Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 13143

Domestik Naik, Internasional Turun

0
batampos.co.id – Terjadi kontradiksi pada jumlah bongkar barang di laut Kepulauan Riau pada Juni 2017 kemarin. Sebagaimana yang dicatat Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau pada Juni 2017, di laut domestik ada 892.556,05 ton barang yang dibongkar. Angka ini diketahui naik 1,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 880.462 ton.
“Kalau domestik naik, jumlah bongkar muat di laut internasional justru turun,” kata Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, kemarin.
Selama Juni 2017, barang yang dibongkar di laut internasional mencapai 813.069 ton atau turun 4,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 850.615,35 ton.
Tapi sebenarnya angka ini, kata Panusunan, juga cukup baik kalau dibandingkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya.
“Karena kalau dibandingkan dengan Juni 2016, bulan Juni tahun ini kenaikannya mencapai 11,47 persen,” terangnya.
Sedangkan pada jumlah muat bagasi dan barang angkutan udara, baik yang domestik atau internasional justru sama-sama mengalami kenaikan. Pada Juni 2017, jumlah muat bagasi dari penerbangan domestik ke Kepri mencapai 3.647,84 ton atau naik 13,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Sedangkan angkutan udara internasional juga naik 1,01 persen dengan jumlah 168,40 ton,” pungkas Panusunan. (aya)

Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Kepri Jauh dari Target

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri kembali merilis angka terbaru pertumbuhan ekonomi Kepri. Pada semester pertama tahun ini, ekonomi Kepri hanya tumbuh 1,52 persen. Capaian tersebut menempatkan Kepri di urutan kedua provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah se-Indonesia.

“Kita nomor dua terendah se-Indonesia. Posisi terakhir diduduki Nusa Tenggara Barat,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, Senin (7/8).

Panusunan mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut masih sangat jauh dari target Pemerintah Provinsi Kepri, yakni sebesar 5,58 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kata Panusunan, pertumbuhan ekonomi Kepri pada semester pertama tahun ini juga sangat jauh merosot.

“Tahun lalu mencapai 5,17 persen. Jadi ini sangat jauh menurun,” katanya.

Disebutkan, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kepri dari triwulan pertama tahun ini, ekonomi Kepri pada triwulan kedua tahun ini tumbuh sebesar 1,16 persen. Namun jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2016, ekonomi Kepri pada triwulan kedua tahun ini tumbuh 1,04 persen.

“Dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang rendah pada triwilan kedua 2017 tersebut, maka ekonomi Kepri pada semester pertama tahun ini hanya tumbuh 1,52 persen,” katanya.

Panusunan merinci, perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri ini secara umum disebabkan merosotnya sisi produksi dari tiga sektor. Antara lain industri pengolahan, sumbangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 36,6 Persen. Tetapi malah mengalami konstraksi atau -0,33 persen.

Kemudian sektor industri menyumbang 17,70 persen. Dan sektor konstruksi tumbuh 4,33 persen. Tetapi untuk sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 14,36 persen justru mengalami kontraksi atau turun menjadi -5,47 persen.

Kalau PDRB dari sisi pengeluaran yang naik adalah untuk sektor investasi yang menyumbang 43,43 persen dan tumbuh sekitar 3,15 persen. Untuk konsumsi rumah tangga kontribusinya 40,56 persen dan tumbuh 6,72 persen. “Ini bisa saja karena keberhasilan pengendalian inflasi, sehingga daya beli masyarakat juga masih kuat,” katanya.

Sementara pengeluaran untuk konsumsi pemerintah yang menyumbang 4,02 persen justru mengalami kontraksi atau -6,18 persen. Jika dibandingkan, PDRB semester satu sekarang lebih rendah dari tahun lalu. “Apakah karena ada penghematan anggaran atau belum ada eksekusi anggaran. Padahal ini bisa menjadi stimulan,” katanya.

Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat di pelabuhan Batuampar, Rabu (4/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Pertumbuhan ekonomi Kepri di triwulan II disebabkan oleh kenaikan output produksi pada industri, kenaikan realisasi lifting minyak dan gas, pengaruh meningkatnya penumpang angkutan udara dan laut, serta dimulainya tahun ajaran baru.

Sementara perekonomian Kepri pada triwulan kedua tahun ini diukur berdasarkan PDRB yang mencapai Rp 56,20 triliun dan harga konstan (ADHK) mencapai Rp 40,94 triliun. Bila melihat semester I, PDRB sebesar Rp 55,267 triliun dan ADHK sebesar Rp 40,4 triliun.

“Dalam lingkup regional pada triwulan II-2017, PDRB Kepulauan Riau memberikan kontribusi sebesar 7,61 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera,” jelasnya.

Anggota komisi II DPRD Provinsi Kepri, Onward Siahaan, mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri ini sudah pada titik terendah. Bahkan menurutnya, sudah sampai pada lampu merah.

“Ini sudah lampu merah. Harus ada upaya dari gubernur, wali kota, BP Batam, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi ini,” kata Onward, kemarin.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, pertumbuhan ekonomi yang melambat ini mengindikasikan ada pihak atau orang yang menyimpan uangnya. Ada anggaran tetapi tidak dibelanjakan.

“Tugas dari pemerintah bagaimana memancing konsumsi terjadi dan menggerakkan dunia usaha. Kalau dengan kondisi seperti ini, pengusaha juga tidak mau ambil risiko,” katanya.

Demikian halnya untuk annggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Gubernur bersama jajarannya harus bisa bergerak cepat. Proyek-proyek harus dilelang. Ini untuk pergerakan uang.

“Jangan ada proyek yang ditahan. Harusnya di awal tahun ini harus dikerjakan. Bukan malah seakan dibiarkan,” katanya.

Selain itu, hal yang sangat penting menurutnya adalah kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang harus berpihak kepada dunia usaha. Misalkan Badan Pengusahaan (BP) Batam harus memberikan pelayanan maksimal supaya banyak investasi masuk.

“Bagaimana IPH supaya lancar dan banyak transaksi. Semua harus bekerja. Kalau tidak akan tamat riwayat Kepri ini,” katanya. (ian/rng)

Dulu Penyemir Sepatu, Kini, Arie Purnama, Punya Salon Sepatu

0

batampos.co.id – Dari pengalaman hidup yang dilaluinya, Arie Purnama bisa membaca peluang usaha. Bekas penyemir sepatu dan tukang foto lepas itu kini punya salon tas dan sepatu.

Punya tas dan sepatu rusak, jangan buru-buru dibuang. Bawa saja ke tempat salon sepatu dan tas Ariepax Shop. Salon ini menjadi pilihan utama dalam perawatan sepatu dan tas yang rusak. Selain itu, Arie bersama tiga karyawannya juga melayani pembuatan dan reparasi sepatu dan tas berbagai jenis.

Arie asal Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau ini sudah 11 tahun merantau ke Batam. “Merantau ke Batam karena saya ingin mengubah nasib. UMK di sini tinggi jadi pingin kerja dulu baru kuliah,” ucapnya.

Jalan yang ditempuh Arie hingga memiliki toko tidak mudah. Sejak kecil ia sudah terbiasa mencari uang sendiri untuk meringankan beban orangtuanya membiayai sekolahnya. Ketika duduk di bangku kelas IV SD, Arie bekerja sebagai penyemir sepatu di tempat kelahirannya.

Setelah pindah ke Batam, ia bekerja sebagai fotografer lepas. “Saya bekerja sebagai fotografer lepas, sejak 2011 hingga kini,” ujarnya.

Di tengah perjalanan karirnya, ia jeli melihat peluang yang ada. “Saya melihat banyak warga Batam yang tidak tahu merawat serta membersihkan tas dan sepatu kesayangannya. Di situ saya sadar dan belajar secara otodidak dengan bantuan website selama satu bulan,” paparnya.

Hasil tabungannya sebagai fotografer ia jadikan modal untuk memulai usaha ini. Dengan merogoh kocek Rp 35 juta untuk sewa ruko, bahan, dan peralatan toko. Arie pun mengawali usaha ini dengan mempekerjakan adiknya, Ridho, sebagai karyawan. Kini ia memiliki tiga karyawan. Dalam satu bulan, pemasukannya sekitar Rp 20 juta bersih dari salon ini. Sedangkan pengeluarannya Rp 10 juta untuk upah karyawan, bahan, dan peralatan.

Pemilik Ariepax Shop, Arie Purnomo sedang mewarna ulang sepatu milik pelanggannya, di Legenda Malaka, Batamkota, Sabtu (5/8). F-Wahyudin Nur/Batam Pos

Sebelum menjadi pengusaha, ia pernah gagal kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Batam. Namun, semangatnya yang tinggi berhasil mengubah nasibnya.

“Alhamdulillah, September 2017 nanti akan wisuda. Dulu gagal, tapi sekarang sudah bisa biayai kuliah dan sekolah adik-adik juga,” ujar Arie, mahasiswa ekonomi, di STIE Bentara Persada Batam.

Saat ditemui Batam Pos, tepat di depannya terdapat satu karyawan sedang mengerjakan perbaikan sepatu. Sementara Arie pemilik usaha tengah membersihkan sekaligus mewarnai sepatu.

Ariepax Shop terletak di Komplek Pertokoan Oma Blok Aa1 No.15 Batamcenter. Ia memilih namanya dan menambah kata Pax (bahasa Yunani) yang berarti damai sebagai nama tempat usaha. Ariepax Shop ini sudah hampir dua tahun berdiri, sejak 2015. Salon ini biasa beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Ia juga sering memantau toko distro dan Ariepax Shop 2 yang ada di Komplek BMC Blok B 25, Bengkong.

Salon ini menawarkan jasa pembersihan tas dan sepatu (fast cleaning dan deep cleaning), mewarnai sepatu (repaint/recolor), unyellowing (sol sepatu yang menguning), dan juga pembersihan jaket kulit. “Kami juga jual sepatu kets, jam dinding, sekaligus jual cat buatan sendiri khusus repaint,” kata Arie. Toko ini juga memiliki produk sendiri yaitu paxcleaner.

Ia mengaku tidak keberatan apabila orang lain membuka usaha yang sama seperti dia. Bahkan, dia juga menawarkan kursus membuka peluang untuk usaha yang sama. “Semoga semakin berkembang dan dapat membuka peluang kerjaan. Mau buat produk juga krim perawatan kulit dan sepatu,” ujarnya. (YANNA ROSARI, Batam)

Pelaku Penipuan Arisan Online Ditangkap Polisi

0
Ayu, tersangka penipuan arisan online saat diamankan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Senin (7/8). F. Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Ayu Novianti, 23, pelaku penipuan dengan modus arisan online, akhirnya dibekuk unit Jatanras Polres Tanjungpinang, Minggu (6/8), di Bengkalis, Provinsi Riau.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, membenarkan jajarannya menangkap pelaku yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). ”Iya sudah diamankan. Yang bersangkutan juga langsung dibawa ke Tanjungpinang,” ujar Ardiyanto, Senin (7/8).

Dikatakan Ardiyanto, selain mengamankan pelaku. Pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga hasil dari kejahatan yang dilakukannya dan juga hasil kejahatan.

”Nanti akan langsung dimintai keterangan guna proses hukum selanjutnya,” kata Ardiyanto.

Sebelumnya diberitakan, Ayu Novianti,terlapor dugaan penipuan dengan modus arisan online, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tanjungpinang. Sejumlah korban pun berharap Polisi segera meringkus tersangka.

Kuasa hukum korban penipuan yang melaporkan kasus tersebut, M Indra Kelana, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah cepat Satreskrim Polres Tanjungpinang menaiki status dari penyelidikan ke penyidikan dengan menyematkan status tersangka terhadap wanita muda tersebut.

“Tentunya kami sangat bangga dengan kinerja yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang yang dengan cepat menaikkan status dari terlapor menjadi tersangka,” ujar Indra, Kamis (3/8).

Dikatakan Indra, pihaknya pun berharap tersangka bisa kooperatif. Sehingga para korban mendapatkan keadilan atas penipuan yang dilakukan tersangka.

“Mudah-mudahan Polisi dengan cepat juga dapat menangkap tersangka. Sebab hingga saat ini keberadaan yang bersangkutan belum diketahui,” kata Indra.(ias)

Selangkah Lagi, Sultan Mahmud Riayat Syah III Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

0
Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. f-istimewa

batampos.co.id – Harapan Pemerintah Provinsi Kepri menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional pertama dari Provinsi Kepri mendekati kenyataan. Pasalnya nama sang sultan sudah dinyatakan lolos oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GD).

“Benar, hasil sidang TP2GD membuat kesimpulan meluluskan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional,” ujar Tim Perumus, Abdul Malik, kemarin.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang tersebut, mengatakan dengan hasil tersebut harapan Kepri punya pahlawan nasional mendekati kenyataan. Menurut Malik, dengan lulusnya sidang tersebut, berarti Sultan Mahmud Riayat Syah telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi pahlawan nasional.

Kata Malik, semua persyaratan administrasi, akademik, dan nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan almarhum telah secara sah diterima. Tinggal keputusan politik dari Presiden. Menurut Malik, biasanya, kalau sudah lulus oleh penilaian TP2GP, tak ada halangan lagi bagi Presiden untuk memberikan gelar pahlawan nasional.

“Kita juga minta dukungan dari DPR dapil Kepri untuk sama-sama mengawal. Sehingga keinginan besar ini terwujud,” harap Malik.

Dikatakan Malik, tahun 2017 ini menjadi peluang terakhir Provinsi Kepri untuk mewujudkan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai pahlawan nasional. Pemerintah Provinsi Kepri telah menyematkan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai pahlawan gerilya laut. Pemprov Kepri telah melengkapi dokumen dan mengusulkan kembali ke pemerintah pusat sejak 20 April 2017 lalu.

Dijelaskannya, apabila kesempatan kali ini gagal, maka peluang Kepri untuk menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai pahlawan nasional kandas selamanya. Menyadari hal itu, pihaknya sudah melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan dari berbagai sumber. Bahkan sebagian dokumen didapat dari Malaysia dan Belanda.

Dijelaskannya, kenapa Sultan Mahmud Riayat Syah disematkan sebagai pahlawan gerilyawan laut. Karena dia merupakan sosok yang ahli dalam memimpin strategi perang di laut.

Dikatakan Malik, meskipun Kepri saat ini memiliki dua tokoh pahlawan nasional yang disematkan kepada Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah. Akan tetapi gelar tersebut bukan didapat sewaktu Kepri menjadi provinsi sendiri. (jpg)

Batam Butuh Ribuan Pekerja Aviasi

0

 

batampos.co.id – Dalam lima tahun ke depan, industri penerbangan nasional diperkirakan akan terus tumbuh pesat. Seiring dengan hal tersebut, kebutuhan akan pekerja teknik perawatan pesawat udara (aviasi) juga dipastikan meningkat, khususnya untuk wilayah Batam.

Sebab nantinya, di Batam akan ada dua pusat perawatan pesawat udara. Yang pertama Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) milik Lion Air Group yang sudah beroperasi dan tengah melakukan pengembangan kapasitas. Dan satu lagi Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia yang saat ini dalam proses pengukuran lahan untuk pembangunan.

Dirut PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia, Iwan Joeniarto, mengungkapkan perusahaan perawatan penerbangan yang dikelolanya saja membutuhkan ribuan karyawan untuk menjaga agar jadwal pemeliharaan pesawat yang sangat sibuk bisa tetap berjalan.

Selama ini, kata Iwan, PT GMF merekrut tenaga mekanik ahli yang disediakan oleh lembaga pendidikan penerbangan maupun akademi teknik penerbangan yang tersebar di seluruh indonesia. “Tapi itu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan,” katanya di Jakarta, Senin (7/8).

Sejumlah mekanik sedang melakukan pengecekan pesawat Lion Air di Hanggar Lion Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (4/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Iwan menyebut, saat ini sekitar 51 persen kegiatan pemeliharaan pesawat terbang masih dilakukan di luar negeri. Sebab di Indonesia dukungan tenaga kerja yang cakap belum terpenuhi. Kalau suplai terpenuhi, maka seluruh perawatan pesawat bisa dilakukan di dalam negeri. “Tentunya ini akan mengangkat perekonomian kita,” katanya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengungkapkan, bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan Kemnaker memang memiliki kejuruan Aviasi. Namun menurut Hanif, kejuruan tersebut masih harus ditingkatkan lagi agar mampu menghasilkan output yang berkualitas.

“Kami akan kaji lagi bagaimana workshop dan kurikulumnya,” kata Hanif.

Menurut Hanif, memang tidak mudah mempersiapkan tenaga kerja di bidang aviasi. Perlu ada infrastruktur dan investasi yang tidak kecil. Mulai dari pembangunan sarana dan prasarana pelatihan, menyewa instruktur, serta menyusun kurikulum yang mendukung pendidikan tersebut.

Untuk itu, menurut Hanif perlu diadakan kerjasama khusus antara Kemnaker, maskapai penerbangan, serta sekolah-sekolah penerbangan di seluru Indonesia.

“Jadi mereka tidak hanya menyiapkan calon penerbang saja, tapi juga mekanik-mekanik yang andal untuk perawatan pesawatnya,” katanya. (tau/jpgroup)

Prabowo Lirik Syahrul

0
Syahrul. foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menjelang digelarkanya pesta demokrasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto melirik Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul untuk dipersiapkan sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kepri.

“Ya memang benar adanya pembincaraan terkait nama Pak Syahrul di tingkat pusat. Bagaimana keputusannya nanti adalah ranahnya pusat,” ujar Sekretaris Gerindra Provinsi Kepri, Onward Siahaan, Senin (7/8).
Ditanya terkait sosok Syahrul yang memutuskan maju sebagai salah satu calon Walikota Tanjungopinang, Anggota DPRD Kepri tersebut menilai, figur Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul bisa menjadi lawan yang sepadan bagi kandidat petahana, Lis Darmansyah untuk bersaing pada Pilkada Tanjungpinang 2018.
“Kita melihat elektabilitas Syharul belakangan ini sudah sebanding dengan Lis Darmansyah. Berkaca dari perkembangan tersebut, tentu Syahrul punya potensi untuk memimpin Tanjungpinang 5 tahun kedepan,” paparnya.
Menurut Legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut, sejauh ini memang Syahrul belum ada melakukan komunikasi politik dengan Gerinda. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kedepan itu akan terjadi. Apalagi banyak dukungan dari arus bawah yang menginginkan Syahrul untuk maju pada Pilwako kali ini.
“Harus diakui, nama Syahrul mulai berkibar belakangan. Dengan pengalaman birokrasi yang ia memiliki, tentu menjadi nilai. Apalagi ia juga merupakan sosok yang dekat dengan rakyat,” jelas Onward.
Wakil Rakat daerah pemilihan Batam tersebut juga mengatakan, Syahrul juga merupakan sosok yang pernah memimpin Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang. Menurut Onward, dirinya tidak melihat ada yang cacat dalam diri Syahrul. Atas dasar itu, ia punya keyakinan, Syahrul tidak akan melewatkan peluang untuk maju sebagai kandidat Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023.
“Apalagi ia bukan orang politik. Meskipun demikian, ia punya visi-misi yang bagus untuk membangun Tanjungpinang kedepan,” papar Onward.
Ditambahkannya, meskipun sekarang ini sudah terbangun Koalisi Anak Pinang yang melibatkan, Partai Golkar, Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Selain itu ada juga koalisi Partai Keadilan Sejahtera dengan Gerindra (Setara).
“Koaliasi adalah menyangkut mekanisme berpolitik. Artinya tidak menutup kemungkinan, koalasi-koalisi yang sudah ada membentuk poros baru dengan mendukung Syahrul. Persoalan kandidat Wakilnya tentu bisa dibicarakan,” tutup Onward.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Ade Angga juga mengatakan ada informasi yang berkembang, bahwa Syahrul sedang dipersiapkan salah satu parpol sebagai Ketua Parpol tingkat Provinsi Kepri. Dikatakannya juga, melihat perkembangan sekarang ini besar kemungkin akan terjadi gabungan koalisi nantinya.
“Dalam dunia politik itu bisa saja terjadi. Bagaimana langkah selanjutnya tentu harus melalui komunikasi politik,” ujar Angga.(jpg)

Memang Tidak Semua Laki-Laki seperti Basofi

0

Dia jenderal. Dia ulama. Dia artis. Dia birokrat. Dia petani. Dia olahragawan. Pak Basofi Sudirman adalah siapa saja dan apa saja. Saking pinternya, sampai-sampai muncul kritik: Pak Basofi tidak pernah mau mendengarkan masukan-masukan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai gubernur Jatim (1993–1998).

Ada yang menilai hal itu terjadi karena Pak Basofi bukan sembarang laki-laki. Di banyak hal, beliau lebih dari siapa saja. Di militer, Pak Basofi bukan sembarang militer. Pangkatnya mayor jenderal. Kesatuannya Kopassus. Di kalangan ulama, Pak Basofi bukan sembarang ulama. Dia sudah ulama sejak dari sononya. Ayahnya yang juga jenderal itu adalah ketua PTDI (Pendidikan Tinggi Dakwah Islam). Di kalangan seniman, Pak Basofi bukan sembarang artis. Lagu dangdutnya ngetop sampai tingkat nasional. Judul lagunya semua orang tahu: Tidak Semua Laki-Laki. Sebagai birokrat, dia tidak ujug-ujug jadi gubernur. Dia menjadi wakil gubernur dulu di wilayah penting: Jakarta.

Di kalangan olahragawan, Pak Basofi juga tidak bisa direndahkan. Dia pemain sepak bola yang andal. Bahkan masih terus bermain bola selama menjadi gubernur. Nama-nama pemain asing dia ubah. Menjadi nama Jawa. Lucu sekali.

Wartawan juga akrab dengan Pak Basofi. Sampai-sampai, kelak, diangkat menjadi ketua Yayasan Akademi Wartawan Surabaya. Hingga akhir hayatnya kemarin. Memang sudah ada wacana saya diminta menggantikannya, tapi saya tidak mungkin menghadapnya ke Jakarta.

Pokoknya, Pak Basofi itu pandai sekali. Seandainya Pak Basofi membuka diri untuk menerima masukan pun, yang akan memberi masukan belum tentu merasa pantas. Bisa-bisa sudah merasa kalah duluan.

Karena itu, agak mengejutkan ketika pada akhirnya Pak Basofi hanya menjabat satu periode. Maklum, waktu itu bukan rakyat yang menjadi penentu. Kalau saja sistem pemilihan gubernur sudah seperti sekarang, bisa jadi Pak Basofi akan terpilih untuk kali kedua. Cukuplah Pak Basofi mendendangkan Tidak Semua Laki-Laki. Semua perempuan pasti akan memilihnya. Juga suami mereka.

Pak Basofi juga punya ikon lainnya: Sarung dijadikan baju. Secara konsisten, beliau mengenakan baju kotak-kotak yang bahannya dari sarung. Desainnya pun sangat khas. Jadilah model baju seperti itu populer dengan sebutan ”baju Basofi”. Semua pejabat mengikutinya. Baju Basofi menjadi mode di kalangan birokrasi.

Tapi, sistem pemilihan waktu itu masih lewat DPRD. Siapa yang berhasil melobi tiga jalur di dalam Golkar, dialah yang menang. Pak Basofi juga tampak rajin melobi sana-sini. Untuk bisa diangkat lagi. Namun, partai-partai cenderung menunggu dulu sikap Fraksi ABRI. Panglima ABRI menjadi sangat menentukan. Golkar pun sebagai mayoritas mutlak, tidak mungkin independen. Menunggu dulu sinyal dari jalur A. Yakni Faksi ABRI di dalam Golkar.

Di detik-detik akhir, sikap Fraksi ABRI ternyata mengecewakannya: lebih menjagokan Mayjen Imam Utomo yang saat itu menjabat Pangdam V/Brawijaya.

Maka, masa jabatannya pun hanya sekali. Masa mode baju Basofi pun tidak bisa lebih lama lagi. Hanya kepopuleran lagu-lagunya yang lebih abadi.

Pada hari-hari pertama Pak Basofi menjabat gubernur, saya sering dipanggil. Atau menghadap. Biasanya di rumah dinas gubernur di Jalan Imam Bonjol. Berkali-kali Pak Basofi merogoh saku celananya. Lalu mengambil satu benda dari dalam sakunya.

Menempelkannya di telinganya sambil bicara. Waktu itu saya belum tahu kalau sudah ada handphone. Meski akhirnya saya tahu bahwa benda tersebut adalah handphone berukuran kecil, saya tetap heran. Kok Pak Basofi tahu ya kalau lagi ada telepon untuknya. Baru belakangan saya tahu bahwa nada panggil itu ternyata bisa dalam bentuk getar. Pak Basofi-lah yang membuat saya tahu adanya handphone getar. (*)

 

Oleh DAHLAN ISKAN

Super Weekend

0

Bahagia itu simpel. Merayakan weekend dengan keluarga itu super.

Untuk pertama kalinya sejak bertugas di Batam Pos, saya bisa berkumpul dengan keluarga. Istri, anak-anak, kedua orang tua, dan adik perempuan saya. Bukan di Batam, tapi di Balikpapan.

Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-932 menerbangkan saya dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 16.20 WIB. Tepatnya Jumat (4/8).

Di pesawat ber-budget murah itu, seat A1 jadi singgasana. Nyaman. Meski berstatus kelas ekonomi, rasanya kayak bussines class. Kaki bisa selonjoran. Itu berkat bantuan Direktur Bisnis Batam Pos, Usep RS yang membantu check in jarak jauh lewat koleganya. Hatur nuhun kang.

Di atas langit nusantara, pikiran saya benar-benar bahagia. Momentum untuk melepas kangen terwujud. Meski hanya sebentar, namun patut disyukuri.

Tiba di Balikpapan, saya pun mempercepat langkah kaki. Kebetulan tidak banyak barang yang dibawa. Hanya pakaian yang menempel di badan serta sekotak kue Kek Pisang Villa.

Di pintu keluar, istri saya, Afriani sudah menunggu. Mengenakan batik hitam-putih, cewek yang saya nikahi 15 April 2011 itu tampak anggun. Saya hampiri dia dan langsung memeluknya. Melepas kangen di hadapan orang banyak. Ah… cuek saja. Dunia serasa milik berdua. Hehehehe

Selepas itu, kami pun menuju tempat parkir. Karena tidak punya mobil, saya dijemput pakai motor. Kuda besi bermerek Honda Supra Fit 125 itu adalah motor yang mempertemukan kami dulu waktu pacaran. Penuh kenangan. Istri saya memanggilnya “Si Yellow”.

Keluar dari bandara, saya memacu motor di jalanan Balikpapan. Bukan menuju rumah, tapi ke Fave Hotel. Kebetulan saya dapat voucher menginap gratis dari Bontang Post, tempat pengabdian saya sebelum di Batam Pos.

Dari malam sampai pagi kami hanya berdua di hotel itu. Apa yang kami lakukan? Itu rahasia. Hehehehe

Sabtu (5/8) pagi setelah sarapan di hotel, kami pun langsung ke rumah. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari hotel. Baru sampai pintu, kedua putri kami, Akeila Lanoverian Guntur Sunan dan Ajeng Lanoverian Guntur Sunan langsung histeris. “Pipi….,” teriak mereka sambil memeluk kaki saya.

Air mata pun menetes. Kedua putri saya yang sebelumnya marah dan tidak mau mengangkat telepon sejak saya di Batam juga menangis. Seketika itu juga, keduanya langsung saya peluk.

Maklum, baru kali ini mereka saya tinggal cukup lama. Jauh pula. Mereka masih lugu. Wajar marah lantaran ditinggalkan ayahnya. Puas berpelukan, saya pun salim dengan kedua orang tua dan adik.

Tanpa menghiraukan lelah dan capek, saya meladeni keinginan kedua anak saya untuk bersama. Pengalaman mereka sejak saya tinggal, saya dengarkan dengan seksama. Meskipun di sela-sela cerita mereka, diselingi dengan memarahi saya yang lama tak pulang.

Tak sampai di situ, mereka juga “menghukum” saya untuk menyuapi makan siang, menemani tidur siang, dan terakhir memandikan hingga mendandani. Mirip kayak anak-anak yang haus kasih sayang seorang ayah. Hihihihi

Tapi it’s oke. Setelah tampak cantik usai mandi dan dandan, mereka pun “menyeretku” ke motor. “Ayo kita main ke Giant,” ajak si sulung, Akeila.

Istriku pun hanya tersenyum. Tanpa ba-bi-bu, kuambil kunci motor dan berangkatlah ke Giant Mall yang jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah.

Meski hanya membawa sisa gaji, namun kupaksakan untuk membahagiakan kedua putriku. Untungnya, permainan anak-anak di Giant murah meriah. Sehingga mereka bisa main sepuasnya. Semua wahana dicoba mereka.

Malam itu terasa lama. Sesuai harapanku. Malam itu pula kupuaskan mataku untuk memandangi keceriaan anak-anakku. Melihat mereka tersenyum dan tertawa bahagia mampu menenangkan hatiku. Luar biasa.

Tak hanya itu saja. Puas bermain mereka mengajak jalan-jalan. Permintaan itu pun kuladeni. Kali ini hanya jalan-jalan keliling kota dengan menunggangi “si yellow”.

Puas bermain dan keliling kota, kami pun pulang. Tiba di rumah, keduanya langsung “menerjangku”. Mereka memilih tidur di kedua lenganku. Kanan-kiri. Kali ini istriku mengalah. Membiarkan kedua putriku melepas kangen.

“Pipi, hari ini aku senang sekali. Bisa main sama pipi. Besok main lagi ya,” kata Akeila. “Iya pi,” sahut Ajeng.

Minggu (6/8) saya bangun kesiangan. Tak kusangka, kedua putriku masih terlelap di kedua lenganku. Hanya saja, mereka sudah berganti pakaian. Sudah mandi dan dandan.

“Habis mandi anak-anak tidur lagi. Enggak mau jauh dari pipinya,” ujar istriku. Rasa keram di lengan pun kutahan. Saya tak ingin mengganggu tidur Akeila-Ajeng. Tak lama kemudian, saya pun terlelap lagi.

Sekira pukul 13.00 Wita, kedua putriku membangunkanku. “Ayo pi, bangun. Mandi. Terus jalan,” ujar Akeila. Dengan wajah kusut habis bangun tidur, saya pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.

Setelah berpakaian rapi, lagi-lagi diajak jalan lagi. Kali ini tujuannya bukan untuk bermain. Tapi membeli buku cerita untuk dikumpul di sekolah. Enam buku cerita dan puzzle bergambar Putri Salju didapat. Bubur kacang ijo juga dibeli. Pokoknya asyik.

Selepas itu, langsung pulang. Karena mereka harus tidur cepat agar bangun pagi keesokan harinya.

Sebelum tidur, anakku minta dibacakan cerita. Kebetulan, buku yang dipilih mereka adalah Kisah Burung Nuri dan Kakatua. Mereka mendengarkan dengan seksama. Sesekali saya mengintip mereka, apakah sudah tidur atau belum.

Hasilnya, Ajeng tidur duluan. Sementara Akeila masih melek. Namun beberapa saat kemudian tidur.

Senin (7/8) pagi, terdengar nyaring suara kedua anak-anakku. Ternyata mereka sedang sarapan. Disuapi oleh neneknya. Saya pun bergegas mandi karena ingin mengantar mereka ke sekolah.

Waktu menunjukkan pukul 07.30 Wita, kami pun berangkat ke sekolah. Menggunakan motor, kami tiba di sekolah sekira 10 menit kemudian.

Turun dari motor, kupeluk erat mereka. Kukecup keningnya. Berusaha melawan perasaan berat untuk berpisah lagi.

Yang membuat haru, ini untuk pertama kalinya saya mengantar anak-anak sekolah selama tinggal di Balikpapan. Meskipun agak telat, namun momentum itu tidak akan pernah terlupa.

Melihat mereka masuk kelas, lagi-lagi air mata menetes. Saya hanya tertegun. Namun, ada tugas dan kewajiban di Batam. Selama sebulan ke depan, saya pun harus menahan rindu dengan keluarga.

Beberapa saat setelah mengantar anak-anak ke sekolah, saya pun diantar istri ke bandara. Nahas, bensin kami habis di tengah jalan. Tak hanya itu, di tengah perjalanan kami disambut hujan deras. Karena pakai motor, jadi harus berteduh.

Saya pun ketinggalan pesawat.

Beruntung Manajer Iklan Batam Pos, Tri Agus memesankan tiket. Saya pun berangkat ke Batam melalui Banjarmasin.

Tulisan ini saya selesaikan di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin. Kenapa? Pesawat kami dellay dalam waktu cukup lama. Dari awal rencana keberangkatan pukul 17.00 Wita, hingga pukul 19.00 Wita (18.00 WIB), saya dan belasan penumpang “terlantar” di Gate 5. Pesawat Lion Air JT-835 yang mengangkut kami belum tiba dari Surabaya.

Terlepas dari itu semua, weekend kemarin begitu istimewa. Itulah mengapa saya sebut super weekend. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Agar Anak Negeri Lancar Berkomunikasi

0

Komunikasi menjadi mudah dan murah.

Telepon telah ada dalam genggaman. Telepon tak lagi hanya berdiam di rumah.

Telepon genggam atau telepon selular tak pula perlu kabel.

Sinyal suara atau data merambat dari pemancar satu ke pemancar lain hingga diterima ponsel kita.

Seperti nampak tower Telkomsel di Perumahan Griya Prima Batuaji , Batam, Kepulauan Riau.

Melalui pemancar ada dimana-mana Telkomsel menjamin kelancaran berkomunikasi bagi anak negeri.

foto/teks: Dalil Harahap / Batam Pos