Selasa, 23 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13091

Membangun Ekonomi Bangsa dari Lantai Bursa

0
KARYAWATI Kresna Scurities, Zahra, melayani calon investor di Kantor BEI Cabang Batam, Jumat (24/11) lalu. Selain aman, investasi cabang juga memberikan keuntungan ganda bagi investor dan perusahaan emiten.F. Dalil Harahap/Batam Pos 

batampos.co.id – Fitri Sofia, 35, mengetuk-ngetuk gawainya. Sebuah aplikasi pemantau harga saham terbuka di ponsel android miliknya. Jemarinya yang lentik bergerak lincah menggeser layar ponsel pintarnya itu.

Sejurus kemudian, ibu dua anak ini mengerenyitkan dahinya. Pertanda ia sedang berpikir keras bercampur ekspresi kekecewaan. “Fluktuasi harga saham cukup tinggi,” kata Fitri saat ditemui di sebuah sekolah TK di Batam, Senin (13/11) lalu.

Fitri yang siang itu tengah menunggui anak pertamanya pulang sekolah mengaku sedang memantau harga saham sebuah perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia mengaku sudah menjadi investor di pasar modal sejak beberapa tahun terakhir.

“Saya masih tergolong baru di dunia saham ini,” kata dia, merendah.

Sebagai ibu rumah tangga, Fitri mengaku memiliki banyak waktu luang. Karenanya, ia memanfaatkan waktunya itu untuk mencoba peruntungan di pasar modal. Istri seorang perwira menengah di korps Polri ini menyebut, menjadi investor saham memang susah-susah gampang. Susah karena investasi saham tergolong berisiko tinggi. Namun di satu sisi investasi saham juga sangat menjanjikan dan mudah dijalankan.

“Tapi lebih banyak untung dari ruginya. Lumayan, itung-itung membantu suami,” kata Fitri. Sayang ia enggan menyebut berapa profit yang sudah ia peroleh selama menjadi investor saham.

KARYAWATI Kresna Scurities, Zahra (kiri), menjelaskan tentang investasi saham kepada calon investor saham di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Batam, Jumat (24/11) lalu. Investasi saham di pasar modal merupakan pilihan investasi jangka panjang dengan beragam keuntungan. F.Dalil Harahap/Batam Pos.

Kepala Cabang BEI Batam, Evan Octavianus Gulo, membenarkan ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi saham. Baik bagi investornya, mupun dari sisi emiten atau perusahaan. Dari sisi investor, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh. Antara lain capital gain melalui kenaikan harga saham. Kemudian dana bagi hasil perusahaan atau deviden.

Selain itu, dengan membeli saham di pasar modal berarti telah membantu perusahaan untuk tetap eksis atau bahkan berkembang. Jika perusahaan berkembang, tentu jumlah karyawan atau pekerja yang dibutuhkan akan terus bertambah. Dengan begitu, menjadi investor di pasar saham secara tidak langsung ikut berperan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Jadi investor pasar saham itu juga berperan membangun ekonomi nasional,” kata Evan saat ditemui di kantornya, Kamis (16/11) lalu.

Sementara dari sisi perusahaan, akan mendapatkan keuntungan yang tak kalah banyak. Yang utama tentu tambahan modal. Sehingga perusahaan publik tersebut bisa tetap eksis atau bahkan melakukan ekspansi usahanya.

Selain itu, perusahaan akan menjadi perusahaan sehat dan dikenal di seluruh dunia karena menjadi perusahaan terbuka. Kalau sudah begini, maka proyek-proyek baru akan mungkin diperoleh karena kepercayaan publik, terutama investor, terhadap perusahaan tersebut akan meningkat.

Evan kemudian mencontohkan perusahaan di Batam yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Misalnya PT Sat Nusapersada, Tbk. Sejak memutuskan untuk melakukan IPO, perusahaan elektronik tersebut kini dibanjiri proyek perakitan telepon seluler dalam skala besar.

Misalnya dari Asus, Nokia, hingga Xiaomi. Seiring berjalannya waktu, perusahaan itu kini semakin sehat secara finansial. Hal ini dilihat dari laba bersih yang diraih Sat Nusapersada yang terus meroket tiap tahunnya. “Perusahaan sehat, karyawan sejahtera, ekonomi bergerak,” kata Evan.

Sayangnya, kata Evan, sampai saat ini masih sangat sedikit perusahaan di Batam (Kepri) yang menawarkan sahamnya di lantai bursa. Baru ada tiga perusahaan. Masing-masing PT Sat Nusapersada Tbk, PT Citra Tubindo Tbk, dan PT Hotel Mandari Regency Tbk (Hotel Goodway).

Demikian juga dengan jumlah investornya. Per 31 Oktober 2017, jumlah warga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang sudah menjadi investor saham baru 5.389 orang. Menurut Evan, jumlah ini tergolong masih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kepri yang mencapai 2 juta jiwa lebih.

“Secara nasional juga masih rendah. Per Oktober 2017 baru ada 611.726 investor saham. Atau hanya 0,23 persen dari jumlah warga negara Indonesia,” kata Evan.

Menurut dia, ada empat hal yang membuat masyarakat enggan berinvestasi di pasar modal. Pertama, adanya anggapan yang keliru soal investasi saham. Kebanyakan masyarakat mengira investasi saham itu selalu mahal dan hanya untuk orang-orang kaya. “Padahal ada saham yang harga per lembarnya hanya 50 perak,” kata dia.

Penyebab lainnya, masih banyak masyarakat yang menganggap investasi saham ilegal alias bodong. Padahal aturannya jelas. Investasi saham diatur dan dilindungi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. “Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menjamin investasi di pasar modal aman,” katanya lagi.

Penyebab ketiga, masih banyak kalangan masyarakat yang menilai investasi saham merupakan bentuk judi dan haram. “Padahal Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa bahwa investasi saham halal,” kata Evan.

Yang terakhir, masyarakat masih enggan berinvestasi di pasar modal karena berpikir investasi saham tergolong investasi dengan risiko tinggi, meski peluang keuntungannya juga besar (high risk-high return). Padahal menurut Evan, investor bisa mengubah risiko itu menjadi low risk high return.”Kuncinya dengan ilmu,” kata Evan.

Meski masih tergolong rendah, Evan mengakui jumlah investor saham di Kepri mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. Hal ini tak terlepas dari upaya sosialisasi dan edukasi yang digelar BEI Cabang Batam.

Di BEI Cabang Batam, kata Evan, ada program Klinik Investasi Saham. Melalui program ini BEI Cabang Batam melakukan edukasi dan sosialisasi dan pelatihan investasi saham kepada masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan mahasiswa, karyawan, pegawai negeri sipil (PNS), hingga ibu rumah tangga.

“Kelompok arisan ibu-ibu pun kami datangi. Sampai Agustus lalu, kami sudah menggelar 120 kegiatan edukasi dan sosialisasi,” katanya.

Dalam sosialisasi ini, tak jarang BEI menggandeng pihak lain. Misalnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Evan berharap, akan semakin banyak investor saham di Kepri. Karena investasi jangka panjang ini membawa banyak manfaat bagi semua pihak, termasuk bagi pembangunan ekonomi bangsa. Apalagi saat ini di Batam sudah ada sembilan sekuritas dan satu manajemen aset yang siap melayani para investor.

Karyawan Kresna Scurities Batam, Zahra, mengatakan langkah menjadi investor saham sangat mudah. Pertama, calon investor harus membuat akun di salah satu perusahaan sekuritas, semisal Kresna Scurities.

“Syaratnya mudah. Seperti membuka rekening di bank,” kata Zahra, Senin (13/11) lalu.

Calon investor cukup mengisi formulir Pembukaan Sub Rekening Efek dan formulir Rekening Dana Investor (RDI). Kemudian memberikan foto kopi dokumen, seperti KTP dan NPWP. Selanjutnya, calon investor menyetor sejumlah uang ke dalam RDI yang telah dibuat dan disetujui perusahaan sekuritas.

Menurut Zahra, menjadi investor saham tidak harus menyetor uang dalam jumlah besar ke rekening RDI. Sebab harga saham di setiap emiten juga bervariasi. Ada yang harganya cuma Rp 100 per lembarnya. “Apalgi sekarang ada program Yuk Menabung Saham. Setoran awal cukup Rp 100 ribu,” kata Zahra.

Berbeda dengan Evan, Kepala Kantor OJK Perwakilan Kepri, Iwan M Ridwan, menilai animo masyarakat Batam dan Kepri terhadap investasi saham cukup baik. Berdasarkan data BEI Cabang Batam, jumlah investor saham sudah mencapai 5.389 orang dengan nilai investasi sebanyak Rp 633 miliar. “Ini tergolong tinggi,” kata Iwan, Selasa (21/11).

Meski begitu, kata dia, OJK bersama BEI dan perusahaan sekuritas akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi pasar modal, terutama investasi saham. Target yang disasar dalam program edukasi ini beragam. Mulai dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), hingga anggota legislatif.

“Anggota DPRD Kepri malah minta kami bikin kelas khusus sosialisasi investasi saham,” kata Iwan.

Kata Iwan, ini menandakan bahwa makin banyak masyarakat Kepri yang mulai tertarik dan melek terhadap investasi saham. Dia berharap akan semakin banyak masyarakat Kepri, khususnya Batam, yang berinvestasi saham karena dijamin aman dan menguntungkan.

Sementara dari sisi perusahaan, ia menyarankan agar segera go public dan merambah lantai bursa. Sebab dengan begitu, perusahaan akan mendapatkan suntikan modal segar yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha.

“Daripada pinjam modal ke bank dan harus membayar bunga, lebih baik melepas saham di bursa efek,” katanya.

Iwan meyakini, semakin banyaknya perusahaan yang go public dan semakin banyak masyarakat yang berinvestasi saham, maka perekonomian di negeri ini akan tumbuh dengan cepat.

Itulah sebabnya, kata Iwan, Presiden Joko Widodo juga mengimbau agar perusahaan dalam negeri, khususnya BUMN, tidak hanya mengandalkan pendanaan dari pinjaman bank. “Tapi bisa memanfaatkan pasar modal dengan melepas saham atau menerbitkan obligasi,” terangnya. (Suparman)

Pipa Induk Spam Pecah Lagi

0
Proses penggantian pipa induk yang pecah. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pipa utama sumber air yang ada di Rintis, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan yang mengalirkan air ke Tarempa dan sekitarnya, pecah di Batu Tambun. Pecahnya pipa bukan hal yang asing bagi warga Tarempa. Pasalnya hal ini sudah sering terjadi.

Kali ini, belum diketahui pasti penyebab pecahnya pipa tersebut, apakah karena tekanan air terlalu kuat sehingga pipa tersebut tidak mampu menahan tekanan air atau ada masalah lain. Namun yang jelas sudah mengganggu kenyamanan warga.

Pipa induk yang pecah tersebut terhubung hingga ke Desa Sri Tanjung. Akibatnya warga Tanjung tidak mendapatkan air bersih selama beberapa hari ini. Salah satu warga Tanjung, Ahmad mengatakan, sejak seminggu terakhir air tak mengalir. Warga juga merasa heran padahal saat ini musim hujan.

Karena belum tahu adanya pipa yang pecah ini, dirinya bersama warga lainnya sempat berniat akan melalukan orasi ke Kantor DPRD dan Pemkab Anambas. Namun setelah mendapat kabar jika pipa di sekitar Rintis, Batu Tambun pecah niat orasi dibatalkan. Pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar air bisa mengalir ke rumah warga.

“Kami awalnya sudah berniat mau demo. Tapi belakangan dapat informasi ada pipa pecah makanya tak jadi demo. Kami berharap agar pemerintah segera memperbaiki pipa itu agar air bisa mengalir,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya (PUPR) Pemkab Anambas, Effi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan perbaikan terhadap pipa yang pecah. Untuk mengganti pipa tersebut banyak kendala yang ditemukan. Mulai dari pipa yang sudah ditanam, bahkan ada pipa yang berada di dalam air.

“Kami sudah dapat keluhan masyarakat. Saat ini tim kami bekerja siang dan malam kalau tidak hujan. Pipa yang pecah itu ada di bawah rumah warga sehingga susah untuk memperbaikinya. Terpaksa kami buat jalur baru dan memindahkan pipa itu dengan memasang pipa baru,” katanya.

Effi juga menambahkan, untuk penggantian pipa saat ini ada sekitar 150 meter dan lokasinya berbeda. Pihaknya juga sudah berusaha maksimal dalam mengatasi masalah tersebut. Dinas PUPR saat ini juga masih melakukan pekerjaan hingga selesai agar air bisa mengalir secepatnya.

“Kami lakukan perbaikan pipa secepatnya. Bahkan tim di lapangan itu bekerja siang dan malam agar air bisa secepatnya mengalir. Namun kendalanya banyak. Jadi untuk memperbaiki harus menunggu kering baru diperbaiki. Air tetap mengalir namun debitnya dikurangi, menunggu selesai perbaikan,” katanya. (sya)

Bandara Lombok Praya Beroperasi Normal

0
foto: @wdtu

Pagi ini, Selasa 28 November 2017, pukul 05.58 WITA Bandara Internasional Lombok Praya kembali beroperasi normal. Saat Bandara Ngurah Rai Bali ditutup selama 24 jam ke depan, akses wisatawan dari dan menuju Bali bisa ditempuh via Lombok.

Hal ini berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor B8926/17 yang diterbitkan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia.

“Tadi malam Bandara Lombok sempat ditutup lagi karena ruang udara terdampak abu vulkanik. Tapi setelah pengamatan dan koordinasi yang dilakukan, diputuskan untuk Bandara Lombok kembali beroperasi normal mulai Selasa, 28 November 2017 Pukul 05.58 WITA,” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, Rabu (28/11).

Dengan kembali dibukanya Bandara Lombok Praya, maka penerbangan dari dan ke Lombok sudah dapat dilayani. Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tetap memonitor dengan ketat seluruh perkembangan yang terjadi terkait aktivitas Gunung Agung. Dia menyampaikan, AirNav terus malkukan koordinasi dengan BMKG dan PVMBG serta pengamatan Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC). Selain itu juga dilakukan paper terst untuk memantau kondisi di lapangan.

“Kami membuka crisis center di Jakarta dan di Denpasar. Kami memonitor seluruh perkembangan 24 jam bersama regulator dan seluruh stakeholder terkait. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi karena kami akan menyampaikan seluruh perkembangan yang terjadi kepada publik,” ujar Wisnu.

Kadispar NTB Lalu Faozal menambahkan, suasana di Lombok aman dan siap menerima wisatawan. Dalam hal wisatawan yang kena cancellation di Bali, bisa terbang via Lombok.

“Industri perhotelan di Lombok juga siap dengan skema yang diminta Pak Menpar Arief Yahya, yang terkena dampak cancellation mendapatkan free akomodasi sehari, selebihnya 50% discount,” kata Lalu Faozal.

Para industri di Lombok juga menyadari, force majeur itu bukan kesalahan wisatawan. Tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti erupsi bakal terjadi. “Karena itu kami sudah rapatkan dengan industri pariwisata Lombok, dan mereka welcome mengikuti skema yang
diminta Pak Menpar Arief Yahya, sama dengan di Bali,” jelasnya.

Skema yang dimaksud adalah, memfasilitasi wisatawan yang terjebak penutupan bandara Ngurah Rai. Yang harusnya pulang, tetapi tidak bisa berangkat, boleh ke Lombok, dengan 100% free akomodasi di hari pertama, dan selanjutnya diskon 50%.

Lombok juga menyiapkan transportasi dari hotel, bandara, dan pelabuhan juga dengan gratis. Bahkan Dispar Lombok bersama industri akan membawa wisatawan itu melihat dan menikmati beberapa destinasi yang sudah disiapkan di Lombok, agar tidak
bosan menunggu flights.

GIPI Bali bersama Pemkab Badung lebih agresif lagi dalam melayani wisman. Mereka menyisir seluruh wisatawan yang “terpaksa menginap” di Bandara Ngurah Rai Bali. Mereka disiapkan akomodasi gratis, bahkan sampai 2 hari, sampai bandara buka. “Kami ingin memberikan service yanh terbaik buat wisman yang sudah ke Bali,” kata Gus Agung Ketua GIPI Bali.

Pagi ini, Menpar Arief Yahya meminta kembali komitmen airlines, untuk memberi kemudahan kepada wisatawan yang terkena cancellation. Jangan dikenakan cancellation fee atau tambahan biaya untukmengubah jadwal terbang.

“Sekali lagi, ini force majeur, permudah semua kebutuhan wisatawan! Layani yang terbaik, di saat mereka sangat membutuhkan,” jelas Arief Yahya.(*)

Pemohon Klaim Tidak Ingin Menggusur Nelayan

0
Pandapotan Marpaung menunjukkan sertifikat lahan. F. Dokumentasi pribadi Pandapotan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Beberapa hari ini Pulau Karimun dihebohkan polemik terhadap lahan yang berada di Kuda Laut, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral, antara pemohon eksekusi atas tanah milik pemohon dengan penggarap yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap diputuskan oleh Pengadilan Negeri Tanjungbali Karimun. Pandapotan Marpaung sebagai penasehat hukum dari pemohon menjelaskan, bahwa pihaknya tidak benar ingin menggusur nelayan dan menguasai laut Karimun.

“Jadi begini, setelah putusan keluar kami melakukan pendekatan kepada saudara Rio selaku penggarap, menawarkan solusi terbaik atas sengketa tersebut. Bahkan hingga menawarkan kompensasi untuk mendapatkan modal dalam melanjutkan hidup setelah keluar dari tanah itu. Tapi upaya tersebut tetap tidak digubrisnya, hingga permohonan eksekusi dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun,” katanya beberapa waktu lalu.

Dengan demikian lanjut Marpaung lagi, isu terhadap penggusuran nelayan dan penguasaan laut Karimun adalah tidak benar, tetapi untuk mengalihkan pokok permasalahan sebenarnya. Sebab keberadaan si penggarap (di darat bukan di laut) yang ilegal berada di atas tanah klien kami sesuai keputusan Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun yang mengharuskan pergi dan menyerahkan tanah kepada klien kami.

“Semua proses sudah kami lalui dengan memakan waktu berbulan-bulan dalam persidangan. Yang jelas, kasus ini jangan menggeser permasalahan inti tentang penggarap yang berada di tanah klien kami, menjadi isu nelayan dan laut Karimun. Agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menggiring opini publik yang akhirnya menjustifikasi negatif klien kami dan pihak lainnya,” tuturnya.

Sementara itu Camat Karimun Irwan Dinovri ketika dikonfirmasi Batam Pos, kemarin (27/11) mengatakan, kasus tersebut lebih tepat bila dijawab oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karimun. Menurutnya, para nelayan minta klarifikasi tentang dasar hukum yang digunakan untuk mengeluarkan sertifikat hingga ke lokasi pantai. Dengan demikian, tidak ada kaitannya dengan surat tanah yang dikeluarkan dari pihak kelurahan maupun kecamatan. “Silakan konfirmasi ke BPN Karimun saja. Sebab, kewenangannya ada di sana,” ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Baran Sejahtera yang berdudukan di Jalan Kuda Laut RT006 RW 003 Kelurahan Barat Timur, Kecamatan Meral, Edwar Kelvin, mengungkapkan para nelayan memiliki alas hak di antaranya surat grant (soerat grant) nomor 52/1938 atas nama Tengkok bin Dollah. Saat ini para nelayan ingin melakukan peningkatan surat untuk dijadikan hak milik. Namun pemerintah setempat menyatakan tidak bisa sebab lahan 100 meter dari bibir pantai tidak bisa dikeluarkan sertifikat hak milik (SHM).

“Tidak masalah. Tetap kami bela para nelayan, untuk diproses hukum yang melibatkan pihak BPN Karimun. Kenapa bisa terbit sertifikat hak milik secepat itu di atas pantai dan laut Kabupaten Karimun,” jawabnya. (tri)

2018 Semua Transaksi Nontunai

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq menegaskan, penerapan transaksi nontunai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Karimun sudah dimulai 2018. Ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 10 tahun 2016 dan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 910/1867/SJ tentang implementasi transaksi nontunai yang harus dilaksanakan selambatnya Januari 2018.

“Tanggal 1 Januari 2018, transaksi nontunai pada pemerintahan sudah dapat diterapkan,” ungkap Bupati yang ditemui usai membuka sosialiasi implementasi transaksi non tunai, Senin (27/11).

Secara bertahap akan diterapkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selanjutnya diterbitkan Peraturan Bupati tentang pelaksanaan transaksi nontunai. Terutama penerapan di kecamatan-kecamatan yang memiliki penjaringan atau sistem perbankan online.

“Mungkin yang dirasakan kesulitan menerapkan sistem transaksi nontunai yakni Kecamatan Durai, Moro, dan Buru. Soalnya belum ada bank di tiga kecamatan tersebut sebagai sarana pendukung sistem transaksi nontunai,” beber Rafiq.

Karena tidak ada bank, maka transaksi tunai di diperbolehkan. Namun begitu, lanjut Rafiq, besaran transaksi tunai akan dibatasi. Misalnya bagi kecamatan yang belum memiliki bank dibatasi Rp 20 juta. “Pastinya, untuk penerapan transaksi nontunai sudah dipersiapkan Peraturan Bupati,” imbuhnya.

Sosialiasi implementasi transaksi nontunai yang ditaja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ini menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya dari Kemendagri, BPK Perwakilan Kepri, Bank Indonesia, dan Provinsi DKI yang telah menerapkan transaksi nontunai.

Sementara Kasibid Dirjen Bina Keuangan Daerah, Elsa Natalia Sinulingga menyampaikan, pelaksanaan transaksi nontunai pada pemerintah daerah paling lambat 1 Januari 2018. Yakni meliputi penerimaan daerah dan pengeluaran daerah. Selanjutnya, bupati diminta berkoordinasi dengan lembaga keuangan bank dan atau lembaga bukan bank terkait di daerah.

“Untuk penerapannya, bupati harus menetapkan kebijakan melalui Peraturan Bupati, serta menyusun rencana aksi atas pelaksanaan implementasi tranksaksi nontunai tersebut,” paparnya.

Terkait keterbatasan infrastruktur di pemerintah daerah, penyelenggaraan transaksi nontunai bisa dilaksanakan secara bertahap. Yakni dengan melakukan pembatasan penggunaan uang tunai, baik untuk transaksi penerimaan maupun transaksi pengeluaran.
“Pastinya, bupati harus melaporkan perkembangan kesiapan implementasi transaksi nontunai pada pemerintah provinsi. Termasuk melakukan monitoring atau evaluasi atas implementasi transaksi non tunai tersebut,” tegasnya. (enl)

Beri Edukasi

0

 

Petugas bagian operator jaringan gas (jargas) Perusahaan Gas Negara (PGN), Jubel Hutagalung, 31, mengedukasi pelanggan untuk mengetahui kebocoran pada instalasi pada meteran dan pengaturan volume tekanan gas di rumah makan Ojo Lali Putra Solo milik Sulastri , 52, di Taman Carina, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (23/11).

Sulastri mengatakan, pemakaian gas PGN ini lebih hemat dan praktis, lebih hemat apa lagi untuk usaha rumah makan miliknya.

Perusahaan Gas Negara memiliki 4001 pelanggan pada tahap satu dalam 16 perumahan di Batam.

Foto/teks: Dalil Harahap/Batam Pos

 

 

Waspadai Awan Cumulonimbus

0
f-slamet – Warga melintas di Gunung Bintan yang diselimuti awan yang
cukup pekat, kemarin siang.

batampos.co.id – Badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (bmkg) Tanjungpinang memprediksi dalam tiga hari ke depan, wilayah kepulauan riau (kepri) akan diguyur hujan
dengan intensitas sedang hingga tinggi.

“Tekanan yang rendah di perairan Samudra Hindia sangat berpotensi terjadinya hujan deras,” kata kepala bmkg Tanjungpinang Dhira utama saat dihubungi Batam Pos, Senin (27/11) kemarin siang.

Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah terbuka, ia mengimbau agar mewaspadai cuaca buruk yang melanda sewaktu waktu. Meski dalam tiga hari ini hujan yang menguyur relatif terjadi dalam kurun waktu satu hingga dua jam namun sering.

Tidak hanya itu, Dhira juga mengimbau ke masyarakat untuk mewaspadai kemunculan awal Cumulonimbus. Dijelaskannya, awal cumulonimbus adalah gumpalan awal
yang terlihat sangat gelap serta pekat. Awan dengan ciri-ciri ini memiliki potensi yang besar terjadinya angin puting beliung. “Jika sudah melihat awal dengan ciri-ciri seperti ini alangkah baiknya menghindari,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tiba-tiba dilanda hujan dan petir sebaiknya berhenti dan berteduh di tempat yang terlindung. “Jangan berlindung di bawah pohon yang tinggi karena bisa disambar petir atau hindari berlindung di pohonnya yang rawan roboh karena dapat tertimpa, dan jangan juga berlari ke
lapangan, sebaiknya berlindunglah di tempat yang aman,” imbuhnya.

Di lain hal, ia mengatakan gelombang di Batam, Bintan dan Tanjungpinang mengalami peningkatan. Gelombang tinggi terjadi pada kisaran 0,5 hingga 1 meter, sedangkan di laut natuna dan Anambas gelombang berkisar hingga dua meter. “kalau cuaca sedang buruk, sebaiknya menunda bepergian dengan kapal atau sampai cuaca benar-benar
kembali normal. Begitu juga dengan penerbangan meski sejauh ini masih
normal, belum ada gangguan penerbangan,” imbuhnya. (cr21)

Hari Ini, Bandara Ngurah Rai Bali Ditutup 24 Jam lagi

0

Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pagi ini, 28 November 2017 ditutup lagi. Mulai pukul 07.00 WITA, sampai 07.00 WITA besok, 29 November 2017. Penutupan itu disampaikan oleh Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia.

AirNav menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A4274/17 mengenai perpanjangan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Erupsi Gunung Agung yang terjadi semalam menutupi ruang udara di atas Bandara I Gusti Ngurah Rai sehingga mempengaruhi keamanan penerbangan.

Semula, bandara ditutup sampai Selasa (28/11) pukul 07.00 WITA, sekarang menjadi sampai Rabu (29/11) pukul 07.00 WITA.

“Setelah erupsi yang terjadi tadi malam, diadakan rapat koordinasi di Kantor Otoritas Bandara pukul 01.00 WITA bersama seluruh stakeholder terkait. Diputuskan dalam rapat tersebut bahwa penutupan diperpanjang sampai besok pagi pukul 07.00 WITA. Keputusan rapat disampaikan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan disetujui,” ujar Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, Rabu (28/11). Sebab, lanjut Wisnu, keputusan penutupan merupakan kewenangan regulator, yang ditindaklanjuti dengan penerbitan NOTAM oleh Airnav Indonesia.

Keputusan tersebut, lanjutnya, diambil mengingat aktivitas Gunung Agung yang terus meningkat dan adanya erupsi. Memang data paper test yang disampaikan pihak penyelenggara bandara dan petugas Kantor Otoritas Bandara IV menunjukkan hasil NIL VA (Volcanic Ash) di area bandara, namun ruang udara telah terdampak abu vulkanik.

Dijelaskan Wisnu, laporan data analisa dan prediksi arah serta kecepatan angin daei BMKG menunjukan bahwa arah angin dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 5-10 kts.

Selain itu, informasi SIGMET dari MWO Ujung Pandang menunjukan bahwa abu vulkanik bergerak ke arah selatan dan barat daya sehingga menutupi ruang udara diatas bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Airnav Indonesia Cabang Denpasar menyatakan sesuai ploting area Volcanic Ash Advisory menunjukkan bahwa jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara telah tertutup sebaran abu vulkanik, sehingga ini membahayakan penerbangan,” papar Wisnu.

Dia menyampaikan, sebagai dampak dari penutupan ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Denpasar dibatalkan. “Kami dan seluruh stakeholder terkait mengedepankan keselamatan penerbangan. Jadi keputusan ini diambil demi alasan keselamatan penerbangan,” pungkas Wisnu.

Dari Gedung Sapta Pesona, Menpar Arief Yahya meminta para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara harap bersabar. Kejadian alam, seperti erupsi gunung itu secara teknis memang tidak mudah diprediksi.

“Ikuti terus info dan perkembangan Bali dan Gunung Agung, hari ini kami melincurkan dark site di indonesia.travel, website Kemenpar. Yang ingin up date info terkait dengan aktivitas terbaru Gunung Agung silakan. Yg ingin mengeksplorasi info destinasi wisata Indonesia lain, juga silakan,” kata Menpar Arief Yahya, Selasa, 28 November 2017. (*)

Curi BB untuk Bayar Informan

0
Terdakwa penggelapan barang bukti narkoba AKP Dasta Analis saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (27/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Enam oknum polisi penggelapan barang bukti sabu seberat 0,5 kilogram nekat menjual sabu untuk membayar informan yang menginformasikan komplotan kurir yang membawa sabu 16 kilogram di Pelataran Hotel Comfort, Jumat (17/3) lalu. Hal ini terungkap pada sidang perdana yang beragendakan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (27/11)

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang, Zaldi Akri menyebutkan, usai melaksanakan press rilis penangkapan Achyadi, pemilik 16 kilogram sabu, Dasta langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengambil sebagian barang bukti.

Para terdakwa, yakni Abdul Kadir, Kurniawan Tambunan, Indra Wijaya, serta Tomy Adriadi Silitonga diminta untuk menjual barang bukti untuk membayar informan serta operasional kegiatan Satresnarkoba .

“Terdakwa ini menyuruh anggotanya, dengan berkata “kalian ambil dan sisihkan barang bukti yang di brankas ruang Joko sedikit, lalu jualkan untuk bayar cepu (informan). Tolong saya ya, karena saya sudah pusing tidak ada uang untuk membayar Cepu 16 Kilo ini. Ini sudah di desak Aipda Subandri untuk membayar cepunya, karena sudah mau dekat lebaran,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk bisa melaksanakan perintah dan kesepakatan itu, pihaknya kemudian menemui terdakwa Joko Afrianto yang bertugas sebagai Bintara urusan Administrasi Tata Usaha (Urmintu) Satres Narkoba Polres Bintan. Joko juga memegang kunci brangkas penyimpanan barang bukti tersebut.

Setelah bertemu, terdakwa Joko sepakat mengambil barang bukti di brankas Sat Narkoba Polres Bintan. “Di bawah penguasaan terdakwa Joko Afrianto, ia hanya menyisihkan sebagian dari 10 bungkus sabu yang disimpan di ruangan tersebut. Sedangkan sisa lainnya di simpan diruangan SIKEU Polres Bintan sebanyak 11 paket, dari total 21 paket dalam perkara yang sedang dilakukan penyidikan atas nama tersangka Yoyok dan Suiri,” jelasnya.

Pada saat barang tersebut hendak dijual, Joko Afrianto tidak bisa ikut lantaran ingin menjemput mertuanya di bandara. Namun dirinya telah menyisikan 10 paket sabu-sabu yang sudah di perintahkan terdakwa Dasta, dan memberikan kunci brankas serta kode kunci untuk diambil terdakwa Abdul Kadir dan terdakwa Kurniawan Tambunan.

“Keesokan harinya Dasta Analis diberitahu terdakwa Indra Wijaya bahwa barang bukti sabu seberat 200 gram telah laku dijual kepada Andi Udin alias Uting (DPO) seharga Rp 50 juta. Udin membayar Rp 35 juta pada tanggal 1 Mei, sisanya Rp 15 juta akan ditransfer dua hari lagi,” terangnya.

Dari uang penjualan barang haram tersebut, terdakwa Dasta menyuruh terdakwa Indra Wijaya untuk mengambil uang Rp 32.500.000 dari terdakwa Abdul Kadir. “Sisanya sebesar Rp 2,5 juta untuk membeli kain gorden ruangan unit 1, Ruangan KBO (bagian Operasi) ,dan ruangan Urmintu. Serta membayar papan panel anggaran Sat Resnarkoba Polres Bintan. Selanjutnya sisa 300 gram yang belum terjual disimpan oleh terdakwa Joko Arfianto dalam brankas,” sebutnya.

Tak hanya itu, Dasta Analis juga sempat memerintahkan terdakwa Joko Arfianto, untuk menjual sisa sabu yang disimpan seberat 16,6 gram kepada Dwi Supriyanto Malik, dengan harga Rp 16 juta. Namun Dwi Supriyanto Malik keburu ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Tanjungpinang.

Dari penangkapan tersebut, Sat Narkoba Polres Tanjungpinang kembali menangkap terdakwa Abdul Kadir dan Kurniawaan Tambunan, Senin (19/6) sekitar pukul 05.30 WIB.

Mendengar dakwaan itu, terdakwa Dasta Analis, Tomy Adriadi Silitonga, Indra Wijaya dan Joko Afrianto, Kurniawan Tambunan, Abdul Kadir, dan Dwi Supriyanto Malik (warga sipil) yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya A Nur Syarifuddin tidak menyatakan keberatan.

Maka dari itu Ketua Majelis Hakim Acep Sopian Sauri serta Majelis Hakim anggota Santonius Tambunan dan Afizal menunda persidangan selama satu pekan dengan memerintahkan JPU untuk menghadirkam saksi. (cr20)

Bintan Sabet Dua Penghargaan Nasional

0
Bupati Bintan Apri Sujadi menyapa masyarakat yang dirawat di rumah sakit umum daerah Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, baru-baru ini. F. Kominfo untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi menyabet dua penghargaan tingkat nasional. Yakni penghargaan kabupaten sehat tingkat nasional pada tahun 2017 yang dianugerahkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan penghargaan Natamukti dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia.

Kepala Bagian Protokoler Kabupaten Bintan Aupa Samake membenarkan, Bupati Bintan Apri Sujadi akan hadir di Jakarta untuk menerima dua penghargaan pada Selasa (28/11) hari ini. Apri dijadwalkan akan hadir di ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri di Jalan Medan Merdeka Utara nomor 7 Jakarta Pusat untuk menerima penghargaan kabupaten sehat tingkat nasional pada tahun 2017.

“Penghargaan tertinggi akan langsung diserahkan Mendagri Tjahjo kumolo didampingi Menkes Nila Djuwita F Moeloek, Selasa besok (hari ini),” ungkapnya.

Selain hal itu, ia mengatakan, Bupati Bintan juga akan menerima penghargaan Natamukti karena dinilai berhasil mendorong keberlangsungan usaha mikro kecil menengah di daerahnya dan peran pemerintah daerah sangat besar dalam mendukung umkm menjadi pilar utama keberlangsungan ekonomi di daerah.

“Rencananya penghargaan akan diberikan di kantor Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia di Jalan HR Rasuna Said, lantai dua Jakarta Selatan,” tukasnya.

Terpisah, Ketua Forum Sehat Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi Senin (27/11) kemarin berucap syukur berkat kerja keras dan dukungan seluruh masyarakat dan instansi, kabupaten Bintan kembali meraih penghargaan kabupaten kota sehat tingkat nasional tahun 2017. “Sudah dipastikan setelah dikonfirmasi oleh kementerian dalam negeri serta kementerian kesehatan,” ujarnya.

Deby menuturkan, kabupaten Bintan telah mengikuti empat tatanan sebelum meraih penghargaan kabupaten sehat atau disebut Swasti Saba tingkat Wiwerda. Wiwerda dinilai berdasarkan kawasan permukiman, sarana dan prasarana umum yang sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan industri dan perkantoran sehat serta kawasan pariwisata sehat.

“Dua tahun lalu atau tepatnya tahun 2015, Bintan juga meraih penghargaan yang sama. Hanya, waktu itu tingkat padapa setelah mengikuti dua tatanan yang dilombakan. Tapi, tahun ini kita tingkatkan dengan mengikuti empat tatanan tingkat wiwerda,” jelasnya. (cr21)