Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13276

Sapuan Dari Pasuruan Nyelundup 86 Gram Sabu di Dubur

0

batampos.co.id – Seorang TKI asal Pasuruan, Jawa Timur diamankan petugas Bea dan Cukai Batam di pelabuhan feri internasional Batamcenter pagi tadi (18/7/2017). Adalah Sapuan, nama penyelundup sabu tersebut.

Pria 31 tahun ini terdeteksi meain xray di pelabuhan saat hendak keluar dari pelabuhan. Sabu yang ia selundupkan seberat 86 gram.

Ada dua kantong sabu yang dibalut dengan kertas bening kemudian dimasukkan ke dalam duburnya.

Mungkin saja ia berpikir bahwa barang yang diletakan pada tempat yang tidak semestinya itu akan lolos dari pemeriksaan mesin xray.

Menurut petugas BC Batam, sabu itu diselundupkan dari Malaysia. Sapuan sendiri baru tiba di Batam menggunakan kapal feri dari Stulang Laut, Malaysia. (ska)

Nakhoda dan Kru Kapal Alami Luka Bakar

0

batampos.co.id – Satu orang nakhoda dan dua orang kru dari speed boat Terubuk Express 03 yang biasa mengangkut penumpang dari Tanjungbalai ke Tembilahan mengalami luka bakar pada Ahad (16/7) pukul 18.00 WIB. Penyebabnya, kapal saat itu sedang mengisi bensin ke dalam speed boat menggunakan jerigen dan tiba-tiba ada percikan api, sehingga mengenai nakhoda dan kru kapal.

”Belum dapat dipastikan dari mana percikan api tersebut muncul, yang jelas, pada saat pengisian bensin ke dalam speed boat, kondisi mesinnya sedang mati. Akibat dari peristiwa tersebut, nakhoda kapal, M Nur dan dua orang kru kapal, Haskur Ranendra dan Egi Aidil terkena sambaran api dan mengalami luka bakar cukup serius,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno, Senin (17/7).

Penyidik sudah ke RSUD M Sani untuk melakukan penyelidikan terhadap ketika korban. Namun, sampai hari ini (kemarin, red) ketiganya belum bisa dimintai keterangan. Karena, masih dalam kondisi trauma. Selain itu, belum bisa memberikan keterangan secara jelas. Dari keterangan tim medis, M Nur mengalami luka sampai 70 persen. Yakni, bagian wajah, depan dan belakang mengalami luka bakar.

”Sedangikan, Hasku Ranendra dan Egi Aidil juga lumayan parah luka bakar di tubuhnya mencapai 50 persen. Selain itu, Tim Inafis Polres Karimun juga sudah melakukan pengecekan dan identifikasi ke speed boat Terubuk Express 03, memang ada tanda-tanda bekas terbakar. Seperti, 4 buah tempat duduk dalam speed boat bagian tengah dalam keadaan bekas terbakar. Begitu juga sampul kursi yang terbuat dari kulit dalam keadaan hangus terbakat,” jelasnya.

Temuan lain, kata Dwihatmoko, hasil pemeriksaan Tim Inafis juga menemukan sampul atau penutup kemis boat hangus terbakar. Begitu juga, lampuawak kapal terbakar bagian belakang hangus terbakar dan selang tempat pengisian minyak bagian belakang kapal hangus terbakar. Sedangkan kondisi kapal dalam keadaan baik atau tidak terbakar. Dalam pertistiwa tersebut juga tidak terjadi ledakan. (san)

Penyidik Bakal Periksa 10 Saksi OTT Ditpam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 10 orang saksi bakal diperiksa terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan DS, oknum Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.

Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto saat dikonfirmasi menuturkan guna kepentingan penyelidikan 10 saksi ini ada kaitannya dengan kasus tersebut. Termasuk pihak Ditpam dan Polsek Batamkota yang sempat terlibat gaduh saat mengamankan DS.

“Saat ini baru 6 saksi yang kami periksa,” ujar Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Budi Suryanto, Senin (17/7).

Sebelumnya, penyidik Tipidkor Polda Kepri sudah memeriksa Syaparudin selaku Direktur PT Syarpindo Jaga Prima (SJP) dan Agus rekannya. Dua orang ini adalah saksi korban.

Mereka dimintai keterangan terkait tindak pidana yang terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekira pukul 17.15 WIB. Peristiwa pemerasan itu terjadi di Baresto Cafe Nagoya Hill. Kepada polisi Syaparudin mengaku saat itu dimintai Rp 30 juta oleh DS.

Dikatakan Budi, penyidik terus mendalami kasus untuk mengetahui tindak pidana korupsi seperti gratifikasi, suap dan lainnya.

“Masih didalami,” tambahnya.

Namun, Budi mengaku berterimakasih kepada BP Batam yang telah berupaya “bersih-bersih” di internal. Pihaknya juga menghimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan pungutan liar.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono mengatakan sistem perekrutan tenaga pengamanan oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dilakukan bila sesuai keperluan saja. Katanya untuk tahun 2017 ini ada sebanyak 84 orang yang direkrut. Kemudian pelimpahan dari kantor Air di lelang bulan Mei lalu sebanyak 39 orang. Sedangkan jumlah tenaga Ditpam yang sudah pegawai tetap sekitar 300 orang.

“Memang tiap tahun berbeda-beda kebutuhannya,” jelas Andi.

Terkait DS, oknum pejabat Ditpam golongan III yang sempat diamankan tim internal BP Batam sendiri, kata Andi saat ini yang bersangkutan masih bekerja.

“Kami belum bisa memberikan sanksi kepada DS, karena kasus ini ditangani sepenuhnya oleh polisi,” jelasnya. (rng)

Wawako: Ada Yang Jual Nama Saya

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengaku ada yang nekad menjual namanya saat proses penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal ini diketahui setelah adanya komunikasi dengan kepala sekolah SMA.

“Ada juga yang jual-jual nama saya,” kata Amsakar, usai rapat Paripurna di gedung DPRD Batam, Senin (17/7).

Namun, Amsakar enggan membeberkan nama sekolah yang ada mencatut nama beliau. “Nama anak yang diikutsertakan seolah-olah titipan saya itu sudah diinventarisir oleh oknum-oknum tertentu selama dua minggu,” jelasnya.

Terkait masalah pungli, Amsakar mengaku hal ini tak bisa dipungkirinya. Apalagi persoalan itu kerap muncul ke permukaan dari waktu ke waktu setiap kali proses PPDB. Padahal, sikap pemerintah sendiri dinilai sudah jelas.

“Tak ada rupiah yang beredar,” tegasnya.

Tekait sanksi pemecatan bagi pelaku pungli,  Amsakar juga bukan sekedar gertakan. Hal itu dibuktikan adanya kepala sekolah tingkat SD yang dipecat beberapa waktu lalu, setelah Amsakar melakukan inspeksi mendadak ke sekolah bersangkutan. (rng)   

Kompensasi Nelayan, PT Grace Rich Marine Lepas Tangan

0
Pertemuan PT GRM dengan nelayan yang difasilitasi Komisi II DPRD Karimun. F.Ichwanul/Batam Pos.

batampos.co.id – PT Grace Rich Marine (GRM) dinilai lepas tangan terhadap tuntutan kompensasi nelayan atas kegiatan pendalaman alur yang dilakukan perusahaan tersebut di perairan wilayah Kecamatan Meral. Perusahaan bersikukuh, kompensasi sudah diberikan melalui koordinator nelayan yang ditunjuk dihadapan notaris. Makanya PT GRM tidak lagi mengurus siapa-siapa saja nelayan yang berhak mendapat kompensasi.

“Dari segi legalitas, sudah kami kunci. Kami tidak tahu siapa-siapa yang berhak menerima kompensasi. Data penerima akurasinya dipegang oleh koordinator yang ditunjuk,” ungkap Edi C Lummawie, mewakili PT Grace Rich Marine dalam pertemuan antar nelayan dan manajemen perusahaan yang difasilitasi Komisi II DPRD Karimun, Senin (17/7) kemarin. Turut hadir, Kapolsek Meral, Camat Meral, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Lurah Seiraya, dan Lurah Seipasir.

Di sisi lain, pihak manajemen mengaku sudah memperoleh data-data nelayan jauh sebelumnya. Dan data nelayan tadi merupakan hasil cross check koordinator dengan UPTD Perikanan dan Kelautan.

“Jadi, bukan semata-mata laporan dari koordinator yang kami terima, baru dibayarkan begitu saja. Tetapi datanya lengkap, bahkan dengan bukti-bukti,” timpal Juntak, perwakilan dari PT GRM.

Manajemen PT Grace Rich Marine sejatinya pun, tidak ingin berlarut-larut menyelesaikan persoalan yang sudah berjalan empat bulan ini. Tetapi lantaran manajemen juga memiliki keterbatasan. Oleh karenanya, Edi berharap, tiga koordinartor yang ditunjuk diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan.

Belum sempat koordinasi nelayan, Khaidir menyampaikan penjelasan secara rinci, kelompok nelayan yang hadir langsung bersorak. Mengingat, Khaidir tidak bisa menjawab tuntutan nelayan yang sejak dari awal meminta penjelasan mengapa pembagian kompensasi tidak merata. Bahkan ada kelompok nelayan yang tidak menerima kompensasi sama sekali.

Edi sendiri pun tidak bisa menjelaskan posisinya di PT GRM. Lantaran tidak ada kepastian dari manajemen PT GRM untuk mentuntasi persoalan kompensasi nelayan, M Yusuf Sirat selaku Ketua Komisi II DPRD langsung menstop pertemuan. Sekaligus mengambil kesimpulan dengan memberikan kesempatan kepada perusahaan dan kelompok nelayan kembali duduk bersama untuk mencari solusi. Tentunya harus melibatkan pihak kecamatan, kepolisian, dan dinas terkait.

“Kami di DPRD ini bukan selaku eksekutor, melainkan fasilitator. Jadi selesaikanlah secara kekeluargaan. Dan tenggat waktu yang diberikan satu bulan ke depan,” tegas Yusuf Sirat.
Sebagai mana diketahui, kisruh kompensasi nelayan berawal dari ketidakpuasan atas pembagian yang dinilai tidak merata. Bahkan terkesan tebang pilih yang dilakukan koordinator yang ditunjuk.

PT Grace Rich Marine melakukan pendalaman alur di depan perairan Seipasir, Kecamatan Meral. Sebagai ganti rugi atas nasib yang menimpa nelayan, perusahaan memberikan kompensasi dalam bentuk uang tunai melalui koordinator yang dipercaya.
Anehnya, nilai kompensasi yang diterima setiap anggota kelompok nelayan tidak sama. Jumlah yang diterima pun masih dilakukan pemotongan yang dilakukan koordinator. Di sisi lain, pembagian kompensasi pun tidak dilakukan menggunakan skala prioritas. Artinya, kelompok yang terkena dampak langsung dari aktivitas pendalaman alur tadi, seharusnya lebih tinggi kompensasi yang diterima mereka.

Oleh karenanya, nelayan mengindikasikan sudah terjadi penyimpangan soal kompensasi tersebut. Ditambah lagi, koordinator yang dipercaya untuk membagikan dana kompensasi dinilai tidak transparan, dan selalu mengelak ketika ditanya perbedaan penerimaan kompensasi tersebut. (enl)

Jumlah Siswa dengan Kelas Tak Seimbang, Sekolah dalam 3 Sesi

0
Ilustrasi  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Batamkota akan membagi jadwal pembelajaran dengan tiga sesi, yakni pagi, siang dan sore. Hal ini akibat membeludaknya jumlah murid yang diterima di sekolah tersebut. Untuk murid kelas 1 yang diterima melebihi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yakni 46 hingga 48 siswa per kelas.

“Harusnya boleh itu 40, tapi untuk mengakomodir jumlah siswa yang masuk begitu banyak. Kami harus terima melebihi SPM,” kata Kepala Sekolah SDN 006, Dahlius, Senin (17/7).

Ia mengatakan jumlah siswa yang diterimanya saat ini ada 4 rombel siswa. Dan siswa yang diterima keseluruhannya sebanyak 190 orang. “Pagi itu mulai pukul 07. 30 – 09. 30, dilanjutkan siang pukul 10.00 – 11. 30 dan sore pukul 01.30 hingga pukul 13.30,” ujarnya.

Dari pantauan Batam Pos terlihat anak-anak baru tersebut ditemani oleh orangtuanya. Sementara itu di ruang guru, terlihat masih ada beberapa orangtua murid yang mencoba meminta anaknya untuk masuk sekolah. Lalu ada juga orangtua yang mengurus kepindahan anaknya.

Sementara itu hari pertama di SMAN 3 Batamkota terlihat lancar. Anak-anak yang baru masuk itu, harus menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) selama 3 hari. “Materinya mengajarkan anak-anak tata tertib sekolah, fasilitas, guru-guru yang ada,” tutur Wakil Kepala Sekolah SMAN 3, Midianto.
Pada masa MPLS ini, kata Midi siswa tersebut akan dibagi dalam 10 gugus sesuai dengan nama-nama kerajaan yang ada di sejarah Indonesia. (ska)

64 Kesebelasan Ikut Gubernur Cup

0
Akop Ismail. Foto: Ichwanul/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 64 kesebelasan dipastikan ikut bertarung memperebutkan Gubernur Cup I yang dihelat, Senin, 24 Juli di Stadion Mini, Kecamatan Moro. Pembukaan sekaligus tendangan pertama, dilakukan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Turnamen yang menggunakan sistem gugur ini, tidak hanya diikuti kesebelasan dari lokal Kabupaten Karimun. Tetapi juga diikuti kesebelasan dari Kota Batam, Kateman (Inhil), dan Kampar. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp85 juta.

“Bagi juara satu hingga harapan, berhak membawa pulang piala, medali, dan uang pembinaan. Hadiah uang tunai diberikan bagi pemegang top scorer, dan pemain terbaik. Total hadiah, mencapai Rp 85 juta,” kata Akop Ismael, selaku Ketua Pelaksana Gubernur Cup I, kemarin.

Tujuan turnamen digelar, tidak sekadar mencari pemenang. Sebaliknya, diharapkan bermunculan bibit-bibit berbakat dan potensial di dunia sepakbola di Kepri. Sehingga mereka nantinya bisa ikut pula seleksi di tim kebesaran Kepri, 757 Kepri Jaya yang kini berlaga di Liga 2 Indonesia.

“Memang sangat kita harapkan, akan lahir pemain sepakbola andalan Kepri melalui turnamen Gubernur Cup ini. Sehingga mereka nantinya mampu bersaing, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk ikut mengharumkan nama Kepri dikancah Liga Indonesia,” tegas Akop. (enl)

Hari Pertama Sekolah Pelajar Tebar Senyuman

0

 

Hari pertama masuk, para pelajar baru SMP Negeri 1 Karimun mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Hari pertama masuk ajaran baru 2017/2018, dipenuhi berbagai beragam tingkah laku anak didik yang baru masuk sekolah. Mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Serajat.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengatakan, hari pertama masuk sekolah hanya untuk memperkenalkan antara guru pengajar maupun wali kelas kepada siswa/siswa. Artinya hampir semua sekolah, baik SD kelas I, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/Sederajat.

”Jadi yang pelajar baru masuk mulai SD, SMP dan SMA, selama tiga hari dilaksanakan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Sedangkan, siswa/siswi yang naik kelas tetap belajar seperti biasa sesuai dengan jam pelajaran,” jelasnya, Senin (17/7).

Lanjutnya, selain itu orangtua murid langsung diadakan pertemuan dengan pihak sekolah. Tujuannya untuk membentuk paguyuban sekolah, dalam rangka pendidikan keluarga. Artinya, para orangtua murid diusahakan agar dapat mengantar maupun menjemput anaknya di sekolah. Selain itu, orangtua murid harus bisa berdiskusi kepada wali muridnya tentang matapelajaran selama satu tahun.

”Kita inginkan, orangtua murid bisa tahu sejauh mana perkembangan anaknya disekolah. Saya sudah pesankan kepada seluruh kepala sekolah agar terus menjalin komunikasi kepada orangtua murid, sejauh mana perkembangan anak-anaknya dalam menyerap ilmu yang disampaikan gurunya,” tuturnya.

Sementara Plt Kepala SMPN I Karimun Syahmaiti mengatakan, jumlah siswa yang ditampung sekolahnya mencapai 244 pelajar. Dan besok hari terakhir dalam proses PLS, dengan pengurus OSIS yang memberikan arahan kondisi sekolah tersebut.
”Pengenalan lingkungan sekolah sangat penting. Terutama, memberikan edukasi terhadap pendidikan karakter. Dimulai dari kebersihan lingkungan dahulu,” ungkapnya.

Pantauan di SMPN I Karimun, para siswa/siswi baru tersebut dikumpulkan di aula sekolah. Untuk diberikan edukasi oleh kakak kelasnya yang tergabung dalam OSIS. Dengan menggunakan seragam merah putih dan topi merah, mereka semangat mendengarkan arahan dari kakak kelasnya. ”Lumayan bagus sekolahnya bang bersih dan asri,” singkat Moza salah seorang siswa kelas VII. (tri)

Tujuh Anak Putus Sekolah Dikirim ke Pekanbaru

0

batampos.co.id – Tujuh orang anak putus sekolah asal Anambas akan dibawa ke panti sosial di Rumbai, Pekanbaru untuk diberikan pembekalan berupa pelatihan pengembangan diri. Mereka akan dibekali keterampilan kerja selama enam bulan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan SDM, supaya anak-anak tersebut memiliki keterampilan khusus sehingga siap untuk bekerja usai pulang dari Pekan Baru.

Kepala Bidang rehabilitasi dan pemberdayaan jaminan sosial pada Dinas Sosial, pemberdayaan, pelindungan perempuan anak, pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Kepulauan Anambas Supriyadi, mengatakan, pengiriman tujuh orang anak putus sekolah ini merupakan hasil pendataan yang dilakukan yang dilakukan sejak awal tahun 2017. Pengiriman anak putus sekolah untuk mendapatkan pelatihan ini pun, diketahui sudah kesekian kalinya dilakukan bahkan sudah masuk angkatan ke-75 se-Sumatra.

“Sebenarnya ada sepuluh anak tapi tiga diantaranya tidak bisa kami berangkatkan karena satu anak umurnya sudah melewati batas maksimal, satu orang sudah dibawa pamannya bekerja di Batam. Sementara, satu orang anak lagi tidak diizinkan oleh orangtuanya untuk diberangkatkan,” ujarnya Senin (17/7).

Ia menjelaskan, program ini berasal dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, namun proses pengiriman dan penjemputan dibebankan melalui APBD Kabupaten. Sejumlah persyaratan pun, harus dipenuhi bagi anak-anak yang akan dikirim ke Panti sosial di Pekanbaru ini. Salahsatunya, batas umur maksimal 18 tahun setelah pengiriman.

Pengiriman anak putus sekolah ke panti sosial di Rumbai, Pekanbaru ini pun sebelumnya telah terjalin nota kesepahaman antara Pemkab Anambas dengan panti sosial yang diketahui merupakan milik Kementrian Sosial Republik Indonesia ini.

“Setelah pulang ke Anambas. Kami akan membantu modal berupa peralatan pendukungnya. Misalnya, ketika dilatih di sana dia lebih condong ke perbengkelan, maka kami berikan modal alat bengkel. Untuk tahun lalu, ada sembilan orang yang kami kirimkan ke sana. Saat ini, mereka sudah kembali sekitar bulan Juni kemarin. Dari sembilan orang itu, sudah ada tiga orang yang mendapatkan pekerjaan,” bebernya.

Tidak hanya mengirim anak putus sekolah, kunjungan ke ibukota Provinsi Riau ini pun, juga dimanfaatkan untuk menjemput tiga orang pasien psikotik di RSJ Tampan, Pekanbaru yang telah dinyatakan sembuh. “Selain mengirim, juga menjemput pasien di RSJ Tampan Pekanbaru,” ungkapnya. (sya)

Harga Bawang Merah dan Putih Naik

0
Pembeli memilih bawang merah yang harganya naik sejak dua hari di Pasar Baru Tanjunguban. Foto: Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Harga bawang merah dan bawang putih melambung. Kenaikan harga terjadi karena pasokan bumbu dapur tersebut berkurang. Di Pasar Baru Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, harga bawang merah berkisar Rp 15 ribu per kilo dari sebelumnya berkisar Rp 8 ribu per kilo. Sedangkan bawang putih berkisar diharga Rp 32 ribu per kilo dari sebelumnya Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilo.

“Sudah naik 2 hari yang lalu,” kata Usman pedagang di Pasar Baru, Tanjunguban, Senin (17/7).

Menurut Usman, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih karena sebagian petani di Jawa mengalami gagal panen. Sehingga menyebabkan pasokan bawang merah dan bawang putih menurun dan mengakibatkan harga di pasar naik.

Padahal setelah lebaran menurutnya, harga bawang merah dan putih stabil. “Karena pasokannya berkurang, sehingga harganya naik,” kata Usman.
Selain bawang merah dan putih, harga bayam perlahan naik. Dari biasanya Rp 5 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilo. “Pasokan bayam juga menurun,” katanya.

Eri pedagang lainnya mengatakan harga bawang merah dan putih perlahan merangkak naik. Kenaikan karena pasokan menurun. “Permintaan per hari tergantung. Tidak sampai 10 kilo lah,” kata Eri kepada Batam Pos di Pasar Baru Tanjunguban, kemarin.

Sementara harga komoditi lainnya stabil. Cabai merah masih diharga Rp 28 ribu per kilo, cabai hijau dikisaran 37 per kilo. Tomat diharga Rp 13 ribu per kilo dan kankung Rp 5 ribu per kilo, bawang bombay Rp 13 ribu per kilo dan bunga kol seharga Rp 7-8 ribu per kilo. (cr21)