Senin, 22 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13092

Ongkos Besar Rehabilitasi Pecandu Narkoba

0

batampos.co.id – Setiap tahun pemerintah menggelontorkan puluhan miliar rupiah untuk merehabilitasi pecandu narkoba di Indonesia. Upaya pemulihan pecandu kian berat berat di tengah derasnya arus narkoba yang masuk ke negeri ini.

“Selamat sore family, it’s prayer time “. Suara itu menggema di lantai dua House of Soul bangunan Loka Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri di Nongsa, Kamis (23/11) sore lalu. Jarum jam menunjukkan pukul 15.10 WIB, pertanda waktu salat Asar telah masuk.

“Thankyou for remind us front desk”. Jawaban itu terdengar kompak dari para residen (sebutan para pasien rehabilitasi, red) yang sedang menikmati 30 menit waktu istirahat di dormitori masing-masing.

Usut punya usut, sang pemberi peringatan ternyata bernama Mahadiansyah. Dia juga residen di Loka Rehabilitasi Batam. Dia dipilih menjadi kepala di antara para residen primary unit. Pria berusia 35 tahun ini sudah 81 hari menjadi residen di Loka Rehabilitasi di Nongsa akibat ketergantungan narkoba jenis sabu-sabu.

Pria yang akrab disapa Adi ini bukan orang sembarangan. Dia berprofesi sebagai anggota Polri. Sampai saat ini masih aktif dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka).

Tahun 2015 menjadi awal perkenalannya dengan narkoba. Sesaat setelah ia pindah tugas dari Papua ke Batam, Kepulauan Riau. “Sebelumnya di Papua jauh dari ingar bingar kehidupan malam. Tiba-tiba dipindah ke Batam. Dipengaruhi teman sipil,” ujarnya.

Beruntung, keluarganya segera menyadari perilaku Adi. Pria kelahiran Langkat ini pun segera dimasukkan ke Loka Rehabilitasi Batam atas persetujuan institusi tempatnya bekerja.

Di loka ini, Adi sudah mengikuti empat proses tahapan rehabilitasi, yakni detoksifikasi, stabilisasi, entry unit, dan sekarang dalam proses primary unit. “Setelah direhab inilah saya tersadar. Ternyata saya bisa hidup tanpa narkoba,” ujarnya.

Kepala Loka Rehabilitas Kota Batam, dr Danu Cahyono didampingi Program Manager Loka Rehabilitasi Batam, Acep Ranal menyebutkan, ada lima tahapan proses rehabilitasi bagi para residen sampai dinyatakan pulih dari ketergantungan. Pertama, detoksifikasi; Kedua, stabilisasi untuk pencabutan dan pembersihan zat narkoba dalam tubuh residen; Ketiga, entry unit; Keempat, primary unit; Kelima, re-entry dan pascarehabilitasi.

Selama detoksifikasi hingga entry unit, para residen ini tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar. Termasuk keluarga.

“Khusus pasca rehabilitasi, kami kirim residen ke rumah damping yang ada di Tiban untuk pembinaan dan mendapat keterampilan supaya ke depan bisa kembali ke kehidupan sosial. Setelah mereka lepas pun, kami tetap mengawasi mereka selama enam bulan,” ujar Danu di kantornya di Nongsa, Kamis (23/11) pekan lalu.

Para residen di Shelter ini dikelompokkan berdasarkan warna baju yang mereka pakai untuk memudahkan petugas mengenalinya. Residen house of soul, pakaian sehari-harinya hijau. Residen yang masih perawatan medis, detoksifikasi, dan stabilisasi berpakaian orange. Residen anak usia 12-18 tahun berpakaian ungu.

“Khusus residen re-entry, pasien tahap akhir atau yang sudah persiapan pulang, kami berikan reward bisa berpakaian bebas,” ujar Acep.

Para residen yang direhabilitasi di loka ini digratiskan dari segala biaya. Semua biaya ditanggung negara. Mulai dari biaya pengobatan dasar hingga pemulihan dengan rentang tiga sampai enam bulan rehabilitasi.

Tak hanya itu, biaya makan tiga kali sehari dan snack dua kali sehari, bahkan kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) seperti deterjen, sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, shampoo, dan bahkan pencukur bulu, semua dibiayai negara. Kecuali untuk kebutuhan konsul jika residen terdeteksi mengidap penyakit tertentu, ada batasan besaran biaya konsul.

Kiblat rehabilitasi di Indonesia mengadopsi metode teraupetic community dari Amerika. Namun dari sisi lama rehab tak diadopsi total. Di Amerika, lama rehab 12 sampai 24 bulan.

“Kalau itu dilakukan di Indonesia, habislah uang negara ini untuk rehabilitasi pecandu narkoba,” ujar Danu.

Akhirnya, kata Danu, lama rehab diubah. Awalnya satu tahun, dievaluasi menjadi enam bulan karena keterbatasan anggaran. “Ternyata bisa enam bulan,” katanya.

Pemerintah pusat tak main-main mengeluarkan ongkos untuk para pecandu narkoba yang dirawat di enam lembaga rehabilitasi penanganan dan pengobatan para pecandu narkoba di Indonesia. Mulai dari Balai Besar Lido di Sukabumi, Loka Kalianda Lampung, Deli Serdang di Sumatera Utara, Balai Tanah Merah di Kalimantan, Badoka di Sulawesi, hingga Loka Rehabilitasi Batam di Kepri yang langsung membawahi wilayah Sumatera.

“Khusus Loka Rehabilitas Batam, 2017 ini kami mendapatkan anggaran sebesar Rp 9,2 miliar,” sebut Danu.

Sejauh ini, besaran anggaran tersebut masih mencukupi. Namun peningkatan target residen akan terus menambah jumlah anggaran yang dibutuhkan. Bahkan, jika semakin banyak yang menjadi pecandu, maka semakin besar pula dana yang harus digelontorkan pemeritah untuk merehap para pecandu itu.

Saat ini saja, ada 94 residen yang dirawat intensif dari 201 di Loka Rehabilitasi Batam di Nongsa. Sebanyak 92 di antaranya residen laki-laki dan dua residen perempuan. Rata-rata rentang usia produktif. Mereka datang dari lintas agama, lintas pendidikan, dan lintas profesi.

“Ada dosen, anak pengusaha, bahkan dokter juga ada,” kata pria yang baru bertugas delapan bulan di Loka Rehabilitasi Batam ini.

Dari 94 residen yang dirawat intensif di loka ini, ada 28 residen pecandu dari Kepri (Anambas, Karimun). Sisanya dari Sumatera Utara dan Pekanbaru.

“Terjadi penurunan. Tahun 2016 lalu, residen asal Kepri malah 36 orang. Tahun ini kami justru heran, mengapa sangat sedikit warga Batam yang rehab di sini padahal pecandu banyak,” ujar Acep.

Pada 2017 ini, Loka Rehabilitasi Batam menargetkan 200 residen rawat inap dan 50 rawat jalan. Khusus residen rawat inap, sudah melebihi target yakni 201 residen. Masih ada 20-an yang masuk daftar tunggu yang saat ini masih dititipkan di sel BNNP Kepri dan juga di lapas.

Sedangkan pada 2018 mendatang, mereka menargetkan 222 residen rawat inap, dan 28 rawat jalan. Perubahan target ini karena untuk rehabilitasi ringan sudah bisa ditangani BNNP dan BNNK.

Namun Danu mengakui, tidak ada satu tempat rehab pun di dunia ini yang memberikan jaminan residen akan sembuh total. Bahkan tidak ada istilah sembuh. Yang ada hanya kata pulih.

Lalu bagaimana dengan mereka yang dinyatakan pulih kemudian menggunakan narkoba lagi? Danu mengungkapkan hal itulah yang bikin susah. Peran BNN sendiri 50 persen untuk pemulihan, sisanya datang dari lingkungan, keluarga dan diri pribadi residen.

“Kalau kecanduan lagi, kita tetap terima lagi direhabilitasi. Tapi batasnya hanya sampai dua kali. kalau sampai tiga kali, berdasarkan UU, harusnya dipenjara,” tegasnya.

Di loka rehabilitasi ini, para residen ditangani dua dokter termasuk dokter Danu sendiri, tiga psikolog, 15 perawat, dan 26 konselor pendamping residen.

Umumnya, konselor pendamping ini adalah mereka yang mantan pecandu yang telah pulih. Salah satunya Yudha Ramadhansyah. Pria berusia 32 tahun ini merupakan pecandu narkotika pada 1998-2015 lalu. Sudah tak terbilang jenis narkoba yang ia konsumsi. Mulai dari putaw, opium, ganja, ekstasi, hingga sabu-sabu. Sudah empat kali ia bolak-balik menjalani rehabilitasi jangka panjang.

“Bahkan pas nikah di Palembang, kala itu di 2012, sebelum ijab kabul saya isap ganja dulu,” ujar suami dari Yona Fina Aulia ini.

Karena narkoba pula, ia dipecat dari pekerjaannya sebagai karyawan BUMN di bidang perkapalan. “Saya sempat down, dan di situ mulai memakai putaw, supaya saya nyaman di kala sendiri, halusinasi, dan merasa aman saja. Lihat ini tangan saya,” ujarnya sambil menunjukkan bekas-bekas sayatan di tangannya.

 

Loka Bukan Penjara

Loka Rehabilitasi Batam tergolong lengkap. Ada fasilitas seperti UGD dengan alat rontgen, satu dokter tamu, laboratorium, lapangan olahraga outdoor untuk tennis, volly, lapangan basket, tempat fitnes, USG, masjid, capel, dapur, dan tiga mess staf.

Loka Rehabilitasi Batam terdiri dari tiga lantai dormitori. Satu dormitori diisi enam orang dengan kapasitas total 200 orang.

Meski semua dormitori dibangun dengan jeruji besi, namun semua ruangan bersih. Bahkan dilengkapi pendingin ruangan (AC) dan pengharum ruangan. Masing-masing dormitori juga dilengkapi kata-kata hiasan penyemangat.

“Jadi perlu kami beri pemahaman kepada warga di luar sana, bahwa rehabilitasi di loka Batam ini bukan penjara, tidak ada kekerasan, dan gratis. Masuk ke sini bukan aib, tapi tempat pemulihan dari narkoba. Residen di sini, kalau kita bandingkan dengan para saudara-saudara kita yang di LP, lebih manusiawi di sini,” ujar Danu.

Kewajiban rehabilitasi ini sendiri tercantum dalam Pasa 54 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika dan penempatan korban penyalahgunaan narkotika ke lembaga medis dan sosial.

Untuk langkah awal, Danu menyebutkan, pelayanan rehabilitasi ini, residen wajib melaporkan cara sukarela, dan program wajib lapor tersangka.

Bagi residen sukarela, mereka akan menjalani proses assesment mulai dari wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan psikis, dan riwayat pemakaian narkoba. Biasanya ini harus diantar pihak keluarga.

Kepri Darurat Narkoba

Upaya Loka Batam untuk merehabilitasi pecandu narkoba memang semakin berat. Sebab, Kepri kini masuk dalam kawasan darurat Narkoba di Indonesia.

Kategori itu disematkan di Kepri karena pada 2016 lalu, BNN Provinsi Kepri mencatat angka prevalansi penyalahgunaan narkoba di provinsi ini mencapai 2,74 persen. Padahal, angka maksimal prevalensi yang ditetapkan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo maksimal 2,2 persen. Kepri lebih tinggi 0,54 persen.

Sepanjang 2017 ini saja, BNNP Kepri mencatat ada 42 ribu warga Kepri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Jika dibandingkan dengan 2015-2016, memang terjadi penurunan. Pada medio 2015-2016 tercatat 60.205 warga Kepri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Boleh dibilang, Batam itu juga sebagai daerah transit narkoba untuk selanjutnya dikirimkan ke luar pulau seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali, dan kawasan lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Kepala BNNP Kepri Brigjen Nixon Manurung melalui Kepala Bidang Pemberantasan AKBP Bubung Pramiyadi, saat ditemui di ruangannya di kantor BNNP Kepri di kawasan Batubesar, Nongsa, Kamis (23/11) pekan lalu.

Bubung menyebutkan pintu masuk peredaran narkoba tertinggi di Indonesia yaitu Aceh melalui Sabang, Kalimantan, Kepri, dan juga Medan di Sumatera Utara.

“Kepri peringkat ketiga pintu masuk peredaran Narkoba secara nasional,” ujar Bubung.

Peredaran narkoba di Kepri sendiri ada beberapa pintu masuk terbesar yakni Tanjungbalai Karimun, Berakit-Bintan, dan banyak tempat di Batam.

Adapun narkoba jenis narkoba yang sering masuk ke Batam adalah sabu-sabu, ekstasi, dan juga ganja. Sabu-sabu dan ekstasi semuanya masuk dari Malaysia, sedangkan ganja masuk dari Aceh. Hanya segelintir yang masuk melalui Singapura.

Bubung menambahkan, biasanya narkoba yang masuk dari Singapura adalah titipan transit dari Tiongkok. Seperti halnya penangkapan sabu-sabu yang dibalut di dalam lukisan Bunda Maria yang ditangkap di Bandara Internasional Hang Nadim beberapa waktu lalu, dimana si tersangka yang dititipkan hendak membawanya ke Tangerang.

“Batam ini parah sebagai pintu penyelundupan dan juga peredaran narkoba,” jelas Bubung.

Bubung menjelaskan, beberapa lokasi di Kepri ditetapkan sebagai zona merah narkoba. Antara lain Kampung Aceh di Seibedug, Tanjunguma di Lubukbaja, Penyengat di Tanjungpinang, dan Meral di Karimun sebagai zona merah peredaran dan penggunaan narkoba selain di pusat-pusat hiburan malam.

Lemahnya Pengawasan Malaysia

Masih menurut Bubung, narkoba yang masuk ke Batam dan Kepri umumnya dari Malaysia. Ia menduga, barang haram itu mudah keluar dari malaysia karena lemahnya pengawasan aparat di negeri juran itu.

“Sangat lemah di pengawasan arus keluar negara. Barang masuk yang mereka ketatkan,” jelasnya.

BNNP Kepri mencatat, sampai November berjalan ini, mereka berhasil mengamankan 36,1 kilogram sabu-sabu, 398 butir ekstasi, dan 12.962,16 gram ganja dari 81 tersangka.

Berdasarkan rekapitulasi empat tahun terakhir, jumlah tangkapan narkoba di Kepri semakin meningkat. Pada 2014 misalnya, BNNP Kepri berhasil mengungkap 28 kasus dengan 24 tersangka. Dari tangan para tersangka, diamankan 764,9 gram ganja, lalu 5.685,84 gram sabu-sabu, 186 butir ekstasi, dan 0,22 heroin.

Pada 2015 ada 57 kasus dengan 91 tersangka berikut bukti kepemilikan 64,15 gram ganja, 8.980,53 gram sabu-sabu, dan 315 ekstasi.

Sedangkan 2016 terjadi peningkatan pengawasan, dimana BNNP Kepri berhasil menangkap 88 tersangka dengan 62 kasus. Dari mereka diamankan 22,11 kilogram ganja, 17,65 kilogram sabu-sabu, dan 27.797 butir ekstasi.

“Meski begitu, kami memperkirakan banyak yang lolos daripada yang ditangkap,” sebutnya.

Bubung juga mengungkapkan, berdasarkan survei dan pengembangan dari BNNP Kepri, tren yang tertangkap di Batam saat ini, kebanyakan para kaki-kaki pengedar yang hanya dibayar Rp 10-20 juta per sekali kerja. Sementara pemiliknya ada di luar daerah.

Modus operandi alur penyelundupan narkoba ini yakni dari pemilik-kurir-penjamin dan penyimpan di lokasi tujuan- diedarkan secara bertahap. Tergantung permintaan stok dari luar kota, atau bisa langsung dikirim keseluruhan.

Alurnya, dari Malaysia dibawa melalui laut menggunakan kapal cepat atau kapal pribadi, di wilayah perbatasan atau out port limited (OPL) diserahkan estafet kepada kurir. Bisa jadi kurirnya nelayan, dan nelayan inilah yang membawa barang ke titik perjanjian seperti yang sudah diperintahkan si owner.

Selain itu, narkoba dari Malaysia juga kerap dibawa kapal TKI ilegal. Juga melalui bandara.

Tingginya penyelundupan narkoba ke Indonesia diduga karena bisnis ini sangat menjanjikan. Di Indonesia, 1 gram sabu bisa dijual hingga Rp 1 juta. Padahal dari Malaysia harganya hanya Rp 250 sampai Rp 400 juta per kilogram (Kg).

“Di Malaysia dijual Rp 300 juta per Kg, di Bali itu bisa menjadi Rp 2 miliar per kilogram,” jelas Bubung. (cha/ska/nur)

Warga Buat Surat Pernyataan Hentikan Kegiatan Tambang

0

batampos.co.id – Berita acara yang ditandatangani warga Desa Sri Bintan Kecamatan Teluk Sebong terkait penghentian kegiatan pertambangan timah telah diserahkan ke pihak pemerintah kecamatan Teluk Sebong. Hal ini diakui oleh Kepala Desa Sri Bintan jumiran saat dihubungi Batam Pos kemarin Minggu (26/11) siang. “Sudah saya serahkan ke pemerintah kecamatan,” kata jumiran.

Dalam berita acara itu, warga meminta agar kegiatan pertambangan pasir timah dihentikan sementara waktu sampai perizinannya jelas. Tak hanya itu, pihak perusahaan juga diminta agar sebelum melakukan kegiatan pertambangan kembali supaya menyelesaikan ganti rugi lahan milik warga yang terdampak dari kegiatan pertambangan. “Intinya warga bukan menolak atau melarang tapi meminta agar dihentikan sementara sampai semuanya jelas,” katanya.

Camat Teluk Sebong Herika kepada Batam Pos mengatakan, berita acara yang ditandatangani warga akan diteruskan ke Satpol PP kabupaten Bintan karena sebelumnya pihak Satpol pp kabupaten Bintan sudah turun ke lokasi pertambangan timah tersebut.

Sebelumnya, Kabid Perda Satpol pp kabupaten Bintan Ali Bazar mengatakan, sebelumnya sudah diadakan pertemuan antar instansi di kabupaten Bintan. Dalam pertemuan itu, disepakati akan mengundang pihak Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas ESDM Pemprov Kepulauan Riau untuk meminta klarifikasi terkait perizinan usaha
pertambangan timah di Desa Sri Bintan.

Selain hal itu, beredar kabar di masyarakat bahwa kegiatan pertambangan pasir timah kembali beroperasi. Tambang timah beroperasi pada malam hari dan dilakukan secara diam diam. “Belum pasti, masih ada (operasi) karena ada warga yang tengok tengok, makanya untuk memastikannya kami akan turun lagi,” kata seorang warga yang enggan
disebutkan namanya ini. (cr21)

Ngurah Rai Ditutup, Menpar Arief Yahya Imbau Hotel dan Penerbangan Beri Diskon Khusus

0
Asap kelabu teramati dengan tinggi 400-700m diatas puncak kawah gunung Agung.–RAKA DENNY/JAWAPOS

Cancellation pesawat yang menuju ke Bandara Ngurah Rai Bali tidak bisa dihindarkan. Karena abu vulkanik erupsi Gunung Agung pagi ini, pukul 07.15 WITA Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI/AirNav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A4242/17.

Ngurah Rai Airport dinyatakan tertutup sampai 18 jam ke depan. Menpar Arief Yahya sendiri yang sudah berada di Bandara Soekarno Hatta Jakarta terpaksa balik kanan, tidak bisa terbang ke Bali. Dia langsung menginstruksikan jajarannya untuk siap-siap menghadapi status Awas Gunung Agung.

“Rekans TTC Tim Crisis Center (baca: Bali Tourism Hospitality, red), segera cek semua persiapan menghadapi erupsi Gunung Agung,” instruksi Menpar Arief Yahya ke seluruh jajarannya.

Pertama, cek akomodasi. “Pastikan semua penumpang yang kena flight cancellations dan terpaksa check in kembali di hotel-hotel, diberi special rates, seperti up to 50% discounts!” kata Menpar Arief Yahya.

Kedua, akses! “Airlines terutama yang low cost jangan kenakan flight cancellation charge atau rescheduling charge. Karena ini bukan kemauan para travellers, ini karena force majeur, faktor alam yang tidak bisa dihindari,” jelas Arief Yahya.

Ketiga, soal administrasi VISA! “Apabila pas turis visa sdh expire otomatis diberi perpanjangan 1 bulan. Mohon mereka diberi kemudahan, kenyamanan, untuk mengurus visanya,” kata Arief Yahya.

Dia menghimbau agar turis diberi kenyamanan baik mancanegara maupun nusantara, karena mereka sudah cukup tertekan akibat flight cancellation. “Beri kesan simpati kepada customers kita, wisatawan yang ke Bali. Beri sweet memories agar mereka tidak kecewa dan akan kembali ke Bali yang ramah dan baik,” katanya.

Seperti diketahui, sekak 26 November Minggu kemarin, erupsi Gunung Agung sudah menyebarkan abu ke timur. Lombok International Airport tutup sejak sore, sehingga ada lebih dari 5000 seats yang tercancell. Penerbangan domestik dan international cancel semua.

Hari ini Bandara I Gusti Ngurah Rai yang ditutup. Dijelaskan oleh Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono, bahwa NOTAM tersebut berisi mengenai waktu dan alasan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Abu vulkanik Gunung Agung telah menutup ruang udara di atas Denpasar, sehingga dikarenakan alasan keselamatan, ruang udara tersebut tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar ditutup sementara.”

ilustrasi

Pada NOTAM yang telah diterbitkan, penutupan berlangsung hingga pukul 07:00 WITA besok (28/11), akan tetapi perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG akan diperbarui kepada para stakeholder penerbangan melalui NOTAM terbaru.

Dijelaskannya, penerbangan Internasional dan Domestik terdampak atas penutupan ini.

“Pesawat yg terbang baik domestik maupun internasional tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Juanda, Makassar, Lombok atau Kupang. Data yang masuk sementara ini terdapat tujuh penerbangan yang sudah dialihkan. Update terkini akan kami sampaikan kemudian,” paparnya.

Ketujuh penerbangan yang menuju Bali tersebut antara lain adalah Garuda Indonesia GA 5150 Zhengzou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 897 Guangzhou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 859 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, China Easter MU 5029 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, MU 781 Beijing-Denpasar dialihkan ke Singapura, Citilink CTV 856 Jakarta-Denpasar dialihkan ke Surabaya, serta Lion Air JT927 Makassar-Denpasar dialihkan ke Surabaya.

Wisnu menambahkan bahwa stakeholder di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dalam menangani kondisi ini.

“Kami terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir dampaknya terhadap konektivitas di ruang udara Indonesia. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” pungkas Wisnu. (*)

973 Napi, 3 Hukuman Mati

0

batampos.co.id – Indikator lain bahwa Kepri darurat narkoba bisa dilihat dari banyaknya jumlah narapidana (napi) yang menghuni Lapas Kelas IIA Batam. Dari 1.355 napi di sana, sebanyak 973 di antaranya merupakan napi kasus narkoba.

Kepala Lapas Kelas II AA Batam, Surianto, merinci 973 terpidana kasus narkoba itu terdiri dari pria 889 orang dan wanita 84 orang.

“Usia 18 tahun satu orang, 21-30 tahun 287 orang, 31-40 tahun 481 orang, 41-50 tahun 159 orang dan diatas 50 tahun ada 45 orang. Rata-rata pria dewasa,” beber Surianto, Minggu (26/11).

Hukuman yang diterima oleh mereka juga bervariasi. Tiga sampai lima tahun 218 orang, enam sampai sepuluh tahun 523 orang, 11 sampai 15 tahun 171 orang, 16 sampai 20 tahun 48 orang.

“Yang hukuman seumur hidup (khusus kasus narkoba) ada 5 orang dan hukuman mati tiga orang,” sebut Surianto.

Terpidana kasus narkoba tersebut juga ada dari warga negara asing. Jumlahnya 37 orang. “Yang dijerat pasal 127 KUHP (pengguna) ada tiga orang. Sisanya didominasi pasal pengedar atau pemilik tanpa hak,” tutur Surianto.

Melihat jumlah tersebut, Surianto menilai Batam masih sangat rawan dengan peredaran narkoba. Perlu peran aktif semua pihak untuk menekan peredaran barang haram tersebut.

“Ini bisa jadi takaran bagi kita semua bahwa Batam memang masih rawan narkoba,” ujar Surianto.

Kepala Satuan Pengaman Lapas Kelas IIA Batam, Ian Patmos, mengakui para napi narkoba ini masih tetap rawan terlibat kasus serupa, meski berada di dalam penjara. Karenanya, pihaknya menerapkan pengawasan super ketat.

“Mereka semua dipantau setiap saat, sekalipun petugas kami kurang,” ujar Ian.

Ian mengaku memiliki cara khusus untuk mencegah masuknya narkoba ke dalam Lapas. Sebab jika mengandalkan petugas yang ada, tentu tidak akan cukup.

Selain melakukan pengawasan, upaya untuk mencegah peredaran narkoba dalam Lapas, dengan melakukan berbagai sosialisasi anti narkoba termasuk penerapan program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dicanangkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Langkah-langkah seperti itu yang dibutuhkan. Tidak hanya pengawasan, upaya penyadaran juga diperlukan,” kata Ian. (eja)

Desa Perbanyak Program Padat Karya

0

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, pemerintah pusat sudah menganjurkan pemerintah Desa turut serta dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Instruksi presiden, supaya Desa punya peran. Perbanyak program padat karya yang dapat menyentuh langsung di masyarakat,” sebut Hamid Rizal, Minggu (27/11).

Dikatakan Hamid, program padat karya dapat dikelola langsung pemerintah Desa bersama masyarakat. Dan dampak ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat dan hasil pembangunan padat karya yang menguntungkan Desa.

“Dana Desa yang disalurkan bisa digunakan untuk program padat karya. Tahun 2018 mendatang bisa dilaksanakan masing – masing Desa,” ujar Hamid Rizal.

Saat ini dijelaskan Hamid, pembangunan ekonomi di Natuna memerlukan dukungan pemerintah Desa sebagai perpanjangan pemerintah Kabupaten dan Pusat. Dan Desa diberikan penuh mengelola keuangan dan merencanakan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan.

“Meski program padat karya ini rawan, tapi program ini sudah dianjurkan pemerintah. Saya harap dan ingatkan, kepala Desa lebih hati-hati kelola dana Desa,” imbau Hamid.(arn)

Bangun Irigasi, PU Bebaslan Lahan Warga

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lingga Said Nursyahdu memastikan Dinas yang dipimpinnya akan mensukseskan program pertanian Pemerintah Bunda Tanah Melayu ini. Untuk itu, PU telah fokus untuk mensukseskan program pembangunan irigasi.

“Akhir tahun ini kami berupaya melakukan pembebesan lahan masyarakat untuk pembangunan irigasi. Sehingga ke depan saat pembangunan irigasi tidak ada kendala pada kepemilikan lahan,” kata Said kepada Batam Pos, Jumat ( 24/11) pagi.

Melalui Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lingga Sumarno soialisasi bersama masyarakat tentang pembangunan jaringan irigasi di sungai besar telah dilakukan. Sedangkan hasil kesepakatan bersama tersebut, warga antusias mendukung irigasi. Warga juga menyetujui pembebasan lahan mereka untuk dibangun irigasi.

Said juga menambahkan, jika proses pembebesan lahan yeah rampung, pembangunan irigasi akan dilakukan sesuai dengan perencanaan awal yakni sekitar 20 kilometer. Dari jumlah panjang irigasi itu, saluran irigasi primer sepanjang 10 KM dan jaringan irigasi sekunder 20 KM.

Rencana pembangunan irigasi akan berjalan secara bertahap mulai tahun 2019. Sedangkan 2018, PU melakukan perencanaan awal DED dan juga menyiapkan dokumen lingkungan sebagai salah satu ketentuan agar pembangunan irogasi tidak tersandung masalah.

“Syarat kelengkapan tersebut harus dibuat dahulu agar Pemerintah pusat mengeluarkan anggaran untuk pembangunan irigasi nanti.Rencana kita tahun 2019 insya Allah udah mulai terbangun jaringan irigasi di sungai Besar dengan dana dari pemerintah pusat ,” kata Said.

Selain PU, Balai Wilayah Sungai Sumatra lV juga akan mendukung program pembangunan irigasi di Kabupaten Lingga. Bahkan, direncanakan BWS Sumatera akan memulai pembangunan irigasi pada tahun depan. (wsa)

Bandara Lombok Ditutup, Menpar Arief Yahya Bersedih

0

Menpar Arief Yahya tidak bisa menahan sedih, begitu Bandara International Lombok ditutup.

Sejak Minggu sore 26 November 2017 pukul 17.55 WITA sampai dengan Senin pagi, 27 November, pukul 06.00, bandara yang berada di Praya itu off.

Apa katanya?

“Pagi ini, 27 November 2017, saya terbang ke Bali! Saya akan bertemu dengan stakeholder pariwisata di sana,” jawab Arief Yahya, dengan intonasi yang berat dan pelan.

Arief Yahya terpukul oleh tidak beroperasinya Bandara Lombok International itu. Penutupan tersebut sudah disebarkan sebagai NOTAM no. B8868/17 kepada para penyelenggara penerbangan nasional dan internasional.

“Ini situasi yang sangat sulit buat industri pariwisata Bali, Lombok dan Indonesia,” aku Arief Yahya.

Bagaimana tidak? Hingga November 2017, destinasi Lombok dan Bali masih gencar dipromosikan di WTM London. Di World Travel Mart terbesar kedua setelah ITB Berlin itu, desain destinasi itu masih dipromosikan di Eropa, Australia, Asia, dan banyak negara di dunia. Semua bersiap-siap off.

Yang namanya erupsi, kata Arief Yahya, adalah bencana alam yang sulit diprediksi. Tidak ada satu pihakpun yang bisa memastikan situasi Gunung Agung. Kapan? Berapa skala? Dampaknya sampai di mana? “Itu yang membuat kami itu deg degan setiap saat,” kata Arief.

Bali adalah 40% tempat wisatawan mancanegara. Disusul 30% Jakarta dan 20% Kepri. “Sisanya hanya 10% se Indonesia, maka Bali itu seperti produk utama, produk unggulan pariwisata saat. Tiba-tiba bencana alam Gunung Agung mulai aktif,” sebut Menpar Arief yang sempat terguncang oleh kabar itu.

Dampak penutupan Lombok Int Airport itu bahkan terjadi saat ini, 27 November. Hampir semua penerbangan lion dan wing air, mengalami deleyed.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menjelaskan, penutupan Bandara Internasional Lombok Praya karena terdampak dari letusan Gunung Agung di Bali. Menurut VAAC Darwin bahwa arah sebaran debu vulkanik letusan Gunung Agung mengarah ke Timur – Tenggara menuju Bandara Internasional Lombok Praya (LOP).

“Di sekitar Bandara Lombok memang tidak terdapat debu vulkanik. Tapi debu vulkanik itu ada di langit di sekitar bandara, jadi menghalangi jalur penerbangan pesawat. Untuk itu, demi keselamatan penerbangan maka Bandara Lombok ditutup sehingga operasional dari dan menuju bandara tersebut dihentikan,” ujar Agus.

Agus juga menegaskan para penyelenggara penerbangan dan semua pihak terkait untuk mematuhi aturan tersebut dan tidak memaksakan kehendak terkait penerbangan pesawat.

“Semua operasional penerbangan harus mematuhi aturan keselamatan penerbangan. Tidak boleh memaksakan kehendak dengan alasan apapun sampai dinyatakan selamat dan aman oleh petugas yang berwenang,” tegas Agus.

Terkait dengan penutupan bandara tersebut, Agus juga memerintahkan semua penyelenggara penerbangan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai aturan yang berlaku.

“Saya instruksikan pada maskapai penerbangan dan pengelola bandara untuk memberi fasilitas pada penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain seperti kapal laut atau bus. Sedangkan yang memilih bertahan di bandara juga harus diperhatikan dan diberikan informasi yang sebenarnya dan aktual,” lanjut Agus lagi.

Untuk informasi lanjutan, Agus menyatakan Ditjen Perhubungan Udara akan selalu memberikan dan menyebarkan informasi aktual kepada masyarakat lewat semua saluran informasi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Masyarakat juga bisa mencari dan memberikan informasi terkait dampak letusan Gunung Agung di daerahnya di media sosial Ditjen Hubud @djpu151 dan website BMKG.(*)

TNI AL Gelar Latihan Bersama Angkatan Laut Brunai

0
KRI Raden Eddy Martadinata 331 saat merapat di pelabuhan TNI AL di Sabang Mawang Natuna usai latihan bilateral bersama Angkatan Laut Diraja Brunai Darussalam, dengan Kapal laut Diraja Brunai (KDB) Daruttaqwa 09. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Dua Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut KRI Raden Eddy Martadinata 331 dan Angkatan Laut Diraja Brunei Darussalam, Kapal Laut Diraja Brunei (KDB) Daruttaqwa 09, merapat di Pelabuhan Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga Natuna, Sabtu (25/11) kemarin. Kapal ini akan dilibatkan dalam latihan bilateral di perairan Natuna Utara.

Kedatangan dua kapal perang angkatan laut Brunai disambut Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto di pelabuhan Pos AL Sabang Mawang. Kedua Kapal perang tersebut telah mewakili negara masing- masing dalam Latihan Multilateral Angkatan Laut negara Asean (International Fleet Review 2017 /Asean Multilateral Naval Exercise 1- AMNEX-1/2017) di Thailand. Dan dilanjutkan latihan bilateral dengan sandi Helang Laut, yang merupakan agenda rutin dari Angkatan Laut kedua negara.

Sementara dalam latihan tersebut TNI AL melibatkan KRI Raden Eddy Martadinata (REM)-331, merupakan Kapal perang Produksi PT. PAL Indonesia , kapal perusak kawal rudal Jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dengan Komandan Kolonel Laut (P) Agam Endrasmoro.

“Latihan bilateral kita mulai selama dalam perjalanan dari Satahi (Thailand) menuju ke Ranai. Alhamdulillah semua latihan yang dijadwalkan dapat terlaksana dengan baik,” jelas Dan KRI.

Dalam latihan tersebut, KRI berawakan 115 Prajurit Angkatan Laut termasuk Komandan KRI. Sementara KDB Daruttaqwa berawakkan 60 orang termasuk Komandan, dibawah pimpinan Komandan KDB Leutnant Comander Rasman Bin Putih.

Kedatangan kapal perang di Sabang Mawang disambut tarian persembahan adat melayu. Usai bersandar dipelabuhan, para komandan dan perwira kedua kapal perang dengan didampingi Danlanal Ranai, melakukan kunjungan Kehormatan dan silaturahmi kepada Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti.

Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto mengungkapkan, bahwa kedatangan KRI RE. Martadinata dan KDB.Daruttaqwa, merupakan sebuah kehormatan bagi Lanal Ranai.

“Kami dari Lanal Ranai sebagai unsur pendukung dari latihan bilateral ini cukup berbangga hati,karena telah disinggahi oleh kedua kapal perang ini. Dan tentunya kami akan beri yang terbaik selama kedua kapal berada di Natuna,” ungkap Danlanal.

Selama di Natuna para awak kapal akan mengikuti kegiatan yang telah diagendakan sejak hari pertama, yakni Fun Game Helang Laut Cup, yang juga akan diikuti oleh warga Desa Sabang Mawang.(arn)

Mobil PNS Dibobol Kawanan Maling

0

batampos.co.id – Mobil Daihatsu Terios BP 1196 BC milik Hesty dibobol maling di Komplek Ruko Bintan Center Kilometer 9, Tanjungpinang, Jumat (24/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya, tas berisi uang Rp 600 ribu serta barang berharga raib dibawa pelaku.

“Ada ATM, KTP, Kartu identitas PNS, dokumen penting , serta flashdisk data semuanya raib dicuri di dalam mobil,” ungkap Hesty usai membuat laporan di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Jumat (24/11).

Pegawai Pemkab Bintan ini mengaku tak mengetahui persis pelaku memecahkan kaca belakang mobil miliknya tersebut. “Awalnya saya mau ambil uang di ATM. Selesai ambil uang kaca belakang mobil sudah pecah. Tahu itu setelah sampai di jalan DI Panjaitan. Itu pun tahu dari AC mobil kok kurang dingin,” terangnya.

Mengetahui kaca mobilnya pecah, ia kembali ke lokasi parkir tersebut dan mendapati pecahan kaca mobil telah berserakan. “Kejadian ini sudah saya laporkan ke Mapolsek Tanjungpinang Timur. Mudah-mudahan polisi bisa segera menangkap pelakunya,” imbuhnya.

Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Syamsurizal melalui Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Iptu Haris Nasution membenarkan adanya laporan pencurian, dengan modus pecah kaca tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Benar, laporannya sudah kita terima. Saya dan anggota juga sudah turun ke TKP untuk menyelidiki kasus tersebut,” imbuhnya. (cr20)

PMK 165 Tak Adil bagi Peserta Tax Amnesty

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165 Tahun 2017 yang memberikan kesempatan kedua bagi wajib pajak (WP) untuk mengungkapkan hartanya. Kesempatan ini mirip program pengampunan pajak atau tax amnesty yang berlaku tahun lalu.

Akan tetapi, keputusan baru itu dinilai telah menciptakan ketidakadilan bagi peserta tax amnesty. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan diharapkan hanya sekali menerapkan kebijakan tersebut.

”Saya harap ini (kelonggaran) yang terakhir,” kata pakar perpajakan Yustinus Prastowo, Minggu (26/11).

Dia mengatakan, Ditjen Pajak harus menghindari amnesti permanen. ”Seperti yang terjadi di Argentina, di mana ada sembilan kali amnesti. Orang jadi nyicil dan kepatuhannya pun menurun,” bebernya.

Terkait dengan efektivitas PMK baru tersebut, Prastowo memprediksi tidak sebanyak hasil tax amnesty. Namun, dalam jangka pendek, PMK tersebut bisa memberikan tambahan penerimaan hingga 3–5 persen. Sementara itu, di luar target kuantitatif, tingkat kepatuhan seharusnya meningkat.

’’Jadi, bisa dipilah mana WP yang patuh dan mana yang tidak serta risikonya akan tecermin dari sana. Saya berharap ada satu atau dua kasus besar yang disidik sampai tuntas untuk mendorong kepatuhan juga,” imbuhnya.

Ditjen Pajak mengakui tidak puas dengan hasil tax amnesty. Meskipun deklarasi harta mencapai Rp 4.881 triliun, termasuk Rp 3.500 triliun aset di mancanegara, yang dipulangkan ke dalam negeri hanya Rp 1.000 triliun. ”Meskipun bagus dibandingkan negara lain, Pak Dirjen (Pajak) mengatakan tidak puas sama sekali,” papar Direktur Pelayanan dan Penyuluhan (P2) Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama.

Karena itu, lanjut Yoga, meski program tax amnesty telah berakhir, Ditjen Pajak tetap konsisten dengan upaya penegakan hukum terkait pengumpulan penerimaan. Salah satunya melalui penerbitan PMK Nomor 165 Tahun 2017. PMK tersebut memberikan kesempatan bagi WP yang memiliki harta yang belum dilaporkan, baik dalam SPT (surat pemberitahuan) tahunan 2015 maupun dalam surat pernyataan harta (SPH), untuk secara sukarela mengungkapkan sendiri harta tersebut.

Sekalipun terkesan melunak, Yoga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan menegakkan hukum jika terbukti ada harta atau aset yang belum dilaporkan, baik dalam SPH bagi peserta tax amnesty maupun dalam SPT bagi WP yang bukan peserta program pengampunan pajak tersebut. Karena itu, dia menekankan bahwa penerbitan PMK No 165 Tahun 2017 itu bukan merupakan bentuk pengampunan pajak jilid kedua.

’’PMK 165 ini adalah konsekuensi dari Undang-Undang (UU) Tax Amnesty sendiri, di situ diatur dalam pasal 18 ada denda 200 persen kalau Ditjen Pajak menemukan harta yang belum dilaporkan dalam SPH,” ujarnya.

Yoga mengakui, penerbitan PMK No 165 Tahun 2017 tergolong mepet, yakni baru diundangkan menjelang akhir tahun. Meski begitu, bukan tidak mungkin dengan adanya PMK tersebut, ada kenaikan pemasukan penerimaan hingga 31 Desember. Karena itu, pemerintah pun segera menyosialisasikan PMK tersebut. Rencananya, hari ini Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyosialisasikan PMK No 165 Tahun 2017 di kantor pusat Ditjen Pajak. (ken/c7/sof/jpgroup)