Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 13161

Malang Strudle Co-Branding dengan Wonderful Indonesia

0

Malang Strudle berminat Co Branding dengan pariwisata Indonesia.

Ibarat tsunami, Co Branding Wonderful Indonesia tidak terbendung lagi. Semua lini, semua sektor, pemerintah non pemerintah, bergerak bersama-sama membangun “national brand” di pariwisata, Wonderful Indonesia.

“Itu menunjukkan, brand Wonderful Indonesia yang dipopulerkan Kemenpar semakin kuat. Swasta tidak akan mau, kalau brand yang hendak dikolaborasi dengan produknya tidak kuat! Mereka juga menyadari, ketika kuat ketemu kuat, maka hasilnya akan menjadi kuat sekali,” kata Menpar Arief Yahya.

Brand Wonderful Indonesia yang kuat itulah seksi untuk digandeng.

“Silakan, ramai-ramai, para industri untuk Co Branding dengan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia,” paparnya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, Kuliner tradisional merupakan produk lokal yang punya nilai penting bagi sektor pariwisata. Kontribusi kuliner lokal ini cukup signifikan, pasalnya penganan khas mampu memberi pengalaman baru ketika datang ke suatu tempat dan bisa jadi daya tarik untuk berkunjung kembali.

“Perkembangan produk lokal sudah seharusnya jadi tugas pemerintah agar bermacam menu tradisional bisa dikenal luas. Hal-hal seperti ini menjadi tugas utama kami dalam mengomunikasikan kuliner melalui pariwisata, serta menggairahkan kembali makanan tradisional jadi sesuatu yang bernilai,” ujar Esthy yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto di Jakarta, Selasa (8/8).

Esthy menjelaskan, dengan mengusung oleh-oleh kekinian khas Malang, Malang Strudel juga membawa misi mempromosikan Malang sebagai destinasi wisata yang amazing. Hampir setiap minggu Malang Strudle memproduksi konten video di Youtube yang mengangkat destinasi-destinasi unggulan di kawasan Malang.

“Wisatawan yang datang ke Malang, selain membawa kripik, saat ini Malang Strudle sudah menu wajib untuk dijadikan buah tangan. Kualitas makanan, cita rasa, cara penyajian, kemasan, inovasi, tampilan hingga daya tahan makanan sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh,” ucap Eshty yang diamini Hariyanto.

Sementara itu, CEO Malang Strudle Donny Kris bersama Teuku Wisnu yang jadi pencetus Malang Strudel. Merupakan pionir oleh-oleh kekinian dengan mengangkat selebritis sebagai endorser. Memang, strudel bukanlah makanan khas Indonesia.

Strudel merupakan kue sejenis pastry yang berasal dari Austria, Jerman. Sekilas tentang strudel, ini merupakan salah satu makanan penutup (dessert) yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat Jerman. Mereka seringkall menyebutnya dengan nama Apfelstrudel atau Apple Strudel.

“Ide pembuatan strudel ini pertama kali muncul saat Shireen dan Wisnu berjalan-jalan ke Eropa. Saat itu, keduanya menyukai strudel dan akhirnya mereka membawa makanan ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia, Tak lama kemudian, Wisnu sering mengunjungi Malang dan terlintas bahwa mungkin akan menarik jika membuat strudel khas Malang,” ujar Donny.

Lebih lanjut Donny menjelaskan, strudel khas Wisnu ini dengan tujuh varian rasa. Mulai dari apel, keju, coklat pisang, strawberry, nanas, jeruk, dan mix fruit. Harganya juga cukup terjangkau. Satu kotak strudel ini dibandrol dengan harga Rp 45.000. Uniknya lagi, strudel ini hanya bisa kamu temukan di Malang. Jadi, tak heran jika strudel ini diberi nama Malang Strudel.

“Sejak dibuka 20 Desember 2014 lalu, banyak komentar positif tentang rasa lezat Malang Strudel ini. Banyak pula pesanan dari luar kota, namun mohon maaf Malang Strudel hanya bisa dibeli di kota Malang, agar kue ini juga bisa menjadi “khas” kota Malang yang tidak dijual di kota lainnya. Ayo wisata ke Malang dan jangan lupa mampir di gerai kami ya,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mengawali Co Branding dengan Wonderful Indonesia. “Saya senang, banyak kawan-kawan pengusaha yang siap dengan program promosi bersama Co Branding ini. Semakin kuat spirit Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Sejauh ini 20 brand sudah siap melakukan MoU. Semuanya terbagi dalam dua kategori mitra food dan non food. Brand-brand tersebut antara lain JJ Royal,Martha Tilaar, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik dan Gaia, Sunpride, Sarinah, Rumah Zakat, Sido Muncul, Sekar Group, Krisna Oleh-oleh, Secret Garden , Achilles, Sababay Wine, Bon Gout, Batik Trusmi, Dapur Solo, Malang Strudle dan Garuda Food.

“Pada MoU nanti akan disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan para perwakilan brand seperti Teuku Wisnu, Martha Tilaar, Gusti Ngurah Anom, Hardianto Atmadja, Dian Sastrowardoyo founder freamtrip dan masih banyak lagi,” ujarnya.(*)

 

Tak Mau Ketinggalan, PT Sido Muncul Juga Co Branding bersama Wonderful Indonesia

0

Siapa yang tak kenal dengan jamu Sido Muncul? Industri rumahan itu kini telah mampu merambah pasar internasional. Dan sekarang, Sido Muncul bersama 20 brand terkemuka lainnya, kembali berkolaborasi co-branding bersama Wonderful Indonesia.

Soal brand, Sido Muncul terlihat sama okenya dengan Wonderful Indonesia. Salah satu produk andalannya, Tolak Angin, sudah ada di mana-mana. Dari mulai Hong Kong, Australia, Belanda, bahkan Amerika Serikat, semua sudah disentuh Sido Muncul.

Penjualan ekspor Tolak Angin bahkan memberi kontribusi 5 persen terhadap total penjualan. Sido Muncul pun berhasil mengangkat citra jamu yang notabene-nya adalah barang konsumsi masyarakat menengah ke bawah menjadi produk yang disukai kaum menengah ke atas. Popularitasnya tak kalah dari Wonderful Indonesia yanbg ada di rangking 47 dunia.

“Jamu adalah kekayaan budaya, warisan leluhur yang sudah turun-temurun. Kami mengemasnya dengan sentuhan teknologi modern dan memasarkan ke seluruh dunia. Ternyata, jamu Indonesia juga bisa dijadikan alat promosi pariwisata ke mancanegara, sebagaimana Thailand menggunakan Thai Food nya untuk memperkuat pariwisatanya,” kata Presiden Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, Rabu (9/8).

Karena dikemas secara kreatif dengan standar global, Sido Muncul pun langsung tune in ke pasar dunia. Di tahun 2000, penghargaan pertama diraih Sido Muncul yang menerima dua sertifikat sebagai pembuat brand pembuat jamu dan obat tradisional terbaik yakni CPOTB dan CPOB.

Penghargaan tersebut juga menjadikan Sido Muncul satu-satunya brand jamu berstandar farmasi. Penghargaan lain yang berhasil diraih oleh Sido Muncul adalah Top Brand Award, Kehati Award, dan Bung Hatta Award. Ada juga Merek Dagang Unggulan Indonesia, Pelaku Bisnis Peduli Lingkungan dari Departemen Tenaga Kerja Indonesia, dan masih banyak lagi.

Tak puas berjaya di dalam negeri, Sido Muncul pun semakin mengembangkan sayapnya dengan merambah pasar ekspor ke negara-negara maju seperi Asia, Eropa, dan Australia. Hasilnya? Predikat terbaik Perusahaan Terbuka (Tbk) Indonesia 2016 versi Majalah Economic Review dan IPMI mampu diraihnya.

Belakangan, Sido Muncul tidak hanya berbisnis di industri jamu. Mereka juga telah mengembangkan sayap ke bisnis wisata, kuliner dan hotel. Sebut saja museum jamu, restauran Mang Engking dan Koena Koeni. Disusul Hotel Tentrem yang sempat diinapi Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama, beberapa waktu lalu.

Kiprah Sido Muncul itu rupanya ikut dilirik Kementerian Pariwisata. Tawaran berkolabarorasi bersama Wonderful Indonesia pun langsung diberikan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti. Selain sudah mendunia, produsen jamu Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima Ener-G dan semua produk minuman tradisional bernuansa herbal itu dinilai sangat konsisten dalam mendukung pariwisata Indonesia.

“Sudah berkali-kali Pak Irwan Hidayat mendukung pariwisata Indonesia melalui iklan-iklan produknya. Sambil beriklan, mereka menampilkan keindahan tanah air Indonesia. Karenanya ssaya ucapkan terima kasih kepada Pak Irwan Hidayat selaku Presiden Direktur PT Sido Muncul,” ucap Esthy yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto di Jakarta, Rabu (9/8).

Esthy menjelaskan, Sido Muncul sangat kreatif untuk menjual produknya hingga luar negeri. Apalagi itu dilakukan dengan selalu menampilkan kreasi baru dan dibungkus dengan ide-ide segar yang makin mengena di hati.

“Karena itu konsistensi PT Sido Muncul setiap tahun itu pantas diapresiasi positif. Apalagi tahun ini adalah kali pertama ada inisiatif menempel branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia,” kata Esthy yang diamini Hariyanto.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kolaborasi dengan PT Sido Muncul itu. Baginya, co-branding sangat penting dilakukan untuk memperluas jangkauan target pasar dan mengerek ekuitas dari brand yang bergabung.

“Sido Muncul audah sejak lama menggunakan destinasi pariwisata untuk membuat materi iklan, sekaligus mempromosikan wisata. Maka co branding ini akan semakin menguatkan kedua brand,” katanya.

Di sini akan‭ ‬terjadi‭ sharing‬ resources‭ antar dua‭ ‬‬brand‭ yang ber-‬cobranding‭.‭ ‬ ‬”Contohnya Intel. Saat Intel dan HP ber-‭cobranding‬, maka promosi yang mereka jalankan di TV, print‭, atau digital akan ditanggung bersama sehingga lebih efisien,” ucap menteri asal Banyuwangi itu. (*)

 

Sababay Bali Ikut Kolaborasi Promosikan Wonderful Indonesia ke Dunia

0
ilustrasi

Sababay Wine berkolaborasi dengan Kemenpar.

Ini merupakan produk wine asli Bali. Dan Sababay memberikan alternatif bagi konsumen baru yang sedang mencari anggur twist-top yang rasanya enak, manis, dengan kandungan alkohol rendah. Sangat pas bila dinikmati dengan bersama cita rasa pedas kuliner khas Indonesia.

“Sababay Wine merupakan produk Indonesia yang dibuat dengan bahan dan proses pembuatan khas Indonesia. Produk-produknya juga sudah menembus pasar nasional dan internasional. Sangat tepat jika Wonderful Indonesia bisa disandingkan di setiap pruduknya,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Hariyanto di Jakarta, Rabu (9/8).

Esthy menjelaskan, bila co-branding dilakukan dua brand yang sudah kuat, maka leverage effect-nya akan sangat luar biasa. Kekuatan dua brand tersebut bakal lebih powerful lagi. “Nantinya akan sama-sama menguntungkan antara brand Wonderful Indonesia dan para pengusaha atau brand-brand tersebut,” ucap Esthy yang diamini Hariyanto.

Ucapan wanita berkerudung itu memang sangat masuk akal. Saat ini, brand Wonderful Indonesia ada di posisi 47 dunia. Rangkingnya sudah jauh di atas Thailand di posisi 83 dan Malaysia di urutan 97. Dan kebetulan, prestasi Sababay Wine juga lumayan oke. Pada 2015, keenam varian Sababay Wine telah mendapatkan penghargaan internasional, gold, silver, dan double gold. Bahkan, pada 2016 silam, Sababay Moscato d’Bali sukses mengalahkan Moscato Rosa Jacobs Crips yang sangat terkenal dari Australia.

“Itu sebabnya kami sangat antusias. Saat ini Sababay Wine telah tersedia di berbagai jaringan ritel modern, hotel, restoran, dan kafe, di Jakarta dan Bali. Belakangan, Sababay juga masuk ke Medan dan Lombok. Selanjutnya, Sababay akan masuk Yogyakarta, saat ini baru tahap membuka sub-sub distributor,” ucap CEO Sababay Industry Evy Gozali.

Evy memaparkan, merk Sababay Wine merupakan terjemahan Bahasa Inggris dari kawasan Teluk Saba, di Gianyar, Bali. Di sana merupakan tempat winery Sababa Industry yang berdiri sejak 2010 silam. Melalui Sababay Wine, Sababay Industry bertekad memperkenalkan wine asli Bali yang berasal dari buah anggur Alphonse lavalle, anggur merah lokal, dan Moscato, anggur hijau lokal.

“Hingga saat ini, Sababay mampu memproduksi 500 ribu botol wine asli Bali setiap bulannya yang dijual dengan harga Rp 200 ribu- Rp 300 ribu per botolnya. Kami membesut merek Sababay Wine, wine lokal asli Bali dengan varian wine di antaranya Pink Blossom, Ludisia, Moscato d’Bali, dan Reserve Red,” tambahnya.

Penyatuan kekuatan ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya happy. Baginya, co-branding sangat penting dilakukan untuk memperluas jangkauan target pasar dan mengerek ekuitas dari brand yang bergabung. Garuda Indonesia yang melakukan co-branding dengan Citibank misalnya.

Dua-duanya jadi makin leluasa memperluas pasar dengan saling memanfaatkan customer base masing-masing. Garuda Indonesia bisa memanfaatkan customer base-nya Citibank, begitu pula sebaliknya.

“Garuda Indonesia terangkat menjadi ‘local champion yang mengglobal’. Sementara brand Citibank pun terangkat menjadi ‘global champion yang melokal’. Hasilnya adalah win-win partnership yang menghasilkan entitas gabungan yang jauh lebih powerful,” ucap Arief.

Selain Sababay Wine, rencananya ada 20 brand yang akan melakukan MoU bersama Kemenpar. Semuanya terbagi dalam dua kategori mitra food dan non food. Brand-brand tersebut antara lain Achilles, Garuda Food, Plygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Sekar Group, Krisna Oleh-oleh, Secrect Garden, Martha Tilaar, Malang Strudle, JJ Royal, Dapur Solo, Rumah Zakat dan Batik Trusmi. (*)

Penyengat Butuh Pembangunan

0
Iskandarsyah. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Iskandarsyah, menjadi salah satu kandidat potensial untuk memimpin Tanjungpinang lima tahun kedepan. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut sudah bertekad untuk menjadikan Ibu Kota Provinsi Kepri ini berjaya layaknya kejayaan Kerajaan Riau-Lingga yang berpusat di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Menurutnya, untuk mendapatkan keberkahan, pembangunan Tanjungpinang harus dimulai dari Pulau Penyengat.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah, lahirnya Provinsi Kepri ini adalah karena adanya kejayaan Kerajaan Riau-Lingga. Pulau Penyengat sekarang ini, kurang diprioritaskan dalam pembangunan,” ujar Iskandarsyah, Rabu (9/8) di Tanjungpinang.

Legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut juga mengatakan, pusara para leluhur yang ada di Penyengat juga tidak diperhatikan. Karena pada teorinya, apabila para pendahulu diutamakan, ia yakin keberkahan akan menghampiri Tanjungpinang. Dijelaskannya, Penyengat bukan saja makam para raja, tetapi ada juga para ulama. Meskipun bukan lahir di Tanjungpinang, tetapi ia tumbuh dan berkembang di Tanjungpinang. Sehingga punya tanggungjawab untuk membangunan Tanjungpinang menuju era kejayaan.

“Spirit kejayaan masa lalu, harus menjadi motivasi bagi kita untuk mengukir kejayaan di masa akan datang. Maka dari itu, kejayaan tersebut harus kita bangkitkan kembali di mulai dari Pulau Penyengat, Tanjungpinang” paparnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri mengungkapkan mimpinya adalah menjadikan Tanjungpinang, sebagai kota wisata, kota pelajar, dan kota jasa. Dijelaskannya, kenapa Kota Wisata, karena Tanjungpinang sudah terkenal dengan cita rasa kulinernya. Kemudian Kota Pelajar, lantaran Tanjungpinang sudah memiliki Univesitas Negeri yakni, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Selain itu ada juga Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurahman.

“Sekarang ini adalah memperkuat eksistensi UMRAH dan membangunan sarana dan prasarana pendukung. Sehingga Tanjungpinag menjadi daerah tujuan pelajar untuk menuntut ilmu,” papar pria lulusan Belanda tersebut.

Berikutnya adalah sebagai Kota Jasa, karena Tanjungpinang adalah merupakan tempat berkumpulnya instansi Pemerintah Provinsi Kepri. Ia yakin, Dompak dan Senggarang bisa menjadi nafas baru bagi Tanjungpinang untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi Tanjungpinang sudah dua kali menjadi Ibu Kota Provinsi.

“Bukan saya tamak dengan kekuasaan, tetapi dengan menjadi Kepala Daerah punya wewenang dan pengaruh untuk membangun Tanjungpinang kearah yang gemilang,” tutup Wakil Ketua III DPRD Kepri priode 2009-2014 itu.(jpg)

Festival Budaya Lembah Baliem Pecahkan Dua Rekor

0

Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) langsung on fire.

Sejak pembukaan, Selasa (8/8), sudah ada dua rekor yang dipecahkan di Festival Budaya Lembah Baliem. Satunya Rekor Indonesia. Satunya lagi rekor dunia. Dua-duanya untuk pelemparan lebih dari 1.359 sege.

Sepanjang 28 kali perhelatan FBLB, baru kali ini acara itu digelar. Dan tak hanya peserta laki-laki dari warga setempat yang dilibatkan. Wisatawan pun ikut berpartisipasi dalam pemecahan dua rekor itu. Sebanyak 1.359 lelaki membawa batang kayu panjang yang ujungnya runcing. Dan semuanya ikut lempar. Semua bersorak gembira.

Bukit-bukit di sekitar Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tempat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) dihelat, langsung bergema oleh sorakan ribuan orang yang ikut disambut sekitar 50 ribu wisatawan yang ikut menyaksikan. Apalagi, lemparan sege –sebutan kayu panjang nan runcing tadi–memecahkan dua rekor sekaligus. Rekor Indonesia dan dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo pun berharap, dengan adanya pencatatan rekor tersebut, sege makin dikenal masyarakat Indonesia dan wisatawan asing. Mengenalkan kebudayaan memang salah satu misi FBLB. ”FBLB tahun depan pasti ada yang baru lagi,” janjinya.

Sege sendiri merupakan salah satu senjata perang yang terbuat dari kayu hutan. Kayunya bisa apa saja. Yang penting, syaratnya harus memiliki panjang sekitar 2,5 meter. Dan Harus lurus. Diameternya pun tak bisa lebih dari 5 hingga 7 sentimeter.

Biasanya diberi cat warna hitam. Di beberapa suku, ada yang dihias dengan warna putih atau merah. Kadang juga diberi racun untuk membunuh buruan. Namun, di FBLB semua tombak dicat hitam. Selain itu, ujungnya tidak begitu runcing. Tidak ada racunnya.

Nah, yang bikin aksi pemecahan rekor ini menjadi menarik, lempar tombak tersebut harus dilakukan laki-laki. Pihak perempuan hanya menunggu dari luar area. ”Biasanya memang sege ini digunakan untuk laki-laki. Perempuan biasanya mengurusi dapur,” ucap Alpius.

Tantangannya datang dari jumlah pelempar sege. Dari 14 distrik yang tampil, lelakinya tidak mencapai seribu. Akhirnya, pada detik-detik akhir, panitia memutuskan untuk melibatkan wisatawan.

Pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Perwakilan Pemprov Papua, Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo, Wakil Bupati Jayawijaya John Banua dan wakil bupati Raja Ampat, seta Duta Besar Swiss, juga ikut ambil bagian dalam pelemparan sege ini.

”Ternyata, hasilnya bisa lebih dari seribu. Pelemparan Sege ini masuk Rekor Indonesia dengan nomor 3344/ORI/Agustus/2017 yang ditandatangani Agung Elvianto dan World Record Holders Republic (RHR) yang bermarkas di London. Catatan rekor itu dianugerahkan kepada Pemerintah Jayawijaya atas prestasi kreator prosesi lempar 1.000 tombak tradisional (sege) secara serentak,” ungkapnya.

Kegiatan FBLB yang berlangsung di Distrik Welesi itu akan berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 8 hingga 11 Agustus 2017. Pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat mewakili kementerian pariwisata RI langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jayawijaya yang telah menyelenggarakan acara ini.

“Ada nilai–nilai budaya masyarakat yang masih dipertahankan hingga saat ini, dalam 28 tahun pelaksanaan FBLB ini sudah merupakan even besar dan juga sebagai even nasional, sedangkan dari sisi ekonomi juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat, sehingga even ini bisa mewujudkan apa yang diharapkan pemerintah pusat,” bebernya.

Bupati Jayawijaya Jhon Wempi Wetipo mengharapkan agar festival budaya Lembah Baliem yang mengangkat tema “The Art of war and Dance atau Seni Perang dan Tari” ini bisa menjadi momen untuk mempertahankan nilai nilai budaya luhur yang telah di turunkan oleh leluhur. “Ini festival tahunan, tentunya bisa di lestarikan oleh generasi muda yang ada di tanah ini,” kata Jhon Wempi Wetipo, Bupati Jayawijaya.(*)

15 Saksi Diperiksa Jaksa, Dugaan Korupsi Tunjangan Rumah Dinas

0
Ferrytas. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi atas dugaan korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna tahun 2011-2015 yang merugikan negara Rp 7,7 miliar. Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) kembali menggesa proses penyidikan dengan kembali memanggil 15 orang saksi lainnya untuk dimintai keterangannya, Rabu (9/8).

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferrytas, mengatakan pemanggilan terhadap saksi yang dilakukan penyidik tersebut. Guna melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para tersangka. Sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.
“Semuanya saksi ada 30 orang. Saksi yang sudah kami mintai keterangan sampai hari ini sudah 22 orang,” ujar Ferrytas.
Dikatakan Ferrytas, seluruh saksi yang dipanggil. Ada pejabat dari Pemkab Natuna. Ada juga Pensiunan PNS yang terkait dengan pokok perkara tersebut.
“Semua saksi itu kami mintai keterangannya sesuai dengan kapasitasnya dan memberikan keterangan untuk berkas kelima tersangka itu,” kata Ferrytas.
Sebelumnya diberitakan, mereka yang dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi yakni Sekretaris DPRD Natuna, Marzuki, mantan bendahara DPRD Natuna, Harmidi, bendahara saat ini, Ishak, Kasubag Perencanaan verifikasi dan evaluasi DPRD Natuna, Heru Chandra dan beberapa orang staf lainnya.
Sebelumnya diberitakan, setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Tim penyidik Pidana khusus Kejati Kepri, akhirnya menetapkan lima orang tersangka atas dugaan korupsi tunjangan perumahan dinas DPRD Natuna tahun anggaran 2011 senilai Rp 7,7 miliar, pada Senin (31/7) sore.
Kelima orang yang ditetapkan tersangka yakni mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli, Raja Amirullah, Hadi Chandra, mantan Sekda Natuna, Syamsurizon dan Makmur yang menjabat Sekwan DPRD Natuna.
Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka, mengatakan penetapan tersangka terhadap kelima orang tersebut dilakukan pihaknya setelah ditemukan dua alat bukti dugaan korupsi dana tunjangan Rumah Dinas DPRD Natuna tahun 2011 hingga 2015.
“Pemberian tunjangan rumah dinas tersebut tidak menggunakan aturan yang jelas sehingga negara dirugikan Rp 7,7 miliar,” ujar Yunan.(ias)

Polisi Tangkap Penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello

0

batampos.co.id – Polres Metro Jakarta Selatan menangkap menangkap penyanyi Marcello Tahitoe atau akrab disapa Ello.

Dari informasi dihimpun, Ello ditangkap pada Kamis (10/8) ini. Penangkapan ini dibenarkan oleh salah seorang pejabat Polres Metro Jaksel.

“Ya benar ketangkap,” kata pejabat tersebut ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/8).

Ello disebut ditangkap pagi ini, namun belum diketahui barang bukti yang ditemukan dalam penangkapan itu. Ia saat ini sedang diperiksa oleh penyidik.

“Nanti akan dirilis,” ujar pejabat polisi itu.

Sementara Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta masih belum menerima informasi itu.

“Belum ada informasi mas, nanti kalau ada diinformasikan,” kata dia kepada JawaPos.com, Kamis (10/8). (elf/JPC)

DPRD akan Fokus Benahi Pelayanan RSUD

0
Bangunan belum selesai di RSUD Natuna. Tampak seorang pasien dipindahkan ke ruang rawat inap dari ruang utama RSUD kepanasan karena atapnya tidak pernah selesai dikerjakan. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Sofian mengatakan, DPRD Natuna saat ini fokus membenahi pelayanan di RSUD Natuna yang menjadi harapan 80 ribu masyarakat Natuna. Untuk mendapatkan pelayanan maksimal, bukan sebaliknya.

Khususnya Komisi I ini kata Sofian, belum lama ini sudah menggelar rapat bersama pihak RSUD langsung mendengarkan persoalan di RSUD yang dinilai masyarakat sudah stadium IV. Namun diharapkan RSUD dengan periode Bupati sekarang bisa diperbaiki.

“Komisi I sekarang fokus benahi pelayanan RSUD. Supaya masyarakat lebih aman untuk dirujuk ke sana. Apalagi RSUD akan naik kelas, dari tipe C ke tipe B,” sebut Sofian, Rabu (9/8).

Dikatakan Sofian, DPRD berharap ke depannya tidak ada lagi kesan Rumah Sakit pelayanan tidak memuaskan. Apalagi terdapat isu dimasyarakat tentang pelayanan malapraktek. Dan terutama persoalan limbah B3 RSUD.

Komisi I katanya, sudah memberikan tenggat waktu kepada manajemen RSUD agar segera menyelesaikan izin bangunan IPAL yang sudah dibangun selama 10 tahun terakhir dan mengurus AMDAL, agar IPAL beroperasi dengan izin pemerintah.

Bahkan dalam pengamatan Komisi I kata Sofian, terdapat bangunan RSUD yang tidak pernah rampung hingga saat ini. Diantaranya bangunan untuk akses pelayanan utama menuju ruang rawat inap. Sudah dibangun tangganya, namun atapnya tidak dibangun. Dan terdapat satu bangunan tangga menuju Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) dan bangunan tangga menuju Power Suplay (Gedung Mesin) dan Kamar Jenazah

“Padahal aksesnya digunakan untuk menyeberangkan pasien menuju ruang rawat inap dari pelayaan utama rumah sakit,” ujar Sofian.

Bangunan yang tidak selesai tersebut kata Sofian, tidak tercantum pada masterplan RSUD dan tidak termasuk dalam perencanaan dan tidak include dalam penganggaran saat rumah sakit dibangun. Pihak RSUD pun tidak mengetahui persis status dan latar belakang pembangunan tersebut.

“Kami sudah minta pihak rumah sakit, supaya banguna tidak pernah selesai itu ditelusuri penyebabnya. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Sofyan. (arn)

BP Bintan Alokasikan Rp 19 Miliar untuk Infrastruktur

0

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) BP Kawasan Bintan, Saleh Umar mengatakan sebanyak Rp 19 miliar anggaran yang dikucurkan melalui dana pusat, kini sudah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan demi mendukung percepatan investasi di Kabupaten Bintan.

“Dari total anggaran keseluruhan sebesar Rp 29 miliar, sebanyak Rp 19,505 miliar, kini sudah kita realisasikan untuk pembangunan beberapa jalan. Dan ini sudah berjalan mulai akhir bulan Juli tahun ini (2017, red),” jelas Saleh.

Diantaranya, Pembangunan ruas 1 jalan sepanjang 600 meter x 9 meter menuju PT BAI Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, dengan nilai anggaran Rp 3,805 miliar. Ruas 2 jalan sepanjang 800 meter x 9 meter menuju PT BAI Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, dengan nilai anggaran Rp 3,467 miliar.

Pembangunan tahap 1 ruas 2 jalan sepanjang 1.260 meter menuju kawasan wisata tanah merah Kecamatan Teluk Bintan, dengan anggaran Rp 4,774 miliar, dan tahap 1 pembangunan ruas 1 jalan sepanjang 1.260 meter menuju kawasan wisata tanah merah Kecamatan Teluk Bintan, dengan anggaran Rp 4,774 miliar.

“Pengerjaan untuk tahap satu hanya sebatas perataan jalan dengan memadatkannya menggunakan tanah dulu. Sementara untuk pengaspalannya akan dilanjutkan pada tahap dua nanti, yang ditargetkan dimulai tahun 2019 mendatang,” terangnya.

Tak hanya pembangunan jalan, lanjutnya BP Bintan, tentunya masih akan melakukan perencanaan pembangunan infrastruktur lainnya demi menunjang fasilitas pendukung bagi investor yang ingin berinvestasi di Bintan. (cr20)

Genjot PAD, Pemkab Garap Pas Pelabuhan Lagoi

0

batampos.co.id – Pemkab Bintan akan mengenjot pendapatan dari retribusi dan pajak. Karena, target PAD di tahun 2017 sebesar Rp 198 miliar, sementara hingga Juli 2017, retribusi dan pajak yang masuk ke kas daerah masih rendah atau sekitar 46,2 persen atau sekitar 70 miliar.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengaku optimis target PAD Bintan tahun 2017 akan tercapai. Salah satunya upaya, Pemkab akan menaikkan pass atau biaya masuk pelabuhan Bandar Bentan Telani di Lagoi. Saat ini, pas pelabuhan Lagoi berkisar Rp 20 ribu sedangkan pelabuhaninternasional seperti di Tanjungpinang sudah Rp 50 ribu.

Apri mengatakan, saat ini tercatat sekitar 350 ribu turis yang masuk ke Bintan. “Hitung sendirilah, kalau dinaikkan Rp 30 ribu, kemudian dikalikan 300 ribu turis per tahun yang berkunjung ke Bintan,” katanya.

Jika pas dinaikkan seperti yang disebut Bupati menjadi sekitar Rp 30 ribu per penumpang yang masuk, dari 300 ribu turis per tahun maka PAD yang masuk ke kas daerah sekitar Rp 9 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Bintan, Yuzet mengatakan, target PAD Bintan bertambah 5 persen dari sekitar 41,2 persen menjadi sekitar 46,2 persen. Kawasan Lagoi kata

Yuzet pertahun menyumbang pendapatan daerah sekitar Rp 100 miliar. Disebutkannya, Rp 100 miliar itu antara lain dari pass pelabuhan, pajak dan retribusi hotel, hiburan dan restauran di Lagoi. “Kalau saya prediksi naiknya bertambah sekitar Rp 5 miliar saja,” tukasnya. (cr21)