Jumat, 12 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13266

Bandara SSK II Pekanbaru miliki Garbarata Terbaru

0

Layanan dan fasilitas di bandar udara tanah air semakin hari semakin meningkat. Setelah pengoperasian Skytrain di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, kini giliran Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK II) Pekanbaru yang berbenah dan “mempercantik” diri.

Pada (19/9) kemarin, PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang Sultan Syarif Kasim (SSK II) Pekanbaru meresmikan pengoperasian satu jembatan penghubung antara bandara dan pesawat (garbarata).

“Penambahan ini adalah investasi untuk memperbaiki dan menambah peningkatan fasilitas bandara Sultan Syarid Kasim II Pekanbaru, ini bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat Indonesia,” ujar General Manager SSK II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait. Dalam kesempatan itu, satu-satunya kapten wanita di Garuda Indonesia Ida Fiqriah tampak hadir dan ikut melakukan peresmian.

Dengan penambahan garbarata terbaru ini, maka total saat ini Bandara SSK II Pekanbaru memiliki empat unit garbarata. Idealnya bandara SSK II Pekanbaru memiliki lima unit garbarata yang akan terus ditambah ke depannya.

Kehadiran garbarata terbaru ini tentunya bakal membuat pelayanan di Bandara SSK II Pekanbaru meningkat. Dengan peningkatan fasilitas ini, maka penumpang semakin nyaman. Wisatawan yang berkunjung ke “Bumi Lancang Kuning” ini juga semakin terkesan.

Riau memang menjadi salah satu daerah yang banyak menarik minat wisatawan. Riau memiliki banyak potensi wisata. Mulai dari budaya, alam juga wisata halal.

Letaknya yang strategis dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga membuat Riau kerap menjadi target kunjungan wisatawan mancanegara.

Berdasarkan data tahun 2016 lalu, tingkat kunjungan wisman ke daerah yang memiliki Ombak Bono ini mencapai 66 ribu wisman. Bahkan tahun ini pemerintah provinsi Riau menargetkan tingkat kunjungan wisman mencapai 100 ribu wisman.

Keberadaan garbarata terbaru Bandara SSK II Pekanbaru sendiri akan digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional. Selain memberikan kenyamanan, penambahan garbarata ini juga semakin memaksimalkan pengawasan penumpang.
Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Riau, Bumi Lancang Kuning ini memiliki lebih dari 168 destinasi dan 42 event wisata.

Diantaranya adalah dengan level internasional seperti Tour de Siak, Festival Bekudo Bono, Bakar Tongkang dan Pacu Jalur.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, kehadiran garbarata terbaru di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ini guna meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan.

“Dalam mengukur tingkat kepuasan pelanggan, AP 2 selalu rutin melakukan survey kepuasan pelanggan melalui survey Customer Satisfaction Index CSI yang bekerja sama dengan INACA serta Survey Airport Service Quality (ASQ) bekerja sama dengan Airport Council International (ACI),” kata Awaluddin.

Hal senada dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Peningkatan fasilitas dan pelayanan bandara sangatlah penting bagi industri pariwisata. Karena saat ini mayoritas wisatawan saat bepergian ke Indonesia dan ke berbagai daerah di Indonesia, jalur udara adalah masih yang terbesar.

Untuk itu ia optimistis layanan yang terus meningkat di Bandara SSK II dan Angkasa Pura II pada umumnya akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sebesar 265 juta pergerakan untuk wisatawan nusantara dan 15 juta untuk wisatawan mancanegara di tahun 2017.

“Saya yakin pariwisata di Riau akan semakin meningkat. Apalagi Riau juga telah meluncurkan calender of event ‘Riau Menyapa Dunia’ tahun 2017,” ujar Arief Yahya.
Ia pun mengajak lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung ke Riau.

Menpar Arief juga melihat Riau semakin serius merencanakan daerahnya untuk membangun wisata.

“Riau punya Bono, salah satu destinasi surfing yang sangat terkenal di muara sungai. Tidak banyak tempat di dunia yang memiliki gelombang panjang di muara, yang bisa digunakan surfing seperti Bono,” kata Arief Yahya.(*)

Presiden Jokowi Hadiri Lovely Toraja, Wapres Datang ke Even Takabonerate

0
ilustrasi

Dua even besar akan berlangsung di Sulawesi Selatan. Pertama, event Takabonerate Island Expedition dan Lovely Toraja.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan datang ke dua acara besar ini. Jokowi akan hadir dan meramaikan Lovely Toraja pada Desember mendatang, sedangkan Jusuf Kalla dijadwalkan menghadiri Event Takabonerate Island Expedition di Kabupaten Kepulauan Selayar pada 27-29 November 2017.

Kehadiran dua pimpinan negeri ini tentunya akan menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Khusus Takabonerate Island Ekspedition, JK malah memboyong sejumlah menteri ke Kepulauan Selayar. Pada acara tersebut wapres akan melakukan penandatanganan MoU dengan Konsorsium Sampoerna.

Penandatanganan MoU ini merupakan awal dari pembangunan megaproyek penunjang industri pariwisata seperti lapangan golf, resort, hotel bintang lima, rumah sakit internasional, sarana telekomunikasi.

Pemprov Sulsel sudah melakukan rapat koordinasi terkait rencana kehadiran presiden dan wakil presiden. Rapat digelar di ruang rapat Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Selasa (19/9/2017).

Soal even terdekat, yakni Takabonerate Island Expedition, Pemerintah Kabupaten Selayar telah menyusun persiapan matang untuk menyambut Wapres JK.

“Tadi sudah dirapatkan di pemprov terkait rencana kedatangan Pak JK. Kita sangat berterima kasih, orang kedua di negara Republik Indonesia ini datang ke Selayar. Tentunya ini ada manfaat untuk Kabupaten Selayar dengan datangnya beliau,” ujar Bupati Kepulauan Selayar, Muh Basli Ali.

Selain penandatanganan MoU, Kalla juga akan meresmikan sejumlah proyek pemerintah yang baru selesai. “Ada beberapa, seperti pelabuhan dan bandar udara, juga tentunya nanti kita harapkan Pak JK akan meresmikan penandatanganan beberapa investasi di Kabupaten Selayar, khususnya di sektor perikanan, pertanian, dan sektor pariwisata,” ujar Basli Ali yang juga selaku Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir seluruh Indonesia (Aspeksindo).

Puncak even Takabonerate sekaligus dirangkaikan dengan perayaan Hari Jadi Selayar ke-412 tahun ini. Karena itu, Selayar sangat siap menyambut dan memberi kejutan manis kepada Wapres JK.

“Kita akan perlihatkan kepada beliau. Dan Insya Allah ada juga pemberian gelar adat kepada Pak JK. Gelar adat ini kita akan rapatkan dulu dengan dewan adat, karena tidak sembarang,’’ katanya.

Sama seperti Jokowi yang menjadi nama sebuah pulau di kawasan tersebut, nama Kalla juga akan menjadi nama sebuah pulau. ”Ini adalah bentuk apresiasi kami, apresiasi masyarakat, dengan memberikan nama ‘Jokowi Island’ dan Jusuf Kalla Island untuk sebuah pulau di wilayah kami. Bukan sekadar penghargaan, pemberian nama itu juga untuk menarik perhatian wisatawan,” ujar Basli Ali.

Basli mengatakan, hal ini dilakukan karena pihaknya juga sadar bahwa pariwisata menjadi salah satu andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terbukti, menurut Basli, berkat perhatian Presiden dan upaya keras Kementerian Pariwisata (Kemenpar), berbagai hasil manis dikecap. Mulai dari sederet penghargaan wisata internasional sampai lahirnya beragam gebrakan wisata menarik. (*)

 

 

Menpar Arief Yahya Dorong 257 Lulusan Poltekpar Makassar Jadi Enterprenurship

0

Rasa bangga akan keberhasilan sektor pariwisata terus dirasakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Setelah kemarin (19/9) mewisuda 602 mahasiswa STP Nusa Dua Bali, Menpar Arief kembali dibuat bangga saat mengetahui lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar yang lulus tepat waktu. Apalagi 80 persen dari 257 mahasiswa telah bekerja sebelum di wisuda.

Capaian Poltekpar Makassar itu bukan tanpa alasan. Buktinya, pencapaian kinerja lulusan Program Studi 2017 dengan hasil sangat memuaskan. Index Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi juga mampu mencapai adalah 3,92 dari rentang nilai 0 – 4. Pada wisuda yang ke XXVI Akpar Makassar sudah tercatat mempunyai 3790 orang alumni dan rata-rata bekerja di industri pariwisata.

Catatan itu tidak begitu saja membuat Menpar Arief Yahya puas. Menteri peraih Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu terus mendorong dan memberi semangat bagi para wisudawan dan wisudawati agar bersama-sama menjadikan pariwisata penghasil devisa nomor satu.

Dari sisi devisa, pariwisata menempati peringkat ke-4 penyumbang devisa nasional. Nilainya 9,3% bila dibandingkan industri lainnya. Sementara pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata tertinggi, yaitu 13%.

Sangat kontras bila dibandingkan industri minyak gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya negatiff. Biaya marketing pariwisata juga tak terlalu bombastis. Dana yang diperlukan hanya 2% dari proyeksi devisa yang dihasilkan.

“Hanya saja memang, target-target ini harus selalu diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusianya. Industri pariwisata ini adalah industri yang berkaitan erat dengan SDM dan yang mengolah SDM pariwisata adalah sekolah-sekolah pariwisata seperti STP Poltekpar Makassar ini,” ujar Menpar Arief, Kamis (20/9).

Di depan para wisudawan, Menpar Arief berpesan, kini saatnya berkiprah dengan mimpi tinggi di industri. Tidak hanya menjadi karyawan, tetapi mulailah berwirausaha. “Hanya dengan menjadi wirausahawan sukses, maka Anda bisa mempunyai gaji yang lebih tinggi dari GM atau Executive Chef. Alumni yang secara sosial ekonomi berhasil, akan secara tidak langsung juga membuat almamaternya naik kelas,” ucapnya.

Dalam setiap kesempatan, Menpar Arief selalu konsiten mengatakan bahwa yang membedakan satu bangsa dengan bangsa yang lain itu adalah SDM-nya. Begitu pula yang membedakan satu perusahaan dengan yang lainnya.

“Jadilah SDM pariwisata yang hebat. yang mempunyai 3 ciri, yaitu berkarakter, berkompeten dan yang terakhir adalah berkolaborasi. Harmonisasikan selalu antara spirit dan strategi, atau yang saya sebut 4R. Spirit terdiri dari olah Rasa dan olah Ruh. Sedangkan strategi adalah olah Raga dan oleh Rasio,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Poltekpar Makassar Muhadjir Suni sependapat dengan Menpar Arief. Untuk membentuk SDM yang handal, Poltekpar Makassar telah memiliki fasilitas berupa bangun gedung kelas 10 lantai beserta fasilitas pendukung lainnya.

“Pada tahun 2018 akan mulai dibangun Hotel bintang 5. Anggarannya sendiri sudah disiapkan tahap awal sebesar Rp 65 miliar dari Pak Menteri. Selain untuk publik, hotel itu tentunya diperuntukkan bagi mahasiswa untuk terjun langsung seperti magang atau yang lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya bahasa Inggris, Poltekpar Makassar juga mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan kemampuan berbahasa asing lainnya melalui penyediaan matakuliah Bahasa Asing Pilihan dalam kurikulumnya.

“Adapun bahasa asing pilihan tersebut adalah bahasa Jepang, Perancis, Korea dan Mandarin,” pungkasnya. (*)

Nikmati Eksotisme Danau Toba Lewat Toba Cross Run 2017

0

Eksotisme Danau Toba bakal kembali memukau para wisatawan. Kali ini, pesona kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ’10 Bali Baru’ itu bakal membius wisatawan lewat Toba Cross Run (TCR) yang akan digelar Sabtu, 28 Oktober 2017. Para peserta akan beradu ketahanan fisik sambil menikmati keindahan danau terbesar kedua di dunia.

Toba Cross Run 2017 ini sendiri bukan even kacangan. Even sport tourism itu telah dinobatkan sebagai event berkelas internasional oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya pada 21 Maret 2017 saat peluncuran Calender of Event Danau Toba. Inilah kegiatan yang memadukan olahraga dan wisata Danau Toba. Dan even ini merupakan rangkaian Toba Internasional Detour 2017 yang di create Komunitas Horas Halak Hita (H3).

Evennya dijamin mengasyikkan. Selain menguji ketahanan fisik, peserta lomba bisa menikmati panorama Danau Toba yang sangat indah. Dari mulai perbukitan, pedesaan, pantai, serta nuansa sejuk, bakal menemani ayunan langkah kaki setiap pelari.

Di saat bersamaan, TCR 2017 juga mengajak para peserta untuk menikmati suguhan kekayaan budaya hingga kuliner Sumatera Utara. Ini sekaligus memberikan edukasi mengenai sosial budaya Sumatera Utara, khususnya daerah wisata Danau Toba.

“Kami telah merancang Toba Cross Run 2017 sebaik mungkin agar peserta lari dapat merasakan keindahan perbukitan Toba dengan aman dan nyaman. Peserta akan mendapatkan pengalaman berlari bernuansa alam yang bersih dan sejuk, tentu saja dengan latar belakang keindahan Danau Toba,” kata Lexi Rohi selaku Ketua Pelaksana Toba Cross Run 2017, Rabu (20/9).

Rute larinya pun diset sangat oke. Semua peserta, diajak menerabas tiga kawasan kabupaten sekitar Toba, yaitu Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba Samosir, dan Kabupaten Tapanuli Utara. Tiga kabupaten tersebut merupakan rute utama yang akan dilintasi pelari. Dari titik kabupaten tersebut keindahan danau kaldera terbesar di dunia ini akan terpancar dengan jelas dan akan memanjakan mata peserta TCR 2017. Bahkan bagi yang masih ingin berlama-lama menikmati nuansa alam Danau Toba, panitia TCR 2017 sudah mempersiapkan camping ground.

“Sebelum berlari, peserta akan berkemah di halaman gereja tertua di Balige yang bahan bangunannya terbuat dari kayu. Dengan luas sekitar 1,5 hektar, lokasi ini menjadi spot yang bagus untuk berkemah. Bentuk bangunannya yang unik dan klasik juga bisa dijadikan spot berfoto oleh peserta. Setelah selesai berlari, peserta akan merasakan pengalaman berkemah lebih baik dan dapat merasakan sejuknya semilir angin dari perbukitan di Taman Sipinsur,” papar Lexi Rohi.

Berdasarkan standar lomba lari jarak jauh, Toba Cross Run termasuk dalam kategori ultra karena melewati standar lomba lari marathon (42,2 km). Pilihannya ada tiga kategori lari jarak jauh. Yang pertama, kategori 55 km. Di sini peserta akan menerabas rute Balige, Toba Samosir, Taman Sipinsur, dan Humbang Hasundutan. Setelah itu 25 km. Di sini peserta akan menjelajah rute Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Taman Sipinsur, Humbang Hasundutan. Satu kelas lainnya diisi kategori 5 km.Rute pendek ini akan menapaki jalur Taman Sipinsur, Humbang Hasundutan.

“Taman Sipinsur berjarak sekitar 7 km dari tepi Danau Toba. Dari Taman Sipinsur, dengan ketinggian 1.400 mdpl, akan tampak jelas birunya air Danau Toba yang juga dihiasi dengan hijaunya rerumputan bukit serta pohon pinus yang membuat suasana teduh dan sejuk. Sambil lintas berlari. Peserta juga akan disuguhkan pemandangan Pulau Samosir,” jelas Lexi Rohi.

Untuk dapat berpartisipasi dalam TCR 2017, peserta dikenakan biaya registrasi mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu dengan total hadiah sebesar Rp 82 juta. Peserta akan mendapatkan BIB Number, medali finisher, fasilitas berkemah selama 2 malam serta transportasi shuttle lokal ke tiga lokasi. “Pendaftaran akan dibuka hingga 5 Oktober 2017. Pendaftaran dan informasi selengkapnya mengenai Toba Cross Run 2017 bisa diakses melalui situs resmi www.tobacrossrun.com,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, jika sport event itu direct impactnya kecil hanya 10%, tetepi media valuenya besar. Terlebih vanue nya ada di Danau Toba yang sudah ditetapkan menjadi menjadi 10 destinasi prioritas Kemenpar. “Even ini memiliki medan yang cukup berat, tetapi bagi para runner dunia, ini sangat asyik dan penuh tantangan, serta media velunya tinggi,” sebut Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengajak netizen dan seluruh masyarakat untuk berpartisipasi di event Toba Cross Run 2017 ini. Treknya menantang, alamnya bagus, dan di even ini semua peserta bisa menyaksikan kombinasi antara langit biru dan pepohonan hijau di Danau Toba.

“Silakan ikut lari di Toba Cross Run 2017 ini. Ke sana juga sudah mudah karena Bandara Internasional Silangit sudah beroperasi penuh,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

ISTA 2017 Tetapkan 17 Peraih Penghargaan

0

Proses penilaian ajang penghargaan “Indonesia Sustainabale Tourism Award (ISTA) 2017 telah selesai dilakukan. Sebanyak 17 pengelola destinasi ditetapkan sebagai pemenang karena dinilai telah menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Pengumuman secara resmi dan penyerahan penghargaan akan dilakukan pada malam penganugerahan “Apresiasi Pesona Destinasi Pariwisata Indonesia (APDPI) 2017” yang akan berlangsung 29 September 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Salah satu dewan juri yang juga menjabat Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Frans Teguh, menjelaskan, proses penilaian dilakukan melalui berbagai tahapan. Pertama adalah proses pendaftaran yang tercatat terdapat 96 peserta pendaftar.

“Setelah melalui proses desk evaluation, maka terpilih sebanyak 24 pengelola destinasi sebagai nominasi penerima ISTA 2017,” ujar Frans Teguh.

Setelah penetapan terhadap 24 nominasi, kemudian dilakukan visitasi lapangan ke seluruh nominator tersebut. Tahapan yang juga bagian dari penilaian ini dilakukan pada 10 Agustus hingga 7 September 2017 silam.

“Penentuan pemenang terhadap 24 nominasi oleh tim juri dilakukan pada 9 September 2017. Melalui proses inilah kemudian terpilih 17 nominasi yang ditetapkan sebagai pemenang dalam empat kategori. Yaitu Pengelola Destinasi Pariwisata, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Pelestarian Budaya bagi Masyarakat dan Pengunjung, serta kategori Pelestarian Lingkungan,” ujar Frans Teguh.

Satu nominasi yang memperoleh nilai tertinggi di seluruh kategori akan terpilih sebagai juara umum dan memperoleh penghargaan Green Platinum. Sedangkan 12 nominasi memperoleh penghargaan Green Gold, Silver dan Bronze, serta empat nominasi memperoleh penghargaan Green.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, menjelaskan, proses penilaian terhadap para nominasi dilakukan dengan didasarkan pada kriteria penilaian Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Pedoman ini mengadopsi standar internasional Global Sustainable Tourism Council (GSTC) yang telah diakui oleh UNWTO dan dijadikan sebagai acuan bagi pemerintah, pemerintah daerah (Pemda) dan pemangku kepentingan lainnya.

“Selanjutnya penerapan kriteria dan indikator di dalam pedoman juga akan menjadi dasar skema sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia,” ujar Dadang Rizki Ratman.

Dadang menjelaskan, ISTA merupakan ajang pemberian penghargaan kepada destinasi-destinasi maupun entitas pemangku kepentingan (stakeholders) pariwisata di Indonesia yang sudah berproses dan menunjukkan hasil dari penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Ajang penghargaan ini ujar Dadang juga dimaksudkan untuk memberikan pengakuan kepada upaya para pihak dalam menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan serta mendorong lahirnya beragam inovasi produk-produk pariwisata berkelanjutan.

Kemudian juga menggerakkan partisipasi dan kerjasama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan pariwisata di tingkat destinasi serta menstimulasi semakin banyak destinasi yang mengaplikasikan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Ajang ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Dadang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi pihak-pihak yang telah menerapkan prinsip berkelanjutan dalam pengelolaan pariwisata. Ajang penghargaan ISTA merupakan bagian dari bentuk apresiasi kepada pihak-pihak tersebut.

Untuk mengeskalasi pencapaian di tingkat nasional, ujar Menpar, nantinya pada destinasi pemenang akan diajukan ke ajang penghargaan serupa di tingkat ASEAN, yaitu ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA).

“Melalui ISTA 2017 ini, destinasi-destinasi akan semakin terdorong menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan karena gaung penghargaan juga akan menjadi ajang promosi dan branding di tingkat nasional maupun internasional. Dampaknya pun pada kunjungan wisata ke Indonesia yang semakin meningkat,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Kemenpar Gelar Workshop Penyelarasan Kemitraan Program Co-Branding di Bandung

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Workshop Penyelarasan Kemitraan Program Co-Branding di Hotel Golden Flower, Kagum Group, Bandung, 19-20 September 2017.

Program ini adalah sebuah forum yang digagas Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengajak brand-brand di seluruh Tanah Air berpartisipasi mempromosikan pariwisata Indonesia melalui co-branding partnership dengan brand Indonesia yaitu Wonderful Indonesia (untuk pasar global) dan brand Pesona Indonesia Indonesia (untuk pasar domestik).

Workshop ini dibuka Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti dan diisi pemateri yang sangat kompeten seperti Priyantono Rudito (Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis), Merry Ruslina Ambarita (Kepala Bagian Peraturan Perundang- Undangan, Biro Hukum dan Komunikasi Publik), Vita Datau (Tenaga Ahli Program Co-Branding), Kemal Gani (Tenaga Ahli Program Co-Branding), Yuswohady (Tenaga Ahli Program Co-Branding), dan Budi Rizanto Binol (Tenaga Ahli Program Co-Branding).

“Dengan semangat Indonesia Incorporated itulah Kemenpar mengajak brand-brand dan perusahaan-perusahaan besar, menengah, maupun kecil di seluruh Tanah Air untuk melakukan kolaborasi melalui co-branding partnership dengan brand WI/PI. Diharapkan kolaborasi dan sinergi brand WI/PI dengan brand/perusahaan di seluruh Tanah Air akan semakin intensif lagi. Dengan demikian partisipasi brand/perusahaan dalam mempromosikan sektor pariwisata juga akan semakin besar,” ujar Esthy didampingi Plt. Asdep Strategi Pemasaran Nusantara Hariyanto.

Esthy menjelaskan, Workshop Penyelarasan Kemitraan Program Co-Branding merupakan rangkaian dari kegiatan Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2017 di Balairung Soesilo Soedarman dan telah menghasilkan Nota Kesepahaman antara 28 brand untuk melakukan co-branding di antaranya Martha Tilaar, JJ Royal, Sarinah, Garuda Food, Alleira, Sababay Winery, Secret Garden, Krisna oleh-oleh, dan lain-lain.

Implementasi kerjasama co-branding ini dapat dilakukan melalui co-branding di produk dan kemasan, venue dan outlet, material promosi, media online, event, dan produk khusus.

“Kalau sampai brand-brand hebat Tanah Air maupun brand-brand global di Indonesia berbondong-bondong menyukseskan program ini, maka bisa dipastikan Wondeful Indonesia/Pesona Indonesia akan semakin mencorong nggak hanya di tingkat lokal tapi juga global,” tambah Esthy.

Hariyanto menambahkan, workshop ini bertujuan untuk menghasilkan formula strategi serta langkah-langkah penyelarasan kemitraan dengan 28 brand atau perusahaan yang sudah menandatangani nota kesepahaman (NK) dalam bentuk rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta alur proses bisnis seluruh rangkaian kerjasama co-branding.

“Dengan demikian, nantinya akan diperoleh rancangan Perjanjian Kerja Sama Co-Branding Promosi Pariwisata Indonesia. Brand yang sudah melakukan Perjanjian Kerja Sama Co-Branding akan mendapatkan beberapa keutungan seperti fasilitasi dalam bentuk media placement, fasilitasi dalam kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) serta event/festival budaya, alam, dan buatan,” jelas Hariyanto.

Sementara, Priyantono Rudito memaparkan, dalam ilmu branding, sederhananya, co-branding adalah partnership antara dua brands yang berbeda. Biasanya sepadan kekuatan ekuitas mereknya (brand equity). Tujuannya adalah sinergi.

“Definisi paling gampang dari sinergi adalah 1 + 1 = 5, 7, bahkan 10, bukan 2. Artinya, hasil co-branding lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya,” jelas Priyantono.

Di kategori yang berbeda, tambah Priyantono, co-branding adalah alat ampuh untuk menarget segmen pasar yang sama. Saat Piala Dunia misalnya TV Samsung ber-cobranding dengan Kacang Garuda untuk menarget pasar yang sama yaitu para penontong Piala Dunia yang bisanya makan kacang sambil nonton bola.

Bisa juga kedua brand yang ber-cobranding “bertukar” pasarnya untuk memperluas jangkauan pasarnya seperti dalam kasus co-branding antara Garuda Indonesia dan Citibank. Garuda Indonesia memanfaatkan customer Citibank, begitu juga sebaliknya.

“Dan jangan lupa, co-branding juga bisa menghemat spending dari masing-masing brand dalam building brand. Kalau memang pasarnya beririsan dan sama ngapain masing-masing brand harus keluar biaya sendiri-sendiri. Lebih baik disatukan di satu billboard, TVC, atau print ad yang sama. Jadi di situ terjadi sharing resources,” pungkasnya.

Di kegiatan ini, Kemenpar juga mengundang 60 peserta dari perwakilan 5 (lima) brand yang sudah menandatangani Nota Kesepahaman (PT. Kalbe Farma, Garuda Food, Tiket.com, Papatonk, Sekar Grup); 5 (lima) brand yang belum menandatangani Nota Kesepahaman (PT. Kereta Api Indonesia, PT. Kereta Api Pariwisata, Bank Rakyat Indonesia, Aqua, Whitesky, Alfaland, PT. Pelni).

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi diadakannya workshop yang dilandasi semangat Indonesia Incorporated ini. Menurutnya, branding pariwisata Indonesia tidak bisa dilakukan secara sendirian oleh Kemenpar.

“Untuk mewujudkan brand WI di pasar global dan brand PI di pasar domesik dibutuhkan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen bangsa dalam kerangka Indonesia Incorporated. Dengan kolaborasi dan bekerja bersama-sama kita akan ‘Bigger-Broader-Better together'”, kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, inisiatif co-branding partnership ini diluncurkan untuk memanfaatkan momentum meroketnya kinerja brand WI/PI terlihat dari brand equity WI/PI kini sudah sangat kokoh sebagai hasil pengembangan (building brand) selama 2,5 tahun terakhir.

Brand WI/PI kini kian melejit di tengah menurunnya kinerja brand-brand pesaing regional. Pada 2013, brand WI praktis tidak dikenal di dunia karena berada di posisi 70 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Pada tahun 2015 peringkat kita naik pesat di posisi 50 dari total 141 negara, dan tahun ini naik 8 peringkat ke posisi 42 dunia.

“Menariknya, kinerja pariwisata Indonesia naik 8 level, di saat Malaysia turun 2 peringkat di posisi 26, Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di papan 34. Tak hanya itu, kini brand WI sudah menjadi global brand karena exposure kita di mancanegara sudah cukup massif seperti armada bis di ajang Piala Eropa 2016 dan billboard di Times Square New York,” kata Arief Yahya.(*)

 

12 Ton Bahan Obat Terlarang Masuk ke Batam

0

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menyebut masuknya 12 ton bahan obat terlarang ke Batam karena lemahnya pengawasan aparat. Namun Sam mengatakan, pihaknya masih akan menyelidiki apakah lolosnya barang terlarang itu karena kelalaian petugas atau karena hal lain.

“Kami akan usut hal ini,” kata Kapolda saat ekspos tangkapan 12 ton bahan obat terlarang tersebut di Mapolda Kepri, Rabu (20/9).

Kapolda menegaskan, pihaknya akan membentuk satuan tugas khusus untuk mengungkap kasus ini. Sebab selain karena lemahnya pengawasan aparat, bisa jadi kasus ini terjadi karena ada penyalahgunaan izin impor.

Seperti yang diungkap kepolisian pekan lalu, 12 ton bahan obat terlarang yang ditangkap di Bintan pada Sabtu (2/9) lalu terdiri dari serbuk Carisoprodol, Trihexyphenidil, Dextromethorphan, Diazepam, dan Setraline yang merupakan bahan untuk membuat tablet PCC.

Bahan obat tersebut diimpor dari India menuju Singapura sebelum masuk ke Batam. Barang terlarang itu rencananya akan dikirim ke Jakarta melalui Bintan. Namun sebelum dikirim ke Jakarta, barang terlarang tersebut keburu tertangkap polisi.

“Rencananya akan diberangkatkan ke Jakarta melalui Pelabuhan Sri Bayintan, Bintan,” kata Sam.

Sampai sekarang, polisi sudah mengamankan enam tersangka terdiri dari pemilik, orang ekspedisi, dan orang orang yang membantu pelaku. Bahkan pemilik 12 ton bahan baku PCC ini, yakni Martin, berkaitan dengan pabrik pembuatan tablet PCC di Cimahi, Jawa Barat.

“Selain mengamankan Ma (Martin, red), kami juga mengamankan Rs alias F, Bh alis T, E, Fe , LS dan B. Ada enam orang berkaitan dengan jaringan obat PCC ini yang kami amankan,” kata Kapolda.

Sam juga menuturkan, 12 ton bahan obat itu dikemas dalam 480 drum. Bahan terbanyak berupa Carisoprodol, lalu diikuti Dextro, dan Trihexyphenidil. Sedangkan dua serbuk lainnya yakni Diazepam dan Sertraline hanya beberapa drum.

“Diazepam seberat 50 kg itu, merupakan psikotropika golongan IV,” ujar Sam.

Enam orang yang diamankan tersebut, kata Sam, memiliki peranan yang berbeda-beda. Ma selaku pemilik barang, Rs alias F orang kepercayaan Ma untuk mengirim barang dari Singapura, Bh pengangkut barang dari Gudang Bina Uma, Batuaji ke Gudang Tiban Mas Asri, Sekupang. Lalu E adalah orang yang mengangkut barang dari Batam ke Bintan, Ls orang yang menerima barang di Gudang Tiban Mas Asri, B berperan membawa barang dari Gudang Tiban Mas Asri ke Pelabuhan Tikus Telagapunggur.

“Kami sudah meminta keterangan dari enam orang ini,” ungkap Sam.

 

foto: cecep mulyana/ batampos
BC Membantah

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Raden Evy Suhartantyo, membantah pihaknya disebut kecolongan dalam kasus ini. Dia menduga, barang tersebut lolos atau bisa masuk karena importir memalsukan dokumen impor. Dalam dokumen importir menyebut barang yang masuk itu berupa suku cadang kedaraan bermotor.

“Dan kemungkinan besar saat itu barang masuk di jalur hijau karena adanya kesesuaian antara dokumen dengan fisik barang,” kata Evy, kemarin.

Ia berdalih, aparat BC tidak mungkin membongkar semua kontainer untuk mengecek satu per satu barang di dalamnya.

“Apalagi Batam adalah merupakan zona khusus dalam hal ekspor impor barang keluar masuk. Itu sudah ada aturannya loh dari pusat,” ujar Evy lagi.

Dugaan lainnya, barang terlarang itu masuk ke Batam tidak melalui pelabuhan resmi. Sehingga memang tidak ada kewenangan dan kewajiban aparat BC melakukan pengawasan.

“Kalau saya sendiri menduga kuat, barang tersebut masuk melalui pelabuhan rakyat, atau orang bilang pelabuhan tikus,” katanya.

Namun jika pun barang tersebut masuk melalui pelabuhan resmi dan lolos, Evy menyebut polisi tidak bisa sepenuhnya menyalahkan BC. Sebab pelaku sengaja mengelabuhi petugas dengan memalsukan dokumen atau menyamarkan kemasan barang.

“Coba kalau dokumennya tertulis impor bahan baku carisoprodol, pasti sudah kami tegah,” katanya.

Mengenai rencana kepolisian yang membentuk tim khusus untuk memeriksa BC Batam terkait lolosnya bahan baku pembuatan pil PCC hingga dua kali ke Batam, Raden Evy menegaskan hal itu merupakan kewenangan kepolisian.

“Itu sah-sah saja. Kami justru senang,” katanya.

Sebab dengan demikian, lanjut Evy, kasus ini akan terungkap dengan jelas. Pihaknya juga berjanji akan kooperatif dalam memberikan data impor ke Batam mulai Januari hingga September tahun ini.

“Data terkait barang apa saja, dari mana, dan siapa importirnya, serta siapa pemesan barangnya akan kami berikan. Jadi semuanya kan bisa jelas tanpa harus ditutup-tutupi,” kata Evy.

Untuk mengantisipasi agar tak terjadi hal serupa, Bea Cukai Batam akan lebih mengintensifkan sinergitas pengawasan dengan aparat kepolisian, baik terkait informasi ataupun soal prosedur.

“Kuncinya ya koordinasi atau sinergitas dengan aparat penegak hukum lebih diian atau dikuatkan lagi,” terang Raden Evy.

 

Bos Besar Produsen PCC Ditangkap

Kasus peredaran pil PCC (Paracetamol, Caffein dan Carisoprodol) memasuki babak akhir. Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim memastikan telah menangkap seorang bos besar produsen PCC. Bos tersebut yang mengendalikan pembuatan PCC di Cimahi, Jawa Barat hingga pengiriman ke seluruh Indonesia

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menuturkan, bos besar inilah yang mengendalikan semua produksi hingga pengiriman PCC yang dipesan para bandar eceran hingga ke sejumlah daerah, seperti Kendari, Papua dan Mamuju.

”Inisial belum bisa disebut ya,” terangnya ditemui usai acara pemusnahan narkotika di komplek gadung Badan Narkotika Nasional (BNN) kemarin.

Bos besar ini memiliki seorang istri yang berprofesi sebagai apoteker. Kemungkinan besar, bos PCC ini mampu membuat obat keras yang telah dicabut izinnya itu dari istrinya tersebut.

”Istri keduanya yang profesinya apoteker ini mengatur takaran obat, ini segini dan lalu dicampur,” tuturnya.

Dalam penyitaan di Purwokerto itu ditemukan banyak mesin yang dipergunakan untuk mencetak PCC. Semua bahan itu kemudian dicetak di Purwokerto. ”Pabriknya di sana, dua lokasi lain hanya gudang,” tutur Mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya tersebut.

Yang lebih mengkhawatirkan, ternyata bos ini sedang mengembangkan bisnis obat PCC tersebut. Caranya, dengan membangun sebuah pabrik PCC lain yang kapasitasnya lebih besar.

”Pabrik baru ini lebih besar dari yang di Purwokerto,” ujarnya.

Pabrik baru itu terletak di Sumedang dengan luas lahan dua hektar.

”Tim sudah ke sana untuk mengecek, ternyata masih tahap pembangunan. Luas sekali pabriknya, namun belum beroperasi ,” terangnya.

Petugas juga mengecek perizinan dari pabrik tersebut, ternyata sama sekali tidak ada izin untuk pembangunannya. ”Tidak berizin dia,” jelas jenderal berbintang satu tersebut.

Melihat besarnya kerajaan bisnis produsen PCC tersebut, maka Dittipid Narkoba Bareskrim berencana menerapkan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sehingga, semua asetnya yang diduga merupakan hasil penjualan PCC akan disita. ”Jelas TPPU harus diterapkan,” terangnya.

Sementara penyidik yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan, tersangka utama yang ditangkap di Purwokerto ini sengaja untuk membidik kalangan menengah bawah. Dia membaca peluang kalangan bawah karena selama ini tidak ada yang menggarapnya. ”Beda dengan sabu yang penggunanya kalangan menengah, dia mempelajari segmen konsumen narkotika,” tuturnya.

Yang juga penting, dari temuan lapangan itu diketahui obat PCC ini baru bisa nendang bila yang dikonsumsi empat tablet. kalau dibawah itu penggunanya belum terasa. ”Ya, makanya sekali minum empat butir biar berefek,” ujarnya.

Dengan begitu, bila ada 1,2 juta pil PCC yang berhasil disita, setidaknya ada 300 ribu anak yang bisa diselamatkan. ”Kalau PCC ini dipasarkan korbannya ya segitu besar,” urainya.

Sementara Brigjen Eko Daniyanto menambahkan, langkah selanjutnya adalah bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memanggil semua pemilik toko obat berizin dan apoteker.

”Akan disosialisasikan soal PCC ini dan akan memberikan peringatan bahwa ada sanksi untuk toko dan apoteker yang memberikan obat daftar G tanpa resep. Sanksi bisa cabut izin,” tegasnya.

Dia menegaskan, razia di toko obat akan dilakukan dengan masif, sehingga bisa menekan penggunaan obat PCC dan lainnya.

”Ini yang terakhir dilakukan, razia semua,” tuturnya. (gas/ska/idr/jpgroup)

Tren Belanja Online Tak Terbendung

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tren ekonomi digital sudah tidak bisa dibendung. Ketika sejumlah pemain retail konvensional besar menutup beberapa gerai, tren belanja online justru tumbuh. Perlahan tapi pasti, konsumen mulai beralih ke pasar online. Peralihan itu juga diklaim menguntungkan pedagang karena jangkauannya semakin luas.

Sejumlah pelaku usaha digital meminta pemerintah memberikan dukungan berupa sumber daya manusia (SDM). Hal itu disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo saat pembukaan Indonesia Business and Development Expo di Jakarta Convention Center, Rabu (20/9).

CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, menyoroti kesiapan SDM mulai dari hulu. Menurut dia, yang kurang digali saat ini adalah talenta yang berkaitan dengan ekonomi digital. Seharusnya, SDM-SDM yang berkaitan dengan ekonomi digital disiapkan sejak jenjang yang dini, setidaknya di level SMA/SMK.

Misalnya, membuka jurusan-jurusan tertentu untuk spesialisasi terkait ekonomi digital. Bahkan, bahasa teknologi sebagai dasar ekonomi digital perlu dipahami sejak jenjang yang lebih rendah lagi. ’’Hulunya yang harus dibangun. Coding itu seharusnya diajarkan sejak SMP,’’ ujarnya.

Hal senada disampaikan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya. Dia menuturkan, dunia digital membuat perusahaan start-up baru bermunculan. Dia memberikan gambaran platform Tokopedia yang telah melahirkan dua juta pebisnis online dari Sabang sampai Merauke. ’’Menariknya, 80 persen di antara mereka adalah orang-orang yang memulai bisnis untuk kali pertama,’’ katanya.

Latar belakangnya beragam. Mulai ibu rumah tangga, pekerja kantoran, mahasiswa, sampai produsen lokal, terutama di luar Jawa. Mereka bisa menjalankan bisnis secara penuh atau paro waktu karena sudah ada dukungan teknologi.

Pada 2016, jumlah perusahaan start-up berada di kisaran 2.000 unit. Hingga akhir tahun ini, jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 2.700 perusahaan. Pada 2020, jumlahnya akan melonjak menjadi 13 ribu start-up. Para pengusaha itu tidak butuh kantor. Bisnis cukup dijalankan dari rumah, bahkan bisa sambil nongkrong di kafe.

Pergeseran pola niaga juga tampak dalam pola transaksi di pusat-pusat grosir seperti Tanah Abang. Jika dulu harus hadir secara fisik untuk membeli barang, sekarang pembeli cukup memesan barang secara online lewat e-commerce.

’’Ini juga memicu pertumbuhan pusat bisnis baru di luar Jawa karena tidak lagi semua hal harus dilakukan di Jawa,’’ tambahnya.

Mengenai usulan tersebut, Jokowi mengakui bahwa saat ini mulai ada pergeseran niaga dari offline ke online. Sebagian konsumen juga mulai malas berbelanja offline dan beralih ke belanja online karena lebih praktis.

’’Tinggal keluarkan handphone, buka aplikasi, pesan, dan bayar di aplikasi, tunggu barang dikirim ke rumah,’’ paparnya. (byu/c15/sof)

Menanti Aksi Laga Iko Uwais dalam 3 Film

0

batampos.co.id – November mendatang film Iko Uwais yang diproduksi di studio Hollywood, Beyond Skyline, tayang.

Sembari menunggu Iko mempersiapkan diri untuk dua film, sekaligus. Pertama, Foxtrot Six yang disutradarai Randy Korompis dengan produser Mario Kassar.

“Kalau Foxtrot, lagi produksi. Saya nggak main, cuma koreografernya,” ungkap Iko setelah mengisi acara kampanye What’s Your Why dari AIA, di Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (19/9). ’’Di film itu, pencak silatnya dipakai juga,’’ lanjut suami Audy Item itu.

Nah, Iko diam-diam juga menerima tawaran film laga Hollywood yang diproduksi STX Entertainment. Judulnya Mile 22. Rencananya, film tersebut disutradarai Peter Berg yang dikenal lewat sederet karya keren seperti The Kingdom (2007), Deepwater Horizon (2016), dan Lone Survivor (2013).

Tak tanggung-tanggung, calon lawan main Iko dalam film itu adalah Mark Wahlberg! ’’Saya di situ nanti jadi koreografer sama main juga,’’ ucap Iko.

Bulan depan, Iko akan terbang ke Amerika Serikat untuk praproduksi Mile 22. Iko mengaku tetap mengeluarkan jurus-jurus pencak silatnya. Namun, terkait koreografi untuk aktor yang lain, Iko mengaku belum memikirkannya. ’’Sampai sekarang belum dibuat. Tapi, saya menyesuaikan saja,’’ katanya.

Iko menceritakan, dirinya mendapat tawaran bermain di Mile 22 dari Berg sendiri. Pria yang juga menyutradarai klip video One More Night dan Maps milik Maroon 5 tersebut menonton film-film Iko sebelumnya.

’’Saya nggak tahu persis sejak kapan. Tapi, tiba-tiba seperti dia (Peter, Red) menawari untuk kerja sama film ini,’’ tutur Iko yang juga bermain dalam Star Wars Episode VII: The Force Awakens.

Mile 22 mengisahkan perjalanan petugas CIA dan polisi Indonesia yang bekerja sama untuk memerangi kejamnya dunia politik. Dikutip dari Variety, Wahlberg pernah mengungkapkan bahwa film itu akan menjadi bagian pertama dari trilogi. ’’Sebuah film laga dewasa yang cerdas,’’ ujar Wahlberg. (*)

(glo/c18/na)

Ups… Olala…. Ada Mobil Mewah BMW i8 di Kantor PLN

0
BMW i8 saat sedang uji coba pengisian ulang SPLU di PLN Disjaya (Hana Adi Perdana/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sebuah mobil mewah BMW i8 nampak berada di parkiran mobil PLN, Senin (18/9/2017) Mobil ini menurut situs oto.com dibanderol Rp 3,5 miliar.

Ya, PLN Distribusi Jakarta Raya menyediakan lahan parkir khusus dengan menyediakan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU)

Mobil plug in hybrid yang didukung dengan motor listrik bertenaga 131 horse power yang terpasang di dua roda depan mobil ini datang dengan kondisi belum terisi baterai. Mobil pabrikan asal Jerman itu memiliki konsumsi energi berkisar antara 11,9 kWh/100 km atau setara dengan sekitar Rp 20.000 untuk penggunaan sejauh 100 km.

Selain test-charging, PLN juga memperkenalkan prototype lahan parkir khusus kendaraan listrik yang difasilitasi oleh SPLU sehingga hal ini juga dapat menjadi pendorong bagi instansi lain untuk menyediakan lahan parkir khusus kendaraan listrik. Sehingga masyarakat pun akan menjadi lebih tertarik untuk menggunakan kendaraan listrik karena sembari diparkir, kendaraan listrik pun dapat diisi ulang sehingga baterai pun telah terisi penuh sebelum digunakan kembali.
mobil listrik

BMW i8 saat sedang uji coba pengisian ulang SPLU di PLN Disjaya (Hana Adi Perdana/JawaPos.com)

Dari hasil test-charging ini sendiri, PLN Distribusi Jakarta Raya membuktikan bahwa SPLU dinyatakan telah siap sebagai infrastruktur pengisian energi listrik untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik.

Sampai dengan pertengahan bulan September 2017 ini, jumlah SPLU di wilayah DKI Jakarta sudah mencapai 578 unit dan ditargetkan akan mencapai 1.000 unit yang tersebar di wilayah DKI Jakarta pada akhir tahun 2017 ini. Selain perkembangan jumlah, PLN juga akan terus berinovasi agar SPLU dapat semakin mudah digunakan dan diakses oleh masyarakat.

Masyarakat juga dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya terpenuhi, termasuk juga sebagai charging station kendaraan listrik.
SPLU sendiri telah resmi diluncurkan sejak Agustus 2016 dan selama ini, SPLU digunakan untuk mendukung perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

SPLU mengadopsi sistem prabayar. Untuk dapat menggunakan SPLU Beji Lintar tersebut, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau Nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.

Selain itu, keberadaan SPLU saat ini juga dapat dengan mudah dicari melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”.

(cr4/JPC)