Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 13142

Pengusaha Bintan Dukung Jembatan Babin

0

batampos.co.id – Pengusaha di Bintan mendorong realisasi pembangunan jembatan Batam dan Bintan (Babin) karena bisa memaksimalkan potensi dua daerah. Selain itu, wilayah Bintan dan Tanjungpinang yang sepulau akan banyak diuntungkan atas pembangunan jembatan.

Pengusaha asal Tanjunguban, Indra Setiawan mengatakan, banyak keuntungan yang akan di dapat masyarakat Bintan jika Batam dan Bintan terkoneksi jembatan. Menurutnya, petani yang ada di Bintan dapat dengan mudah memasarkan hasil taninya.

Karena, menurutnya, hasil pertanian di Bintan masih dikuasai tengkulak atau ada juga petani yang menjual hasil pertanian langsung ke pengecer. “Kalau ada jembatan, petani bisa menjual hasil taninya langsung,” katanya.

Dampak positifnya, adalah harga kebutuhan pokok di Bintan akan semurah Batam. Sebab, kebutuhan pokok di Batam akan dapat langsung didistribusikan ke Bintan dan Tanjungpinang. “Selama ini barang di Batam dan Bintan didatangkan dari Jakarta, tapi ketika kita mengambil barang dari Batam selalu dipersulit,” katanya.

Indra menjelaskan, pengusaha di Batam maupun Tanjungpinang bukannya tidak mau secara langsung mendatangkan barang dari Jakarta. Namun, karena kuotanya sedikit, sehingga semua barang harus melalui Batam.

“Misalkan saja tepung kita mau order 100 ton. Itu harus berbagi dengan dua atau tiga pengusaha lain, baru bisa didatangkan. Itu pun terkadang ada pengusaha yang stoknya masih ada, jadinya mau tidak mau kami ke Batam juga,” tuturnya.

Di sektor pariwisata, menurutnya juga akan terdongkrak. Kunjungan wisatawan lokal dipastikan meningkat. Terlebih selama ini, banyak masyarakat Batam yang berlibur untuk menikmati objek wisata di Bintan. Adanya jembatan ia memastikan masyarakat Batam yang menyeberang ke Bintan bisa meningkat. “Sangat baik untuk kita. Karena banyak wisata lokal di kita yang bisa dijual,” tuturnya.

Hanya, dia meminta agar apabila jembatan Babin terealisasi, sebaiknya pemerintah daerah dan pusat yang berada di daerah duduk bersama. Agar aturan aturan yang berseberangan atau yang menyulitkan pengusaha bisa dirampingkan atau disederhanakan.

“Seperti aturan PPN 10 persen untuk kendaraan. Kan Batam dan Bintan masih satu provinsi, kenapa hanya Batam yang diistimewakan,” katanya.
Kalau perlu, ia berharap kawasan free trade zone di Bintan dibuat menyeluruh seperti di Batam. (cr21)

Desa Pengujan Dilirik Investor

0
Bupati Bintan Apri Sujadi memukul kayu menandakan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Pengujan, Jumat (4/8). F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi melakukan peletakkan batu pertama pembangunan jembatan sepanjang 280 meter di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (4/8). Sejalan itu, diungkapkannya ada investor yang tertarik mengembangkan resort.

“Ada investor yang melirik potensi wisata di daerah seberang (Dusun III),” kata Apri.
Apri mengatakan, keinginan investor menanamkan modalnya di Desa Pengujan harus didukung. Terlebih, Desa Pengujan secara tata kelola serta ruang ditetapkan menjadi wilayah pariwisata.

Apri juga mengatakan pembangunan jembatan adalah amanah dari masyarakat. Dua tahun lalu dirinya bersama Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menampung aspirasi masyarakat yang kala itu meminta pembangunan jembatan sebagai akses kedua dusun yang terbelah selat. “Transportasi masyarakat hanya pokcai. Kalau ada keluarga yang sakit di malam hari, bisa dibayangkan sulitnya,” ungkapnya.

Di tahun ini, katanya pembangunan jembatan baru terealisasi. Tahap awal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp 5,4 miliar dari total anggaran sekitar Rp 14 miliar. “Kami harapkan tahun depan dapat dibantu dewan agar jembatan benar-benar terealisasi,” katanya.

Selesainya jembatan, diharapkannya, semakin memudahkan akses tiga dusun dan memberikan dampak ekonomi. Dia juga berpesan, setelah selesainya jembatan, masyarakat dapat menjaganya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bintan, Junirianto, pembangunan jembatan sepanjang 280 meter akan dikerjakan dua tahap. Tahun ini, dengan menelan anggaran sekitar 5,4 miliar akan dikerjakan pembangunan jembatan sepanjang 200 meter.

“Dari dusun II 120 meter, dari dusun III 80 meter, dengan lebar 3,6 meter,” katanya.
Tahap kedua, masih kata Juni, akan dibangun dari dua dusun masing-masing 80 meter, dengan lebar 4 meter. “Diperkirakan anggaran di tahap kedua sekitar RP 8,5 miliar,” jelasnya.

Pembangunan jembatan, menurutnya, memerlukan biaya yang besar. Karena itu, untuk konstruksinya digunakan rangka baja. “Diharapkan dua tahun selesai,” harapnya. (cr21)

Kalau Bukan Karena Adipura, Belum Tentu Kami Jadi Artis Begini

0
Piala Adipura diarak keliling kota Tanjungpinang, Jumat (4/8). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tanjungpinang meraih Anugerah Adipura untuk kali kedua. Jumat (4/8), anugerah kebanggaan itu diarak keliling kota.

Sorak sorai dan lambaian tangan masyarakat mengiringi kedatangan Penghargaan Adipura. Lambaian dan teriakan beberapa warga yang mengucapkan selamat juga diarahkan pada para petugas kebersihan, yang ikut diarak.

“Kalau tak karena dapat penghargaan, belum tentu kami rasa macam-macam artis begini,” ujar salah satu wanita, petugas kebersihan tersipu malu setelah turun dari truk yang membawanya mengitari kota Tanjungpinang.

Dari bandara Raja Haji Fisabilillah melalui jalan-jalan utama ibu kota provinsi, arak-arakan yang juga diikuti oleh wali kota beserta wakilnya, meriah.

Kemeriahan seakan membawa pesta keberhasilan perolehan Adipura, ke tengah-tengah masyarakat Tanjungpinang.

“Selamat dan sukses kepada masyarakat Tanjungpinang atas diraihnya piala Adipura 2017,” kalimat yang tertulis di badan kendaraan yang membawa piala tersebut.

Kalimat yang sama pun turut dituturkan berulang kali oleh Lis Darmansyah, sejak diberikannya penghargaan dari pemerintah pusat ini.

“Ini hasil kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas kita semua. Mulai dari pemerintahan hingga lapisan masyarakat turut memberikan kontribusi menjaga kebersihan Kota Tanjungpinang,” tutur Lis saat menyampaikan sambutannya di Gedung Gong-gong, tempat berakhirnya arak-arakan Adipura.

Adipura yang menggaungkan nama Kota Tanjugpinang di kancah nasional ini, sambung Lis, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat. Untuk tetap mencintai lingkungan. Sehingga mampu menjaga kebersihannya di setiap waktu.

“Apa yang diperoleh, murni dari hasil kerja kita semua,” ujar dia lagi.

Mensyukuri atas penghargaan nan membanggakan ini pun, Pemko Tanjungpinang turut memberikan bonus kepada 530 petugas kebersihan. Meski diakui bahwa kerja keras para petugas kebersihan tak dapat dinilai dengan uang. Namun bonus yang dibagikan, diharap mampu sedikit menceriakan hari para petugas kebersihan yang telah berjuang menjaga kebersihan kota.

Sementara itu, Amrialis, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pemakaman mengakui salah satu kelemahan Pemko Tanjungpinang, yang terkait dengan kesejahteraan pegawai petugas kebersihannya.

“Kami akui benar. Namun demikian kami pun berbangga, karena mereka tetap bersemangat bekerja keras menjaga lingkungan. Maka itu, kami beri apresiasi, meski tak bernilai besar, kepada para petugas kebersihan ini,” papar pria yang akrab disapa Am. (aya)

Perusda PHK Semua Karyawan

0
Rapat kerja komisi III DPRD Natuna bersama Pemkab Natuna dan perwakilan Perusda di Gedung DPRD Natuna, beberapa waktu lalu. F. Aulia Rahman/ Batam Pos.

batampos.co.id – Perusahaa Daerah (Perusda) Natuna kini betul-betul sudah kolaps. Tidak adanya sumber pendapatan yang seimbang dari pengeluaran, menyebabkan manajemen Perusda membuat keputusan merumahkan seluruh karyawan. Hal ini dibenarkan Ketua Badan Pengawas Perusda Natuna, Hermanto.

Sejak bulan Juni kemarin Perusda Natuna sudah menghitung hutang gaji karyawan ditambah pesangon mencapai Rp 2,5 miliar. Jumlah tersebut sangat sulit untuk dipenuhi perusda. Makanya diambil keputusan untuk merumahkan seluruh karyawan.

Gaji karyawan Perusda sendiri sejak tahun lalu hingga saat ini belum dibayarkan. Kondisi tersebut terjadi karena sektor usaha yang selama ini dikelola Perusda, seperti pengoperasian listrik pedesaan dan sejumlah usaha lainnya, terpaksa tutup karena kebijakan pemerintah.

“Sebelumnya karyawan Perusda sebanyak 42 orang. Kita tak mampu bayar gajinya sejak tahun lalu. Pendapatan tak sebanding beban kewajiban operasional seperti gaji, bayar listrik, air dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dan saat ini dengan kebijakan ini katanya, Perusahaan plat merah ini berjalan tanpa karyawan dan kini tersisa tinggal pejabat tertinggi perusahaan yakni Direktur Utama (Dirut). Sementara mulai jabatan direksi, manajer, staf dan tenaga lapangan sudah dirumahkan semuanya.

“Sekarang tinggal tersisa dirut dan empat orang Badan Pengawas saja yang masih tercatat di Pemerintah,” sebut Hermanto.

Dengan kondisi utang perusahaan mencapai Rp 2,5 miliar tersebut, Perusda hanya fokus menyelesaikan persoalan utang. Hingga Desember mendatang, Perusda tidak merencanakan unit usaha untuk dikembangkan.

“Aset Perusda akan dilepas untuk lunasi utang Rp 2,5 miliar itu. Prioritasnya bayar utang gaji dulu. Sampai sekarang kami badan pengawas juga tidak terima gaji,” ujarnya. (arn)

Serahkan Kapal Pengangkut Ikan dan Premi Asuransi

0
Menteri Kelautan dan Perikanan,Susi Pudjiastuti saat sampai di pelabuhan perikanan selat lampa Natuna. F. Aulia Rahma/Batam Pos.

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berwisata ke Natuna. Menggunakan kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan Orca 2 dan tiba di pelebuhan sentra perikanan Selat Lampa sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (4/8).

Menteri Nyentrik ini tiba di Natuna tanpa disambut pejabat daerah, dan terlihat nyantai mengenakan sandal jepit didampingi pejabat Kementerian Sjarif Widjaya. Menurut informasi, ke Natuna Menteri Susi juga mengagendakan untuk melakukan wisata selam.

Menteri Susi dijadwalkan berada di Natuna selama beberapa hari hingga 8 Agustus mendatang, dengan sejumlah agenda di antaranya penyerahan bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN) 2017 di Kabupaten Natuna untuk 72 nelayan dengan nilai premi Rp 175 ribu.

Susi juga akan memberikan realisasi klaim asuransi nelayan tahun 2016 senilai Rp 160 juta untuk klaim pertanggungan nelayan karena kematian alami. Agenda selanjutnya penyerahan Paket kapal pengangkut ikan 30 GT KM Nelayan 2016-02 senilai Rp 2 miliar lebih dan KM Nelayan 2016-03 senilai Rp 2 miliar lebih.

Kasubag Humas Pemkab Natuna Noryenti mengatakan, agenda menteri Susi juga akan menyerahkan Paket Alat Penangkapan Ikan berupa Bubu Lipat Ikan sebanyak 72 unit senilai hampir Rp 2 miliar. Kemudian dilanjutkan dengan arahan Menteri Susi untuk nelayan dan pemerintah.

“Bu Menteri Susi juga meninjau realisasi pembangunan sentra industri kelautan dan perikanan di Selat Lampa. Nantu ada agenda secamacam liburan bersama keluarganya selama beberapa waktu di Natuna,” kata Noryenti.

Kunjungan Meteri Susi di Natuna sebelumnya direncanakan merapat di pelabuhan Penagi. Namun dipindahkan merapat di Selat Lampa.

“Rencana berubah. Tadinya Bu Menteri akan nginep di kediaman Pak Bupati, tapi beliau akan bermalam di Selat Lampa. Tapi lagi-lagi kami belum tahu persisnya, kami masih menunggu arahan,” sebut Noryenti. (arn)

Pemkab Minta Tower Monopol Segera Dioperasikan

0
Tower monopol sudah selesai dibangun beberapa bulan lalu tapi sampai sekarang belum dioperasikan. F.Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah kKabupaten kepulauan Anambas sudah meminta kepada PT. Telkomsel cabang Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) agar Tower monopol yang sudah selesai dibangun di bagian belakang kantor bupati Kepulauan Anambas segera dioperasikan.

“Sebelum bulan Ramadan kemarin kita sudah minta ke cabang Sumbagteng, tapi sampai saat ini belum juga dioperasikan karena mereka harus koordinasi dulu dengan cabang Sumbaggut Medan. Kita masih menunggu hasilnya. Jika dalam waktu dekat ini belum juga dioperasikan maka kita akan ingatkan kembali,” ungkap kepala Dinas Telekomunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Jefrizal Jumat (4/8).

Tower Monopol yang sudah dibangun tersebut kata Jefrizal, itu akan beroperasi jika sudah dipasang perangkat. Rencananya, bukan perangkat baru yang akan dipasang di tower monopol tersebut melainkan perangkat yang akan dipasang berasal dari perangkat tower combat yang saat ini masih berdiri berdekatan dengan tower monopol.

“Nanti perangkat tower combat akan dicopot kemudian dipasang di tower monopol. Jadi tower combat akan dipindahkan di Batu Tambun Bawah,” ungkapnya lagi.

Karena perangkatnya nantinya dipindahkan ke tower monopol, maka tower combat nantinya dalam keadaan kosong tanpa peragkat. Oleh karena itu pihaknya berharap agar tower combat tersebut bisa dipasang perangkat baru kemudian baru didirikan di batu tambun bagian bawah supaya bisa difungsikan seperti biasa. Jika ada perangkat baru lagi, maka sinyal bisa diestafetkan dari Tarempa. (sya)

Gubernur Panen Perdana Jagung

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengolah tanah menggunakan traktor saat melakukan kunjungan ke Pulau Kundur, Jumat (4/8).

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun Jumat 4/8 kemarin melakukan panen perdana tanaman jagung Sukmaraja di Kampung Jawa (Taihak) Desa Teluk Radang kecamatan Kundur Utara (Kuta).

Jagung Sukmaraja yang dikembangkan kelompok tani Kundur Utara sendiri merupakan faritas unggul dengan pedampingan loka pengkajian teknologi dan pertanian (LPTP) provinsi Kepri.

Dalam kesempatan itu Nurdin Basirun mengapresiasi upaya petani pulau Kundur untuk terus mengembangkan tanaman palawija seperti jagung dan lainya. Dan hari ini dilakukan penan perdana tanaman jagung faritas unggul yang dibudidayakan oleh sejumlah kelompok tani. Pemerintah melalui dinas pertanian maupun LPTP terus mendukung agar kegiatan ini terus dikembangkan. Diharapkan jagung nantinya menjadi produk unggulan bagi masyarakat Kundur Utara.

“Panen jagung yang kita lakukan hari ini sebagi bukti nyata hasil kerja keras yang dilakukan sejumlah petani di Kundur Utara dengan pendampingan dari LPTP Kepri. Kita harapkan jagung faritas unggul ini dapat dikembangkan petani karena hasilnya cukup bagus,” kata Nurdin.

Sementara menurut Nasir ketua kelompok tani menyebutkan jagung Sukmaraja baru pertama kalinya dikembangkan, sebelumnya tanaman jagung manis. Jagung Sukmaraja sendiri untuk pakan ternak, dan hasilnya lumayan bagus satu hektarnya menghasilkan 3 ton jagung. Hanya saja keluhan yang dirasakan petani masalah ketersediaan pupuk kimia subsidi yang sulit diperoleh.

Pengelolaan jagung Sukmaraja sendiri didampingi langsung dari LPTP mulai dari pra panen hingga pasca panen. Bahkan masalah pupuk kimia juga langsung dibantu dari LPTP, kami harapkan agar pemerintah memudahkan ketersediaan pupuk kimia subsidi. (ims)

 

Ban Selip, Truk Terguling

0
TRUK yang membawa muatan tanah merah terguling di Jalan Teluk Lekop Kecamatan Tebing. F. Sandi/Batam Pos

batampos.co.id – Satu unit truk bermuatan tanah merah terguling di Teluk Lekop, Kecamatan Tebing, Kamis (3/8). Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab truk tersebut terguling. Yang jelas, akibat dari kejadian tersebut, satu orang pengemudi sepeda motor mengalami luka lecet karena tersenggol badan truk.

”Truk yang terguling dengan nomor polisi BP 9001 KU dikemudikan oleh Kusaini. Keterangan sementara, akibat ban selip, sopir tidak bisa mengendalikan jalannya truk. Sehingga sopir mengambil inisiatif banting setir ke kiri dan kemudian menyenggol sepeda motor mengalami luka lecet di kaki sebelah kiri dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Kenedy, Jumat (4/8).

Kepada para sopir truk ketika membawa muatan harus sesuai dengan kemampuan atau daya angkut truk itu sendiri. Sehingga, tidak menimbiukan kecelakaan lalu lintas dan juga membahayakan orang lain atau pengguna jalan.

Selain itu, supir juiga tidak memaksakan diri untuk mengejar jumlah trip yang banyak tanpa memperhatikan kondisi truk. (san)

Pemadaman Bergilir Selama Seminggu

0
Tim teknisi PLTU Tanjungsebatak sedang memperbaiki mesin pembangkit listrik di unit dua yang mengalami kebocoran. F. Dok PLN untuk Batam Pos.

batampos.co.id – PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun melakukan pemadaman listrik kepada para pelanggan yang ada di empat wilayah pulau Karimun, sejak Senin (31/7) lalu .

Pemadaman dilakukan, diakibatkan terjadinya kebocoran steam di wall tube pada boiler PLTU unit 2 Tanjungsebatak. Sehingga, terjadi defisit daya mencapai 3 Megawatt dalam sepekan ini maupun pekan depan.

”Kebocoran itu diketahui setelah adanya pengecekan. Makanya, kami melakukan pemadaman total terhadap mesin tersebut dan langsung dilakukan pengelasan secara bertahap,” jelas Manajer PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun Fauzar Zain, kemarin (4/8).

Sedangkan, pemadaman secara bergilir dimulai pukul 17.00 WIB hingga 01.00 WIB atau selama 5 jam. Dengan demikian, disaat beban puncak hanya mampu memsuplay daya listrik ke pelanggan 25 megawatt. Tim teknisi PLTU Tanjungsebak, sedang melakukan hydrotest untuk pengecekan hasil pengelasan pada mesin yang bocor.

” Masih dilakukan pengecekan terus hingga tidak terdapat kebocoran pipa bekas pengelasan,” ungkapnya.

Dalam proses perbaikan mesin PLTU unit 2 tidak sama dengan perbaikan mesin PLTD. Untuk itu prosesnya cukup memakan waktu lama, sehingga daya listrik ke PLN berkurang. Sementara, mesin yang ada di PLTD tidak bisa dioperasikan semuanya. Artinya, ada beberapa mesin yang di khususnya untuk standby sewaktu-waktu terjadi kerusakan mesin lainnya.

Sementara itu Manager PLTU Tanjungsebatak Lukman ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sedang berusaha untuk melakukan perbaikan di beberapa titik pipa yang terjadi bocor. ” Kita perkirakan, dalam tiga hari kedepan sudah selesai,” ujar Lukman. (tri)

Dua Jambret Dibekuk

0
KASAT Reskrim, AKP Dwihatmoko Wiroseno (kiri) didampingi Iptu Binsar sedang menunjukkan dua tersangka jambret dan barang bukti. F. Sandi/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Buser Satreskrim Polres Karimun menangkap dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau jambret yang sudah meresahkan warga, khususnya perempuan yang menjadi sasaran korbannya.

“Hasil penyelidikan yang kita lakukan, akhirnya mengetahui penjambret yang selama ini meresahkan warga Tanjungbalai Karimun. Pada hari Kamis (3/8) dipimpin Ipda Azakua selaku Kanit Buser langsung turun menangkap satu penjambret yakni Saipul alias Adi yang tinggal di Komplek Taman Mutiara Karimun (TMK),” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin melalui Kasatreskrimnya, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Jumat (4/8).

Saat digerebek tim buser, Saipul ada di dalam rumahnya. Setelah itu tim langsung menangkapnya. Kepala penyidik, Saipul mengaku tak sendirian saat menjambret di kawasan Sei Ayam Tebing pekan lalu. Ia bersama satu rekannya yang bernama Jang. Dari pengakuan Saipul, tim buser langsung meluncur ke rumah Jang di Bukit Tembak.

“Penangkapan Saipul dan Jang dilakukan tanpa ada perlawanan. Hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka telah melakukan tujuh kali jambret dalam beberapa pekan terakhir. Korbang yang membuat laporan hanya empat orang. Total kerugian dari laporan keempat korban jambret ini Rp 9 juta dan beberapa unit ponsel,” terang AKP Dwihatmoko.

Dari penangkapan kedua pelaku jambret ini, polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang digunakan dalam beraksi.

Disinggung otak pelaku jambret, AKP Dwihatmoko menyebutkan bahwa otak penjambretnya adalah Saipul. Tiap beraksi ia selalu mengajak rekannya yang tak hanya Jang, tapi berganti-ganti.

“Masih ada dua rekan Saipul yang juga ikut menjambret yakni berinisial E dan P. Keduanya saat ini masih dalam pengejaran. Selain itu, masih ada dua unit sepeda motor yang juga sedang kita cari, karena ikut digunakan untuk aksi kejahatan,” kata Dwihatmoko.

Kepada penyidik, Saipul beralibi kalau aksi menjambret yang ia lakukan untuk mencari biaya berobat istrinya.

“Saat pertama menjambret, saya dapat Rp 200 ribu saja, itupun saya bagi dua dengan rekan saya. Uang segitu tak cukup untuk membiayai persalinan istri saya. Makanya saya kembali menjambret biar dapat tambahan uang untuk persalinan lagi,” ujar Saipul. (san)