Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13218

Industri Shipyard Batam Tak Minati Proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro, menyayangkan sikap sejumlah perusahaan shipyard di Batam yang yang terlalu selektif memilih proyek pembangunan kapal. Dia menyebut ada ribuan proyek pembuatan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun hanya sekitar 10 proyek kapal yang dikerjakan shipyard Batam.

“Alasannya, kualifikasi kapalnya jauh dari standar. Lebih rendah dari kemampuan galangan kapal di Batam, sehingga (shipyard) di sini jadi gak tertarik,” kata Hatanto, Rabu (2/9).

Dia menyebut, ribuan pesanan kapal tersebut memang tidak semuanya ditolak. Dari sejumlah galangan kapal yang masih bertahan, ada dua perusahaan yang tertarik untuk mengerjakan kapal pesanan KKP itu.

Menurut dia, seharusnya pesanan kapal dari KKP itu diterima dan dikerjakan. Sebab saat ini kondisi industri galangan kapal tengah lesu. Sehingga banyaknya proyek pembuatan kapal baru akan kembali menggairahkan sektor industri tersebut.

Apalagi industri galangan kapal merupakan industri padat karya. Sehingga dampak ekonomi dari banyaknya proyek pembuatan kapal ini akan dirasakan masyarakat luas. Mulai dari pekerja hingga pelaku ekonomi dan usaha pendukung sektor shipyard lainnya.

Namun di satu sisi, Hatanto mengaku memaklumi jika banyak galangan kapal yang menolak tawaran proyek tersebut. “Mungkin terlalu murah sehingga tak banyak untung, kalau saya kan pasti terima dulu biar ada pekerjaan,” jelasnya.

Hatanto menambahkan, sikap galangan kapal yang terlalu selektif itu bertolak belakang dengan semangat BP Batam dan Pemko Batam untuk membangkitkan kembali sektor shipyard di Batam.

“Saya pernah ngomong sama Pak Wali Kota (Batam) bagaimana memajukan shipyard karena banyak undang tenaga kerja,” kata Hatanto.

Melihat perkembangan terkini sektor shipyard, Hatanto kemudian berpikir untuk mengonversi lahan galangan kapal untuk industri sektor lain. Sebab, selain galangan kapal, banyak industri yang membutuhkan lahan di tepi pantai seperti industri yang produksi precast atau pelat jembatan.

“Industri seperti ini butuh lahan di pantai karena memproduksi alat-alat berat,” jelasnya.

Namun yang jadi kendala lahan di pesisir pantai Batam sudah habis diborong pengusaha shipyard. “Makanya saya pikir harus direalokasikan ke industri lain, tentu saja harus bekerjasama dengan pemiliknya,” pungkasnya.

Sementara Ketua Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), Sarwo Edi Wibowo, memprediksi kondisi sulit sektor galangan kapal Batam masih akan berlangsung cukup lama. Setidaknya perlu dua tahun agar galangan kapal Batam kembali bangkit.

“Butuh dua tahun untuk galangan kapal pulih seperti empat tahun lalu. Itu perkiraan dan estimasi waktu untuk bisa bangun lagi,” terang  Sarwo Edi Wibowo, Rabu (2/8).

Edi menggambarkan dampak situasi ekonomi sulit saat ini sangat buruk sekali, khususnya bagi sektor shipyard. “Dulu kami sering menolak order baru karena saking banyaknya. Nah sekarang malah tak ada order sama sekali,” jelasnya.

Suasana di galangan kapal yang menjadi sektor investasi perusahaan asing yang berada di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batuaji. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Dua tahun merupakan estimasi yang diperlukan bagi sebuah perusahaan yang membutuhkan kapal untuk merancang kapal yang dibuatnya dan mengurus segala keperluan lainnya sebelum diserahkan ke galangan kapal untuk diproduksi.

Untuk bisa bertahan hidup, galangan kapal di Batam terpaksa memutus kontrak kerja para buruhnya. Mereka hanya mempertahankan karyawan yang bertugas untuk memelihara asetnya.

“Yang masih dipertahankan itu orang maintenance dan yang jaga gudang, paling satu orang,” tambahnya lagi.

Ia sebelumnya mengharapkan dari kapal-kapal buatan Batam yang rutin melakukan annual docking atau pemeliharaan rutin tiap 2,5 tahun sekali.

“Namun mereka juga tak punya uang untuk annual docking. Sehingga sekarang banyak kapal-kapal yang terparkir karena tidak terurus atau tidak dapat order,” terangnya.

Sangat sepi kata Edi. Akibat tidak ada order, lahan-lahan shipyard di Batam banyak terbengkalai. Salah satu contohnya adalah lahan seluas 40 hektare milik perusahaan Nan Indah.

Meskipun terlihat pesimis, Edi tampaknya memiliki harapan besar kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Ia menyarankan agar instansi pengelola investasi ini mengundang investor yang mampu membuat komponen kapal.

“Carilah investor yang mau bikin komponen kapal seperti baling-baling atau cat kapal. Kami mau jika lahannya disewakan, kan sama seperti yang terjadi di Kabil,” ungkapnya. (leo)

Nasib Begal

0
F Cecep Mulyana/Batam Pos

Foto diatas menunjukkan nasib begal di Batam. Timah panas diletupkan Unit Reskrim Polsek Batuampar karena begal tersebut berusaha melawan petugas saat dilakukan penangkapan, Jumat (28/7) lalu.

Honeywell Akhirnya Tutup, 110 Pekerja di-PHK

0

batampos.co.id – Setelah diisukan bakal tutup, akhirnya PT Honeywell Bintan di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam mengumumkan secara resmi tutup, Rabu (2/8). Akibat tutupnya perusahaan, sekitar 110 pekerja yang rata-rata sudah berstatus pekerja tetap di-Putus Hubungan Kerja (PHK). Tutupnya perusahan yang memproduksi kotak hitam pesawat terbang ini diikuti dengan tutupnya cabang perusahaan yang berproduksi di Singapura.

Kadis Penanaman Modal dan Promosi Daerah, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (BPMPD, PTSP dan TK) Kabupaten Bintan, Hasfarizal Handra membenarkan, manajemen PT Honeywell secara resmi menyampaikan akan tutup total. Namun surat resmi tutupnya perusahaan yang berada di Lobam itu, kata Hasfarizal belum diterima.

“Kami masih menunggu surat resminya,” kata Hasfarizal.

Ditanya alasannya, Hasfarizal menjelaskan, tutupnya dua cabang PT Honeywell di Indonesia maupun Singapura merupakan kebijakan yang diambil PT Honeywell pusat. Hanya dipastikannya, manajemen akan memberikan hak-hak pekerja sesuai undang-undang tenaga kerja.

HRD PT Honeywell Bintan, Budisila belum berhasil dihubungi hingga berita ini diturunkan.
Sebelumnya, kabar berhembus kencang terkait rencana tutupnya PT Honeywell Bintan di Lobam. Kabarnya, perusahaan tersebut akan relokasi ke Malaysia dan menutup cabangnya di Indonesia. (cr21)

Plat Kuning Demo Plat Hitam Menggantikan

0
Sejumlah kendaraan plat hitam sedang memasukan barang milik penumpang yang menggunakan jasa mobilnya di Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (2/8).Pihak bandara menyediakan sebanyak 50 kendaraan jenis Avanza, Terios, Ertiga, Rush dan jenis minibus lainnya. Tak hanya itu saja, bus damri juga telah disiagakan untuk mengatisipasi penumpukan penumpang terkait demo taksi pangkalan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ada yang unik saat taksi pangkalan mogok dan memilih demo di depan kantor Pemko Batam, Rabu (2/8). Pelayanan angkutan penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim maupun pelabuhan-pelabuhan di Batam tetap berjalan normal. Padahal tak ada taksi mangkal di sana.

Bagaimana menyiasatinya?

Di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pihak bandara langsung menyediakan 50 unit kendaraan mobil plat hitam jenis Avanza, Terrios, Ertiga, Rush, dan minibus.

Tak hanya itu, bus Damri juga dikerahkan mengangkut penumpang.

“Sekali lima belas menit berangkat, jumlahnya lebih banyak dibandingkan hari biasa,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam Suwarso, Rabu (2/8).

Khusus mobil berplat hitam yang dilibatkan, Suwarso mengatakan tarifnya sudah ditentukan pihak bandara. Sehingga sopir tak bisa bermain-main dengan tarif.

“Kami jaga itu, agar tak ada keluhan dari penumpang terkait tingginya tarif,” ucapnya.

Ia mencotohkan tarif transportasi dari bandara ke Batamcenter dipatok Rp 70 ribu, sedangkan ke Nagoya Rp 110 ribu. Dan yang berinteraksi dengan penumpang bukan sopir, tapi petugas bandara.

“Jadi sebelum masuk itu petugas sudah nanya mau kemana. Penumpang sebutkan tempat, lalu petugas sebutkan harganya. Sesuai dengan tarif yang kami tentukan, tak ada yang lebih tinggi,” tegasnya.

Para pengendara itu, kata Suwarso juga sudah diminta untuk menjaga kesopanan serta melayani penumpang dengan baik. Para pengendara angkutan “khusus” ini, sudah terdaftar dan tercatat oleh petugas bandara.

“Untuk juga jaga-jaga,” katanya.

Selain menyediakan bus Damri dan angkutan khusus berplat hitam, Suwarso juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua bus khusus, untuk berjaga-jaga bila terjadi penumpukan penumpang.

“Tapi semua sangat kondusif, tak ada kompalin,” ucapnya.

Para penumpang awalnya bingung melihat tak adanya taksi beroperasi. Tapi begitu diberikan pengertian oleh petugas bandara, para penumpang pun paham dan mengerti.

Eliana, salah satu penumpang dari Pekanbaru mengatakan tak mempermasalahkan ada atau tidaknya taksi pangkalan.

Enjoy saja, malah ada kendaraan minibus (Avanza,red). Lebih bisa muat banyak dan nyaman juga,” ucapnya.

Beroperasinya angkutan khusus berplat hitam ini hanya sampai pukul 11.30 WIB. Disebabkan karena taksi pangkalan di bandara sudah berdatangan dan beroperasi lagi.

Kondisi serupa juga terlihat di Pelabuhan Internasional Batamcentre. Tidak ada penumpukan penumpang tak terangkut. Semua berjalan normal.

“Sebanyak 110 taksi pelabuhan tetap siaga melayani konsumen. Lagian demonya sebentar, jadi tak ada masalah,” kata Manager Operasional PT Synergi Nika Astaga.

Di Pelabuhan Sekupang, baik internasional maupun domestik, layanan angkutan terhadap penumpang tetap normal. Penumpang dilayani city car plat hitam seperti di Bandara Internasional Hang Nadim.

“Tiga hari sebelumnya operator taksi pangkalan sudah infokan mau mogok, namun mereka menyediakan taksi plat hitam sebagai kendaraan antisipasi untuk tamu,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelabuhan Internasional Sekupang, Jumarly, kemarin.

Khusus wisatawan yang datang ke Batam umumnya dijemput pihak travel, perusahaan, maupun rekan kerja yang ada di Batam.

Sementara di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) juga berlangsung aman. Tidak ada penumpang yang terkendala perjalanannya. Banyaknya taksi plat hitam yang mengangkut penumpang di luar pelabuhan. (cr13/she/jpg/ska/rng/cr17)

Lima Tersangka Korupsi Diharapkan Kembalikan Kerugian Negara

0

batampos.co.id – Dalam penanganan perkara korupsi. Menyelamatkan kerugian negara merupakan target yang paling penting selain menjerat tersangka agar di hukum. Untuk itu Kejati Kepri, berharap lima tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna yang merugikan negara Rp 7, 7 miliar untuk mengembalikan uang negara yang di nikmatinya.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferrytas, mengatakan sejak ditetapkan sebagai tersangka belum ada dari mereka yang mengembalikan uang yang di nikmatinya.

“Mereka inikan belum diperiksa sejak ditetapkan tersangka. Pengembalian uang kerugian negara dilihat dari pemeriksaan mereka nantinya,” ujar Ferytas, Rabu (2/8).

Dikatakan Ferytas, jika nantinya para tersangka mengembalikan kerugian negara. Bukan berarti akan menghapus tindak pidana korupsi yang mereka lakukan. Namun, nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam proses penuntutan di persidangan.

“Yang jelas kami akan melihat apakah ada niat baik dari para tersangka untuk mengembalikan uang kerugian negara itu,” kata Ferytas.

Seperti diketahui sebelumnya, setelah menetapkan lima orang tersangka atas kasus dugaan korupsi tersebut. Kejati Kepri juga melakukan pencekalan agar para tersangka tidak melarikan diri keluar negeri. Selain karena takut para tersangka melarikan diri, pencekalan untuk mempermudah proses penyidikan yang sedang berjalan.

Tim penyidik Kejati Kepri, pun telah menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka pada pertengahan bulan Agustus ini. Penanganan perkara itu tidak akan dilakukan secara terburu – buru demi proses yang profesional dan proposional serta berkualitas untuk hasil akhir yang sangat menentukan.

Adapun kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni dua mantan Bupati Natuna, Ilyas Sabli dan Raja Amirullah. Kemudian, mantan Ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra, Sekwan DPRD Natuna, Makmur serta mantan Sekda Pemkab Natuna, Syamsurizon.

Penetapan status tersangka terhadap kelima orang itu dilakukan penyidik pidana khusus Kejati Kepri, setelah ditemukannya dua alat bukti dugaan korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna tahun 2011 hingga 2015.(ias)

Gubernur Kepri Minta Taksi Online Stop

0
Para supir taksi memarkirkan kendaraanya didepan kantor Walikota Batam saat aksi demo terkait penolakan terhadap taksi online, Rabu (2/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku sudah mengetahui aksi mogok taksi konvensional di Batam. Ia juga mengaku sudah mendapatkan laporan dari Pemko Batam.

Nurdin pun menegaskan hingga saat ini pihaknya belum ada mengeluarkan izin operasional transportasi berbasis online di Kepri, khususnya Batam. Atas dasar itu, Gubernur menyarakan pihak operator untuk tidak mengoperasionalkan pelayanan transportasi tersebut.

“Sebaiknya kalau belum mengantongi izin, jangan operasional dulu. Artinya saling menjaga lebih baik,” ujar Nurdin.

Larangan beroperasi sementara itu dikatakan Nurdin bukan sebagai bentuk sikap anti terhadap perkembangan teknologi. Tapi lebih pada persoalan perizinan yang belum dipenuhi oleh pengelola taksi online.

Menurutnya, layanan transportasi yang aman, murah, dan nyaman memang menjadi satu kebutuhan saat ini. Ditegaskannya, pihaknya akan mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini.

“Kita akan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini,” jelas Mantan Bupati Karimun tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan, Jamhur Ismail mengatakan sesuai ketentuan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 dalam pasal 23 pemberian izin operasional transportasi berbasis aplikasi memang kewenangan Gubernur. Namun ia membenarkan kalau sampai saat ini belum ada izin yang dikeluarkan untuk angkutan roda empat berbasis oline.

“Makanya saat rapat koordinasi yang dihadiri kepolisian aturan mainnya jelas, transportasi berbasis aplikasi diminta untuk tidak beroperasi sebelum mengantongi izin,” ujar Jamhur.

Kendati taksi online dilarang beroperasi untuk sementara waktu, pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Brigjen itu juga mengingatkan taksi konvensional untuk tidak melakukan sweping terhadap taksi berbasis aplikasi. Sebab, kepolisian juga sudah sepakat melakukan razia terhadap transportasi online yang membawa penumpang.

Jamhur juga menegaskan tuntutan operator taksi konvensional agar menutup izin aplikasi pelayanan transportasi online, bukan kewenangan Pemprov Kepri. “Persoalan tersebut ranahnya Kementerian Komunikasi dan Informasi,” tegasnya.

Namun Jumhur akan mencoba meminta petunjuk Kemenhub. “Kami juga akan menyurati Kemenkominfo juga tentunya,” ujarnya.

Taksi Online Diminta Urus Izin

0
Puluhan taksi online mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, Selasa (1/8).. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Beroperasinya taksi berbasis aplikasi online memicu aksi mogok massal ribuan sopir taksi pangkalan di Batam, Rabu (2/8). Mereka meminta Pemko Batam dan Gubernur Kepri melobi pemerintah pusat agar izin aplikasi taksi online dicabut.

Aksi tersebut langsung direspon Pemerintah Kota Batam dengan menyurati Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Surat bernomor 02/DISHUB-BTM/VIII yang diteken Wali Kota Batam Muhammad Rudi itu langsung dikirim ke gubernur. Isinya seputar pelanggaran penyelenggaraan angkutan orang berbasis aplikasi online.

“Isinya memang meminta gubernur menyurati Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kominfo untuk menutup aplikasi angkutan online di Kota Batam,” ujar Yusfa Hendri, kepala Dinas Perhubungan (Dishub) di sela-sela aksi mogok massal yang dipusatkan di depan kantor Wali Kota Batam di Batam Centre.

Yusfa mengatakan permohonan yang tertuang dalam surat tersebut tak semata-mata karena tuntutan pengemudi taksi pangkalan alias konvensional, juga karena tak ada satupun taksi online di Batam mempunyai izin angkutan. Taksi online di Batam hanya memiliki izin aplikasi.

“Perusaaan aplikasi tak bisa bertindak sebagai penyelenggara angkutan. Kalau dia mau harus urus izin angkutan sewa khusus. Izin ini dikeluarkan oleh gubernur, ini belum ada,” kata Yusfa.

Ia menyampaikan, tindakan tersebut diambil tanpa maksud anti perkembangan zaman atau tak memperhatikan kepentingan masyarakat yang ingin angkutan aman, nyaman, maupun murah. Pihaknya kini, akan menegakkan aturan terlebih dahulu.

“Sepanjang ini tak sesuai kita akan terus lakukan penindakan, kalau dapat izin kita pun mau tidak mau ya memperbolehkan (angkutan online beroperasi),” imbuhnya.

Ia menjabarkan, dalam Permenhub nomor 26 tahun 2017 persyaratan yang harus terlebih dahulu diurus angkuatn online agar bisa mengangkut penumpang di antaranya, harus memiliki badan hukum bukan perorangan atau bergabung dengan perusahaan angkutan yang memiliki badan usaha.

“Kami cek semuanya milik pribadi,” ucapnya.

Setelah mendapat izin angkutan, taksi online diberi stiker khusus yang menandakan identitasnya sebagai angkutan online, seperti stiker yang dapat di-scan dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) khusus dari polisi.

Hal lain, kendaraan harus ikut uji Kir, menerapkan tarif atas dan tarif bawah sesuai Permenhub 26 tahun 2017, harus memberi akses pada Pemerintah Daerah tempat beroperasi yang berisi informasi nama perusahaan, jumlah armada, hingga layanan aduan. “Sampai sekarang tak tahu kami berapa jumlah armada mereka,” katanya.

Wakil Wali Kota Batam menjelaskan, wewenang terkait taksi online sejatinya bukan di Pemko Batam. Namun polemik ini di wilayah kerja Pemko Batam, maka pihaknya meneruskan surat kepada Gubernur Kepri yang memiliki wewenang.

“Aspirasi mereka minta dibubarkan aplikasinya, kami pelajari regulasinya pada Permenhub 26 tahun 2017 kewenangan ada di gubernur,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Hal senada dikatakan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Menurutnya, jika kewenangan akan hal tersebut ada di Pemko Batam pihaknya akan sesegera mungkin mengambil langkah. “Saya harus jujur katakan ini bukan wewenang kami, kalau ini wewenang kami, detik inipun saya tutup,” kata Rudi.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Nasib Taksi Kota Batam, Omo Maretralita mengatakan keberadaan taksi berbasis aplikasi di Batam sangat mengganggu pemasukan mereka. Apalagi, saat mengambil penumpang, taksi online tidak memikirkan taksi yang ada di lokasi. Padahal taksi yang ada di lokasi terlebih dahulu mengantre untuk bisa membawa penumpang.

“Kami ini rakyat kecil. Jadi meminta dukungan dari pemerintah supaya tenang cari makan,” kata Omo di sela aksinya di Kantor Walikota Batam.

Menurut dia, saat ini di Batam tercatat ada 1.837 unit taksi konvensional. Seluruh taksi itu memiliki izin dan badan usaha, sehingga bisa beroperasi. Sementara untuk taksi online tak pernah memiliki izin, namun dibiarkan begitu saja berkeliaran.

“Kami diminta mengikuti aturan, namun yang online tak punya izin dibiarkan saja,” terang Omo. (cr13/she/jpg/rng/cr17)

BP Batam Bantu Permudah Izin Impor Lartas

0
Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat di pelabuhan Batuampar, Rabu (4/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya agar Kementerian Perdagangan mendelegasikan perizinan impor larangan terbatas (Lartas) ke BP Batam. Sebab saat ini banyak pengusaha Batam yang mengeluhkan pembatasan impor Lartas.

“Betul mengenai lartas. Kami sudah kirim surat ke Jakarta untuk meminta pendelegasiannya ke BP Batam,” terang Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, Rabu (2/9).

Ia mengaku banyak mendapat masukan dari kalangan pengusaha industri terkait Lartas setelah melakukan safari investasi ke sejumlah kawasan industri di Batam pada bulan Ramadan lalu.

“Beberapa Lartas dibutuhkan masyarakat dan industri di Batam. Makanya untuk menjaga tingkat inflasi, kami sudah laporkan hal ini ke Jakarta,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing mengatakan beberapa Lartas dibutuhkan industri di Kepri seperti garam industri dan hasil produksi kertas.

Salah satu keluhan utama adalah sulitnya mengurus izin Lartas karena harus mengurusnya ke Jakarta.

“Ini memakan waktu, sementara barang Lartas itu ada yang tak bisa menunggu lama karena berpotensi rusak dan terkontaminasi zat lain,” ujarnya belum lama ini.

Tjaw mengatakan, sebaiknya pengurusan izin bahan industri kategori Lartas itu, bisa dialihkan dari kementerian terkait ke BP Batam selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat. Dengan begitu, pengurusan lebih cepat karena berada di kota yang sama dengan industri. “Ini yang diinginkan investor yang ada di Batamindo ini,” kata Tjaw.

Ia mencontohkan Lartas garam industri. Pelaku usaha harus mengurusnya ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). “Jika tidak, tak bisa masuk ke Batam,” ujarnya. (leo)

2 Investasi Masuk, 150 Tenaga Kerja Bakal Terserap

0
ilustrasi Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Batam ternyata masih menarik bagi investor asing. Terbukti, jumlah penanam modal asing (PMA) yang ingin berinvestasi di Batam terus bertambah. Yang terbaru, ada dua PMA yang memastikan akan membangun perusahaan di Batam dengan total investasi sebesar Rp 100 miliar. Jika sudah beroperasi, kedua perusahaan itu bakal merekrut sedikitnya 150 pekerja.

Kedua investor itu masing-masing PT Shin Preform Plastic dan PT Mes Machinery Indonesia. PT Shin Preform Plastic berasal dari Taiwan dan memproduksi produk berupa kemasan, botol, dan kotak berbahan plastik.

Direktur Utama PT Shin Preform Plastic, Wang Po Hsun, mengatakan perusahaannya akan dibangun di atas lahan seluas 128 meter persegi di Kawasan Industri Tunas Bizpark. Ia mengklaim, nantinya perusahaannya akan mampu mengekspor produk senilai 360 ribu Dolar AS per tahun.

“Kami sudah melakukan tinjauan perkembangan ekonomi di sini, dan Batam memiliki ekonomi yang bagus. Selain itu kantor pusat meminta agar perusahaan bagi-bagi investasi ke wilayah Asia Tenggara,” kata Wang setelah selesai mengurus delapan perizinan dengan program Izin Investasi 3 Jam (i23J) di Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (2/9).

Wang juga mengungkapkan kalau Indonesia merupakan negara tujuan investasi kedua setelah Tiongkok.

“Kami akan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang karena memang khusus untuk mesin industri,” jelasnya.

Ia mengatakan setelah perizinan selesai, maka pada Kamis (3/9) hari ini pihaknya sudah bisa mulai pembangunan perusahaan. Langkah pertama adalah dengan memasukkan mesin-mesin produksi.

“i23J merupakan program perizinan yang cepat dan efektif. Kami sangat terbantu,” ungkapnya.

Sedangkan PT Mes Machinery Indonesia merupakan perusahaan asal Jepang. Perusahaan ini menanamkan modalnya sebesar Rp 50 miliar dan mempekerjakan 100 orang tenaga kerja.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan perusahaan ini akan menempati lokasi milik PT Nippon Steel di Tanjunguncang sebagai basis produksinya.

“Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan industri alat berat seperti gentry crane, yakni alat pengangkat dan pemindah barang di pelabuhan,” jelasnya.

Dalam setahun, kata Andi, perusahaan ini akan mampu memproduksi 20 unit gentry crane. Dengan hadirnya dua perusahaan ini, maka sudah ada sembilan perusahaan yang menggunakan jasa i23J tahun ini. Antara lain Blackmagic (Australia), Esun (Singapura), LNG (Singapura), Enerco (PMDN), Infocus (Malaysia), Sharp (Taiwan), dan Asus (Taiwan).

“Ini membuktikan kalau Batam masih menarik dan mudah-mudahan bisa menarik investor lainnya,” terang Andi. (leo)

Padang Bikin Festival Internasional Dragon Boat, Lima Negara Asing Ikut

0

Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat punya event sport tourism yang berlevel internasional, yaitu Festival Internasional Dragon Boat (FIDB) 2017.

Even tahunan ini akan diselenggarakan pada 3-6 Agustus mendatang di Banjir Kanal Gor H Agus Salim Padang.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah Emzalmi mengatakan FIDB 2017 ini optimis ajang ini akan membuat pariwisata Padang berkembang dengan memanfaatkan potensi sungai yang ada dan dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi Kota Padang dan Sumatera Barat.

“Event olah raga sekaligus wisata Dragon Boat Padang digelar rutin setiap tahun, sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan sektor wisata di Sumatera Barat. Kompetisi ini dilakukan untuk memperingati lahir Kota Padang yang jatuh pada tanggal 7 Agustus,” kata Mahyeldi.

Even ini, ujar Mahyeldi, sudah dimulai sejak pemerintah kolonial Belanda menduduki Indonesia lalu di tahun 1995, orang China membawa Dragon Boat  dan kebudayaannya ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Tapi dragon boat disini mengalami sejumlah penyesuaian, sesuai dengan kaidah budaya dan kearifan lokal  tapi yang mengejutkan  adalah perkembangannya yang cukup pesat dibandingkan pengaruhnya di daerah lain, atau bahkan di negara lain dan Padang pernah mendapat penghargaan tertinggi dari Badan Dayung Dunia, atau IDF, atas penyelenggaraan event internasional ini,” tuturnya.

Kejuaraan ini akan berlangsung sangat seru karena bukan hanya peserta dalam negeri, bahkan dari mancanegara.

“Sudah ada lima negara yang memiliki tradisi hebat di perahu naga seperti Malaysia, China, Makkau dan Filipina dan tuan rumah Indonesia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi.

“Dan masih ada  dua peserta dari luar negeri lainnya, dalam penjajakan yaitu Vietnam dan Australia. Kita masih menunggu hingga penutupan pendaftaran, kita berharap kedua negara ikut serta,” harapnya.

Total hadiahnya juga menggiurkan, lebih Rp 190 juta dan  juga akan diikuti oleh tim Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) di seluruh Indonesia. Kemudian, peserta juga berasal dari tim kesatuan. “Target kita peserta sebanyak 30 tim,” ujarnya.

Akan ada tiga nomor yang diperlombakan, yaitu 22 pendayung kategori putera dan puteri, 12 pendayung kategori putra dan putri, serta 22 pendayung mix.

Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaran ini.

“Kita ambil dari sisi tourism nya, karena even ini merupakan kegiatan pariwisata yang menarik,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Esthy berharap Dragon Boat yang saat ini menjadi salah satu kegiatan Kota Padang bisa  dikemas dengan lebih baik sehingga bisa mendatangkan lebih banyak peserta mancangera dan dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Di Padang sendiri, Kompetisi Dragon Boat ini memang cocok diselenggarakan karena sungainya memiliki sisi yang lebar serta air yang konstan dan tenang. Itulah mengapa Padang merupakan tempat yang cocok untuk kompetisi ini karena menawarkan kenyamanan namun juga terdapat tantangan untuk para pemain agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Ini daya tarik wisatawan untuk datang,” tandasnya.

FIDB yang memasuki tahun ke-15 ini juga diapresiasi Menpar Arief Yahya.

“Melalui penyelenggaraan even sport tourism merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Sumsel ke mancanegara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan karena even seperti ini  memberikan direct impact  dan media value yang tinggi,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, sejumlah even sport tourism yang berlangsung tahun ini antara lain IMT 2016, Tour de Singkarak, Tour de Banyuwangi Ijen, Tour de Bintan, Jakarta Marathon, serta Bintan Triatlon kemudian disusul dengan  triatlon Ironman 70.3 Bintan akan mendongkrak pariwisata nasional.

“Ini awal yang baik untuk mencapai target kunjungan 15 ribu wisatawan mancanegara tahun ini,” pungkasnya.(*)