Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13214

Perang Bantal, yang Tercebur Kalah

0
Dua peserta lomba gebuk bantal saling adu dengan bantal di atas pohon pinang di perairan dekat pos penjagaan PPLP Tanjunguban. Lomba gebuk bantal diadakan dalam rangka memeriahkan HUT ke 72 kemerdekaan RI, Kamis (17/9). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Peringatan hari ulang tahun ke 72 Indonesia dirayakan semarak
di sejumlah daerah. Di Tanjunguban, Bintan, permainan tradisional
gebuk bantal yang digelar di laut membuat pesta kemerdekaan makin
hidup.

Seperti yang terlihat di Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai
(PPLP) Tanjunguban pada Kamis (17/8) siang. Pos penjagaan kapal-kapal
negara (KN) jika di hari biasa dijaga ketat, kemarin siang agak
longgar.

Jalan di kawasan Pasar Lama Tanjunguban atau searah pos penjagaan
kapal PPLP Tanjunguban terlihat padat. Kendaraan bergerak sangat
pelan. Konsentrasi pengendara buyar karena penasaran mendengar suara
nyaring dari pos penjagaan kapal PPLP Tanjunguban.

Suara melengking dari mikrophone itu rupaya ampuh menarik
perhatian. Ruas jalan yang sempit makin dibuat sempit lantaran
sejumlah pengendara memaksa memakirkan kendaraannya di
bahu jalan.

Wartawan Batam Pos juga kepincut akan suara tersebut dan
langsung memakirkan sepeda motor di area yang agak lapang.
Di pos penjagaan petugas yang di hari biasa memasang wajah garang,
kali ini agak santai. Masyarakat yang keluar dari pos penjagaan juga
tersenyum-senyum.

“Jangan di pelantar kayu nontonnya, di sini saja. Nanti pelantarnya
roboh,” ujar seorang petugas menegur.

Ternyata, pelantar kayu yang berada di sisi kiri pelantar beton
sudah penuh. Masyarakat ingin menyaksikan dari jarak dekat lomba gebuk
bantal yang diadakan di laut itu. “Mundur-mundur, nanti roboh,”
katanya.

Dari atas pelantar kayu itu, panitia lomba memanggil peserta yang akan
berlaga di lomba gebuk bantal. Dua orang bersiap menuju arena gebuk
bantal. Mereka terjun ke laut dan mendekati pohon pinang yang
mengantung di atas air.

Dengan bantal yang sudah di tangan kedua peserta gebuk bantal bersiap
saling serang menjatuhkan lawannya. Hitungan mundur dimulai, kedua
peserta mulai mengayunkan bantal ke lawannya.

Pukulan pertama mendarat di wajah peserta. Peserta lainnya membalas,
meski tak kena. “Keseimbangan. Jangan asal main serang,” celetuk
seorang penonton.

Peserta yang mengelak ternyata jatuh lebih dulu karena kehilangan
keseimbangan. “Tuh kan jatuh,” katanya. Puncaknya ketika salah seorang
peserta tercebur ke laut, dan membuat penonton bersorak ke peserta
yang kalah.

Pegawai PPLP Tanjunguban, Katno yang menyaksikan lomba itu mengatakan,
khusus di hari ini, masyarakat dibolehkan masuk ke pos penjagaan
tempat kapal-kapal negara bersandar. “Saya melihat masyarakat sangat
antusias. Mereka berduyun-duyun datang di lomba gebuk bantal. Padahal
ini baru pertama kali dibuat,” katanya.

Ketua panitia lomba gebuk bantal yang juga pegawai PPLP Tanjunguban,
Sunirto mengatakan, sebenarnya PPLP Tanjunguban tidak merencanakan
mengadakan lomba gebuk bantal. Tapi setelah dibuka, pesertanya sangat
banyak.

“32 peserta yang mendaftar baik umum maupun anak sekolah,”
katanya. Lomba ini harapnya bisa mengibur masyarakat di hari perayaan
kemerdekaan ini. Selain lomba gebuk bantal yang diadakan di laut, PPLP
Tanjunguban juga mengadakan lomba panjat pinang, yang digelar sore
hari. (cr21)

Rakyat Ikut Menyaksikan Detik-Detik Proklamasi

0
Penghormatan bendera merah putih saat upacara peringatan 17 Agustus di Coastal Area. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, kemarin (17/8) memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 72 tahun. Bupati Karimun Aunur Rafiq sebagai Inspektur upacara, kemudian pembacaan teks Proklamasi oleh Wakil Ketua DPRD Karimun Bakti Lubis. Yang diikuti oleh para ASN dilingkungan Pemkab Karimun, TNI, Satpol PP, Polri, pelajar dan instansi vertikal lainnya.

“Selamat memperingati hari kemerdekaan RI ke 72 tahun. Mari kita jaga NKRI, terutama bagi generasi penerus, dengan tema kerja bersama,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq usai mengikuti upacara kemerdekaan RI.

Pantauan di lapangan, saat pelaksanaan upacara hari Kemerdekaan di lapangan Coastal Area ratusan pasang mata menyaksikan proses upacara mulai dari pasukan pengibar bendera. Hingga, proses detik-detik pengibaran bendera yang dibawa oleh anak-anak pelajar kabupaten Karimun.

Usai upacara kemerdekaan RI, dilanjutkan atraksi yang dilakukan oleh TNI. Kemudian dilanjutkan, dengan penaburan bunga di jembatan tulisan Karimun dan penyerahan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada 13 narapida yang ada di Rumah Tanahan (Rutan) Kelas II B Tanjungbalai Karimun sebanyak 13 orang.

Dan pada sore harinya, dilakukan hiburan rakyat yaitu panjat pinang yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Karimun sebanyak 17 tiang dengan berbagai hadiah yang diikat diatas pohon pinang. Walaupun, cuaca pada siang hari turun hujan namun antusias masyarakat untuk ikut panjat pinang cukup semangat.

Berbagai cara dan teknis mereka lalukan, untuk berlomba meraih pucuk pohon pinang yang telah disediakan oleh panitia. Dimana setiap pohon pinang tersebut ditanjabkan bendera merah putih ditengah-tengahnya.

“Seru bang, setiap tujuh belasanlah diadakan panjat pinang. Walaupun cuaca hujan, tapi tetap semangat kita,” ujar Yanto salah seorang peserta. (tri)

Alumni Perkapalan ITS Gubah Lagu Heroik

0

batampos.co.id – Ia lulusan teknik perkapalan. Kerjanya pun, ya, bikin kapal. Namun hobinya bikin lagu patritois

JFC Diboyong ke Hari Belanja Diskon di Jakarta

0
foto: kemenpar

Kehebohan Jember Fashion Carnival atau #PesonaJFC2017 bisa disaksikan di Jakarta. Agendanya bisa disaksikan dalam acara Hari Belanja Diskon (HBD) Indonesia di Gambir Expo Kemayoran, yang heboh di medsos dengan hastag #PesonaHBDI itu.

Ketua panitia HBD Indonesia Fetty Kwartati mengatakan, selain promosi belanja, terdapat beberapa acara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Termasuk Jember Fashion Carnival yang akan diundang untuk meramaikan acara.

“Acara ini memberi hiburan bagi masyarakat dan mampu menyedot wisatawan. Kami berharap kehadiran di Jakarta akan semakin mengenalkan festival ini,” tutur Fetty.

Pada acara #PesonaHBDIndonesa itu, karnival tersebut melibatkan 450 peserta ambil bagian. Drumband, paskibraka, penari, dan pelajar ikut meramaikan festival tersebut.

HBD Indonesia ditargetkan menarik 20 juta orang pembeli serta menjadi festival belanja, kuliner, musik dan hiburan ritel terbesar di Indonesia diikuti lebih dari 200 perusahaan yang mengelola 500 merek lokal dan internasional.

Peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia menjadi inspirasi para peritel dalam menarik konsumen di HBD Indonesia. Para konsumen akan memperoleh berbagai promosi yang terkait dengan angka 72 yang ditawarkan oleh para peritel agar berpartisipasi, antara lain diskon hingga 72%, harga khusus Rp 72.000, hingga beli 2 dengan hanya membayar Rp 72.000.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meng-apresiasi gelaran Hari Belanja Diskon Indonesia dan menggarisbawahi kinerja panitia yang ikut mengundang Jember Fashion Carnaval (JFC) ikut dalam acara ini.

“Langkah yang tepat, kolaborasi yang hebat. JFC ini sudah sangat eksis di nasional, berkelas dunia dan akan ditetapkan sebagai Kota Karnaval. Sudah 16 tahun JFC 2017 menginspirasi banyak karnaval di tanah air,” kata Menteri Arief Yahya.

Prestasi JFC memang sudah mendunia, seperti Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang, Best National Costume Miss Supranational 2014 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, USA Best National Costume Miss Supranational 2015 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas Amerika Serikat dan Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia.

Bahkan, sebagai kiblat fashion art wear JFC hanya kalah dengan Notting Hill (USA) dan (Reunion) France pada International Carnaval de Victoria 2016″ di Seychelles-Afrika.

“Semangat yang harus dijaga adalah “Indonesia Incorporated.” Bangsa ini harus bersatu, mensinergikan seluruh kekuatan, memperkuat semua lini.Begitupun SBC menggandeng JFC, menyatukan langkah untuk bersaing di level global,” lanjutnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan JFC berhasil menjadi identitas baru yang mengantarkan Kabupaten Jember untuk go international, menciptakan awareness, membangun image, menelorkan reputation, menaikkan added value, serta berdampak signifikan terhadap ekonomi dan pariwisata.

Moment JFC semestinya bisa lebih dimaksimalkan di kancah dunia. Semisal membuat venue untuk napak tilas JFC dari tahun ke tahun, public space agar orang bisa melihat rekam jejaknya dan juga mungkin bisa disisipkan workshop di tengah acara.

“Anak anak muda saat ini lebih suka berwisata yang ada experience-nya. Wisatawan tidak hanya jadi penonton JFC semata,” kata pria asli Banyuwangi ini. (*)

TVRI pun Kibarkan Co-Branding Wonderful Indonesia

0

MoU Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementerian Pariwisata di Jakarta, Kamis (10/8), langsung direspon cepat oleh TVRI.

TVRI mengaku siap mengibarkan brand Wonderful Indonesia lewat acara bertema pariwisata. Di antaranya, Jelajah Negeri, Kuliner, Kain Nusantara, dan program dokumenter wisata bertajuk Jalan-Jalan.

“Kami siap mendukung Kemenpar dan akan segera menindaklanjuti MoU itu. TVRI sudah memiliki banyak acara dengan tema terkait pariwisata dari berbagai daerah. Beberapa acara bertema pariwisata di TVRI antara lain Jelajah Negeri, Kuliner, Kain Nusantara, dan program dokumenter wisata bertajuk Jalan-Jalan. Sehingga TVRI dapat mendukung kemajuan pariwisata Pesona Indonesia,” kata Arief Hidayat Thamrin, Ketua Dewan Pengawas TVRI.

Arief juga menambahkan, dengan memiliki 29 stasiun TVRI daerah di 29 kota dan memiliki 471 pemancar dan 4 kanal digital, TVRI dapat dinikmati secara gratis alias ‘Free to Air’ dengan jangkauan terluas. Jumlah pemirsanya pun cukup bisa diandalkan.

Dengan kekuatan tadi, TVRI siap menyajikan aneka informasi, promosi, dan berita terkait pariwisata untuk kebutuhan masyarakat Indonesia berwisata ke seluruh pelosok nusantara.

“Kemenpar dan TVRI jadi bisa menjalin kerjasama untuk liputan bertemakan acara wisata nusantara, promosi pariwisata, dan program TV tentang aneka destinasi wisata Indonesia,” lanjut Arief.

Bahkan rencananya, TVRI akan berencana bekerjasama dengan APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yang beranggotakan 400-an Kabupaten. Artinya, Kabupaten juga bisa ikut didorong menyampaikan Pesona Indonesia dalam bentuk program TV.

“Pada prinsipnya kami senang bekerjasama dengan Kemenpar. Apalagi kami juga membutuhkan konten-konten untuk mengisi berbagai kanal digital dan program TV yang ada di TVRI. Konten Pesona Indonesia bisa dimasukkan sebagai bagian dari program news, dokumenter, dan seni-budaya. TVRI juga sudah membuat beberapa iklan layanan masyarakat bertema pariwisata. Dengan demikian TVRI dapat bekerjasama dengan Kemenpar untuk kepentingan promosi Pesona Indonesia/Wonderful Indonesia,” ujar Arief.

Sementara itu, bagi Kemenpar, kolaborasi dengan TVRI yang merupakan tindak lanjut dari penandatangan MoU ini adalah langkah yang sangat tepat untuk mempromosikan co-branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia.

“TVRI dipilih karena jangkauannya yang luas dan memiliki pangsa pemirsa yang besar, menjangkau 70% wilayah Indonesia, merupakan TV yang mempunyai jangkauan dan jumlah pemancar terbanyak dibandingkan TV swasta yang hanya fokus di kota-kota besar saja,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Kemenpar yang didampingi Plt. Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Hariyanto.

Esthy menambahkan, stasiun TV yang telah berdiri selama 55 tahun yang merupakan lembaga penyiaran publik yang didukung 29 stasiun di daerah dan 4.884 karyawan di seluruh Indonesia.

Tayanganya pun menampilkan misi kebhinekaan dan tugas membantu mensukseskan sosialisasi program pemerintahan antara lain mendukung suksesnya pengembangan pariwisata.

“Dengan memanfaatkan market network yang dimiliki TVRI, maka akan terjadi penghematan biaya promosi yang substansial. Karena dengan bermitra, biaya promosi akan dikerjasamakan dan saling sinergi secara bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, inisiatif co-branding dengan TVRI dan 27 partnership lainnya diluncurkan untuk memanfaatkan momentum meroketnya kinerja brand Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia.

Ini dilihat dari brand equity Wonderful Indonesia yang kini sudah kokoh sebagai hasil pengembangan selama 2,5 tahun terakhir. Saat ini branding Wonderful Indonesia menduduki posisi ke-47. Sudah melompat sangat jauh karena sebelumnya brand Wonderful Indonesia tidak terdaftar. Not Available.

“Sekarang kita semua boleh berbangga, Wonderful Indonesia sudah sejak 2015 lalu menyalip dua rival kita itu. Kita naik fantastis di peringkat 47 dunia, Malaysia di 96, Thailand 83,” ujar Arief Yahya.

Sejak itu, Menpar Arief ngebut mengejar branding. Memenangi semua kompetisi pariwisata dunia, tahun 2016 saja menjuarai 46 event di 22 negara. Tahun 2017 ini, merebut 11 juara di 6 negara! “Kemenangan itu bukan kebetulan, kemenangan itu direncanakan. Dan dengan Co Branding ini, kita akan bawa semuanya melompat lebih tinggi lagi,” kata Arief Yahya. (*)

161 Paket Wisata Ditawarkan sempena Peluncuran PWI Terpadu Crosborder di Batam

0
Turis dari Singapura berjalan di Pelabuhan Internasional Sekupang F. Dalil Harahap/Batam Pos

Kementerian Pariwisata makin fokus memasarkan pariwisata kepada wisatawan lintas batas (cross border). Usai serangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) dengan semua instansi terkait yang berhubungan dengan wilayah perbatasan di Batam dan Bintan,

Kemenpar langsung menggelar Launching PWI Terpadu Cross Border Batam Bintan di Batam View Beach and Resort, 18 Agustus 2017.

“Launching PWI Terpadu Cross Border ini digelar untuk mengembangkan pasar turis Malaysia dan Singapura, khususnya ke Batam dan Bintan,”kata I Gede Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata I Gede Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa, Kamis (17/8).

Program promosi terpadu ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Kemenpar dengan industri aksebilitas (ferry), pemerintah daerah, industri pariwisata terkait di Batam, Bintan, Singapura, dan Malaysia (Johor).

“Paket program promosi terpadu ini sudah merupakan paket finalisasi. Sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak oenyeberangan Ferry, Hotel, Travel Agent dan Pemda. Juga dengan berbagai pusat pembelanjaan, Golf, EO, Spa dan Restaurant.Semua sudah siap dan kita segera Launching Paket Program Terpadu ini,” lanjut Pitana.

“Ada 161 paket promosi dan wisata yang siap ditawarkan untuk seluruh wisman .Paket mulai dari 20 Singapore Dollar atau sekitar 190 ribu rupiah atau 134 Ringgit Malaysia (sekitar Rp 442 ribu, Red) sudah bisa mengeksplore Batam,” promosi Pitana.

Harga ini adalah harga round trip dan sudah termasuk terminal fee. Pastinya harga yang sangat kompetitif ini akan sangat menarik bagi wisatawan asing untuk masuk ke Indonesia melalui wilayah cross border Batam Bintan.
Hal itu dibenarkan Rizki Handayani, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara.

“Sampai saat ini sudah ada 161 paket wisata dengan harga yang sangat menarik yang siap dinikmati para wisatawan dari Singapura dan juga Malaysia. Di samping dukungan yang luar biasa dari para pelaku industri pariwisata di Kepri, ada juga dukungan Ferry Operator seperti Batam Fast, Majestic Ferry, Citra Ferry dan Bintan Ferry. Mereka memberikan harga sangat special bagi wisatawan asing yang mau datang ke wilayah Kepri khususnya Batam, Bintan dan Tanjung Pinang pada hari biasa,” tutur Rizki Handayani.

Bidikan Batam dan Bintan ini bukan tanpa sebab. Saat ini, dua destinasi yang ada di Kepri itu ada di top 3 wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 16 persen. Prosentasenya hanya kalah dari Bali 43 persen dan Jakarta 19 persen.

Puslitbang Kemenpar mencatat, pada semester I (Januari-Juni) 2017 Kepri sudah didatangi 1.011.908 jiwa wisatawan mancanegara (wisman). Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah pada semester satu tahun ini mengalami penurunan sekitar 1 persen atau 13.585 wisman. Namun, jika jumlah kunjungan pada Juni 2017 yang mencapai 180.313 wisman, didapati kenaikan 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Menpar Arief Yahya juga ikut menyorot program promosi terpadu ini. Baginya, ini adalah jurus ampuh untuk menjaring wisman sebanyak banyaknya. “Dengan penggarapan yang baik, pertumbuhan wisatawan di Batam-Bintan bisa meningkat tiga kali lipat. Kita targetkan dapat menjaring tambahan 100.000 wisman dari Singapura dan Malaysia,” tutur Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Acara Launching terpadu ini rencananya akan dihadiri kurang lebih 150 peserta. Sebanyak lebih dari 40 tamu undangan berasal dari Malaysia, Singapura yang terdiri dari para jurnalis, wholesaler, agent, perwakilan kedutaan negara negara sahabat dan komunitas, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota di Kepri, Industri Pariwisata, Perwakilan Asosiasi dan juga komunitas.(*)

Banyuwangi Savana Cake Ber-Co Branding dengan Wonderful Indonesia

0

Penyanyi Fitri Carlina menjadi salah satu selebritas yang turut ber-Co Brand dengan “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”. Fitri dengan bangga menempatkan dua logo resmi pariwisata Indonesia itu dalam kemasan serta berbagai materi promosi Banyuwangi Savana Cake (BSC) miliknya.

Menggandeng brand “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”, dikatakan wanita asal Banyuwangi ini sudah tentu jadi kebanggaan tersendiri. Terlebih “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” di bawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya, sudah diakui dunia dengan level popularitas yang tinggi. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri.

Karena itu menjaga kualitas produk bakal menjadi oleh-oleh wajib Banyuwangi ini merupakan hal penting untuk diperhatikan.

“Sudah tentu aku menjaga kualitas sebagai hal yang pertama diperhatikan. Karena bagaimanapun, ini akan menjadi bagian dari wajah pariwisata Indonesia juga,” kata Fitri Carlina yang secara resmi akan memperkenalkan ‘Banyuwangi Savana Cake” pada Minggu (20/8) mendatang di Store Banyuwangi Savana Cake Jalan Letjend S Parman No. 26, Banyuwangi.

Apa saja faktor yang diperhatikan Fitri dalam menjaga kualitasnya? Bagaimana cara ia menciptakan standardisasi produk? Sampai dimana keterlibatanya?

Soal ini, wanita yang belum lama diangkat sebagai duta pariwisata Banyuwangi ini memastikannya dari bahan baku. Pisang sebagai bahan dasar Banyuwangi Savana Cake dipilih yang terbaik. Sebisa mungkin ia mengambil dari Banyuwangi dan kabupaten-kabupaten sekitar di wilayah Jawa Timur yang sangat melimpah komoditas pisangnya.

“Pisang di Jawa Timur terkenal luar biasa kualitasnya. Bahkan dulunya pada era tahun 80 hingga 90, Banyuwangi dikenal sebagai Kota Pisang karena melimpahnya pisang di kota ini. Namun karena ada virus yang menyerang pohon pisang, membuat jumlahnya menurun drastis,” kata Fitri.

Selanjutnya adalah di proses pembuatan. Wanita kelahiran 29 Mei 1987 ini memastikannya dengan menggunakan peralatan dapur berstandar tinggi, seperti yang digunakan industri kue kebanyakan.

Sehingga nantinya kualitas mulai dari rasa hingga bentuk dapat selalu terjaga. Dan tidak ketinggalan higienitas yang selalu diperhatikan.

“Saya pun menempatkan chef yang berpengalaman di hotel bintang 5. Jadi yang pasti dari segi rasa dan kualitas sangat mumpuni, standar bintang 5,” ujar Fitri Carlina.

Satu yang tak kalah penting adalah packaging. Sebagai seorang yang sudah malang melintang di panggung hiburan tanah air, Fitri Carlina sangat paham pentingnya penampilan. Karena itu ia turun langsung dalam memastikan seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga menentukan packaging yang sesuai, yang dapat merepresentasikan pariwisata Banyuwangi dan Indonesia secara keseluruhan.

“Packagingnya tentunya secantik mungkin, dan pastinya ada logo Wonderful Indonesia. Tidak hanya di packaging tapi juga di dalam toko,” kata Fitri.

Banyuwangi Savana Cake memiliki lima varian rasa yang semuanya merepresentasikan destinasi dan keindahan Banyuwangi. Mulai dari Savana Red Island, Savana Green Bay, Savana Blue Fire, Savana Sunrise of Java, dan Savana Wedi Iren.

“Aku ingin mengajak semua warga Banyuwangi untuk bernostalgia dengan masa-masa kejayaan Banyuwangi yang pernah dikenal sebagai Kota Pisang dengan tetap bisa menikmati kenikmatan olahan pisang melalui cake dari Banyuwangi Savana Cake,” kata Fitri Carlina yang selalu mengupdate tentang produknya di akun instagram @banyuwangisavanacake.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah yang diambil Fitri Carlina. Dengan menerapkan standar kualitas yang tinggi, akan lebih mudah bagi satu produk untuk hadir dan bersaing.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga. Kenali dirimu maka kamu akan memenangi peperangan,” ujar Menpar Arief.

Lebih lanjut Arief Yahya mengatakan, respons cepat dari endorser seperti Fitri Carlina akan memberi dampak yang besar dalam meningkatkan brand pariwisata Indonesia.

Sebelumnya Menpar juga telah melakukan co-Branding dengan 28 brand lainnya baik nasional dan internasional.

“Dulu kita kalah dari Truly Asia Malaysia dan Amazing Thailand. Tapi itu dulu, sekarang kita boleh berbangga karena Wonderful Indonesia sudah sejak 2015 lalu menyalip dua rival kita itu. Kita naik fantastis di peringkat 47 dunia, Malaysia di 96 dan Thailand 83,” ujarnya.

Strategi co-Branding tersebut dikatakan Menpar untuk lebih menaikkan lagi brand “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia”.

“Karena kemenangan itu bukan kebetulan, kemangan itu direncanakan,” ujar mantan Dirut PT Telkom ini.(*)

 

 

Menpar Arief: Kita Beragam Sekaligus Bersatu dalam Busana Nusantara

0

“Kita tidak seragam, kita beragam, sekaligus bersatu!” kata MenPar Arief Yahya dalam sambutannya sebagai inspektur upacara di halaman Kantor Kemenpar Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus.

Ada yang spesial dari peringatan HUT RI ke-72 di halaman Gedung Sapta Pesona, Kemenpar. Menpar Arief Yahya dan seluruh jajarannya mengenakan busana adat Nusantara. Suasana upacara detik-detik proklamasi itu menjadi sangat Bhinneka Tunggal Ika.

Keberagaman, perbedaan, diversity, dalam pariwisata itu justru saling menguatkan. Beda budaya, beda adat istiadat, beda kepercayaan, beda cara berpakaian, beda kebiasaan makanan, beda dialek, tetapi satu dalam komitmen bernegara, NKRI.

“Hari ini, saya menggunakan pakaian adat Palembang, dan saya merasa sangat Indonesia,” sebut Arief Yahya yang didampingi istri yang sama-sama mengenakan Busana Nusantara.

Pidato Menpar pada Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-72 itu memang banyak mengungkapkan indahnya rasa kebhinekaan itu.

“Sebelum membacakan sambutan, ijinkanlah saya mengungkapkan perasaan saya. Rasa bangga dan rasa kebangsaan saya tergetar melihat rekan-rekan menggunakan pakaian tradisional, penuh warna dalam harmoni, karena inilah sesungguhnya kita, bangsa Indonesia, beragam sekaligus bersatu,” kata Arief Yahya.

“Selanjutnya pakaian tradisional ini, saya sebut sebagai Busana Nusantara dan saya minta Sesmen untuk menetapkan, setiap upacara kita gunakan Busana Nusantara,” ujarnya.

Mengapa Menteri Arief tidak menyebutnya sebagai “pakaian nasional”? “Kalau disebut pakaian nasional, seolah semuanya harus seragam, harus sama. Padahal, kita hidup dalam atmosfer keberagaman,” jelasnya.

Menteri Arief Yahya meminta seluruh kompenen bangsa dapat memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 lebih mendalam. Bukan hanya sebagai momentum untuk menggugah memori kolektif sebagai bangsa besar yang senantiasa menghormati jasa pahlawan. Tapi juga siap bergotong royong membangun bangsa.

Statemen itu diutarakan Arief Yahya saat di halaman Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (17/8). Bergotong royong, yang dalam kata lain adalah kerja sama merupakan wujud dari kata solid dalam corporate culture yang selalu digaungkan Kemenpar.

Bersatu, bersama membawa Indonesia terbang tinggi. Mewujudkan pariwisata Indonesia sebagai arus utama dalam memajukan dan memakmurkan bangsa.

Menpar mengatakan bangsa ini harus menjadikan sejarah sebagai pondasi masa depan. Bahwa kemerdekaan bisa direbut karena semua anak bangsa mampu bersatu, bekerja sama.

“Dulu pahlawan kita berjuang untuk meraih kemerdekaan. Sekarang kita harus berjuang untuk memenangkan persaingan. Modal kokoh persatuan itu harus terus kita jaga, kita rawat, perkuat. Karena kita adalah bangsa petarung,” kata Menpar.

Presiden Jokowi, sebut Menpar, telah menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan pembagunan nasional. Pariwisata dijadikan sebagai sektor prioritas selain pangan, energi, maritim serta kawasan ekonomi khusus.

“Ini terjadi sejak akhir tahun 2014. Tahun 2015 juga masuk, 2016 dan sekarang 2017 masuk. Dan di draft RKP (Rencana Kerja Pemerintah m,red) 2018 tinggal tiga industri yang masuk. Nomor satu adalah pertanian, kedua pariwisata, dan tiga perikanan,” ujar Arief Yahya.

Ini artinya pariwisata telah dijadikan leading sector Republik Indonesia ke depan. Karena merupakan industri yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dan performansi tiap tahunnya menanjak.

“Dengan komitmen presiden tersebut, maka seluruh kementerian dan lembaga (K/L) mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata. Teurtama di 10 destinasi prioroitas,” kata dia.

Target 20 juta wisman dan 270 juta wisnus di tahun 2019 ditekankan mantan Dirut Telkom ini bukan merupakan target Menpar. Melainkan target langsung dari presiden Republik Indonesia.

“Konsekuensinya kalau itu target Presiden Republik Indonesia, maka seluruh kementerian atau lembaga wajib mendukung. Apa saja yang diputuskan oleh presiden langsung ditindaklanjuti di tingkat kementerian secara incorporated. Atau yang sering saya sebut sebagai Indonesia Incorporated,” ujar Arief Yahya.

Inilah yang harus juga terjadi di daerah. Terutama yang mempunyai potensi pariwisata dan sudah menempatkan diri sebagai destinasi pariwisata.

Ia bersama presiden adalah orang-orang yang yakin bahwa ekonomi kreatif termasuk pariwisata di dalamnya akan menjadi koor ekonomi bangsa

“Jadi beruntunglah, Pak Presiden kita commited terhadap pariwisata. Kita harus gunakan momentum yang sangat baik ini membangun pariwisata,” kata dia.

Presiden, kata Menpar, sebelumnya telah dua kali mengapresiasi kinerja Kementerian Pariwisata. Sampai bulan Juni pertumbuhan wisatawan mancanegara mencapai 22,4 persen.

Seberapa besar pertumbuhan itu?

Dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,01 persen, maka terbilang pertumbuhan wisman yang identical dengan penerimaan devisa naik empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya sering katakan kenali musuhmu, kenali dunia. Kenali dirimu maka kamu akan memenangi peperangan. Kita tumbuh 22 persen, ASEAN tumbuh enam persen dan dunia tumbuh lima persen. Kita jauh lebih cepat dari regional dan global,” kata Menpar.

Namun ia mengingatkan untuk tetap mengenali “musuh” dalam arti pesaing. Yakni Vietnam yang bersama Indonesia masuk ke dalam “Top 20 the Fastest Growing Destination in the World”.

“Vietnam tumbuh 24 persen dan kita 22 persen dan itu kita harus akui. Rahasia suksesnya Vietnam, mereka melakukan deregulasi,” ujarnya.

Untuk branding, tahun 2017 Wonderful Indonesia rangking 47 dan masuk cluster 1. Amazing Thailand ada di rangking 68 dan Truly Asia Malaysia di rangking 85.

Namun untuk mencapai tingkatan itu tentunya tidak mudah. Harus membawa tatanan bekerja untuk bangsa dan negara.

Menpar telah berkali-kali mengatakan bahwa spirit lebih hebat dari strategi. Spirit terkait dengan ruh dan karakter sedangkan strategi terkait dengan rasio dan kompetensi. Kenyataanya, ruh dan karakter akan membawa pengaruh besar pada kesuksesan.

Menpar telah mengimplementasikan budaya kerja yang disebut Win Way, Corporate Culture di lingkungan Kementerian Pariwisata. Budaya kerjanya salah satunya adalah menyangkut gotong royong tadi, yakni Solid serta ditambah Speed dan Smart.

“Kerja bersama itu solid. Yang memenangkan peperangan bukan pasukan yang banyak, bukan senjatanya yang tajam tetapi kesatuan. Jadi jika tidak ada kesatuan, tidak ada unity, tidak ada soliditas, tidak ada kerja bersama, tidak akan ada speed dan tidak akan pernah ada smart. Karena itu adalah modal dasar,” ujarnya.

Presiden juga telah mengingatkan sebelumnya bahwa hanya bangsa yang cepat bergerak yang akan memenangkan persaingan.

“Dalam bahasa saya, bukan yang besar akan makan yang kecil. Tetapi yang cepat akan makan yang lambat. Jadi selain kita bersatu, juga harus dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Untuk bergerak dengan sangat cepat lakukanlah deregulasi. Jangan buat birokrasi-birokasi baru yang akan membuat kita makin tidak bisa berkompetisi.

“Kuncinya sangat mudah, buatlah orang masuk ke Indonesia lebih mudah. Buatlah orang berinvestasi di Indonesia lebih mudah, sesederhana itu,” ujarnya.

“Dengan semangat persatuan Indonesia saya yakin akan mampu menjalankan tugas konstitusional kita menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang mandiri, berdaulat dan berkpribadian,” ujar Menpar.

Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Negeri Pancasila, Salam Pesona Indonesia.(*)

Usia 80 Tahun Ikut IRONMAN 70.3 Bintan 2017, Wow….

0
 F. Harry/Batam Pos.

IRONMAN 70.3 Bintan selalu penuh warna. Lomba ketiga terbaik dunia di bawah Jerman dan Prancis itu tak hanya diburu atlet-atlet papan atas dunia. Atlet 80 tahun asal Malaysia, Yee Sze Mun, juga dipastikan tampil di IRONMAN 70.3 Bintan, 20 Agustus mendatang. Yee Sze Mun tercatat sebagai triathlete tertua di Asia.

“Yee Sze Mun adalah triathlete tertua di Asia yang biasa terlihat di berbagai lomba triathlon,” ujar CEO MetaSport Nathalie Marquet, selaku penyelenggara, Selasa (15/8).

Kiprahnya di Bintan diyakini bakal menjadi magnet tersendiri. Maklum, Yee Sze Mun juga tercatat sebagai atlet Malaysia pertama yang menerima penghargaan IRONMAN Hall of Fame tahun 2015. Kekuatan fisiknya di atas rata-rata. Meski sudah tua, Yee sudah 16 kali menyentuh garis finish di 16 penyelenggaraan IRONMAN. Dia juga sering berpartisipasi di lebih dari 150 triathlon di seluruh dunia.

“Kehadiran Yee Sze Mun tentu akan menambah gengsi IRONMAN 70.3 Bintan 2017,” kata Nathalie.

Hingga saat ini MetaSport mencatat telah terdaftar atlet elit dari 42 negara serta 1.200 atlet amatir atau rekreasional baik lokal maupun mancanegara. Termasuk diantaranya Fredrick Croneborg dan Kate Bevilaqua yang merupakan pemenang IRONMAN 70.3 Bintan tahun 2016 lalu.

Ribuan peserta IRONMAN 70.3 Bintan 2017 nantinya akan ‘melahap’ rute menantang. Mulai dari berenang sejauh 1,9 kilometer di air yang tenang dan jernih dengan pemandangan dasar laut yang indah.

Setelah itu, para peserta akan diajak bersepeda di jalanan Bintan yang mulus dan lebar sepanjang 56 mil (90 km). Ujian daya tahan tubuh itu kemudian akan diakhiri dengan lomba lari yang akan melahap 3 lap sepanjang 21 km.

Dijamin bakal seru. Bintan yang indah, ditopang dengan perhelatan olah raga bertaraf internasional dipastikan siap menyambut wisatawan. Hadiah sebesar 15 ribu dolar AS serta 30 slot untuk mengikuti IRONMAN 70.3 World Championships di Afrika Selatan tahun depan juga menjadi daya tarik para atlet.
Dan tak hanya atlet dunia saja yang bakal ambil bagian. Lebih dari 300 anak-anak Indonesia juga akan ambil bagian di akhir pekan dan berlari 1,5 kilometer di Ironkids fun run.

Bagi yang ingin menonton, jangan khawatir bakal kebosanan. Semua akan dihibur dengan berbagai aktivitas sepanjang akhir pekan. Live music, festival makanan dan minuman, hadiah, lucky draw, dan beragam hiburan lainnya, dijamin siap menemani.

Selain itu, penonton juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti sesi tanda tangan dan foto bersama para atlet elit yang berlaga di lomba ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan keindahan Bintan sudah tidak perlu diragukan lagi. Keindahan pantai serta bawah lautnya telah menjadi magnet ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya. Yang hadir tidak hanya mereka wisatawan nusantara, tapi juga menjadi destinasi favorit para pelancong dari Singapura dan Malaysia.

“IRONMAN 70.3 dapat memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Ini akan mendongkrak pariwisata great Batam Bintan,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

 

Masyarakat Ibu Kota Padati Gedung Daerah

0
Gubernur Nurdin Basirun menyerahkan bendara kepada anggota paskibraka saat peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (17/8). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Peringatan Detik-Detik Proklamasi Tingkat Provinsi Kepri ke 72 di pusat di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (17/8). Kegiatan sakral tersebut juga dipadati masyarakat Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara (Irup).

“Kita melihat, rasa nasionalisme masyarakat Tanjungpinang luar biasa. Karena turut menyaksikan dan mengikuti rangkaian peringatan Hari Kemardekaan ke-72 ini,” ujar, Abu Bakar warga Dompak di Gedung Daerah, Tanjungpinang, kemarin.

Pantauan di lapangan, suasana diseputaran Jalan Merdeka atau di dekat Gedung Daerah, Tanjungpinang juga terlihat dipadati masyarakat. Bahkan petugas kepolisian harus bekerja ekstra untuk mengatur arus lalu lintas disana. Masih pantauan di lapangan, proses sakral berjalan dengan khidmat. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kepri yang terdiri dari pelajar Kepri menggunakan formasi 72.

Diakhir rangkaian kegiatan, panitia juga menampilkan drama kolosal tentang perjuangan Sultan Mahmud Riayaat Syah dalam menumpas penjajahan Belanda. Adapun atraksinya diperagakan oleh personel gabungan TNI, Polisi, dan para pelajar Tanjungpinang. Drama tersebut diberi tajuk Gerilya Laut pada zaman Kerajaan Riau Lingga di bawah kepemimpinan Yang Dipertuan Muda Sultan Mahmud Riaayat Syah.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, spirit kemardekaan Indonesia ke-72 tahun ini adalah mengajak masyarakat untuk bekerja bersama. Artinya tidak sendiri-sendiri. Menurutnya, bekerja sendiri tentu akan sulit mencapai tujuan pembangunan. Karena itu, pesan kemerdekaan tahun ini hendaklah terus menjadi pegangan agar tujuan mulia kemerdekaan, yaitu masyarakat adil dan makmur segera terwujud.

“Sesuai dengan tema kemerdekaan tahun ini yakni Indonesia kerja bersama, maka perlu kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan Kepri kita ini,” ujar Gubernur Nurdin.

Menurut Nurdin, dengan bekerjasama segala permasalahan di Kepri akan terselesaikan secepat mungkin. Termasuk menggairahkan kembali perekonomian Kepri yang dalam semester pertama tahun ini mengalami perlambatan. Diakuinya, meskipun sebagai seorang pemimpin, dirinya tetap membutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Seiring berjalannya waktu, dan kerja bersama dengan semua pihak terkait, kita terus berupaya menyelesaikan permasalahan dan menaikan perekonomian di Kepri,” papar Nurdin.(jpg)

Play sound