Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13106

Enam Tahun Menanti Rencana Tuhan untuk Dapat Keturunan, saat Doa Dikabulkan Dikarunia Kembar Tiga

0

Imaji di layar USG itu, menunjukkan tiga janin ada di kandungan istri Muhammad Teddy Nuh. Ia pun tercekat…

——

Teddy Nuh sedang melihat bayinya yang kembar tiga yang masih dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, Selasa (19/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Jarum jam menunjukkan pukul 10.50 WIB. Tim dokter Rumah Sakit Awal Bros Batam sedang berupaya membantu kelahiran bayi kembar tiga dari pasangan
pasangan Muhammad Teddy Nuh dan Raja Bahami Lily Marlina.

Selama kurang lebih satu jam, sang suami Teddy ikut menyaksikan perjuangan istrinya di meja operasi. Operasi caesar ini harus dilakukan karena letak bayi kedua dan ketiga yang melintang.

Rasa gugup terus menghinggapi Teddy. Bagaimana tidak, ini adalah proses kelahiran pertama yang dialami istrinya.

Selang satu jam berlalu, dokter pun berhasil menyelesaikan operasinya. Ghania Ameena Naziha, Ghaza Al Fatih Hafizan dan Ghazi Al Fatih Uwais lahir dengan selamat dan sehat di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam tepat pukul 11.50 WIB pada Senin (18/9).

Ketiga bayi ini menjadi berita bahagia bagi seluruh masyarakat Batam karena merupakan kelahiran pertama sejak 11 tahun lalu yang ditangani RSAB Batam. Dengan berat berurutan bayi pertama 1600 gram, 1050 gram dan 1100 gram dengan panjang tubuh berkisar 40 centimeter, ketiga bayi yang merupakan hasil program bayi tabung ini dalam kondisi normal tanpa alat bantu pernafasan.

Mengingat kembali, program bayi tabung ini adalah upaya yang bisa dibilang terakhir. Beragam upaya dari 2011 silam sudah dilakukan, mulai dari berobat, minum herbal dan proses inseminasi hingga dua kali. Namun apa mau dikata, takdir belum membuat keduanya menyandang gelar orang tua.

Mereka pun memutuskan cek ke rumah sakit di luar Batam yakni di Mahkota Medical Center, Malaka, Malaysia. Salah satu upaya paling memungkinkan adalah bayi tabung. Keduanya pun menjalani program ini pada Desember 2016 lalu dan pada Februari 2017 kabar gembira menghampiri keduanya.

“Program ini sendiri kami ketahui dari adik kandung kami. Adik dan pasangan menjalankan program bayi tabung juga dan alhamdulilah berhasil, karena itu kami memutuskan mencoba program ini,” kata Teddy.

Dana total Rp 60 juta pun digelontorkan oleh Kabid Pelayanan Pendaftaran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam ini. “Biaya ini dibayarkan bertahap sesuai tindakan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit Mahkota Medical Center, Malaka,” ungkapnya.

Proses bayi tabung sendiri, memang mengharuskan dua embrio. Setelah menunggu dan terus kontrol selama satu bulan, akhirnya kami dapat kepastian. “Alhamdulilah, dari penuturan dokter waktu itu mengatakan istri hamil. Namun, embrio yang kedua jantungnya sangat kecil. Sehingga dokter mengatakan jangan terlalu berharap untuk memiliki dua bayi,” ungkap pria kelahiran Pekanbaru ini.

 F Cecep Mulyana/Batam Pos

Satu bayi saja sudah merupakan kebahagiaan, begitu yang dirasakan keduanya. Namun di luar dugaan, kebahagiaan mereka ditambahkan, embrio laki-laki tersebut justru membelah lagi. Sehingga genap tiga janin di dalam kandungan Lily. “Luar biasa senang sekali, kaget dan sangat bersyukur begitu mendengar kabar tersebut,” katanya.

Belum sempat berbahagia, keduanya lagi-lagi dihadapkan dengan keputusan sulit. Dokter menjelaskan ada tiga pilihan yang harus ditentukan mereka. Pertama, Embrio Reduction saat itu juga. Karena janin kecil ditambah tubuh sang istri yang kecil, akan membahayakan nyawa istri dan anak-anaknya ketika harus melahirkan tiga bayi sekaligus.

Pilihan kedua, yakni menunggu seminggu untuk menentukan pilihan jumlah embrio reduction. Namun setelahnya harus langsung dirujuk ke Kuala Lumpur. Atau pilihan ketiga yakni tetap mempertahankan ketiga janin dengan segala resiko. Namun, sang istri harus bed rest dengan estimasi selama lima bulan.

Pilihan ini tentu saja tidak mudah bagi pasangan yang menikah 2011 silam ini, terlebih menunggu enam tahun mendapatkan keturunan bukanlah waktu yang sebentar. Orang tua keduanya pun ikut dilibatkan dalam keputusan ini. “Kami berpikir begini, ini adalah hadiah yang diberikan Tuhan. Selama enam tahun kami meminta, akhirnya bisa dipenuhi. Setelah dipenuhi, masa kami harus mengurangi. Akhirnya kami putuskan untuk mengambil pilihan ketiga, tentu saja dengan persetujuan seluruh pihak keluarga,” sambung sang Istri, Lily.

Memasuki usia kehamilan 7 bulan, Wanita kelahiran Batam ini mulai menjalani perawatan kehamilan dan kontrol teratur. Bahagia lagi karena kehamilannya berjalan lancar tanpa ada masalah berarti. “Alhamdulilah saya kuat dan enggak macam-macam ngidamnya,” ucap Lily.

Memasuki usia kandungan 8 bulan atau 34 minggu, Lily harus menjalani operasi caesar. Dikarenakan posisi bayi kembar yang laki-laki dalam keadaan melintang. Teddy pun diperbolehkan untuk menyaksikan proses melahirkan anak pertama, kedua dan ketiganya. “Rasanya deg-degan juga. Memberikan dukungan kepada istri, saya sangat kagum dengan perjuangan istri,” sambung Teddy.

Memaknai perjuangan sang istri dan ketiga anaknya, pasangan ini sepakat menuangkannya dalam nama. “Ghania yang berarti perempuan cantik, sedangkan Ghaza dan Ghazi artinya pejuang dan satria,” sebut Teddy.

Belum lagi melihat kondisi ketiga bayinya yang kuat dan sehat. Bahkan bayi mereka tidak memerlukan alat bantu pernafasan. “Sekarang dalam tahap observasi oleh tim dokter, namun ketiga bayi kami terlihat dalam kondisi sehat,” tutupnya.

Program bayi tabung sendiri saat ini di Kepri belum ada. Metode yang dalam dunia kedokteran disebut In Vitro Fertilization (IVF) ini memang mengharuskan pasangan siap memiliki dua orang anak. Sel telur matang diambil dari indung telur ibu, dibuahi dengan sperma di dalam medium ciaran. Setelah berhasil, embrio kecil dimasukkan ke rahim dengan harapan berkembang menjadi bayi.

“Program ini bisa saja membuat ibu memiliki dua anak sekaligus jika keduanya berhasil atau hanya satu anak atau bahkan tidak memiliki anak jika embrio gagal menjadi janin,” kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSAB Batam, dr Ni Made Indri Dwi Susanti, SpOG.

Namun, kasus ini terbilang cukup unik. Karena sel telur yang diperkirakan berjumlah dua, justru berkembang lagi sehingga menjadi tiga janin. “Yang berkembang menjadi dua adalah janin laki-laki, makanya disebut kembar identik,” ucap dr Indri.

Menilik lebih dalam tentang riwayat keluarga pasangan ini, keduanya memiliki gen kembar. Berdasarkan keterangan dari orang tua Teddy, paman dari ibulah yang memiliki gen tersebut. Tidak heran salah satu dari kedua sel telur tadi berkembang menjadi dua, sehingga genap tiga janin.

Dokter lulusan Universitas Andalas, Padang ini mengatakan bayi kembar biasanya bakal terancam persalinan prematur. Sehingga perlu sekali terapi ekspektatif agar janin tidak terlahir prematur.

“Kami juga berusaha menghilangkan kontraksi dan berusaha untuk mematangkan paru-paru bayi,” ungkapnya. (*)

BP Batam Cari Investor Shipyard

0
Pekerja sedang mengerjakan kapal disalah satu galangan kapal di Sagulung, Jumat (18/11). Galangan kapal saat ini .F. Galangan kapal di batam ini mulai tumbuh lagi setelah sempat lesu akibat ekonomi indonesia lesu. foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya mengembalikan kejayaan industri sektor shipyard di Batam. Setidaknya ada tiga solusi yang telah disiapkan agar industri padat karya itu kembali bergerak.

Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta Putra, mengatakan solusi pertama adalah menggandeng investor baru, baik dari dalam maupun luar negeri. Investor baru itu kemudian akan ditandemkan dengan investor lokal, terutama yang saat ini shipyardnya tengah lesu.

“Ini kesimpulan terakhir dari rapat yang kami gelar Selasa (19/9) lalu,” kata Novi di Gedung BP Batam, Rabu (20/9).

Saat ini, katanya, sudah ada sejumlah investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Batam. Namun Novi masih enggan membeberkan nama-nama calon investor tersebut. “Itu tidak boleh, nanti saja kalau sudah jadi baru bisa dipublikasikan,” katanya lagi.

Selain mencari tandem bagi investor shipyard lokal, BP Batam juga mendorong agar jasa perawatan kapal menjadi alternatif baru bagi shipyard Batam dalam menjalankan kegiatannya. Sehingga tidak bergantung lagi pada bisnis pembuatan kapal. Kementerian Perindustrian juga sudah menegaskan bahwa pengembangan industri shipyard harus menjadi prioritas sehingga tidak boleh dianaktirikan.

Menurut Novi, lesunya sektor galangan kapal ini juga terjadi di seluruh belahan dunia. Umumnya, beberapa negara mengatasi kondisi ini dengan mendorong penggunaan teknologi baru.

“Sedangkan kita mencoba untuk mendorong ekspansi jasa perawatan kapal supaya shipyard di Batam tetap bisa bertahan dan bahkan bisa buat kapal dengan skala yang sangat besar,” ujarnya

Solusi kedua, kata Novi, adalah saat ini BP Batam tengah menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2016. PP ini menjadi dasar bagi BP Batam dalam menerapkan Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tarif Jasa Kepelabuhanan.

Sebelumnya, pengusaha pelayaran dan shipyard mengeluhkan tarif labuh tambat yang tinggi dalam Perka ini. Tri berdalih bahwa tingginya tarif di sana karena komponen progresifnya dihilangkan. Komponen progresif labuh tambat sebesar 0 hingga 50 persen dihilangkan, maka yang ada besarannya ya maksimal 50 persen.

“Ini yang membuat (tarifnya) tinggi. Makanya kami akan evaluasi lagi,” katanya.

Solusi ketiga, lanjut Novi, adalah dengan menunggu pemberlakuan kebijakan Free Trade Agreement (FTA) yang meniadakan bea masuk dari Batam ke wilayah pabean. “Sekarang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 47 Tahun 2012 yang mengatur itu tengah direvisi. Kalau sudah terbit, maka akan kami sosialisasikan,” harapnya.

Ketua Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), Sarwo Edi Wibowo, sangat berharap dukungan pemerintah agar shipyard Batam bisa keluar dari masalah kelesuan ekonomi ini.

“Salah satu harapan kami adalah pemerintah menepati janjinya untuk mendukung pembangunan industri smelter di daerah penghasil minerba untuk mengolah hasil minerba dan membangun pelabuhan berskala internasional,” jelasnya.

Sedangkan dari sisi kebijakan, Sarwo berharap tarif labuh tambat segera direvisi karena tidak kompetitif. Kemudian memberikan insentif pajak bagi pemilik kapal dan menentukan standar desain bagi kapal-kapal pemerintah.

“Dan tidak menaikkan lagi upah karena kenaikan kemarin sangat memberatkan kami,” harapnya. (leo)

Pengembang Properti Bisa Manfaatkan Lahan Tidur

0
ilustrasi
foto: cecep mulyana

batampos.co.id – Para pengembang di Batam yakin bisnis properti bakal lebih baik lagi. Kekurangan lahan yang selama ini jadi kendala bisa diatasi dengan memanfaatkan lahan tidur.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, mengatakan lahan tidur yang sekarang diambil alih lagi oleh Badan Pengusahaan Batam bisa dimanfaatkan pengembang.

“Batam tidak akan kekurangan lahan karena masih ada lahan tidur seluas 7.700 hektare,” jelas Achyar, Rabu (20/9), usai acara pelatihan literasi properti untuk 10 ribu pengusaha properti di Universitas Batam (Uniba).

Munculnya generasi baru dengan ide-ide baru di bisnis properti, kata Achyar, turut mendorong optimisme akan cerahnya usaha properti di Batam. “Saya pernah bertemu dengan pemilik lahan tidur yang bingung lahannya mau diapain karena tak punya ide. Lalu ketemu dengan developer muda yang menawarkan ide. Sehingga mereka bisa bekerja sama,” ujarnya.

Setelah lahan dan ide ada, maka tinggal mencari sumber uang. “Sumber uang bisa dicari lewat notaris maupun perbankan. Asal punya konsep brilian maka pasti diterima,” katanya.

Dan setelah itu, maka pengembangan properti yang ada saat ini bisa dikembangkan untuk hunian vertikal seperti apartemen. Dan setelah itu dengan kebijakan pro investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, maka properti di Batam tidak akan pernah sepi peminat.

Setelah semua bisa tercapai, maka pemerintah perlu menata ulang tata ruang kota di Batam. Saat ini tata ruang di Batam kacau balau karena tidak mengindahkan konsep tata ruang yang baik. Untuk menghindari kesalahan serupa di masa depan, edukasi mengenai tata ruang yang baik perlu diberikan kepada generasi muda.

“Pemerintah harus bikin master plan yang terencana dengan baik dan kemudian mengedukasikannya kepada generasi muda yang kelak jadi pengusaha properti di masa depan agar mereka tak salah langkah,” katanya.

Tata ruang di Batam memang saat ini tidak tertata dengan baik. Sebenarnya konsep telah ditetapkan sejak awal, namun di lapangan banyak ditemukan ketidaksesuaian dengan peruntukan awal. Contohnya ada kawasan industri di dalam pemukiman ataupun lahan yang koordinatnya saling tumpang tindih.

“Ini kami mencoba untuk memberikan edukasi. Jika suatu saat ingin bangun perumahan, maka harus dibuat dulu konsep hunian terpadu yang mengedepankan kenyamanan dan koordinasi yang baik antara tata peruntukan lahan,” ungkapnya.

Dengan begitu, hal-hal semacam tumpang tindih lahan dan peruntukan yang keliru bisa dihindari. Achyar juga menyarankan agar developer muda di Batam nanti menerapkan konsep kota mandiri seperti di Bumi Serpong Damai (BSD) yang ada di Tangerang.

“Konsepnya berupa kota mandiri dalam satu tempat. Segala keperluan ada di dalam satu lokasi. Dengan begitu arus kemacetan bisa dihindari karena penghuninya tidak bergerak lagi keluar,” katanya lagi.

Untuk mengedukasi generasi muda, Bank Tabungan Negara (BTN) siap membantu untuk membentuk pengusaha properti muda yang bisa memahami seluk beluk dunia properti di Batam.

“Ini juga merupakan aktivitas BTN dalam mempersiapkan pengusaha muda di bidang properti,” jelas Kepala Kantor Cabang BTN Batam, Ali Irfan di tempat yang sama.

BTN yang berfokus kepada kredit pembiayaan rumah memandang penting pembentukan karakter pengusaha properti ini. “Program ini menyasar untuk membentuk 10.000 pengusaha muda properti di seluruh Indonesia,” katanya.

Selain sebagai jaminan untuk melanjutkan bisnis utamanya, BTN ingin membantu pemerintah dalam membantu program penyediaan sejuta rumah bagi masyarakat Indonesia.

“Niat kami juga ingin membantu menjembatani misi pemerintah membuat sejuta rumah,” pungkasnya. (leo)

Pemko Batam Batal Beri Gaji Juru parkir

0

batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memberlakukan sistem pengajian bagi petugas parkir gagal. Pasalnya, anggaran Rp 15 miliar yang sudah dianggarkan di APBD 2017 dikembalikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

“Ya kami kembalikan semua karena ada pertimbangan-pertimbangan,” kata Yusfa Hendri, Kepala Dishub Batam, Rabu (20/9).

Menurut Yusfa, sistem penggajian tidak bisa dilaksanakan karena masih menggunakan sistem target. Apalagi hasil survey titik parkir baru didapatkan tahun ini. Alhasil, sistem penggajian tahunan yang sudah dianggarkan, tak bisa diterapkan.

“Tak mungkin juga kan titik parkir yang ramai dengan yang sepi, gaji petugas parkirnya tetap sama. Makanya kita masih pakai pola yang lama (bagi hasil),” kata Yusfa.

Pertimbangan lain, lanjut dia, jumlah petugas parkir dengan titik parkir tak seimbang dengan anggaran yang sudah dianggarkan. Anggaran Rp 15 miliar tersebut, kata Yusfa, hanya mampu untuk menggaji 477 orang juru parkir. Sementara dari hasil survey sendiri ada penambahan titik parkir, sehingga juru parkir pun bertambah hingga 615 orang.

“Kan ada penambahan, makanya anggaran Rp 15 tak terakomodir,” kilahnya.

Untuk tahun 2018 nanti, ia mengaku akan menyesuaikan dengan perda parkir yang baru. Dimana dimungkinkan untuk memakai beberapa sistem seperti aplikasi atau kerjasama dengan pihak ketiga dalam mengelola retribusi parkir tepi jalan.

“Bisa saja kita lelang, siapa yang berani Rp 30 miliar sesuai target kita,” tuturnya.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura membenarkan jika anggaran yang sudah dianggarkan tersebut dikembalikan dishub. Mengingat terbatasnya APBD Batam, ia pun sepakat agar anggaran ini dihold dan pembayaran petugas parkir kembali bagi hasil. “Tak mungkin pendapatan Rp 3 miliar, sementara gaji juru parkir Rp 15 miliar,” katanya.

DPRD sendiri, lanjut dia, berencana akan mengevaluasi lagi titik parkir potensial di kota Batam. Titik-titik parkir inilah nantinya bakal dipasang mesing standing parkir yang bisa dibayar lewat aplikasi atau manual ke mesin tersebut.

“Mesin ini dikelola pemko. Juru parkir tak lagi menerima uang tetapi hanya bertugas mengawasi dan menertibkan kendaraan yang parkir,” terangnya

Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan motor yang akan parkir di Ruko Raflesia Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak menilai, dishub tak mau melaksanakan sistem penggajian parkir. Padahal untuk gaji petugas parkir sendiri sudah jauh-jauh hari dianggarkan. “Mereka masih terapkan bagi hasil. Sementara retribusi bagi hasil dengan petugas parkir, ada ketentuannya dan jelas tak diperbolehkan,” terangnya.

Bagi hasil yang dilaksanakan petugas parkir, kata Jefri juga tak masuk akal. Bayangkan di satu titik saja mereka bisa memungut hingga Rp 400 ribu. Sementara uang yang disetor ke unit pelaksana teknis dishub tak sampai Rp 50 ribu saja. Sisanya masuk ke juru parkir, mafia parkir dan pemilik lahan parkir.

“Bagi hasil tak boleh, ini akan saya laporklan secara resmi kepada pihak berwajib. Termasuk ke tim saber pungli, kalau ini masih diberlakukan unit perlaksana teknis parkir,” ancamnya. (rng)

Banjir Melulu, SMPN 28 Batam akan Pindah

0
Sejumlah siswa SMPN 28 Batam membersihkan air hujan yang masuk kedepan kelas, Selasa (29/8). . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam akan merelokasi SMPN 28 Batam yang berada di Batamcenter tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan sebelumnya pemerintah berencana menimbun sebagian area sekolah untuk menghindari banjir. Namun hal ini dirasa kurang efektif.

“Lebih baik direlokasi saja, lahan sudah ada,” kata dia, Rabu (20/9).

Saat ini pihaknya sudah mendapatkan hibah lahan dari pengusaha seluas satu hektar. Lokasi tersebut tidak jauh dari lokasi sekolah saat ini dan bebas banjir.

“Pembangunan akan dimulai tahun depan, dan mereka yang sekarang masih belajar di lokasi lama akan dipindahkan bertahap,” jelasnya.

Muslim menyebutkan telah memasukkan relokasi SMPN 28 Batam menjadi salah satu proyek prioritas tahun depan. Pihaknya telah mengusulkan Rp. 6 miliar untuk relokasi sekolah.

Di lahan seluas satu hektar tersebut, nantinya juga akan dipadukan dengan pembanguna SD baru. “Yang ini menyusul dan tidak sekaligus, karena kita melihat kebutuhan sekolah dasar di sana cukup tinggi,” terang pria 59 tahun ini.

Disinggung mengenai relokasi SMPN 6 Batam, Muslim menyebutkan belum ada rencana, karena pemko masih dahulukan proyek prioritas yakni pembangunan sekolah.

“Dulu kita pernah mau relokasi namun warga di sana menolak,” tutupnya. (Cr17)

RKB Lebih Penting dari Komputer

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam menilai pembangunan ruang kelas baru (RKB) di tahun 2018 jauh lebih penting dari pada pengadaan komputer. Sebab jumlah kuota siswa yang ikut Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahunnya selalu membludak.

Kepala Disdik Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan setiap tahun selalu terjadi permasalahaan yang sama atas RKB. Bahkan tak jarang Disdik jadi bulan-bulanan karena tak juga bisa mengatasi permasalahan tersebut.

“Karena itu, saya sudah minta izin pak Wali untuk lebih memprioritaskan bangunan fisik. Agar tak jadi bulan-bulanan lagi,” kata Muslim di Batamcenter, Rabu (20/9).

Karena lebih penting, makanya Disdik meminta agar anggaran pengadaan komputer dialihkan ke bangunan fisik. Pengalihan itu bukan berarti komputer tidak penting, namun bisa ditunda untuk tahun berikutnya karena ada yang lebih prioritas.

“Kita bukan meniadakan, tapi menunda untuk tahun berikutnya. Bangunan fisik sangatlah penting agar permasalahan yang sama (RKB) tak terus terjadi,” terang Muslim.

Menurut dia, rencana pengadaan komputer diajukan saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) beberapa waktu lalu. Sebab hanya ada dua dari enam sekolah yang tidak menumpang yakni SMP N 26 dan SMP N 6 Batam untuk pelaksanaan UNBK. Hal itu kemudian disampaikan dalam rapat dengan pendapat (RDP) bersama komisi IV DPRD Batam

“Ada enam sekolah UNBK, tapi hanya dua yang tidak numpang. Itu kita sampaikan ke dewan. Mereka pun menyarankan agar adanya pengadaan komputer. Jadi rencana itu sebenarnya atas saran bersama,” imbuh Muslim.

Dilanjutkan Muslim, rencana untuk pengadaan komputer itu pun langsung dianggarkan. Namun, saat PPDB beberapa waktu lalu, pihaknya melihat ada yang jauh lebih penting. Pihaknya menilai RKB lebih penting dari pengadaan komputer.

“Permasalahaan itu dimulai saat PPDB, ternyata RKB lebih penting. Apalagi adanya ‘take over’ sekolah dari propinsi ke Kota lagi. Sehingga bangunan RKB harus kita lakukan sebanyak-banyaknya,” beber Muslim.

Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mengatakan bangunan fisik lebih penting dari pengadaan komputer. Hal itu karena terus membludaknya jumlah siswa yang masuk negeri setiap tahunnya.

“Karena permasalahaan yang itu-itu saja, maka bangunan fisik harus diutamakan. Agar semuanya bisa tertampung,” ujar Rudi. (she)

Pemko Batam Gali Retribusi dari Potensi Baru

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus berupaya agar target pendapatan asli daerah (PAD) Rp 6 miliar dari retribusi parkir 2017 tercapai. Caranya dengan menemukan sumber-sumber kawasan mandiri dan umum baru.

Kepala Dishub Kota Batam, Yusfa Hendri mengakui saat ini retribusi parkir masih setengah dari target yakni hanya Rp 3 miliar. Akan tetapi nilai retribusi itu lebih tinggi dari pendapatan parkir tahun 2016 lalu yang hanya Rp 2,8 miliar.

“Sampai awal September sudah Rp 3 miliar. Progres ini lebih tinggi dari pendapatan tahun lalu. Karena itu, hingga Desember nanti kita optimis bisa tercapai,” kata Yusfa Rabu (20/9).

Dishub telah melakukan survei bersama instansi lainnya untuk mencari tahu cara pencapai PAD retribusi parkir sesuai target. Hasilnya adalah dengan cara mengalakan parkir-parkir di kawasan mandiri.

“Selain lebih memaksimalkan parkir di tempat-tempat umum, kita juga mengalakan parkir secara mandiri,” terang Yusfa.

Parkir kawasan mandiri adalah komplek atau kawasan yang membebaskan parkir pengendara. Dimana, pengelola atau pemilik kawasan langsung membayar retribusi parkir ke Dishub. Seperti untuk daerah Plaza Botania, Top 100 Pinuin dan banyak lainnya.

“Kita maksimalkan dengan sumber dan potensi parkir yang baru. Seperti di jalan umum dan kawasan mandiri baru,” imbuh Yusfa.

Dijelaskan Yusfa, jika sumber baru dari kawasan mandiri dan umum berjalan lancar, maka ia yakin target PAD Rp 6 miliar dari retribusi parkir tercapai. Dimana ia memperhitungkan jumlah PAD yang bisa didapat setiap bulannya dari potensi baru itu Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

“Ini masih ada 4 bulan lagi (September, Oktober, November, Desember). Kalau dirata-ratakan saja Rp 400 juta perbulan. Maka PAD hingga akhir tahun itu sudah hampir 6 miliar atau Rp 5,5 miliar,” jelas Yusfa. (she)

 

 

Pesan Penting Panglima TNI dari Timor Leste

0
Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo saat berizarah di Dili, Timor Leste, kemarin. (RMol.co/Jawapos.com)

batampos.co.id – Panglima TNI Gatot Nurmantyo berziarah ke taman makam pahlawan (TMP) Seroha Baucau dan Seroja Dili, Timor Leste, Rabu (20/9/2017)

Kepada awak media, Gatot mengungkapkan bahwa kunjungannya ke TMP punya arti penting. Sebab, ada 317 prajurit TNI yang dimakamkan di TMP Baucau.

“Mereka adalah prajurit-prajurit terbaik TNI yang gugur dalam melaksanakan tugas negara dan bangsa dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya,” kata dia dilansir Rakyat Merdeka Online (Jawa Pos Grup), Kamis (21/9).

Gatot mengatakan bahwa kondisi TMP Seroja Baucau sebelumnya sangat tidak terawat dan sebagian makam rusak.

“Saat ini sudah di renovasi dan sudah layak sebagai Taman Makam Pahlawan, meskipun belum sempurna namun akan terus diperbaiki,” ucapnya.

“Saya menyampaikan rasa bangga dan hormat kepada masyarakat Baucau Timor Leste, yang telah membantu prajurit-prajurit TNI dalam memperbaiki TMP Seroja Baucau tanpa mau dibayar, bahkan mereka membawa makanan dan lain-lain,” ujar Gatot.

Dia melanjutkan, sebagian besar para prajurit TNI yang gugur langsung dimakamkan di TMP Seroja Baucau, sehingga tidak diketahui oleh keluarganya.

“Saya atas nama Keluarga Besar TNI mendoakan, semoga arwah para pejuang TNI yang rela mengorbankan jiwa dan raganya diterima Tuhan Yang Maha Kuasa. Hal ini menunjukan bahwa kami (Prajurit TNI) selalu mengingat, menghormati dan menghargai jasa-jasa mereka,” tuturnya.

Di akhir kunjungannya ke TMP Seroja Dili, Gatot menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Dili dan Baucau atas partisipasinya dalam membantu memperbaiki makam prajurit-prajurit TNI.

“Ini suatu hal yang luar biasa, dan semoga hal ini dilihat oleh dunia internasional bahwa Indonesia dan Timor Leste tidak menatap masa lalu, bahkan ke depan membangun persahabatan dan lingkungan yang aman,” jelasnya.

“Kedepan, kegiatan seperti ini akan menjadi tradisi HUT TNI, dan tiap tahun Panglima TNI tetap melaksanakan ziarah ke TMP yang ada di Timor Leste,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya kemarin, Gatot ditemani Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja. (mam/jpg/JPC)

Jalan Layang Simpangjam akan Jadi Aset BP Batam

0
Sejumlah pekerja saat melakukan pengerjaan proyek jalan di Simpang Jam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah pembangunannya usai, maka pengelolaan simpang jam Simpangjam akan diserahkan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Ini kan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dan merupakan aset negara. Sehingga akan diberikan ke BP Batam supaya dikelola menjadi aset BP Batam,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Rabu (20/9).

Ia kemudian mengatakan struktur jembatan akan selesai dibangun pada November ini. Dan setelah itu akan diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi.

“November sudah selesai strukturnya, sudah bisa digunakan dan diujicobakan,” ungkapnya.

Meskipun akan menjadi aset BP Batam, Robert mengatakan BP Batam mempersilahkan jika Pemko Batam dan Pemprov Kepri ingin memperindah simpang jam tersebut.

“Jika pemerintah daerah mau memperindah ya silahkan. Karena itukan termasuk anggaran keindahan kota,” ungkapnya. (leo)

Come and Join Zumba Party with Jun Ko, The 1st male Zumba Instructor of Indonesia

0

batampos.co.id – A healthy body is a blessing to be grateful for and should be taken care of.

One way is to exercise regularly. Exercise is the most effective way to maintain your health and boost immunity. But not all conscious and able to exercise regularly, because busy and confused to find a community or sports venue that is representative and comfortable.

Based on this phenomenon, Batam Pos try to give solution by holding event “Aerobic Competition and Zumba Fitness Party” on September 24th 2017 at Kepri Mall

“Seeing the response of the people of Batam are increasingly enthusiastic with zumba, then we held this event,” said the person in charge of EO Batampos, Herman Mangundap to Batam Pos, Monday (18/9).

This activity is a zumba party and aerobic competition consisting of several categories. ie, categories under 35 years old and over 35 years old, AC group (5 people) and dance (4-8 people).

Registration fee of 50K for participants under and above 35 years, 200K for AC/Dance Group and 75K for Zumba Party. Registration is open until September 24th, 2017

Wanna join this event? You may text via whatsapp +62 812 7017 720 or +62 812 7097 8099

“So far there are about 200 participants who signed up from our 500 target audience,” Herman said.

Herman said, Aerobic Competition and Zumba Fitness Party invites Junko Agus as a guest star who is the first zumba pioneer in Indonesia.

“This is the first time Junko came to Batam. So the rare opportunity should be utilized as best as possible for zumba fans in Batam by joining this event, “lid Herman. (adv/mon)