Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13220

Jangan Mainkan Harga Pangan !!!

0
Warga sedang memilih bahan pokok di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (26/7).  Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah mengingatkan Satuan Tugas (satgas) pangan yang dibentuk Ramadan dan Lebaran lalu masih bekerja. Untuk itu, diiimbau tidak ada pihak yang sengaja memainkan harga bahan pokok.

“Kalau ada (yang main harga) tidak ada ampun itu, pasti tim akan menindak,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Burhanuddin, Kamis (27/7).

Menurutnya, belum lama ini tim yang dikoordinir oleh kepolisian ini melakukan rapat evaluasi terkait bahan pokok, dalam evaluasi tersebut semua pihak dalam tim sepakat untuk terus melakukan pengawasan.

“Ini perlu dilakukan, waktu lebaran kita bisa lihat harga bahan pokok terkendali,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, soal harga yang mencekik konsumen adalah salah satu yang jadi pokok pengawasan. Namun jika perbedaan harga tak begitu tinggi atau dalam batas wajar tidak masalah.

“Harga naik karena situasi mungkin bisa dipahami, misalnya beda harga Rp 1 ribu atau  Rp 2 ribu, tapi kalau sudah keterlaluan kami akan turun menindak,” ujarnya.

Burhanuddin mengungkapkan, selain satgas pangan yang kini sudah terbentuk, dalam waktu dekat pemerintah pusat akan memebentuk satgas impor dan barang lainnya. Satgas ini lebih difokuskan pada permasalahan bahan pangan di sektor hulu.

“Kran masuknya harus dilihat apa masalahnya. Satgas pangankan permasalahan di bawah atau hilir, nah disektor hulu ya salh satunya impor,” katanya.

Ditanya kapan satgas ini dibentuk, ia tidak bisa memastikan karena hal tersebut adalah kewengan pemerintah pusat.

“Yang pasti rencanaya ada, kapan dibentuk kami belum dapat infonya,” pungkasnya. (cr13)

Menjual Rumah Tidaklah Semudah yang Dibayangkan, tapi….

0

Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika Anda akan menjual rumah. Sebaiknya Anda memiliki strategi yang tepat agar bisa menemukan calon pembeli dengan cepat.

Nah, bagi Anda yang saat ini berniat untuk menjual rumah, berikut ini adalah tips menjual rumah dengan cepat dari situs jual beli properti Lamudi.

1. Pintar-pintarlah menarik perhatian calon pembeli. Kuncinya, tampilkan dan rawat sisi unik rumah. Pastikan rumah beserta isinya menjadi rumah idaman yang dicari-cari calon pembeli.

2. Jaga rumah dan halaman agar selalu bersih dan terawat dengan sebaik mungkin. Jika halaman dan rumah berantakan ketika orang datang untuk melihatnya, memberi kesan cenderung negatif kepada sang calon pembeli rumah secara tidak langsung.

3. Sebagai penjual, Anda yang berhak menetapkan harga rumah dijual. Tetapi, sebaiknya jangan berlebihan. Cari tahu harga pasarannya melalui tipe dan lokasi rumah Anda. Anda bisa mengetahuinya dari iklan listing rumah di situs online perumahan, suratkabar, dan sebagainya.

4. Beriklan adalah hal utama dan terpenting yang Anda lakukan ketika hendak jual rumah. Iklankan rumah Anda di media cetak maupun situs online properti. Jangan lupa juga, foto rumah berikut bagian-bagiannya semenarik mungkin.

5. Pastikan Anda telah merenovasinya secara menyeluruh ataupun sedikit memoles disana-sini. Bila Anda ingin menjual rumah beserta perabot didalamnya, gantilah furnitur yang sudah usang dengan yang baru dan segarkan ruangan dengan tanaman hias. ***

Polisi Tetapkan Mantan KasatPol PP Pemko Batam sebagai Tersangka

0
Mantan Kasat Pol PP Kota Batam, Hendri. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – “Kepada yang bersangkutan, kita telah periksa sebagai tersangka,” ujar Kapoolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Jumat (28/7) siang.

Penytaraan Kapolresta Barelang itu terkait kasus yang membelit mantan Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Batam, Hendri terkait dugaan kasus suap penerimaan 825 tenaga honorer Satpol PP.

Dikatakan Hengki, penetapan Hendri sebagai tersangka setelah penyidik memiliki bukti yang kuat, yang mengarah Hendri menerima uang suap untuk menjadi tenaga honorer Satpol PP.

“Penyidik sudah mengatakan bahwa yang bersangkutan sebagai tersangka. Itu artinya, penyidik telah memiliki bukti yang kuat,” katanya.

Meski Hendri telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap Hendri. Pasalnya, penyidik menilai sejauh ini Hendri bersikap koperatif ketika dipanggil oleh penyidik.

“Selain itu, pihak keluarga juga memberikan jaminan kepada kami,” lanjutnya.

Hengki menambahkan, saat ini penyidik masih mendalami keterangan dari Hendri, untuk mengetahui kepada siapa saja yang menikmati uang hasil suap itu.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan. Belum diketahui bagaimana hasil dari pemeriksaan itu,” imbuhnya.

Sebelum Hendri ditetapkan sebagai tersangka, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus suap ini. Mereka adalah Syamsudin dan Abd Rizal Syamsir.

Syamsudin merupakan staff Satpol PP golongan III A yang ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai penerima uang dari para korban.

Sementara Abd Rizal Syamsir ditetapkan sebagai tersangka karena berperan untuk memberikan informasi kepada calon anggota Satpol PP, bahwa Syamsudin bisa memasukkan orang untuk menjadi anggota Satpol PP. (cr1)

Pokcai Desa Pengujan Dimotori Seorang Wanita

0
Siti Hajar wanita pendayung pokcai pertama di Desa Pengujan. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Insiden tenggelamnya pokcai di Desa Pengujan, membuka tabir lain tentang transportasi laut yang usianya sudah puluhan tahun lalu. Banyak yang tidak
menyadari kalau kapal penyeberangan yang terbuat dari kayu itu awalnya
dimotori oleh seorang perempuan.

Awan mendung mengelanyut di langit, sore Rabu (26/7) itu di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan. Gerimis air berjatuhan di tanah. Wanita tua menatap pokcai yang mengangkut penumpang dan kendaraan di selat yang membelah dusun I dan II desa tersebut. Ia terlihat serius mengupas kulit rambutan.

Ialah Siti Hajar, perempuan pertama yang mendayung pokcai di sana.
Ditemui di rumahnya, di pesisir selat tersebut saat kedatangan wartawan Batam
Pos dia langsung mempersilakan masuk. Tak lama wanita berusia 61 tahun itu menyodorkan keranjang berwarna merah yang masih tersisa 2 buah rambutan
di dalamnya. “Makanlah,” katanya.

Kak Siti, biasa masyarakat memanggilnya langsung mempersilakan wartawan Batam Pos duduk di bangku kayu yang cukup untuk tiga orang. Mengunyah daging rambutan terakhirnya, ia meminta agar mesin pokcai yang rusak di atas bangku tersebut supaya dipindahkan saja sehingga bisa diduduki.

Mengawali cerita tentang kisahnya dan pokcai, ia teringat masa-masa di tahun 1973. Masa itu belum ada penyeberangan pokcai. Yang ada sampan yang oleh warga setempat disebut sampan appolo. Sampan ini hanya digunakan untuk mengangkut anak-anak sekolah dari Dusun II ke Dusun I di pagi dan siang hari, karena di Dusun II belum ada sarana dan prasarana pendidikan.

“Dulu ada Cik Gu di sini yang kalau mau mengajar harus menyeberang pakai sampan kayu,” katanya.

Kalau sampannya menganggur, Kak Siti sering mengangkut anak-anak yang mau menyeberang ke sekolah. Melihat anak-anak yang susah mau ke sekolah, kadang tidak ke sekolah karena tidak adanya sampan, membuat hati Kak Siti tergerak. Ia kemudian membuat pokcai yang awalnya hanya mengangkut anak-anak sekolah.

“Waktu itu kalau langganan Rp 1.000 sebulan. Tapi banyak juga yang tidak bayar, tapi saya ikhlas bantu budak-budak itu walau keringat saya jatuh ke bumi. Mana yang mau bayar, mana yang tak, sudahlah,” katanya.

Ia mengisahkan, saat itu, hanya 2 sepeda motor yang bisa diangkut. Kalau pun mengangkut orang, yang bisa memuat 12 orang, tanpa sepeda motor.
“Lumayan juga kalau mendayung. Kalau angin kencang seperti musim utara, sampai keluar urat di leher saya ni, mau sejam juga menyeberangi selat yang berjarak 400 meter ini. Kalau anginnya baik, ya 20 menitan,” katanya.

Dia mendayung siang dan malam mulai sekitar pukul 06.00 pagi sampai dengan sekitar pukul 21.00 malam. “Kalau jam 12 malam ada yang nak nyeberang, biasanya pakai kode. Kodenya kasih lampu atau suara klakson motor. Tapi ada juga yang cuma ngacah-ngacah saja,” katanya.

Akhirnya terlintas di benaknya untuk membuat pokcai dengan ukuran yang lebih besar. Setidaknya tidak hanya mengangkut orang, namun bisa mengangkut sepeda motor. Keinginannya benar-benar terwujud berkat bantuan modal dari seorang pengusaha Tiongkok bernama Chuyong, yang sekarang rumah makan seafoodnya terkenal di sana.

Pokcai yang dibuatnya berukuran 16 kaki dengan lebar lebih kurang 1 meter atau 5 keping kayu dan pokcainya sudah menggunakan mesin 5 pk. Ini adalah pokcai pertamanya yang menggunakan mesin. Pengerjaan pokcai pun rampung. Untuk kali pertama, mobil perusahaan pertambangan pasir yang beroperasi di sana, yang memanfaatkan pokcainya.

“Sudah lima pokcai yang saya buat, sekarang tinggal 2 yang satu perlu diperbaiki, yang satu masih digunakan,” katanya.

Saat ini, ia mengatakan, untuk membuat pokcai biayanya tidak sedikit. Terakhir kali, ia membuat pokcai menghabiskan biaya sekitar Rp 65 juta. Itu karena kayu yang sulit didapat di Bintan. Mengingat insiden tenggelamnya pokcai beberapa waktu lalu, perempuan yang sudah aral melintang di dunia pokcai ini memang mengutamakan keselamatan. Karena itu, dia tidak mau berangkat apabila jumlah penumpang yang diangkutnya berlebih.

“Tak berani saya bawa banyak-banyak. Yang penting selamat ke seberang, sudahlah,” kata perempuan asal Penyengat yang menetap di Pengujan karena awalnya bekerja sebagai buruh karet.

Dari usaha penyeberangan pokcai juga, ia mengakui, tidak ada yang didapatnya selain bisa menyekolahkan anak saudaranya hingga ke bangku perkuliahaan. “Abang saya sudah meninggal, anaknya yang tertua saya kuliahkan sampai wisuda di Padang. Sekarang dia sudah bekerja di Batam. Itu saja yang saya punya, yang lain tidak ada,” tukasnya.

Matahari mulai beranjak ke peraduan. Mendung yang tadinya mengelayut mulai berganti ke cahaya kemerahan dan gelap. Suara azan memanggil dari sebuah masjid, dan menutup perbincangan dengan wanita yang pertama mendayung pokcai di sana. (cr21)

Lomba Masak Serba Ikan Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Istri Gubernur Kepulauan Riau Noorlizah Nurdin Basirun mengatakan dengan adanya program-program seperti cipta menu, memasak serba ikan yang berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam keluarga.

“Kegiatan seperti ini juga bermaksud untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan dan konsumsi ikan dalam meningkatkan kualitas hidup serta menarik minat anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dengan mengkonsumsi ikan menjadi sebuah kebutuhan bukan sebuah pilihan,” ujar Noorlizah saat menghadiri acara Lomba memasak serba ikan tingkat Provinsi Kepri ke-10 dan lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) berbasis sumberdaya lokal tahun 2017 di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang pada Kamis (27/7).

Noorlizah melanjutkan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini ditekankan pada menu sarapan untuk anak sekolah, studi menunjukan bahwa sarapan bergizi bagi anak sekolah ternyata bermanfaat dan berpengaruh terhadap fisik dan psikologis anak.

“Hal ini ada akhirnya akan meningkatkan proses dan hasil belajar anak, sebagaimana bunyi pesan dalam pedoman gizi seimbang yakni: biasakan makan pagi atau sarapan. Tentunya ini seiring dengan tujuan dari gerakan PKK itu sendiri yakni untuk mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera, maju dan mandiri,” lanjut Noorlizah.

Lomba cipta menu B2SA sendiri merupkan bagian yang penting dalam upaya diversifikasi konsumsi pangnan melalui keberagaman konsumsi non beras, hal ini sejalan juga dengan langkah Pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mencerdaskan generasi muda dengan memberdayakan potensi sumber daya lokal.

Dengan Tema lomba masak serba ikan, Noorlizah mengatakan bahwa ikan merupakan produk yang menyehatkan karna didalamnya terkandung nilai gizi yang tinggi seperti omega 3 dengan kandungan DHA dan EPA yang baik untuk perkembangan sel-sel otak dan mampu meningkatkan kecerdasan serta kesehatan.

“Melalui kegiatan ini pula dapat mengenalkan keberagaman dan menampilkan masakan khas daerah kepada masyarakat luas tentu juga berdampak baik bagi tumbuh kembang ekonomi kreatif daerah,” sambung Noorlizah.

Mewakili Gubernur Kepri, Asisten Pemerintahan Raja Ariza mengatakan bahwa Aspek konsumsi Pangan sangat erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia dan bukti empiris mengatakan bahwa kualitas SDM ditentukan oleh status gizi yang baik serta asupan gizi pangan yang dikonsumsi.

“Provinsi Kepri merupakan Daerah yang strategis letaknya, degan komposisi 96 persen lautan ini maka potensi ekonomi kelautan dan perikanan cukup besar dan beragam sehingga potensi yang kita miliki ini perlu di kelola dan manfaatkan dengan baik,” ujar Ariza dalam sambutannya.

Raja Ariza melanjutkan dengan berjalannya program tahunan seperti ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan prinsip-prinsip B2SA, mendorong dan meningkatkan kreativitas dalam menciptakan menu-menu berbasis sumberdaya lokal baik untuk ibu-ibu PKK maupun masyarakat lainnya karna peran ibu-ibu inilah yang bertanggungjawab dalam menentukan, menyiapkan, menyajikan menu dalam keluarga di kehidupan sehari-hari.

Laporan dari Panitia Penyelenggara mengatakan bahwa program yang dilaksanakan pada hari ini merupakan gabungan dari 2 instansi yakni dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Ketahanan Pangan, diikuti oleh masing-masing perwakilan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepri, Disuguhkan pula stand bazar yang berisikan bahan pangan yang dijual dengan harga yang terjangkau. Lomba memasak sendiri dimulai sejak pukul 06.00 wib pagi.

Sebelum pengumuman pemenang dibacakan, Noorlizah didampingi Asisten I Raja Ariza mengunjungi masing-masing stand baik yang menyajikan makan hasil perlombaan juga meninjau stand bahan pangan. Pada kesempatan tersebut Noorlizah juga mencicipi setiap masakan hasil olahan peserta, saat meninjau stand bahan pangan, Noorlizah membeli 1 bibit pohon jambu kemudian menanamnya di area halaman Aula.

Dari hasil perhitungan oleh pihak Juri didapat pemenang perlombaan masak Lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) dan lomba masak serba ikan, kedua tema tersebut diraih oleh Kabupten Natuna sebagai Juara umum.

Adapun rincian pemenang, untuk Kategori Pemanfataan pangan lokal dimenangkan oleh perwakilan Kota Batam, Kategori Pengembangan resep dimenangkan oleh perwakilan Kabupaten Natuna, untuk Kategori Tata saji dimenangkan oleh perwakilan Kabupaten Bintan sedangkan Kategori Favorit dimenangkan oleh perwakilan Kota Tanjungpinang. Sedangkan untuk juara umum, peringkat 3 didapat oleh perwakilan Kabupaten Karimun, Juara 2 didapat oleh Kota Batam dan Juara 1 untuk Kabupaten Natuna.

Selanjutnya untuk Lomba masak Seba Ikan, pada kategori Menu Kudapan yang meraih peringkat 1, 2 dan 3 adalah Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kabupaten Natuna. Lalu pada kategori Menu Balita yang meraih peringkat 1, 2 dan 3 adalah Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Karimun. Dan kategori terakhir yakni Menu keluarga yang meraih peringkat 1, 2 dan 3 adalah Kabupaten Karimun, Kota Batam dan Kabupten Bintan. Dan yang meraih Juara umum dalam lomba masak serba ikan juga di raih oleh perwakilan Kabupaten Natuna.

Hadir pada Kesempatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ahmad Izhar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Eddy Sofyan, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Riawina, Ketua DWP Provinsi Kepri Hj. Risma Rini, Perwakilan Tim Penggerak PKK Kab/Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau serta Tamu undangan lainnya. (jpg)

Pasukan Kuning Dapat Jaminan Keselamatan Kerja

0

batampos.co.id – Sebanyak 57 orang pasukan kuning Pemkab Natuna kini sudah terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan yang memberikan jaminan kecelakaan kerja di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna. Mereka diberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Kepala KCP BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Muhammad Afdhal mengapresiasi langkah BLH Kabupaten Natuna yang telah mendaftarkan pasukan kuning sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan. Instansi ini dinilai visioner dan apresiatif terhadap pekerja yang berada di bawah binaannya.

“Mendaftarkan pekerjaa pasukan kuning ini adalah bentuk kepedulian Dinas Lingkungan Hidup terhadap keselamatan kerja. Mereka bekerja setiap hari di lapangan dan di jalan raya yang rawan kecelakaan saat beraktifitas atau sebabkan meninggal dunia”, katanya, Kamis (27/7).

Afdhal mengatakan, jika terjadi resiko kecelakaan pada peserta BPJS Ketenagakerjaan disaat bekerja, maka seluruh biaya akibat kecelakaan tersebut akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu, jika terjadi cacat akibat kecelakaan kerja tersebut, maka peserta akan mendapatkan santunan hingga Rp 136 juta rupiah. Dan apabila jika peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia bukan disebabkan kecelakaan kerja, maka ahli waris peserta BPJS akan menerima hak santunan sebesar Rp 24 juta rupiah.

“Mulai bulan ini jaminan keselamatan kerja seluruh anggota Pasukan Kuning sudah diberlakukan,” sebutnya.

Dikatakan Afdhal, BPJS Naker akan menyasar Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) yang berada di lingkungan Pemkab Natuna agar bisa terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Terus kita juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mendaftarkan para PTT dan GTT dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Bahkan pekerja-pekerja informal juga akan turut menjadi sasaran BPJS Naker. Untuk pekerja informal hanya dengan iuran 16 ribuan setiap bulannya, maka peserta sudah terlindungi dalam program Jaminan

Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). BPJS Ketenagakerjaan adalah program sosial Pemerintah dengan manfaat pasti bagi pesertanya.(arn)

Eiky Kwok, Peraih Medali Perak Olimpiade WMI yang Aktif di Taekwondo

0
Siswa Avava School, Eiky Kwok bersama ayahnya Jefri, Kepala Sekolah Avava School, Santo M. Situmorang dan pelatih taekwondo Eiky, Sabeum Soewito Trikusuman. F. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Siswa Avava School, Eiky Kwok berhasil mendapatkan medali medali perak dalam Lomba World Mathematics Invitational (WMI) yang digelar di Vietnam pada 16-17 Juli kemarin. WMI merupakan Olimpiade Matematika Internasional yang berpusat di Taiwan. Setiap tahunnya WMI diikuti lebih dari 10 negara untuk memperebutkan medali dari WMI Organization.

“Ini pengalaman pertama saya. Ada ribuan peserta yang mengikuti lomba ini. Kemudian setiap setiap peserta dibagi per-kelas yang terdiri ratusan orang,” ujar Eiky yang ditemui di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Olimpiade WMI ini diikuti 10 negara, diantaranya Filipina,Taiwan, Amerika, Indonesia, Thailand, China, Hongkong, Malaysia, Macau, dan, Iran. Eiky menjelaskan untuk mengikuti olimpiade ini, ia mengikuti seleksi tingkat kota dan provinsi. Kemudian melanjutkan seleksi tingkat Nasional pada April lalu.

“Saya mempersiapkan diri dengan mempelajari soal WMI pada tahun-tahun sebelumnya. Sampai meminjam buku milik saudara di Singapura,” tutur siswa kelas IX ini.

Dalam ujian olimpiade ini, Eiky menyelesaikan ratusan soal matematika yang terdiri dari esay berbahas Inggris. “Soal yang diuji sama sekali tidak dipelajari di sekolah. Untungnya di sekolah setiap hari sudah berbahasa Inggris,” katanya.

Eiky mengaku dalam tahun berikutnya akan mengikuti olimpiade yang sama. Ia berharap dapat meraih medali emas. “Yang penting jangan merasa puas. Terus belajar,” tegasnya.

Tak hanya berprestasi di bidang sains, putra pertama dari pasangan Jefri dan Herna ini dikenal aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya. Eiky kini aktif berlatih taekwondo.

“Taekwondo sangat membantu kebugaran badan. Ini olahraga yang saya cintai,” tutur pemegang sabuk hijau ini.

Menurut Eiky, program ekstrakulikuler yang diikutinya sama sekali tidak menganggu waktu belajarnya.

“Kami selalu memberi kebebasan belajar kepada anak. Yang penting kami memberikan pendidikan yang cukup,” sambung ayah Eiky, Jefri.

Sementara itu, Kepala Sekolah Avava School, Santo M. Situmorang mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Eiky. Ia berharap Eiky dapat meraih prestasi yang sama dalam ujian nasional (UN) mendatang.

“Jangan berpuas diri. Ke depannya mudah-mudahan nama Eiky keluar dalam peraih nilai UN tertinggi,” kata Santo.

Hal senasa disampaikan guru taekwondo Eiky, Sabeum Soewito Trikusuman. Dia mengaku Eiky memiliki bakat yang besar dalam olahraga ini.

“Eiky menunjukkan kemajuan pesat dalam taekwondo. Ini menjadi bekal dirinya selain materi pelajaran di sekolah, anaknya juga sangat disiplin,” kata pemegang sabuk Dan III Internasional itu. (opi)

Daya Beli Menurun, Penjualan Rumah di Batam Turun

0
Kondisi permukiman padat di Seipanas, Batamkota. Foto. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Perlambatan ekonomi global membuat penjualan rumah di Batam menurun. Jika sebelumnya penjualan mencapai 10 ribu unit per tahun, maka tahun ini diperkirakan hanya mencapai 7.000-8.000 unit saja.

“Karena daya beli masyarakat semakin menurun,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Achyar Arfan, Kamis (27/7).

Kondisi ini diperparah dengan naiknya tarif sewa lahan di Batam. Kenaikan itu otomatis membuat harga rumah ikut terkerek naik. Sehingga harga rumah semakin sulit dijangkau masyarakat.

“Harga lahan bisa mencapai Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per meter,” katanya.

Achyar mengapresiasi langkah Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat proses penerbitan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Batam. Sebab dengan percepatan HPL itu, diharapkan akan semakin banyak investasi yang masuk ke Batam.

Sikap tegas BP Batam dalam pemanfaatan lahan tidur juga dinilai sebagai langkah positif bagi sektor properti. Sebab pertumbuhan investasi yang baik akan berdampak secara signifikan terhadap sektor properti.

“Jika properti bergerak, maka akan menarik 174 industri pendukung lainnya. Pemasukan pemerintah daerah dari Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ikut bergerak,” ungkapnya.

Meski penjualan rumah menurun, lanjut Achyar, para pengembang masih terus melakukan pembangunan perumahan. Tahun ini, seluruh pengembang di Batam akan membangun rumah sebanyak 10 ribu unit dengan kebutuhan lahan sekitar 300 hektare.

Angka penurunan penjualan properti versi REI Khusus Batam ini linier dengan data Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri. Berdasarkan catatan BI, penyaluran kredit konsumsi di Kepri secara umum masih tercatat melambat.

Pertumbuhan kredit konsumsi pada triwulan kedua tahun ini sebesar 7,38 persen(yoy) lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya 9,12 persen (yoy). Kredit Pembelian Rumah (KPR) juga tercatat melambat di angka 7,62 persen (yoy), turun dari 9,45 persen. Begitu juga dengan Kredit Multiguna yang tercatat melambat 6,19 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya 9,20 persen.

Sedangkan Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Ok Simatupang, mengungkapkan saat ini banyak investor yang berminat berinvestasi di Batam. Namun rencana mereka umumnya sering terkendala masalah ketersediaan lahan.

Karena itu, kebijakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan BP Batam yang ingin mempercepat penerbitan HPL harus segera direalisasikan. “Kita ingin realisasinya cepat. Selain itu, tentunya penerbitan Izin Peralihan Hak (IPH) harus dipercepat karena merupakan dokumen penting,” harapnya. (leo)

Dana Desa Tahap Dua Segera Cair

0

batampos.co.id – Dana desa (DD) tahap pertama sebesar Rp 21 miliar yang bersumber dari APBN untuk 42 desa di Kabupaten Karimun sudah selesai disalurkan sejak Mei lalu. Sehingga untuk tahap selanjutnya awal bulan depan DD sudah bisa diusulkan untuk tahap kedua.

”Jangka waktunya cukup cepat, karena pencairan tahap pertama yang mengalami keterlambatan. Sehingga, baru bisa dicairkan dua bulan lalu. tahap pertama DD yang cair itu 60 persen dari Rp 35 miliar. Sehingga, untuk tahap kedua akan dicairkan 40 persen lagi atau seluruhnya atau Rp 14 miliar lagi,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Karimun, Suwedi, Kamis (27/7).

Hanya saja, kata Suwedi, pengajuan dari masing-masing untuk pencairan tahap kedua tidak dapat dilakukan begitu saja. Atau hanya dengan berbekal rencana anggaran biaya (RAB) desa yang telah disahkan. Tapi, harus diikutsertakan bukti-bukti realisasi penggunaan DD tahap pertama sebesar 75 persen. Kalau tanpa ada bukti administrasi dan bukti realisasi anggaran, maka tidak akan bisa dicairkan DD tersebut ke rekening desa.

”Untuk itu, kepada setiap kepala desa untuk segera menyusun administrasi dan bukti-bukti realisasi penggunaan anggaran tahap pertama. Sehingga, pencairan tahap kedua bisa tepat waktu. Dan, realisasi seluruhnya pada akhir tahun juga tepat waktu. Karena, semua realisasi itu dilaporkan sampai ke Kementerian Desa. Gunakan tenaga pendamping untuk membantu menyiapkan laporan realisasi keuangan,” unglapnya. (san)

Barang Selundupan Asal Malaysia Dimusnahkan

0

batampos.co.id – Polsek Bintan Timur, menggelar pemusnahan terhadap ratusan barang selundupan asal Malaysia yang berhasil diamankan di Pelabuhan Sri Bayintan, Minggu (18/6) lalu.

Ratusan produk yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka bernama Abdul Wahid.

Dimana saat ini kasus tersebut sudah masuk dalam perkara kasus perdagangan yang ditangani, oleh tim Penyidik Perdagangan, Bintan, dan Kejari Tanjungpinang.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Abdul Rahman mengatakan pemusnahan ini dilakukan berdasarkan surat perintah dengan nomor SP-SITA/17/VII/2017/Reskrim Polsek Bintan Timur.

“Pemusnahan ini dilakukan karena barang sitaan kondisinya sudah rusak dan sudah tidak bisa bertahan lama. Jadi langsung dimusnahkan,” ujar Abdul usai melakukan pemusnahan di halaman Mapolsek Bintan Timur, Kamis (27/7).

Selain itu, lanjutnya penetapan pemusnahan barang bukti tersebut, berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, dengan surat penyitaan produk selundupan bertanggal 18 Juni 2017 Nomor B/17/VII/2017/Reskrim Polsek Bintan Timur.

“Barang bukti yang dimusnahkan banyak variasi dan tidak layak pakai lagi. Diantaranya rempah-rempah, aneka makanan ringan dengan beragam merek, terasi, permen, cabai, bawang, dan lainnya,” imbuhnya.

Pemusnahan ini disaksikan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagagangan (Diskoperindag) Bintan, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Bea Cukai, serta perangkat kecamatan, dan kelurahan. (cr20)