Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13123

Kereta Pancasila Presiden Jokowi Akan Pimpin Pawai Karnaval Kemerdekaan di Bandung

0

Besok, ya besok, Sabtu, 26 Agustus 2017 puncak peringatan HUT RI ke-72 di Bandung.

Ada #KarnavalPesonaParahyangan yang bakal heboh dan diikuti Presiden Joko Widodo pukul 09.00 WIB.

“Jangan lupa penonton pakai baju-baju adat ya? Kenakan Busana Nusantara, biar penontonnya keren, peserta karnavalnya juga keren! Foto dan Video nya juga keren,” ungkap Arief Yahya Menpar.

Ini akan menjadi karnaval paling unik. Penonton menyaksikan peserta karnaval. Sebaliknya peserta karnaval juga bisa melihat penonton yang berpakaian tradisional, dari mana saja asal sukunya.

“Silakan yang perempuan pakai selendang, yang laki-laki mengenakan ikat kepala atau blangkon (Joglosemar), totopong (Sunda), udeng (Bali), sortali (Batak). Pasti seru!” ungkap Arief Yahya sambil mengingatkan untuk menyisakan space di memmory smart phone-nya untuk memotret karnaval ini.

Sejuta Pesona Karnaval Kemerdekaan yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 26 Agustus 2017 sepertinya sudah siap ditampilkan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana akan menaiki mobil hias bertemakan Pancasila. Mobil hias itu akan bersatu dalam arak-arakan dengan mobil hias lainnya.

“Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana akan ikut berpartisipasi sebagai peserta karnaval dengan menaiki mobil hias Kereta Pancasila yang menyiratkan makna budaya kerja dan gotong royong dalam laku budaya berupa kebersamaan,” kata Menteri Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan karnaval kemerdekaan ini sebagai tradisi yang dimulai 2015 lalu sebagai acara penutup puncak perayaan kemerdekaan. Karnaval kemerdekaan kali ini melibatkan lebih dari 1.115 peserta berlatar belakang seniman dan berbagai komunitas anak muda di Jawa Barat, serta perwakilan budaya dari 12 provinsi yang berkolaborasi dan bekerja bersama untuk menghadirkan pesta rakyat yang meriah.

Karnaval kemerdekaan ini menjadi pesta rakyat yang menampilkan arak-arakan budaya nusantara sebagai representasi dari keberagaman suku dan budaya di Tanah Air dengan semangat api kerja bersama untuk mengisi kemerdekaan.

“Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan budaya, pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan akan semakin menguatkan posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif dan destinasi karnaval berkelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Budayawan yang juga ditunjuk menjadi ketua tim kurator Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 yang merupakan puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72, Aat Suratin menjelaskan, Kereta Pancasila yang akan dinaiki Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana di Kota Kembang nanti, dirancang khusus oleh lima seniman yang diketuai Tisna Sanjaya, perupa asal Bandung yang karya-karyanya sudah mendunia.

“Kereta Pancasila tidak berkuda, beda dengan saat beliau diarak saat pelantikan Presiden lalu. Kereta Pancasila ini merupakan mobil hias sejenis truk yang didesain sedemikian rupa. Bagian depannya berbentuk hiasan kepala Burung Garuda. Sedangkan bagian belakangnya ada ruang khusus untuk berekspresi,” terang Aat.

Tisna Sanjaya adalah seniman berkebangsaan Indonesia kelahiran lahir di Bandung, Jawa Barat. Pria berusia 59 tahun ini namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya berupa lukisan yang terpajang di puluhan kali pameran yang diselenggarakan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tisna juga salah satu penerima Anugrah Adhikarya Rupa untuk kategori personal tahun 2014. Bakat seninya terlihat sejak usia muda. Ia sering menggambar di tembok-tembok rumah. Kendati orangtuanya pedagang ayam, namun mereka sangat mendukung bakat seninya. Ini karena lingkungan rumahnya tak jauh dari kesenian.

Kereta Pancasila yang dinaiki Presiden Jokowi ini akan memimpin pawai dan berada paling terdepan. “Presiden Jokowi dengan Kereta Pancasila akan jadi pelatuk, kata urang Sunda atau kepala arak-arakan. Kemudian beliau akan turun dari Kereta Pancasila tepat di panggung kehormatan untuk menyaksikan peserta karnaval berpawai dari atas panggung,” jelas Aat.

Rangkaian kegiatan karnaval di Bandung akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan panjang lintasan karnaval 2,2 km. Jalur karnaval membentang dari Gedung Sate sampai Balai Kota Bandung. Kegiatan karnaval akan diramaikan dengan tampilnya Rombongan Rebana dari Pondok Pesantren Nurul Iman, Karaton Kapangeranan Gebang Kinatar Cigugur Kuningan, Kuda Renggong Sumedang, Kesenian Gotong Garuda, Reog Ponorogo, kesenian Sisingaan asal Subang, serta perwakilan budaya dari 12 provinsi di Indonesia.

Selain itu, juga melibatkan berbagai komunitas anak muda dan komunitas budaya di Bandung, seperti Paguyuban Sepeda Baheula Bandung, Komunitas Historia Van Bandung, Pemain Engrang Jack Obin, Mojang Lenjang dan Jajaka Gandang Parahyangan, Atlet Sepatu Roda KONI Bandung, dan Komunitas Cosplay Bandung.

Untuk membuat karnaval ini makin meriah yaitu pihaknya juga akan melibatkan penyelenggara karnaval-karnaval terkenal lainnya di Indonesia, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon International Flower Festival. (*)

 

Siap Sambut Era Jaringan Fiber Optik

0
Suasana pelatihan instalasi jaringan fiber optil di SMKN 4 Tanjungpinang, Rabu (23/8).

batampos.co.id – Kemajuan teknologi jaringan yang mengunakan jaringan fiber optik membuat SMK Negeri 4 Tanjungpinang berbenah. Sebagai sekolah kejuruan yang memiliki jurusan teknologi jaringan SMK di Tanjungpinang Timur ini ingin menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang ini.

Untuk itu, selama enam hari pada 21-26 Agustus ini digelar lokakarya dan sertifikasi jaringan berbasis teknologi fiber optik yang merupakan kerja sama DitPSMK dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Pelatihan diberikan kepada guru produktif kompetensi keahlian TKJ di SMKN 4 Tanjungpinang.

“Kami ingin meningkatkan kompetensi guru-guru kami agar kelak dapat menghasilkan SDM yang andal di bidang instalasi fiber optik,” ujar Kepala SMKN 4 Tanjungpinang, Sulasmi, Rabu (23/8) kemarin.

Pelatihan ini, sambung Sulasmi, diharapkan dapat memberikan hasil terbaik berupa guru-guru kompeten yang kelak jakan disertakan mengikuti pelatihan instruktur di SMKN 4 Tasikmalaya. Setelah itu mereka kembali ke daerah dan menjadi instruktur instalasi fiber optik.

Selain itu, juga bertujuan menjadikan SMKN 4 Tanjungpinang sebagai pusat pelatihan guru yang belum sempat mendapatkan pelatihan serupa.

“Dengan begitu SMKN 4 Tanjungpinang juga ikut memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Tanjungpinang,” ungkap Sulasmi.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 4 Tanjungpinang, Tarsan Setyo Budi mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Bagi Budi, pelatihan semacam ini dapat menjadikan SMKN 4 sebagai sekolah kejuruan yang keberadaannya semakin diperhitungkan di Tanjungpinang. Apalagi, sambung dia, jika kelak benar-benar menjadi pusat pelatihan guru-guru agar semakin kompeten menjadi instruktur instalasi fiber optik.

“Sekarang teknologi semakin maju. Kalau tidak mengejar ya akan ketinggalan. Fiber optik ini kan teknologi terkini dan SMKN 4 siap menyambutnya dengan mencetak generasi andal di bidang ini,” pungkas Budi. (aya)

Jalan Tak Diperhatikan, Dilintasi Gubernur dan Dilewati DPRD

0
Jalan Tanjung Duku Dompak yang belum di aspal. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun berada di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, tak menjamin Tanjungduku, Dompak, Tanjungpinang mendapatkan perhatian pembangunan infrastruktur. Bahkan untuk jalan yang panjangnya seratusan meter tersebut kondisinya semakin memprihatinkan.

“Kami juga heran, Tanjungduku ini selalu dilintasi Gubernur dan dilewati DPRD Kepri. Tetapi kenapa untuk pembagusan jalan tidak bisa mereka bantu,” ujar Badris warga Tanjungduku menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (23/8) di Dompak, Tanjungpinang.

Menurut Badris, kondisi jalan yang menurun, dan berbatu sangat mengancam bagi pengendara yang melintas. Apalagi bagi mereka yang menggunakan sepeda motor. Tentu harus sangat berhati-hati. Lantaran kondisi jalan yang tidak baik, bahkan banyak lobang.

“Kalau jalannya bagus, tentu masyarakat disini (Tanjungduku,red) akan sangat senang. Karena aksesnya sudah baik,” paparnya.

Masih kata Badris, kapal cepat milik DPRD Kepri maupun Pemprov Kepri yang akan membawa rombongan ke Batam selalu parkir di Pelabuhan Tanjungduku ini. Disebutkannya, Pelabuhan Tanjungduku adalah merupakan akses utama saat berlangsungnya pembangunan Pusat Pemerintahan Kepri di Dompak.

“Kita berharap banyak tentunya, mulusnya jalan disini mungkin sudah cukup. Karena nanti yang ikut menikmati adalah Gubernur dan DPRD Kepri juga,” papar Badris.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan, Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan pihaknya sudah mendapatkan tugas dari Gubernur untuk masalah jalan di Tanjungduku tersebut. Menurutnya, untuk tahap awal pihak berencana melakukan perataan.

“Kalau untuk pembangunan infrastruktur jalannya tentu harus kita selesaikan dulu persoalan lahannya. Tapi yang penting, keinginan masyarakat disana sudah masuk dalam daftar kerja kami,” ujar Abu Bakar, belum lama ini.(jpg)

Industri Dukung Rencana Bikin Balai Latihan Kerja di Nongsa

0

batampos.co.id – Rencana Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Nongsa pada tahun 2018 mendapat apresiasi dari kalangan industri.

“Kita berikan apresiasi terhadap ide tersebut. Jika BLK tersebut dapat dimanfaatkan dengan benar pasti akan banyak memberikan peluang bagi tenaga kerja dalam meningkatkan keterampilannya,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing atau yang biasa sering dipanggil Ayung, Rabu (23/8) di Wisma Batamindo, Batam.

BLK tersebut nanti harus dikelola oleh tangan-tangan profesional. Salah satu BLK yang bisa dijadikan contoh adalah BLK yang berada di Penang, Malaysia.

“Disana banyak industri berteknologi tinggi kan. Mereka punya namanya Penang Skills Development Centre yang membantu perusahaan disana supaya tenaga kerjanya dilatih menjadi terampil,” ungkapnya.

Kemudian, BLK di Johor yang bernama Johor Skill Development Centre. “Mereka banyak program dalam membantu perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja terampil,” jelasnya.

Menurutnya, BLK yang memiliki standar profesional sudah saatnya dimiliki oleh Batam yang notabene merupakan kota industri.

Keberadaan BLK sangat penting dalam menghadapi persaingan dunia usaha kerja. Tenaga kerja lokal di Batam perlu mengasah kemampuan dan kompetensi sesuai yang dibutuhkan oleh industri.

“Nah ini kesempatan bagi para pencaker yang sudah lulus dari BLK dapat menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten dan punya daya saing tapi juga tersertifikasi,” ungkapnya.

Wacana pembangunan BLK dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Rudi Sakyakirti.

Ia mengatakan BLK tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare di Nongsa. Pemko Batam sudah berbicara dengan BP Batam untuk memastikan pengalokasian lahan berjalan mulus.

“BLK ini dikelola nantinya oleh Kemenaker. Mereka akan membentuk semacam Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di daerah,” jelasnya.

BLK ini nantinya menyesuaikan kurikulum ajar dengan kebutuhan industri di Batam yang didominasi oleh industri manufaktur dan maritim seperti migas.

Saat ini Rudi mengungkapkan terjadi ledakan welder atau orang yang ahli dalam pengelasan. Momennya tidak tepat karena industri lagi lesu.”Sehingga banyak welder yang menganggur,” terangya.

Alasan lainnya mengapa Batam membutuhkan BLK adalah karena ketika industri di Batam lagi lesu, banyak tenaga kerja berkompetensi tinggi malah lompat keluar negeri.

Rudi juga menjelaskan BLK ini akan diprioritaskan untuk lulusan SMK di Batam.

Bahkan sejak SMK sekalipun, Pemko Batam telah bekerjasama dengan Citra Tubindo dari Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK) untuk membuka kelas Citra Tubindo. “Kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan industri di Batam,” katanya.

ilustrasi

Pernyataan Rudi tersebut dibenarkan oleh Humas Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK), Naradewa.

Naradewa mengungkapkan saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan SMK 6 Batam.

“Lulusan SMK itu begitu lulus belum siap kerja,” katanya.

Namun, KITK melihat peluang tersebut, kemudian mencoba berbicara dengan Kemenaker dan Disnaker Pemko Batam bagaimana cara mempersiapkan lulusan SMK agar bisa bekerja di kawasan industri.

“Apalagi pemerintah saat ini sudah memulai program revitalisasi SMK, dimana kurikulum SMK dapat diubah sesuai kebutuhan industri,” ungkapnya.

Citra Tubindo mencoba untuk memanfaatkan momen tersebut dengan membuka kelas Citra Tubindo dengan merangkul pelajar dari SMK 6 Batam.

“Masa pendidikan SMK itu 3 tahun. Dan kami sumbang 1000 jam pendidikan,” jelasnya.

Kurikulum ajar dibuat Citra Tubindo, begitu juga dengan pengajarnya.

“Jadi begitu lulus siap kerja. Kemudian akan diatur lagi kebutuhan kerjanya sehingga semuanya dapat kesempatan bekerja,” pungkasnya.(leo)

10 Saksi Diperiksa Kasus Korupsi Rumah Dinas DPRD

0

batampos.co.id – Pemeriksaan saksi terhadap kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna tahun 2011 yang merugikan negara Rp 7,7 miliar hampir rampung. Tim penyidik pun tinggal memintai keterangan sebanyak 10 orang saksi lagi sebelum melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi.

Asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferrytas, mengatakan 10 orang saksi yang akan diambil keterangannya tersebut diantaranya terdapat sejumlah pejabat di Pemkab Natuna dan juga anggota DPRD Natuna.

“Pokoknya mereka yang mengetahui terkait tunjangan rumah dinas DPRD Natuna itu,” ujar Ferytas.

Dikatakan Ferytas, lambannya proses pemeriksaan saksi dalam kasus tersebut. Karena para saksi diambil keterangannya untuk lima orang tersangka.

“Lamban tapi pasti. Demi penanganan perkara yang berkualitas. Intinya semua kami tangani secara porposional dan profesional,” kata Ferytas.

Seperti diketahui sebelumnya, penetapan tersangka terhadap kelima orang tersebut dilakukan pihaknya setelah ditemukan dua alat bukti dugaan korupsi dana tunjangan Rumah Dinas DPRD Natuna tahun 2011 hingga 2015.

“Pemberian tunjangan rumah dinas tersebut tidak menggunakan aturan yang jelas sehingga negara dirugikan Rp 7,7 miliar,” ujar Yunan.

Dikatakan Yunan, dalam kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi sebelum menetapkan tersangka. Sedangkan pengalokasian anggaran untuk rumah dinas sendiri ditandatangani dua mantan Bupati yakni Ilyas Sabli dan Raja Amirullah dalam Surat Keputusannya.

“Tunjangan yang diterima ini berbeda. Untuk unsur pimpinan Rp 14 juta perbulan, wakil Ketua Rp 13 Juta, sedangkan anggota Rp 12 juta. Ini berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan,” kata Yunan.

Untuk kasus ini, sambung Yunan, tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah. Hal ini tergantung dari hasil penyidikan yang sedang berlangsung.

Akibat perbuatannya, terang Yunan, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi jo Pasal 55 KUHP.(ias)

Ladies, Sila Cek Harga Eceran Tertinggi Beras, Barus Ditetapkan Nih….

0
Murni, 42, menimbang beras di Toko Acen, Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ada tiga jenis beras yang disepakati antara pemerintah dan pengusaha, yakni beras premium, medium, dan khusus.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita hari ini (24/8) mengumumkan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru beras.

Pengumuman HET beras tersebut dilakukan bersama perwakilan Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Keputusan tersebut nantinya akan segera dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri Perdagangan.

Sementara itu untuk spesifikasinya, akan dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri Pertanian.

“Akhirnya berdasarkan masukan, segera kita menetapkan dan mengeluarkan peraturan menteri perdagangan yang diikuti dengan menteri pertanian mengenai kualitas beras-beras yang ada, termasuk didalamnya jenis beras khusus. Ada tiga kategori jenis beras, yaitu beras medium, premium dan khusus,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (24/8).

Enggar menjelaskan, HET ditentukan berdasarkan zonasi dan juga mempertimbangkan konektivitas serta logistiknya.

Udah zona Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi HET yang berlaku adalah sebesar Rp 9.450 per kg. Harga patokan ini naik tipis dibanding penetapan sebelumnya sebesar Rp 9.000 per kg.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Hana Adi Perdana/JawaPos.com)

“Pada dasarnya daerah produsen beras di masing-masing provinsi saling terhubung saat melakukan distribusi. Jadi kita lihat range perjalanan beras itu sendiri,” kata Enggar.

Untuk Sumatera di luar lampung dan Sumatera Selatan, kemudian NTT dan Kalimantan pemerintah memutuskan penambahan Rp 500 karena faktor dari nilai transportasinya.

“Kita berhitung suplai beras darimana dan berapa biaya transportasinya, maka transportasinya diperhitungkan Rp 500, jadi beras medium itu sebesar Rp 9,950 kecuali Maluku dan Papua berbeda Rp 800. Jadi Rp 10.250,” terangnya.

Untuk premium, di zona yang sama seperti sebelumnya berlaku sebesar Rp 12.800 per kg. Perbedaan harga akan menyesuaikan seperti HET beras medium

“Nah dengan premium harga eceran tertinggi itu Rp 12.800, ini berlaku baik di pasar tradisional maupun ritel modern. selain di daerah yang kami sebutkan bedanya Rp 500 dan Rp 800,” pungkasnya.

Berikut daftar harganya :

1. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan: medium Rp 9.450/kg, premium Rp 12.800/kg

2. Sumatera lainnya: medium Rp 9.950/kg, premium Rp 13.800/kg

3. Bali dan NTB: medium Rp 9.450/kg, Rp premium Rp 12.800/kg

4. NTT: medium Rp 9.500/kg, premium Rp 13.300/kg Sulawesi: medium Rp 9.450/kg, premium Rp 12.800/kg

5. Kalimantan: medium Rp 9.950/kg, premium Rp 13.300/kg

6. Maluku dan Papua: medium Rp 10.250/kg, premium Rp 13.600/kg (cr4/JPC)

Ajak Masyarakat Kawal Proyek

0
Joko Nugroho. F. Dok Joko untuk Batam Pos

batampos.co.id – Anggota DPRD Provinsi Kepri Komisi III Daerah Pemilihan (Dapil) Karimun Joko Nugroho, ST, mengajak masyarakat berperan aktif mengawal pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur di Kabupaten Karimun. Peran aktif masyarakat sangat diharapkan agar pengerjaan proyek tepat waktu dan berkualitas.

“Masyarakat memiliki hak dan kewenangan untuk turut mengawasi penggunaan APBD, sebab uang tersebut sebagian terhimpun dari pajak yang dibayar oleh masyarakat. Untuk itu masyarakat juga bisa memberikan masukan jika pembangunan tidak tepat waktu ataupun dikerjakan asal-asalan,” terang Joko Nugroho.

Disebutkannya, pada tahun 2017 Provinsi Kepri menganggarkan sejumlah paket pembangunan di wilayah Kabupaten Karimun. Salah satunya peningkatan jalan Coastal Area di Karimun, pembangunan jalan lingkar Pauh Karimun, pembangunan jalan Pulau Parit, peningkatan jalan Dabit Batu 9, peningkatan jalan Parit Tegak, dan pembangunan jalan Batu Putih Kelurahan Gadingsari, Kecamatan Kundur.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan, pembangunan infrastruktur sangat penting dan mendesak dibutuhkan masyarakat. Sehingga sudah sepantasnya masyarakat juga harus mendukung, termasuk melakukan pengawasan serta berperan aktif dalam pembangunan di daerahnya. Yang tidak kalah pentingnya adalah ikut menjaga dan merawat setelah pembangunan tersebut selesai dikerjakan. Masyarakat harus ikut merasa memiliki terhadap fasilitas yang sudah dibangun pemerintah. (ims)

Festival Sriwijaya Hebohkan Palembang

0

Selasa (22/8) malam, Festival Sriwijaya yang menyita perhatian publik.

Netizen yang bergabung dalam GenPI – Generasi Pesona Indonesia menaikan hastag #PesonaSF2017. Trending topik dalam dua hari ini, membuat featival itu makin dikenal publik luas.

Sejak sore hari ribuan masyarakat hadir dalam acara yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan didukung Kementerian Pariwisata.

Diawali pembukaan “Kreatifood 2017”, sebuah ajang yang digelar guna mendukung industri kuliner Indonesia yang kini telah bertransformasi menjadi salah satu industri kreatif Indonesia. Kreatifood 2017 yang merupakan bagian dari Festival Sriwijaya, mengusung tema “Kopi Kita Kopi Giling Lokal (Koling Lokal).

“Kreatifood 2017” diikuti Asosiasi Kopi Nasional dan Lokal, para pengusaha di bidang kopi dan pengusaha kuliner lokal di kota Palembang. Selain itu juga turut berpartisipasi para start up di bidang kuliner yang menjadi program binaan Bekraf. Kopi merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.

“Kopi giling lokal saat ini telah menjadi tren sendiri di masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan industri kopi olahan di Indonesia meningkat. Acara ini berupaya mendorong dan meningkatkan potensi kopi lokal bukan hanya sekadar komoditi, tetapi juga menjadi gaya hidup bagi pecinta kopi di Indonesia,” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf saat membuka “Kreatifood 2017” bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Saat matahari mulai kembali ke peraduannya, masyarakat yang kian banyak hadir mulai memenuhi area panggung Festival Sriwijaya. Jika di Kreatifood masyarakat disuguhi ragam potensi kopi dan kuliner Sumatera Selatan, di Festival Sriwijaya giliran ragam budaya yang menjadi daya tarik. Mulai dari Tari Gending Sriwijaya, Tari Tradisi, hingga penampilan fashion kolosal oleh PPS Sriwijaya.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, Festival Sriwijaya yang tahun ini memasuki tahun ke-26 penyelenggaraan merupakan sebuah festival yang menghadirkan ragam budaya dan potensi wisata dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan.

“Setiap kabupaten dan kota menampilkan kebudayaan khas daerah masing-masing agar semakin dikenal masyarakat,” ujar Alex Noerdin.

Festival Sriwijaya 2017 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus mendatang akan diisi berbagai kegiatan. Antara lain pagelaran Orkestra Sriwijaya, Atraksi Silat, Syarofal Anam, Festival Kuliner, Lomba lari, Lomba Paduan Suara, Lomba Fashion Show Anak-Anak, Lomba Instagram, Lomba Blog juga Fashion Show Kolosal.

Ada juga panggung hiburan yang menampilkan musik etnik, parade musik jalanan, dan parade teater tradisional Dul Muluk serta penampilan gelar budaya dari kabupaten atau kota se-Sumsel.

Tak ketingalan pementasan teater mini, Festival Batanghari Sembilan dengan menampilkan 60 peserta gitar tunggal, pementasan musik jalanan dan malamnya pementasan wayang kulit Palembang.

Guna menjaring pengunjung ke Festival Sriwijaya 2017 ada paket city tour Palembang selama tiga hari untuk menikmati kuliner palembang, songket tour, dan mengunjungi tempat bersejarah serta shopping.

Lebih lanjut Alex Noerdin menjelaskan, Festival Sriwijaya pada tahun ini juga punya misi istimewa. Bukan sekadar penyelenggaraan festival tahunan bernuansa budaya masyarakat Sumatera Selatan, namun juga sebagai bagian dari ajang mempromosikan Asian Games 2018. Seperti diketahui, Palembang menjadi salah satu tuan rumah bersama DKI Jakarta.

“Dengan adanya festival ini, kebudayaan dan wisata di Sumatera Selatan akan semakin dikenal masyarakat, termasuk luar negeri. Sehingga diharapkan kunjungan wisatawan ke provinsi ini semakin meningkat,” ujar Alex Noerdin.

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana memuji kembali terselenggaranya Festival Sriwijya ke-26 tahun 2017. Dilihat dari waktu penyelenggaraan yang sudah berlangsung sejak lama, maka Festival Sriwijaya adalah festival tertua kedua di Indonesia.

“Sejak tahun 1991 masyarakat dan pemerintah Sumatera Selatan secara berkelanjutan melaksanakan Festival Sriwijaya ini. Menjadikan festival tertua kedua di Indonesia setelah Pesta Kesenian Bali,” ujar I Gde Pitana.

Menurutnya pelaksanaan festival ini akan dapat memajukan pariwisata di Sumatera Selatan. Terlebih dalam menyambut Asian Games 2018, sehingga lebih banyak lagi publik yang mengenal kebudayaan dan ragam pariwisata di Bumi Sriwijaya ini.

“Saya benar-benar bangga terhadap eksistensi pelaksanaaan Festval Sriwijaya karena akan dapat memajukan pariwisata,” kata Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut penyelenggaraan festival merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebuah event, ujar Menpar, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan.

Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan.

“Tidak kalah pentingnya sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata Arief Yahya.

Kalau kita melakukan perbandingan dengan negara luar, maka kita bisa melihat begitu banyak kota-kota, negara-negara yang sebenarnya tidak mempunyai apa-apa tetapi terkenal secara konsisten menyelenggarakan festival-festival setiap tahun secara tidak pernah putus.

Bahkan kalau membandingkan dalam negeri, ada contoh riil. Seperti kabupaten Jember yang sebelumnya tidak dikenal dalam peta kepariwisataan. Namun kemudian Jember langsung ada dalam Top Of Mind karena adanya Jember Fashion Carnaval yang secara konsisten dilaksanakan.

“Begitu juga Banyuwangi yang langsung dikenal dalam dunia pariwisata internasional karena dalam lima tahun terakhir konsisten melaksanakan berbagai festival dan event setiap tahunnya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Karena itu Menpar yakin event-event tersebut termasuk Festival Sriwijaya akan menjadi salah satu ikon yang bisa mencitrakan Palembang dan Sumatera Selatan sebagai destinasi pariwiasta berkualitas sehingga makin menarik kedatangan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

“Tahun ini konsentrasi kita adalah meningkatan jumlah kunjungan Wisman (wisatawan mancanegara) ke Indonesia. Meski targetnya masih melingkupi wilayah Bali, Kepulauan Riau dan Jakarta sebagai tujuan utama wisman, namun perlu juga ada daerah-daerah baru sebagai tujuan wisata baru. Sebagai daerah yang kental dengan sejarah peradaban kerajaan Sriwijaya di masa lampau, Sumatera Selatan telah siap dan telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan peningkatan pariwisata sehingga menjadi tontonan menarik bagi wisnus dan wisman yang berkunjung ke Sumsel,” jelas Menpar Arief Yahya.(*)

 

 

Wonderful Indonesia Bidik Wisman Malaysia di MATTA Fair

0

Kementerian Pariwisata kembali “tancap gas” dengan mempersiapkan keikutsertaan Wonderful Indonesia (WI) di ajang MATTA Fair yang akan berlangsung di Kuala Lumpur. Selama tiga hari mulai 8 – 10 September 2017 di Putra World Trade Centre (PWTC) Kuala Lumpur, Wonderful Indonesia dipastikan bakal mencuri perhatian.

Di edisi 2017 ini, semua persiapan kembali digarap serius. Booth WI diletakkan di tempat strategis. Aktivitas boothnya juga dirancang dengan beragan agenda seru. Bahkan beragam destinasi dan jenis wisata seperti bahari, budaya, belanja hingga golf, ikut dibawa ke Kuala Lumpur.

Mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, dari matahari terbit hingga tenggelam, keindahan di darat serta bawah laut, semua dibawa ke Malaysia. Semuanya ditawarkan lengkap dengan informasi detail serta tidak ketinggalan promo-promo menarik.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani mengatakan, setiap kali ikut serta di ajang MATTA Fair, Indonesia selalu menyajikan suguhan yang berbeda. Hal ini sebagai representasi dari kekayaan wisata Indonesia yang begitu tinggi.

Nah, untuk edisi 2017 kali ini, Wonderful Indonesia memilih arsitektur “Rumah Betawi” sebagAI tema kegiatan. “Kementerian Pariwisata telah menyewa lahan sebanyak 36 booth dengan luas total 324 meter persegi. Tema utamanya DKI Jakarta yang mengangkat arsitektur Rumah Betawi, lengkap dengan berbagai ornamen khas Betawi serta pemasangan image berbagai objek dan atraksi wisata di DKI Jakarta,” ujar I Gde Pitana, Rabu (23/8).

Pemilihan DKI Jakarta sebagai tema utama untuk menghias Paviliun Indonesa di Matta Fair Kuala Lumpur kali ini bukan tanpa alasan. Pitana mengatakan, DKI Jakarta sebagai ibu kota negara menjadi pintu gerbang utama wisatawan dari berbagai negara.

Selain itu, Jakarta yang kerap disebut “Indonesia Kecil” menjadi tempat bagi masyarakat dari berbagai latar budaya yang melebur dalam satu kehidupan. Sehingga banyak hal yang dapat dieksplorasi di Jakarta.

“Jakarta juga memiliki Kepulauan Seribu yang menjadi satu dari 10 destinasi prioritas,” kata Pitana.

Sementara Rizki Handayani menjelaskan, dalam MATTA Fair kali ini, WI akan berpartisipasi secara aktif dengan memboyong 50 industri pariwisata Indonesia. Rombongan WI terdiri dari 30 travel agent/tour operator beserta local agent partner masing-masing.

Kemudian juga turut hadir 20 hoteliers/pengelola obyek wisata/DMO yang berasal dari 15 destinasi. Yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepri, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan industri yang mewakili seluruh Indonesia.

“Selain itu terdapat sebelas Dinas Pariwisata Daerah yang turut berpartisipasi. Di antaranya Dispar Privinsi DKI, Dispar Provinsi Sumatera Utara, Dispar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jambi, Kalimantan Barat dan lainnya,” kata dia.

Tidak hanya fokus dalam hard selling dan promosi, program acara di Paviliun Indonesia nantinya juga akan ada aktivitas menarik yang dapat dinikmati. Di antaranya minuman khas dan refreshment,gimmick, gift redemption, demo dan workshop, quiz, games dan juga spa.

“Terdapat juga counter pelayanan informasi yang dapat membantu anda memperoleh berbagai informasi Pariwisata Indonesia yang dilengkapi dengan brosur tentang destinasi-destinasi wisata Indonesia,” ujar Rizki menambahkan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, MATTA Fair 2017 merupakan momentum potensial untuk dapat menjaring wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Utamanya dari Malaysia. Pada tahun ini Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 1.772.000 orang, dimana tahun 2016 sebanyak 1.225.458.

Menpar memastikan akan memaksimalkan keikutsertaan dalam MATTA Fair 2017 di Kuala Lumpur dengan menawarkan obyek wisata di sejumlah daerah sebagai destinasi liburan yang menarik untuk dikunjungi.

“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

Saat Hari Kerja, 600 Turis China Berwisata ke Bintan

0
Turis masuk melalui pelabuhan BBT Lagoi, Bintan F.Slamet/Batam Pos.

You get more, you pay less! Membayar lebih murah, mendapat fasilitas yang lebih banyak,” kata Menpar Arief Yahya, yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 oleh Markplus Inc itu.

Sebanyak 600 wisman asal China sukses di drive ke Bintan saat weekdays via Tanah Merah, Singapura. Industri ferry yang menyeberangkan ratusan wisman dari Tanah Merah-Bintan langsung happy. Bintan Lagoon Resort yang dijadikan lokasi menginap juga ikutan kebagian rezeki.

“Sekarang semua industri sudah mulai berlomba-lomba memasarkan Batam dan Bintan saat weekdays. Ini perkembangan yang sangat bagus,” tutur Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi, Eddy Susilo, Rabu (23/8).

Salah satunya, dengan mengambil tema Bintan Best Tours Luxury Group, 600 pax akhirnya dipasarkan travel agent asal Singapura. Target marketnya jemaah gereja Negeri Tirai Bambu yang sedang di Singapore.

Selama empat hari tiga malam, jemaah gereja ini dirayu untuk berwisata MICE di Bintan. Semuanya dirayu untuk berwisata religi dari 22-25 Agustus 2017. Hasilnya? Happy ending untuk Bintan.

“Tanggal 22 Agustus sore seluruh rombongan Bintan Best Tours Luxury Group sudah masuk Bintan. Mereka langsung menginap di Bintan Lagoon Resort,” tambah Esthy.

Bintan Lagoon Resort langsung panen raya. Seluruh kamarnya langsung fully bookeed. Sebanyak 437 kamar di sana habis disewa rombongan Bintan Best Tours Luxury Group. Bahkan sebagian sampai ada yang harus menyewa villa lantaran kamar di Bintan Lagoon Resort tak bisa menampung seluruh rombongan.

“Terimakasih Kementerian Pariwisata atas dukungannya. Ini berkah bagi Bintan. Plafon harga di sana lumayan mahal loh, tapi ternyata tetap laku dijual,” timpal Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira.

Luki memang tak asal bicara. Harga sewa kamar Bintan Lagoon Resort dipatok Rp 2,7 juta per malam. Sementara untuk villa, harganya dipatok mulai Rp 6.144.000 per malam. Harga sewa tinggi ini sepadan dengan fasilitas dan panorama yang ditawarkan.

Di Bintan Lagoon Resort, rombongan Bintan Best Tours Luxury Group bisa menikmati kamar yang menghadap ke Laut Cina Selatan. Bahkan Johor Bahru Malaysia bisa dilihat dari Bintan Lagoon Resort.

Selain panorama laut yang menawan, rombongan wisman asal China tadi juga ikut dimanjakan dengan dua kolam renang terbuka, lapangan tenis, dan dua lapangan golf kelas dunia. Selain itu, ada juga layanan spa sepanjang hari, dan 12 restoran berstandar global. “Masakan Asia, India, dan Barat, semua ada. Jadi silakan ke Bintan saat weekdays, dijamin Anda tidak akan rugi,” tambah Luki.

Bintan memang tak ingin kalah dari Bali. Kebetulan, modalnya sudah sangat kuat. Punya fasilitas penunjang MICE yang sudah oke, hotel, resort dan lapangan golf kelas dunia serta pelabuhan penyeberangan yang mumpuni. Kekuatan inilah yang sekarang dimanfaatkan industri di Kepri, Singapura dan Johor Bahru untuk menjual Batam dan Bintan saat weekdays. Paket-paket menarik di-create dan dipasarkan dengan harga supermurah.

“Kalau sudah ada 600 pax yang laku terjual saat weekdays, itu pertanda program PWI Terpadu Crossborder punya prospek besar. Commercial dan social value sukses, industri hotel panen raya, begitu juga dengan industri ferry. Saat destinasi Batam dan Bintan makin populer, makin ramai, makin terjangkau, ini akan menjadi basic need wisman Singapura dan Malaysia untuk jalan-jalan ke Kepri. Kuliner, golf, spa, tiket ferry, hotel dan resort, hingga wisata belanja, semua bisa dinikmati dengan harga yang super murah,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)