Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13216

Ini Pulau Tropis yang Terbaik

0
Pulau Bawah, Anambas. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan keberadaan pulau-pulau terdepan di Kepri harus dimanfaatkan untuk prosperity (kemakmuran) dan security (keamanan). Banyak pulau yang punya potensi pariwisata yang harus dioptimalkan untuk peningkatan kemakuran masyarakat.

“Panglima TNI berpesan untuk itu. Panglima sudah melihat potensi dan pesona keindahan sejumlah pulau di Natuna dan Anambas,” kata Nurdin, di Telaga Punggur, Batam, Ahad (23/8).

Gubernur Nurdin dan Panglima TNI Jendral Gatot Numantyo pertengahan pekan lalu memang melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Jendral Gatot bertolak dari Bandara Hang Nadim Batam menuju ke Palmatak, Anambas menggunakan CN2908.

Setiba di Anambas, Panglima menyaksikan serangkaian latihan pasukan. Setelah itu, Panglima dan Gubernur bersama sejumlah perwira TNI menginap di KRI Banda Aceh.

Di KRI Banda Aceh, kata Nurdin, dirinya bersama Panglima TNI dan jajaran membahas tentang kebijakan strategi pertahanan dan sektor wisata bahari dan kemaritiman di Kepri. Pembahasan itu dilaksanakan di KRI Banda Aceh di sekitar Pulau Bawah, Anambas.

Menurut Nurdin, usai Salat Subuh berjamaah, mereka berlayar di sekitar Pulau Bawah. Ini adalah pulau tropis yang paling eksotik dan pernah dinobatkan oleh media dunia CNN sebagai yang terbaik.

Nurdin menjelaskan, sektor pariwisata memang semakin menjadi salah satu prioritas andalan ekonomi Kepri. Berbagai lapisan masyarakat merasakan dampak semakin berkembangan sektor pariwisata ini.

“Kita dorong industri pariwisata di Kepri. Jadi tidak hanya bergantung pada satu sektor saja untuk menggerakkan ekonomi,” kata Nurdin.

Hingga Juni tahun ini, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri sudah mencapai 977.220 jiwa. Nurdin berharap jumlah kunjungan ke Kepri bisa melebihi target nasional. Apalagi Kepri masuk ke dalam tiga besar pintu masuk wisatawan asing di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

Untuk itu, Nurdin mengajak masyarakat di Kepri peduli dan sadar wisata. Kalau dilihat sejumlah daerah tujuan wisata, mereka peduli dengan terus bercerita tentang pesona dan potensi wilayah mereka.

“Semua harus terlibat menjual potensi itu,” kata Nurdin.

Nurdin lun berterima kasih atas dukungan TNI dan Polri yang menjaga Kepri tetap aman dan nyaman. Karena, kata Nurdin, mereka yang berwisata memang mencari kenyamanan.

“Panglima TNI pun memberi poin spesial untuk wisata sejumla pulau di Kepri. Kita pun harus menjadikan potensi itu sebagai sumber untuk menggerakkan perekonomian Kepri,” kata mantan Bupati Karimun ini. (bni)

Pemko Batam Usul ke Kemen PUPR untuk Bangun Rusun Santri

0
ilustrasi F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana akan membangun rumah susun khusus untuk santri dan santriwati di kota Batam. Ini bertujuan untuk mengakomodir santri dan santriwati yang ada di kota Batam.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan kota Batam Gontoyono Batong saat menghadiri acara peresmian asrama Pondok Fahfidz Ar-Rahman Putra, kampus III Hidayatullah, Batuaji, Sabtu (12/8) mengatakan, saat ini keberadaan santri dan santriwati di Batam masih tersebar di berbagai pondok pasantren yang terpisah-pisah dari satu tempat dengan tempat lain.

“Pondok pasantren tersebar di mana-mana. Santri dan santriwati sudah sangat banyak. Makanya ini sudah dipikirkan kami (Pemko Batam) bagaimana agar dibangunkan sebuah rumah susun yang bisa menampung santri dan santriwati yang ada,” ujar Gintoyono.

Rencana pembangunan rusun Santri ini sambung Gontoyoni, sudah disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan pihaknya berharap agar secepatnya direalisasikan.

“Karena ini sebuah kebutuhan. Batam sudah seharusnya memiliki rusun santri,” ujarnya.

Pemko Batam sendiri diakui Gontoyono memang sedang getol mewacanakan itu. Namun demikian Pemko belum bisa melaksanakan sendiri sebab keterbatasan anggaran. “Ini butuh bantuan dari pusat. Makanya kami sudah sampaikan ke Kemen PUPR agar secepatnya ditanggapi,” tuturnya.

Pengadaan rusun santri ini bertujuan untuk mengakomodir semua santri dan santriwati yang mungkin saja saat ini belum tertampung dengan baik. “Bagaimanapun Santri dan Santriwati ini butuh perhatian pemerintah juga. Mereka calon generasi penerus bangsa yang berakhlak dan itu harus didukung,” ujar Gontoyono.

Menanggapi itu Direktur Jendratl (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kementrian Agama RI Muhamadiyah Amin yang turut hadir menegaskan, pada intinya pemerintah akan mendukung segalah pembangunan yang bersifat baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Apalagi wacana pembangunan ini adalah rusun santri, sebagai pejabat dari jajaran kementrian agama RI, Amin menuturkan akan ikut berjuang agar secepatnya diwujudkan.

“Mau masjid atau moshola kalau lahannya jelas akan kami dukung. Apalagi ini rusun untuk santri. Yang penting Pemko siapkan lahan. Ini akan saya bawa ke pusat,” ujar Amin. (eja)

7 dari 10 Perempuan Suka Pria Berbadan Agak Gemuk

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bila disebut ‘badan bapak-bapak’, kebanyakan pria akan merasa gimana gitu…..

Tapi tunggu dulu, tahukah Anda bahwa badan bapak-bapak Anda itu ternyata justru lebih menarik perhatian para wanita ketimbang pria dengan perut rata dan otot di sekujur tubuhnya?

Ya, menurut survei online yang dilakukan Planet Fitness atas sekitar 2 ribu pria Amerika Serikat, 7 dari 10 wanita menyebutkan bahwa mereka lebih tertarik pada pria dengan sedikit berat badan berlebih di tubuhnya atau agak gemuk.

“Survei kami menunjukan bahwa mayoritas orang berpikiran positif terhadap dad bod dan mereka dengan badan seperti itu bangga memilikinya,” kata Jessica Correa, senior vice president of marketing Planet Fitness seperti dikutip dari MensHealth.com.

Uniknya lagi, 78 persen dari wanita yang terlibat dalam studi itu menganggap bahwa dad bod adalah ‘six-pack yang baru’ dan 83 persen di antara mereka (para istri) bangga memiliki suami dengan tubuh yang demikian.

Anda pemilik dad bod, jangan buang-buang waktu Anda untuk mendapatkan kembali perut rata Anda yang hilang. (dms/JPC)

Bermula dari Jual Pulsa

0

Dahlia Tambunan, 29, melayani pembeli pulsa telkomsel, Puja, 19, di warung Reyval Perumahan Sumberindo Blok F 16, RT 07 RW 12, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, Kepri, Jumat (11/8).

Ibu satu anak ini mengaku awalnya hanya jual pulsa lalu bisa membuka warung seperti ini. Dahlia merasa terbantu dengan menjual pulsa Telkomsel. Usahanya berkembang.

Foto/ teks: Dalil Harahap/Batam Pos

RSAL, Pusat Rujukan Pasien Penyakit Jantung

0
Tim medis RSAL sedang menangani pasien penyakit jantung. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Midiyato Tanjungpinang menyediakan fasilitas khusus untuk pelayanan penyakit jantung dan menjadi pusat rujukan pasien penyakit jantung koroner di Tanjungpinang. Fasilitas yang tersedia seperti EKG, Treadmill, Ekokardiografi dan MSCT Scan 64 Slice untuk melakukan CT scan jantung.

“Adanya fasilitas tersebut, memudahkan dan sangat efektif untuk pasien jantung, sehingga mereka cepat tertangani,” ujar Kepala Departemen Saraf, jiwa dan Rehabillitasi Medik (Saware), Letkol Laut (K) dr. Benny Jovie, SpJP, usai serah terima jabatan sebagai Kepala Departemen Saware, Kamis (10/8).

Untuk kasus serangan penyakit jantung koroner (PJK), saat penanganan di rumah sakit, pasien akan langsung diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang selanjutnya, pada kasus berat akan dirawat di ruangan Intensive Care Unit (ICU) dan diberikan obat yang dibutuhkan sampai diputuskan oleh dokter spesialis jantung untuk tindakan lebih lanjut seperti Kateterisasi Jantung.

Untuk beberapa pasien dapat dilakukan pemeriksaan penunjang MSCT Scan jantung. Dokter spesialis jantung juga akan berkoordinasi dengan dokter spesialis radiologi untuk membantu mendiagnosis dan memberikan gambaran perencanaan untuk melakukan intervensi jantung atau perencanaan pengobatan lainnya sesuai hasil temuan diagnosis.

“Tindakan intervensi jantung adalah prosedur memasukkan kateter melalui pembuluh darah arteri lipat paha atau tangan ke dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner) dengan tujuan diagnostik atau mengetahui jenis penyakit atau mengobati penyakit atau kelainan jantung,” paparnya.

Benny menambahkan penyakit jantung koroner ditimbulkan berbagai faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol dan kadar lemak dalam tubuh yang tinggi sehingga menyebabkan pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah.

“Untuk menghindari penyakit tersebut, bisa dengan rutin berolahraga sesuai kemampuan, tetap menjaga kondisi tubuh tetap sehat, menjaga pola makan, mengkonsumsi buah dan sayuran dan istirahat yang cukup,” jelasnya.

Selain fasilitas tersebut, RSAL dr Midiyato juga memiliki Instalasi Radiologi dengan peralatan canggih radiologi digital, MSCT Scan 64 Slice serta dokter spesialis Radiologi yang berfungsi untuk mendianogsis suatu penyakit atas konsultasi dari dokter lainnya untuk melakukan tindakan pengobatan suatu penyakit tertentu. Selain itu Radiologi RSAL dr. Midiyato juga memiliki fasilitas kemampuan melakukan Radiologi Intervensi seperti tindakan kateterisasi arteriografi.

Dokter spesialis radiologi juga memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan intervensi penyuntikan lokal ke tumor untuk kemoterapi kanker melalui pembuluh darah arteri. “Tindakan intervensi nonvaskuler lain seperti penyuntikan saraf terjepit atau HNP di pinggang dan leher juga dapat dilakukan sehingga mengurangi rasa nyeri,” jelas Kepala Bagian Radiologi RSAL dr Midiyato Letkol Laut (K) dr. Paralam Sinambela, Sp .Rad.

RSAL Dr. Midiyato juga akan menyiapkan Cathlab sebagai sarana melaksanakan kateterisasi jantung maupun radiologi intervensi.

“Dengan adanya fasilitas untuk penyakit jantung dan fasilitas radiologi canggih ini, maka RSAL mampu memberikan pelayanan prima kepada pasien,” pungkasnya. (odi)

Kakek Buyut Menteri Susi Pudjiastuti Berasal dari Lombok

0
Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersendal jepit. (Jalaludin/Radar Lombok/JawaPos.com)

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkunjung ke Sembalun, Lombok Timur, Sabtu sore (12/8). Menteri yang dikenal nyentrik itu mengendarai sepeda motor dari Polsek Aikmel. Di belakangnya, belasan mobil pengawal dan pejabat Pemprov NTB serta Pemkab Lotim mengiringinya.

Setiba di Sembalun, Susi disambut para tokoh masyarakat setempat di rumah adat Lokak Sembalun Bumbung. Kedatangannya di Sembalun tersebut dilakukan setelah Susi berkunjung ke Sumbawa.

Dia sengaja datang untuk mencari tahu silsilah keluarganya. “Ibu Susi menyatakan bahwa buyutnya berasal dari Sembalun Pelawangan atau Sembalun Lawang,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Sembalun H Mustiadi N.H.

Susi sempat menemui Mustiadi. Mantan Kades Sembalun Lawang itu mengungkapkan, Susi menanyakan silsilah keluarganya yang ada di Sembalun. “Ibu Menteri mengaku mengetahui nama saya dari keluarganya yang ada di Sunda,” ungkap Mustiadi.

Susi sempat menceritakan, kakek buyutnya yang bernama Mpu atau H Ireng berasal dari Sembalun Pelawangan. H Ireng, sekitar 1927, menjadi kepala desa di Pangandaran, Jawa Barat.

Namun, masyarakat Sembalun tidak mengenal Mpu. Guna menelusuri silsilah keluarga Susi, Mustiadi harus mencari tahu dan merunut silsilah agar bisa mengungkap jati diri H Ireng. Setelah dapat mengungkap silsilah keluarganya, Mustiadi berjanji menghubungi Susi.

Mustiadi lalu bercerita kepada Susi bahwa pada 1354 M, Raja Sembahulun (yang pusat pemerintahannya berada di Sembalun Lawang saat ini) mengirim tiga utusan untuk belajar agama ke Bali, Jawa, dan Sumatera. Salah seorang di antara ketiga utusan yang belayar ke Jawa yang bernama Titiq Selim tidak kembali. Sementara itu, dua rekannya kembali ke Sembalun.

Diperkirakan, utusan Kerajaan Sembahulun ke Jawa yang bernama Titiq Selim tersebutlah yang kemudian menetap di Jawa (Sunda). Bisa jadi, Titiq Selim memiliki keturunan yang salah satunya adalah Susi Pudjiastuti. (lal/c24/ami)

Pemeliharaan Jaringan 10 Kantor Pelayanan Adminduk Dipangkas

0

batampos.co.id – Disdukcapil Bintan benar-benar harus mengencangkan ikat pinggang. Defisit membuat anggaran pemeliharaan jaringan di 10 kantor pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Bintan dipangkas.

Kasi Pendataan Disdukcapil Bintan Budiana mengatakan defisit membuat anggaran pemeliharaan jaringan komputer di 10 kantor pelayanan administrasi kependudukan, di 9 kantor kecamatan
dan kantor pelayanan utama di Disdukcapil dikurangi.

“Dari anggaran sekitar Rp 200 juta, lalu sekitar Rp 180 juta, dan
sekitar Rp 150 juta menjadi sekitar RP 130 juta per tahun,” sebut
Budiana kepada Batam Pos, Sabtu (12/8).

Dari anggaran itu, ia menyebut, sebulan masing-masing kantor pelayanan administrasi kependudukan dijatah sekitar Rp 1 jutaan.
Menurutnya, pemeliharaan jaringan wajib dilakukan, apalagi jika
ada koneksi jaringan yang terputus. Maka petugas teknisi akan turun menemukan persoalan jaringan.

“Di mana putusnya harus segera diperbaiki,” kata Budiana.

Karena, jika tidak diperbaiki akan menganggu koneksi jaringan
data dan pelayanan di kantor pelayanan utama dan kantor pelayanan kecamatan.

“Dulu pihak ketiga yang mengerjakan pemeliharaan,
rekanannya baru Disdukcapil. Tapi sekarang banyak rekananya. Dengan anggaran segitu mulanya mereka menolak, meski akhirnya mau,” katanya.

Kadisdukcapil Bintan Yudha Inangsa membenarkan defisit membuat dirinya mati langkah. Ia mencontohkan, bila lampu padam maka pelayanan di Disdukcapil yang bergantung pada listrik PLN terpaksa dihentikan. “Mati langkah,” katanya.

Disdukcapil Bintan bukannya tidak ada genset, hanya untuk pengoperasiannya dibutuhkan biaya. Di mana tahun ini anggaran BBM buat operasional genset ditiadakan. Yudha buka-bukaan bahwa alokasi anggaran Disdukcapil di tahun 2017 sebesar Rp 2 miliar. Mendapatkan anggaran itu saja, dia harus berkelahi saat pembahasan anggaran di level TAPD.

“Kelembagaan Tipe A kalah dengan Tipe C. Sekelas dana desa malah kalah dari dana desa,” sebutnya.

Ia juga menyebut anggaran perjalanan dinas sebesar Rp 140 juta pertahun. Bila ada undangan dari kementerian untuk pelatihan administrasi kependudukan atau bimbingan teknis maka Disdukcapil cukup mengutus 1 pegawai.

“Kalau yang diundang kabid dan kasi, yang berangkat cukup
kabid saja. Kalau undangannya ditujukan kadis dan kabid, yang
berangkat kadis saja,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga menambahkan untuk pengadaan peralatan
pelayanan administrasi kependudukan pun harus diangsur-angsur.
Padahal pegawai Disdukcapil memiliki risiko kerja yang sangat besar.

Karena menurutnya UU Administrasi Kependudukan nomor 23 tahun 2006 yang diubah menjadi nomor 23 tahun 2013 sangat ketat. Juga mengatur sanksinya jika melanggar akan diganjar hukuman 6 tahun kurungan penjara.

“Itu kejam, karena itu pegawai Disdukcapil bekerja di mana dua
kakinya, satu di penjara, satu lagi di kantor, karena harus menyajikan keakuratan data kependudukan. Kalau ada data yang salah atau tidak akurat, kami wajib menolak,” tegasnya.

Meski defisit, ia mengaku masih ada anggaran yang dialokasikan pusat. Hanya jumlahnya tidak tetap setiap tahun. Di tahun 2015, Disdukcapil Bintan menerima alokasi anggaran sekitar Rp 960 juta, kemudian di tahun 2016 sekitar Rp 690 juta dan di tahun 2017 sekitar Rp 780 juta.

“Idealnya kantor pelayanan publik yang melayani lingkup kabupaten, anggarannya sebesar Rp 3,5 miliar,” tukasnya. (cr21)

 

Pemilik Ribuan Ponsel Belum Diketahui

0

batampos.co.id – Lanal Tanjungbalai Karimun yang berhasil menangkap speed boat Dua Putra di Perairan Penyalai, Provinsi Riau yang membawa ribuan unit ponsel dan laptop serta peralatan kosmetik dari Batam tujuan Kuala Gaung, Provinsi Riau masih melakukan penyidikan terkait siapa pemilik ribuan peralatan elektonik tersebut.

“Kita masih melakukan penyidikan terhadap nakhoda atau tekong speed biat terkait siapa pemilik barang yang saat ini sudah diamankan di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun. Termasuk juga pemeriksaan terhadap kru speed boat. Dan, hingga kini dari tekong dan kru kapal belum menyebutkan siapa pemilknya,” ujar Danlanal Tanjunbgbalai Karimun, Letkopl Laut (P) Totok Irianto kepada Batam Pos, kemarin (13/8).

Menyinggung tentang proses penyidikan apakah akan dilakukan sendiri oleh Lanal Tanjungbalai Karimun, Danlanal menyebutkan bahwa untuk penyidikan, memang tidka menutup kemungkinan akan menggandeng instnasi lain, yakni BC.

”Sebab, untuk muatan yang dibawa dari Batam tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan. Sedangkan, untuk izin berlayar speed boat tidak memiliki SPB. Untuk itu, masalah pelayarannya pihaknya yang akan melakukan penyidikan,” jelasnya.

Sebelumnya, tiga unit patroli keamanan laut (Patkamla) yang merupakan gabungan satuan tugas (Satgas) dari Tim Westrern Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV bersama Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil mengejar dan menangkap speed boat Dua Putra yang membawa 5.170 unit ponsel pintar berbagai merek. Laptop berbagai merek ada 100 unit, jenis tablet pintar sebanyak 620 unit, 1 kotak kosmetik dan 135 tas laptop.

Pada saat akan ditangkap, speed boat yang menggunakan tuiga mesin masing-masing 300 PK mencoba untuk mearikan diri. Meski sudah diberikan tembakan peringatan, namun tetap melaju melarikan diri. Akhirnya, setelah berhasil ditemnbak mesinnya oleh kapal Patkamla TNI AL, akhirnya kapal bersama muatan berhasil dibawa ke Mako Lanal untuk menjalkani pemeriksaan. Karena, speedboat dan muatan tidka memiliki dokumen resmi. (san)

Teknologi Lampu Lalulintas di Batam masih Buruk, Listrik Mati, Lampu Lalin Ikut Mati

0

batampos.co.id – Sebagian besar lampu lalulintas di Batam belum memiliki penyimpan daya cadangan jika listrik mati. Alhasil, setiap kali listrik mati, lampu lalulintas juga ikut mati.

Seperti yang terjadi di Simpang Gelael, Batamcenter, Minggu (13/8) siang. Aktivitas lalulintas di simpang yang padat ini terganggu lebih kurang 20 menit karena lampu lalulintas tak berfungsi.

“Warga jadi terganggu perjalanannya. Mobilnya sampai berjubel di tengah simpang, tapi untung ada polisi,” kata pekerja parit, Saripin, yang tak jauh dari lokasi.

Wargapun merasa terganggu dan meminta pihak terkait menuntaskan masalah lalulintas tersebut. “Yang begini mesti jadi perhatian,” harap warga Bengkong, Juma.

Tak hanya kali ini, hal serupa kerap terjadi. Contohnya awal April lalu, banyak lampu lalulintas mati karena listrik mati, di antaranya Simpang Kara Batamcenter, Simpang Frengky Batamcenter, Simpang Basecamp Batuaji, Simpang Baloi Lubukbaja juga Simpang Kalista Batamecenter.

Pada waktu yang berbeda, beberapa simpang di wilayah Batuaji dan Sagulung mengalami hal serupa.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Yusfa Hendri, mengaku dari 38 simpang di Batam hanya beberapa saja yang tidak berpengaruh jika listrik mati, seperti Simpang Jam, Simpang Kabil dan Simpang Lippo Nagoya dan beberapa simpang namun ia mengaku tak hafal. Sementara sebagian besarnya hanya mengandalkan listrik PLN.

ilustrasi

“Masih banyak yang masih teknologinya AC, yang kelemahannya kalau mati lampu traffic lightnya juga mati, kalau mati lama kadang kita bawa genset.” kata Yusfa.

Untuk mengatasi hal ini, secara bertahap pihaknya bersama Kementrian Perhubungan akan meningkatkan teknologi lampu lalulintas yang semula hanya andalkan listrik, ke depan akan ditambah batrei penyimpan daya yang akan bertahan hingga dua jam.

“Tahun ini ada empat yang kami tingkatkan, yakni simpang Rosadale (Gelael), Simpang Baloi, Seraya Atas dan Simpang Virgo di Pelita. Anggarannya sekitar Rp 4 miliar,” terangnya.

Untuk program peningkatan tahun depan, lanjut dia, pihaknya sudah mengajukan ke Kementrian Perhubungan. Simpang-simpang yang diajukan untuk dikerjakan lampu lalulintasnya adalah Simpang Seiharapan, Simpang Basecamp, Simpang Bandara juga Simpang KDA.

“Peningkatannya dari tiang, lampu hingga tekonologinya,” pungkasnya. (cr13)

Apri Buka Event Jong Race Desa Teluk Bakau

0
Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Wakilnya Dalmasri Syam didampingi Kadis Pariwisata Luki Z Prawira (topi putih) menyaksikan lomba Jong di pantai Dispar Bintan di Desa Teluk Bakau, Sabtu (12/8). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi membuka event pariwisata Jong Race Desa Teluk Bakau di pantai Perkantoran Dinas Pariwisata Bintan, Desa Teluk Bakau, Sabtu (12/8) pagi. Di event itu, Apri menyampaikan bahwa Melayu tidak akan hilang di Bintan dan Bintan tidak akan lepas dari Melayu.

“Kebiasaan (masyarakat) Melayu yang positif harus terus dipupuk dan dikembangkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satunya adalah kebiasaan masyarakat Melayu bermain Jong atau permainan sampan layar mini tanpa awak. Permainan Jong harus dilestarikan karena merupakan budaya Melayu dan berciri khas masyarakat Bintan.
Di kesempatan itu, ia juga menyampaikan Pemkab Bintan mendukung kegiatan event pariwisata ini. Ia berharap agar ke depan event Jong Race yang ditaja Pemdes Teluk Bakau bersama Dinas Pariwisata Bintan menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Bintan.

“Bisa menjadi magnet sehingga menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Bintan,” harapnya.

Panitia Jong Race, Along menyampaikan, event digelar dua hari, 12-13 Agustus. Peserta lomba terdiri atas 14 tim dari Tanjungpinang dan Bintan.

“Lomba dibagi dua kategori, kecil dan besar. Di mana,
masing-masing tim beranggotakan 10 orang,” sebutnya.

Perlombaan Jong Race dimulai saat bupati bersama wakil bupati Bintan menekan tombol sirine. Di mana, tiga Jong peserta meluncur dari garis start sebagai simbolis pertandingan. Lomba ini diikuti sekitar 300 jong dari berbagai komunitas maupun perorangan baik dari Bintan maupun Tanjungpinang. (cr21)