Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13160

474 ASN Terima Satyalencana Karya Satya

0
Bupati Bintan Apri Sujadi menundukkan kepala saat menyapa Rugayah, salah seorang penerima tanda kehormatan satyalencana karya satya di aula Kantor Bupati Bintan, di Bintan Buyu, Rabu (16/8).
batampos.co.id – Pelayanan terhadap masyarakat tetap menjadi ujung tombak program pemerintahan Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakilnya Dalmasri.
Dalam penyematan tanda kehormatan satyalencana karya satya, Rabu (16/8), di aula Kantor Bupati, Bupati Bintan Apri Sujadi kembali menekankan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bintan agar bekerja keras dan disiplin.
“Tunjukkan dedikasi dan komitmen saudara dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” pinta Apri.
Di kesempatan itu, Apri menyematkan tanda kehormatan satyalencana karya satya kepada ASN yang mengabdi 10, 20 dan 30 tahun di lingkup Pemkab Bintan. Adapun ASN Pemkab Bintan yang menerima tanda jasa satyalencana karya satya lantaran mengabdi 10 tahun sebanyak 281 orang, 98 orang menerima tanda jasa satyalencana karya satya atas pengabdian selama 20 tahun dan satyalencana karya satya 30 tahun diberikan kepada 95 orang.
Sementara itu, seorang guru SD Negeri 2 Teluk Sebong, Rugayah terlihat gembira karena dirinya salah satu diantara 474 ASN Kabupaten Bintan yang menerima penghargaan tanda jasa dan kehormatan satyalancana karya satya di tahun 2017.
Rugayah dianugerahi penghargaan piagam dan lencana emas karena dianggap memiliki etos kerja dan pengabdian yang tinggi bagi negara, dengan masa bakti lebih dari 30 tahun.
Wanita berusia 55 tahun tersebut, juga menceritakan sedikitnya aral rintangan pengalaman yang dirasakannya. Dan dengan bantuan alat penyangga kaki, dirinya turut hadir di Aula Kantor Bupati Bintan, Rabu pagi (16/8) saat penerimaan Penghargaan Lencana tersebut. “Senang rasanya, karena bisa ikut menerima,” ujarnya. (cr21)

Camat Ambil Alih Roda Pemerintahan Dua Desa Ini

0
Dua Kades di Bintan, Yusran dan Hamdan digiring petugas di Kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Selasa (15/8). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Roda pemerintahan di Desa Malang Rapat dan Desa Penaga diambilalih pemerintah kecamatan setelah penyidik Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menahan dua kades di Bintan atas dugaan korupsi dana desa.

Bupati Bintan Apri Sujadi juga akan segera meneken
Surat Keputusan (SK) dua pejabat sementara kepala desa setelah Bagian Pemerintahan menerbitkan surat pemberhentian sementara.

Camat Teluk Bintan Assun Ani kepada Batam Pos mengatakan, pelayanan masyarakat di kantor desa tidak terganggu setelah penahanan Kades Penaga. Karena, roda pemerintahan dengan sendirinya diambilalih pemerintah kecamatan.

“Sementara Camat yang mengambialih sampai ditunjuk Pj-nya dari Bupati,” katanya.

Harapnya, minggu depan sudah ada pejabat sementara yang menjabat kades Penaga, sebab tiga nama sudah diusulkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Bagian Pemerintahan Setdakab Kabupaten Bintan.

“Mudah-mudahan adanya pejabat sementara bisa menormalkan pemerintahan di Penaga,” harapnya.

Kadis PMD Bintan Roni Kartika yang dihubungi terpisah mengatakan, Bupati Bintan akan segera meneken nama calon pejabat sementara kades baik kades Penaga dan Malang Rapat. “Hari ini akan langsung diteken surat penunjukkan siapa Plt-nya,” sebutnya.

Ia menyarankan supaya bertanya ke Bagian Pemerintahan. Kabag Pemerintahan Setdakab Bintan, Bambang Sugianto mengatakan, suratnya akan segera diteken Bupati Bintan. Ia menjelaskan, dua kades yang diamankan pihak kejaksaan baru akan diberhentikan sementara karena belum ketetapan hukum dari pengadilan.

Penerbitan surat pemberhentian sementara, menurutnya, harus didasari surat putusan jaksa tentang penetapan tersangka dan surat penahanan. Dengan surat itu, Bagian Pemerintahan akan menerbitkan surat pemberhentian sementara, dan baru dilanjutkan penunjukkan pejabat sementara.

“Pemberhentian tetap setelah adanya putusan pengadilan
tetap, tapi kalau kedua kades nantinya diputuskan tak bersalah, maka akan menjabat lagi,” tukasnya.

Ketua RT Desa Penaga, Mustari mengatakan, harapannya segera ada pejabat sementara yang akan menjalankan roda pemerintahan di Desa Penaga. Dengan demikian, insentif RT RW dan BPD serta perangkat di desa segera cair.

“Sudah delapan bulan, RT RW, BPD dan perangkat desa
belum menerima insentif,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, selain Kades Penaga Hamdan, Kejaksaan Negeri menahan juga Kades Malang Rapat Yusran Munir atas dugaan kasus korupsi dana desa, Selasa (15/8). (cr21)

Pengoperasian SWRO Kembali Tertunda

0
Uji alir air laut olahan di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Keberlanjutan proses penggunaan Sea Water
Reverse Osmosis (SWRO), Kota Tanjungpinang kembali tertunda.
Setelah menyerahkan hak pengelolaan pada Senin pekan lalu,
pemko kembali menanti serah terima aset SWRO kepada Pemko
Tanjungpinang.
“Memang kemarin sudah diberikan hak pengelolaan kepada kita.
Tapi asetnya kan belum. Ini juga sedang diperbincangkan,”
tutur Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Rabu (16/8).
Menurutnya belum diserahkannya aset kepada Pemko juga menjadi kendala keberlanjutan proses penggunaan teknologi suling air laut ini. Sehingga, sampai dengan sekarang Pemko Tanjungpinang memilih untuk menanti serah terima aset dilangsungkan.
Persoalan aset tak lantas menjadi satu-satunya kendala
terhambatnya pemanfaatan SWRO. Saat ini Pemko Tanjungpinang juga mencari jalan tengah, terkait anggaran pengoperasiannya.
“Tentunya kita butuh anggaran untuk menggaji tenaga kerja yang menjalankan pengoperasian. Ini salah satunya, dan keperluan lain yang masih kami bahas bersama,” papar Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, bahwa Pemko Tanjungpinang mengupayakan agar pengoperasian SWRO dapat segera terlaksana. Dengan mendapatkan jalan keluar terkait kedua hal tersebut, diyakini Syahrul dapat mempercepat pengoperasian SWRO. Berhubung inovasi senilai Rp 97 miliar ini, diharapkan menjadi sumber daya air bersih tambahan bagi masyarakat Tanjungpinang. (aya)

15 Makam Dipindah Secara Diam-diam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemindahan 15 makam di dekat Perumahan Bukit Laguna, Tanjungpiayu, menuai protes warga sekitar.

Warga mengaku kaget, padahal sejak Juni lalu, sudah ada kesepakatan antara warga, pengembang dan diketahui oleh Kecamatan bahwa tidak akan ada aktivitas di atas lahan makam, baik pemindahan dan penambahan makam maupun pemerataan lahan.

Firdaus, warga Pancur, Kelurahan Duriangkang mengaku baru mengetahui adanya pemindahan makam itu minggu lalu. Saat dicek ke lokasi, ditemukan ada 15 dari 40 makam di tempat tersebut yang sudah dipindahkan ke pemakaman umum Kampung Bagan.

“Bekas makam yang habis digali juga dibiarkan menganga, tak ditutup lagi,” ujarnya, Rabu (16/8).

Camat Seibeduk, Science Taufik Riyadi membenarkan adanya pemindahan makam itu. Awalnya dia mengaku kaget saat mendapatkan informasi dari warganya bahwa sudah ada belasan makam yang sudah dipindahkan ke pemakaman umum Kampung Bagan.

“Terus terang ini tanpa sepengetahuan kami. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama bahwa tidak akan ada aktivitas di atas lahan makam. Dengan adanya pemindahan ini, seolah-olah kesepakatan itu tak ada gunanya,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya keresahan di masyarakat, Taufik mengaku langsung mempertemukan para tokoh masyarakat, pengembang, dan pihak terkait. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Lurah Tanjungpiayu, Selasa (15/8) malam tersebut bertujuan untuk menelusuri pihak yang melakukan pemindahan makam.

Dari hasil pertemuan itu diketahui adanya pihak ahli waris yang menyuruh penggali kubur untuk memindahkan makam-makam tersebut. Menindaklanjuti pertemuan malam itu, pihak kecamatan akan memanggil belasan ahli waris untuk mengetahui alasannya memindahkan makam.

“Pemindahan makam itu tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi dilakukan secara diam-diam,” katanya. (cr19)

 

Bommen Gantikan Rekaveny di Komisi II

0

batampos.co.id – Bommen Hutagalung secara resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kota Batam dalam rapat paripurna istimewa, Rabu (16/8). Ia menggantikan almarhumah Rekaveny.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, pengukuhan Bommen sebagai anggota DPRD Batam sudah sesuai dengan peraturan KPU (PKPU). semua persyaratan penetapan dan pelantikan sebagai pengganti antarwaktu (PAW) telah terpenuhi dan sesuai peraturan yang berlaku.

“SK Gubernur Kepri, pengangkatan saudara Bommen sebagai PAW anggota DPRD Batam sisa jabatan 2014-2019. SK Gubernur ini mulai berlaku sejak pengucapan sumpah janji,” kata Nuryanto sebelum memandu sumpah janji.

Bommen sendiri ditempatkan di Komisi II DPRD Batam bidang ekonomi, keuangan dan industri. Usai pelantikan diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menjalankan tugas barunya sebagai anggota DPRD.

“Saya akan bertanya apakah saudara bersedia mengambil sumpah janji,” tutur Cak Nur, sapaan akrab Nuryanyo.

Bommen merupakan politisi PDIP dari daerah pemilihan Batamkota-Lubukbaja. Saat pemilu legislatif 2014 lalu, ia berada di posisi ketiga dibawah almarhumah Rekaveny dengan 4.300 suara dan Ganda Tiur 2.500 suara.

Bommen saat diambil sumpah.
foto: humas dprd batam

Sementara itu, Bommen mengucapkan terima kasih kepada pimpinan partai yang ikut hadir dalam pelantikan. Sebagai anggota dewan, ia mengaku akan mengemban tugas sebagai wakil rakyat Batam dengan sebaik-baiknya.

“Terimakasih atas kedatangan Pak Suryo dan Jumaga. Pada semua pihak saya meminta dukungannya,” ucap Bommen.

Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo berharap agar apa yang menjadi perjuangan almarhumah Rekaveny bisa dilanjutkan Bommen. Termasuk program kerja almarhumah yang sudah dijanjikan pada masyarakat bisa direalisasikan.

“Kita harapkan juga bisa merawat dan menjaga konstituen yang sudah ada,” kata Soerya. (rng)

Solusi Sekolah Kelebihan Jumlah Murid, Kelas Berjalan

0
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Muslim Bidin menegaskan akan menjalankan solusi sementara terkait pelajar terpaksa belajar di musala, karena ruang belajar atau kelas tak cukup menampungnya.

Solusi yang dimaksud adalah, sekolah yang over kapasitas harus menjalankan sistem belajar moving class atau kelas berjalan yang hampir mirip dengan dobel shift.

Kelas belajar sendiri teknisnya adalah memanfaatkan kelas lainnya yang muridnya misalnya sedang mengikuti pelajaran olaraga di luar kelas. Atau memanfaatkan kelas lain yang muridnya pulang sekolah.

“ Intinya kelas pulang sekolah, satu lagi masuk kelas. Satu kelas melakukan kegiatan belajar di luar ruang kelas, kelas di jam kosong itulah yang akan dimanfaatkan murid lainnya. Itu solusi yang saat ini bisa dijalankan. Sebab tak ada lagi solusi selain itu. Kalau solusi permanen atau untuk jangka panjang, ya dengan merevitalisasi sekolah yang bisa dilaksanakan pada tahun depan seperti membangun gedung sekolah tiga lantai, namun secara bertahap, tak bisa sekaligus,” ujar Muslim Bidin, Rabu (16/8).

Muslim mengaku sudah berkunjung ke SD 006 melihat langsung kondisi proses belajar mengajar. Ia tak bisa memaksakan murid SD yang belajar di musala untuk digabungkan masuk ke kelas.

“Kalau kita paksakan masuk kelas semua, itu nggak akan mungkin lagi. Karena kapasitasnya sudah over. Tak mungkin kan dalam satu kelas diisi 50 murid. Kasihan nantinya kalau dipaksakan justru tak efektif proses belajar mengajarnya,” terang Muslim Bidin.

Tak hanya soal kelebihan jumlah murid dalam satu kelas dan kurangnya ruang kelas. Muslim juga mengakui tenaga guru di Batam juga kurang.

“Ya gimana lagi, mau tak mau bagaimana guru bisa memaksimalkan pengajaran ke muridnya dengan sumber daya, dan jumlah tenaga pengajar yang terbatas untuk menghandel jumlah pelajar yang over kapasitas,” kata Kadis yang sudah dua kali menjabat ini.

Muslim Bidin berharap, tahun depan agar semua pihak yang berkompeten mendukung upaya revitalisasi sekolah di Batam untuk mengurai kelebihan jumlah pelajar dan kurangnya ruang belajar.

“Kami sangat berharap jangan ada lagi pihak-pihak yang menghambat upaya revitalisasi sekolah di Batam dengan berbagai alasan,” tegas Muslim. (gas)

Selama Agustus, Kantor Samsat Bergaya Kemerdekaan

0
Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (samsat) Batam, melayani masyarakat dengan menggunakan atribut masa 1945, sepanjang Agustus ini. foto: cecep mulyana / batampos

 

batampos.co.id – Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (samsat) Batam, melayani masyarakat dengan menggunakan atribut masa 1945, sepanjang Agustus ini. Kasubdit Regiden AKBP Joko Adi Nugroho mengatakan hal ini bentuk perayaan hari kemerdekaan Indonesia di Kantor Samsat.

“Para petugas yang melayani, menggunakan kostum pejuang terdahulu. Ada pesan juga diselipkan dengan penggunaan kostum ini,” katanya, Rabu (16/8).

Ia mengatakan pesan tersebut, agar masyarakat sadar dan bersyukur atas perjuangan dari para pahlawan. Kalau tak ada pengorbanan atas harta serta nyawa mereka, maka kemerdekaan Indonesia akan sulit tercapai.

“Mungkin bangsa Indonesia akan terus-terus terjajah. Dan tak bisa menikmati hidup seperti saat ini,” ujarnya.

Tak hanya kostum saja. Joko mengatakan setiap masyarakat yang menyelesaikan urusan di Kantor Samsat, akan diberikan bendera Indonesia. “Ini untuk meminta masyarakat, menghargai simbol negara kita,” tuturnya.

Untuk pelayanan, kata Joko tak ada masalah hingga saat ini. Dalam satu harinya, samsat bisa melayani sekitar 200 hingga 250 berkas. Dimana waktu pelayanan dari pukul 08.00 hingga 15.00. “Sabtu kami juga buka, dari pukul 08.00 hingga `12.00,” ucapnya.

Kantor Samsat sudah menyediakan berbagai fasilitas bagi pengunjung, mulai dari ruangan bagi ibu menyusui, tempat untuk lansia, ruang bermain untuk anak-anak. Fasilitas ini dibangun, dengan harapan dapat membuat masyarakat nyaman selama mengurus berbagai dokumen di Kantor Samsat.

“Sudah ada Drive Thrunya juga. Sedangkan untuk aplikasi online, masih dalam penyempurnaan. Tak berapa lagi, sudah bisa digunakan,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos, saat memasuki ruangan Samsat suasana perayaan kemerdekaan Indonesia begitu kental terasa. Mulai dari dekor ruangan, hingga pakaian yang digunakan oleh para pekerjanya.

Rojali, warga Tiban Center yang mengurus dokumen mobilnya di Kantor Samsat, merasa melihat suasana tempo dulu.

“Pas masuk, kayak lihat pakaian orang-orang jaman dulu. Bagus juga,” ucapnya singkat. (ska)

Aturan Baru, Kirim Barang Harus Sertakan NPWP, Ada Pajak 1 %

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bea Cukai menerapkan untuk setiap pengiriman barang, masyarakat wajib menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) mulai awal bulan ini. Penyerataan NPWP ini, berdasarkan permintaan dari Kantor Pajak.

“Aturan orang pajak yang kami laksanakan. Atas permintaan orang itu (perpajakan,red),” kata Kabid BLKI Bea Cukai Batam Raden Evy Suhartantio, Rabu (16/8).

Kenapa BC yang terapkan? Alasan Bea Cukai menerapkan peraturan ini, kata Evy karena pihaknya yang berwenang untuk meminta dokumen tersebut. “Hanya kami yang punya akses hingga ke sana,” tuturnya.

Kepala KPP Pratama Batam Selatan, Gunung Herminto Siswantoro mengatakan bahwa setiap pengiriman barang keluar Batam, apapun bentuknya akan dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 1 persen.

“Hitunganya gini, PPN jasa pengiriman paket sama dengan 10% kali nilai yang ditagih atau sama dengan satu persen kali nilai barang yang dikeluarkan,” tuturnya.

Ia mengatakan ada aturan dan landasan hukum, atas penerapan hal tersebut. Dia menjelaskan tak hanya online shop saja yang dikenakan pajak 1 persen, tapi setiap pengiriman barang keluar dari Batam.

“Apapun itu, kena pajak 1 persen. Bisa tanpa harus lampirkan NPWP,” tuturnya.

Petugas BC yang tak ingin namanya disebutkan, mengatakan dalam waktu dekat akan ada sosialisasi terkait hal ini. “Nanti ada, tapi belum tahu waktunya,” tuturnya.

Sementara itu General Manager Operasional Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan pihaknya akan mengirimkan barang, bila sudah memenuhi berbagai persyaratan seperti dokumen dari bea cukai, membayar administrasi sesuai rute.

“Paling penting, bukan barang terlarang,” tuturnya.

Salah seorang pengusaha online shop, yang namanya tak ingin disebutkan mengatakan bahwa pada bulan ini saja dirinya pengiriman tersendat.

“Itu akibat adanya aturan melampirkan NPWP itu,” ucapnya.

Tapi beberapa hari belakangan ini, katanya sudah tak lagi ada penerapan seperti itu. Tapi, katanya ada salah satu jasa pengiriman yang masih meminta NPWP saat mengirim barang.

“Saya gak pakai yang itu, ada dua jasa pengiriman gak meminta NPWP,” ujarnya. (ska)

Tak Lapor, WNA Terancam Penjara 3 Bulan

0
Petugas Kantor Imigrasi Tanjnungbalai Karimun sedang membawa 5 orang WN Bangladesh yang ditangkap . Foto: sandi/batampos.

batampos.co.id  – Pemilik dan pengelola hotel atau kawasan, tak melaporkan adanya keberadaan warga negara asing (WNA) didenda sebesar Rp 25 juta dan hukuman penjara 3 bulan. Hal tersebut diatur dalam pasal 117 Undang-Undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

“Harus wajib lapor ke imigrasi,” kata Kabid Lalintuskim Kantor Imigrasi Kelasi I Khusus Batam Feddy MP, Rabu (16/8).

Feddy mengatakan pelaporan ini, tak harus menyambangi Kantor Imigras Kelas I khusus Batam. Tapi bisa melalui aplikasi pelaporan orang asing. “Laporkan saja memalui itu, disana kami akan tau berapa orang asing yang menginap,” ucapnya.

Pengawasan orang asing, kata Feddy dilakukan mulai mereka datang ke Indonesia. Pihak imigrasi akan mengkroscek ke agen atau orang yang membawa mereka, kemana saja jadwalnya selama di Indonesia.

“Kami tanya ke agen tarvel, kalau yang masuknya melalui travel,” ujarnya.

Feddy mengatakan pengawasan ini secara kesisteman. Sehingga kecil kemungkinan, terjadinya pelanggaran. “Kami awasi terus mereka,” ucapnya.

Banyaknya WNA asal China masuk ke Kepri, dalam rangka wisata dan kerja. Pihak Kementrian Keamanan Publik Republik Rakyat China (RRC) mengundang pihak imigrasi dan Polri dalam seminar “For Indonesian senior law enforcement officials di Yancheng, Jiangsu China dari 09 hingga 28 Agustus.

Dalam seminar ini, kata Feddy juga dibahas mengenai tenaga kerja ilegal. Karena jumlah tenaga kerja Asing di Batam, cukup banyak walau sektor Industri mengalami penurunan. “Seminar ini cukup penting, untuk meningkatkan koordinasi antar sesama lembaga,” ujanya.

Feddy mengatakan bagi masyarakat mencurigai adanya kegiatan orang asing, dapat melaporkan melalui www.apoa.imigrasi.go.id.

“Kami akan langsung tindaklanjuti,” ungkapnya. (ska)

Grup Band Cash Cash, Terpesona dengan Breksi dan Candi Ijo

0

Grup musik Cash Cash asal Roseland, New Jersey yang terpukau dengan pesona Taman Tebing Breksi dan Candi Ijo. Keduanya menikmati #pesonajogja saat berada di kawasan Selatan Candi Prambanan, Sleman tersebut.

Usai menjadi pengisi acara di hari kedua We The Fest (WTF) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/8/2017), grup band itu mampir ke Yogya. Mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat wisata yang menjadi nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2017.

Lewat Instagram @cashcash, terlihat grup yang aslinya terdiri dari Jean Paul Makhlouf, Alexander Luke Makhlouf, dan Samuel Warren Frisch, memamerkan foto-fotonya di beberapa lokasi di Yogyakarta.

Saat berada di Puncak Tebing Breksi yang menjelang HUT RI dipasang Bendera Merah Putih, mereka pun berfoto. “Mad LOVE for INDONESIA #Yogyakarta was amazing… #Surabaya tonight at @jimmyssby for round #2!!” tulis mereka sebagai keterangan foto yang diunggah pada Jumat (11/8/2017). Di situ, mereka tengah berpose di depan bendera Merah Putih.

Tak hanya di Taman Tebing Breksi, grup band dengan lagu “How to Love, Millionaire dan Take Me Home” ini juga mampir ke Candi Ijo. Candi yang berada di lokasi tertinggi di Yogya ini hanya berjarak sekira 2 km dari Breksi. “INDONESIA feels all day!!” tulis mereka sebagai keterangan foto, Sabtu (12/8/2017), yang memperlihatkan salah satu personel melompat tinggi di atas Candi Ijo. Pose yang ngehits.

Kekaguman mereka berlanjut ketika memamerkan foto berisi pose di depan Tebing Breksi, Prambanan, Sleman. “Every block of stone has a statue inside it…it’s up to the sculptor to discover it. #INDONESIA #AllMyLove,” tulis mereka, Minggu (13/8/2017).

Ada satu lagi foto indah tentang Yogyakarta yang diunggah. Foto di Puncak Tebing Breksi yang menampakkan latar belakang pohon pisang dan gubug. Mereka menuliskan caption dengan bercanda: “Om telolet om 😂 🇮🇩 We’re gonna make INDONESIA our 2nd home….”

Sayangnya, hanya dua personel Cash Cash yang ada di dalam foto-foto itu. Namun begitu, antusiasme fans Indonesia terhadap foto-foto mereka di Yogyakarta sangat tinggi . Foto yang di depan relief Tebing Breksi di-like 13.700 lebih. Yang di Candi Ijo juga di-like di atas 13.000. Foto “Om telolet om” yang diunggah terakhir sudah 8.300an yang nge-like.

Sambutan dari fans juga tampak dari komentar di IG. Misalnya dari @pus-ping yang menulis “thanks for visiting Jogja. Would you put it on your next video? Por favor!!

“Enjoy our beautifully INDONESIA, dude @cashcash,” ujar. @ariebsn. “Welcome to Indonesia,” kata @hannafidyanti.

Dari @dolanyogyakarta juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan @cashcash.
“In indonesia there are many more beautiful places besides this,” tulis @itawainrukave. Sedangkan @shanfqis merespons soal 2nd home. “Yesss second home. Enjoy it!!!

Menpar Arief Yahya menaruh simpati pada para personil grup musik Cash Cash asal Roseland, New Jersey itu. “Oleh artis musik yang sudah memiliki akun media sosial itu, pamor Breksi dan Candi Ijo akan semakin dikenal dan mendunia. Itulah salah satu bukti kekuatan media sosial, terima kasih atas apresiasinya,” ujar Arief Yahya.

Tebing Breksi sendiri, kata Menpar Arief, sudah tumbuh menjadi destinasi baru yang diminati wisnus dan wisman. Itu semakin menguatkan asumsi bahwa Jogja memiliki kharisma pariwisata yang sangat kuat. “Sama seperti ketika mendarat ke Pulau Dewata Bali, masuk bandara Ngurah Rai saja sudah terasa aura pariwisatanya. Sudah berada dalam suasana wisata! Jogja juga punya potensi menjadi destinasi andalan Indonesia,” kata Arief Yahya.

Ini mirip dengan apa yang dipresentasikan Cok Ace –panggilan akrab Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati– Ketua PHRI Bali. Salah satu kekuatan destinasi Pulau Dewata adalah taksu Bali. Aura pariwisata Bali, yang membuat wisatawan merasa sangat bahagia sejak menginjakkan kaki ke Bali. (*)