Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13290

Roger Moore Meninggal Dunia

0
Roger Moore dan gayanya saat menjadi James Bond (kiri), Moore pada usia senja. (AFP, Daily Mail)

Roger “James Bond” Moore, meninggal dunia.

Dalam pernyataan yang dirilis keluarga, Moore meninggal dunia dalam usia 89 tahun di Swiss karena sakit.

Disebutkan dalam pernyataan itu, aktor pemeran agen 007 itu meninggal setelah menghadapi kanker yang singkat.

Saat meninggal, Moore dikelilingi keluarga yang mencintainya.

”Dengan hati berat kami harus mengumumkan bahwa ayah tercinta kami sudah meninggal dunia di Swiss setelah berperang dengan berani melawan kanker,” tulis pernyataan keluarga.

Aktor asal Inggris itu akan dimakamkan di Monaco, tempat terakhir Moore tinggal bersama istri keempatnya Kristina Tholstrup.

”Cinta yang berada di sekelilingnya di saat-saat terakhir sangat besar dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata,” sambungnya.

Ditambahkan pernyataan itu, mereka memberikan dukungan kepada Kristina untuk melewati masa-masa sulit ini. ”Sesuai permohonan ayah kami, pemakaman akan dilakukan secara pribadi di Monaco.” Mereka juga menuliskan kalau Moore menganggap pencapaian terbesarnya adalah bisa bekerja sama dengan UNICEF.

Moore berada di dunia bisnis pertunjukkan selama lebih dari enam dekade. Adalah James Bond yang membuatnya terkenal di seluruh dunia. Dia juga menjadi aktor paling lama yang memerankan agen rahasia berkharisma yang digambarkan menarik banyak lawan jenis tersebut.

Selama 12 tahun Moore memerankan James Bond. Tepatnya sejak 1973 dalam judul Live and Let Die, kemudian dilanjutkan dengan The Man With The Golden Gun (1974), The Spy Who Loved Me (1977), Moonraker (1979), For Your Eyes Only (1981), Octopussy (1983), dan A View To A Kill (1985).

Rest in peace Mr Moore. (Dailymail/tia)

Cabuli Anak Sendiri, Istri Laporkan Suaminya ke Polisi

0

batampos.co.id – JL,40, pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya diamankan Buser Satreskrim Polres Tanjungpinang, Sabtu (20/5) lalu. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu helai kaos warna putih, satu celana pendek, dan satu helai celana dalam.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari ibu korban yang mengatakan anaknya telah dicabuli oleh suaminya.

“Perbuatan bejat tersebut sudah sering dilakukan, dari pengakuan tersangka, sudah melakukan pencabulan sebanyak 24 kali, yang paling terbaru pada hari Kamis 18 Mei 2017 lalu,” ungkapnya Senin (22/5).

Joko menjelaskan, pelaku pertama kali melakukan pada bulan November 2016 lalu dengan modus bujuk rayu kepada korban.

“Pelaku berhasil membujuk anaknya sendiri, setelah itu, kejadian tak senonoh tersebut terus berlanjut,” jelasnya.

Tak tahan dengan kelakuan bejat ayahnya, korban melaporkan kejadian yang menimpanya kepada ibunya. setelah sang anak menceritakan apa yang terjadi, ibu korban langsung melapor ke pihak kepolisian.

“Ibu korban langsung melapor dan kami langsung menindaklanjuti,” kata Joko.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 dan 3 UU RI No 35 Tahun 2015 dan UU perubahan No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (odi)

Abdul Hamid Minta Produk Unggulan Ditingkatkan

0
Rumah pelantar di Natuna. F.Cipi Ckandina/batampos.

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah masih tetap fokus pada pembangunan di Desa. Tidak hanya memperhatikan infrastruktur dasar, namun dapat melalui upaya peningkatan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan.

Dikatakan Hamid, menurut data Pemerintah saat ini sebanyak 82 hingga 77 persen penduduk Desa bermata pencaharian dari sektor pertanian. Di Natuna banyak potensi unggulan di Desa yang belum tergarap maksimal.

“Daerah sudah diminta fokus membangun Desa. Unggulan kawasan pedesaaan menjadi target, seperti pertanian,” kata Hamid, dalam rilis dari menghadiri pembekalan kepemimpinan dalam negeri di balai Diklat BPSDM Jakarta, Senin (22/5).

Upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa untuk mendorong partisipasi masyarakat luas untuk terlibat secara langsung dalam berbagai aktifitas ekonomi pedesaan. Dan memberi ruang para pelaku ekonomi pemerintah, pengusaha dan masyarakat.

Menurutnya langkah tepat untuk meningkatkan produktivitas pertanian adalah pembangunan embung, dengan anggaran tidak terlalu besar namun dapat memberikan dampak positif sektor pertanian, budidaya, wisata maupun konservasi ditingkat pedesaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dibangunnya embung yang dikelola secara baik dan hasil aktivitas produk unggulan perdesaan secara maksimal nantinya akan dapat memberikan peluang peran badan usaha milik desa (BUMDes) mendukung pendapatan Desa.(arn)

Elwa Pingsan Tertimpa Pintu Stadion

0

batampos.co.id – Elwa, 6, tertimpa pintu besi saat bermain di pintu gerbang Stadion Sulaiman Abdullah Tanjungpinang, Senin (22/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Bocah tersebut terpaksa dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IDG) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kejadian itu bermula saat Elwa bermain bersama adiknya di sekitaran pintu masuk Stadion Sulaiman Abdullah. Pada saat bermain, tiba-tiba pintu besi yang sangat berat itu terjatuh dan menimpa Elwa.

“Mungkin dia bersama adiknya mendorong-dorong pintu itu hingga jatuh,” Ujar Santi, Ibu korban.

Santi mengatakan, warga yang mengetahui hal itu pun langsung membantu Elwa. Saat itu, sebagian badan Elwa tertimpa pintu besi, namun tidak mengenai kepalanya, karena pintu tersebut tidak memiliki penyangga sehingga pintu lepas dari engselnya.

“Tertimpa hanya separuh badan, dengan posisi telungkup, dibagian bibir nya mengalami luka dan kakinya juga keseleo akibat tertimpa pagar besi itu, katanya tadi sempat pingsan,” katanya.

Sementara itu, Heri ayah korban, mengatakan saat ini anaknya tengah mendapat perawatan medis. Elwa juga akan di ronsen untuk mengetahui apakah bagian kakinya retak atau patah.

“Tadi sudah di lakukan pemeriksaan, sekarang kami lagi menunggu hasil dari dokter,” kata Heri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono. yang saat itu berada di RSUD Tanjungpinang mendapat aduan dari orangtua korban yang sedang menunggu hasil pemeriksaan kondisi anaknya tersebut.

Dikatakan Riono, setelah mendengar aduan dari orangtua korban, ia langsung meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal kepada anak tersebut. Bahkan, komitmen Wali Kota Tanjungpinang, semua pembiayaan di RSUD itu akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemko Tanjungpinang.

“Alhamdulillah anaknya tak apa-apa, agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi, keamanan stadion akan kami tingkatkan dan utamakan, saya pun sudah minta pintu itu diperbaiki,” pungkasnya. (odi)

Ciptakan Generasi Sehat Cerdas Dimulakan dari Layanan Dasar Kesehatan dan Pendidikan

0
Siswa SD sedang bermain dan belajar di sekolahannya. . F.Harry/batampos.

World Bank mencatat per September 2016, sebanyak 27,76 juta atau 10,70 persen penduduk Indonesia masih tergolong miskin.

Bahkan lebih dari seperempat atau 68 juta penduduk RI sangat rentan untuk kembali jatuh miskin lantaran hidup tidak jauh dari batas Garis Kemiskinan.

Kondisi ini disadari betul oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Menurut Direktur Pelayanan Sosial Dasar (PSD) di Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), dr Hanibal Hamidi MKes, tantangan utama yang harus dihadapi Indonesia dalam menanggulangi kemiskinan adalah rendahnya tingkat kesehatan dan pendidikan pada rumah tangga miskin.

Masih tingginya angka mortalitas balita serta rendahnya tingkat penyelesaian pendidikan dasar dan menengah pertama anak-anak di rumah tangga miskin, menjadi isu-isu strategis yang sangat berpotensi menghambat upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

“Tanpa disertai upaya peningkatan kesehatan dan pendidikan, terutama kepada anak-anak generasi mendatang yang hidup dalam setiap rumah tangga miskin, upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia bakal sulit dilakukan,” ujar Hanibal dalam pidato penutupan Rakornas Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) 2017 di Jakarta.

Rakornas GSC ini mengambil tema “Memastikan Pemenuhan Layanan Dasar yang Berkualitas di Desa untuk Terwujudnya Desa Mandiri” berlangsung efektif selama lima hari sejak Jumat hingga Selasa (23/5/2017)
.
Salah satu upaya peningkatan layanan sosial dasar di desa, Direktorat PSD menginisiasi program khusus untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar melalui Generasi Sehat dan Cerdas.

Hanibal menyebutkan, penempatan program GSC di desa tidak keliru lantaran sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa. “Kegiatan ini pun sudah diputuskan dalam musyawarah desa dan dianggarkan dalam APBDesa. Lebih dari itu, isu-isu pelayanan sosial dasar sudah diamanatkan UUD RI 1945 sebagai hak dasar warga,” kata Hanibal.

Dan yang tak kalah penting, Hanibal mengingatkan, upaya pengentasan kemiskinan dengan cara memudahkan dan mendekatkan layanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat desa sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/RPJMN.

Selain itu, program GSC tersebut sudah mengakomodasi tujuan nomor 1 pembangunan global yang baru dengan nama Sustainable Development Goals (SDGs). Sehingga antara RPJMN dengan SDGs dan GSC terdapat titik temu (konvergen).

Hanibal menambahkan, keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat tergantung kepada kesiapan generasi yang berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif. “Betapapun kayanya sumber alam yang tersedia bagi suatu bangsa tanpa adanya sumber daya manusia yang tangguh maka sulit diharapkan untuk berhasil membangun bangsa itu sendiri,” kata Hanibal. (*)

Yayasan Literasi dan Vokasi Kepri, Menjaga Budaya Baca

0
Dirut Batam Pos, Marganas Nainggolan menyampaikan sambutan.
foto: adian / batampos

batampos.co.id – Saat ini Batam Pos meluncurkan Yayasan Literasi dan Vokasi Kepri.

Bertempat di Hotel Harmoni One saat ini seremoni peluncuran yayasan yang mendongkel budaya baca pada generasi muda ini dilaksanakan.

Pada sambutannya, Direktur Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan mengatakan yayasan ini dibikin sebagai tanggungjawab sosial Batam Pos dalam melestarikan budaya baca.

“Sebelumnya kami sudah membuat gerakan Pustakan Emas. Dari gerakan itu kawan-kawan Batam Pos berhasil membentuk komunitas baca,” ujar Marganas. “Gerakan ini tak boleh berhenti harus dilakukan terus. Olehkarena ini perlu penguatan kelembagaan.”

Harapannya yayasan ini dapat menjaga budaya baca di tengah masyarakat.

Selanjutnya Marganas meluncurkan yayasan ini dengan memukul gong. (ptt)

Peningkatan Infrastruktur Kelurahan Masuk Tahap Pengerjaan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Permukiman dan Pertamanan Kota Batam, Herman Rozi, hingga saat ini program Peningkatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) sudah masuk pada tahap pengerjaan.

“Tidak ada masalah, semua sudah mulai berjalan,” kata Herman, Senin (22/5) usai mengikuti apel Kebangkitan Nasional di Dataran Engku Puteri, Batamcenter.

Herman mengungkapkan beberapa waktu lalu memang ada perubahan terhadap Peraturan Walikota (Perwako) yang sebelumnya telah disepakati.

“Kalau saya tidak salah masalah rincian saja, tapi sudah diperbaiki dan ditanda tangani 5 Mei lalu, dan tak ada masalah,” ujarnya.

Beberapa kecamatan sudah mulai membangun seperti Batuaji, Galang sudah mulai pengerjaan proyek mereka. Pihaknya menargetkan sebelum 30 November mendatang seluruh proyek ini selesai dirampungkan.

“Harus sesuai target, makanya ini yang tengah kami gesa sekarang ini,” sebutnya.

Tahun ini Pemerintah Kota Batam memberikan anggaran cukup besar kepada setiap kelurahan yang ada di Batam. Program percepatan pembangunan infrastruktur ini, setiap kelurahan mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 miliar atau menyesuaikan dengan kebutuhan kelurahan.(cr17)

IKA Unair Bertekad Kuatkan Jaringan di Luar Negeri

0
Para pengurus IKA Unair berfoto bersama setelah pelantikan Sabtu malam. Mereka bertekad mendorong almamaternya masuk ke peringkat 500 dunia. (Edi Susilo/Jawa Pos/JawaPos.com)

batampos.co.id –  Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) periode 2017–2021 resmi dilantik pada Sabtu malam (20/5).

Pengurus baru berjumlah 137 orang itu memiliki program utama, yaitu memperkuat pendataan dan pemberdayaan alumni. Mereka juga berencana membuka cabang ikatan alumni di luar negeri (LN).

Ketua Umum (Ketum) IKA Unair Haryanto Basoeni menjelaskan, pendataan alumni itu dilakukan untuk mengetahui potensi yang dimiliki setiap lulusan. ”Melalui pendataan tersebut, kami ingin melihat seberapa banyak alumni yang sudah berkarya dalam berbagai sektor,” katanya.

Selama ini, peran Unair sebagai perguruan tinggi yang mencetak lulusan berkualitas belum maksimal karena tidak ada pendataan lulusan. Saat ini, Unair tercatat memiliki total alumni sekitar 112 ribu orang. Namun, dari jumlah tersebut, yang terdata melakukan verifikasi ke laman alumni baru sekitar 700 orang.

Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini pengurus IKA mengoordinasi seluruh pengurus di berbagai daerah. Unair telah memiliki 14 cabang dan 8 wilayah yang tersebar di beberapa kepulauan. ”Nah, penjaringan melalui cabang dan wilayah inilah yang nanti kami intensifkan,” jelas pria 56 tahun itu.

Tidak hanya di tingkat nasional, dalam kepengurusan tersebut, Haryanto juga memperluas jaringan alumni bagi lulusan yang berada di luar negeri. Baik untuk lulusan Unair yang sedang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri maupun yang sudah bekerja dan berdomisili.

Pendirian cabang IKA Unair luar negeri itu dilakukan dengan pertimbangan banyaknya lulusan Unair di berbagai negara. Dari pantauan pengurus IKA Unair, mereka memiliki semangat tinggi untuk memajukan Unair.

Rencananya, pendirian cabang luar negeri itu dimulai di wilayah Eropa. Tepatnya di Belanda, Jerman, dan Belgia. Tiga negara tersebut memiliki alumni Unair yang cukup banyak. Terutama alumni yang berasal dari jurusan kedokteran dan hukum. Semua kegiatan pengembangan tersebut akan ditangani secara khusus melalui departemen kajian internasional dan pendayagunaan alumni global. ”Departemen ini baru ada dalam kepengurusan ini,” ungkapnya.

Ketua Departemen Kajian Internasional dan Pendayagunaan Alumni Global Ahmad Cholis Hamzah menyebutkan, peran alumni sangat penting, yakni meningkatkan citra perguruan tinggi. Dalam pe-ranking-an perguruan tinggi secara global, peran alumni mempunyai nilai yang cukup besar. Penilaian biasanya dilakukan dengan melihat reputasi dan peran yang diberikan alumni.

Di tingkat ASEAN, kualitas alumni Unair sebenarnya sudah cukup diperhitungkan. Banyak alumni Unair, khususnya dari bidang kedokteran, yang saat ini menempati posisi strategis di Malaysia. ”Banyak yang jadi direktur lho di sana,” ucapnya.

Pemberdayaan alumni luar negeri juga penting untuk mempromosikan Unair menuju kampus global. Misalnya, dengan menarik mahasiswa asing untuk kuliah di Unair. Strategi tersebut bisa dilakukan secara bertahap dan akan menguntungkan Unair. (elo/c23/git)

Ladies, Berikut Cara Simpan Daging yang Baik dan Benar

0
Warga sedang memilih daging di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (8/5). Harga daging beku masih normal menjelang bulan puasa Rp 80.000. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok, seperti daging sapi dan ayam potong sangat memberatkan masyarakat. Karena itu, perlu diupayakan kiat-kiat penting dalam menyimpan daging secara benar.

Universitas Gajah Mada (UGM) memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyimpang daging dan ayam agar tetap segar.

“Menjelang hari besar keagamaan, masyarakat biasanya mendapatkan daging yang cukup melimpah. Karena itu, kiat menyimpan daging secara benar perlu dilakukan agar nutrisi di dalam daging tidak hilang dan tetap terjaga kesegarannya,” kata Kepala Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fakultas Peternakan UGM, Jamhari, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5).

Kiat 1
Masyarakat harus mengenali daging yang baik. Sebelum menyimpan daging, ada baiknya masyarakat mengenali terlebih dahulu daging yang baik. Secara umum, daging yang sehat berwarna merah segar, tidak berlendir, dan memiliki bau khas daging. Apabila daging telah mengalami perubahan warna yang tidak semestinya, daging tersebut tidak layak dikonsumsi.

“Kalau daging berwarna gelap, bisa disebabkan ternak kurang diistirahatkan sebelum dipotong. Proses istirahat diperlukan karena akan memengaruhi warna dan keempukan daging,” jelas Jamhari.

Kiat 2
Masyarakat sebaiknya menyimpan daging dalam plastik food grade. Sebelum dimasukkan ke kulkas, disarankan daging dipotong-potong sesuai takaran konsumsi. Sehingga, ketika akan mengolah daging tidak perlu mengeluarkan semua. Daging sebaiknya dimasukkan ke dalam plastik transparan yang tergolong food grade dan hindari menyimpan daging dalam kantong plastik berwarna-warni.

“Tidak dianjurkan untuk memasukkan kembali ke dalam kulkas daging beku yang sudah dikeluarkan hingga encer. Dalam kondisi seperti ini mikrobia semakin banyak dan akan mempercepat proses pembusukan,” katanya.

Kiat 3
Masukkan dan keluarkan daging secara bertahap. Setelah hewan dipotong, akan terjadi kontraksi atau “rigor mortis” pada daging. Sebaiknya, kontraksi ini ditunggu hingga selesai kemudian daging dimasukkan ke dalam kulkas. Daging dimasukkan ke dalam kulkas secara bertahap, yaitu diletakkan di  kulkas bagian refrigerator terlebih dahulu selama 24 jam. Kemudian, pindahkan daging ke dalam freezer. Hal ini untuk menghindari temperature shock yang dapat menyebabkan daging alot.

“Ketika mengeluarkan daging dari kulkas, juga disarankan untuk dilakukan secara bertahap. Pertama, pindahkan daging dari freezer ke bagian refrigerator kulkas dan biarkan sampai mencair. Setelah itu, keluarkan daging dari bagian refrigerator dan daging dapat dimasak,” ungkapnya.

Kiat 4
Pisahkan daging dan jeroan, karena jeroan lebih cepat rusak dibandingkan daging, sehingga disarankan untuk menyimpan di freezer yang berbeda.

“Jeroan dan daging harus disimpan dalam freezer yang berbeda untuk menghindari adanya kontaminasi silang. Meskipun daging disimpan dalam wadah yang berbeda tetapi masih dalam satu freezer, akan terjadi kontaminasi silang,” terang Jamhari.

Kiat 5
Simpan daging dengan suhu yang tepat. Sebab daging yang disimpan di kulkas bagian refrigerator dapat bertahan 3-4 hari. Di dalam freezer pada temperatur di bawah -180C daging dapat bertahan hingga enam bulan dengan tidak terjadi perubahan dari sisi nutrien. Temperatur -180C, menyebabkan seluruh air di dalam daging membeku sehingga tidak dapat dimanfaatkan mikrobia untuk tumbuh.

“Dengan memerhatikan saran kami diatas tentang kiat-kiat menyimpan daging secara benar, diharapkan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Khususnya selama berpuasa,” tutup Jamhari. (cr1/JPG)

Base Landing Sacofa Akan Dibongkar Paksa

0
Sedanau pasca kebakaran beerapa waktu lalu, masih terlihat bangunan yang hangus bersama tujuh bangunan lain. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Base landing point kabel fiber optik milik perusahaan Malaysia di Pesisir pantai Penarik Kecamatan Bunguran Selatan Natuna, bakal dibongkar paksa Pemerintah.

Hal ini tindak lanjut setelah base landing point kabel fiber optik disegel Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Natuna Raja Darmika menyatakan, upaya bongkar paksa tersebut setelah dikeluarkannya surat keputusan Direktorat jenderal perhubungan dan keputusan hasil rapat bersama Kemenko Polhukam terkait keberadaan landing stasuin fiber optik PT Sacofa di Natuna.

Keputusan tersebut kata Darmika, keberadaan base landing point kabel optik PT Sacofa dinilai melanggar perjanjian United Nations Convention on the Law of the Sea (Unclos). Perusahaan tersebut adalah milik BUMN Kerajaan Malaysia.

“Dari hasil rapat pertemuan bersama Ditjen Perhubungan laut dan Kemenko Polhukam, base landing stasiun fiber optik PT Sacofa akan dibongkar paksa dalam waktu dekat ini. Bukan hanya di Natuna, termasuk di Anambas,” sebut Darmika kemarin.

Seperti diketahui, base kabel optik PT Sacofa tidak hanya di Natuna, tetapi terdapat di Anambas. Kabel optik tersebut membantang antara Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Melintasi Pulau Natuna dan Anambas. Sejak lama sudah dioperasikan dan mendapat izin, namun baru saat ini Pemerintah menyatakan melanggar perjanjian Unclos.

Darmika menyebutkan, upaya bongkar paksa dilakukan ini setelah Kemenko Polhukam mempersoalkan tidak adanya maaf dan komunikasi dari pihak Sacofa. Dan menyalahi perjanjian Unclos yang sudah meratifikasi menjadi undang-undang nomor 1 tahun 1983. Setiap negara memiliki hal untuk melintas negara lain baik menggelar kabel bawah laut, namun tidak untuk didaratkan, seperti base landing kabel optik di Penarik maupun di Anambas.

“Sejauh ini Kemenko polhukam sudah meminta PT Sacofa untuk mengamankan peralatannya yang berada di landing station Anambas dan Natuna,” sebut Darmika.

Sementara Pemkab Natuna kata Darmika, akan bertindak selaku penyedia peralatan yang diperlukan untuk membongkarnya. Seperti alat berat, truk angkut dan peralatan lain yang dibutuhka untuk membongkar base landing kabel optik tersebut.

“Sebenarnya keputusan Pemerintah ini perlu ditindak lanjuti pihak Sacofa dan membongkar sendiri, karena milik perusahaan dan tanggung jawabnya. Tapi berkoordinasi dengan TNI dan unit kepelabuhanan kelas III Tarempa Anambas,” ujar Darmika. (arn)