Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13137

Air SWRO Bisa Langsung Diminum

0
Sukatno, memperlihatkan air laut olahan di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang, Selasa (25/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun harus melakukan sedikit perbaikan, akan tetapi uji alir proyek percontohan nasional, Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) Tanjungpinang berjalan dengan baik. Bahkan pihak operator SWRO sudah mulai memberikan pemahaman teknis ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SWRO yang dibentuk Pemko Tanjungpinang.

“Uji yang sudah kita lakukan sepanjang bulan Juli ini berjalan dengan baik. Secara teknis untuk infrastruktur SWRO sudah bagus,” ujar Operator SWRO, Satrio, Selasa (25/7) disela-sela mengecek kondisi mesin SWRO.

Menurutnya, pihaknya juga memantau kondisi di lapangan. Disebutkannya, pihaknya mendapatkan banyak pertanyaan dari masyarakat disekitar kawasan Kota Lama, Tanjungpinang. Yakni mengenai waktu operasional normal SWRO. Masih kata Satrio, karena masyarakat sudah sangat tidak sabar untuk menunggu.

“Pada uji alir saja, mereka sudah sangat bangga. Tak tak percaya air hasil produksi SWRO bisa langsung minum. Setelah mencoba rasanya seperti air hujan,” jelas Satrio.

Ditegaskan Satrio, kualitas air SWRO Tanjungpinang tidak jauh berbeda dengan SWRO milik Singapura. Karena ukuran PH-nya 8. Artinya sangat layak untuk di konsumsi. Adapun kapasitas SWRO ini bisa memproduksi 180 meter kubik perjam. Sedangkan untuk prosea suply airnya menggunakan sistem dua mesin. Yakni dengan kapasitas 3 bar dan 8 bar.

“Untuk mesih tiga bar ketinggiannya presurenya adalah 10 meter. Sedangkan 8 bar mencapai 70 meter seperi kawasan Bukit Cermin Tanjungpinang,” tutupnya.

Terpisah, Halim, warga Jalan Pos, Tanjungpinang mengharapkan operasional SWRO cepat terlaksana. Sehingga mereka tidak lagi bergantung pada air tangki yang tidak jamin kebersihannya. Dikatakannya, pihaknya sudah merasakan manfaat adanya SWRO.

“Meskipun baru uji alir, tetapi kita sangat senang. Apalagi airnya sangat bersih, ujar Halim, kemarin.

Sementara itu, Anggota DPRD Kepri, Dapil Tanjungpinang, Rudy Chua mengatakan operasional SWRO memang harus cepat terlaksana. Karena sudah mendekati musim kemarau. Menurutnya ada beberapa persoalan tentunya menghadapi serahterima pengelolaan SWRO. Yakni terkait kerusakan pada sistem instalasi pipa.

“Kita tahu pipa primer dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sementara pipa skunder dan tersier dibangun oleh Pemprov dan Kota,” ujar Rudy.

Dijelaskan Rudy, dalam uji alir belakangan ini didapati beberapa titik yang rusak. Sementara pembangunanya sudah selesai dua tahun belakangan. Karena ia khawatir, masa pemeliharaan ada batas waktunya. Sehingga ia tidak yakin pihak kontraktor akan bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

“Meskipun dikelola kota, Pemprov juga tidak boleh membiarkan. Karena UPTD yang dibentuk belum punya kekuatan lagi,” jelas Rudy.

Seperti diketahui, SWRO selesai dibangun sejak Februari 2014 lalu. Dari beberapa kali Pembangunan, sudah menelan anggaran sekitar Rp 97 miliar APBN dan APBD Kepri. Akan tetapi SWRO dengan kapasitas 50 liter perdetik tersebut belum bisa memenuhi bagi kebutuhan air 4.000 rumah tangga di Kawasan Kota Lama Tanjungpinang hingga ke saat ini.(jpg)

Tiga Pencuri Mesin Kompresor Diamankan

0

batampos.co.id – Kanit Intel Polsek Dabo Bripka M Yusuf Panjaitan bersama sejumlah personil Polres Lingga melacak pelaku pencurian mesin kompresor Shanun merk Honda dan berhasil mengamankan tiga orang tersangka yakni AS, Rz, YM, Selasa (25/7) pukul 00.35 WIB. Mesin air penyemprot tanaman kebun di Desa Batu Berdaun dicuri tersangka pada Jumat (7/7).

“Dari informasi yang kami terima, benar adanya barang yang ditawari tersebut adalah hasil curian,” ujar Yusuf, Selasa (25/8) siang.

Setelah mengetahui informasi kalau mesin air tersebut hendak dijual tersangka kepada YT. Yusuf akhirnya mengatur strategi untuk memancing tersangka ke luar dan selanjutnya dapat diamankan.

Tersangka AS yang pertama kali diamankan setelah YT berhasil mengajak bertemu di depan Wisma Timah, Dabo Singkep, Senin (24/7) sekira pukul 21.45 WIB. Setelah mengamankan AS, polisi kembali berhasil mengamankan RZ yang diduga turut dalam aksi tersebut.

“Dari pengembangan penangkapan tersangka AS, kami kembali mengamankan RZ sekitar pukul 00.35 WIB,” ujar Yusuf.

Selanjutnya, Anggota Reskrim Polsek Dabo Singkep kembali menciduk tersangka lainnya, YM di tempat berbeda sekitar pukul 1.15 WIB dini hari. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ketiga tersangka masih dalam tahanan sementara Polsek Dabo Singkep.

Dari informasi di lapangan yang berhasil dihimpun Batam Pos, ketiga tersangka memang telah sering melakukan aksi pencurian di kawasan Dabo Singkep. Ketiga pelaku diketahui sebagai warga Desa Kebun Nyiur. Mesin air yang mereka curi tersebut adalah mesin penyemprot air milik kelompok wanita tanti di Desa mereka sendiri. (wsa)

Gerindra Kirim Ulang Dua Nama Cawagub

0

batampos.co.id – Partai Gerindra merencanakan akan mengirim ulang dua nama calon wakil gubernur (Cawagub). Politisi dari Partai Gerindra, Onward Siahaan menyatakan keputusan ini lebih kepada mengikuti tata-tertib (tatib) yang akan disahkan, Rabu (26/7) pagi ini.

“Jadi setelah itu selesai, baru kemudian kami melihat, apa syarat-syarat yang diinginkannya, tunggu dulu tatibnya selesai,” ujar Onward.

Gerindra, sebagai satu dari sekian partai politik pengusung, kata Onward, berhak mengajukan dua nama cawagub ke Gubernur Kepri. Sejauh ini, Gubernur Nurdin memang sudah mengajukan dua nama, namun saat pengajuan tatib pemilihan belum disahkan. Sehingga belum diselaraskan dengan kualifikasi yang diatur dalam tatib.

“Memang sejauh ini gubernur sudah menyerahkan dua nama, tapi nanti tim kita akan mengecek, apakah dua nama ini sudah sesuai dengan syarat yang tercantum di tatib itu. Kita takutnya, dua nama calon yang diserahkan gubernur itu, sudah sesuai atau belum dengan tatib yang dibuat pansus,” ujar Onward.

Makanya, menurut dia, untuk Partai Gerindra mengirim dua nama yang akan dicalonkan Wagub nanti, mau tidak mau, suka tidak suka, harus sesuai dengan tatib itu.
“Kita tunggu dulu tatib disahkan, kalau sudah di sahkan, partai pengusung akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan tatib,” ujarnya.

Disinggung soal, tentang ada partai pengusung yang tidak setuju dengan dua nama yang diajukan Gubernur Kepri belum lama ini, Onward menyampaikan, sikap politik partainya saat ini selama ke depan calon tersebut mengikuti prosedur tatib tersebut, maka sesuai tatib tersebut sikap Partai Gerindra.

“Jadi kita melihat sesuai aturanlah, kami sadarlah, kami bukan satu-satunya partai yang mengusung,” pungkasnya. (aya)

Kepri Butuh Tenaga Kerja Pariwisata

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan sektor pariwisata bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) adalah sektor masa depan. Dari waktu ke waktu pertumbuhan sektor ini semakin menunjukkan arah positif. Ini dibuktikan dengan pertumbuhan angka kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Dirinya menilai lembaga pendidikan di Kepri, khususnya pendidikan tinggi mulai menimbang peluang
menyongsong sektor pariwisata.

“Kita harusnya memperbanyak fakultas bidang pariwisata. Karena Kepri butuh tenaga kerja Pariwisata,” ujarnya ketika menerima rombongan mahasiswa UMRAH, Selasa (25/7).

Menurut Jumaga, tenaga pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pariwisata Kepri saja masih kurang seiring dengan perkembangan sektor industri pariwisata yang juga menggeliat di banyak daerah di Indonesia.

“Semua daerah memiliki sektor pariwisata alam dan seni budaya, karena itu daerah-daerah terus berpacu untuk membangun fasilitas penunjang pariwisata, baik hotel dan restoran,” katanya.

Selain itu, Jumaga melihat progam studi Hubungan Internasional juga diperlukan di Kepri ini. Letak Kepri yang bersinggungan langsung dengan negara-negara tetangga, membutuhkan banyak tenaga profesional di Kepri ini.

Berangkat atas kondisi ini, Jumaga mendukung langkah UMRAH Tanjungpinang untuk menguatkan mahasiswa program studi Hubungan Internasional membina hubungan studi dengan negara-negara tetangga.

Di tempat yang sama Dosen Fakultas Fisipol Umrah, Dani Akbar mengatakan mahasiswa hubungan internasional rencananya akan melakukan studi banding ke negara tetangga. Dua negara yang rencananya akan dikunjungi antara lain Singapura dan Malaysia.

“Kami rencananya akan ke Singapura dan Johor 15 Agustus nanti. Mereka akan studi banding ke KBRI dan kampus-kampus di sana,” kata Dani. (aya)

Polisi Endus Korupsi di Universitas Maritim Raja Ali Haji

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang menjadi kebanggaan masyarakat Kepri dirundung masalah. Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor)  Ditreskrim Khusus Polda Kepri mengendus dugaan korupsi dengan potensi kerugian negara Rp 9 miliar.

“Kasus ini mulai kami usut sejak awal tahun ini,” ujar Pelaksana Harian Kasubdit III Tipidkor Polda Kepri AKBP Febi DP Hutagalung, Selasa (25/7).

Penyelidikan awal diawali dengan mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari semua yang terlibat proyek tersebut. Akhirnya kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa tersebut naik dari penyelidikan ke penyidikan, Kamis (20/7) lalu.

“Iya naik (dari lidik ke sidik,red),” kata

Febi mengatakan timnya masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti. Namun hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. “Kami masih melakukan pengembangan dulu,” ujarnya.

Informasi yang didapat Batam Pos, korupsi UMRAH ini terkait dengan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2015. Pihak UMRAH mengerjakan pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi yang melibatkan PT JKP selaku rekanan.

Penghitungan harga perkiraan sendiri (HPS) tidak disusun oleh pejabat pembuat komitmen (PPK). Tapi disusun oleh Sh dari PT BY dan Sm dari pihak UNS. Polis menduga ada persekongkolan antara pihak yang ikut dalam proses HPS pengadaan barang dan jasa ini.

Kepolisian menduga ada tindakan pengelembungan anggaran proyek yang dikerjakan oleh UMRAH dan PT JKP. Pihak-pihak yang terkait ini melakukan hal yang bertentangan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia no 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, pasal 66 ayat 8.

Dalam pasal itu disebutkan penetapan HPS dilakukan oleh PPK. Bila tidak menggunakan PPK kegiatan diselengarakan itu berupa kontes atau sayembara. Pejabat pengadaan harus mengumumkan nilai total HPS. Dan nilai total HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia.

HPS ini sebagai dasar untuk menentukan besaran kerugian negara. Penyusunannya harusnya berdasarkan harga setempat. Informasi penentuan HPS ini, haruslah mempertimbangkan dari harga satuan dari Badan Pusat Statistik dan asosiasi terkait.

Paling penting HPS ini disusun dengan memperhitungkan keuntungan dan overhead (biaya tidak langsung satuan barang atau jasa yang memengaruhi biaya perolehan, red) yang dianggap wajar.

Sumber Batam Pos di kepolisian menyebutkan, dalam waktu dekat penyidik akan memanggil saksi-saksi yang terkait dalam kasus ini. Pemanggilan saksi ini untuk melakukan pemeriksaan dan melengkapi administrasi penyidikan.

“Nanti juga akan koordinasi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan,red), untuk bisa memperolah hasil pasti dari kerugian negara,” ujar sumber yang namanya tidak mau dikorankan tersebut.

Sementara itu, Humas Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Muharoni mengaku belum mendapatkan laporan resmi terkait terjadinya peningkatan status dugaan korupsi di UMRAH yang sedang dilidik polisi.

“Sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan resmi dari penyidik Polda Kepri.

Jadi perkembangan penangan perkara tersebut kami belum tahu,” ujar Muharoni menjawab Batam Pos, tadi malam.

Ia mengakui beberapa pihak kampus sudah memberikan keterangan. Baik itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dipegang Wakil Rektor II. Bahkan, Rektor juga sudah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Begitupun bagian keuangan.

“Memang beberapa kali penyidik Polda turun ke UMRAH terkait pengadaan barang dan jasa. Yang jelas kami masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Polda terkait kepastian hukum perkara ini,” papar Muharoni.(ska/jpg)

Pencaker Serbu Latrade dan Batamindo

0
ilustrasi F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan industri di Batam benar-benar mulai menggeliat lagi di semester II 2017. Salah satunya Kawasan Industri Latrade, Batuaji. Dua hari terakhir dipadati ribun pencari kerja (pencaker). Mereka berebut peluang kerja di PT Rainbow Tubulars Manufacture di Blok G nomor 6 dan 7.

Perusahaan pipa itu memang sedang membutuhkan banyak pekerja pria. Khususnya untuk posisi Welder, Fitter, Supervisor, Operator, hingga penjaga gudang. Antrean mengular di depan perusahaan sejak Senin (24/7) hingga Selasa (25/7) siang.

Andika, salah satu pencaker menuturkan informasi lowongan kerja tersebut sudah diketahuinya sejak, Minggu (23/7) melalui siaran pesan di media sosial yang masuk di ponselnya. Ia sudah datang sejak Senin untuk memasukan lamaran. Namun hari pertama gagal sebab panitia penerima lamaran membatasi berkas yang diterima.

“Kemarin hanya seribuan yang diterima, makanya hari ini saya datang lagi lebih awal dan Alhamdulillah sudah masuk lamaran. Tinggal tunggu panggilan saja,” ujar Andika.

Andika mengaku sangat berharap agar dia diterima di perusahaan tersebut karena sudah terlalu lama menjadi pengangguran. “Sudah setahun saya nganggur. Dulu kerja di galangan tapi karena tak ada job, saya di-PHK,” tuturnya.

Senada disampaikan Maswir, pelamar lain yang sangat berharap agar diterima di perusahaan tersebut. Alasannya sama dengan Andika. Sudah lama jadi pengangguran.

“Sudah kemana-mana saya lamar, tapi belum dapat juga. Mudah-mudahan kali ini berhasil. Anak baru masuk sekolah jadi harus dapat kerjaan saya,” ujarnya.

Pihak perusahaan sendiri saat dikonfirmasi mengaku tidak bisa memenuhi semua harapan pelamar tersebut. Itu karena untuk tahap awal ini perusahaan hanya menerima sekitar 400 san orang saja.

“Pelamar sudah di atas 2000 orang. Belum lagi yang lamar lewat email. Jadi memang banyak yang ditolak nantinya,” kata Fernandes, salah satu petugas yang menerima berkas lamaran di depan gerbang perusahaan.

Namun Fernandes mengatakan pihak perusahaan masih tetap memberikan harapan lain kepada pencaker yang tak lolos seleksi itu untuk mendaftar lagi pada gelombang kedua nanti.

“Ada tahap kedua, cuman belum tahu kapan dibuka lagi. Kalau belum beruntung sekarang, masukin lagi lamaran di tahap kedua nanti,” ujarnya.

* PT Ciba Vision dan Sumitomo Rekrut Karyawan

Tak hanya di Kawasan Industri Latrade, kawasan industri Batamindo di Mukakuning, Seibeduk, juga tampak ramai. Beberapa perusahaan membuka lowongan pekerjaan, Selasa (25/7). Antara lain, PT Ciba Vision dan Sumitomo.

Dua perusahaan manufaktur di Kawasan Batamindo ini merekrut karyawan melalui PT Tunas Karya Indoswasta. Human Resources Staff PT Tunas Karya Indoswasta Julismanita Ade mengatakan kedua perusahaan tersebut meminta karyawan cukup banyak. Masing perusahaan meminta karyawan antara 20 hingga 100 orang.

“Sumitomo biasa meminta lebih dari 100 karyawan,” ujar Ade saat ditemui dikantor Tunas Karya Indoswasta.

Dia mengatakan ratusan pekerja yang mereka minta itu, biasanya ditempatkan sebagai tenaga operator. Namun tak sedikit juga diminta sebagai staff. “Yang lulusan S1 biasa ditempatkan di bagian staff,” katanya.

Ade menyebutkan dalam sebulan ini ada beberapa perusahaan yang rutin meminta karyawan. Seperti PT Yokogawa,  PT Wohlrab Indonesia, PT Philips, PT Sumitomo, Unicem, dan Ciba Vision.

“Akhir-akhir ini Sumitomo dan Ciba yang banyak minta. Alasannya banyak karyawan yang selesai kontrak. Sebagai penggantinya mereka kembali merekrut karyawan,” sebut perempuan berjilbab ini.

Kemarin, Tunas Karya Indoswasta menerima 200 lamaran pekerjaan. Ratusan pelamar itu, sebelumnya sudah melalui tahap seleksi berkas di Multi Purphose Hall, Pujasera Batamindo.

Ratusan pelamar yang berkasnya diterima selanjutnya dites. Kemudian, setelah memenuhi syarat dan kriteria, pelamar tersebut diserahkan ke perusahaan masing-masing. Diperusahaan itu, mereka diseleksi ulang dengan serangkaian tes sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

“Yang paling umum, tes wawancara, psikologis, intelegensi, kesehatan dan tinggi badan,” kata Ade.

Ia menyebutkan dari ratusan pelamar yang mengikuti tes, hanya  ada puluhan pelamar yang lulus. Alasannya, masih banyak pencaker yang minim kemampuan.

“Biasanya yang dites ratusan, nanti yang lulus hanya puluhan orang. Kebanyakan mereka lemah di tes matematika,” sebutnya.

Ia memastikan, nantinya, perusahaan-perusahaan tersebut akan kembali membuka lowongan pekerjaan.

Sementara, rata-rata perusahaan minta pekerja yang usia produktif, antara 19 hingga 23 tahun.

“Tadi saya lamar di Di Ciba, tapi saya gak lolos karena umur saya tak sesuai yang dibutuhkan,” kata Irma, pencaker. (eja/cr19)

Kasan pun Ingin Dimanja

0
foto: dalil harahap / Batam Pos

Kasan (baju kuning) masih berusia 9 tahun. Ia kini duduk di bangku SD kelas 3 di sebuah SD Negeri di Sagulung, Batam.

Dengan alasan himpitan ekonomi ia ikut membantu menyari uang dengan cara memulung saat tak sedang belajar.

Kasan tak bisa lagi menikmati waktu seperti anak seusianya, bersantai dengan sang bunda, dimanja dengan mainan atau jajajan semacam es krim atau kesenangan lain layaknya anak seusianya.

Kasan sudah harus berjuang demi masa depannya…

ATB Batam Sukses Kembangkan Teknologi untuk Efisiensi

0
Suasana Visitor SCADA ROOM di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning Batam. DOK/ATB

Memberikan pelayanan dan kepuasan yang terbaik bagi pelanggan, merupakan salah satu misi PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam mengelola air bersih di Batam.

Untuk itu, ATB dalam memaksimalkan pelayanan tersebut ATB menerapkan teknologi terintegrasi dan termutakhir. Satu diantaranya adalah penerapan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) yang merupakan sistem kendali berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan proses pengolahan air, distribusi dan pemantauan kebocoran.

SCADA yang dibangun ATB berbeda dengan sistem yang digunakan oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) di Indonesia pada umumnya.

“SCADA digunakan juga di beberapa perusahaan derah air minum (PDAM) di Indonesia, namun SCADA yang ada di ATB merupakan satu satu yang terbaik di Indonesia, karena terintegrasi antara produksi, distribusi dan NRW,” kata Corporate Communication ATB, Enriqo Moreno.

SCADA yang diluncurkan sejak 17 Januari 2017 ini, tambahnya, merupakan teknologi baru yang diaplikasikan oleh ATB.

Dimana Inovasi yang di bangun oleh sumber daya manusia (SDM) ATB sendiri ini, kini dalam proses penjajakan paten. Mengingat hanya ada satu-satunya di Indonesia dan hanya ada di ATB.

Lalu bagaimanakah cara kerja dari SCADA itu sendiri? Secara ringkas Jamaluddin Manager IT and System ATB mengatakan SCADA ini mengumpulkan seluruh data yang dihasilkan oleh piranti yang dipasang di lapangan.

Baik itu mesin pompa maupun Logger yagn kemudian dijadikan satu dalam sebuah database dan ditampilkan di main display. Dengan adanya SCADA ini semua orang bisa melihat dengan cepat kondisi terkini di lapangan.

“Apa saja yang terjadi di lapangan bisa langsung terpantau dan langsung diambil tindakan,”jelasnya.

Pola kerjanya, tambah Jamaluddin lagi, dimulai dari mesin pompa yang dipasang alat kontrol yang diberi teknologi khusus. Sehingga dari alat tersebut, bisa langsung dikumpulkan data-data yang dibutuhkan.

Seperti panas pompa, listrik yang dibutuhkan, getaran kemiringan hingga beberapa parameter lainnya. Namun demikian, yang biasanya digunakan adalah konsumsi listrtik, getaran pompa dan panas.

Begitu mendapatkan data dari logger yang ada di lapangan, di Main Display SCADA bisa diketahui kebutuhan berapa yang ideal dalam menyuplai air ke pelanggan hingga kurang dan lebihnya pressure di sebuah kawasan.

“Dari perputaran pompa yang ada di Instalasi Pengolahan Air (IPA) bisa kita bandingkan dengan data di Logger. Kalau over suplai bisa menimbulkan kebocoran dan harus kita kurangi pressurenya. Maupun sebaliknya,”jelasnya.

Dengan adanya data-data tersebut ATB sudah menerapkan Smart Water Company dalam keseharian, sehingga operasional lebih efektif, efisien dan terkontrol.
Selain membangun fasilitas jaringan dan infrasruktur, PT Adhya Tirta Batam (ATB) juga menggunakan teknologi pendukung lainnya untuk lebih meningkatkan efisiensi, produktivitas dan efektivitas dalam pengelolaan air bersih. (rilis)

Komisi X DPR RI Puji Pariwisata Banyuwangi

0

Sejumlah anggota Komisi X DPR RI yang melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Pariwisata di Banyuwangi. Rombongan dipimpin langsung Ridwan Hisyam tersebut, diikuti setidaknya 10 anggota legislatif ini, diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Saba Swagatha Blambangan. Tampak hadir pula Arzetti Bilbina, Venna Melinda dan beberapa politisi senayan lainnya.

“Ini sebenarnya sebuah prestasi. Karena apa, Banyuwangi berkembang pesat pariwisatanya. Sampai-sampai kami tidak kebagian kamar. Santika penuh, El Royal juga penuh karena ada kegiatan Kemenristek Dikiti. Nah ini keberhasilan Banyuwangi, mengembangkan MICE atau meeting, incentive, convention dan exhibition,” ujar Ridwan, Sabtu (22/7).

Menurut Ridwan, ini menjadi dorongan bagi Pemkab untuk mengembangkan lagi kapasitas hotel berkelas di Banyuwangi. Dia mengaku, bukannya tidak bersedia menginap di hotel kecil atau homestay, namun kegiatan kunker harus mengikuti aturan protokoler, berbeda bila berkunjung sendiri.

“Mungkin hotel-hotel yang di pinggir pantai atau yang kecil-kecil bisa dikembangkan sehingga bisa menerima pengunjung menginap,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, kedatangan para wakil rakyat ini untuk mencari bahan tentang pengembangan wisata daerah. Pihaknya sudah lama mempersiapkan kunjungan ke Banyuwangi mengingat perkembangan pariwisata di sini. Ridwan mengapresiasi kemajuan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata.

“Ini sebagai kunjungan awal untuk melihat secara langsung tentang geliat pariwisata di Banyuwangi yang saat ini meningkat pesat. Hasil kunjungan kami jadikan bahan untuk memberi masukan ke Kementerian Pariwisata. Pak Anas ini harus diakui jago marketing. Konsep alam dan budaya yang dimiliki merupakan perpaduan yang tepat untuk wisata,” terangnya.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan semenjak menetapkan diri sebagai kabupaten berbasis pariwisata, Banyuwangi selalu dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Tak jarang, saat weekend, seluruh hotel penuh. Apalagi saat di gelar beberapa kegiatan Banyuwangi Festival, bukan tidak mungkin kamar hotel penuh dan menolak adanya tamu.

“Itu karena dianggap di Banyuwangi tidak banyak pengunjung yang menginap di hotel. Nyatanya banyak sampai kepenuhan,” ujar Bupati Anas.

Anas mengaku, saat ini masih dibangun tiga hotel berbintang di Banyuwangi. Rencana, ketiga hotel tersebut akan mulai bisa melayani tamu pada akhir tahun ini.

“Ada 4.000 kamar saat ini. Dan semua penuh. Rencananya ada tambahan hotel lagi diakhiri tahun ini sudah mulai beroperasi,” ujarnya.

Anas sangat senang adanya kunjungan anggota DPR RI ini. Anas berharap kunjungan ini membawa angin segar bagi perkembangan pariwisata daerah. “DPR adalah mitra pemerintah dan lembaga strategis untuk mengakselerasi pembangunan, termasuk untuk sektor wisata,” ujar Anas.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Hariyanto mengatakan, Banyuwangi saat ini sangat berpotensi juga untuk dikembangkan sebagai tujuan MICE (meeting, incentives, conference, exhibition). Untuk itu, berbagai sarana dan prasarana pendukung harus terus dibenahi.

“Anggota DPR ke sini saja kehabisan hotel, padahal jadwal sudah dimundurkan jadwalnya tapi tetap tidak dapat hotel. Ini membuktikan bahwa Banyuwangi sudah banyak didatangi orang untuk tujuan MICE,” ujar Esthy yang diamini Hariyanto.

Hariyanto menambahkan, Banyuwangi memiliki potensi dan kemampuan besar yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Kekuatan dan kesempatan itu harus dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kemenpar akan mendukung, branding, event festival, dan optimalisasi promosi di media social (digitalisasi informasi). Sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung, menginap di homestay masyarakat dan berbelanja langsung produk masyarakat lokal,” tutup Hariyanto.(*)

Pulau Penyengat Siap Usung Wisata Religi Jadi Unggulan

0
Sejumlah penari membawakan Tari Zapin pada Festival Pulau Penyengat di Pulau Penyengat, Sabtu (22/7). F.Yusnadi/Batam Pos

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama pemerintah Tanjung Pinang melakukan penandatanganan MoU untuk menggenjot Wisata Religi di Pulau Penyengat. Penandatanganan dilakukan di acara Festival Pulau Penyengat pada tanggal 21 Juli 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, dengan ditandatanganinya MoU ini maka Pulau Penyengat harus fokus mengembangkan destinasi wisata religi ke negara tetangga, Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Kami yakin Pulau Penyengat akan menjadi unggulan border tourism. karena memiliki kekuatan sejarah. Ke depannya Pulau Penyengat akan dikemas dengan konsep wisata religi yang di dalamnya terdapat unsur wisata ziarah,” ujar Esthy.

Lebih lanjut Esthy mengatakan Pulau Penyengat memiliki objek wisata yang akan dikembangkan tentunya adalah peninggalan sejarah yang menjadi salah satu pusat kebudayaan Melayu. Karena Melayu identik dengan Islam, maka tentunya termasuk religi yang ada di dalamnya.

“Alhamdulillah kita seirama dengan pemerintah daerah dalam target wisatawan di border area ini,” katanya.

Esthy menambahkan, selain sangat cocok dengan wisata religi karena banyak makam-makam yang tentunya akan lebih berpotensi jika dikembangkan dengan konsep wisata religi. Terlebih keturunan Melayu banyak tersebar luas.

Tidak hanya di Indonesia, namun ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Wali Kota menambahkan, tidak heran jika di setiap pekannya selalu ada wisatawan mancanegara dari ketiga negara tersebut datang ke Pulau Penyengat.

“Ketika mereka memiliki kedekatan secara kultur, tentu mereka akan tertarik. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga silaturahmi terhadap leluhur mereka yang juga berasal dari sini (Pulau Penyengat),” katanya.

Kementerian Pariwisata sebelumnya telah menetapkan Kepulauan Riau sebagai salah satu kantong pendulang wisatawan mancanegara. Dengan kedekatan jarak ditambah budaya, maka potensi Kepulauan Riau, dalam hal ini Kota Tanjung Pinang dan Pulau Penyengat memiliki potensi besar.

“Target wisatawan mancanegara sendiri untuk Kepri (Kepulauan Riau) ditargetkan sebesar 2,2 juta wisman di tahun ini,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya menegaskan Festival Pulau Penyengat diharapkan dapat mengangkat pariwisata Kepulauan Riau, khususnya potensi destinasi wisata alam dan budaya setempat. Selain itu juga memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan budaya Melayu.

“Letaknya yang strategis, berbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Eventnya? Atraksinya? Aksesnya? Semua harus digarap secara serius. Kalau Tanjung Pinang serius, komitmen, pariwisata pasti cepat tumbuh, terus adakan acara yang bisa memantik mereka datang ke negara kita,” kata Menpar Arief Yahya.(*)