
batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura menegaskan dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas Imigrasi Batam tidak boleh terulang.
Menurutnya, kasus tersebut telah mencederai kepercayaan wisatawan mancanegara (wisman) serta berdampak pada citra daerah sebagai destinasi wisata.
“Ke depan kita harapkan pelayanan terhadap wisatawan bisa lebih baik agar kepercayaan tetap terjaga,” ujarnya di Tanjungpinang, Senin (30/3/2026).
Ia menekankan, petugas imigrasi seharusnya memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan yang datang ke Kepri, bukan justru melakukan pelanggaran.
Menanggapi kasus tersebut, Pemprov Kepri akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepri untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan keimigrasian.
Selain itu, seluruh jajaran imigrasi di wilayah Kepri diminta membenahi sistem pelayanan, khususnya terhadap wisatawan asing yang masuk melalui pintu-pintu perbatasan.
“Kalau pelayanan kita baik, tentu akan berdampak positif dan meningkatkan kepercayaan wisatawan,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menonaktifkan seorang petugas Imigrasi Batam berinisial JS yang diduga terlibat pungli terhadap turis asal Singapura.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sujoto membenarkan penonaktifan tersebut. Ia menyebut, yang bersangkutan saat ini tengah menjalani pemeriksaan internal.
“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari tugas dan sedang dalam proses pemeriksaan internal,” ujarnya. (*)
Artikel Kasus Pungli Imigrasi Batam, Wagub Kepri: Jangan Cederai Kepercayaan Wisman pertama kali tampil pada Kepri.




batampos – Jalan menuju panggung nasional mulai disaring dari daerah. Jaringan Honda wilayah Kepulauan Riau menggelar seleksi lanjutan untuk menjaring talenta terbaik di ajang Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2026.




