Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13221

Daftar Tunggu Haji di Bintan Capai 16 Tahun

0
Wabup Bintan Dalmasri Syam menyerahkan bingkisan secara simbolis dan memasang batik seragam bagi JCH di aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Pelaksana Pembekalan dan Pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan, Arusman Yusuf menuturkan, daftar tunggu JCH
di Kabupaten Bintan hingga tahun 2033 atau lamanya yang menunggu hingga
16 tahun. Kuota JCH yang dialokasikan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI per tahun sekitar 70 Jemaah Calon Haji (JCH).

“Tinggal dikalikan. Kalau setahun sekitar 70 orang yang berangkat. Kalau 16 tahun?” kata Kabag Kesra Setdakab Bintan ini kepada Batam Pos usai Pembekalan dan Pelepasan JCH di Aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (26/7).

Arusman menjelaskan, daftar tunggu haji sesuai antrean sejak JCH mendaftar. Tidak ada JCH yang didahulukan keberangkatannya kecuali bila ada JCH yang membatalkan keberangkatan, mutasi ke daerah lainnya atau meninggal dunia. “Kalau di atasnya kosong, otomatis akan naik,” katanya.

Arusman menerangkan, masyarakat akan mendapatkan kursi setelah membayar uang pangkal sekitar Rp 25 juta dari total biaya haji saat ini sekitar Rp 32 juta. Setelah mendaftar, masyarakat akan langsung masuk di dalam daftar tunggu. Untuk biaya pelunasan haji dengan kekurangan sekitar Rp 7 juta masih kata Arusman biasanya dilakukan sebulan sebelum calon haji berangkat ke Tanah
Suci.

Ia menambahkan, sebenarnya biaya naik haji sekitar Rp 54 juta. Hanya yang dibayarkan seorang calon haji sebesar Rp 32 juta. Untuk sisanya disubsidi dari dana optimalisasi haji.
Tahun ini, Arusman menyampaikan, di Bintan awalnya ada sebanyak 73 jemaah calon haji yang akan berangkat. Hanya, 2 orang masuk di kursi cadangan dan tidak berangkat, 2 orang melakukan mutasi keberangkatan dari daerah lain, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang lagi gagal berangkat. “Jadi tinggal 66 orang.

Itu sudah termasuk 1 orang tenaga pendamping haji,” tuturnya.
Wabup Bintan Dalmasri Syam berpesan agar CJH mempersiapkan mental, fisik dan kesehatan sebelum bertolak ke Batam dan bergabung dengan Jamaah Haji Kepri lainnya, Minggu (30/7).

“Laksanakan ibadah dengan ikhlas, semoga hal ini membawa keberkahan dan menjadi Haji yang Mabrur ” ujarnya.

Ketua Rombongan Iwan Mutaqim mengatakan, cuaca yang di atas 40 derajat celcius menjadi perhatian. Karena itu, jemaah calon haji harus membawa botol air dan selalu minum. “Per jam harus minum 100 mililiter,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepada jemaah calon haji harus membawa obat-obatan agar ketika sakit sudah ada obatnya. “Di sana kemungkinan penyakit kan berbeda beda. Kalau pas sakit, jemaah calon haji setidaknya sudah tahu obatnya,” katanya. Di kesempatan itu, Dalmasri Syam secara simbolis menyerahkan bingkisan dan memasang Baju Batik Seragam bagi JCH. (cr21)

Gandeng KPKNL, Pemko Batam Nilaiulang 18 Aset yang Disewa Pihak Ketiga

0
Warga saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan menilai ulang 18 aset Pemko Batam yang kini dikelola pihak ketiga.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik mengatakan penilaian aset ini dilakukan sebagai upaya menambah kas daerah.

“Kami nambah-nambah Kasda (Kas Daerah, red), dari sewa-sewaan (aset yang dikelola pihak ketiga, red) itu,” kata Malik.

Ia menyebutkan, aset-aset tersebut di antaranya, pemancar di atap Kantor Wali Kota Batam serta beberapa mesin ATM seperti yang berlokasi di RSUD Embung  Fatimah, kantor walikota Batam, kantor Dinas Pendidikan, juga mesin ATM di Gedung Bersama Batam Center.

“Kami manfaatkan juga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Fanindo dan SP Plaza untuk pasang iklan. Sama tower yang di Tiban Asri kami nilai ulang juga,” ucapnya.

Ia menyampaikan, setelah penilaian ulang tersebut akan ada perjanjian baru dengan pihak pengelola yang selama ini menyewa aset tersebut.

“Kami perbaharui nilainya,” ucapnya.

Ditanya berapa kemungkinan berapa perubahan nilai sewa, Malik belum bisa memastikan. “Tarif yang lama juga saya lupa, nanti kami cek dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencari terobosan yang bisa mendongkrak pendapatan daerah. Harapan ini terkait perkiraan defisit yang hingga evaluasi terakhir mencapai Rp 242 miliar.

“Terutama untuk OPD penghasil,” kata Amsakar, Rabu (19/7) lalu. (cr13)

Terlantarkan Istri Termasuk KDRT

0

batampos.co.id – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tercatat di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten Lingga ada dua kasus yang menonjol. Satu kasus di tahun lalu dan satu kasus lainnya pada Februari tahun ini dan dapat dimediasi oleh tim P2TP2A dan mencapai kata kesepakatan dengan perjanjian.

Kasus KDRT pada 2016, yakni terjadi di Tanah Sejuk, Kelurahan Dabo Lama. Kasus yang dikawal oleh P2TP2A akhirnya menjerat pelaku hingga menjalani hukuman tiga bulan 15 hari kurungan karena divonis bersalah.

Kasus KDRT ini terungkap dalam kegiatan sosialisasi UU penghapusan kekerasan dalam rumah tangga di Kecamatan Singkep yang digelar di Gedung Sanggar Praja, Selasa (25/7) pagi. Pada kesempatan itu hadir Ahmad Husaini sebagai pemateri.

Ahmad menjelaskan, KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam hidup rumah tangga.

“Hal tersebut tertera pada pasal 1 uu no 23 tahun 2004,” kata Ahmad.

Pada sosialisasi tersebut juga memberikan sesi tanyajawab kepada seluruh peserta yang hadir. Salah satu peserta bernama Lina menanyakan tentang mengatasi situasi yang dialami seorang istri yang banting tulang bekerja di rumah maupun di luar untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Namun satu sisi suami hanya berpangku tangan.

Selain Lina, Suherman juga mengajukan pertanyaan apakah istri yang bekerja di luar rumah sedangkan suami hanya diam di rumah saja termasuk KDRT?

Pertanyaan tersebut dijawab, “jika di dalam rumah tangga tersebut adanya tindak kekerasan baik fisik, psikis maupun hal lain itu sudah termasuk kekerasan tangga. Sedangkan dalam hal penelantaran kita lihat arahnya kemana jika penelantaran itu memang sudah berlebihan maka kita harus melaporkannya ke polisi,” kata Ahmad. (wsa)

Bacaan untuk Remaja, Tim Gabungan akan …

0
Anggota polisi berjaga-jaga di kantor Polsek Batuaji karena warga hendak mendemo Polsek tersebut, Senin (24/7). Didemonya Polsek tersebut karena salah satu dari mereka ditahan polisi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menyikapi informasi dari masyarakat yang semakin resah dengan aksi kejahatan jalanan, polisi bersama dengan TNI, Ditpam dan Satpol PP menggelar operasi gabungan di sejumlah titik yang rawan dengan aksi kejahatan jalanan seperti begal dan jambret.

Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Agus Joko mengatakan, patroli gabungan ini dilakukan untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa kasus penjambretan dan begal semakin marak terjadi di Batam.

“Sejauh ini begal dan jambret dikatakan marak di Batam. Oleh karena itu, mulai malam ini dilakukan patroli gabungan dengan instansi terkait,” ujar Agus sebelum memimpin apel persiapan patroli, Selasa (25/7) malam.

Dijelaskan Agus, tujuan utama patroli gabungan ini adalah untuk menciptakan suasa yang aman dan nyaman bagi masyarakat Batam. Terutama bagi masyrakat yang masih melakukan aktivitas pada malam hari.

“Sasaran utama operasi kita adalah begal dan jambret. Kita ingin menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polresta Barelang dengan menutup kesempatan pelaku tindak pidana,” tuturnya.

Bagi pelaku kejahatan yang diamankan petugas, nantinya akan langsung dibawa ke Polresta Barelang untuk diproses selanjutnya.

“Akan langsung diamankan dan kita proses di Polres jika kedapatan,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos, sebanyak 60 orang personil gabungan dilibatkan dalam operasi ini. Dari 60 personil itu, mereka dibagi menjadi dua tim. Tim pertama akan mengitari wilayah Nongsa dan Nagoya. Sementara, tim kedua akan mengitari wilayah Batuaji dan Sekupang.

Tim yang melewati Batuaji dan Sekupang, diharapkan untuk lebih meperhatikan sejumlah titik rawan. Diantaranya, tanjakan bukit Daeng, Piayu, Taman Makan Pahlawan (TMP) Bulang Gebang, Temiang hingga Tiban.

Sejumlah remaja yang kedapatan sedang ngumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulang Gebang langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Satu per satu dari mereka tidak luput dari pemeriksaan. Mulai dari pemeriksaan badan, hingga pemeriksaan di bagasi sepeda motor.

Dikarenakan tidak ada ditemukan barang-barang mencurigan, selanjutnya mereka diminta untuk langsung pulang. Usai dari sana, selanjutnya petugas melanjutkan perjalanan menuju Sekupang dengan melewati jalur Temiang yang rawan dengan aksi begal dan jambret.

Di sepanjang jalan Temiang tampak sepi, terlihat hanya satu per satu kendaraan yang melewati jalanan ini. Tidak tampak pengendara yang mencurigan disana. Tim gabungan pun melanjutkan menyisir kawasan Sekupang. Mulai dari taman kolam Sekupang hingga kawasan Tiban.

Lagi-lagi, tim gabungan juga tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dan kembali lagi ke titik kumpul semula di Polresta Barelang.

“Karena wilayahnya luas, makanya kita bagi menjadi dua tim. Dari hasil patroli ini, tidak kita temukan adanya sesuatu yang mencurigan. Selanjutnya, patroli ini akan terus kita laksanakan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” imbuh Agus Joko. (cr1)

Ojek Pangkalan Desak Dishub Kota Batam Tutup Ojek Online

0
Anggota Kepolisian Polresta Barelang melakukan penjagaan kantor Go-Jek di Pelita Lubukbaja yang didatangi oleh para pengemudi ojek pangkalan, Selasa (25/7). Mereka mendesak kantor go-jek ditutup. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan pengendara ojek pangkalan mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rabu (26/7) pagi. Mereka mendesak kepada Dishub Batam menutup aplikasi Gojek di Batam.

Kepala Dishub Batam Yuspa Hendri mengatakan, penutupan aplikasi Gojek bukan kewenangan dari Dishub, dan untuk menutup aplikasi itu harus melalui prosedur yang berjenjang hingga ke Kementrian Kominfo.

Dishub Batam hanya mengirim surat rekomendasi kepada Kominfo untuk menutup aplikasi, dengan alasan seringnya terjadi permasalahan di daerah karena aplikasi tersebut.

Dijelaskan Yuspa, untuk menutup aplikasi itu berawal dari surat yang dikimkan oleh Dishub Kota ke Dishub Provinsi. Kemudian dari Dishub Provinsi, akan melanjutkan surat itu ke Kementrian Perhubungan.

“Nanti, Kementrian Perhubungan akan menyampaikan kepada Kementrian Kominfo untuk menutup aplikasi,” katanya.

Yuspa melanjutkan, kendaraan roda dua sampai saat ini belum mempunyai aturan tersendiri untuk dijadikan sebagai angkutan orang. Maka dari itu, jika terjadi permasalahan di lapangan hanya diselesaikan dengan jalur mediasi.

“Kami dari Dishub sudah berupaya untuk lakukan mediasi memanggil pihak untuk perundingan. Bahkan sudah lima kali kami panggil untuk mediasi. Namun, tidak membuahkan hasil sampai saat ini,” tuturnya.

Yuspa juga mengatakan, hasil pertemuan di Kantor Graha Kepri beberapa waktu yang lalu menghasilkan kesepakatan bahwa aplikasi yang di non aktifkan itu hanya aplikasi taksi online, bukan aplikasi ojek online.

“Di Graha Kepri itu membahas roda empat. Mungkin ada terjadi salah tafsir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki meminta kepada semua pihak untuk menahan diri, untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Hengki juga menegaskan bagi pihak yang melakukan perbuatan melawan hukum akan ditindak secara tegas.

“Mari kita sama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Batam. Kepada siapapun itu, semua harus menahan diri dengan tidak melakukan perbuatan melawan hukum,” katanya. (cr1)

Mantan Kasatpol PP Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Mapolresta Barelang

0
 Hendri saat menjabat sebagai Mantan Kasat Pol PP Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id  – Mantan Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Batam, Hendri menjalani pemeriksaan lanjutan di Sat Reskrim Polresta Barelang atas dugaan kasus suap dalam penerimaan 825 tenaga honorer Satpol PP.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, pemanggilan Hendri Selasa (26/7) lalu dilakukan penyidik untuk dilakukan penyelidikan terkait dengan adanya dugaan aliran dana kepada Hendri.

“Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap saudara Hendri yang dilakukan oleh Unit I untuk diminta keterangan,” ujarnya, Rabu (26/7) sore.

Pantau Batam Pos di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7) malam, Hendri masih menjalani pemeriksaan hingga pukul 23.00 WIB. Saat dikonfirmasi apakah Hendri akan segera ditetapkan sebagai tersangka, Hengki belum bisa menyimpulkannya karena penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti.

“Pemeriksaan tidak bisa kita tentukan berapa lama waktunya. Jika memang telah memenuhi unsur pidana, kita akan tetapkan dia sebagai tersangka,” katanya.

Dalam berita sebelumnya, Penyidik Sat Reskrim Polresta Barelang telah marampungkan pemberkasan kasus suap penerimaan 825 orang tenaga honorer Satpol PP. Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Syamsudin dan Abd Rizal Syamsir.

Syamsudin merupakan staff Satpol PP golongan III A yang ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai penerima uang dari para korban.

Sementara Abd Rizal Syamsir ditetapkan sebagai tersangka karena berperan untuk memberikan informasi kepada calon anggota Satpol PP, bahwa Syamsudin bisa memasukkan orang untuk menjadi anggota Satpol PP. (cr1)

Orkestra Vinculos, Mampir ke Kepulauan Seribu, Jakarta

0

Sekira 50 musisi yang tergabung dalam Orkestra Vinculos Spanyol didatangkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. Mereka mengunjungi satu destinasi prioritas Indonesia, Kepulauan Seribu, Jakarta.

”Ini bagian dukungan kami terhadap destinasi-destinasi yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menpar Arief Yahya. Semoga kehadiran mereka bisa banyak membawa manfaat, termasuk juga untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, agar gaungnya makin mendunia,” ujar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.

Hilmar membeberkan, Vincolus rencananya datang ke Indonesia Danau Toba sejak tanggal 26 sampai dengan 30 Juli 2017. Di Kepulauan Seribu, musisi asal Negeri Matador itu akan unjuk gigi di Pulau Pramuka pada tanggal 7 Agustus 2017. Vincolus juga bakal menggelar showcase dan jam session bersama masyarakat lokal dan juga berwisata di di Pulau Dolphine, Pulau Perak, dan Pulau China.

“Kami bersyukur, Indonesia mendapat kehormatan sebagai negara Asia pertama yang menjadi sasaran project ini. Serta mengenalkan kekayaan budaya antara Indonesia dan Spanyol melalui atraksi, interaksi, dan edukasi seni dan budaya, tentunya akan berdampak pada pariwisata,” tambah Hilmar.

Selama di Jakarta, imbuh Hilmar, ternyata bukan hanya akan tampil di Kepualaun Seribu. Musisi asal Spanyol itu pada tanggal 3-6 Agustus  akan melakukan beberapa kegiatan Konser Musik di Gudang Sarinah, Pertunjukan Musik di Plasa Insan Berprestasi, Konser Musik bersama Trust Youth Orchestra di Plasa Insan Berprestasi, serta beberapa workshop musik dan Flashmob di area Car Free Day di Jakarta.

“Jakarta dipilih karena merupakan melting pot atau tempat bertemunya berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. Serta memperluas peluang dan jaringan kerjasama bagi komunitas budaya yang ada di Jakarta, melalui ajang pertemuan dengan seniman internasional,” ujarnya.

Selama di Danau toba Vincolus juga akan melakukan Workshop musik, donasi dan reparasi alat musik, serta donasi buku.

”Yang lebih spesial lagi adalah pada tanggal 29 Juli Vincolus bakal menggelar konser di Amphiteater It Del. Ini adalah Konser simfoni yang akan menampilkan  Vinculos  dan  kolaborasi dengan seniman lokal. Selain acaranya sangat istimewa, Amphiteater It Del juga sangat istimewa,” ujar Hilmar.

Acara tersebut juga rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Ibu Luhut Panjaitan. Dalam acara ini juga diundang 600 siswa dari berbagai sekolah dasar, menengah, tinggi di Kab. Tobasa. Selain itu, masih di Danau Toba, tepatnya di Kabupaten Humbang Hasundutan, Vincolus akan melakukan syuting video clip saat konser untuk menunjukan keindahan alam desa Bakkara.

Selama di sana, mereka akan melakukan Workshop musik, donasi dan reparasi alat musik, donasi buku. Hal itu dilakukan karena para musisi Spanyol memiliki kesaaman budaya dan karakter.

”Tentunya keindahan Danau Toba akan terkesplore habis, mereka akan kita perlihatkan kehebatannya dan keindahan Danau Toba. Secara budaya warga Batak memiliki karakter yang hampir mirip dengan masyarakat Spanyol yang pada umumnya menggemari seni musik dan perayaan atau festivities,” beber Hilmar.

Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hirmasyah Thaib mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud yang telah membuat agenda Vincolus di dua destinasi prioritas Kemenpar Danau Toba dan Kepulauan Seribu. Seperti diketahui, 10 destinasi yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru itu adalah Danau Toba, Bangka Belitung, Bromo, Kepulauan Seribu, Kepualaun Seribu, Morotai, Wakatobi, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Tanjung Lesung.

”Saya dan tim sudah beberapa kali berkunjung ke tempat pak Hilmar Farid dan beliau juga sudah lakukan kunjungan balasan dengan membawa full tim. Kami sangat sepakat untuk melakukan kolaborasi dengan Kemendikbud dan Kemenpar mengingat budaya mempunyai bobot daya tarik terbesar atraksi kita yakni 60 persen. Sisanya adalah wisata buatan dan alam,” ujar Hiramsyah.

Pria yang biasa disapa Hiram itu, apa yang sering diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa Wisata Budaya, terus dirumuskan formulasi percepatannya. Terutama Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program di 10 Destinasi Prioritas. Urusan budaya memang tak ingin dilewatkan begitu saja oleh Arief Yahya.

Dia menyadari, 60 persen alasan wisman datang ke Indonesia adalah karena factor budaya. Sebanyak 35 persen karena alam atau nature, dan 5 persen man made, seperti MICE -meeting, incentive, conference-exhibition, lalu sport tourism, showbiz, dan buatan manusia yang lain.

Karena itu, ketika ada pentas bernuansa budaya, maka itu akan mengamplifikasi budaya local di tanah air. Potensi Indonesia sangat kaya. Ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplorasi, lebih dari 17.000 pulau, 34 propinsi, 416 Kabupaten dan 98 kota di Indonesia. Ribuan suku tadi juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda.

“Itu semua ada potensi, yang memiliki cultural value yang tinggi. Tinggal, bagaimana agar cultural value itu juga memiliki commercial value yang balance. Budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Maka aspek commercialnya juga juga harus dipikirkan agar bisa membuat budaya itu sustainable,” kata Menteri Arief Yahya.

Ditambah lagi, 8 world heritage sites by UNESCO ada di sini.Empat di antaranya cultural. Sementara empat lainnuya dari unsur natural.

“Kalau dari sisi atraksi, budaya kita top, terima kasih Kemendikbud, terus ekplore semua kekayaan budaya kita menjadi kekuatan utama pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Karnaval Komodo 2017 hanya di Labuan Bajo

0
foto: putut / batampos

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat kembali menggelar karnaval budaya. Even bertajuk Karnaval Komodo 2017 itu siap digelar di Labuan Bajo, 29 Juli 2017.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menjelaskan, karnaval yang berlangsung selama sehari tersebut, akan menggabungkan beragam kegiatan yang bisa melibatkan seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan bidang pariwisata.

“Event ini membuat pariwisata di Labuan Bajo semakin lengkap. Serta sangat tepat untuk terus mengundang dan memperkenalkan semua keunggulan wisata yang ada Labuan Bajo untuk generasi muda Indonesia dan dunia. Serta menunjukkan kemudahan aksesibilitas menuju dan dari Labuan Bajo yang mencakup transportasi dan akomodasi,” ucap Esthy di Jakarta, Selasa (25/7).

Esthy juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat yang terus konsisten menjaga atraksi di Labuan Bajo. Pesannya hanya satu. Dia meminta kepada semua pihak terutama para masyarakat yang ada di Labuan Bajo untuk menjaga kebersihan dan keamanan yang ada di Labuan Bajo dan tempat destinasi pariwisata.

Bagi Esthy, kebersihan adalah harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar lagi. Health and hygiene harus dijaga agar bisa  menarik wisman lebih banyak lagi.

“Kalau nature dan culturenya sih sudah kelas dunia. Pulau Padar pernah didatangi Valentino Rossi. Labuan Bajo pernah dikunjungi aktris peraih Oscar sekelas Gwyneth Paltrow. Tinggal jaga kebersihan saja supaya destinasinya makin banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” kata dia.

“Yuk jaga lingkungan dengan baik, jaga alam kita, jangan ada sampah lagi. Event ini juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat Labuan Bajo dengan meningkatkan volume kedatangan wisatawan,” ujarnya.

Nah, bagi yang ingin berwisata ke Labuan Bajo, 29 Juli nanti, pastikan Anda mencatat seluruh keseruan acara yang sudah disiapkan panitia.
Yang suka sport tourism, ada Fun Running 5K dan Beach Zumba yang bisa dinikmati. Yang suka culture dan musik, adaFestival Tari Caci yang melibatkan seribu penari serta Festival Musik. Yang hobi makan pun dijamin akan happy lantaran ada Festival Kuliner yang bisa dinikmati.

Yang suka reggae, musik ala Jamaika, malam harinya ada Ikon Reggae Indonesia Tony Q Rastafara yang akan menghibur masyarakat yang datang ke Pantai Batu Cermin. Juga akan ada DJ Yasmin, yang namanya sudah terkenal di dunia internasional. “Pasti seru. Silakan datang ke Labuan Bajo, 29 Juli nanti,” ajak Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga selalu mempromosikan semua keistimewaan destinasi di Nusantara. Dia ikut mengajak traveller untuk berlibur dan merasakan ragam atraksi keren di akhir Juli nanti.

”Sudah banyak figur dunia yang memviralkan Labuan Bajo saat berlibur ke sana. Silakan ke Labuan Bajo. Tidak akan menyesal berwisata ke Labuan Bajo,” ungkap Arief Yahya.

“Dari alamnya, kehidupan masyarakatnya, tradisi dan budaya lokal, semuanya layak dieksplorasi, dan sudah banyak traveler yang memposting Labuan Bajo dengan segala kekhasannya di Instragram, Facebook, Youtuber dan Twitter. Dan masih banyak spot foto dan video yang belum dieksplore di sana. Temukan foto eksklusif dengan latar belakang yang tidak ada duanya itu,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Labuan Bajo ditetapkan sebagai 10 destinasi prioritas atau biasa disebut dengan 10 Bali Baru. Selain Labuan Bajo, kementerian di bawah komando Arief Yahya itu juga menetapkan Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo & Gunung Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara), sebagai destinasi yang sedang disiapkan menjadi ’10 Bali Baru.’

Tidak lama lagi, kata Menpar Arief Yahya, Labuan Bajo akan memiliki marina. Terminal yachts yang bisa mengangkat destinasi ini lebih cepat ke level global, melalui marine tourism. “Setelah Borobudur, Badan Otorita Pariwisata di sana juga akan segera terbentuk, semua gerak cepat! Karena bukan yang besar mengalahkan yang kecil, melainkan yang cepat menangalahkan yang lambat,” ungkap Arief Yahya.(*)

Dr Marsetio Lepas 29 Kapal Yacht dari Darwin untuk Jelajahi Laut Indonesia

0

Puluhan kapal yachts bakal menjelajahi eksotisme pulau-pulau Indonesia dalam Sail Indonesia 2017 yang dimulai 28 Juli 2017. Total ada 85 Yacht yang akan bergabung terbagi dua start atau flag off dari Tual, Maluku sebanyak 56 kapal berangkat 28 Juli dan 29 kapal asal berbagai negara berangkat dari Darwin, Australia berangkat 29 Juli 2017, mendatang.

Di Darwin, kapal yacht akan dilepas oleh Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio. Sementara yang dari Tual, pelepasan kapal yacht akan dilakukan oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo.

Marsetio menjelaskan, nantinya rombongan dari Darwin dan Tual akan bertemu di Sail Sabang 2017, Aceh, pada 28 November 2017. Sementara puncaknya, akan digelar pada 2 Desember 2017 yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Diperkirakan ribuan wisatawan asing dan domestik akan hadir pada Sail Indonesia di Sabang dan kita harus benar-benar siap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan kapan saja,” ujar Dr Marsetio, Rabu (26/7).

Marsetio yang pernah menjabat KSAL periode 2012-2015 ini menerangkan, Sail Indonesia 2017 akan singgah di sejumlah spot-spot wisata yang eksotis. Adapun lokasi pertama yang disinggahi setelah berangkat dari Darwin adalah Kupang pada 5-9 Agustus 2017, menuju Timor Tengah Utara (Winni) pada 11-14 Agustus 2017. Berikutnya, rombongan pun akan tiba di persinggahan ketiga yakni di Alor pada 16-20 Agustus 2017.

“Setelah tiga hari menjelajahi Alor, peserta Sail Indonesia 2017 akan tiba di Komodo pada 23-26 Agustus 2017, kemudian menuju Sumbawa Besar-Badas pada 28-31 Agustus 2017, dan menyeberang ke Medana Bay-Lombok Utara pada 2 September-6 September 2017,” papar Marsetio.

Pulau Dewata Bali juga tak luput dari sasaran singgah peserta Sail Indonesia 2017, pada 09-15 September 2017, peserta akan menyambangi Lovina Buleleng Bali, sementara untuk pulau Jawa, Karimunjawa yang menjadi pilihannya kapal datang pada 17-23 September 2017, kemudian berlanjut ke Kumai Pangkalanbun pada 25-30 September 2017.

“Kemudian Sail Indonesia 2017 akan tiba di Belitung Timur Manggar pada 2-05 Oktober 2017, Belitung pada 6-10 Oktober 2017, Bangka Tengah-P Ketawai pada 11-14 Oktober 2017, dan Bintan-Tanjung Pinang pada 16-23 Oktober 2017,” tambah Marsetio.

Selanjutnya, pada 23 Oktober 2017-30 November 2017, peserta Sail Indonesia 2017 akan berlayar menuju Sabang dengan melintasi Selat Malaka dan kemudian bergabung dengan Sail Malaysia. Kapal-kapal Sail Indonesia 2017 akan bersandar di Sabang pada 1-7 Desember 2017.

Diketahui, Sail Indonesia 2017 merupakan pagelaran internasional yang telah diadakan sejak tahun 2000. Kegiatan pelayaran atau sail ini awalnya dicetuskan pada Desember 2000. Saat itu juga didukung oleh Kementerian Pariwisata, untuk membuat kelompok yang mengoordinasikan rally pelayaran kapal layar (yacht) dunia yang dimulai dari Darwin, Australia, untuk masuk ke wilayah perairan Indonesia dan singgah di Bali, NTT, Kepulauan Seribu, Batam, sebelum meneruskan pelayaran mereka ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Namun, acara tahunan tersebut sejak 2009 disesuaikan dengan nama daerah yang menjadi pusat tujuan utama atau puncak acaranya, seperti Sail Bunaken (2009), Sail Banda (2010), Sail Wakatobi-Belitong (2011), Sail Morotai (2012), Sail Komodo (2013), Sail Rajampat (2014), Sail Tomini (2015), Sail Selat Karimata (2016), dan Sail Sabang (2017).

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata genjot promosi Wonderful Indonesia kepada komunitas yachter di Darwin, Australia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22-29 Juli 2017 di Australia.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, promosi tersebut dapat menjaring peserta acara Wonderful Indonesia Sail pada Juli dan Sail Sabang yang akan dilaksanakan pada Desember 2017 mendatang.

”Ini juga momentum memperkenalkan pariwisata Indonesia melalui penampilan tim Wonderful Indonesia dengan aktivitas promosi destinasi-destinasi wisata bahari yang terletak di seluruh  Tanah Air kita,” ujar Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, komunitas wisata minat khusus bahari itu banyak. Menpar menyebut ada komunitas surfing, diving, sailing, yachting, cruising dan sebagainya. Arief mengatakan, wisata yachting merupakan wisata bahari yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

“Kedekatan jarak antara Australia dengan wilayah timur Indonesia menjadi salah satu alasan banyaknya kapal yacht Australia yang berkunjung ke Indonesia. Luas dan kayanya wilayah laut Indonesia menjadikan bangsa kita berpotensi besar untuk menjadi destinasi pariwisata bahari terkemuka di kawasan Asia Pasifik,” kata Menpar Arief Yahya.

Untuk mendukung event ini, Kemenpar pun mengeluarkan kebijakan bebas visa. Kebijakan Bebas Visa Kunjungan hanya memperbolehkan izin tinggal selama 30 hari di Indonesia. Jika menggunakan Visa on Arrival, batas waktunya 60 hari.

“Untuk para yachter, Indonesia sudah menyediakan social culture visa. Masa berlakunya 60 hari dan bisa diperpanjang 4 x 30 hari. Jadi para yachter bisa berpetualang selama enam bulan,” terang Menpar Arief Yahya.

Untuk mengantisipasi kunjungan dan lama tinggal, Pemerintah Pusat dan Daerah juga mulai memikirkan adanya kebutuhan pelabuhan pariwisata atau setidaknya dermaga wisata karena peningkatan pelayanan memang menjadi nyawa dari wisata yacht.

“Mulai dari Clearance in and out, Custom, Immigation Stamp Passport, karantina dan Syahbandar harus all out memback up ini bila ingin wisata yacht Indonesia berkompetisi dengan global player lainnya. Sekarang sudah jauh lebih baik, tinggal klik http://yachters-indonesia.id dan mengisi form yang tersedia, yachter sudah bisa masuk ke Indonesia. It’s easy, kita akan perbaiki terus pelayanan,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Imigrasi Sabang Luncurkan Aplikasi Pendataan Yachter

0
ilustrasi F. Syahid/batampos.

Kantor Imigrasi Kelas II Sabang meluncurkan aplikasi layanan pendataan dan pengawasan kapal wisata atau pesiar baik cruise maupun yacht yang masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Pelabuhan Sabang.

Sail Sabang 2017 akan digelar di Sabang (Pulau Weh), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 28 November – 5 Desember 2017.

Uoaya itu dilakukan bersempena Sail Sabang 2017 akan digelar di Sabang (Pulau Weh), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada 28 November – 5 Desember 2017 mendatang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sabang Anton Helistiawan menjelaskan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh dan khususnya ke Sabang semakin mudah bagi mereka yang memiliki akses lewat laut dengan aplikasi tersebut.

Anton juga mengatakan, hal itu menjelang persiapan Sail Sabang 2017 guna mendorong peningkatan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Sabang. Serta mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang berkepastian kepada wisatawan asing pihaknya meluncurkan inovasi atau aplikasi pendataan dan pengawasan kapal wisata asing.

“Selasa (11/7), kami sudah meluncurkan aplikasi pendataan dan pengawasan kapal wisata asing yang mengunakan kapal wisata (yacht). Itu sekaligus persiapan Sail Sabang 2017 dan demi mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang berkepastian kepada warga negara asing (WNA) yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Laut Sabang,” kata Anton, Selasa (25/7).

Lebih lanjut Anton membeberkan aplikasi itu hadir sebagai terobosan dalam menyikapi semakin meningkatnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung maupun masuk melalui TPI Pelabuhan Laut Sabang. Dan dapat diakses melalui http://yacht.beacukai.go.id
Imigrasi berharap aplikasi tersebut dapat membantu tugas serta fungsi keimigrasian dan instansi terkait lainnya guna memberikan kepastian pelayanan, pendataan dan pengawasan pergerakan akibat keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik aplikasi yang dihadirkan Imigrasi Kelas II Sabang. Pria asal Banyuwangi itu menyebut selain mempermudah yacht ke Sabang dengan hanya memerlukan izin dari QICP atau Karantina, Imigrasi, Bea dan Cukai serta Syahbandar bagi para wisatawan.
“Dengan kebijakan tersebut, dirinya berharap dapat meningkatkan angka kunjungan wisata ke Indonesia, khususnya Sabang untuk membangkitkan kembali kejayaan Sabang masa lalu,” kata Menpar Arief Yahya.

Target 20 juta wisman di tahun 2019 itu adalah target Presiden RI Joko Widodo. Tahun ini di breakdown, sudah harus mencapai 15 juta wisman yang masuk ke tanah air. “Ketika Pak Presiden sudah menetapkan target, maka kami para menteri dan seluruh jajarannya harus mensukses dengan cara-cara yang sudah terbukti di seluruh dunia juga melakukan hal yang sama. Sudah menjadi global standard,” ujar Menpar Arief.

Trend teknologi digital itu tidak bisa dihindarkan. Jika ingin maju dengan cepat, maka gunakan digital dan benchmark dengan kisah sukses dari negara lain. Aplikasi pendataan yachter itu juga bisa dengan mudah dikerjakan dengan digital,” papar Arief yang lebih dari 30 tahun bergerak di teknologi informasi dan digital itu.(*)