
batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perumahaan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP) Tanjungpinang, Muhammad Yatim mengatakan tahun ini pihaknya akan melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap Taman Budaya Raja Ali Haji di Senggarang. Pelaksanaan rehabilitas itu direncanakan akan dilaksanakan akhir Agustus mendatang.
“Setelah aset taman budaya itu beralih dari Dinas PUPR ke dinasnya. Pengerjaannya akan langsung dilelang dan kemungkinan akhir bulan depan sudah dilaksanakan rehabnya,” ujar Yatim ketika dikonfirmasi, kemarin.
Rehabilitas taman budaya, kata Yatim akan menguras APBD Tanjungpinang sebesar Rp 1.274.651.165. Besaran dana itu digunakan untuk pembiayaan perbaiki tujuh bangunan rumah adat dan miniatur Masjid Penyengat sebesar Rp 1.135.651.165 dan belanja konsultan perencanaan dan konsultan pengawas sebesar Rp 139.000.000.
Secara rinci, lanjut Yatim untuk belanja rehabilitas rumah adat melayu menelan dana Rp 485 juta, belanja rehabilitas rumah adat batak Rp 95 juta, belanja rehabilitas rumah adat minang Rp 90 juta, belanja rehabilitas rumah joglo Rp 75 juta, belanja rehabilitas miniatur masjid penyengat Rp75,651.165, biaya rehabilitas rumah adat cina Rp 170 juta, dan belanja rehabilitas rumah adat bugis Rp 145 juta.
Sedangkan belanja konsultan perencanaan rehabilitasi, masih Yatim untuk rumah adat melayu sebesar Rp 30 juta. Kemudian belanja konsultan perencanaan rehabilitas rumah adat batak, minang, joglo, miniatur masjid penyengat, cina dan bugis sebesar Rp 44 juta.
Berikutnya, belanja konsultan pengawas rehabilitas rumah adat melayu sebesar Rp 25 juta dan belanja konsultan pengawas rehabilitas rumah adat batak, minang, joglo, miniatur masjid penyengat, cina dan bugis menelan Rp 40 juta.
“Jadi secara keseluruhan rehabilitasi taman budaya ini akan menguras APBD Tanjungpinang 2017 sebesar Rp 1.274.651.165,” bebernya.
Selain rehabilitasi, sambung Yatim dinasnya juga akan melaksanakan pembangunan pagar keliling taman tersebut. Biaya pembangunannya juga bersumber dari APBD tahun ini sekitar Rp 200-300 juta lebih.
Dengan memiliki pagar keliling, tambah Yatim taman budaya akan terjaga dan terpelihara. Begitu juga kebersihannya akan terjamin sehingga mampu menjadi daya tarik untuk dikunjungi.
“Untuk belanja jasa konsultan perencanaan pembangunan pagarnya Rp 25 juta. Sedangkan pembangunannya akan menelan dana sekitar Rp 200 juta lebih,” pungkasnya. (ary)




