Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13219

Kejati Tahan Dua Tersangka Korupsi

0
Ferrytas. Foto: Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menahan dua dari tiga tersangka yang tersandung kasus korupsi penyalahgunaan appresiasi penempatan dana Pemkab Anambas di Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanjungpinang senilai Rp 1,3 miliar, Jumat (28/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka adalah Mantan Pimpinan Cabang, Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjungpinang, Khoilul Rijal dan Kabag Keuangan Pemkab Anambas, Ipan.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Kantor Kejati Kepri, kedua tersangka tersebut langsung dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni Mantan Bupati Anambas, Tengku Mukhtaruddin batal ditahan, lantaran masih menjalani opname di salah satu rumah sakit yang ada di Pekanbaru, Riau.

“Khusus Mantan Bupati Anambas akan menyusul kedua tersangka lainnya. Ditundanya penahanan tersbut, lataran kami mendapatkan keterangan dokter dan rekam medik mengenai kondisi terkini kesehatan tersangka,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferrytas menjawab pertanyaan media, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya memang membutuhkan waktu untuk merampungkan penanganan perkara tersebut. Seperti meminta bantuan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri. Sehingga didapati nilai kerugian negara atas kasus korupsi ini sekitar Rp 1,3 miliar.

“Setelah dilengkapi dengan alat-alat bukti yang kuat. Serta didukung dengan adanya hasil pemeriksaan BPKP, baru bisa kita tingkatkan status mereka menjadi tersangka. Pemeriksaan awal dimulai dari Kabag Keuangan Pemkab Anambas,” paparnya.

Dijelaskannya, kronologis terjadinya tindak pidana korupsi tersebut adalah tahun 2011 dan tahun 2012. Karena pada saat itu, BSM Tanjungpinang menjalin kerjasama dalam bentuk deposito dan giro dengan Pemkab Anambas. Adapun jumlah dana yang di depositokan total Rp 120 miliar.

Menurut Ferytas, atas kerjasama tersebut, BSM memberikan apresiasi terhadap Pemkab Anambas, berupa 25 unit sepeda motor Honda Mega Pro, satu unit minibus dan satu unit mobil Toyota Fortuner. Harusnya, apa yang diterima dari BSM tersebut masuk ke dalam aset daerah. Namun, ternyata dijual untuk kepentingan pribadi.

“Disinilah terjadinya tindakan pidana yang merugikan negara. Sehingga ketiga tersangka tersebut dinilai sama-sama merugikan negara,”

Ditegaskannya, atas perbuatan ketiga tersangka, negara dirugikan sekitar Rp1,3 miliar. Angka kerugian tersebut berdasarkan dari harga beli mobil dan motor sesuai dengan struk pembelian yang dikeluarkan oleh showroom. Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan pasal 2, pasal 3, pasal 5, pasal 11 dan pasal 13 undang-undang Tipikor.

“Selanjutnya adalah menunggu jalannya persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang,” tutup Ferrytas.(jpg)

Jambi Upgrade Bandara Depati Parbo

0
foto: backpackerjakarta.com

Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci sedang diupgrade.

Pembebasan juga lahan tengah dilakukan untuk memperluas landasan pacu. Bila ini terealisasi, waktu tempuh yang biasanya memakan durasi 5-10 jam bisa dipangkas menjadi 1 jam.

“Kerinci kan sudah ditetapkan sebagai Branding pariwisata Jambi. Kalau sudah ditetapkan seperti itu maka Bandara Depati Parbo harus dikembangkan. Runway diperpanjang, terminalnya juga diupgrade supaya penumpang nyaman,” tutur Gubernur Jambi Zumi Zola di sela pembukaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK), Rabu (26/7).

Bandara Depati Parbo yang saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.800 meter. Dan itu sudah bisa didarati pesawat jenis ATR 72.  Tapi bila ingin didarati pesawat sekelas Boeing, landasan pacu bandara tersebut perlu diperpanjang minimal menjadi 2.600 meter dengan lebar 100 meter.

“Ini akan kami upgrade. Tinggal maskapainya yang perlu ditambah. Sekarang cuma ada Susi Air.  kalau bisa ada dua atau sampai tiga maskapai yang membuka rute penerbangan ke Kerinci,” kata dia.

Dari paparan Zumi Zola, Bandara Depati Parbo Kerinci itu tinggal proses di daerah untuk perluasan landasan pacu (runway). Selanjutnya sudah jadi komitmen Kementerian Perhubungan untuk fasilitas pendukungnya.

Bupati Kerinci Adirozal mengatakan, Pemkab Kerinci siap melakukan upaya pembebasan lahan jika Kementerian Perhubungan komitmen dalam pengembangan bandara tersebut.

“Saat ini Bandara Depati Parbo dalam tahap pembebasan lahan. Ada 30 hektar yang sedang dibebaskan tahun 2017 ini. Insya Allah tahun 2018 bisa selesai. Prinsipnya jangan sampai ada yang dirugikan,” kata Bupati.

Bila ini terealisasi, waktu tempuh wisatawan ke Kerinci dan sekitarnya bisa lebih cepat. Wisatawan tak perlu lagi tersiksa dengan jalur darat yang sangat lama. Sekedar gambaran, destinasi Kerinci selama ini bisa ditempuh dengan menggunakan jalur darat dengan waktu tempuh dari Kota Jambi ke Kerinci dan Kota Sungaipenuh mencapai 10 jam.

Sedangkan waktu tempuh dari Padang, Sumatera Barat ke Kerinci dan Kota Sungaipenuh melalui Pesisir Selatan mencapai 5 jam. Akses jalan Kota Jambi – Kerinci dan Kota Sungaipenuh serta Padang – Kerinci dan Kota Sungaipenuh pun kurang kondusif karena melewati perbukitan yang rawan longsor.

Bila via udara, waktu tempuhnya hanya 1 jam dari Jambi. Sayangnya, saat ini, baru ada satu maskapai penerbangan yakni Susi Air yang membuka rute penerbangan Jambi-Kerinci dan sebaliknya. Dalam satu pekan frekwensinya hanya ada dua jadwal penerbangan yakni Selasa dan Kamis.

“Saya yakin setelah bandara dikembangkan, banyak maskapai yang akan terbang ke Kerinci. Kerinci pun bakal makin ngehits di kalangan wisatawan,” ungkap Bupati.

Hal itu ikut diamini Menpar Arief Yahya. Menteri asal Banyuwangi itu sadar betul bahwa critical success factor untuk mengejar target 2017 dengan 15 juta wisman itu ada di air connectivity. Maklum, 80% wisman mengunjungi Indonesia menggunakan penerbangan.

Dengan membangun pariwisata secara bergotong royong, berbagi peran, dan maju bersama dalam kebersamaan, dia yakin wisata Kerinci bakal makin berkibar di level dunia.

“Ini sangat bagus. Ada Kemenhub, Pemrov Jambi, Pemkab Kerinci yang kerja keroyokan. Hasil kerja keroyokan itu akan akan menghasilkan “nada yang indah” jika diharmonisasikan dan disinergikan dengan cantik,” ungkapnya.

Contohnya sudah ada. Di Jepang misalnya. Pembangunan bandara dan infrastruktur pendukungnya sukses menaikkan kunjungan turis hingga 50-60% dalam 2 tahun pasca pembangunan.

“Ini bukan kata Arief Yahya lho, tapi ini dari data UNWTO,” paparnya.

Ambil contoh Bandara Narita International Airport di Tokyo. Sejak pembangunan runway bandara ini pada tahun 2012-2013, kunjungan wisata ke Jepang naik signifikan dari 8 juta wisatawan, naik 13 juta (2014), dan sekarang sudah mencapai 20 juta. Hal yang sama juga terjadi pada pembangunan Kuala Lumpur International Airport-2 tahun 2014, terminal penumpang-2 utama Incheon Seoul Korea tahun 2011, Changi Int Airport Singapore 2008, pembangunan runway Suvarnabhumi Bangkok dan re-opening Don Mueang 2009 di Thailand.

“Langkah Gubernur Jambi sudah tepat. Mengembangkan konektivitas udara lewat semangat Indonesia Incorporated. harmoni dan sinergi bukanlah pilihan, tapi sebuah keharusan. Harmoni dan sinergi adalah kunci sukses kita. Salam Wonderful Indonesia,” ungkap Arief Yahya. (*)

Kemenpar Gelar Festival Wonderful Indonesia di Swedia

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Stockholm menyelenggarakan kegiatan Festival Wonderful Indonesia yang bertajuk “Kampung Indonesia in Kungstradgarden” di Swedia sejak tanggal 28 hingga 29 Juli 2017.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar Nia Niscaya memaparkan, festival yang dipusatkan di Taman Kungstradgarden, yang terletak di depan Istana kerajaan Swedia Stockholm, Swedia, sengaja dipilih karena lokasinya strategis untuk meningkatkan brand awareness terhadap Wonderful Indonesia di kawasan Eropa Utara terutama di Swedia.

“Taman Kungstradgarden sangat strategis dan merupakan salah satu tujuan wisatawan domestik dan mancanegara, diharapkan mampu menarik sekitar 20.000 pengunjung, terima kasih kepada KBRI yang juga mendukung acara ini, inilah semangat Indonesia Incoporated untuk satu tujuan mempromosikan Indonesia,” ujar Pitana yang juga diamini Nia.

Lebih lanjut Nia mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan langkah yang tepat. Itu karena, jumlah wisman Swedia yang berkunjung ke Indonesia dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan.

“Pada tahun 2014 wisman asal Swedia berjumlah 31.875, di tahun 2015 mencapai 36.605, sedangkan pada tahun 2016 mengalami peningkatan dengan jumlah 43.943. Pada umumnya masyarakat Swedia senang melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat tropis dengan suhu hangat, dan itu ada di Indonesia,” ujar wanita berhijab itu. Kata Nia, event ini merupakan bagian dari Festival Musik PuttelParken. Festival tahunan yang diselenggarakan di taman pusat kota Stockholm dan selalu dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan. Kampung Indonesia ini akan menampilkan pertunjukan budaya Indonesia.

“Banyak atraksi yang nanti ditampilkan, seperti tarian, musik tradisional angklung oleh Saung Mang Udjo, permainan anak-anak, kuliner tradisional Indonesia dengan mengundang chef William Wongso, produk fashion, kerajinan tangan khas Indonesia, dan pameran fotografi tentang keindahan alam Indonesia oleh fotografer Ebbie Vebri Adrian,” ucap Nia.

Sebagai rangkaian acara Kampung Indonesia, pada tanggal 31 Juli akan dilaksanakan diskusi dengan para pemangku kepentingan. Untuk membahas evaluasi program serta peningkatan jumlah wisman Swedia ke Indonesia. Pada hari berikutnya, 1 Agustus akan diadakan Gala Dinner Wonderful Indonesia yang dihadiri oleh sekitar 100 undangan dari kalangan pengusaha, pemerintah, akademisi, travel agent, tokoh-tokoh terkemuka masyarakat dan media setempat.

“Pilihan tema, atraksi, dan pertunjukan yang ditampilkan pada Kampung Indonesia kali ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata untuk terus mendorong wisatawam untuk mengenal dan meningkatkan minat masyarakat Swedia untuk berwisata ke Indonesia,” kata wanita yang lahir di Malang Jawa Timur itu.

Sementara itu, Sekretaris I Bidang Ekonomi KBRI untuk Swedia Febrian Irawati Mamesah mengatakan, bahwa Kampung Indonesia di Kungstradgarde bertujuan untuk menciptakan atmosfer kampung-kampung Indonesia di Swedia serta mempromosikan pariwisata Indonesia ke negara Skandinavia tersebut.

”KBRI fokus untuk menggarap sektor pariwisata dan kami canangkan tahun 2017 sebagai tahun promosi pariwisata,” kata Irawati dalam jumpa pers bersama Dubes RI untuk Swedia Bagas Hapsoro dan wartawan. Dalam festival musik di taman Kungstradgarden, Indonesia akan menampilkan berbagai macam budaya tradisional, kerajinan, kuliner otentik, serta destinasi-destinasi wisata menarik di Indonesia didampingi oleh keramahan warga Indonesia.

Menteri Pairiwisata Arief Yahya mengacungi jempol dengan gelaran Kampung Indonesia di Swedia. Arief menjelaskan Swedia mereupakan negara dengan pendapatan perkapita mencapai 47,000 Dollar AS dan enam pekan cuti tahunan, merupakan pasar yang potensial bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Hal tersebut karena panjangnya musim dingin di Swedia sehingga saat musim dingin, mereka mencari daerah wisata pantai yang kaya akan terpaan sinar matahari. Indonesia punya semua. Manfaatkan event ini untuk menggoda wisman swedia ke Indonesia, Salam Wonderful Indonesia,” ujar Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.(*)

Gala Dinner Heboh, Malra Siapkan Agenda Menyesuaikan Wisman Yatcher

0

Penyambutan ratusan Yatcher di ajang Wonderful Sail 2 dari 15 Negara di Langgur, Maluku Tenggara (Malra) berakhir manis. Sekitar 150 Yatcher yang seluruhnya merupakan Wisatawan Mancanegara (Wisman) terlihat sumringah dalam acara pamungkas Gala Dinner yang dipersembahkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Rabu, 27 Juli 2017, lalu.

Dalam acara Gala Dinner, Kemenpar diwakili langsung oleh Sekretaris Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar Ratna Suranti dan juga dihadiri oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Yunus Serang. Acara tersebut memukau para Yatcher, pasalnya Kemenpar dan pemerintah setempat menggelar acara tersebut di Pantai Pasir Panjang, Maluku Tenggara, dengan ruangan terbuka dan pesta pantai yang sangat santai dan hangat.

Terlihat para Wisman sangat happy. Mereka bernyanyi, berjoget, dan makan hidangan khas Malra di pantai yang memiliki pasir putih terbaik di dunia itu.

”Kedepannya, pemerintah daerah Maluku Tenggara sudah harus siap mengadakan agenda kalender event di daerahnya dan disesuaikan dengan kedatangan para Yatcher di even-even selanjutnya, jadi bukan hanya menghibur masyarakat dan wisatawan nusantara, namun juga mengibur para Yatcher,” ujar Ratna Suranti.

Wanita yang juga menjabat sebagai Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar itu menambahkan, para Yatcher itu datang dengan hitungan-hitungan yang sangat tepat.

”Jadi mengikuti arah angin, nah, saat mereka datang ke Langgur, maka pemerintah daerah harus punya acara yang bagus. Ini yang dinamakan semangat CEO atau pemimpin daerah yang cinta akan pariwisata, kami yakin mereka akan kembali lagi dan kembali lagi,” ujar Ratna.

Wakil Bupati Yunus Serang menyambut positif ide tersebut. Kata Yunus, hal ini akan langsung diagendakan dan disiapkan oleh jajaran pemerintah di wilayahnya. ”Karena memang kami sangat percaya mereka akan terpukau dengan daerah kami, kami adalah surga yang tersembunyi, dan kami akan perlihatkan surga itu. Sambil melakukan persiapan pararel dengan mempersiapkan akses, amenitas, dan atraksi di Maluku Tenggara,” ujar Yunus.

Yunus juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar, karena debutnya menyambut para yatcher berakhir manis. Seperti diketahui,    Ambon, Maluku ini masuk dalam 10 destinasi prioritas pengembangan destinasi alam bawah laut.

Selain Makuku, ada  Bali, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Alor (Nusa Tenggara Timur), Derawan (Kalimantan Timur), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Raja Ampat (Papua Barat).

Sekitar 70 kapal yacht yang ikut Even Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 akan berangkat dari Opua, Selandia Baru pada awal Juli ke Royal Papua Yacht Club di Selama tiga bulan penuh, para yachter mancanegara akan menikmati ribuan pulau mulai dari 23 Juli hingga 20 Oktober 2017.

Rute pertama yang dilalui para yachter ke 17 destinasi singgah di Indonesia selama tiga bulan ini adalah Desa Debut Langgur Maluku Tenggara. Para yacther ini akan tiba di Destinasi Singgah desa Debut  ini pada tanggal 23-27 Juli 2017 (lebih lengkap lihat grafis).

Yunus juga percaya dengan wilayahnya. Kata dia, untuk mencapai kabupaten dengan ibu kota Langgur ini, wisatawan bisa menggunakan pesawat dari Bandara Pattimura Ambon dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Pria bertubuh tambun itu juga memaparkan, banyak tempat wisata menarik di Maluku Tenggara.

“Kami punya Pantai Ngurbloat, pantai dengan hamparan pasir putih terhalus di dunia. ‘Ngurbloat’ dalam bahasa Kei berarti ‘pasir panjang’. Lokasinya 17 kilometer dari Kota Langgur. Panjang pantainya sekitar 3 kilometer. Cocok untuk berjemur dan berenang, maka dari itu kami siapkan acara Gala Dinner di tempat itu,” tutur Yunus.

Selain itu, wisatawan juga bisa mendatangi Pantai Ngur Tavur. “Wisatawan bisa berjalan pada hamparan pasir sepanjang 2 kilometer saat air laut surut. Para Wisman juga akan menjumpai burung pelikan dari Australia yang bermigrasi ke sana,” tambah Yunus.

Tak kalah seru, lanjut Yunus, pariwisata Maluku Tenggara memiliki “Tabob” atau penyu belimbing. Tabob bermigrasi ke Kepulauan Kei pada Februari hingga Oktober karena pada bulan itu banyak makanan berupa ubur-ubur di perairan Maluku Tenggara.

“Berat tabob bisa mencapai 600 kilogram. Tempat makannya di Kei, kemudian bertelur di Papua, kami tunggu di sini, silahkan kunjungi Maluku Tenggara,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut  pariwisata Maluku Tenggara itu ibarat surga tersembunyi. Kemenpar ikut membantu Maluku untuk terus berpromosi. Sebagai daerah budidaya mutiara dan kaya hasil laut, Maluku Tenggara sampai saat ini diterbangi oleh 3 maskapai yakni Garuda Indonesia, Wings Air dan Trigana yang melayani penerbangan Ambon-Langgur setiap hari.

”Rumus pengembangan destinasi tetap 3A, Atraksi, Akses, dan Amenitas. Kalau atraksi sudah kuat, pekerjaan beratnya adalah membuat akses dan amenitas itu semakin kuat,” kata Arief Yahya. (^)

Berikut jadwal Rally Wonderful Sail 2 Indonesia Rally 2017

1. Debut (Sth Timur Maluku) (23-27 Juli 2017)

2. Banda Neira (Kepulauan Banda) (30 Juli-2 Agustus 2017)

3. Selatan Baru (4 – 7 Agustus 2017)

4. Wakatobi (10-13 Agustus 2017)

5. Maumere (16-19 Agustus 2017)

6. Ende (21-24 Agustus 2017)

7. Labuan Bajo (26-29 Agustus 2017)

8. Sumbawa (1-4 September 2017)

9. Lombok (7-11 September 2017)

10. Bali (14-17 September)

11. Kumai, Kotawaringin Barat (27-30 September 2017)

12. Bangka (4 – 8 Oktober 2017)

13. Bidan (11 – 14 Oktober 2017)

14. Tanjung Pinang (15-18 Oktober 2017)

15. Batam (20 Oktober 2017)

Polewali Mandar International Folk and Art Festival Bakal Diikuti 12 Negara

0

Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat kembali akan menggelar Polewali Mandar Internasioanl Folk and Art Festival (PIFAF) 2017. Event yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini akan berlangsung pada tanggal 1-5 Agustus mendatang. Dan sebelumnya akan didahului pra PIFAF pada 26-31 Juli di Kota Polewai.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, event PIFAF ini akan diikuti 12 negara.

Negara-negara itu adalah, Inggris, Spanyol, Firlandia, Belanda, Rusia, Portugal, Jerman, Prancis, Vietnam, China, Hongkong dan Maroko. Dari dalam negeri ada Seniman, Budayawan dan Komunitas Seni Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat serta dari Provinsi se-Sulawesi dan Indonesia.

“Mereka merupakan peserta pendukung Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC). 12 negara tersebut diluar lima negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF), lima negara anggota CIOFF yang akan meramaikan PIFAF, yakni; Slovakia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan India,” ujar Esthy yang juga diamini Wawan.

Wawan juga mengatakan Event PIFAF yang kali ke-2 diselenggarakan ini diharapkan akan lebih sukses dibanding 2016 lalu. Dengan strategi Pra Event, On Event dan Post Event bisa mendatangakan wisatawan mancanegara ke Polman lebih banyak lagi.

“Pra PIFAF mulai dilaksanakan, Rabu 26 Juli, hal itu sangat bagus untuk memperkenalkan Alam, budaya dan serta potensi lainnya di Polewali Mandar pada forum International. Kegiatan tahunan ini juga berdampak luar biasa bagi masyarakat. Sebaiknya waktunya harus sudah pasti, untuk mempersiapkan dan mempromosikan jauh-jauh hari tidak hanya eventnya saja,” kata Wawan.

Wawan juga menambahkan, akan ada berbagai workshop musik dan tari tradisional Mandar. Tidak hanya itu, ada juga kunjungan kebudayaan di sentra industri tenun sutera Mandar Desa Renggeang dan wisata kuliner tradisional Golla Kambu di Desa Palece Limboro. Rangkain kegiatan berlanjut dengan diskusi dan kajian seni budaya antar bangsa, Bazar dan Kuliner Tradisional Mandar, Polewali Mandar Expo V 2017, serta Festival Sandeq IV 2017.

“Juga akan ada wisata situs sejarah dan kunjungan sekolah oleh peserta dari AIESEC. Juga kegiatan berlayar bersama dengan perahu Sandeq dan lomba Sandeq maraton,” tambahnya.

Kehadiran tamu mancanegara ini, lanjut Wawan, merupakan bentuk pertukaran dan pembelajaran seni pertunjukkan kesenian sehingga diharapkan bisa semakin memperkenalkan Polman dan budaya serta potensi alamnya kepada masyarakat luar negeri. Terciptanya ruang interaksi dan komunikasi antara seniman tradisi Polewali Mandar dengan seniman tradisi bangsa bangsa lain

“Dari ajang PIFAF ini, kita berharap Polewali Mandar bisa lebih terkenal sebagai tujuan wisata dan menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya. Serta meningkatnya pemahaman generasi muda terhadap budaya bangsa asing untuk menjadi filter dalam menangkal pengaruh negatifnya terhadap budaya bangsa Indonesia,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas rencana besar Polewali Mandar International Folk Art Festival 2017 itu. Dia barharap semua event itu sukses, dan ujungnya memberi impact yang besar kepada masyarakat. Baik direct impact, maupun indirect impact dalam bentuk media value, sehingga Polman tampil dalam peta Pariwisata dunia.

“Selamat dan Sukses, Salam Wonderful Indonesia!” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Akhir Pekan, Isi Liburamu dengan Nonton Festival Pesona Budaya Borneo di TMII Jakarta

0

Provinsi-provinsi di Kalimantan makin kompak dan gencar mempromosikan potensi pariwisatanya. Salah satu caranya dengan getol menggelar pameran di luar daerah yang berpotensi mendatangkan wisatawan. Hanya dalam waktu setengah bulan, dua event digelar, dan keduanya di luar Kalimantan.

Event pertama adalah Borneo Extravaganza 2017 di Atrium Jogja City Mall, Jogjakarta, 14-16 Juli yang tergolong sukses.

Terbaru, lima provinsi di Kalimantan menghelat Festival Pesona Budaya Borneo 2017 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, mulai 28-30 Juli.

Event itu tak hanya akan diikuti kabupaten, kotamadya maupun provinsi se-Kalimantan.

Beberapa negara juga ikut tampil bersama. Terutama negara sahabat yang terdekat dari pulau terbesar di Indonesia itu. Di antaranya, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis mengatakan, festival itu merupakan sarana promosi serta sosialisasi potensi seni dan budaya masyarakat Dayak dan Kalimantan.

“Selain sebagai ajang promosi, festival ini juga bertujuan sebagai sarana hiburan, interaksi, dan sosialisasi yang bersifat edutainment kepada masyarakat luas. Selain itu, juga mendorong kunjungan wisatawan domestik dan asing,” ujar Cornelis.

Berbagai kegiatan akan ditampilkan untuk memanjakan para pengunjung.
Misalnya, pameran produk unggulan Kalimantan serta pagelaran seni dan budaya Dayak.

Para pengunjung bisa menyaksikan berbagai tarian khas Kalimantan. Di antaranya, tari gantar yang menggambarkan orang menanam padi dan tari kencet papatai yang merefleksikan pahlawan dayak berperang melawan musuh.
Ada juga tari kancet ledo yang menggambarkan gadis nan lemah lembut bagaikan sebatang padi yang meliuk-liuk karena ditiup angin.

Tari ini dibawakan wanita yang memakai pakaian tradisional suku Dayak Kenyah. Kedua tangannya memegang rangkaian bulu-bulu ekor burung enggang.

Tak hanya itu, ada juga Kalimantan Art Carnaval 2017 di kawasan car free day di Monas, Jakarta Pusat. Selain acara berbau budaya, ada pula agenda bisnis bertajuk Kalimantan Investment Forum.

Itu adalah ajang pertemuan para pelaku bisnis, pengusaha daerah dan nasional, maupun investor lokal dan asing. Pada malam hari akan digelar Kalimantan Night and Fun 2017 yang diramaikan artis-artis tanah air.

Untuk menyemarakkan acara, panitia pelaksana (panpel) juga menghelat berbagai lomba.

Misalnya, lomba foto Pesona Borneo dan lomba film pendek Pesona Dayak. Ketua Panitia Pelaksana Ramond mengatakan, event itu dijamin sangat meriah.

“Peserta tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga mancanegara. Tahun ini, event akan lebih semarak karena pesertanya jauh lebih banyak,” ujar Ramond.

Kekompakan Borneo itu dinilai positif oleh Menpar Arief Yahya. Soliditas antardaerah dalam satu kawasan atau pulau itu penting, karena memiliki kedekatan atau proximity.

“Dekat secara budaya, juga kedekatan dalam jarak tempuh atau geografis. Satu lagi, market yang disasar juga dekat,” ungkap Arief Yahya.

Memilih TMII Jakarta juga tepat, lanjut Arief Yahya, karena pasar wisnus (nusantara) yang paling besar adalah Jakarta. Pasar wisman, 30% turis masuk lewat pintu Jakarta juga.

“Tinggal bagaimana mempromosikannya saja, agar event punya awareness yang tinggi ke market utamanya,” jelas Arief Yahya.

Caranya, usul Arief Yahya, agar promosi melalui media lebih gencar. Strategi media yang digagas Arief Yahya menggunakan POSE, paid media, own media, social media san endorser media. “Lalu timeline nya, 50% pre event, 30% on event, 20% post event,” kata Arief Yahya.(*)

Sekolah IT DEL Bakal Tebar Pesona Danau Toba Lewat Vinculos

0

Kelompok musik Vinculos dari Spanyol menampilkan pertunjukan konser simfoni di lokasi istimewa, Amphitheater di Institut Teknologi DEL (IT DEL), 26 Juli-22 Agustus 2017.

Institut ini terletak di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara. Menurut rencana, Vinculos akan menggelar konser simfoni di IT DEL, hari ini Sabtu, (29/7).

Pertunjukan Vinculos di IT DEL ini bakal meninggalkan kesan mendalam. Mereka bakal menggelar konser di auditorium terbuka dengan latar belakang Danau Toba lengkap dengan lansekap deretan perbukitan. Konser simfoni semakin eksotis karena bertepatan dengan waktu matahari terbenam (sunset).

Aksi panggung ini membuat Danau Toba semakin mendunia karena penyelenggara bakal menyiarkan langsung konser mereka melalui streaming di Youtube. Pagelaran ini bakal semakin semarak. Panitia mengundang 600 siswa dari sekolah dasar/menengah/tinggi di Kab. Tobasa untuk menyaksikan konser ini.

Devi Simatupang, Istri Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dijadwalkan bakal menghadari konser Vinculos di IT DEL. Sekolah IT DEL berdiri sejak 2001 atas inisiatif Luhut untuk menciptakan pendidikan bermutu tinggi di sekitar Danau Toba. Hingga kini, IT DEL telah meluluskan 13 angkatan sampai Oktober 2016.

Pemilihan tempat “remote area” IT DEL di tepi Danau Toba bertujuan agar proses pendidikan benar-benar terfokus dan tidak terpengaruh oleh kegiatan atau aktivitas luar/perkotaan. Sementara untuk akses informasi dari luar dapat dilakukan dengan Internet dan TV Satelit (Kabel).

Indonesia sendiri mendapat kehormatan sebagai negara Asia pertama yang mendapat kunjungan dari Vinculos. Datang ke Indonesia, mereka mengusung tema Unidad La Diversidad atau Bhineka Tunggal Ika. Vinculos proyek untuk mempromosikan nilai sosial dan budaya melalui musik tanpa memandang suku, agama, ras, dan kebangsaan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku penggagas kunjungan Vinculos ini merancang pusat kegiatan mereka di Taman Bumi Kaldera Toba (Caldera Toba Geopark) dengan tema “Super Volcano”.

Lokasi ini menjadi ikon baru di kawasan Danau Toba yang oleh Presiden Joko Widodo dan Menpar Arief Yahya sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Bali Baru, atau destinasi prioritas itu. Kegiatan ini bukan semata-mata untuk diplomasi dan interaksi budaya dua negara, Spanyol-Indonesia, tetapi lebih menitik-beratkan promosi wisata Danau Toba kepada dunia.

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menjelaskan, sengaja memusatkan kegiatan di Taman Bumi Kaldera Toba agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing.

“Lokasi kegiatan ini sengaja dirancang oleh kami Direktorat Jenderal Kebudayaan agar Taman Bumi Kaldera Toba (Caldera Toba Geopark) dengan tema ‘Super Volcano’ menjadi ikon pariwisata kawasan Danau Toba saat ini dapat memberi nilai lebih dan berdampak hebat pasca kunjungan musikal grup Vinculos di tanah Batak,” papar Hilmar.

Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah Thaib mengaku gembira dengan program Kemendikbud ini. Dia mengucapkan terima kasih kepada gagasan Kemendikbud mengemas agenda akulturasi Spanyol-Indonesia dengan kegiatan pariwisata di Danau Toba.

“Terima kasih, ini semangat Indonesia Incoporated yang canggih. Memang sangat penting mengangkat misi pertukaran budaya, sosial dan pendidikan di destinasi Danau Toba, ini akan memantik wisatawan untuk berkunjung ke Danau Toba,” ujar Hiram didampingi Dirut Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba, Sumut, Arie Prasetyo.(*)

Batam Gagal Raih Adipura tapi Cukup Bangga sebab …

0
Petugas kebersihan DLH Kota Batam mengangkut sampah di Komplek Tunas Regency, Sagulung, Selasa (18/7). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Perjuangan Batam untuk meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan sepertinya masih panjang, pasalnya setelah menjalani rangkaian penilaian Batam belum berhasil mendapatkan Adipura di tahun ini.

“Iya memang kita belum berhasil tahun ini,” kata Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata, Kamis (27/7).

Ardi menjelaskan meskipun belum berhasil mendapatkan penghargaan, Batam cukup bangga dengan raihan sertifikat Adipura.

Tahun ini Batam menduduki peringkat pertama meraih sertifikat Adipura, dimana penghargaan ini diberikan kepada daerah yang telah berhasil menjaga kebersihan kota.

Menurutnya penilaian Adipura tahun ini berbeda dengan yang terdahulunya, program Adipura dilakukan lebih ketat, dan indikator penilaian lebih beragam seperti, Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau, Pemanfaatan Ekonomi dari Pengelolaan Sampah dan RTH, Pengendalian Pencemaran Air, Pengendalian Pencemaran Udara, Pengendalian Dampak Perubahan Iklim, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Akibat Pertambangan, Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, serta Penerapan Tata Kelola Pemerintahan yang baik.

“Jadi tahun ini banyak sekali indikator yang masuk dalam penilaian Adipura, tidak hanya berpedoman kepada pengelolaan sampah saja,” terangnya.

Meskipun belum berhasil mendapatkan kembali penghargaan Adipura, Ardi menyebutkan penghargaan berbentuk sertifikat ini merupakan hasil dari kerja keras dinas terkait dalam mengelola kebersihan kota, bila dibandingkan dengan dua tahun lalu hasil ini jauh lebih baik.

“Bearti usaha kita dalam memperbaiki pengelolaan sampah dan yang lainnya sudah mulai terlihat, buktinya kita menduduki peringkat pertama penerima sertifikat, dan berhasil mengalahkan kota-kota lainnya,” ujar Ardi.

Ke depan, Pemerintah Kota Batam akan terus berusaha membenahi apasaja yang menjadi indikator penilaian Adipura, sehingga peringkat Bata bisa naik, dan bisa meraih Adipura di tahun berikutnya.

“Ya masih banyak yang harus kita tata, kami mengharapkan kerjasama semua instansi terutama masyarakat untuk menjaga Batam bersih, dan hijau,” harap pria berkacamata ini.

Sementara itu berdasarkan hasil pengumuman penghargaan Adipura tahun 2017 untuk wilayah Sumatera, Batam menduduki peringkat pertama peraih sertifikat diikuti daerah lain yakni Dumai, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan beberapa daerah lainnya, sedangkan untuk peraih Adipura dipegang Palembang, Jambi, Padang Banda Aceh, Sawahlunto, Payakumbuh, hingga Kotabumi.(cr17)

Pemko Batam akan Lanjutkan Program Sembako Murah pada ABD 2018

0
Warga saat membeli sembako pada bazar sembako murah yang digelar Pemko Batam beberapa waktu lalu di Lubukbaja. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Batam, Zarefriadi mengatakan salah satu program prioritas yang akan dimasukkan pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daeah Perubahan (APBD-P) 2017 adalah paket sembako dan pasar murah.

“Karena kondisi perekonomian kita masih belum stabil, jadi kami akan melanjutkan program sembako murah,” kata Zaref, Kamis (27/7).

Menurutnya paket sembako murah bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak makan, dan gula pasir.

“Setidaknya ini bisa meringankan masyarakat menengah ke bawah,” sebut pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam ini.

Zaref menambahkan saat pembahasan APBD-P nanti, pihaknya akan mengajukan sedikitnya 30 ribu paket sembako yang akan digelar hingga akhir tahun 2017.

“Hampir sama dengan paket sembako yang pertama, kemungkinan besar kita ajukan dengan jumlah yang sama,” ucapnya.

Sebelumnya Pemerintah Kota Batam sukses menggelar pasar murah dengan menggandeng beberapa distributor, dan paket sembako murah yang ditujukan kepada rumah tangga tepat sasaran (RTS). Dua program ini dinilai berhasil mengendalikan harga kebutuhan di pasar, dan meringankan mereka yang berpenghasilan rendah. Sebanyak 30.730 paket sembako murah disebar ke 12 kecamatan yang ada di Batam.

Disinggung mengenai ketidakstabilan harga bahan kebutuhan pasca lebaran ini, Zaref mengatakan perubahan harga merupakan suatu yang biasa terjadi. Sebelumnya selama puasa dan lebaran harga normal dan cenderung turun, setelah lebaran malah naik.

“Saya cek lagi mengenai harga kebutuhan ini, jika memang ada permainan kita intervensi lagi,” sebutnya. (cr17)

Utamakan Calon Pekerja Batam, Pliss….

0
ilustrasi F.Rezza Herdiyanto Batam Pos

batampos.co.id – Terbukanya kran kebutuhan tenaga kerja di Batam disambut baik berbagai pihak, tak terkecuali asosiasi buruh. Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Batam meminta keadaan yang baik ini diikuti dengan mengutamakan tenaga kerja yang ada di Batam.

“Kami harap pemerintah sebagai penyedia regulasi berperan, beri penekanan ke perusahaan mengutamakan tenaga kerja yang ada di Batam seminimal mungkin rekrut di luar Batam,” harap, Sekretaris FSPMI Batam Suprapto, Kamis (27/7) siang.

Ia menyampaikan harapan tersebut bukan berarti  pihaknya membatasi perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang handal. Namun semata-mata karena melihat masih banyak pencari kerja di Batam.

“Bukan berarti kami anti pekerja dari luar, kalau pertimbangannya adalah pekerja ahli tak mengapa, tapi kalau seperti level operator kan masih ada (calon pekerja) yang ada di Batam,” katanya.

Menurutnya, harapan tersebut bukan tanpa alasan, dalam pantauan pihaknya masih ada saja perusahaan yang lebih mengutamakan pekerja dari luar Batam.

“Kami masih melihat ini, tapi tidak etis jika kami sebutkan nama perusahaanya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah juga merealisasikan Balai Latihan Kerja (BLK). Wadah ini diperlukan untuk meningkatkan keahlian para calon pekerja.

“BLK ini penting bagi Batam, ada banyak calon pekerja perlu memalui masa training,” katanya.

Ia mengatakan, tidak tersedianya BLK memaksa pemerintah bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang notabenenya dikelola swasta. Hal lain yang tak terkelola dengan baik yakni dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang seharusnya dipakai untuk melatih pekerja lokal.

“Hal-hal yang seperti ini harus diperhatikan pemerintah,” pungkasnya. (cr13)