Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 13144

Ada Lukisan Langka Rusia Senilai Rp 18 Miliar di Galeri Nasional

0
foto: kumparan

Tahukah Anda dua dari tiga lukisan langka karya seniman Rusia, Konstantin Egorovick Makowsky, ada di Indonesia? Salah satunya lukisan Perkawinan Adat Rusia (Pribite Nevesti) yang dihadiahkan dihadiahkan untuk Presiden Soekarno. Penasaran seperti apa lukisannya? Datang saja ke event Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan RI ‘Senandung Ibu Pertiwi’ di Galeri Nasional, Jakarta 2-30 Agustus 2017.

Lukisan langka dari Rusia ini sangat tua. Saking tuanya usia lukisan ini, panitia menampilkannya dalam bentuk proyeksi LED sesuai ukuran asli. Maklum, usia lukisan sudah lebih dari 125 tahun. Sangat rentan terhadap kerusakan. Sejak dilakukan restorasi pada tahun 2004 lalu, kanvas terpasang sangat kuat pada spandram dan akan sangat riskan jika melepaskannya.

“Usia lukisan Makovsky hampir sama dengan Raden Saleh. Ukuran lukisannya juga sangat besar, 295×450 cm. Akan menyulitkan proses pemindahan karena tidak ada kendaraan dengan volume yang cocok. Ditambah lagi ukuran pintu di Galeri Nasional terlalu kecil bagi lukisan ini,” ujar Ketua Kurator Pameran, Asikin Hasan, Kamis (10/8).

Lukisan yang ditaksir bernilai lebih dari Rp 18 miliar ini merupakan hadiah bagi Presiden Soekarno saat melakukan kunjungannya ke Rusia. Awalnya, lukisan ini terpasang di Kremlin sebelum akhirnya dilepaskan dari bingkai dan spandramnya lalu dibawa ke Jakarta dan menghiasi Istana Bogor.

“Semasa hidupnya, Makowsky hanya pernah memproduksi tiga lukisan berukuran besar. Dua di antaranya, Perkawinan Adat Rusia dan Kahyangan yang dihadiahkan kepada Presiden Soekarno. Satu lainnya dihadiahkan kepada Kerajaan Inggris,” terang Asikin.

Lukisan yang menggambarkan kemeriahan pernikahan adat Rusia ini terlihat istimewa saat lampu ruang kerja kepresidenan dipadamkan. Ilusi pijaran cahaya akan muncul dari ilustrasi lampu pada lukisan yang merupakan efek 3 dimensi yang dibuat secara cerdas.

Lukisan monumental ‘Perkawinan Adat Rusia’ jadi satu dari dua karya pelukis terkenal abad ke-19 yang berhasil dikoleksi Sukarno. Lukisan karya Konstantin Egorovick Makovsky yang berada di Istana Bogor adalah hadiah rakyat Rusia melalui pimpinan Uni Republik-republik Sosialis Soviet, Nikita Khrushchev.

Di masanya, Bung Karno memang dikenal sebagai kolektor utama Tanah Air. Dia dekat dengan seniman-seniman lokal dan juga mancanegara. Termasuk kepada Makovsky yang diberikan secara cuma-cuma kepada Indonesia.

“Bung Karno melobinya dan berhasil, sehingga dia diberikan secara cuma-cuma sebagai hadiah. Ketahuan bagaimana upaya lobi Bung Karno untuk memiliki lukisan tersebut,” pungkas Asikin.

Pada pameran ‘Senandung Ibu Pertiwi’ ini, akan ditampilkan 48 lukisan dari 41 pelukis yang diciptakan antara abad 19 dan 20 karya pelukis-pelukis ternama seperti Basoeki Abdulla, Raden Saleh, Wakidi, Lee Man Fong, Rudolf Bonet, dan Itji Tarmizi, A.D Pirous, dan Alimin Tamin. Dari 48 lukisan itu, dibagi menjadi beberapa tema kecil, yakni Keragaman Alam (12 lukisan), Dinamika Keseharian (11 lukisan), Tradisi dan Identitas (15 lukisan), dan Mitologi dan Religi (10 lukisan).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, ke-48 lukisan itu sudah dipajang di Galeri Nasional sejak beberapa hari lalu. Ia cukup takjub dengan nilai asuransi lukisan itu yang mencapai Rp 96 miliar.

“Satu lukisan artinya diasuransikan senilai Rp 2 miliar. Ya berarti 48 lukisan ada Rp 96 miliar, kalau kita bulatkan Rp 100 miliar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, 60 persen sektor pariwisata berasal dari budaya dan 30 persen dari alam. Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan dapat pula menjadi atraksinpariwisata. Menurutnya, pengunjung dapat melihat secara langsung lukisan yang sebelumnya tidak dapat dilihat oleh masyarakat awam.

“Tugasnya Kementerian Pariwisata adalah lebih mempublikasikan dan mempromosikan agar wisatawan datang ke Indonesia, khususnya ke pameran lukisan ini,” ungkap Arief.

Selain menghadirkan sejumlah lukisan yang selama ini menghiasi Istana Kepresidenan Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Bali, pameran ini juga akan diperkaya dengan arsip dan dokumen penting mengenai istana-istana kepresidenan beserta koleksinya. (*)

Polisi Datang untuk Melerai Hubungan Aduhai Sepasang Kekasih di Halte Bus

0
Sebagian cuplikan video yang direkam Charlotte Harrison. (SWNS via Daily Mail)

Charlotte Harrison hendak menikmati makan malamnya namun dalam sekejap selera makannya tetiba lenyap. Itu terjadi setelah dia melihat sepasang kekasih tidak bisa menahan hasrat mereka untuk bercinta.

Alih-alih pulang dulu, pasangan tersebut memutuskan melakukannya di halte bus. Halte bus tersebut memang sedang sepi, tapi tidak gelap. Jadilah aksi tersebut terlihat jelas oleh Charlotte. Perempuan yang bekerja sebagai hairdresser itu pun mengambil ponselnya dan mulai merekam aksi keduanya.

Berlangsung di salah satu halte di Kirkby-in-Ashfield, Nottinghamshire, Charlotte beralasan rekaman itu dibikin untuk barang bukti bila nanti polisi mempertanyakannya.

”Saya baru saja duduk di ruang makan keluarga yang terletak di bagian depan rumah. Kemudian, pemandangan itu terpampang jelas. Tepat di depan rumah saya, pasangan ini melakukan hubungan seksual tanpa peduli dunia. Langsung nafsu makan saya hilang,” kata perempuan cantik 20 tahun itu.

Ayah Charlotte pun kemudian menelepon polisi. ”Polisi datang tak lama setelah itu dan berbicara dengan keduanya,” sambungnya.

Diposting di akun Facebook Charlotte,video tersebut sudah dibagikan lebih dari 10 ribu kali sejak dipajang pada 1 Agustus lalu.

”Kami mendapatkan laporan bahwa ada dua orang yang melakukan aktivitas seksual di tempat umum sekitar pukul 20.00,” ujar juru bicara untuk kepolisian Nottinghamshire. (*)

Dukung Program Tol Laut, Kapal Kendhaga Nusantara I Diluncurkan

0
Kapal Tol Laut diluncurkan di galangan kapal PT Bandar Abadi, Sagulung, Kamis (10/8). F Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – PT Bandar Abadi Shipyard Batam di Tanjunguncang, Batuaji sukses mengerjakan satu unit kapal pesanan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kapal dengan nama Kendhaga Nusantara I itu merupakan kapal pengangkut peti kemas atau kontainer untuk menunjang program Tol Laut dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kala.

Kapal yang mampu memuat 100 kontainer itu resmi diluncurkan di PT Banda Abadi oleh perwakilan Kementrian Perhubungan RI yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelabuhan Batam Dodi Triwahyudi bersama jajarannya serta manajemen PT Bandar Abadi, Kamis (10/9) siang.

Komisaris PT Bandar Abadi Amran Tan menuturkan, kapal pesanan presiden melalui Kemenhub itu sudah dikerjakan sejak Desember 2015 lalu. Setahun mengerjakan tidak ada kendala serius yang dihadapi. Kapal tersebut dikerjakan dengan baik sesuai spek yang ditentukan sejak awal.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah ini dan kami telah menyelesaikan kapal ini dengan baik,” ujar Amran Tan.

Peluncuran kapal paket Hull dengan nomor 287 itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi PT Bandar Abadi. Itu karena 15 kapal serupa pesanan Jokowi untuk mendukung program tol laut di berbagai perusahaan galangan kapal dalam negeri, kapal Kendhaga Nusantara adalah kapal pertama yang duluan rampung dan diluncurkan.

“Ini bisa dikatakan momen bersejarah bagi kami. Suatu kebanggaan tersendiri sebab dari semua kapal pesanana Presiden, ini yang duluan rampung dan diluncurkan,” ujar Amran.

Untuk itu kedepannya Amran sangat berharap agar pemerintah terus mempercayai mereka sebagai mitra untuk membuat kapal-kapal milik pemerintah lainnya.

“Karena kualitas kerja kami juga sudah tak diragukan lagi pak,” ujarnya.

Direktur PT Bandar Abadi Maslina menambahkan, kapal yang menelan anggaran sebesar Rp 113 miliar memiliki kualitas dan spesifikasi yang cukup handal. Sebagai pengangkut kontainer, kapal ini mampu mengangkut 100 container sekaligus.

“Kapal ini memiliki panjang 74 meter, lebar 17,20 meter dan mampu melaju 12 knot perjam,” ujar Maslina.

Keunggulan lain kapal tersebut mampu berlayar di tengah laut lepas hingga berminggu-minggu dengan kapasitas bahan bakar yang mencukupi.

“Kapal ini adalah kapal pemerintah pertama terbesar yang diproduksi di galangan kapal Batam,” kata Maslina.

Sementara itu Dodi Triwahyudi yang membacahkan sambutan dari Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan, pengadaan kapal Kendhaga Nusantara I itu merupakan upaya pemerintah untuk mendukung program tol laut yang dicanangkan pemerintahan saat ini.

“Total ada 15 kapal jenis ini yang dipesan pemerintah. Pengadaan sarana transportasi laut ini untuk menopang kelancaran angkutan barang dalam mendukung program Tol Laut. Semoga kedepannya semua program yang dicanangkan pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Dodi.

Kepada pihak perusahaan, Dodi yang mewakili pemerintah memberikan apresiasi sebab telah menyelesaikan kapal tersebut sesuai dengan spek yang ditentukan serta tepat waktu.

“Ini yang diharapkan pemerintah agar kualitas produksi harus bisa bersaing di kanca internasional. Kalau hasilnya baik seperti ini, Insyallah kedepannya akan ada lagi kapal-kapal lain yang akan dipesan,” tutur Dodi. (eja)

Kemenpupera Beri Lampu Hijau Lima Jalan Layang di Batam

0
Sejumlah pekerja saat melakukan pengerjaan proyek jalan di Simpang Jama, Rabu (19/7). Pembangunan jalan tersebut nanti bisa mengurangi kemacetan yang terjadi dipersimpangan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) memberikan lampu hijau untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan layang atau fly over di Batam. Setidaknya setelah pembangunan jalan layang di Simpang Kara Jam, Kemenpupera berencana menambah pembangunan empat flyover lagi di Batam.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Batam, Yumasnur mengatakan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 presiden Jokowi-JK, lima flyover dibangun di Batam. Kelima jalan tersebut nantinya berada di Simpang Jam, Simpang KDA, Simpang Panbil, Simpang Punggur dan Simpang Baloi.

“Sudah ada di RPJMN. Namun demikian pembangunan fly over di Batam tapi tentu tidak sekaligus. Kemenpupera tentu akan melihat kesesuaian anggaran mereka,” ujar Yumasnur di DPRD Kota Batam, Kamis (10/8).

Menurut dia, dari hasil informasi terakhir dengan Kemenpupera, setelah jalan layang Simpang Jam selesai dilanjutkan pembangunan flyover di Simpang Panbil pada awal 2018 nanti. Diakui Yumasnur, Wali Kota Batam juga telah meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar flyover Simpang Kabil bisa digesa.

Bahkan, minggu lalu, lanjut Yusmanur, Wali Kota juga sudah menyampaikan ke Dirjen Bina Marga Kemenpupera, agar kelima flyover tersebut bisa dimasukan pada APBN 2018. “Sampai sekarang pembahasan masih berlangsung di pusat. Kita belum bisa memastikan dari empat sisa Fflyover yang mana dikerjakan tahun depan,” tuturnya.

“Yang jelas usulannya sudah disampaikan. Dan mudah-mudahan segera terkabul,” tambahnya.

Ditambahkan Yusmanur, pembangunan flyover ini, sejalan dengan rencana pembangunan jalan tol yang direncanakan Pemko Batam sepanjang 25 kilometer dari Batuampar-Mukakuning-Bandara. “Kita akan diskusikan lagi ke dirjen bina marga. Mudah-mudahan anggaran Kemenpupera banyak, lima titik ini terwujud,” imbuhnya.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Bustamin mengatakan bahwa kepadatan kendaraan di Batam sudah pada tahap mengkhawatirkan, karenanya sudah harus ada solusi kongkrit untuk mengatasi kemacetan.

“Guna mengurai kemacetan, kelima flyover ini sudah sangat dibutuhkan,” kata Bustamin.

Dengan adanya lampu hijau Kemenpupera bahwa pembangunan fly over tersebut dimasukan dalam RPJMN, Bustamin menilai segala hal yang menyangkut tentang pembangunan tersebut, harus dipersiapkan.

“Harapan kita 2018, flyover kedua sudah mulai dibangun. Kedepan tentu saja bukan hanya mengurai kemacetan. Tapi juga meningkatkan sektor pariwisata Batam,” tuturnya. (rng)

GMF Jalin Komunikasi Intensif Dengan Hang Nadim

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jelang terjadi peningkatan nota kesepahaman menjadi perjanjian kerja. PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF) terus menjalin komunikasi intensif dengan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Kamis (10/8), tim teknis GMF menyambangi Hang Nadim

“Ini ibarat orang pacaran, penjajakan dulu hingga jadian. Lagi pula ini investasi besar, butuh kajian matang. Tak bisa serta merta langsung bangun,” kata General Manager Marketing Bandara Internasional Hang Nadim Batam Dendi Gustinandar, Kamis (10/8).

Kedatangan tim teknis ini, menurut Dendi untuk mengecek dan mengukur tanah yang menjadi lokasi pembangunan GMF.

“Mereka itu mengecek secara detail, apakah master plan yang ada cocok dengan kondisi lapanganya,” ujarnya.

Dendi mengatakan tim teknis GMF juga mengecek kontur tanah, atas penetapan area hanggar MRO yang akan dialokasikan. Selain itu juga, pihak GMF menanyakan soal perlistrikan dan sumber air.

“Pertanyaan mereka hingga detail seperti itu,” tuturnya.

Kedatangan tim teknis ini, kata Dendi juga untuk memetakan permasalahan apa saja yang akan dihadapi GMF nantinya.

“Intinya mereka itu maping keadaan dan permasalahan,” ucapnya.

Kapan GMF mulai melaksanakan pembangunan?

“Kalau kami ingin secapatnya, tapi tak bisa begitu. Jadi menunggu dari GMF, sepertinya baru tahun depan. Sesuai dengan rencana mereka. Tapi untuk menuju ke sana, harus memperhitungkan berbagai aspek,” tuturnya.

Bila semua ini terealisasi, maka di Hang Nadim ada dua tempat perawatan dan perbaikan pesawat yakni Batam Aero Technik milik Lion Group dan GMF. Pengembangan bisnis MRO ini sangat didukung BP Batam, karena membuka peluang lapangan kerja untuk tenaga terampil. Selain itu pembangunan ini, memberikan dampak ekonomi makro (multiplier effect) yang cukup besar. Sehingga kembali dapat meningkatkan perekonomian Batam yang lesu.

“Hasil pertemuan kami ini, akan dilaporkan ke pimpinan masing-masing,” ucap Dendi. (ska)

Gubernur Kepri Dorong Pariwisata Jadi Andalan Baru

0
Otak-otak tulang produksi Mak Ucu Kampung Oleh-Oleh Sei Enam Laut di Kabupaten Bintan, terbuat dari tiga jenis ikan tengiri, parang, dan ekor kuning. Satu keping dijual Rp 1.500. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menyebutkan, pihaknya mendorong pengembangan sektor pariwisata di tengah kondisi ekonomi yang kini sedang lesu.

“Yang jelas kami dorong daerah wisata,” kata Nurdin, Kamis (10/8).

Ia menilai, sembari memperbaiki sektor industri dan investasi, pariwisata akan jadi andalan baru. Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota se Kepri punya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan.

“Kalau kita kelola potensi wisatanya, kita akan lebih baik lagi ke depan. Bukan berarti yang sekarang (potensi pendapatan yang sudah ada) kita matikan, tetap kita carikan jalan,” imbuhnya.

Khusus Batam, ia berharap dalam waktu dekat persoalan tumpang tindih kewenangan anatar Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera selesai. Untuk itu, pihaknya meminta keputusan akan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) segera direalisasikan pemerintah pusat.

“Kalau jelas kewenangan, sehingga ada kepastian hukum bagi orang yang mau berinvestasi,” katanya.

Ia menyadari Kepri kini sedang menghadapi tantangan ekonomi. Untuk ia meminta semua pihak tak saling menyalahkan namun fokus pada upaya mencari solusi.

“Kita tak boleh kambing hitamkan siapapun. Saya ajak semua kabupaten kota melayani dengan baik para investor,” tambahnya.

Terkait pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, harapan di sektor pariwisata bukan harapan yang tak beralasan. Menurutnya, kala sektor lain anjlok, pariwisata walaupun melambat namun naik secara perlahan.

“Kontribusinya memang pada PDRB (Produk domestik regional bruto) pada 2,03 persen, kita harapkan nanti hingga 4 persen,” katanya.

Ia menilai, mengembangkan pariwisata cukup murah dibanding sektor lain, asal keamanan dan kenyamanan maupun aspek kesehatan faktor pendukung pariwisata di daerah senantiasa terjaga. Di Kepri, ia mengklaim kunjungan wisatawan mancanegara semester pertama tahun ini naik dibanding periode yang sama tahun lalu, walau dari target justru masih minim.

“Naiknya sekitar 3 hingga 4 persen. Target kita 2,1 juta, pertengahan tahun saja 977 ribu kunjungan, biasanya semester kedua meningkat. Saya yakin target kita tercapai,” kata dia. (cr13)

DPRD Batam Akui Pajak Daerah Tak Sesuai Harapan

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman mengakui turunnya daya beli masyarakat akibat krisis global menyebabkan realisasi penerimaaan pajak daerah semester I 2017 tidak sesuai ekspetasi atau perencanaan yang telah disusun.

“Kita kan sama-sama merasakan dampak krisis global saat ini. Imbasnya pada sumber pendapatan daerah Batam,” kata Asman, Kamis (10/8).

Menurut dia, tidak tercapainya taget pajak daerah bukan berarti pemerintah atau legislatif memasang target yang terlalu tinggi. Bahkan, Asman menegaskan, target APBD murni 2017 telah sesuai perencanaan dan melihat kondisi Kota Batam saat itu.

“Misalnya BPHTB, ditargetkan Rp 342 miliar. Karena kami berkeyakinan BPHTB akan tumbuh. Apalagi proyek-proyek besar seperti One Residence, Aston Apartemen, Oxley berkelas internasional masuk ke Batam, keyakinan kami bisa naikan BPHTB,” ucapnya.

Namun seiring waktu, masuknya pengembang berskala internasional tersebut tidak berbanding lurus terhadap pajak BPHTB. Ditambah lagi terjadinya krisis global yang menyebabkan daya beli masyarakat Batam pada umumnya turun dan semakin berkurang.

“Sebagai mitra kerja Dispenda kita juga tidak mau mengambil resiko yang terlalu tinggi. Dengan menargetkan BPHTB yang dirasa tak mungkin tercapai,” tegasnya.

Ditambahkan Asman, mengetahui target Rp 342 miliar ini tidak akan tercapai, makanya Pemko Batam menurunkan menjadi Rp 250 miliar. Namun dengan dalih-dalih Izin Pengalihan Lahan (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa berjalan lancar.

“Turunnya cukup signifikan. Kita meminta agar dispenda harus jemput bola ke BP Bata. Berapa berkas IPH yang masuk harus segera keluarkan,” tegasnya.

“Kalau ini tak dilakukan, bukan tak mungkin Rp 250 miliar tercapai,” jelasnya.

Ilustrasi

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Sallon Simatupang mengatakan, hampir semua pajak dan retribusi daerah pada semester I tahun 2017 tidak sesuai target. “Pendapatan daerah semuanya turun, Rp 69 miliar APBD 2017 berkurang,” kata Sallon.

Senada dengan Asman, ia mengaku iombas dari krisis global yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Batam semester I yang hanya 2,02 persen. “Jadi bukan BPHTB saja, semua sektor pajak dan retribusi daerah tidak sesuai perencanaan,” tuturnya. (rng)

Pertahankan FTZ Batam

0
Ketua Apindo Kepri Ir Cahya berbincang dengan Deputi V Gusmardi Bustami usai mengurus izin investasi di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam di Gedung Sumatera Convention Centre Batam Centre, Batam, Kamis (9/8/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, angkat bicara soal masa depan Batam. Ia meminta agar status Free Trade Zone (FTZ) Batam tetap dipertahankan. Selain itu, ia mendorong pemerintah pusat memberikan insentif tambahan untuk wilayah FTZ Batam.

“Jangan bicara lagi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus, red) di Batam, setuju atau tidak,” kata Cahya di Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (10/8).

Menjadikan Batam sebagai KEK, kata Cahya, merupakan sebuah kemunduran. Sehingga menurut dia, pemerintah tak perlu mengubah status FTZ Batam menjadi KEK. Yang seharusnya dilakukan pemerintah saat ini, kata dia, menambah insentif untuk mempermudah pengusaha.

“Kalau pemerintah kasih insentif, namanya jadi FTZ Plus,” ungkapnya.

FTZ Plus dinilai akan menjadi formula yang bagus untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi Batam. “Dulu saya ngomong di pusat soal Batam, semuanya memandang dan memberikan atensi ke saya. Nah sekarang, Kepri jadi posisi 33 di Indonesia, ya saya malu. Dulu Batam begitu hebat, kenapa sekarang melempem. Saya bingung dan malu,” tuturnya.

Di antara insentif tambahan untuk kawasan FTZ Batam adalah penerapan Free Trade Agreement (FTA). Ia meyakini jika FTA segera diterapkan, maka perekonomian Batam akan bangkit. Penghapusan bea masuk pemasaran barang produksi menuju wilayah pabean di Indonesia akan membuat perusahaan-perusahaan di Batam melakukan ekspansi dan merekrut tenaga kerja lebih banyak lagi.

“Ini yang akan kita promosikan. Kita coba peluang dan akan kita dorong, karena ekonomi terpuruk,” jelasnya.

Cahya yang telah membawa investor dari China sangat menginginkan FTA segera berlaku. Karena investor yang dirangkulnya tersebut akan memasarkan produknya ke Indonesia.

“Kalau BM jadi 0 persen, akan lebih mudah memasarkannya nanti,” harapnya.

Usulan penerapan FTA di Batam mendapat dukungan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Menurut Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, pemberlakuan FTA akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para calon investor.

“Sebenarnya ini adalah usulan awal BP Batam, supaya bagaimana Batam bisa dapat tambahan insentif untuk menarik investor baru atau membantu investor yang sudah ada di Batam untuk memperluas usahanya,” tutur Gusmardi, kemarin.

Skema FTA, katanya, hanya berlaku untuk investor yang mengimpor bahan baku dari 16 negara yang menjalin kerja sama FTA. Ke-16 negara tersebut antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Myanmar, Filipina, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, Thailand, Kamboja, Cina, Korea Selatan, Jepang, India, Australia, dan Selandia Baru.

Untuk mendapatkan fasilitas FTA tersebut, perusahaan cukup menunjukkan bukti impor bahan baku dari negara-negara FTA ke Bea dan Cukai. “Jadi kalau komponen bahan bakunya berasal dari Eropa, Amerika, Hongkong, dan Taiwan tidak bisa gunakan skema FTA karena bukan rekan FTA-nya Indonesia,” jelasnya.

FTA juga tidak akan membatasi jumlah barang yang masuk ke wilayah pabean. Ini merupakan salah satu keuntungan terbesarnya.

“BP Batam sangat menyambut sekali usulan tersebut karena dapat mengakomodir keinginan para investor yang ada di Batam,” ungkapnya.

Kebijakan FTA memang sudah lama ditunggu oleh kalangan investor Batam. Karena berdasarkan data yang dihimpun oleh Bank Indonesia Perwakilan Kepri, ekspor antarprovinsi mengalami penurunan yang cukup dalam. Sehingga FTA dianggap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam.

“Kalau FTA berlaku, maka lalu lintas kapal dari Batam menuju Jakarta akan meningkat karena ongkos lebih murah,” ungkapnya.

Dulu, untuk mengakali ongkos logistik mahal karena pemberlakuan BM sebesar 10 persen, maka eksportir Batam mengirim barangnya dulu ke Singapura sebelum menuju Jakarta. Tujuannya adalah agar produk ekspor tersebut dianggap berasal dari Singapura.

Singapura dan Indonesia terkait perjanjian perdagangan bebas, sehingga ketika Singapura ingin mengeskpor ke Indonesia, maka tidak dikenakan BM.

“Kalau lalu lintas kapal meningkat, maka perusahaan pelayaran akan dapat banyak pekerjaan,” katanya. (leo)

 

 

9 Langkah Tingkatkan Gairah di Ranjang (kembali)

0
ilustrasi

Penelitian menyebutkan ada 0,3 persen perempuan dan 15 persen laki-laki mengalami penurunan gairah libido seksual saat di ranjang. Banyak alasan dan faktor penyebabnya.

Perubahan hormon sangat memengaruhi hasrat seksual. Kadang-kadang pil pencegah kehamilan juha bisa mengurangi produksi hormon yang menyebabkan gairah menurun. Banyak pula pria yang mengalami masalah disfungsi seksual. Namun banyak pula yang malu mengungkapkan masalah itu.

Beberapa penelitian menjelaskan pria yang mengonsumsi makanan kaya flavonoid tiga kali seminggu memiliki kemungkinan disfungsi ereksi saat mereka menua. Beberapa perempuan seiring bertambahnya usia, justru lebih asyik mengurus rumah tangga sampai lupa untuk lebih intim dengan pasangan. Dilansir dari Boldsky, Kamis (10/8) ada sejumlah kiat jitu untuk meningkatkan libido seksual.

1. Kurangi Konsumsi Gula
Gula banyak ditemukan pula di dalam makanan olahan, soda, dan alkohol, serta makanan lain yang banyak mengandung karbohidrat. Karbohidrat bisa memetabolisme gula dalam tubuh dan gula bisa mematikan hormon yang mengendalikan hasrat seksual seseorang.

2. Menormalkan Tingkat Insulin
Tingkat nutrisi yang tepat membantu dalam menormalisasi tingkat insulin dan mengurangi efek gula dalam sel dan tubuh. Perbaiki pola makan, tingkatkan energi, maka kehidupan seksual akan lebih bergairah.

3. Tingkatkan Kadar Vitamin D
Vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari penting untuk mencegah penyumbatan arteri. Penyumbatan arteri mengurangi aliran darah ke alat kelamin dan dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

4. Olahraga
Olahraga teratur dapat meningkatkan mood, kontrol otot, keseimbangan dan koordinasi. Olahraga dapat meningkatkan hormon pertumbuhan dan testosteron. Hormon ini penting untuk meningkatkan dorongan seksual.

5. Kurangi Rokok, Jauhi Alkohol
Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan dapat menyimpan racun di dalam tubuh. Faktor-faktor ini terkait dengan kesehatan arteri serta fungsi seksual. Alkohol mengandung karbohidrat tinggi dan gula. Sehingga mengurangi gairah seks.

6. Tidur Berkualitas
Tidur berkualitas tinggi diperlukan untuk meningkatkan fungsi otak, kemampuan kognitif, dan dorongan seksual. Jadi, tidur nyenyak adalah salah satu cara alami terbaik untuk meningkatkan libido.

7. Makan Cokelat
Cokelat dikenal sebagai simbol kebahagiaan untuk meningkatkan kenikmatan seksual. Cokelat membantu mempromosikan pelepasan phenylethylamine dan serotonin ke dalam tubuh. Hal itu sebagai afrodisiak dan bisa mengangkat mood seseorang.

8. Hilangkan Stres
Gara-gara stres bisa menyebabkan masalah seksual berantakan. Perempuan lebih rentan terhadap stres pada kehidupan seks mereka. Untuk meringankan stres, tepat untuk bermeditasi atau berlatih yoga. Cara ini paling tepat bagi kaum hawa untuk meningkatkan libido.

(ika/JPC)

Kadin Kepri: Turunkan Sewa dan Tunda Pajak

0

batampos.co.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Ahmad Makruf Maulana, mengimbau para pengusaha dan badan usaha milik negara agar menurunkan sewa tempat usaha yang mereka kelola untuk menghindari makin banyak tempat usaha yang tutup akibat krisis ekonomi.

Selain itu, Kadin Kepri juga meminta pemerintah daerah menunda pemungutan pajak dan retribusi restoran, spa, dan hiburan sebesar 35 persen.

Sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri semester pertama 2017 hanya tumbuh 1,52 persen menempatkan Kepri urutan terendah kedua di Indonesia. Bahkan jika dibandingkan dengan seluruh provinsi di Sumatera, Kepri merupakan terendah pertama.

Agar pertumbuhan ekonomi Kepri pulih kembali, Kadin Kepri mengusulkan semua pihak bekerjasama menurunkan tarif sewa atau memberikan diskon tempat usaha, minimal dalam satu tahun ke depan. Pengelola mall, hotel, jasa transportasi darat, laut dan udara, kawasan industri, industri pariwisata, sampai biro jasa agar menurunkan tarif sewa. Tujuannya agar para pengusaha bisa terus berusaha dan menghindari penutupan usaha yang akan berujung pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kadin mengimbau semua stakeholder menurunkan sewa agar para tenant tidak tutup,” kata Maulana, Kamis (10/8).

Ketua Kadin Kepri periode 2014-2019 ini meminta partisipasi semua pihak dalam kondisi sulit ini. “Tahun-tahun sebelumnya tentu pengusaha sudah pernah menikmati keuntungan dari kondisi ekonomi yang tumbuh tinggi. Saat ini, waktunya membalas dengan memberikan diskon atau sewa murah agar ekonomi pulih,” ucapnya.

Menurutnya, di saat situasi sulit seperti sekarang ini, kebijakan menaikkan sewa tidaklah tepat. Lebih baik menurunkan sewa atau memberikan diskon, dengan tetap memperhitungkan besaran tagihan listrik dan air.

“Kadin meminta agar komponen sewanya saja yang diturunkan. Saya yakin para stakeholders siap membantu agar roda ekonomi berputar lagi,” terang Maulana.

Target yang ingin dicapai dengan penurunan sewa, menurut Maulana, adalah menjaga agar pelaku usaha tetap eksis, minimal bisa menutup biaya operasional sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.

“Sekarang biarlah pengusaha yang berinisiatif membantu pemulihan ekonomi. Kita harap Pemprov Kepri dan Pemko Batam juga menciptakan terobosan untuk bahu membahu mengatasi kesulitan ekonomi Kepri saat ini,” kata Maulana.

Ia menyampaikan keprihatinannya atas kondisi ekonomi saat ini. Sejumlah tenant di mall atau hotel sampai kawasan industri, galangan kapal, dan usaha jasa
mulai tutup karena tidak mampu membayar sewa. Di satu sisi omset semakin menurun atau order yang terus berkurang.

ilustrasi

Daya beli konsumen juga makin menurun. Kondisi ekonomi Kepri saat ini menjadi isu yang hangat dibahas kalangan pengusaha. Bahkan masalah ini menjadi salah satu bahasan serius para pengusaha pada Rapat Pimpinan Kadin Kepri yang akan digelar 28 Agustus 2017 di Karimun.

“Para rapim Kadin kami akan minta masukan dan solusi dari para pengusaha agar segera bangkit kembali,” paparnya.

Pengalaman di berbagai negara, lanjut Maulana, ketika terjadi krisis ekonomi, maka berbagai fasilitas dan kemudahan diberikan kepada pelaku usaha agar tetap bisa eksis. “Bahkan di Amerika Serikat saja ketika perusahaan terancam bangkrut beberapa tahun lalu, pemerintah Amerika memberikan bailout.”

“Tujuannya hanya satu: agar jangan sampai tutup. Karena jika terjadi penutupan, dampaknya makin lebih luas,” imbuhnya.

Tentu saja di Kepri keterlibatan pemerintah tidak perlu sampai sebesar itu. Paling tidak menjaga kondisi ekonomi tetap kondusif, termasuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dunia usaha agar dalam jangka tidak terlalu lama, bisa mengembalikan angka pertumbuhan ekonomi Kepri di atas 7 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kepri, menurut Maulana, sudah selayaknya lebih tinggi daripada provinsi lain karena di Kepri ada berbagai fasilitas yang tidak diperoleh daerah lain. Misalnya fasilitas kawasan perdagangan bebas atau free trade zone yang diperoleh daerah Batam, Bintan, dan Karimun.

“Para pengelola kawasan FTZ harus berpikir lebih keras, agar tidak fokus pada kenaikan tarif, tetapi memberikan insentif bagi dunia usaha agar bisa bergairah kembali,” ujarnya.

Ketika industri pengolahan mengalami penurunan, industri pariwisata sampai jasa kuliner harus didorong berkembang sehingga ekonomi kerakyatan terus tumbuh.

“Dimohon penundaan kenaikan pajak restoran, hiburan dan spa sampai 35 persen karena saat ini sektor pariwisata yang menjadi andalan,” ujarnya.

Maulana menyatakan adalah hal yang sangat menyedihkan ketika punya banyak fasilitas, punya letak geografis yang strategis, tetapi justru ekonominya tumbuh rendah. “BP Batam sebagai pemegang kendali utama pembangunan ekonomi dan industri harus berpikir keras agar ekonomi Batam bisa berkembang, bukan sebaliknya malah sibuk dengan aturan-aturan baru yang sering kontradiktif dengan kebutuhan dunia usaha saat ini,” katanya.

Maulana mencontohkan kebijakan menaikkan tarif UWTO, sewa jasa pelabuhan dan bandara. “Keputusan seperti itu justru tidak mendukung kebangkitan ekonomi Batam,” tegasnya.

Oleh karena itu, BP Batam dinilai punya andil atas kondisi ekonomi saat ini. “BP harus ikut bertanggungjawab atas kondisi ekonomi saat ini,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Maulana juga menilai langkah yang dilakukan Pemko Batam seperti pelebaran jalan, sudah baik dalam rangka mempercantik wajah kota sekaligus untuk menambah daya tarik wisata. Akan tetapi, dia meminta Pemko jangan melupakan para pelaku UKM yang menjadi korban pelebaran jalan.

“Pelebaran jalan Kadin dukung, tetapi jangan melupakan para pelaku UKM yang
kena dampak pelebaran jalan, mereka harus didukung agar terus beraktivitas,” pintanya. (leo)