Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13105

Warga Bintan Tewas Tenggelam di Solomon

0

batampos.co.id – Suhar Dianto, warga Batu 23 Kelurahan Kijang Kota tewas tenggelam setelah terjatuh dari kapal tongkang di perairan Kepulauan Solomon, pada Senin (18/9) lalu. Belum diketahui apa yang menyebabkan korban terjatuh.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, korban yang bekerja sebagai
operator alat berat di perusahaan pertambangan bauksit itu memancing di kapal tongkang. Tiba-tiba korban terpeleset dan tenggelam. Awak kapal yang kebetulan
melihat kejadian itu berusaha mencari korban yang tenggelam. Beberapa saat kemudian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Rudi, rekan korban membenarkan, korban meninggal karena tenggelam.
Jasad korban akan dipulangkan ke tanah air melalui bandara Tanjungpinang, Sabtu (23/9) mendatang.

Sementara itu, Zakaria warga Busung mengatakan, banyak warga Bintan yang bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia di perusahaan pertambangan yang beroperasi di Pulau Solomon, Australia.

“Salah satunya Manan, warga Lobam,” katanya. Rata-rata mereka bekerja sebagai operator alat berat di perusahaan pertambangan bauksit tersebut. (cr21)

DPRD Kota Batam,Minta Pemko Selektif Pilih Direktur RSUD

0
Dokter Didi memberikan sambutan saat pelantikan PLT Direktur RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Senin (28/8/2017). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD kota Batam meminta Pemko Batam selektif dan ketat dalam memilih Direktur RSUD Embung Fatimah yang baru. Apalagi menurutnya, sesuai PP 18/2016, tahun 2018 nanti RSUD harus berbentuk unit pelaksana teknis (UPT), sehingga pemilihan direkturnya bisa ditunjuk langsung.

“Karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat. Makanya kami mendorong betul-betul yang mampu dan ahli dibidangnya,” kata anggota Komisi I DPRD kota Batam, Sukaryo, Kamis (21/9).

Menurutnya, pasca pengunduran diri Gunawan sebagai Direktur RSUD Embung Fatimah, memang sudah seharusnya diambil alih oleh Pelaksana Tugas (Plt). Namun hal tersebut hanya bersifat sementara, karena posisi direktur RUSD memang sangat dibutuhkan, dan tidak bisa diragkap oleh satu orang.

“Idealnya memang harus segera dilakukan seleksi, karena ini menyangkut pelayanan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Jefridin mengaku jika Pemko Batam menunda penggantian definitif Direktur RSUD Embung Fatimah, hingga akhir tahun. Posisi Direktur dipegang Plt, Didi Koesmarjadi.

Menurutnya, apabila RSUD menjadi UPT maka pimpinannya hanya tinggal ditunjuk langsung. Tidak seperti Direktur RSUD yang harus melalui proses seleksi terbuka.

“Plt bisa tunjuk. Kalau Direktur, harus seleksi seperti kepala dinas lainnya,” kata Jefridin.

Ia beralasan, jika seleksi terbuka dilakukan sekarang. Maka masa kerjanya akan terlalu singkat. “Karena dirasa kurang efektif, makanya kita pilih plt hingga akhir tahun,” terangnya.

Ia mengaku, sejauh ini tidak ada masalah dengan penunjukan Plt tersebut. Karena Didi bisa menjalankannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Plt RSUD, secara bersamaan. “Sejauh ini normal, tidak ada permasalahan, karena jabatan Plt sejalan dengan Dinkes,” tegas dia. (rng)

Banyuwangi Sapa Dunia Lewat Ijen Summer Jazz

0

Bila teringat Banyuwangi, setiap wisatawan pasti akan ingat Kawah Ijen. Namun, di balik pesona Blue Fire-nya, Banyuwangi juga memiliki even berskala internasional dan keren yang layak untuk dikunjungi. Salah satunya Ijen Summer Jazz.

Ijen Summer Jazz yang merupakan bagian dari “Banyuwangi Experience” akan menyuguhkan pagelaran musik yang berpadu dengan pemandangan indah alam Gunung Ijen. Even ini akan diselenggarakan di panggung terbuka amfiteater Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, ‪6-7 Oktober 2017‬.

“Selain telinga dimanjakan dengan alunan musik jazz, wisatawan bisa menikmati kesegaran hawa dan keindahan Gunung Ijen dan sejuknya hawa pegunungan,” jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (21/9).

Ijen Summer Jazz digelar bersama manajemen Jazz Gunung. Menurut Anas, Banyuwangi sengaja berkolaborasi dengan Jazz Gunung, karena mereka konsisten mengangkat musik tradisional Indonesia untuk berkolaborasi dengan jazz. Dan tema yang diangkat adalah Experiencing Cool Jazz In Ijen.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY. Bramuda menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk edisi 2017 ini, Ijen Summer Jazz diselenggarakan dua hari berturut-turut dengan empat penampilan mempesona di setiap hari penyelenggaraannya.

“Pada hari pertama akan dibuka oleh salah satu unggulan dari ajang festival Student Jazz Banyuwangi. Kemudian dilanjutkan vokalis Luanada feat. Mathew Sayersz,” kata Bramuda

Grup Nonaria menyusul dengan ditemani oleh Bonita. Sebagai penutup hari pertama akan tampil Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi yang akan membawakan lagu tradisional/daerah Indonesia dalam balutan jazz.

Hari kedua, Student Jazz Banyuwangi kembali tampil. Setelah itu, showmya akan dilanjutkan Tropical Transit dari Bali. Sajian berikutnya disuguhkan Bintang Indrianto Festival. Sebagai penutup Ijen Summer Jazz 2017,Vina Panduwinata hadir bersama musisi Dian HP.

“Bagi yang berminat, tiket Ijen Summer Jazz bisa didapatkan dengan mengakses [email protected]. Dan seluruh rangkaian acara dihadirkan di arena terbuka amfiteater Jiwa Jawa Resort Ijen yang berkapasitas 300 penonton,” tukasnya

Menpar Arief Yahya langsung mengangkat emoji tiga jempol. Menurutnya, Banyuwangi memahami betul bahwa mengelola pariwisata tidak hanya cukup dengan menampilkan kebudayaan dan kesenian yang dimiliki, tapu yang lebih penting adalah bagaimana potensi tersebut bisa dikelola lebih kreatif dan profesional sehingga lebih menarik untuk disaksikan.

Melihat konsep pentas musik di ketinggian serta tema Experiencing Cool Jazz In Ijen, Menpar Arief Yahya melihat Ijen Summer Jazz sudah mulai meneguhkan diri menjadi salah satu gelaran jazz dengan performa tinggi.

“Semoga kualitas penyelenggaraan dengan pencapaian yang tak main-main ini senantiasa dijaga dan menjadi cambuk bagi penyelenggara untuk terus menyuguhkan musik jazz yang harmoni dengan alam. Di sana kita sapa dunia lewat alinan musik pegunungan Ijen yang Jazzy,” pungkas Arief Yahya. (*)

Riau Jaring Duta Pariwisata untuk Jadi Ikon Promosi Daerah

0
ilustrasi

Sektor pariwisata Provinsi Riau membutuhkan ikon yang dapat berperan menjadi spokeperson daerahnya. Hal tersebut terua menjadi “bahan bakar” pendorong digelarnya pemilihan Bujang Dara Riau 2017 yang siap diselenggarakan di SKA Co Ex, Riau pada 22 September 2017.

“Total pesertanya mencapai 25 pasang. 12 orang peserta dikirim dari Kab/Kota hasil seleksi masing-masing daerah disana. Serta 13 pasang hasil seleksi umum. Saat ini sedang dilakukan karantina dan pembekalan materi dari tanggal 13 hingga 22 September, ini kami usung untuk mengangkat pariwisata kami,” ujar Fahmi Usman dalam keterangan resminya, Kamis (21/9).

Fahmi menjelaskan promosi terhadap potensi wisata di Provinsi Riau harus dapat dimaksimalkan. Terutama oleh Bujang dan Dara yang berperan sebagai duta wisata.

“Mereka akan jadi Duta atau endorser pariwisata. Yang bertugas menjadi ujung tombak pariwisata Riau dan menjadi citra positif bagi generasi muda riau yang cerdas dan kreatif, terlebih saat ini era digital. Mereka dituntut untuk mempromosikan ke segela lini media sosial miliknya,” ujarnya.

Sektor pariwisata, lanjut Fahmi memang sedang digalakkan oleh berbagai daerah di Provinsi yang berjuluk Bumi Lancang Kuning ini. Latar belakang Riau yang sangat kental dengan budaya Melayu. Sehingga berpotensi menarik wisatawan asal Malaysia yang memiliki latar belakang sama.

“Kita butuh icon untuk terus proactive mempromosikan Riau sebagai homeland of melayu. Agar wisatawan mancanegara terus berdatangan sehingga meningkatkan ekonomi daerah,” katanya.

Fahmi juga menghimbau, agar masyarakat Riau untuk terus mendukung dan ikut mempromosikan pariwisata Riau yang terkenal dengan budaya, keindahan bentang alam dan keramah-tamahan warganya. “Masyarakat juga harus ikut membantu mempromosikannya. Karena akan berdampak kepada mereka sendiri,” ujarnya.

Pada saat malam pemilihan Bujang Dara 2017. Akan meriahkan penyanyi Mulan Jameela, David Flamenco, Micky AFI serta lantunan musik megah dari Riau Rhythm Chambers Indonesia. Tidak hanya itu, pada malam grand final juga akan dipandu oleh Vivien Anjani yang juga pernah menjadi Runner Up III Putri Pariwisata Indonesia 2014.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai, kehadiran Bujang Dara maupun duta wisata di setiap daerah memiliki peran penting terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di daerahnya. Bukan hanya sekadar memperkenalkan daerahnya, para Puteri juga diharapkan bisa mempromosikan apa saja yang ada di Indonesia, khususnya dari sektor pariwisata.

“Duta Pariwisata harus diakui merupakan salah satu announcer terbaik dari pariwisata Indonesia, paling penting mempromosikan Indonesia. Harus terus menimba ilmu dan dibekali ilmu pariwisata dengan baik,” kata Arief.

Menpar Arief menyebut, setiap duta wisata yang terpilih. nantinya akan menjadi duta yang mempromosikan berbagai potensi daerah di Indonesia. Karena pemilihan tersebut bukan hanya mencari seorang putri berparas cantik, namun juga cerdas dan piawai dalam mempromosikan potensi daerahnya masing-masing.

“Gali terus wawasan mengenai promosi dan pariwisata Nusantara, kemampuan promosi Nusantara, pemahaman mengenai peluang dan investasi pariwisata Nusantara, serta promosikan pesona Indonesia ke seluruh dunia dengan Go Digital,” kata Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.(*)

JTE 2017 Buka Peluang Air Connectivity dari JAL untuk Meraup Wisman Jepang

0
foto: jal.com

Kabar gembira datang dari perusahaan maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL). Maskapai terbesar di Jepang itu kembali akan membuka penerbangan Direct Flight ke Indonesia. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana melaporkan dari Negeri Matahari Terbit, Jepang.

“Kami akan mempertimbangkan penerbangan selanjutnya dengan berdasarkan besarnya demand. Manajemen kami juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali peraturan charter flight yang ada di Indonesia, dimana peraturan tersebut memperbolehkan maskapai kami mengangkut penumpang reguler dari Indonesia ke Jepang. Jadi pesawat kami pulangnya tidak kosong,” ujar Mr. Kiyoto Morioka; Vice President Network Planning Managing Division JAL.

Pernyataan JAL tersebut hasil dari pertemuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan manajemen JAL di Nomura Real Estate Building Shinagawa, Jepang, Kamis (21/9).

Rombongan Kemenpar dipimpin langsung oleh Deputi Pemasaran Mancanegara Profesor I Gde Pitana, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pariwisata Kemenpar Judi Rifajantoro, Kepala Bidang Pameran Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Ricky Fauzi dan Makiko Iskandar.

Dari pihak JAL hadir Mr. Kiyoto Morioka; Vice President Network Planning Managing Division, Route Marketing – Mr. Noburo Hirai; Vice President Int’l Sales Strategi, Japan Int”l Passenger Sales – Mr. Junichi Uchigasaki; Asst. Manager Int’l Sales Strategy.

Pertemuan tersebut bagian dari misi Kemenpar saat mengikuti pameran Japan Tourism Expo (JTE) 2017, yang digulirkan 21-24 September 2017 di Tokyo International Exhibition Center (Tokyo Big Sight), Jepang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen JAL yang telah melakukan 3 kali Charter flight dari Narita ke Denpasar di Bulan Juni 2017 setelah JAL menghentikan penerbangan tersebut pada tanggal 30 November 2010. Namun dengan pertemuan ini, kami berharap JAL kembali melebarkan sayapnya ke tanah air kami,”ujar Profesor Pitana yang juga diamini Judi.

Pitana menambahkan, bukan hanya Bali yang siap disambangi oleh JAL dengan Wisman Jepang, namun juga pihak JAL bisa mempertimbangkan penerbangan reguler dari Jepang ke destinasi Indonesia lainnya.

“Peluang membuka penerbangan juga bisa dilakukan dari Jepang menuju Lombok dan Labuan Bajo. Destinasi kami masih banyak dan sangat indah, yang pastinya membuat masyarakat Jepang tertarik untuk datang. Terkait dengan permintaan pihak JAL, pihaknya akan melihat kembali peraturan tersebut dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada pihak manajemen JAL,” ujar pria yang biasa disapa Prof Pit itu.

Seperti diketahui, pertemuan dengan pihak JAL juga bagian dari misi Kemenpar di pameran terbesar di Jepang tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pameran Asia Pasifik Kemenpar Ricky Fauzi ada tiga konsentrasi misi Kemenpar di ajang Pameran tersebut. Ketiga misi itu adalah yang pertama Kemenpar mempromosikan parawisata Indonesia dengan menebarkan branding Wonderful Indonesia di 10 destinasi prioritas, yang kedua adalah memperluas Air Connectivity Kemrnpar melalui pertemuan dengan pihak JAL.

“Dan yang ketiganya adalah pameran dengan mengusung promosi Asian Games 2018, perwakilan industri dan dinas pariwisata dari Sumatera Selatan dan DKI Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games juga hadir di pameran ini,” kata Ricky.

Seperti diketahui, Tourism Expo Japan (JTE) 2017 ini merupakan kolaborasi dari Japan Travel and Tourism Association (JTTA), Japan Association of Travel Agents (JATA) dan Japan National Tourism Organization (JNTO).
Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang Counselllor KBRI Jepang Eko Junor sangat memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenpar yang selalu konsisten berpromosi di negri Sakura Jepang.

Kata Eko, promosi Kemenpar yang sangat agresif sudah membuka budaya internal Jepang dengan cara materi promosi beberapa sudah menggunakan bahasa Jepang. “Inilah Jepang, mereka akan lebih kena dan lebih mengerti serta lebih efektif lagi jika materi promosi dengan bahasa Jepang. Berbeda dengan negara lain, masyarakat Jepang lebih perduli dengan segala sesuatunya dengan menggunakan bahasanya sendiri. Kemenpar sudah melakukan itu dengan sangat baik,” ujar Eko.

Menteri Pariwisata Arief Yahya secara sistematis menggariskan, strategi pengembangan destinasi itu ada 3A. Atraksi, Akses dan Amenitas. Di sisi Akses, ada tiga A lagi yang harus digarap secara profesional. “Airlines, Airport, dan AirNav atau Authority dalam hal ini Kemenhub,” kata Menpar Arief Yahya.

Dia menyebut airlines itu sangat penting, karena 75% wisman masuk ke 19 pintu utama Indonesia itu melalui jembatan udara. Airlines sangat menentukan, karena hanya dengan airlines mereka bisa masuk di negara kepulauan seperti Indonesia. “Seats capacity itulah yang sedang kita kejar, karena awal tahun 2017 saja kita kekurangan 4 juta seats, untuk mengejar target 15 juta itu,” ungkap Arief Yahya. (*)

Festival Pesona Gunung Kawi Sukses Padukan Wisata Alam dan Religi

0

Festival Pesona Gunung Kawi 2017 yang juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperingati Suroan yang digelar 19-21 berakhir meriah. Pesta Budaya Gunung Kawi ini juga sekaligus memperingati wafatnya Eyang Djugo (Kiai Zakaria) ke-151 dan Haul Ke-146 RM Imam Soedjono. Dua tokoh itu merupakan leluhur Gunung Kawi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, kegiatan ini telah mengundang wisatawan sehingga potensi ini perlu dijadikan Kalender Wisata tanpa mengurangi nilai-nilai ritualnya. Selain sehari-hari sebagai tempat ritual kepercayaan orang Cina (Ciamsy), di Gunung Kawi juga terdapat pasar Cina yang menjual pernak-pernik cinderamata Cina yang otomatis kunjungan wisatawan mancanegara ke Desa Wisata Gunung Kawi meningkat.

“Apresiasi yang tinggi patut kita sampaikan kepada Pemerintan Kabupaten Malang, Tokoh Adat serta para peserta kirab yang turut berpartisipasi,” ujar Esthy Reko Astuti didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu Gayatri, Kamis (21/9).

Esthy menjelaskan, Kehadiran Eyang Djugo (Kyai Zakaria) dan pengikutnya telah membawa perubahan ekonomi masyarakat Desa Wonosari dan sekitarnya terutama paradikma “Kereligiusannya”. “Untuk menghormati jasa-jasa beliau maka perlu untuk melestarikan adat “Suran” yang telah menjadi tradisi Ritual di Gunung Kawi,” kata Esthy yang diamini Gayatri.

Festival Pesona Gunung Kawi 2017 ini dibuka dengan festival produk olahan unggulan ketela rambat alias telo yang diikuti 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Lomba tersebut sekaligus penilaian festival kuliner olahan ketela diiringi kesenian masyarakat Gunung Kawi. Lomba olahan ketela dipilih karena telo merupakan salah satu komoditas unggulan di kawasan ini.

“Gunung Kawi terkenal dengan telo (ketela), tidak ada daerah lain yang sama dengan telo Gunung Kawi. Empuk dan enak,” tambah Gayatri.

Acara lain, 20 September juga diadakan lomba cipta tari khas Gunung Kawi yang pesertanya dari 33 kecamatan. Lomba ini digelar karena warga Gunung Kawi belum memiliki ciri khas tarian. Lalu ada pameran produk unggulan, dan festival cipta tari khas Gunung Kawi, digelar wayang kulit dan kirab 1 Suro.

Puncak kegiatan digelar 21 September dengan pertunjukan budaya juga dibarengkan dengan kirab budaya ritual Suroan. Kegiatan ini sebagai lambang rasa syukur dan melestarikan budaya sekaligus menghormati Eyang Djugo dan RM Imam Soedjono.

Kirab yang selalu memantik minat ribuan wisatawan, bahkan ada yang datang dari luar Jawa ini diikuti 14 RW dari Desa Wonosari. Kegiatan diisi ritual arakan ogoh-ogoh yang berangkat dari Terminal Wonosari serta berhenti di pesarean Gunung Kawi.

Wakil Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, Gunung Kawi sudah lama terkenal dan menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lintas agama. Dia berharap, dimulai dari Gunung Kawi, Kabupaten Malang menjadi daerah tujuan pariwisata nasional. “Mudah-mudahan Gunung Kawi menjadi desrinasi wisata religi untuk Indonesia,” ujar Sanusi.

Sanusi berjanji, Pemkab Malang akan menyiapkan infrastuktur yang mendukung terintegrasinya wisata religi di Gunung Kawi. Digelarnya pameran produk unggulan pada acara ini, Sanusi berharap akan menambah keragaman wisata.

“Akan banyak wisatawan yang bisa mengenal produk khas untuk menambah kekayaan wisata Kabupaten Malang,” terangnya.

Dia menjelaskan, pariwisata suatu daerah bisa terkenal karena penyajian wisata dan keramahan masyarakatnya, ditambah dengan kekayaan seni budaya. Namun tak kalah penting adalah wisata kuliner. Untuk itu, di wisata Gunung Kawi, Pemkab Malang mendorong berkembangnya kesenian tradisional dan kuliner khas setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, untuk mengoptimalkan pengembangan pariwisata diperlukan sinergi atas lembaga dan sektor. Pun dengan penataan wisata religi Gunung Kawi.

“Setidaknya tak kurang dari ratusan ribu pengunjung yang datang saat perayaan Suro tiba, makanya biar ada yang beda kami lakukan festival jajanan khas telo Gunung Kawi pada perayaan Suro kali ini,” ucap Made Arya Wedhantara.

Di Wisata Reliji Gunung Kawi sendiri terdapat dua makam pejuang islam yang diyakini sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yakni Kiai Zakaria atau yang lebih dikenal dengan sebutan Eyang Jugo, dan satunya Raden Mas Iman Sudjono atau akrab disebut Mbah Sujo.

Pada hari-hari tertentu kedua makam ini ramai dikunjungi. Yakni saat hari Kamis malam Jumat legi, Malam Minggu atau saat bulan Suro.

“Pengunjung wisata reliji Gunung Kawi ramai pada saat Malam Jumat Legi, Malam minggu, atau bulan Suro. Karena di bulan Suro merupakan haul Eyang Jugo,” kata Made Arya Wedhantara.

Selain Gunung Kawi, Kabupaten Malang memiliki destinasi wisata antara lain Waduk Selorejo, Air terjun Coban Pelangi, Candi Singosari dan arca Dwarapala, Pantai Balekambang, PWEC (Petungsewu Wildlife Ecosystem Conservation), dan Masjid Ajaib.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Kabupaten Malang menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

“Dari 10 destinasi wisata unggulan yang di tetapkan oleh Pemerintah, di mana Kabupaten Malang menjadi salah satu penyangganya wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menyampaikan pentingnya sebuah branding daerah. Dia menyebutkan bahwa kabupaten Malang beruntung karena menjadi salah satu dari 10 tujuan pariwisata unggulan nasional.

“Oleh karena itu penting untuk menangkap peluang tersebut, sehingga menjadi potensi ekonomi yang besar. Selain itu juga penting menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

4 MoU Sambut Festival Tanjung Lesung 2017

0

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Pandeglang Irna Narulita menghadiri gala dinner menjelang dibukanya Festival Tanjung Lesung 2017 yang digelar 22-24 September besok. Dalam gala dinner ini, Menpar Arief Yahya juga menyaksikan penandatanganan empat MoU untuk pengembangan destinasi Tanjung Lesung.

Empat MoU tersebut meliputi pengadaan lahan untuk homestay dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung oleh PT Banten West Java, pembangunan rumah makan Pangkep khas Makassar oleh PT Aneka TigaTiga Makmur, dan pembangunan fasilitas Spa oleh PT Safitri Sumitro Corpora.

“Dengan begini pengembangan Tanjung Lesung akan semakin cepat. Semuanya bersatu pemerintah dan swasta bersama-sama membangun Tanjung Lesung,” ujar Menpar Arief di Tanjung Lesung, Kamis (21/9) malam.

Menpar Arief Yahya juga menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, event semacam ini memang yang dibutuhkan Tanjung Lesung di saat proses pembangunannya masih terus berjalan.

“Penyelenggaraan festival seperti ini sebagai sarana yang efektif untuk mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas,” kata Menpar Arief Yahya.

Direktur Utama PT Banten West Java (BWJ), Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, pembangunan homestay tersebut untuk menjembatani kurangnya fasilitas hotel berbintang di kawasan Tanjung Lesung dan sekitar Banten.

“Kalau mau membangun hotel berbintang empat atau lima, kita perlu waktu selama empat atau lima tahun. Kami mengikuti saran Pak Menteri, homestay adalah solusinya, paling cepat dibangun,” kata Poernomo.

Menurutnya, pembangunan fasilitas yang nyaman itu sangat diperlukan. Apalagi saat ini jumlah wisatawan sudah semakin meningkat. Karena itu infrastruktur dan fasilitas perhotelan harus bisa mengejar ketertinggalan. Untuk itulah, Poernomo akan membangun homestay di desa-desa wisata. Dengan begitu, pemerintah bisa menyiapkan fasilitas all in kepada wisatawan.

“Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesenjangan fasilitas. Dengan adanya dukungan, masyarakat setempat semakin bagus kualitasnya dalam hal menerima tamu, dan lebih mudah berinteraksi dengan para pengunjung, sehingga lingkungan di 10 Destinasi Prioritas semakin kondusif,” sambung Poernomo.

Malam itu, Menpar Arief Yahya juga dihibur oleh tarian khas Pandeglang Ngebaksakeun, sebuah kreasi tari tradisi yang mengambil pijakan dari Sikat Trumbu gaya kabupaten Pandeglang. karya ini bertemakan tari penyambutan. Setelah itu, Menpar Arief Yahya juga dibikin tegang dengan penampilan atraksi tarian api yang diperagakan karyawan Hotel Tanjung Lesung.

Usai penandatanganan MoU, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati memaparkan kepada Menpar Arief Yahya apa saja nanti yang ada di Festival Tanjung Lesung 2017 nanti.

“Dalam rangkaian Festival Tanjung Lesung nanti Pak Menteri, terdapat 5 konten event utama yaitu Rhino X Triathlon, International Paramotor Championship, MTB XC Race, Motor Bike Adventure dan Internasional Bebegig. Semuanya sudah berskala internasional,” papar Eneng.

Selain event kelas internasional, lanjut Eneng, Festival Tanjung Lesung 2017 juga mengadakan berbagai kegiatan yang bernuasa tradisional seperti lomba bebegig dan kolecer, Festival Kuliner, Lomba Foto dan lain-lain.

Sementara, Gubernur Banten Wahidin Halim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan KEK Tanjung Lesung dan event-event yang digelar di Banten. Kegiatan Festival Tanjung Lesung, kata dia, merupakan media promosi Pantai Tanjung Lesung yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan objek wisata lain yang ada di pandeglang.

“Kita berharap adanya festival ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, khusunya ke Pantai Tanjung Lesung, dan umumnya ke objek wisata lain di Pandeglang,” ujar Wahidin.

Dirinya pun mengajak masyarakat Banten turut mendukung dan meramaikan Festival Tanjung Lesung ini. “Saya mengajak masyarakat beramai-ramai mengunjungi Festival Tanjung Lesung, sehingga gemanya lebih besar,” kata Gubernur Wahidin.

Pemerintah pusat menetapkan Tanjung Lesung sebagai destinasi pariwisata nasional dan masuk dalam program pengembangan daya tarik pariwisata. Pembangunan Tanjung Lesung menjadi salah satu rencana strategis pemerintah pusat, karena itu telah diprogramkan dibentuk menjadi KEK Pariwisata.

Pembangunan kawasan wisata Tanjung Lesung, dilakukan lintas sektoral, diantaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan serta pemerintah Provinsi Banten.

Lahan KEK yang mencapai 1.500 hektare juga menjadi daya tarik pengunjung, apalagi banyak fasilitas yang disedikan di dalamnya sehingga wisatawan akan betah tinggal. Dalam KEK Tanjung Lesung, kata dia, akan dibangun 26 hotel, resort dan kondominium serta fasilitas lainnya termasuk lapangan golf dan tempat pendidikan. (*)

 

Yuk, Ngopi Bareng di Malang Coffee Festival 2017

0

Anda penggemar kopi? Ingin mengetahui seluk beluk tentang ragam kopi khas tanah air dengan berbagai industri di belakangnya? Atau sekadar ingin menyeruput kopi di tengah suasana sejuk dan hijau di kota Malang bersama rekan atau keluarga?

Jika iya, maka Anda perlu memasukkan acara yang satu ini dalam program akhir pekan. Ada Malang Coffee Festival #2 yang akan berlangsung di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Malang, pada 22 hingga 24 September.

Mengusung tema “Bersatu Kita Ngopi”, acaranya dikemas menarik. Semua penggemar kopi, baik masyarakat ataupun wisatawan pasti bakal terpuaskan.

Mulai dari Coffee Movie Competitions, Barista Battle, Pertunjukan Kesenian juga Signature Drink Competitions. “Kopi! Dan segala seluk-beluknya, sudah menjadi gaya hidup kekinian yang sedang ngetrend di kalangan profesional muda,” kata Menpar Arief Yahya.

Sementara bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kopi asli Indonesia dan seluk beluknya, jangan sampai ketinggalan “Coffee ‘Kepo’ Talkshow”, Cupping & Roasting Workshop serta jangan lewatkan kehadiran deretan eksibitor yang terdiri dari petani/pekebun kopi serta suplier, milk/creamer, interior designer, warong/coffeeshop/cafe, mesin kopi, komunitas petani kopi, mesin pemroses kopi dan lainnya.

Walikota Malang Mochamad Anton mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keunikan daerah masing-masing yang telah menghasilkan karakteristik kopi spesial yang tidak dihasilkan negara lain.

Sebagai negara penghasil kopi, jumlah total kopi Indonesia masih berada di angka 700 ribu ton per tahun. Menjadi penting untuk menyampaikan informasi kepada semua pihak akan kebutuhan peningkatan jumlah produksi dengan pola yang baik.

“Karena itu Malang Coffee Festival digelar untuk kedua kalinya. Menjadi pesta kopi bagi seluruh rakyat Indonesia dengan hadirnya kopi terbaik dari seluruh Indonesia, baik dalam bentuk green bean maupun olahan,” ujar Mochamad Anton, Kamis (21/9).

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti menyatakan dukungan kembali digelarnya Malang Coffee Festival. Menurutnya kopi Indonesia sudah sangat dikenal dunia luas. Kopi Indonesia telah menjadi diplomasi budaya dan ekonomi.

“Kopi juga sudah menjadi bagian dari masyarakat. Bahkan di beberapa daerah, kopi tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari dan menjadi daya tarik wisata,” ujar Esthy Reko Astuti didampingi Kabid Wisata Budaya Wawan Gunawan.

Malang yang merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan, dengan kehadiran Coffee Malang Festival dikatakan Esthy tentunya bakal menarik lebih banyak minat wisatawan.

Berdasarkan data Disbudpar Kota Malang, selama dua tahun terakhir terdapat peningkatan jumlah wisatawan. Pada tahun 2015 tercatat jumlah wisatawan nusantara berjumlah 3.290.067 dan wisatawan mancanegara 8.265. Di tahun 2016 mengalami peningkatan dengan wisnus menjadi 3.987.074 dan wisman 9.535 orang.

“Hal ini sejalan dengan target Menteri Pariwisata dalam meningkatkan sebanyak mungkin wisman dan mendorong peningkatan wisnus, meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata serta meningkatkan partisipasi usaha lokal dalam industri pariwisata nasional dan meningkatkan keberagaman dan daya saing produk/jasa pariwisata nasional di setiap destinasi pariwisata yang menjadi fokus pemasaran,” ujar Esthy.

Sementara Wawan Gunawan mengatakan, dengan daya tarik pariwisata tentunya dapat turut menaikkan sektor perdagangan.

Hadirnya kopi terbaik dari seluruh Indonesia, baik dalam bentuk green bean maupun olahan, serta semua industri pendukungnya, tentu akan memberikan kontribusi aktif dalam meningkatkan konsumsi kopi domestik.

“Malang Coffee Festival #2 memberikan kesempatan kepada seluruh industri terkait untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbaik terbesar di dunia,” ujar Wawan Gunawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut mengapresiasi kembali digelarnya Malang Coffee Festival yang kedua. Menurutnya kopi sudah menjadi identitas bangsa. Dalam setiap kegiatan pameran ataupun promosi di luar negeri, kopi tidak pernah ketinggalan. Dan kopi Indonesia adalah yang selalu menarik masyarakat luar.

“Karena kopi Indonesia memang punya kualitas yang tidak dimiliki negara lain. Karakternya, rasanya, kepekatanya, aromanya, semuanya ada di kopi Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Ia pun selalu menjadikan festival kopi menjadi salah satu program dan strategi Kementerian Pariwisata sebagai daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menpar mencontohkan Thailand dan Vietnam yang berhasil mengangkat pariwisatanya melalui sektor kuliner.

“Lewat diplomasi kuliner dua negara itu berhasil mempengaruhi dunia. Kita juga bisa karena potensinya lebih hebat dari Thailand dan Vietnam,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Google Kolaborasi dengan htc

0

batampos.co.id – Google Alphabet mencapai kata sepakat dengan HTC Taiwan untuk memperluas bisnis smarthone mereka. Mereka mengambil alih sebagian sumber daya HTC untuk membantu mengembangkan bisnis smartphone Google. Nilainya USD 1,1 miliar (setara Rp 13, 3 triliun).

Dengan kesepakatan ini, sejumlah besar staf HTC akan bergabung dengan raksasa Silicon Valley tersebut. HTC yang berbasis di Taiwan pernah menjadi pemain utama di pasar smartphone. Namun belakangan mereka terseok-seok dan babak belur melawan Apple dan Samsung. Bagi kedua belah pihak, kesepakatan ini diharapkan menjadi angin segar bagi bisnis ponsel pintar keduanya.

Google berharap bisa meningkatkan kemampuan perangkat kerasnya. Dan HTC Taiwan berharap bisa terus bertahan di dunia smartphone yang keras.

”Ini adalah awal dari bisnis perangkat keras Google,” kata kata wakil presiden senior perangkat keras Rick Osterloh dalam sebuah posting blog di situs Google.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Google akan mengakuisisi tim orang-orang yang mengembangkan smartphone Pixel untuk perusahaan AS dan menerima lisensi non-eksklusif untuk kekayaan intelektual HTC. Ini membangun kemitraan yang ada antara kedua perusahaan teknologi.

”Googler (karyawan Google) masa depan ini adalah orang-orang hebat. Kami sudah bekerja sama dengan sangat erat di jalur smartphone Pixel,” kata Osterloh.

Menurut HTC, tim riset dan pengembangan smartphone mereka – sekitar 2.000 orang – akan pergi ke Google. HTC sudah memproduksi smartphone Google, Pixel, dan Pixel XL. Perusahaan akan merilis update versi perangkat bulan depan.

Kesepakatan ini adalah langkah besar kedua Google untuk terjun ke bisnis manufaktur smartphone. Pada tahun 2011 Alphabet, yang kemudian bernama Google, membeli Mobilitas Motorola seharga USD 12.5 miliar. Tetapi, tiga tahun kemudian, Google menjualnya.

Logo Google di smartphone di depan loho HTC. (REUTERS/Dado Ruvic)

Geoff Blaber dari CCS Insight mengatakan kesepakatan dengan HTC akan menyumbang sumber daya berharga bagi perusahaan. ”Google mengambil risiko jika hanya berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa. Pasalnya, perangkat keras menjadi bidang yang sangat penting untuk mengakhiri bisnis intinya,” kata Blaber.

Dan buat HTC, kata Blaber, kesepakatan ini adalah investasi yang sangat dibutuhkan. ”HTC berjuang untuk mempertahankan bisnis smartphone dan tumbuh lebih awal dalam realitas maya,” tambahnya.(tia/Reuters/BBC/JPC)

Simulasi Hitung Pajak Beli iPhone dan Pakaian

0

batampos.co.id – Kebijakan pengenaan bea masuk untuk barang dari luar negeri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188 Tahun 2010. Ada batasan impor atau membawa barang dari luar negeri yang ditetapkan pemerintah tanpa pajak. Besaran untuk individu sebesar USD 250 atau sekitar Rp 3,3 juta dan keluarga USD 1.000 atau Rp 13,3 juta.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui aturan itu. Berikut simulasi perhitungan bea masuk barang dari luar negeri seperti yang dilansir jawapos.com.

Sebagai contoh, sepulang dari Amerika Serikat anda membeli iPhone X Yang baru diluncurkan. Anggap membeli ponsel dengan kapasitas 256 gb yang dibanderol USD 1.149 atau sekitar Rp 15,2 juta

Dalam aturan, ketika sampai di Indonesia dan petugas mendapati pembelian itu, ada pajak yang harus dibayar. Rinciannya, anda akan dikenakan tarif bea masuk sebesar 0 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 10 persen, dan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 sebesar 7,5 persen bila memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 15 persen jika tidak.

Sebenarnya, masih ada Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bila barang itu termasuk barang mewah. Namun, untuk ponsel seperti iPhone belum dikenakan pajak barang mewah.

“Kalau barangnya diatas USD 250 harus dibayar pajaknya. Dari harga Itu dikalikan bea masuk, terus PPN 10 persen, lalu PPh pasal 22 impor itu 7,5 persen dengan NPWP dan PPNBM kalau itu termasuk kategori barang mewah. Jadi ada 4 jenis pungutan,” kata Direktur Eksekutif Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo kepada JawaPos.com, Kamis (21/9).

Itu artinya, jika membeli iPhone X 256 gb, angka yang menjadi faktor penentu pajak adalah USD 1.149 – USD 250. Pengurangan itu adalah “jatah” pembebasan pajak yang dimiliki masing-masing individu. Maka, yang akan dikenakan pajak tinggal USD 899 atau sekitar Rp 12 juta. Rincian yang harus dibayar:

1.    Rp 12 juta x bea masuk 0 persen = Rp 0.

2.    Rp 12 juta x PPn 10 persen = Rp 1,2 juta.

3.    Rp 12 juta x 7,5 persen  = Rp 900 ribu dengan NPWP dan Rp 1,8 juta tanpa NPWP

4.    Rp 12 juta x PPnBM = Rp 0 (tidak termasuk barang mewah)

Jika memiliki NPWP, maka pajak yang harus dibayar adalah Rp 1,2 juta + Rp 900 ribu = Rp 2,1 juta. Kalau tidak memiliki NPWP, hitungannya menjadi Rp 1,2 juta + Rp 1,8 juta = Rp 3 juta.

Itu berarti, ketika membawa iPhone X 256 gb dari luar negeri, total yang dikeluarkan termasuk uang pembelian ponsel adalah sekitar Rp 16,4 juta. Dengan catatan, memiliki NPWP. Tentu, itu di luar biaya tiket ke luar negeri, makan, dan hotel. Bisa-bisa total ongkos yang harus disiapkan sampai Rp 19 juta atau Rp 20 juta.

ilustrasi

Bagaimana dengan lini fashion seperti pakaian? nilainya akan dikurangi oleh dasar pengenaan bea masuk barang sebesar USD 250 atau sesuai aturan tarif individu. Pakaian juga tidak akan dikenakan PPnDM.

Sebagai contoh, anda pulang dari luar negeri membeli pakaian yang bernilai USD 2.250. Dari nilai itu, anda juga mendapat nilai pembebasan sebesar USD 250. Jadi angka yang akan menjadi nilai patokan pengenaan total nilai pajaknya USD 2 ribu.

Untuk bea masuk, petugas akan mengenakannya sebesar 10 persen atau Rp 2,7 juta. Lalu PPh 21 Pasal 22, anda akan dikenakan pajak 15 persen atau sebesar Rp 5,2 juta. Terakhir, 7,5 persen atau Rp 2,025 juta jika anda menunjukkan NPWP.

Jika ditotal, maka anda akan dikenakan pajak sebesar Rp 4,7 juta sampai Rp 5,9 juta, tergantung kondisi kelengkapan saat pemeriksaan.

Jika sudah mendapat gambaran, membeli barang dari luar rasanya perlu dipertimbangkan kembali. Sebab, dengan pengenaan pajak yang besar, rasanya akan lebih bermanfaat jika selisihnya digunakan untuk sesuatu yang produktif. (cr4/JPC)