Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 13248

DPRKPKP Alokasikan Rp 659 Juta Untuk Lampu PJU

0
Seorang pekerja memperbaiki lampu jalan Dompak, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP) Tanjungpinang, Muhammad Yatim mengatakan dinasnya telah mengalokasikan dana melalui APBD 2017 sebesar Rp 659 juta untuk membuat jalanan di seluruh kota terang benderang. Dana itu akan digunakan untuk biaya pemeliharaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) selama setahun.

“Tahun ini kami sediakan dana Rp 659 juta untuk PJU. Diharapkan tak ada lagi jalanan diseluruh Tanjungpinang yang gelap gulita,” ujar Yatim, kemarin.

Besaran dana itu, kata Yatim diperuntukan pemeliharaan PJU yang berada di empat kecamatan. Diantaranya untuk seluruh PJU di Kecamatan Bukit Bestari dialokasikan Rp 146 juta, dan PJU di Kecamatan Tanjungpinang Kota dialokasikan Rp 171 juta.

Berikutnya, PJU di Kecamatan Tanjungpinang Barat dialokasikan Rp 171 juta dan PJU di Kecamatan Tanjungpinang Timur dikucurkan Rp 171 juta juga.

“Jadi mulai dari penerangan di jalan persimpangan, perkotaan sampai perkampungan harus terang benderang. Apabila ada yang rusak atau mati akan segera diperbaiki,” bebernya.

Ditanya jumlah PJU yang tersebar di empat kecamatan, Yatim mengaku tidak mengetahui secara pasti. Tapi dia berjanji jika ada yang rusak atau mati akan segera diganti. Sehingga pejalan kaki atau pengendara merasa aman dan nyaman ketika menggunakan jalan raya.

Apabila masyarakat mendapati ada PJU yang mati, sambung Yatim dihimbau segera melaporkan masalah itu ke dinasnya. Pasti akan langsung ditindaklanjuti meskipun membutuhkan waktu beberapa hari.

“Kami memang kekurangan petugas dilapangan. Tapi akan kami usahakan menindaklanjutinya jika ada laporan mengenai hal itu,” ungkapnya. (ary)

JPU Panggil Mantan Kadinsos Jadi Saksi

0
Satu satu rumah warga suku Duane yang tidak selesai dikerjakan dan berujung dijeratnya Irwan, pelaksa pembangunan rumah suku duane sekaligus ASN di kantor kelurahan Tanjungbatu sebagai tersangka. F. Imam/batampos.

batampos.co.id – Sidang dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah untuk warga suku asli Duane di Pulau Kundur yang ditangani Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Tanjungbatu dengan terdakwa Irwan sudah berjalan pada Selasa (11/7) dengan pembacaan dakwaan di PN Tipikor Tanjungpinang.

”Dari sidang perdana tersebut, terdakwqa Irwan dan kuasa hukumnya tidak mengajukan eksepsi. Sehingga, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (20/7) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Jumlah saksi yang akan dihadirkan pada sidang kedua sebanyak 13 orang. Termasuk Indra Gunawan (saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol, red) yang merupakan mantan kepala dinas sosial,” ujar Kacabjari Tanjungbatu, Filpan Dermawan Laila kepada Batam Pos, Jumat (14/7).

Menyinggung tentang proses pengembangan penyidikan, Filpan, menyatakan bahwa berdasarkan bukti-bukti yang berhasil disita dari Kantor Dinsos beberapa waktu lalu dan juga keterangan, maka sampai saat ini kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah untuk warga suku Duane Pulau Kundur murni hanya dilakukan terdakwa Irwan sendiri.

”Artinya, dari segi pencairan dana sudah sesuai dengan proses yang berlaku. Karena, dana yang digunakan adalah dana hibah. Kemudian, keterangan Indra Gunawan yang dibuktikan dengan adanya dalam bentuk surat sebagai bentuk teguran dan pengawasan juga ditemukan. Termasuk juga pencairan dana hibah sudah sesuai aturan. Yakni, mentransfer ke dalam rekening yayasan. Hanya saja, oleh terdakwa diambil dari rekening yayasan dan kemudian dimasukkan ke dalam rekening pribadi. Sehingga, kasus ini untuk sementara hanya dilakukan oleh terdakwa sendiri,” paparnya.

Namun, kata Filpan, jika di dalam persidangan ada fakta baru, maka pihaknya akan membuka penyelidikan lagi. Yang jelas, dalam kasus ini terdakwa Irwan dijerat dengan dakwaan alternatif. Yakni, pasal 2 dan pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemeberantasan Tipikor. Dalam kasus ini kerugian negara berdasarkan hasil perhitungan BPKP sebesar Rp260 juta. (san)

Tongkol Melejit, Pengusaha Krupuk Kelimpungan

0

batampos.co.id – Harga ikan di pasar ikan Siantan mulai tidak stabil. Kadang naik harga meskipun tidak jarang harga itu kembali turun. Fluktuasi harga ikan tersebut disebabkan karena banyak sedikitnya ikan yang beredar di pasar ikan Siantan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Laut Tarempa. Semakin banyak ikan maka harga ikan akan semakin turun dan begitu juga sebaliknya.

Naiknya harga ikan ini disebabkan beberapa faktor diantaranya keadaan cuaca maupun persaingan bisnis antar pengepul ikan yang ada di Anambas.

Salah seorang pengusaha rumah tangga Randy, mengeluhkan tingginya harga ikan pada saat ini. Ia mencontohkan beberapa harga ikan yang dijual para pedagang ikan seperti ikan tongkol dengan ukuran tertentu yang biasanya dijual dengan harga Rp25 ribu per ekor. Namun kali ini dijual dengan harga Rp50 ribu/ekor. Ikan selar juga Rp 50 ribu/tiga ekor. Padahal biasanya dengan ukuran yang sama, ikan tersebut hanya dijual dengan harga Rp 25 ribu.

“Wah hari ini ikan mahal, ikan tongkol harga biasanya Rp 25 ribu/ekor hari ini Rp 50 ribu/ekor. Jumlah ikan yang dijual dipasar juga terbatas,” ungkap Randy, kepada wartawan, Jum’at (14/7).

Ia mengaku, dirinya memerlukan ikan tongkol sebagai bahan baku kerupuk Atom. Karena harganya mahal maka ia sangat bingung, bagaimana dengan harga jual krupuknya jika harga bahan sudah mahal. Ia tidak berani menaikan harga kerupuknya dikhwatirkan pelanggannya terkejut dan pindah ke pelanggan lain.

“Kita bingung karena ikan lain tidak bisa, kecuali ikan tenggiri, tapi ikan tenggiri harganya lebih mahal dari ikan tongkol. Kalau ini berlangsung lama, terpaksa kita naikan harga kerupuknya,” jelasnya.

Sementara itu Kharim, salah seorang nelayan Tarempa mengatakan, untuk memperoleh ikan sangat sulit karena keadaan cuaca tidak normal. Apalagi untuk menuju lokasi mancing harus menempuh jarak tempuh 80 mil dari Tarempa.

Diakuinya, saat ini sejumlah nelayan lokal yang memperoleh hasil tangkapan tidak perlu lagi membawa tangkapannya ke tempat perlelangan ikan, disebabkan pengepul dari luar daerah berani membeli ikan di lokasi pemancingan atau di laut dengan nilai harga yang tinggi. Satu sisi pihaknya merasa diuntungkan dan bisa menghemat biaya operasional dan langsung menerima uang dilaut. “Namun kita masih menjual sebagian ikannya ke tempat lelang dan sebagiannya lagi dijual kepada pengepul,” ungkapnya.

Ia masih memikirkan para pengusaha kecil seperti rumah makan, pembuat kerupuk atom dan masyarakat lainnya yang membutuhkan ikan. Jika menuruti ego dan ingin memperoleh keuntungan, lebih baik hasil tangkapannya dijual dilokasi pemancingan. Tapi itu tidak dilakukannya.

“Banyak faktor ikan itu mengalami kenaikan, diantaranya yakni jarak tempuh yang jauh, jumlah ikan terbatas dipasar, cuaca kurang mendukung dan hal lain yakni pengepul ikan dari luar daerah berani membeli ikan dengan nilai tinggi di lokasi pemancingan,” ungkapnya.

Salamah, pengusaha kerupuk lainnya mengungkapnya jika hal seperti ini sudah sering dialaminya. Berbagai macam strategi dirinya lakukan. Jika harga ikan tongkol dirinya akan membuat kerupuk sebanyak-banyaknya sehingga peluang untuk memperoleh keuntungan masih ada. Namun jika harga ikan tongkol tinggi, maka dirinya mengaku tidak memproduksi kerupuk karena jika dilakukan maka akan berpengaruh kepada perolehan keuntungan yang menipis. “Kalau ikan murah kita bikin kerupuk, tapi
kalau mahal kita tak buat,” ungkapnya. (sya)

Jemaah Tertua Usia 76 Tahun dari Bintan Timur

0

batampos.co.id – Sebanyak 69 orang jemaah calon haji (JCH) asal Bintan akan
berangkat ke Mekah, 31 Juli nanti. Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi yang masuk dalam daftar rombongan JCH menunda keberangkatan karena
alasan kesehatan.

“Insya Allah Pak Bupati (berangkat) tahun depan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan Erizal Abdullah kepada Batam Pos, kemarin.

Erizal memastikan segala persiapan sudah dilakukan, mulai bimbingan, manasik, pemeriksaan kesehatan hingga pengurusan visa keberangkatan. Untuk manasik, ia menyebutkan, sudah dilakukan 10 kali manasik. Pihak kecamatan sudah melaksanakan manasik sebanyak 8 kali, kementerian di kabupaten sebanyak 2 kali dan akan ditambah manasik yang diadakan Pemkab Bintan sebanyak 2 kali.

“Tanggal 27 dan 28 Juli nanti, pelaksanaan manasik yang diadakan Pemkab Bintan,” sebutnya. Ia juga menyampaikan, kesehatan seluruh JCH asal Bintan sudah diperiksa. “Insya Allah semua sehat dan berangkat semua,” harapnya.

Pelepasan JCH asal Bintan akan diadakan di dua tempat yakni di Pelabuhan Kijang dan Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban. “Tanggal 30 jemaah calon haji sudah masuk ke asrama haji di Batam untuk bergabung dengan kloter 1. Keberangkatan kloter 1, langsung penerbangan ke Arab Saudi subuh 31 Juli,” bebernya.

Kepada jemaah calon haji, Erizal berpesan agar selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Karena, suhu di sana bisa berkisar di atas 40 derajat celcius. Karena itu jemaah calon haji sebaiknya banyak minum air putih.

“Ikuti saja arahan ketua keloter supaya tidak terpisah-pisah,” katanya.
Ia juga mengimbau jemaah calon haji sebaiknya tidak membawa barang lebih dari 32 kilo. Selain itu, tidak membawa barang yang bisa menghasilkan bau menyengat seperti durian. “Jangan juga membawa benda tajam seperti pisau,” pesannya.

Sementara itu Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Bintan, Ulil Amri mengatakan, seharusnya jemaah calon haji termuda yang berangkat bernama Apri Sujadi (39) dan Deby Maryanti (38). Jemaah calon haji tertua bernama Rahmin (70) asal Mantang dan Ramsiah (76) asal Bintan Timur. Tahun ini, ia menyebutkan, jemaah calon haji asal Bintan Timur sebanyak 32 orang, disusul Bintan Utara sebanyak 17 orang. Tambelan, Gunung Kijang, Toapaya dan Seri Kuala Lobam masing-masing 4 orang jemaah calon haji. Dari Matang 3 orang, Bintan Pesisir 2 dan seorang jemaah calon haji asal Teluk Sebong. (cr21)

Hujan Ringan hingga Seminggu ke Depan

0
Awan mendung menyelimuti sebagian kawasan di Tanjungpinang, Jumat (14/7). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Selama dua hari terakhir awan hitam dan hujan ringan turun di Tanjungpinang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memperkirakan kondisi ini bakal berlangsung selama seminggu mendatang.

“Tapi intensitasnya masih dalam skala ringan hingga sedang saja,” kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Wira Bhakti, Jumat (14/7).

Kendati begitu, masyarakat diminta tetap waspada ketika melakukan perjalanan. Baik itu di darat maupun dengan transportasi tradisional di laut. Pasalnya hujang dalam intensitas ringan atau sedang, kata Wira, tetap saja menghalangi jarak pandang.

“Kalau sudah lebat dan memang mulai mengganggu, ada baiknya menepi dan menunda lanjut sampai hujan terang,” katanya.

Adapun untuk keamanan penerbangan, kondisi hujan terakhir di Tanjungpinang, sambung Wira, masih dalam tahap aman dan belum sampai mengganggu hingga pembatalan jadwal tiga maskapai dari Bandara RHF Tanjungpinang dalam sehari.

“Kalau memang cuaca sedang tidak bersahabat, setiap hari kami juga melaporkan ke pihak bandara. Kalau untuk saat ini ya masih dalam tahap aman untuk mengudara,” pungkas Wira. (aya)

Indofood Ironman 70.3 Bintan Bakal Serap Rp 10 M

0
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar, I Gde Pitana dan GGM PT BRC, Abdul Wahab serta panitia penyelenggara Indofood Ironman 70.3 Bintan menggelar konfrensi pers dengan awak media nasional di Cafe Crumble Crew, Jalan Tulodong Bawah, Nomor 1 A, Kawasan SCBD, Jakarta, kemarin. F.Harry/Batam Pos.

batampos.co.id – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), I Gde Pitana mengatakan Indofood Ironman 70.3 Bintan akan digelar kembali tahun ini di Kabupaten Bintan. Event olahraga bertaraf dunia itu akan dihelat dari 18-20 Agustus mendatang di Area Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi.

“Event ini bakal menyerap keuntungan ekonomi di Bintan sebesar Rp 10-11 miliar. Besaran perputaran uang itu selama dihelatnya event tersebut. Yaitu hanya tiga hari,” ujar I Gde Pitana ketika diwawancarai di Jakarta, kemarin.

Indofood Ironman 70.3 Bintan ini, kata Pitana merupakan satu-satunya event olahraga yang ada di Indonesia. 82 persen yang meramaikan event tersebut berasal dari atlet, keluarga atlet dan sponsor dari mancanegara. Sedangkan 18 persennya lagi berasal dari wisatawan nusantara.

Dengan ramainya wisatwan mancanegara bertandang ke Bintan, lanjut Pitana perputaran uang akan lebih meningkat. Sebab para atlet, keluarga atlet dan seponsornya bakal menginap dan berbelanja di Bintan.

“Saat ini sudah 1.200 atlet yang daftar. Target kami bisa mencapai 1.400 atlet. Bayangkan jika keluarga dan seponsornya dibawa. Bisa mencapai 4200-6000 orang disana,” bebernya.

Group General Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab ajang ini tidak hanya sekedar debut olahraga saja melainkan juga disediakan berbagai fasilitas hiburan dan wahana permainan. Jadi peserta yang membawa keluarga tidak kawatir sebab anak-anaknya bisa bermain sepuasnya selama berlaga.

“Banyak fasilitas yang kami sediakan untuk peserta Indofood Ironman 70.3 Bintan ini. Mulai dari lokasi hiburan, wahana permainan dan pusat perbelanjaan,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, kata Wahab event ini mampu menyumbang keuntungan bagi Bintan sebesar Rp 10 miliar. Sebab kesemua atlet, keluarga atlet dan seponsornya akan menginap disana selama tiga hari.

Untuk menginap, lanjut Wahab PT BRC telah menyediakan 2.000 lebih kamar. Maksimal satu kamar akan diisi 3-4 orang sehingga 6.000 orang dapat tertampung disana. Kemudian juga ada tempat jajanan kuliner mulai dari menu internasional sampai tradisional.

“Jadi selama menginap tiga hari mereka pasti makan dan minum serta berbelanja disana. Dengan begitu perputaran uang akan meningkat 10 kali lipat dari hari biasanya,” jelasnya.

Lagoi Bay, sambung Wahab memiliki segala fasilitas yang dibutuhkan wisatawan. Diantaranya Warung Yeah, Warung Makan Padang Lamak Basamo, Warung Cek Bakar dan banyak lagi. Selanjutnya untuk berbelanja mereka bisa memperolehnya di Plaza Lagoi Bay. Disana dijual berbagai barang, pakain, aksesoris sampai kerajinan tangan khas Bintan.

“Dengan semua fasilitas itulah event ini digelar di Lagoi Bay. Karena semua yang dibutuhkan wisatawan akan terpenuhi,” ungkapnya. (ary)

DPRD Minta Pelabuhan Serasan Diresmikan

0
Ratusan penumpang arus balik lebaran menggunakan KM Bukit raya di pelabuhan Serasan kemarin. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Anggota Komis II DPRD Natuna Pang Ali mengatakan, masyarakat di Serasan sangat berharap dioperasikan pelabuhan Pelni di Serasan tidak hanya disaat arus mudik dan arus balik lebaran.

Ia menekankan, pemerintah dapat meresmikan pelabuhan agar pengoperasiannya secara legal. Karena sejak difungsikan, belum dilakukan peresmian.

“Masyarakat berharap, pelabuhan Pelni tetap disinggahi KM Bukit Raya. Pemerintah juga secepatnya meresmikan pengoperasiannya,” kata Pang Ali kemarin.

Dikatakannya, pelabuhan pelni di Serasan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Untuk mudahkan akses transportasi laut.

“Kami hawatir, KM Bukit Raya hanya singgah saat arus mudik dan arus balik lebaran saja. Setelah itu terhenti lagi karena penggunaan pelabuhan belum diresmikan,” sebut Pang Ali.

Dikatakannya, KM Bukit Raya sudah perdana menyinggahi pelabuhan regional Serasan ada hari lebaran idul Fitri dan arus balik lebaran. Atas permintaan Pemerintah Daerah melayani penumpang.(arn)

Dirazia, Pekerja Lobam Ngumpet

0
Polisi memeriksa dokumen kendaraan seusai razia di Simpang Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (14/7). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Ratusan pekerja di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam ngumpet saat sadar polisi menggelar razia di simpang Pos I Lobam, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam Kamis (14/7) sekitar pukul 16.00. Pekerja bersembunyi di semak-semak di Jalan BCI Lobam bahkan ada yang putar arah ke kawasan.

Pantauan di lapangan, sore itu, ratusan pekerja di dua perusahaan di Lobam yakni PT Pertama Precesion Bintan dan PT CCI baru keluar dari lingkungan perusahaan. Rata-rata mereka sudah tancap gas keluar dari kawasan Lobam.

Namun saat sadar polisi sedang menggelar razia di depan Pos I Lobam, beberapa pekerja putar balik dan masuk ke kawasan. Informasi razia tersebar cepat. Pekerja yang lainnya langsung ngumpet di semak-semak, dan beberapa lainnya menghentikan sepeda motornya di pinggir jalan.

“Tak lengkap suratnya bang, tak punya SIM,” ujar seorang pekerja kepada Batam Pos.
Pekerja lainnya, Fani mengatakan, belum berani keluar dari kawasan. Karena, polisi sudah masuk ke dalam kawasan untuk memeriksa surat-surat kendaraan. “Tadi tunggu di pinggir jalan. Setelah tahu polisi masuk ke kawasan, kami bubar dan bersembunyi di pujasera,” katanya.

Kasat Lantas Polres Bintan AKP Anjar Yagota kepada Batam Pos mengatakan, anggotanya tidak mengejar pengendara yang bersembunyi di dalam kawasan. “Tak dikejar, anggota masuk ke dalam nakut-nakutin aja biar mereka bubar. Mereka tunggu (selesai razia). Jadi, kita tunggu-tungguanlah sampai jam 6 sore juga,” katanya.

Menurutnya, kesadaran pengendara dalam berlalu lintas masih rendah. Sore saja sebanyak 83 orang pengendara yang terjaring razia. 35 pengendara langsung ditilang, sedangkan 45 orang lainnya ditegur.

“Ditilang karena mereka tidak punya SIM dan STNK. Kalau pelanggaran ringan, sebatas ditegur,” katanya. Ke depan, ia akan melakukan sosialiasi akan pentingnya kesadaran berlalu lintas, salah satunya melengkapi surat surat kendaraan dan alat keselamatan. (cr21)

7 Bulan Pemilik Pompong Belum Dibayar

0
Pelajar SMPN 1 Siantan turun dari pompong jemputan di tepi pantai tak jauh dari sekolahnya. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemilik pompong yang digunakan untuk mengangkut siswa-siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga pertengahan bulan Juli ini belum juga menerima bayaran.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Anambas Asiah, menjelaskan jika saat ini kewenangan untuk membayar transportasi siswa khususnya tingkat SLTA bukan lagi merupakan kewenangan Pemda Anambas tapi sudah dilimpahkan kewenangannya kepada pemerintah Provinsi.

Sementara pemerintah Provinsi juga tidak bisa membayar biaya transportasi siswa SMK seutuhnya. Yang dibayarkan yakni hanya angkutan siswa SMK N 2 Anambas. Itupun tidak dibayar utuh selama satu tahun tapi hanya dibayarkan lima bulan saja. Sementara itu untuk transportasi siswa untuk SMK N 1 tidak dianggarkan oleh provinsi.

“Pemerintah Provinsi hanya bisa membayarkan biaya transportasi sampai bulan Mei saja. Artinya selebihnya tidak bisa. Padahal angkutan siswa tetap jalan terus sampai bulan ini,” ungkap Asiah kepada wartawan Jumat (14/7).

Karena pembayarannya tidak seutuhnya, maka pemerintah daerah sebenarnya siap untuk membayar biaya tersebut yang penting harus benar-benar melalui prosedur yang benar untuk menghindari permasalahan kedepan. Pemerintah daerah meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi agar pembayaran biaya transportasi tersebut bisa ditangani daerah dulu.

Kata Asiah, Pemerintah provinsi sudah memberikan jawaban yang menyatakan hanya bisa menanggung pembayaran transportasi untuk SMK N 2 Anambas saja itupun sampai bulan Mei. Jawaban ini katanya tidak seperti yang diharapkan pemda, karena pemda meminta agar provinsi, menyatakan jika pembayaran transportasi itu diserahkan kepada pemda. “Dengan dasar itu, pemda bisa membayarkan transportasi siswa,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, mengakui hal tersebut namun saat ini sudah mendapatkan solusi. Mengenai pembayaran transportasi siswa itu kemungkinan besar akan dibayarkan oleh pemda Anambas. “Itu nanti pemda yang akan bayar,” ungkapnya.

Menurutnya meski kewenangan SLTA saat ini sudah menjadi kewenangan provinsi, bukan berarti pemerintah daerah tidak bisa andil didalamnya. “Kalau masalah pembayaran transportasi siswa bisa dibayar oleh daerah, kalau membangun sekolah atau mengenai sistem pengajaran itu baru tidak boleh karena itu merupakan wewenang provinsi,” ungkapnya. (sya)

Sebulan, 25 Ribu Turis Pelesiran di Bintan

0
Turis anak-anak bermain pasir putih di pantai Club Med Lagoi, baru-baru ini. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Objek wisata di Bintan masih menjadi primadona. Dalam sebulan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bintan mencatat rata-rata jumlah turis yang pelesir di Bintan hingga 25 ribu orang.

Kadis Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira kemarin menyampaikan, dari data BPS Bintan mulai Januari hingga Apri, turis yang berkunjung ke Bintan masih positif. “Belum terlihat penurunan,” ujarnya.

Di Mei, Luki menyebutkan, datanya belum diinfokan. Prediksinya kunjungan tetap tinggi. “Kita belum dapat infonya (dari BPS) yang bulan Mei. Biasanya BPS launching
datanya. Tetapi menurut saya masih tinggi,” katanya.

Disebutkanya, per bulan turis yang berkunjung 24 hingga 25 ribu. Jika ada event, jumlah turis yang berkunjung hingga 30 ribu turis per bulan. Ia menambahkan tahun lalu jumlah turis yang berkunjung ke Bintan sekitar 350 ribu per tahun. Pemkab menargetkan angka kunjungan turis, tahun ini, hingga 500 ribu setahun.

Karena itu, Pemkab Bintan terus mendorong investasi di bidang pariwisata. Seperti saat ini, selain 16 resort di Lagoi dan 17 resort di kawasan wisata Trikora yang beroperasi. Juga terdapat resort yang sedang dibangun yakni Aqila Resort, Sheraton, varitage dan beberapa lagi di kawasan wisata Trikora.

Sebelumnya, Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan, Pemkab Bintan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk memajukan sektor pariwisata di Bintan. Salah satunya, rencana membangun jalan tembus Lagoi – Trikora. (cr21)