Rabu, 17 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13265

Menjangkau Pulau Terluar

0
foto: m nur / batampos

Nisyana (tengah), warga Batam, Kepulauan Riau, memanfaatkan layanan data Telkomsel untuk berkirim foto dan video saat liburan di Pulau Putri bersama anaknya, Nasya Thalita Salsabila dan Faris Ilham Ramadhan, beberapa waktu lalu.

Pulau Putri yang disebut juga Pulau Nongsa adalah salah satu pulau terluar Indonesia di Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Pulau ini kini terjangkau layanan 4G/LTE Telkomsel.

Foto: Muhammad Nur/Batam Pos

Bangun Rumah, Oke Saja dengan Gypsum

0

batampos.co.id – Bayangkan kala Anda merenovasi rumah, berapa banyak duit terkuras, berapa banyak “siksaan” berupa debu dan kotoran yang harus ditanggung. Pembaca, sesungguhnya kita telah mengenal lama adanya bahan bangunan yang murah dan lebih bersih, gypsum.

Namun kita kerap mengenalnya hanya untuk gedung kantor dan sejenisnya, padahal untuh rumah sah-sah saja. Apalagi saat ini gypsum bukan hanya sejenis, beraneka jenis sesuai kebutuhan, termasuk untuk kamar mandi.

Pembaca perkenalkan gypsum merk Gyproc.

Gyproc sebagai produsen gypsum berkualitas premium, yang sudah mendunia menghadirkan produk baru yakni Habito dan Glasroc H. Dua produk ini memiliki keunggulan tersendiri.

Habito, dirancang khusus untuk memungkinkan pengguna mendesain ruang dengan cepat dan fungsional.

“Selain kenyamanan yang ditawarkan, Habito juga mempermudah proses desain ruangan karena tidak memerlukan lagi alat khusus untuk mengantung barang,” kata Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia Hantarman Budiono, Kamis (28/9) di Hotel Aston, Batam.

Aston dipilih sebagai tempat jumpa pers sebab hotel ini menggunakan gypsum Gyproc untuk interiornya.

Ia mengatakan Habito adalah salah satu produk istimewa yang diciptakan oleh Gyproc. Habito adalah dinding kering Gyproc yang menawarkan kenyamanan serta efisiensi proses pembangunan. Ada beberapa kelebihan dari Habito lima kali lebih kuat daripada dinding gypsum standar, lebih tahan terhadap guncangan yang terus menerus, serta memiliki insulasi suara yang lebih baik.

Managing Director PT Saint Gobain Contruction Products Indonesia Hantarman Budiono (tengah) bersama Marketing Direktor PT SGCPI Won Siew yee (kanan) dan Direktur Utama PT Sri Indah Mandiri Go Wie Meng memberikan keterangan tentang produk Gypsun merek Gyproc di Hotel Aston Pelita, Kamis (28/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Selain itu Habito itu, Hantarman menuturkan ada produk yang tak kalah bagusnya yakni Glasroc H. Papan Gypsum jenis ini digunakan khusus untuk area basah. Banyak keunggulan yang diusung oleh Glasroc H, bebas dari timbal, anti radiasi. Sehingga tepat digunakan pada dinding ruangan X-Ray sebuah rumah sakit. Gysum Glasroc ini juga memiliki fireline, mampu menahan api hingga empat jam. Selain itu mampu menjaga suhu udara tetap stabil.

“Sehingga menghemat penggunaan pendingin udara,” ungkapnya.

Hantarman menerangkan bahwa Gyproc merupakan produk dari PT Saint-Gobain Construction Product Indonesia (SGCPI). Dan sudah hadir semenjak 2007 di Batam. Pemilihan Batam, karena diprediksi kota ini disebut-sebut sebagfai daerah yang memiliki masa depan yang cerah dalam bisnis properti di Asia Tenggara. Melihat kondisi perekonomian dan sektor properti di kota Batam yang cukup stabil.

Hal ini membuka peluang bagi kami untuk memperkenalkan teknologi terbaru dari Gyproc yaitu drywall system. Inovasi terbaru sebagai penggati dinding konvensional dengan pengaplikasian yang mudah, efisien dan pengerjaan yang sangat cepat,“ ungkapnya menjelaskan tentang Gyproc.

Drywall system yang diterapkan Gyproc merupakan pilihan tepat untuk bangunan-bangunan di Indonesia. Karena begitu banyak kelebihan yang dimiliki produk ini. Salah satunya adalah lebih efisien dalam pengaplikasian. Drywall secara harfiah diartikan sebagai sistem dinding kering. Sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum, yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus.

Disebut drywall karena merupakan bentuk dari konstruksi kering yang tidak menggunakan batu bata dan semen basah sebelum proses pengecatan. Dengan sistem dinding kering ini, pengguna dapat mengurangi pemakaian air, mempercepat waktu konstruksi hingga 30 persen, tidak memerlukan proses penambalan, serta tidak menghasilkan banyak kotoran pada area kerja yang mampu mengurangi biaya hingga 20-25 persen.

Marketing Director Saint-Gobain Construction Products Indonesia, Won Siew Yee menjelaskan mengapa drywall menjadi solusi yang efektif. “Karena merupakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang, serta dapat mengurangi potensi pemanasan global hingga 79 persen, penggunaan energi utama hingga 67 persen dan mengurangi penggunaan air bersih hingga 81 persen,” ujarnya.

Direktur Utama PT Sri Indah Mandiri Go Wie Meng menuturkan sudah lama menggunakan Gyproc. Ia mengatakan hotel pertama dibanggunya yakni Gideon menggunakan Gyproc. Lalu terbaru Hotel Aston International, gypsum yang digunakan juga gyproc. Ia mengatakan dari segi harga menggunakan gysum jauh lebih murah.

“Bayangkan untuk satu meter dengan menggunakan bata, baik itu bahan dan upahnya mengahbiskan uang Rp 200 ribu. Sedangkan gypsum persatu meternya hanya Rp 120 ribu. Tak hanya murah, tapi juga bagus dan mulus untuk dinding,” pungkasnya. (ska)

Tak Punya KTP Elektronik, Jangan Maksa Milih

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan mengimbau warga Bintan
segera mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Sebabnya, pada
pemilihan umum serentak 2019, surat keterangan domisiili yang diterbitkan pemerintah kelurahan atau desa tidak lagi menjadi syarat memilih.

Kepala Kesbangpol Bintan, Karya Harmawan mengatakan, pihaknya sudah menyurati seluruh pemerintah di tingkat kecamatan di Bintan agar tidak lagi menerbitkan surat keterangan domisili. karena, menurutnya, dalam pemilihan serentak yang akan datang, mutlak harus menggunakan KTP Elektronik.

“Warga harus paham soal aturan itu, sehingga mulai dari sekarang mengurus KTP Elektronik,” katanya seusai sosialisasi tahapan pemilihan umum serentak 2019, di Tanjungpinang, Jumat (29/10) kemarin.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto melalui Kasat Intelkam AKP
Yudiarta Rustam meminta agar soslialisasi tahapan KPU harus benar-benar dilakukan,
untuk meminimalisir kecurangan yang terjadi di pemilu serentak 2019. Termasuk, KTP Elektronik yang menjadi syarat mutlak, menurutnya, harus disosialisasi sehingga tidak ada lagi alasan masyarakat tidak tahu soal aturan itu.

Komisioner KPU Bintan, Sugiarto membenarkan, KTP Elektronik adalah syarat mutlak memilih, di pemilu serentak. Oleh karena itu, pemilih yang memilik hak memilih harus mengurus KTP Elektronik. “Jangan sampai ada lagi kasus pemilih yang tidak punya KTp Elektronik tapi memaksa memilih,” katanya.

Komisioner KPU Bintan lainnya, Carnita menambahkan, syarat multak ktp elektronik ini diatur dalam peraturan kpu nomor 7 tahun 2017 pada pasal 384 point i, di mana pemilih wajib memiliki ktp elektronik dan terdaftar dalam daftar pemilih tetap. (cr21)

Mediasi Karyawan-Manajemen PT BLR Deadlock

0
Manajemen dan karyawan yang dipecat saat melakukan perundingan dimediasi pihak Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan di kantornya, Bintan Buyu, Jumat (29/9). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Mediasi karyawan dan manajemen PT Bintan Lagoon Resort
(BLR) Lagoi, Jumat (29/9) berakhir deadlock di kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan di Bintan Buyu.

Soalnya manajemen menolak tuntutan pekerja dalam perundingan itu. Sementara itu, sebelum perundingan berlangsung, kuasa hukum perusahaan menolak kehadiran serikat pekerja karena dinilai masih status quo.

Dalam perundingan yang berlangsung sekitar sejam itu, dari perwakilan karyawan dihadiri, Novriyadi, Tuah Kurniawan Saputra, Abrilato, Tontowi, Hitler Sinaga dan Benny Gunawan, dan Maruli. Sedangkan manajemen diwakilkan, Manager HRD BLR Lagoi, Syafrizal umar, Dedi Haryadi dan Muridan.

ketua PUK SP PAR FSPSI Reformasi PT Bintan Lagoon Resort novriyadi kepada Batam Pos seusai perundingan menuturkan karyawan mengajukan empat tuntutan karyawan. Tuntutan pertama, meminta manajemen mempekerjakan kembali karyawan yang sudah menerima pemutusan hubungan kerja. kedua, jika manajemen tidak bersedia mempekerjakan karyawan kembali, mereka meminta agar manajemen memberikan pesangon.

“Tuntutan ketiga, kami minta nama baik kami dipulihkan, karena sudah dicemarkan atas tuduhan menyerang atau mengintimidasi manajemen,” katanya. Tuntutan keempat lanjutnya, meminta perusahaan menerbitkan surat pengalaman kerja karyawan yang sudah di-PHK.

Sementara itu, ketua SPSI Reformasi Bintan, Darsono mengatakan, dirinya seyogyanya akan hadir mendampingi karyawan dalam perundingan itu. Hanya, kuasa hukum manajemen perusahaan menolak kehadiran serikat pekerja, karena menilai putusan pengadilan tata usaha negara yang menolak putusan penggugat, dalam hal ini PT BLR, Lagoi.

“Kuasa hukum perusahaan menilai ini status quo, padahal kan kita banding dan belum ada putusan tetap. Kecuali jika dikabulkan tuntutan mereka, maka serikat tidak bisa apa-apa. Ini kan tidak, hanya ditolak,” katanya.

Selain itu, pencatatan PUK SP PAR FSPSI Reformasi PT Bintan Lagoon Resort di Disnaker Bintan, katanya belum dicabut. Di samping itu, Darsono mengatakan, dalam perundingan yang dilakukan karyawan dan manajemen berakhir deadlock.

“Manajemen meminta waktu untuk menyampaikan tuntutan ke owner, sedangkan karyawan tidak bisa menunggu. Makanya, tadi perundingan deadlock,” tukasnya.

HRD Manager PT BLR, Syafrizal Umar dalam perundingan itu, mengatakan, pihaknya belum bisa memenuhi tuntutan karyawan. Dia meminta waktu seminggu untuk menyampaikan tuntutan karyawan ke owner perusahaan. (cr21)

Kompresor Silent Antar Kepri Juara III Nasional

0

batampos.co.id – Provinsi Kepri berhasil mempertahankan nama besarnya dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Nasional 2017 di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Pada ajang tersebut, salah satu inovasi dari Kepri, yakni Kompresor Silent menyabet juara III nasional.

Alhamdulillah Kepri masih mempertahankan nama besarnya di TTG Nasional 2017. Yakni keluar sebagai pemenang ketiga,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison pada Batam Pos, Jumat (29/9)

Menurut Sardison, Kepri sebenarnya mengirim beberapa inovasi dalam kampanye TTG Nasional tahun ini. Akan tetapi, setelah dilakukan penilainnya, hanya Kompresor Silent yang masuk dalam jalur juara. Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan tersebut menjelaskan, capaian ini adalah tetap menjaga eksistensi Kepri di TTG Nasional.

“Apapun hasil yang kita terima hari ini adalah yang terbaik. Selanjut tugas kami adalah bagaimana, inovasi yang ada memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelas Sardion.

Masih kata Sardison, selain menggelar hajatan TTG, juga disejalankan dengan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu isu strategis yang dibahas adalah meningkatkan pemahaman pentingnya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dengan sentuhan TTG.

“Setelah kami, akan terobosan, inovasi-inovasi yang sudah ada terus dikembangkan. Sehingga bernilai guna bagi masyarakat maupun dunia usaha,” tutup Sardison.

Sementara itu, Ahmad Ari Saputra sang penemu Compresor Silent mengaku bangga bisa memberikan yang terbaik bagi nama besar Provinsi Kepri di tingkat nasional. Diceritakannya, tentang asal mula ia membuat penemuan tersebut. Diakuinya, adanya compresor silent memang sudah lama. Hanya saja, penemuan yang dibuat lebih baik lagi dibadingkan dengan yang sudah ada. Bagi tukang air brush tersebut, alat penemuannya itu membuat dirinya bisa bekerja 24 jam tanpa memberikan kebisingan bagi tetangga.

“Silent Compresor inilah kemarin yang menang juara umum di ajang TTG Tingkat Provinsi Kepri di Batam belum lama ini,” ungkap Ari

Menurut Ari, apabila dibandingkan dengan kompresor convensional tentunya akan sangat berbeda. Tetapi dari segi kegunaanya jauh lebih banya. Disela-sela perbincangan, Ari juga menceritakan tentang awal mula dirinya menciptakan alat tersebut. Diakuinya, kompresor silent sebenarnya sudah ada. Hanya saja, peruntukannya terbtas.

“Semua pelaratan yang digunakan konsepnya adalah ramah lingkungan. Karena latar belakangnya adalah sebagai tukang cat, makanya ingin membuat sebuah terobosan,” paparnya.

Pria yang sehari-hari aktip sebagai karyawan Bintan Service Point (BSP) tersebut mengatakan, untuk menghasilkan Silent Compresor tersebut, ia tidak selesai dalam satu kali percobaan. Dengan kesabaran, ia berhasil menuntaskan inovasi tersebut. Adapun perangkat-perangkat keras yang dibutuhkan adalah barang-barang seperti motor kulkas, tabung prion, sakelar otomatis. Selain itu melengkapi sistem kerja Silent Compressor adalah melengkapi dengan dua unit regulator

“Untuk membuat sebuah Silent Compressor cukup dengan Rp1,5 juta. Tetapi semua barang-barang yang digunakan adalah bekas,” ungkap Ari.

Dijelaskan Ari, sistem kerjanya sama seperti kulkas. Dari segi anggaran, penggunaan Silent Compressor ini bisa lebih hemat 85 persen dibandingkan dengan Kompresor Konvesnional. Apalagi kekuatan listriknya hanya 90 watt. Untuk teganggan anginnya juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

Disebutkannya, sejauh ini ia sudah membuat beberapa unit pesanan teman yang tergabung didalam komunitas airbrush. Diakuinya, hasil temuannya ini memang belum dipatenkan.Masih kata Ari, dirinya sudah melakukan beberapa uji kelayakan Silent Compressor. Sehingga disimpulkan ada delapan kegunaannya. Yakni untuk bengkel, tambal ban, cat, air brush, dan pertukangan meubel. Selain itu ia juga sudah menguji bagi suply oksigen peternakan ikan.

“Khusus untuk kolam ikan, harus ditambah carbon aktiv. Fungsi carbon tersebut adalah menetralisir racun yang ada.Ternyata berhasil,” sebut Ari.

Pria 25 tahun tersebut juga mengatakan, salah satu yang belum teruji adalah untuk kebutuhan medis, yakni bagi tukang gigi. Tentu untuk mencapai tahapan tersebut, kata Ari, perlu dilakukan uji lab. Ia yakin, penemuannya itu sangat berguna bagi dunia usaha dan sebagainya.

“Kalau kompresor biasa, perjamnya sekitar Rp2.000. Sedangkan Silent Compressor ini hanya Rp320 perjam. Dan ini sudah kita ukur,” terang Ari.(jpg)

Disdik Komitmen Berantas Narkoba

0
Bakri Hasyim. F.Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah melakukan rapat koordinasi bersama kepala sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat bersama perwakilan Yayasan Rehabsos Sado Karimun, Polres Karimun dan Pemkab Karimun diwakili oleh Plt Sekda Karimun M Tang beberapa waktu lalu, disepakati Dinas Pendidikan Karimun bersama pihak sekolah akan memberantas narkoba yang masuk di kalangan pelajar.

“Kami komitmen untuk memberantas narkoba yang masuk di pelajar. Dengan catatan semua kalangan harus terlibat dalam pemberantasan narkoba, termasuk para orang tua murid yang paling berperan dalam memantau anak-anaknya di rumah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, Jumat (29/9).

Untuk itulah, pihaknya berharap bantuan dari orang tua untuk ikut memantau aktivitas anak-anaknya di sekitar lingkungan, maupun pergaulan dengan rekan-rekan sejawat. Sehingga, apabila terdapat tingkah laku anak yang mencurigakan bisa diketahui sedini mungkin.

“Narkoba saat ini cukup mengerikan, berbagai modus mereka lakukan untuk merusak generasi penerus bangsa. Anda bisa lihat sendiri, baru-baru ini pihak aparat melakukan tangkapan terhadap pengedar narkoba. Baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Plh Sekda Karimun M Tang, meminta agar komitmen pemberantasan narkoba ditingkatkan dalam koordinasi lintas sektoral oleh Disdik dalam upaya pencegahan. Supaya bisa menekan angka terjadinya pelajar yang terjerat narkoba. “Harus ada koordinasi semuanya dalam penanganan narkoba di kalangan pelajar,” ucapnya.

Sedangkan dari pihak Yayasan Rehabsos Sado Karimun Nurliza mengungkapkan, data pelajar yang positif menggunakan narkoba, tidak bisa dipublikasikan. Yayasan tersebut menurut Nurliza sudah melayangkan surat izin ke Dinas Pendidikan Karimun sejak awal tahun 2017 dengan nomor surat 004/SADO-IPWL/2017 tertanggal 09 Januari 2017 yang ditandangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim.

“Kami tidak sembarangan masuk ke sekolah-sekolah, apabila tidak melaporkan aktivitas kami ke Dinas Pendidikan Karimun,” tegasnya.

Lanjutnya, paling penting adalah jangan anggap remeh terhadap anak-anak yang menghirup lem. Sebab itu juga salah satu langkah awal menggunakan narkoba. Untuk itulah pihaknya terus melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba yang masuk ke kalangan remaja.

“Kami akan terus jalan untuk memberikan sosialisasi mengenai napza, maupun memberikan bantuan hukum terhadap pelajar yang tersandung narkoba, termasuk rehabilisasi sosial dan konseling individu maupun kelompok dan keluarga,” paparnya.

Di tempat yang sama Kasat Binmas Polres Karimun AKP Eriman memaparkan, dalam satu semester tahun ini, sudah tercatat 111 kasus tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan Polres Karimun. Dari 111 kasus tersebut, termasuk 31 kasus narkoba.
“Kalau dihitung per bulan ada 5 kasus narkoba. Minimal dalam satu minggu ada tangkapan tindak kejahatan, termasuk di dalamnya kasus narkoba,” ungkapnya.(tri)

Dikostek Bravo Tutup Total

0

batampos.co.id – Salah satu tempat hiburan malam yang telah lama berdiri di Tanjungbalai Karimun, Diskotek Bravo akhirnya tutup. Salah satu penyebab, karena besarnya biaya operasional yang harus dibayarkan setiap bulan tidak seimbang dengan pendapatan.

”Sebenarnya, kita sudah tidak lagi beroperasi sejak Rabu (27/9) malam. Namun, secara resmi baru tadi siang (kemarin, red) manajemen kita memberikan surat resmi ke pemerintah daerah yang menyatakan bahwa kita tidak lagi beroperasi secara permanen. Salah satu penyebabnya, pengunjung sepi dan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan setiap bulannya,” ujar Manajer Operasional Diskotek Bravo, Eka kepada Batam Pos, Jumat (29/9).

Dikatakannya, kondisi diskotek yang sepi bukan baru dalam beberapa bulan ini terjadi, tapi, sudah sejak setahun lalu kondisinya tidak berubah. Meski mencoba bertahan, akhirnya manajemen tidak sanggup lagi untuk meneruskan operasional. Sehingga, kesimpulannya harus tutup. Bukan tutup sementara, tapi tutup total untuk selamanya. Karena, kalau tutup sementara karyawan harus dibayar gajinya setiap bulan.

”Pada tahun lalu, rencana untuk tutup sudah ada, karena kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Tapi, ketika itu dari top manajemen masih memikirkan nasib para karyawan. Artinya, kalau berhenti mau kerja dimana. Sedangkan, lapangan kerja terbatas. Akhirnya, pada tahun lalu sepakat tidak jadi tutup. Namun, karena tahun ini kondisi pengunjung masih tetap sepi, manajemen terpkasa harus tutup,” jelasnya. (san)

KSOP Tunda Keberangkatan Kapal

0
Petugas BMKG memantau kondisi cuaca. Foto: dok Batam Pos.

batampos.co.id – Beberapa orang penumpang yang sudah naik ke kapal dengan tujuan tujuan dalam negeri dan luar negeri, Jumat (29/9) harus turun lagi dan kembali ke ruang tunggu. Hal ini disebabkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun melakukan penundaan terhadap keberangkatannya disebabkan angin kencang.

”Fungsi dari KSOP tidak hanya memberikan izin terhadap kapal untuk berlayar. Tapi, kita juga mempunyai fungsi dan hak untuk menunda kapal yang akan berangkat karena alasan keselamatan. Misalnya tadi pagi (kemarin, red) ada beberapa kapal yang jadwal keberangkatannya pada pukul 07.00 WIB, antar pulau dalam provinsi dan juga luar negeri harus kita tunda keberangakatannya,” ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Tanjungbalai Karimun, Syahrinaldi kepada Batam Pos.

Penundaan tersebut, katanya, disebabkan sejak pukul 06.30 WIB angin mulai bertiup kencang disusul dengan hujan hujan deras. Demi keselamatan, maka keberangkatan kapal-kapal yang biasanya berangkat pukul 07.00 WIB tujuan ke berbagai tujuan dari pelabuhan internasional dan domestik ditunda selama satu jam lebih. Dan, seperti biasanya, sebelum kapal berangkat penumpang sudah naik, akhirnya turun kembali.

”Sebenarnya, petugas kita kita sudah memberikan penguman resmi melalui pengeras suara yang terpasang di dalam area pelabuhan, termasuk ruang tunggu. Tapi, tetap saja ada penumpang yang naik ke atas kapal. Kemungkinan, tidak tahan berada di dalam kapal yang sandar dan terkena ombak, penumpangnya turun kembali,” paparnya.

Dilanjutkan Syahrinaldi, penundaan yang dilakukan hanya selama satu jam 10 menit. Kapal-kapal pertama baru berangkat pada pukul 08.10 WIB. Karebna, pada waktu tersebut angin dan hujan mulai reda. Yang berarti, kon disi gelombang di laut juga mulai tenang. Makanya, kapal-kapal diperbolehkan berangkat. Hal ini dilakukan tidak lain untuk keselamatan penumpang yang naik kapal. (san)

Menteri PAN akan Tertibkan THL dan PTT

0

batampos.co.id – Tenaga Harian Lepas (THL) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tersebar di kabupaten kota dan provinsi se Indonesia harap cemas. Pasalnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Asman Abnur memberikan lampu hijau untuk menertibkan pegawai, yang berstatus THL dan PTT.

“Di undang-undang ASN sudah jelas, yang namanya ASN ada dua. PNS dan Pegawai non PNS kontrak,” jelasnya seusai memberikan kuliah umum di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sultan Abdurrahman, Kilometer 19, Bintan, Jumat (29/9) kemarin.

Oleh karena itu, di luar dari PNS dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) ke depan harus ditertibkan. “Statusnya harus jelas,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, masyarakat yang ingin bekerja di kantor pemerintah harus mengikuti seleksi sesuai aturan yang berlaku dalam undang – undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Terlebih, saat ini, pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengabdi sebagai pegawai negeri sipil di 60 lembaga/kementerian.

“Silakan kawan-kawan yang berminat menjadi PNS, silakan mendaftar. Jika jika mau menjadi PNS harus tes,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Bintan, Irma Annisa kepada Batam Pos, kemarin mengatakan, saat ini, pegawai tidak tetap di Bintan berjumlah 44, sedangkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak sebanyak 918 orang, dan pegawai negeri sipil sebanyak 3.180 orang.

Sedangkan, jumlah tenaga harian lepas, dia mengaku tidak tahu, karena THL
diangkat berdasarkan Surat Keputusan dari masing-masing organisasi perangkat daerah. Honorer daerah dan pegawai tidak tetap, disebutkannya hampir sama. Hanya, Sk ditandatangani oleh bupati atau wali kota sebagai pejabat pembina kepegawaian.

“PTT dan honor daerah ini sekarang sebutannya honor daerah kontrak bukan PNS (direkrut tahun 2014 ke atas), sedangkan PTT direkrut sebelum tahun 2014,” jelasnya.

Kabid Mutasi Kepegawaian di (BKP2D) Bintan, Ami Rofian mengatakan, beberapa OPD tidak ada lagi THL. Di Bintan, rata-rata sudah ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak. Hanya, ada beberapa orang tenaga harian lepas di bagian sekretariat. “THL tergantung kebutuhan dinas-dinas, kalau masih butuh tenaga, boleh saja rekrut
THL. Tapi gajinya ditanggung kepala OPD,” tukasnya. (cr21)

Kembangkan Pendidikan di Kepri

0

batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur  mengatakan Kepri, merupakan salah satu provinsi yang memiliki tiga Institut Negeri yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi universitas yang memiliki standar Internasional.

Diantaranya, Universitas Maritim Raja Haji Ali, di Tanjungpinang, Politeknik Batam, serta Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, di Kabupaten Bintan.

“Tiga Institut Negeri yang berada di satu provinsi itu tidak banyak terjadi di Indonesia. Salah satunya ya di Kepri. Tentunya ini merupakan potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ungkap Asman usai memberikan kuliah umum bagi ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri, di Bintan, Jumat (29/9).

Untuk itu, dirinya meminta agar pemerintah daerah bisa ikut mendukung sepenuhnya terhadap kemajuan pendidikan di Provinsi Kepri.

“Saya sudah sampaikan kepada Gubernur Kepri, dan Wakil Bupati Bintan, untuk ke depannya bisa saling bekerjasama dan lebih memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan utama untuk mendukung proses belajar mahasiswa tersebut, sehingga dapat mendorong kemajuan pendidikan di Kepri, kedepannya menjadi lebih baik,” jelasnya.

Menurutnya, apabila tingkat pendidikan di Kepri, bisa berkembang menjadi besar, tentunya juga akan menguntungkan bagi generasi muda lokal. Pasalnya tidak perlu harus jauh-jauh untuk bisa sekolah, karena di Provinsi Kepri, sudah ada tiga Institut Negeri yang dapat diandalkan dan memiliki standart Internasional.

“Saya punya komitmen yang tinggi terhadap Kepri. Apalagi saya dibesarkan disini (Bintan, red). Mudah-mudahan nantinya, dengan peningkatan pendidikan ini budak-budak Kepri, tidak perlu lagi jauh-jauh untuk bisa menimbah ilmu. Bahkan nantinya orang luar juga bisa sekolah disini,” tuturnya.

“Semoga tiga Universitas Negeri ini bisa menjadi kampus yang bertaraf Internasional, dengan para lulusan terbaik, yang dapat memberikan sumbangsih besar bagi negara Indonesia,” imbuhnya. (cr20)