Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13215

Peraih Nilai Tertinggi Belum Tentu Dipilih

0
Kelima calon sekda Bintan mengikuti seleksi yang dipantau tim
assessor yang didatangkan dari Jambi, Kamis (10/8) lalu. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Hasil seleksi lima calon sekretaris daerah (casekda)
Bintan diserahkan, Jumat (11/8) malam. Ketua pansel sekdakab Bintan
yang juga menjabat Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menyerahkan hasil
tes ke Bupati Bintan Apri Sujadi di Tanjungpinang.

Lima calon sekda tersebut yakni Adi Prihantara saat ini menjabat Plt
Sekdakab Bintan, Mardiah menjabat staf ahli, Ismail Asisten I bidang
pemerintahan, Junirianto Kadis Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan
Hasfarizal Handra Kadis Penanaman Modal dan Promosi Daerah, Pelayanan
Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan.

Sekretaris pansel casekda Bintan, Junisman kepada Batam Pos Senin
(14/8) mengatakan, hasil tes langsung diserahkan setelah tes terakhir
Jumat malam. Pada malam itu, nilai kelima calon sekda dimasukkan
ke amplop dan dilem. “Saya tidak tahu siapa-siapa saja peringkatnya,
karena langsung dilem,” kata Junisman.

Malam itu, ia menyaksikan Ketua Pansel Casekda TS Arif Fadillah
menyerahkan hasil seleksi casekda ke Bupati Bintan Apri Sujadi di
kediaman bupati di Tanjungpinang.

Junisman menambahkan, tes mulai administrasi, wawancara, psikotes yang
dilakukan tim psikolog talenta dari Jambi dan wawancara dengan tim
psikolog maupun pansel yang merangkum lima calon sekda sudah
diserahkan. “Siapa yang dipilih ditentukan Pak Bupati. Peringkat
dengan nilai tertinggi belum tentu dipilih,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya ketua tim assessor Fazlul melakukan tes
terhadap kelima calon sekda. Dari tes, mulai psikolog, sampai dengan
wawancara, kelima calon sekda berhasil melaluinya. Bahkan, Fazlul
mengakui kecerdasaan kelima casekda karena semuanya sudah dua kali
menjabat sebagai kepala dinas. (cr21)

157 ASN Terima Penghargaan

0

batampos.co.id – Sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 30 tahun memprotes pemberian tanda jasa Satyalancana Satya Karya dari Presiden, yang diberikan oleh Gubernur Kepri, Nurdin Senin (14/7) di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Padahal mereka sudah mengabdi selama 30 tahun.

“Hari ini (kemarin,red) sebanyak 157 ASN di lingkungan Pemprov Kepri mendapatkan penganugerahan Satyalancana Satya Karya. Sementara kami yang sudah mengabdi 30 tahun tidak mendapatkan tanda jasa tersebut,” ujar salah satu ASN kepada Batam Pos, kemarin.

Menurut pejabat tersebut, dirinya selama ini bekerja sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan. Bahkan ia juga tidak pernah bermasalah hukum. Tentu merasa heran, karena selama ini gelar tanda jasa tersebut, baik Satyalancana Satya Karya 10 tahun di era Presiden Megawati Soekarno Putri dan 20 tahun sudah didapatinya.

“Tentu ini yang membuat kami heran, karena dari perhitungan untuk mendapatkan tanda jasa tersebut sudah memenuhi kualifikasi yang ditentukan,” paparnya.

Dikatakannya, gelar tersebut tentunya adalah sebuah pencapaian pengabdian yang luar biasa. Ditegaskannya, ia menghormati keputusan pemberian gelar tersebut, apabila dirinya pernah melakukan kesahalan yang mencoreng nama Pemprov Kepri ataupun pernah bermasalah hukum.

“Bukan hanya saya, tetapi ada juga yang mengabdi 31 tahun juga tidak mendapatkan. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ketika ditanya mengenai hal itu, mengatakan pemberian tanda kehormatan Satyalancana Satya Karya adalah melalui proses. Yakni ada tahapan verifikasi yang dilakukan, apakah ASN yang bersangkutan layak atau tidak mendapatkan gelar tersebut.

“Untuk lebih teknisnya, bisa konfirmasi langsung kepada OPD yang bersangkutan,” ujar Gubernur singkat, kemarin di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Terpisah, sewaktu pemberian gelar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Gubernur Nurdin mengajak ASN untuk bekerja lebih keras lagi membawa Kepri semakin gemilang. Apa yang diraih hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, dan esok harus lebih baik dari hari ini. “Kita harus kerja keras, kerja cerdas dan ikhlas,” ujar Nurdin disela-sela menyerahkan penghargaan.

Adapun 157 ASN penerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya tersebut, masing-masing untuk ASN yang telah mengabdi selama 30 tahun sebanyak 31 orang, mengabdi 20 tahun sebanyak 30 orang dan mengabdi 10 tahun sebanyak 96 orang.

Nurdin Basirun mengatakan bahwa penghargaan yang diterima para pegawai dari Negara ini menandakan bahwa para pegawai telah menunjukkan pengabdiannya dengan baik kepada negara, bangsa dan masyarakat. (jpg)

Sehari, DPRD Sahkan Tiga Perda

0
Wakil Ketua 1 DPRD Tanjungpinang Ade Angga didampingi Wakil Ketua 2 Ahmad Dani bersama Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah usai menandatangani dokumen kesepakatan penetapan Tablet dan menjadi Perda pada Paripurna DPRD Tanjungpinang, Senin (14/8). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang menggesa kerja-kerja legislasi dalam tahun ini agar bisa memenuhi target. Tidak tanggung-tanggung, Senin (14/8) kemarin, langsung digelar sidang paripurna untuk pengesahan tiga peraturan daerah sekaligus.

Tiga ranperda yang disahkan kemarin itu terdiri dari perubahan atas perda retribusi jasa umum, perda pemenuhan hak penyandang disabilitas, dan perubahan atas perda tentang perizinan tertentu.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga memimpin langsung jalannya sidang paripurna tersebut. Dimulai secara berurutan melalui penyampaian pandangan umum pansus, tidak perlu sampai ada perdebatan, Angga sudah bisa mengetukkan palu tanda pengesahan atas ranperda yang baru saja dibahas.

“Kita harus kerja cepat, karena jika tidak, takut menumpuk di akhir tahun. Beruntung hari ini tidak ada kendala jadi bisa lekas diselesaikan tiga perda,” kata politisi Partai Golkar ini ditemui usai sidang paripurna kemarin.

Pengesahan tiga ranperda tersebut, sambung Angga, memang harus lekas dilaksanakan mengingat memang mengikut pada perubahan peraturan yang ada di undang-undang, permen maupun perppu. Sehingga diharapkan perubahan perda ini dapat menyesuaikan turunan aturan dari pemerintah pusat.

“Kalau tidak diubah nanti justru terjadi tabarakan,” kata Angga.

Dalam waktu dekat ini, sambung Angga, DPRD Kota Tanjungpinang juga tidak bisa lekas bersantai kendati sudah mengesahkan tiga perda sekaligus dalam sehari. Ini dikarenakan sudah menunggu sejumlah kerja legislasi lain yang harus dikerjakan agar tidak meleset dari waktu yang ditetapkan.

Ranperda APBD Perubahan, misalnya. Kata Angga, ranperda semacam ini harus lekas masuk pembahasan, pembentukan pansus, agar ke depannya tidak terjadi keterlambatan pengesahan yang dapat berimbas pada kemampuan penyerapan pemerintah daerah dalam setahun anggaran kerja.

“Ya itu, makanya harus kerja cerdas dan cepat biar semuanya bisa terkaver,” pungkas Angga. (aya)

Dalmasri Dapat Penghargaan Dharma Bhakti Pramuka Nasional

0
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menyematkan penghargaan Lencana Dharma Bhakti Gerakan Pramuka Nasional kepada Dalmasri Syam di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Senin (14/8). F. Humas Pemkab Bintan untuk batam Pos. 

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan yang juga menjabat Ketua Kwarcab
Bintan Dalmasri Syam dinilai berjasa dalam memajukan Gerakan Pramuka
di Bintan. Karena usaha dan jasanya, Dalmasri menerima penghargaan
Lencana Dharma Bhakti Gerakan Pramuka Nasional.

Penghargaan disematkan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Adhyaksa Dault bertepatan puncak peringatan Hari Pramuka ke 56 dan
Pembukaan Raimuna Nasional Gerakan Pramuka ke
XI tahun 2017 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Senin (14/8).

Usai menerima penghargaan, Dalmasri berjanji akan terus melakukan
upaya dalam mengembangkan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka
Bintan. Pramuka menurutnya sarana untuk membentuk dan membina karakter
anak bangsa. Gerakan Pramuka juga telah terbukti mampu membentuk
generasi muda yang berkepribadian, berakhlak, bermoral dan mempunyai
wawasan berpikir positif.

Penyerahan penghargaan dihadiri sekitar 15.000 Pramuka Penegak dan
Pandega, utusan dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Di mana,
mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan Bumi Perkemahan. Kegiatan
juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya serta atraksi
dari berbagai gugus pramuka seperti halnya atraksi pengibaran bendera
Merah Putih dari helikopter oleh Saka Dirgantara dan juga atraksi
pembongkaran kapal selam oleh Saka Bahari. (cr21)

Polres Resmikan Gedung Pelayanan Baru

0
Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto. F: Harry/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto meminta kepada seluruh jajaran aparatur kepolisian, agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih ditingkatkan.

Hal ini disampaikannya saat meresmikan Gedung pelayanan baru Polsek Gunung Kijang, Senin (14/8).

Guntur mengatakan, dengan adanya tambahan gedung baru ini,  tentunya harus menjadi semangat baru dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan berupaya melakukan penambahan fasilitas, agar anggota Polri bisa lebih semangat dan masyarakat juga bisa lebih muda untuk menyampaikan laporannya,” ujarnya usai meresmikan gedung baru Polsek Gunung Kijang.

Menurutnya peningkatan fasilitas ini tentunya tidak hanya dilakukan di Polsek Gunung Kijang, namun juga akan dilakukan di berbagai wilayah di Bintan.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan fasilitas di masing-masing lini. Tentunya ini akan dilakukan perlahan, sesuai dengan kemampuan yang ada,” terangnya.

“Masyarakat juga jangan enggan atau takut melapor ke polisi, ada juga Babinkamtibmas yang siap jemput bola ke masyarakat dalam menjaga keamanan dan kegiatan lainnya,” imbuhnya. (cr20)

Curi Motor Teman, AS Ditangkap Polisi

0

batampos.co.id – AS, 22 pelaku pencurian motor Scorpio BP 4080 RW, milik rekannya sendiri diamankan Polsek Bukit Bestari, di kawasan Bintan Plaza, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Minggu (13/8) malam.

Penangkapan pelaku setelah menerima laporan polisi dari pemilik kendaraan atas nama Zaenal, yang melaporkan ke Polsek Bukit Bestari. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.

Informasi yang dihimpun, saat hendak diamankan petugas disalah satu tempat hiburan malam di kawasan Bintan Plaza. Pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Namun, usaha yang dilakukannya tersebut gagal karena massa yang mengetahui penangkapan yang dilakukan pihak berwajib, sudah mengepung sekitar lokasi.

Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Arbaridi Jumhur, melalui Kanit Reskrim Aiptu Fredy Simanjuntak, mengatakan modus yang digunakan pelaku untuk menggondol motor temannya sendiri yakni dengan cara menduplikat kunci kontak nya. Pencurian sendiri dilakukan pelaku (8/8) lalu.

“Sebelumnya dia (pelaku) meminjam motor korban dan ternyata kunci kontak nya di duplikat. Setelah mengembalikan motor korban. Keesokan harinya pelaku mencuri motor temannya itu,” ujar Fredy.

Selain mengamankan pelaku, kata Fredy, pihaknya pun turut mendapatkan barang bukti sepeda motor yang dicurinya tersebut.

“Pelaku ini licik seperti pagar makan tanaman. Karena mencuri motor temannya sendiri,” kata Fredy. Karena perbuatannya tersebut, jelas Fredy, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan.

Pelaku pun saat ini masih menjalani pemeriksaan guna proses hukum selanjutnya.”Sudah kami tahan di Mako Polsek Bukit Bestari,” pungkas Fredy.(ias)

Inspektorat Awasi Dana Desa

0
batampos.co.id – Pemerintaah desa diminta untuk serius dalam pengelolaan keuangan desa. Hal ini mesti dilakukan agar anggaran yang dikucurkan baik itu melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu tepat sasaran.
Inspektur Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Ody Karyadi mengatakan, pengelolaan keuangan desa tersebut langsung dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan cara menggandeng inspektorat Kabupaten dalam melakukan pengawasan pengelolaa desa serta pemerintah daerah. “Bahkan saat ini kerjasama tersebut tingggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP) dan Permendagri,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.
Dikatakannya jika pengawasan tersebut sejatinya bukan hanya kepada pemerintah desa saja tapi pemerintah daerah juga tetap diawasi. Merealisasikan hal itu lanjut Ody, pada tahun 2018, inspektorat dari sisi anggaran dikuatkan, bahkan pemerintah daerah diminta untuk benar-benar membantu dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) , anggaran dengan pembinaan yang dilakukan langsung oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri). “Saat ini PP yang akan mengatur hal itu sedang di godok di pusat,” paparnya.
Untuk itu tambah Ody, perlu kiranya keseriusan pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan sejak dari perencanaan, penganggaran,  pelaksanaan dan pengawasan pengelolaan keuangan desa.
Ody juga menyesalkan sejumlah desa yang tidak memiliki data aset desa. Padahal pendataan aset itu sangat penting, yang menjadi pertanyaan jika hal ini berlarut-larut kemana dana tersebut dibelanjakan. “Anambas saat ini menjadi satu-satunya daerah yang belum menggunakan Sistem Kuangan desa (Simkeudesa)”sesalnya.
Bahkan saat ini terdapat surat kiriman KPK yang intinya mengarahkan desa untuk menggunakan anggaran sesuai dengan ketentuannya. “Saya juga meminta kepada camat untuk melakukan pengawasan dalam penggunaan keuangan desa, ” tutupnya. (sya)

Jalan Penghubung Kecamatan Lumpuh

0
Jalan menuju Kecamatan Bungaran Utara, Natuna terendam banjir setelah diguyur hujan seharian, Senin (14/8). Agar terpaksa melintas, warga terpaksa menunggu banjir surut. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah seharian diguyuri hujan deras sejak Minggu
(13/8) kemarin, akses jalan menuju Kecamatan Bunguran Utara Natuna
digenangi setinggi satu meter lebih. Menyebabkan warga tidak bisa
melintas. Hingga pagi Senin, (15/8) jalan utama antar Kecamatan belum
bisa dilewati warga.

“Sudah dua hari ini jalan ke Kecamatan kami menuju Kelarik (Bunguran
Utara,red) banjit. Sepeda motor tak bisa nyebrang, itu jalannya sudah
seperti danau,” ujar Solihin, Senin (14/8).

Karena tidak bisa melintas, para pengendara terpaksa menunggu air surut hingga berjam-jam.

“Kalau di paksakan kendaraan kita bisa macet. Solusinya kami naikan
sepeda motor ke mobil. Tapi ada juga warga yang nekad melintas,” kata
Fatizon warga desa Kelarik.

Menurutnya, banjir di wilayah itu disebabkan buruknya sistem drainase
jalan lintas tersebut. Sehingga aliran pembuangan air tidak mampu
menampung tingginya curah hujan. Termasuk elevasi jalan sangat rendah.

“Banjirnya sudah berlangsung sejak Minggu kemarin sampai Senin pagi.
Pastinya kondisi ini sangat menganggu para pengguna kendaraan roda dua
yang akan bepergian ke kota Ranai dan sekitarnya,” ungkap Fatizon.

Terkait hal ini, Fatizon berharap pembangunan jalan aspal menuju desa
Kelarik dapat dilaksanakan secepatnya. Agar akses jalan darat ke Desa
Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara lebih lancar. Saat ini pekerjaan
pengaspalan sedang berlangsung. Tapi baru selesai di perbatasan
Kecamatan Bunguran Batubi.

“Kami berharap, semoga saja pembangunan jalan aspalnya tahun depan
terus dilanjutkan, dan gak ada lagi jalan banjir,”  harapnya.(arn)

Cegah MERS, Ziarah ke Peternakan Unta Ditiadakan

0
Jemaah haji Bintan usai salat subuh antre membeli sarapan pagi
yang dijual pedagang makanan asal Indonesia di depan pemondokan. F. Iwan Mutaqim untuk Batam Pos.

batampos.co.id  –  Jemaah haji asal Kabupaten Bintan meniadakan ziarah ke
peternakan unta. Tujuannya mengantisipasi kemungkinan masuknya Middle
East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-COV). Sementara itu,
seorang jemaah haji asal Bintan mulai terserang batuk.

Ketua rombongan jemaah haji asal Bintan Iwan Mutaqim melalui pesan
whatsapp (wa) menyampaikan, sejauh ini kondisi seluruh jemaah haji
asal Bintan sehat meskipun ada seorang jemaah yang mulai terserang
batuk. “Sepertinya batuk biasa. Saya lagi mengambilkan obat ke petugas
kesehatan di sini,” kata Iwan.

Sejak jemaah haji tiba di bandar udara, kata Iwan, petugas kesehatan
haji mengimbau kepada seluruh jemaah agar selalu menjaga kebersihan.
Jemaah diminta mencuci tangan seusai dari toilet umum dan tidak
mendekati ataupun berselfi dengan onta serta selalu menggunakan masker
ketika berada di luar pemondokan.

“Masalah cuci tangan kami tidak bisa memantau semua jemaah. Tapi untuk
pemakaian masker, Alhamdulillah saya melihat semua jemaah sudah
mematuhi, misal saat mau ke Masjidil Haram,” katanya.

Ditiadakannya agenda ziarah ke peternakan unta, ia menjelaskan, ini
untuk mengantisipasi jemaah haji terserang virus Mers-COV karena unta
adalah salah satu media yang cepat menularkan virus tersebut.

Petugas kesehatan juga rutin memantau kesehatan jemaah. Meski sudah
disuntik vaksin meningitis sebelum berangkat, namun selama di
pemondokan, petugas kesehatan haji juga memeriksa tensi jemaah haji.
“Jemaah dengan risiko tinggi, tensinya selalu rutin diperiksa,” katanya.

Selain melaporkan kondisi kesehatan jemaah, Iwan juga melaporkan
kegiatan rombongan jemaah haji asal Bintan selama di tanah suci. Di
sana, jemaah haji baru menyelesaikan ziarah ke Mina, Jabal Rahman,
Bukit Sur, dan ke Arafah.

“Bagi yang sehat dan kuat, akan salat lima waktu di Masjidil Haram. Kalau yang tidak kuat, salatnya di pemondokan, di sini disediakan ruang salat,” tukasnya. (cr21)

Tiga Napi Korupsi Tak Dapat Remisi 

0
Sujatmiko. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Rutan Cabang Dabo Singkep Sujatmiko memastikan tiga narapidana koruptor yang berada di Rutan Dabo Singkep tidak mendapat remisi pada tahun ini. Namun 28 narapidana lainnya yang telah menjalani hukuman enam bulan atau lebih, yang bukan terkait kasus tipikor, telah diajukan untuk mendapat remisi pada hari Kemerdekaan RI tahun ini.

“Hanya tiga napi yang kasus korupsi yang di Rutan cabang Dabo Singkep dan ketiganya tidak mendapat remisi,” ujar Sujatmiko ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/8).
Selain ketiga napi yang terjerat kasus tipokor, satu napi lainnya yakni yang terlibat sebagai bandar narkoba dengan ponis hukuman di atas lima tahun juga tidak mendapat remisi pada tahun ini. Sujatmiko memastikan kondisi ini berjalan sesuai dengan peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan.
Sesuai Peraturan Pemerintah, ketiga narapaidana koruptor yang ada di Rutan Cabang Dabo Singkep ini tidak mendapat remisi karena tidak membayar kerugian negara serta mengganti denda yang telah ditetapkan.
Namun bagi 28 narapidana lainnya, Sujatmiko memastikan, akan mendapat remisi pada HUT ke 72 RI kali ini. Ke 28 napi tersebut antaranya terkait kasus pencurian, asusila, narkoba dengan putusan di bawah lima tahun dan beberapa kasus lainnya yang tidak ada dalam ketetapan Peraturan Pemerintah (PP).
“Sebenarnya 29 napi yang dijukan tapi satu napi sepertinya terbentur PP karena kasus narkoba dengan putusan di atas lima tahun,” ujar Sujatmiko.
Lebih lanjut Sujatmiko menerangkan, resmisi kepada 28 napi pada hari besar Kemerdekaan RI tahun ini, tidak ada yang mengantarkan napi hingga bebas. Keseluruhan napi penerima remisi masih harus menjalani masa tahanan mereka di Rutan cabang Dabo Singkep.
Jumlah narapidana dan tahanan yang ditampung Rutan cabang Dabo Singkep saat ini berjumlah 45 orang terdiri dari 40 napi ditambah lima tahanan. Jumlah tersebut mengakibatkan Rutan cabang Dabo Singkep over kafasitas. Sehingga satu kamar harus diisi oleh delapan hingga sepuluh napi.
Karena pengajuan fisik bangunan rutan belum dapat direalisasikan, Sujatmiko meminta Kanwil Kemenhukam Kepri mempermudah proses pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan sebagainya agar dapat mengatasi kelebihan warga binaan di Rutan cabang Dabo Singkep ini.
“Mengatasi agar tidak banyak warga yang masuk penjara setidaknya harus dijalankan restorative justice,” kata Sujatmiko. (wsa)