Sabtu, 27 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13085

Anggota DPRD Batam belum Terima Tunjangan

0

batampos.co.id – Belum disahkannya Peraturan Walikota (Perwako) terkait Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Batam berdampak pada tunjangan dewan.

Hingga minggu pertama Desember ini, 50 anggota DPRD Batam ternyata belum menerima tunjangan.

“Ini sudah bulan keempat kami belum menerima tunjangan. Baru sebatas gaji pokok saja yakni Rp 1,5 juta,” keluh anggota Komisi III DPRD Batam, Werton Pangabean, Senin (4/12).

Menurut Werton, perwako tersebut adalah kewajiban kepala daerah. Sebab, ketika Perda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD disahkan, seharusnya wali kota segera menindaklanjuti dengan perwako sehingga dasar hukum tunjangan DPRD menjadi jelas.

“Oleh sebab itu kami mendesak agar perwako ini bisa segera disahkan,” ujar Werton.

Belum diterimanya tunjangan yang meliputi perumahan dan transportasi ini, diakui dia, berimplikasi pada kinerja anggota dewan. Apalagi untuk tunjangan transportasi, sementara mobil dinas yang dipinjam pakai oleh anggota DPRD sebagian besar sudah dikembalikan.

“Sudah sejak sebulan lalu kami kembalikan. Tapi hak kami tak diberikan,” ucap dia.

ilustrasi

Hal senada juga disampaikan sekretaris Komisi III Bustamin. Menurutnya, kota Batam satu dari beberapa kota yang mengalami penundaan pembayaran gaji DPRD. Selain perwako kendala lain ialah salah satu pasal yang mengatur tentang Peraturan pemerintah 18 Tahun 2017. Dimana, tunjangan perumahan DPRD Batam tidak boleh tinggi dari perumahan di provinsi.

“Padahal secara de facto sewa rumah Batam lebih tinggi dari provinsi,” kata Bustamin.

Bila ini ditetapkan, maka dapat dipastikan tunjangan perumahan anggota DPRD Batam akan mengalami penurunan. Jika sebelumnya setiap bulan mereka menerima Rp 19 juta per bulan, maka untuk selanjutnya tunjangan DPRD Batam di bawah dari tunjangan perumahan provinsi.

“Belum tahun turunnya berapa. Tapi yang jelas dibawah provinsi,” lanjut dia.

Ia menambahkan, tertunda tunjangan ini sangat mengangu operasional mereka. Apalagi di tengah aktifitas yang padat, dewan belum menerima gaji hingga memasuki bulan keempat.

“Sangat terganggu. Padahal ini yang kita harapkan,” beber Bustamin. (rng)

Jumlah Turis Melancong ke Kepri Baru Capai 1,64 Juta

0
Sejumlah wisatawan saat tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Target 3 juta wisatawan mancanegara (wisman) alias turis asing yang ditargetkan Provinsi Kepri tampaknya sulit tercapai. Dari Januari hingga Oktober 2017, jumlah wisman yang masuk ke Kepri baru mencapai 1,64 juta.

Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016, jumlah tersebut meningkat 5,30 persen. Demikian yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS di Tanjungpinang.

Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif terbesar dari pintu masuk Kota Batam yakni sebanyak 1.194.309 kunjungan atau sebanyak 72,48 persen, disusul dari pintu masuk Kabupaten Bintan, Tanjungpinang, dan terakhir Kabupaten Karimun.

Khusus untuk wisman yang datang ke Kepri pada Oktober 2017 mencapai 161,7 ribu orang, turun 3,44 persen dibanding jumlah wisman September 2017 sebanyak 167,5 ribu orang. Dibanding Oktober 2016, jumlah wisman November 2016 naik 7,35 persen.

Wisman yang berkunjung ke Kepri masih didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase 49,56 persen.

“Disusul Malaysia 12,6 persen, Tiongkok 7,74 persen dan India 4,39 persen,” kata Panasunan.

Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Kepri mencapai rata-rata 53,50 persen, naik 2,00 poin dibanding TPK September 2017 sebesar 51,50 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Oktober 2008 adalah 2,17 hari, atau naik 0,17 poin dibanding dengan ratarata lama menginap tamu pada September 2017.

Sebelumnya, pemerintah membebani Kepri dengan target tiga juta wisatawan tahun 2017. Target tiga juta wisatawan ini terungkap dari Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka rapat koordinasi pariwisata di Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (rng)

40 Mobil Bekas Anggota DPRD Batam Tidak Terawat

0

batampos.co.id – Puluhan mobil dinas anggota DPRD Batam sudah dikembalikan ke Pemko Batam. Mobil keluaran tahun 2000 itu disusun berjejeran di area parkir DPRD Batam. Kondisinya tidak terawat. Bahkan sebagian unit sudah tak bisa beroperasi lagi.

Pantauan Batam Pos, tiga unit mobil itu bannya dibiarkan bocor. Cat mobil sudah mulai mengelupas akibat diparkir di halaman terbuka hingga dibiarkan kepanasan. Mobil dinas yang merupakan aset Pemko Batam itu kian tak terurus sejak sebulan lebih.

“Jumlahnya hampir 40an mobil. Diparkir sejak sebulan yang lalu,” ujar salah seorang karyawan DPRD kota Batam, Senin (4/12).

Menurut dia, sejak awal diparkir sampai saat ini tidak ada perawatan mobil. Bahkan mobil tersebut tidak pernah dipanasin.

“Sejak datang saya tengok belum pernah dihidupkan,” sebut dia.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Batam, Asril mengklaim mobil yang telah dikembalikan oleh anggota dewan tetap dirawat meski terparkir di belakang kantor. Mantan Kedis Tata Kota itu menjamin kondisi mobil akan tetap bagus saat diserahkan ke Pemko.

“Saya jamin masih bagus, meski begitu masih ada mobil yang belum dikembalikan oleh beberapa anggota dewan,” jelas Asril.

Seorang pegawai Setwan pemko Batam sedang melihat puluhan mobil dinas anggota DPRD Batam yang di parkiran gedung DPRD Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho, mengaku sejak awal sudah menyampaikan agar pemko segera melelang mobil tersebut. Apalagi mengingat tidak ada penganggaran di tahun depan akibat defisit APBD kota Batam tahun 2018.

“Kalau dikembalikan sementara pemko tidak punya biaya perawatan maka akan tetap seperti itu alias mubajir,” tegas Udin.

Ia mengakui, meskipun wali kota akan memberikan mobil tersebut ke pejabat eselon tiga, tentu mereka juga enggan memakainya. Pasalnya, tidak seperti mobil dinas lain, dimana bahan bakar minyak dan biaya perwatan mobil ditanggung oleh pemerintah.

“Kendalanya itu saja. Mungkin saja setengahnya sudah tak bisa hidup lagi. Karena gak pernah dipanasin. Oelh sebab itulah saya meminta agar dilelang, sehingga beban anggaran untuk biaya perawatan bisa dikurangi,” tegas Udin. (rng)

Argentina akan Buka Klinik Sepakbola di Batam

0
foto: humas bp batam

batampos.co.id – Negara yang terkenal dengan tarian tangonya, Argentina berminat untuk menanamkan modal di Batam. Sektor yang dituju adalah sektor pendidikan dan olahraga.

“Ketertarikan kami adalah dengan dunia pendidikan di Batam seperti Politeknik Batam. Kami ingin Poltek bisa berafiliasi dengan Poltek di Argentina,” kata Deputy Head Mission Embassy of The Argentine to Republif of Indonesia, Leandro Waisman di Gedung Marketing BP Batam, Senin (12/4)/

Ia juga melihat perkembangan industri kreatif seperti Kinema menjadi modal bagus dalam menjalin kerjasama.

“Ini modal bagus bagi hubungan Indonesia dan Argentina. Jadi bukan hanya industri saja, tapi bisa menjalin hubungan dalam dunia pendidikan, budaya dan olahraga di masa yang akan datang,” paparnya.

Argentina merupakan salah satu negara unggul di bidang teknologi informasi karena mampu menerapkan konsep kota pintar (smart city,red) dengan baik dan diakui oleh Amerika Serikat

Selain pendidikan, Argentina tertarik untuk mengembangkan investasi di bidang maritim. Dan yang paling menarik, negara yang juga terkenal dengan sepakbolanya ingin membuka coaching clinik untuk sepakbola serta parade kebudayaan antar dua negara.

Di tempat yang sama, Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan kedatangan perwakilan Argentina bertujuan untuk mendengar secara langsung bagaimana perkembangan usaha di Batam.

“Dan saya berharap bisa melanjutkan dengan sebuah misi investasi ke Batam,” harapnya.(leo)

Masyarakat Tanjunguncang Nantikan Puskesmas Baru

0

batampos.co.id – Pelayanan medis di wilayah Tanjunguncang belum berjalan maksimal. Itu karena Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di depan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pemko Batam, Tanjunguncang belum bisa melayani pasien rawat inap.

Warga berharap agar gedung Puskesmas Tanjunguncang yang sedang dibangun segera dirampungkan sehingga kebutuhan pelayanan medis warga semuanya terakomodir.

Informasi yang didapat dari warga di sana, Pustu yang ada itu hanya melayani pasien rawat jalan saja. Itu karena petugas medis dan fasilitas pustu yang ada terbatas. Pustu tersebut hanya dilayani oleh dua petugas medis dari Puskesmas Batuaji. Begitu juga falitas ruangan pustu yang tersedia hanya dua saja, sehingga tak bisa mengakomodir pasien rawat inap.

“Kalau rawat inap harus ke Puskesmas Batuaji atau RSUD. Di sini hanya rawat jalan saja. Petugas juga hanya dua orang,” ujar Erna, warga yang antre berobat di Pustu tersebut, Senin (4/12).

Padahal diakui Erna kebutuhan warga untuk mendapatkan pelayanan medis di pustu itu cukup tinggi. Dalam sehari bisa sampai 20 pasien yang berobat di sana. Meskipun semuanya dilayani namun tidak semua keluhan gangguan kesehatan pasien terlayani di Pustu tersebut khususnya pesien yang membutuhkan rawat inap.

Hal yang sama juga terlihat saat Batam Pos memantau langsung aktifitas di Pustu itu, Senin (4/12). Pustu tersebut terpantau cukup ramai didatangi warga. Pagi sampai siang kemarin, terhitung ada belasan warga yang antre untuk mendapatkan pelayanan medis di pustu tersebut. Namun demikian tidak semua pasien diakomodir karena pustu tersebut tak bisa untuk tindakan medis rawat inap.

Kepala Puskesmas Batuaji dr Fitriati saat dikonfirmasi mengakui jika pustu tersebut memang belum bisa melayani pasien rawat inap. Itu karena fasilitas pustu masih minim.

“Iya kalau rawat inap disuruh ke sini (Puskesmas Batuaji) karena di sana (Pustu) belum ada fasilitas. Petugas medis juga terbatas di sana,” kata Fitriati.

Keterbatasan fasilitas pustu itu diakui Fitriati memang berdampak pada pelayanan kesehatan warga di sana khususnya pasien rawat inap. Namun demikian pihak tak bisa berbuat banyak sebab pembangunan Puskesmas Tanjunguncang belum rampung. “Di sini (Batuaji) padat penduduknya, jadi persoalan seperti itu memang ada. Kami hanya bisa berharap agar puskesmas (Tanjunguncang) yang sedang dibangun secepatnya selesai agar kebutuhan warga di sana bisa diakomodir dengan baik,” ujarnya.

Pekerja menggesa pembangunan Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji, Senin (4/12). Pembangunan puskesmas ini sudaj mencapai 70 peresen. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Senada disampaikan warga di Tanjunguncang. Mereka berharap agar pembangunan Puskesmas Tanjunguncang yang ada di depan Pustu itu secepatnya dirampungkan agar bisa mengakomodir seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan warga di sana.

“Puskesmas sudah ada cuman belum rampung. Semoga awal tahun sudah bisa digunakan,” harap Erfan, warga Rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang.

Pembangunan Puskesmas tersebut saat ini memang tengah digesa. Pantauan di lapangan pembangunan gedung puskesmas sudah mencapai 70 persen. Ada dua gedung yang dibangun dan satu gedung bagian ujung berlantai dua. Gedung berlantai dua itu nantinya akan dijadikan ruangan rawat inap. Puluhan pekerja terlihat masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Informasi yang didapat dari pekerja, sesuai kesepakatan kontrak kerja yang ada, pembangunan akan rampung awal tahun 2018 nanti.

“Memang masih banyak yang harus dikerjakan, tapi ini harus rampung tepat waktu. Waktu kami 120 hari kelender kerja. Sudah berjalan hampir tiga bulan. Awal tahun sudah selesai ini,” kata Rudi, seorang pekerja.

Dari plang proyek yang ada, pembangunan puskesmas itu merupakan proyek dari Dinas Kesehatan kota Batam. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Putra Lingga dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar. Proyek tersebut dikerjakan dalam waktu 120 hari kalender kerja. (eja)

Pantai Sakera Terus Dibanjiri Sampah Rumput Laut

0
Sampah rumput laut yang melimpah dan mengotori pantai Sakera Tanjunguban, kecamatan Bintan utara, Minggu (3/12) sore lalu. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id Pantai Sakera Tanjunguban terus dibanjiri sampah kiriman. Musim angin utara membuat sampah plastik, botol bekas, balok kayu hingga rumput laut mengotori pantai rakyat di Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan ini.

Minggu (3/12) lalu, air laut pasang, namun sejumlah wisatawan enggan membasahi tubuh karena di pesisir pantai melimpah kotoran sampah rumput laut. Mereka lebih memilih menempati pondok-pondok kayu sembari menikmati makanan ditemani suasana matahari terbenam di pantai tersebut.

“Tadinya mau berenang karena kebetulan melihat air laut pasang. Tapi, pas tahu banyak sampah, tidak jadi,” kata seorang wisatawan Batam Yani ketika ditemui Batam Pos, sore lalu.

Ditemani temannya Rizki yang merupakan pekerja Lobam, Yani mengungkapkan, liburan ke Bintan karena pasir putih pantai di kabupaten Bintan sangat terkenal keindahannya. Selain itu, Bintan merupakan tujuan wisatawan terdekat bagi wisatawan dari Batam.
“Sedikit kecewa, tetapi mau bagaimana lagi, mungkin pas datangnya akhir tahun jadi banyak sampah kiriman memenuhi pantai,” katanya.

Wisatawan lain asal Tanjungpinang, Rida hanya bisa berjalan di pesisir pantai sembari menikmati angin sepoi-sepoi. Meski sebenarnya ia risih dan jijik karena banyaknya sampah rumput laut di pantai yang lengket di kaki indahnya. “Malas mau turun ke laut karena banyak sampah rumput laut,” ungkap wanita berambut pendek sebahu dengan menggenakan topi pantai ini.

Melihat kejadian ini, ia berharap pemerintah setempat menggerakkan masyarakat untuk membersihkan sampah kiriman yang mengotori pantai. Hal ini dilakukan agar wisatawan nyaman ketika berlibur ke sejumlah pantai di Bintan. Tidak hanya melanda pantai sakera Tanjunguban, sampah rumput laut juga melimpah mengotori pantai berakit, yang merupakan sentral nelayan dan objek wisata.

Ketua RT 03 Desa Berakit, Firdaus membenarkan, sejumlah nelayan merasa terganggu akibat melimpahnya sampah rumput laut di pantai Berakit karena sampah rumput laut banyak menyangkut di jaring milik nelayan. jika sudah menyangkut ke jaring nelayan, menurutnya, jaring nelayan akan susah dipakai. Makanya harus dibersihkan dulu sampah rumput laut, baru bisa jaringnya dipakai.

Terpisah Kadispar Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira mengatakan, sampah kiriman yang menyerbu pesisir pantai di kabupaten bintan merupakan siklus tahunan yang terjadi karena musim angin utara. Diakuinya sampah rumput laut, hingga plastik dan lainnya cukup menganggu wisatawan yang berlibur, namun siklus akhir tahun ini tidak
bisa dihindari karena pasti terjadi.

Diakuinya, sejumlah pengusaha resort dan hotel telah melaporkan kejadian alam ini, namun biasanya mereka akan membersihkan pantainya sendiri. “Semua memaklumi, karena ini kejadian alam yang pasti terjadi setiap akhir tahun,” katanya.

Menurutnya, sampah rumput laut dan lainnya yang melimpah di pesisir pantai di Kabupaten Bintan ini tidak membahayakan bagi wisatawan, bahkan ada masyarakat yang memanfaatkan sampah pantai ini untuk dijadikan pupuk. “Kalau sudah busuk, bisa dijadikan pupuk,” tuturnya.

Ia sudah mengimbau kepada pengusaha resort dan hotel agar waspada setelah siklus tahunan ini, karena setelah ini biasanya terjadi musim ubur ubur dan membuat wisatawan gatal gatal. (cr21)

Jika Tak Ingin Wakil, Silakan Sampaikan Sendiri

0

batampos.co.id – Ketua DPD partai demokrat kepri Apri Sujadi sepertinya gusar dengan proses pencalonan wakil gubernur yang dinilai berlarut-larut. Padahal, hampir sebagian besar partai pengusung sudah mengusulkan nama dan sebagiannya meminta nama Mustofa Wijaya, namun sampai sekarang siapa caon pendamping gubernur provinsi kepulauan riau, nurdin basirun belum jelas.

“Tanggal 17 November kami disurati Gubernur meminta nama penganti Agus
Wibowo. Dalam surat itu disebutkan selambat-lambatnya tanggal 22 november harus dibalas. Dengan waktu yang sangat singkat 4 hari, dan hak sebagai partai pengusung ya kami balas,” kata Apri.

Sebenarnya secara logika, dan prosedural, ia menyebutkan, ada lima partai pengusung. Lima partai pengusung itu disurati gubernur dan ketua DPRD, namun yang menjawab tiga. “Yang menjawab artinya sudah memenuhi dan secara interaksi, kami sudah membalasnya, sedangkan yang tak menjawab surat dari gubernur, silakan saja masyarakat yang menilainnya,” kata Apri.

Disinggung apakah Mustofa Wijaya akan dijadikan kader Demokrat? Apri menjawab itu nomor dua. Yang penting sekarang, ada wakil gubernur yang bisa mengisi kekosongan jabatan di pemerintahan karena dinilai sangat penting. “Nurdin Basirun dipilih masyarakat Kepri, dan milik masyarakat Kepri tapi diusung partai pengusung. Tanpa partai pengusung
tidak mungkin Nurdin bisa dicalonkan, silakan tanya gubernur, mau pilih siapa, silakan. Tapi kalau tidak mau calon silakan, sampaikan ke masyarakat, saya mau sendiri,” tukasnya. (cr21)

Alokasi Gas Khusus untuk Natuna Harus Diusulkan

0

batampos.co.id –  Hingga saat ini Natuna yang disebut daerah penghasil minyak dan gas alam, namun masyarakatnya belum menikmati gas yang kini terus diekspor ke luar negeri.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah menjelaskan, Natuna untuk mendapatkan alokasi gas khusus perlu usulan permintaan. Selama ini BPH Migas belum menerima usulan permintaan alokasi gas tersebut dari Pemerintah Kabupaten Natuna.

Namun khusus Natuna katanya, dapat dibangun jaringan gas (Jargas) nantinya untuk didistribusikan kepada rumah masyarakat. Seperti daerah lain seperti Sumatera dan lainnya. Pembangunan Jargas sangat tepat, karena mengingat letak offshor jauh dari pulau Natuna.

Menurutnya, dengan program pengembangan Jargas di Natuna lebih tepat. Karena pertimbangan pembangunan pipa gas dari offshor belum ada perusahaan swasta yang berminat. Sehingga Pemerintah akan menyediakan sarana dan prasarana, dan BPH Migas akan memberikan harga dibawah gas elpiji 3 kilo untuk jargas.

“Kami sudah bincang-bincang dengan Bupati Natuna, supaya Pemerintah Daerah mengusulkan jargas itu kepada Pemeritah Pusat, melalui kementerian ESDM dan DPR, kami BPH Migas siap kawal,” janji Fanshurullah didepan Bupati Natuna Abdul Hami Rizal saat ditanya sejumlah wartawan usai meresmikan SPBU nelayan satu harga di Desa
Sepempang.

Direktur Teknik dan Lingkungan migas Ditjen Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengatakna, untuk memberikan alokasi gas ke Natuna perlu usulan daerah dari daerah. Dan hingga saat ini BPH Migas belum menerima usulan permintaan alokasi gas terseut dari Pemerintah Daerah.

Tidak hanya itu, usulan permintaan kuota gas dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna perlu disampaikan kepada Kementerian ESDM dan ke DPR RI. Permintaan kuota gas ini juga perlu perencanaan lebih baik. Karena dilihat dari jumlah penduduk dan lainnya, gas berbeda dari bahan bakar jenis lain. Memerlukan sarana berbeda.

“Kebetulan pipa gas ke Natuna dari offshor cukup jauh, usulan permintaan kuota gas dari pemda Natuna nanti perlu dianalisas. Dan perlu perencanaan. Tapi untuk datangkan gas elpiji lima kilo ke Natuna bisa juga manfaatkan kapal tol laut. Tapi sampai sekarang belum
menerima permintaan gas dari Pemda Natuna,” sebut Alfon. (arn)

Apri Minta Pelayanan Kesehatan Dimaksimalkan

0
Bupati Bintan Apri Sujadi bersama anak-anak sekolah dasar melakukan peragaan mengosok gigi yang benar dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Desa Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir pada Selasa (5/12). F. Kominfo untuk Batam Pos.

batampos.co.id  – Bupati Bintan Apri Sujadi meminta pelayanan kesehatan dasar gratis dan pelayanan puskesmas buka 24 dimaksimalkan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan hari kesehatan nasional ke 53 yang diadakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kabupaten Bintan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Bintan dan PDGI Kabupaten Bintan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir pada Selasa (5/12).

Apri menegaskan, program kesehatan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah  Kabupaten Bintan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar semua pihak menerapkan gerakan masyarakat sehat (germas) sebagai kebutuhan masyarakat.
Selain hal itu, ia menyebutkan, pada tahun 2017 sebanyak 14 ribu masyarakat Kabupaten Bintan terdaftar sebagai anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. “Bagi masyarakat yang belum terdaftar, akhr Desember akan kita gesa,” tukasnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Roy J Siregar sekaligus Ketua IDI Cabang Kabupaten Bintan menyampaikan, peringatan hari kesehatan nasional ini melibatkan organisasi kesehatan di kabupaten bintan. Tujuannya untuk menyelaraskan antara program Pemerintah Kabupaten Bintan seperti pemberian layanan dasar gratis dan pelayanan puskesmas 24 jam bagi masyarakat. “IDI cabang Bintan akan terus mendukung program pemerintah
dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kadinkes Bintan dr Gama AF Isnaeni mengatakan, pihaknya memiliki program-program unggulan yang kesemuanya telah diamanahkan oleh bupati bintan untuk memberikan pelayanan pada seluruh masyarakat kabupaten bintan. Program yang diintruksikan antara lain pelayanan kesehatan dasar gratis dan pelayanan puskesmas buka 24 jam bagi puskesmas besar. Dua program ini akan terus dilaksanakan secara
komperensif kepada masyarakat sampai seluruh masyarakat Bintan terdaftarkan sebagai anggota BPJS.
Selain itu, Dinkes akan pro aktif secara periodik menugaskan team yang akan dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Team tersebut akan turun setiap dua minggu sekali ke masyarakat, bahkan nanti Bupati Bintan bersama OPD akan turun mendampingi team pro aktif dinas kesehatan ke masyarakat,” ungkapnya. (cr21)

ASN Harus Menjadi Pelayan Masyarakat

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi menyerahkan secara simbolis dana bantuan kepada para Veteran Kabupaten Bintan. F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu menjadi pelayan masyarakat. Peran serta masyarakat dan generasi muda harus saling bahu membahu dalam menyongsong pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.

“Pembangunan suatu daerah akan semakin efektif apabila semua pihak bisa terlibat bersama mengisi setiap lini yang kosong. Kita semua harus lebih bersinergi,” ujar Apri dalam sambutannya sebagai pembina upacara Peringatan HUT KORPRI ke-46 yang disejalankan dengan Hari Pahlawan ke-72 dan Hari Kesehatan Nasional ke-53 Tingkat Kabupaten Bintan di halaman kantor Bupati Bintan, Senin (4/12).

Dijelaskan Apri, ASN adalah pelayan masyarakat yang bertujuan memberi kemudahan dan kesejahteraan pada masyarakat. “Mari sama-sama kita arahkan kemudi langkah kita. Agar kinerja kita benar-benar dengan niat dan bertanggungjawab memenuhi semua amanah yang diberikan,” ungkapnya.

Momen Hari Pahlawan kata Apri, seharusnya dimaknai dengan introspeksi diri. “Jangan ditanyakan apa yang telah orang lakukan pada negara, tapi tanyakan diri sendiri apa yang telah diperbuat demi bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai dan memahami sejarah para pahlawannya,” tegasnya.

Apri juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam mensukseskan Kabupaten Bintan meraih Penghargaan Kabupaten Sehat dari Menteri Kesehatan pekan lalu. “Penghargaan ini hadiah di hari Kesehatan Nasional dari upaya yang kita lakukan. Namun penghargaan ini bukan tujuan akhir, jangan sampai kita terlena. Pelayanan kesehatan dan pengoptimalan tenaga medis tetap menjadi prioritas ke depannya,” terangnya.

Selesai upacara, Apri bersama Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menyerahkan secara simbolis insentif kepada para Veteran dan dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada beberapa ASN berprestasi dan memiliki kinerja baik.

Kemudian Pemkab Bintan juga memberikan penghargaan kepada Puskesmas Kawal sebagai salah satu puskesmas dengan pelayanan terbaik dan beberapa tenaga medis seperti dokter umum, bidan, dan perawat.

“Hari ini kita peringati Hari KORPRI, Hari Kesehatan Nasional, dan Hari Pahlawan. Harapannya ke depan kita semua dapat menghasilkan kinerja yang lebih cemerlang,” ungkapnya.

Turut hadir Sekda Bintan, Adi Prihantara, Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Bintan, serta pejabat eselon III dan IV, para tenaga medis, veteran, dan seluruh ASN maupun PTT di lingkungan Pemkab Bintan. (cca)