruh masyarakat yang berminat, dapat mengirimkan persyaratannya ke sekretariat KPID Kepri, Jalan Riau No.1 Tanjungpinang.

Salah satu persyaratan bagi komisioner periode 2017-2020 ini, sambung Mardiana, diwajibkan melampirkan makalah visi dan misi. Makalah sejumlah 7 sampai dengan 10 halaman ini, bertemakan “Peluang dan Tantangan Industri Penyiaran di Provinsi Kepri Menuju Proses Migrasu Analog ke Digital Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI Khususnya di Daerah 3T”.

“Kami membutuhkan tujuh orang anggota. Namun dalam seleksi nanti dari seluruh pendaftar, kami memilih 14 orang yang namanya akan kami serahkan kepada DPRD Kepri,” ujar wanita berjilbab ini.

Ke 14 nama yang diserahkan kepada DPRD Kepri ini, akan dipilih tujuh diantaranya untuk menjadi komisioner KPID Kepri.

“Target kami, akhir Oktober telah kami lantik pengurus baru. Karena masa kepengurusan yang saat ini berakhir pada saat yang sama,” pungkas dia. (aya)

Tanjungpinang Kekurangan 500 Guru

0

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyatakan, Tanjungpinang masih kekurangan 500 tenaga pengajar yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ditempatkan di sejumlah SD dan SMP negeri.

Angka sebanyak ini, sambung Lis, bukan hanya disebabkan semakin meningginya jumlah peserta didik, melainkan karena banyak guru yang telah memasuki masa pensiun dua tahun belakangan.

“Tahun 2016 lebih kurang 50 guru yang pensiun dan tahun 2017 lebih kurang 60 guru,” kata Lis, Rabu (23/8).

Kondisi ini tentu perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat Pemko Tanjungpinang belum lagi diperkenankan membuka rekruitmen guru berstatus CPNS. Sehingga sampai hari ini yang dapat dimaksimalkan adalah guru-guru berstatus tenaga honorer untuk menutupi kekurangan tersebut.

“Kalau ada anggaran tahun depan, kita tambah jumlah tenaga guru honorernya,” ujar Lis.

Kondisi ini, sambung Lis, sudah ia sampaikan kepada Menteri PAN RB. Namun sampai sekarang, belum ada jawaban terkait kebolehan pemerintah daerah membuka penerimaan. Lis sendiri juga sudah berkomunikasi dua arah dengan Menteri PAN RB Asman Abnur perihal kebutuhan yang mendesak di sektor pendidikan. Namun belum ada keputusan yang diperoleh.

Ditegaskan Lis, jika nanti belum diperkenankan mengadakan rekrutmen, pihaknya mengambil alternatif lain yakni bisa saja sejumlah tenaga guru honorer yang telah memenuhi syarat dilantik menjadi guru berstatus sebagai pegawai negeri.

“Saat ini, rata-rata status guru di Tanjungpinang masi berstatus honor dinas. Makanya kami harapkan Yang memenuhi kriteria dapat diangkat menjadi ASN ke depannya,” pungkas Lis. (aya)

PHRI Sebut Tingkat Hunian Hotel di Batam Naik 15%

0

batampos.co.id – Sektor pariwisata Batam dan Kepri yang sempat lesu mulai bangkit kembali. Ini terlihat dari tingkat hunian hotel pada Juli-Agustus yang naik sebesar 15 persen jika dibandingkan pada kuartal kedua tahun ini.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Tupa Simanjuntak, mengatakan pada kuartal kedua tahun ini tingkat hunian hotel di Kepri rata-rata hanya 30 persen. Namun pada periode Juli-Agustus naik menjadi rata-rata 45 persen.

“Padahal bukan musim liburan. Ini karena banyak acara dinas sekarang sudah mulai digelar di hotel,” kata Tupa Simanjuntak di Hotel Novotel Batam, Rabu (23/8).

Saat ini tamu yang menginap di hotel tidak didominasi olah wisatawan manca negara (wisman). Sebaliknya mayoritas adalah wisatawan domestik. Dan ini harus dioptimalkan oleh pelaku usaha.

Menurut Tupa, sebenarnya pangsa pasar bisnis perhotelan di Kepri bukanlah wisman, melainkan wisatawan Nusantara. Sebab, kata dia, jika bisnis perhotelan Batam menyasar pasar Singapura, maka pangsa pasarnya hanyalah 5,6 juta warga Singapura.

Begitu juga jika berharap pasar Malaysia. Maka hanya ada sekitar 30,1 juta orang sasaran. “Sementara warga Indonesia sudah sampai 240 juta lebih. Inilah sasaran yang potensial,” katanya.

Menurutnya, saat ini pelaku wisata harus terus cekatan dan melakukan pelayanan maksimal kepada setiap tamu. “Saat ini jangan hanya menunggu tamu datang. Tetapi bagaimana mendatangkan mereka,” katanya.

Batam dan Kepri pada umumnya memiliki destinasi yang luas biasa yang tidak dimiliki oleh Singapura dan Malaysia.

“Destinasi di sana (Singapura dan Malaysia) adalah buatan manusia seperti Universal. Tetapi kita memiliki nature yang sangat luar biasa,” katanya.

Destinasi wisata ini yang harusnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Termasuk peran penting dari pemerintah daerah untuk mengembangkannya.

“Kita punya Pulau Abang yang keindahan bawah lautnya sangat luar biasa. Tapi sayang tidak terurus,” katanya.

Ia mencontohkan home stay yang ada di Pulau Abang saat ini sudah tidak terawat. Khususnya yang dibangun oleh Pemko Batam. “Yang terawat itu yang milik warga saja,” tambahnya.

Demikian juga dengan fasilitas pendukung lainnya di daerah wisata yang tidak mendukung. “Kamar mandi di beberapa pantai di Batam sangat tidak layak,” katanya.

Beberapa turis asing menikmati hidangan makanan di bawah pohon kelapa tepi pantai Palm Spring, Nongsa, Sabtu (6/5). Sabtu dan Minggu banyak turis dari luar negeri berkunjung ke Batam. Batam adalah nomor tiga terbanyak dikunjungi turis setelah Jakarta dan Bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Banyak destinasi wisata di Batam didatangi wisman setelah melihat di media sosial. Tetapi setelah datang berkunjung banyak yang kecewa, dan tidak mau datang lagi.

“Padahal tugas kita semua adalah bagaimana wisman datang ke Batam tidak langsung bosan. Tapi bagaimana datang kembali untuk kesekian kalinya,” katanya.

Menurutnya, jika berkembang pariwisata, maka akan sangat membantu ekonomi rakyat. Terutama masyarakat kecil. Ia berharap industri kerajinan dan kuliner juga didorong. Sehingga bisa menjadi oleh-oleh wisatawan.

“Pariwisata itu sangat berpotensi meningkatkan perekonomian. Saya ulangi, peran pemerintah sangat penting,” katanya.

Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari (Aspabri) Kepri, Surya Wijaya, mengatakan pihaknya selama ini aktif untuk mensosialisasikan keindahan alam di Kepri. Di mana banyak wisatawan yang harusnya berkunjung ke Singapura dan Malaysia justru dialihkan ke Batam dan Bintan.

“Kita yakinkan mereka bahwa Batam itu bagus dan layak untuk dikunjungi,” katanya.

Menurutnya, kekayaan alam yang ada di Kepri ini bisa dieksplorasi. Yang penting ada komitmen bersama.

Wakil ketua komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang juga mengatakan pariwisata bisa diandalkan untuk memperbaiki situasi perekonomian. Tetapi ia berharap dinas pariwisata dan kebudayaan untuk lebih serius menggarap peluang pariwisata ini.

“Ini menjadi tanggungjawab bersama untuk memperbaiki pariwisata Batam. Pemko harus serius memperbaiki dan membenahi destinasi wisata,” katanya. (ian)

 

 

 

Sultan Mahmud-Tuan Guru, Adu Kuat untuk Gelar Pahlawan

0

 

Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) telah menyimpulkan, ada dua kandidat yang layak untuk menyandang status Pahlawan Nasional tahun 2017 ini. Mereka adalah Sultan Mahmud Riaayat Syah (SMRS) III dari Provinsi Kepri dan Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dari 10 nama yang masuk dalam daftar sidang TP2GP, hanya dua nama itulah yang direkomendasikan ke Presiden Jokowi,” ujar

Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kepri, Abdul Malik menjawab pertanyaan Batam Pos, Selasa (22/8) di Tanjungpinang.

Menurut Dekan, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang tersebut, tidak ada catatan sedikitpun yang dialamatkan kepada SMRS. Malik menegaskan, dengan demikian tidak ada yang catatan bagi Sultan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November mendatang.

“Kita berharap, Bapak Presiden bijak dalam membuat keputusan. Artinya untuk lebih adil, alangkah baiknya kedua nama tersebut disematkan gelar pahlawan nasional tahun ini,” harap Malik.

Meskipun demikian, apabila Presiden memutuskan hanya satu nama, dirinya tetap optimis, SMRS berada digaris terdepan untuk mendapatkan gelar tersebut. Menurutnya, usulan sekarang ini adalah merupakan yang pertama dari Kepri. Menurutnya apabila mimpi ini terwujud, maka gelar pahlawan nasional bagi SMRS adalah hadiah istimewa bagi hari jadi Provinsi Kepri ke 15 tahun.

“Mudah-mudahan gelar pahlawan menjadi kado istimewa bagi hari jadi Kepri ke 15 tahun. Meskipun pengumumannya pada 10 November mendatang. Kita sudah melekatkan gelar, Pahlawan Griliyawan Laut pada Sultan Mahmud,” papar Malik.

Seperti diketahui, Sultan Mahmud Shah III merupakan sultan Johor-Riau-Lingga ke-16 pada 1761-1812 Masihi. Menurut sejarah, Raja Mahmud masih berusia setahun ketika dinobatkan sebagai Sultan menggantikan Sultan Ahmad Riayat Shah (Marhum Tengah) yang mangkat pada tahun 1761, dengan gelaran Sultan Mahmud Syah III.(jpg)